37
IV. PERENCANAAN KEBUTUHAN AIR PERSAWAHAN
IV.1. Perhitungan Kapasitas Pompa ( Qp) IV.1.1. Data Persawahan Tondon Sibata
Gambar IV.I5 Peta Administrasi Adapun data yang diperoleh penulis di persawahan Desa Tondon Sibata adalah sebagai berikut:
38
1. Luas areal persawahan adalah 123 hektar.
39
Gambar IV.16
Peta Topografi
2. Sumber air yang terdekat di persawahan Desa Tondon Sibata adalah Sungai Saddang. 3. Jarak tempat perencanaan reservoir dengan Sungai Saddang adalah 450 meter. 4. Ketinggian 694 963 meter DPL.
IV.1.2. Perincian kebutuhan air persawahan di Tondon Sibata Dalam perencanaan instalasi irigasi persawahan Tondon Sibata,
pemberian air melalui sistem irigasi perpipaan dilakukan pada musim kemarau yaitu pada bulan Juni sampai Oktober. 1. Curah Hujan Berguna
40
Curah hujan rata rata bulanan terendah adalah pada bulan agustus yaitu 4,78 mm/hari.
2.
Penyusutan kedalaman air per hari (h) Penyusutan kedalaman air per hari (h) ( mm/hari ) = Transpirasi + Penguapan + Peresapan Curah hujan berguna. Dari buku Pompa dan Kompresor ( Sularso:2004 ) , komponen
komponen penyusutan air seperti tersebut di atas dapat diambil nilai transpirasi = 6 mm/hari; penguapan = 4 mm/hari ; dan perkolasi 10 mm/hari (sawah lama).Jadi : h = ( 6 mm/hari ) + ( 4 mm/hari ) + (10 mm/hari) - (4.78 mm/hari) h = 15.22 mm/hari
3. Jumlah kebutuhan air Adapun jumlah kebutuhan air untuk pengairan di Tondon Sibata yang luas sawahnya adalah 123 ha adalah :
= 10 h A = 10 (15.22 mm/hari ) ( 123 ha ) = 18720.6 m /hari = 780.30 m /jam
3 3
= 0.220 m /s
41
4. Kapasitas pompa (Qp) Kapasitas pompa yang diperlukan pada pengairan persawahan dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Qp = Q k / T Dimana k = 1,1 dan T kita ambil 15 jam , maka : Qp = (18720.6 m /hari) ( 1,1) / ( 15 jam ) = 1372,84 m /jam Qp = 0,381 m /s
3 3 3
5. Kapasitas efektif pompa yang digunakan Bahwa debit pompa dapat diketahui dengan cara membagi debit yang dibutuhkan (debit efektif) dengan jumlah pompa yang akan dipakai (Tahara, Sularso,2004)
42
IV.1.2. Head Pompa
43
1. Head Statik Berdasarkan peta topografi wilayah Desa Tondon Sibata, besarnya head statik yang merupakan selisih antara permukaan di dekat aliran sungai terhadap tempat tertinggi pemompaan air adalah : ha = 834 m 768 m = 66 m H2O 2. Head Kerugian Pipa Head kerugian yaitu head untuk mengatasi kerugian-kerugian terdiri atas head kerugian gesek di dalam pipa-pipa, dan head kerugian di dalam belokan-belokan, reduser, katup-katup, dll.
