Anda di halaman 1dari 2

Tertawa, Senyum, dll

TERTAWA Sekali tertawa, pusing kepala hilang. Dua kali tertawa, bencipun sirna. Tiga kali tertawa, persoalan lari. Empat kali tertawa, penyakit sembuh. Lima kali tertawa, jadi awet muda. Enam kali tertawa, hati penuh sukacita. "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!" Filipi 4:4 SENYUM Sekali senyum, curiga hilang. Dua kali senyum, jadi sahabat. Tiga kali senyum, hati penuh damai. Empat kali senyum, beban jadi ringan. Lima kali senyum, rezeki datang. Enam kali senyum, keluarga rukun. "Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran" Amsal 21:23 HATI Hati yang gembira, adalah obat yang manjur. Hati yang keras, menemui jalan buntu. Hati yang lembut, mendatangkan sahabat. Hati yang loba, menciptakan perangkap. Hati yang bersih, menjauhkan masalah. Hati yang licik, mendatangkan musuh. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" Amsal 4:23 MARAH Sekali marah, Sukacita hilang. Dua kali marah, Akal sehat terbang. Tiga kali marah, Tekanan darah naik. Empat kali marah, teman-teman pergi. Lima kali marah, Jadi cepat tua. Enam kali marah, Pintu dosa terbuka. "Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah" Yakobus 1:20 BANYAK Dalam hidup ini Berdoalah yang banyak, agar hati tenang. Taburlah yang banyak, agar menuai banyak. Bertanyalah yang banyak, agar ilmu bertambah. Bacalah yang banyak, agar jadi lebih bijak. Lihatlah yang banyak, agar tambah pengalaman. Dengarlah yang banyak, agar penuh pertimbangan. Jalan-jalanlah yang banyak, agar tidak kuper. Kerjalah yang banyak, agar tidak kekurangan. Danbanyaklah humor, agar sehat dan awet muda. "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" Galatia 6:7b KURANGI & PERBANYAK Dalam hidup ini Kurangi ucapan yang mendendam, perbanyak ucapan yang mengasihi. Kurangi kata-kata yang mengejek, perbanyak kata-kata yang menghargai. Kurangi kata-kata yang melemahkan, perbanyak kata-kata yang mendorong. Kurangi perkataan yang menolak, perbanyak perkataan yang memperhatikan. Kurangi kata-kata kritik, perbanyak perkataan yang membangun. Kurangi kata-kata yang sia-sia, perbanyak kata-kata yang mendatangkan inspirasi. Kurangi kata-kata yang kasar, perbanyak kata-kata yang lemah lembut. "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar." Kolose 4:6

Seorang anak laki-laki buta duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terbalik di kakinya untuk menampung sumbangan dari orang-orang lewat. Ia menaruh sebuah karton putih dengan tulisan: "Saya buta, tolonglah saya." Di topi itu terlihat sedikit koin. Seseorang berjalan mendekat. Ia mengambil beberapa koin dari kantungnya dan menjatuhkannya di topi itu. Ia kemudian mengambil karton putih itu, membaliknya dan menuliskan beberapa kata. Ia menaruh kembali karton putih itu sehingga setiap orang yang berjalan melewati anak buta itu dapat membaca kata-kata barunya. Dengan segera topi itu mulai dipenuhi koin. Banyak orang mau memberi uang kepada anak buta itu. Sore harinya lelaki yang telah mengganti perkataan di karton putih itu datang lagi untuk melihat bagaimana hasilnya. Anak laki-laki buta itu mengenali lelaki itu dari langkah-langkah kakinya, sehingga ia bertanya, "Apakah bapak adalah orang yang mengganti tulisan di karton putih tadi pagi? Apa sih yang bapak tulis?"

"Saya hanya menuliskan kebenaran. Saya menuliskan apa yang engkau tulis tapi dengan cara berbeda." Apa yang ia tulis adalah: "Hari ini hari yang indah, namun saya tak dapat melihatnya." Apakah karton dengan tulisan pertama dan kedua sama? Tentu saja kedua tulisan itu mengatakan kepada orang-orang lewat bahwa anak itu buta. Karton dengan tulisan kedua mengatakan bahwa mereka sangat beruntung dapat melihat hari yang indah karena mereka tidak buta. Janganlah heran kalau karton kedua lebih efektif mengajak orang bersyukur dan mendorong orang-orang untuk memberi uang kepada anak buta itu. Bersyukurlah atas setiap yang ada pada kita ataupun yang tidak ada pada kita. Ayo, kita kreatif