Anda di halaman 1dari 10

SOAL UAS KEPERAWATAN ANAK PROGRAM B 2010

1. Dalam mengukur nadi yang diperhatikan adalah 1) Laju 2) Irama 3) Kualitas 4) Kuantitas

2. Pada pemeriksaan status gizi nutrisi yang dinilai antara lain 1) Proporsi / postur tubuh 2) Tanda defisiensi nutrien 3) Keadaan otot pada alat gerak 4) Tebal jaringan lemak subkutan

3. Pernapasan cepat dan dalam diikuti periode pernapasan yang lambat dan dangkal serta akhirnya periode apnea beberapa saat disebut ...

4. Pemeriksaan pekak berpindah dilakukan untuk menentukan adanya a. Udara di paru b. Cairan di rongga perut c. Udara di perut d. Cairan di paru e. ....

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Kelainan letak uretra pada penis laki-laki adalah ...

12.

Pada anak usia lebih dari 12 tahun, kelenjar getah bening

ukuran < 1 cm masih dianggap normal pada a. Oksipital b. Retroaurikuler c. Leher d. Inguinal e. C dan D benar

13.

Lebar pupil normal adalah

a. 1 2 mm b. 3 4 mm c. 5 6 mm d. .. e. > 10 mm

14.

15.

Kasus leukemia yang dialami seorang anak semakin berat jika

disertai dengan komplikasi 1) Infeksi 2) Anemia 3) Perdarahan 4) Fraktur

16. 17. Setelah mendapat kemoterapi, biasanya anak akan merasa

mual, muntah, dan tidak mau makan, rambut rontok dan badan lemah. Dari data-data ini, kemungkinan anak mengalami masalah keperawatan sebagai berikut 1) Gangguan perubahan gambaran diri : alopesia 2) Risiko terjadinya penyebaran infeksi sel kanker 3) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 4) Gangguan rasa nyaman

18.

Data untuk menegakkan diagnosa nutrisi adalah

1) Melalui pengukuran antropometri 2) Memberikan makanan tinggi protein 3) Melakukan pemeriksaan Hb dan Ht

4) Membatasi aktivitas bermain

19.

Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah

nutrisi pada anak adalah 1) Anjurkan ibu untuk memberikan makanan tinggi zat nutrisi 2) Anjurkan ibu untuk memberikan makanan kesukaan anak sambil bermain 3) Berikan makanan dalam porsi kecil dalam keadaan hangat dam=n lembut yang menarik 4) Kolaborasi dengan dokter agar anak mendapat vitamin untuk meningkatkan nafsu makan

20.

Kasus hiscprung :

Masalah keperawatan yang bisa ditegakkan berdasarkan kasus diatas adalah 1) Risiko infeksi 2) Gangguan rasa nyaman nyeri 3) Risiko defisit volume cairan 4) Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 21. 22.

23.

Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi nyeri adalah

24.

Manifestasi klinik yang mungkin didapat pada anak dengan

hipospadia sebelum dilakukan operasi adalah 1) Terdapat chordae 2) Prepatium tidak ada di bagian bawah penis, menumpuk di punggung penis 3) Kadang disertai undescended testis 4) Nyeri saat BAK

25.

Yang termasuk tindakan pembedahan pada hipospadia adalah

1) Pelepasan chordae 2) Tunneling 3) Uretroplasty


4) Colostomy

26.

Hipospadia terbentuk uretra pada persimpangan antara gland

penis dan penis a. Glandula b. Coronal c. Distal d. ... e. ....

27.

Masalah keperawatan prioritas An. L adalah

a. Defisit volume cairan dan elektrolit

b. Gangguan rasa nyaman c. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh d. Risiko terjadi syok hipovolemik e. Intoleransi aktivitas

28.

Ptekie yang dialami An. L disebabkan karena

1) Viremia 2) Kongesti pembuluh darah dibawah kulit 3) Peningkatan permeabilitas pembuluh darah 4) Agregasi trombosit

29.

Jika BB An. L 23 kg maka agar masalah defisit volume cairan

dapat teratasi, An. L harus mendapatkan ... a. 1500 cc b. 1150 cc c. 1560 cc d. 1747 cc e. 1288 cc 30. Komplikasi yang terjadi pada anak apabila tidak segera

mendapatkan pertolongan adalah (kasus DHF) 1. Asidosis metabolik 2. Efusi pleura 3. Penurunan kesadaran

4. Syok 31. 32. 33. Pemeriksaan diagnostik untuk menegakkan penyakit hiscprung

pada anak dilakukan melalui 1) Barium enema 2) Biopsi rektal 3) Anorektal monometri 4) USG abdomen 34. 35. Proses pembedahan dilakukan dengan membuang bagian ....

kemudian di amostonosiskan end to end pada colon yang berganglion pada saluran anal a. Swenso b. Soave c. Duhamel d. Colostomy e. Anoplasty 36. 37. 38. 39. Penyebab kematian bayi dengan BBLR adalah

1) Apoxia 2) Gangguan saluran napas

3) Infeksi 4) Hipotermi

40.

Faktor ibu yang menyebabkan risiko memiliki BBLR adalah

a. Solutio plasenta b. Obrupsi plasenta c. Infeksi janin intra uterina d. Usia ibu 20 tahun / 35 tahun e. Hidroamnion 41. 42. 43. Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan bayi BBLR

44.

Intervensi

keperawtatan

untuk

menegakkan

terjadinya

gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada BBLR adalah

45. Bayi S 2 hari dirawat di ruang perinatologi dengan hiperbilirubinemia

lahir dengan usia kehamilan 37 minggu. BB 2000 gr, ada jaundice pada kulit dan sklera, reflek hisap lemah, suhu 37 , Nadi 120 x/mnt, c RR 50 x/mnt, bayi S dirawat didalam inkubator Masalah keperawatan yang mungkin timbul adalah 1) Risiko defisit volume cairan

2) Risiko tinggi injury 3) Risiko tinggi gangguan integritas kulit 4) Gangguan pola napas 46. 47. 48. Komplikasi bayi hiperbilirubinemia dimana bayi mengalami

kerusakan otak akibat perlengkapan bilirubin indirek pada otak a. Ikterus patologis b. Ikterus fisiologis c. Kern ikterus d. Letargi e. Peningkatan TIK

49.

Hasil

pengkajian

dasar

yang

mungkin

didapatkan

pada

neonatus dengan hihperbilirubinemia adalah 1) Eliminasi : pasase mekonium mungkin lamban, bising usus hipoaktif, urine gelap, pekat 2) Neurosensori : reflek moro positif 3) Pernapasan : riwayat asphilsia, terdapat bunyi krekles 4) Tidak ada hepatosplenomegali

50.

Penatalaksanaan therapeutik pada neonatus hiperbilirubinemia

1) Fototherapi 2) Pemberian antibiotik

3) Transfusi tukar 4) Pemberian fenobarbital