a. Kerugian pada pipa isap
Di mana, V hf g L : Kecepatan rata-rata aliran di dalam pipa (m/s) : Head kerugian gesek dalam pipa (m) : Koefisien kerugian gesek : Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang pipa (m) = 7 m
D : Diameter dalam pipa (m) = 0,350 m
44
Menentukan aliran laminar dan turbulen Viskositas air pada T 200 = 1,00510-6
Karena Re > 4000, maka aliran bersifat turbulen Koefisien kerugian gesek () pada aliran turbulen dapat dihitung dengan menggunakan rumus Formula Darcy
Maka
45
b. Kerugian aksesoris pada pipa isap Adapun aksesoris yang digunakan adalah pipa sebagai berikut: 1. 1 buah katup saringan 2. 1 buah elbow 900 3. 1 buah chek valve k = 4,86
( )
k = 1,91 k = 0,75
c. Kerugian akibat kontraksi pada pipa isap Kerugian yang dialami pipa isap ketika mengalami kontraksi (bagian yang menyempit) dari diameter ( ) 0,35 m ke ( ) 0,15 m
akibat penggunaan pompa dengan diameter isap 0,35 m, maka : = KL Dimana : V2 =
( ( ) )
( )
V2= 7,197 m/s KL = 0,343
46
maka : = KL
( )
= 0,343
( (
) )
hk1 = 0,905 m H2O Jumlah kerugian tekan dalam pipa isap
+0,905
d. Head kerugian gesek dalam pipa tekan sebelum pertemuan aliran Untuk menghitung kerugian gesek dalam pipa dihitung dengan menggunakan rumus Hazen-Williams (Sularso,1983) sebagai berikut :
Dimana
47
Di mana, V hf g L D
: Kecepatan rata-rata aliran di dalam pipa (m/s) : Head kerugian gesek dalam pipa (m) : Koefisien kerugian gesek : Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang pipa (m) = 4 m : Diameter dalam pipa (m) = 0,30 m
Menentukan aliran laminar atau turbulen Viskositas air pada T 200 = 1,00510-6
Karena Re > 4000, maka aliran bersifat turbulen Koefisien kerugian gesek () pada aliran turbulen dapat dihitung dengan menggunakan rumus Formula Darcy. Maka
48
= 0,052 m H2O e. Kerugian Aksesoris pada Pipa Tekan Sebelum pertemuan aliran Ada pun aksesoris yang digunakan pada pipa tekan sebagai berikut : 1. 1 buah check valve 2. 1 buah gate valve 3. 1 sambungan T 4. 1 buah elbow 900 k = 0,75
f. Kerugian akibat ekspansi pada pipa tekan sebelum pertemuan aliran Kerugian yang dialami pipa tekan ketika mengalami ekspansi (bagian yang melebar) dari diameter ( ) 0,125 m ke ( ) 0,30 m akibat
penggunaan pompa dengan diameter tekan 0,125 m, maka : = KL
( )
Dimana : = 1,799 m/s = 0,683
49
maka : = KL
( )
= 0,683
( (
) )
hk2 = 0,113 m H2O
g. Head kerugian gesek dalam pipa tekan setelah pertemuan aliran Untuk menghitung kerugian gesek dalam pipa dihitung dengan menggunakan rumus Hazen-Williams (Sularso,1983) sebagai berikut :
Dimana
Di mana, V hf g L D
: Kecepatan rata-rata aliran di dalam pipa (m/s) : Head kerugian gesek dalam pipa (m) : Koefisien kerugian gesek : Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang pipa (m) = 460,201 m : Diameter dalam pipa (m) = 0,45 m
50
Menentukan aliran laminar atau turbulen Viskositas air pada T 200 = 1,00510-6
Re
Karena Re > 4000, maka aliran bersifat turbulen Koefisien kerugian gesek () pada aliran turbulen dapat dihitung dengan menggunakan rumus Formula Darcy. Maka
hf3 = 6,933 m H2O
h. Kerugian Aksesoris pada Pipa Tekan setelah Penggabungan Aliran Ada pun aksesoris yang digunakan pada pipa tekan sebagai berikut : 1. 1 buah elbow 50 2. 2 buah elbow 100 3. 1 buah gate valve
51
i. Kerugian akibat ekspansi pada pipa tekan setelah pertemuan aliran Kerugian yang dialami pipa tekan ketika mengalami ekspansi (bagian yang melebar) dari diameter ( ) 0,30 m ke ( ) 0,45 m akibat
penggunaan pipa 0,30 m sebelum pertemuan aliran dan pipa 0,45 m setelah penggabungan aliran, maka : = KL
( )
Dimana : = 2,399 m/s = 0,309 maka : = KL
( )
= 0,309
( (
) )
= 0,091 m H2O
52
Jumlah kerugian tekan dalam pipa tekan :
Jadi, jumlah head kerugian pada pada instalasi pipa :
3. Head kecepatan keluar Kita rencanakan kecepatan keluar , V= 1,5 m/s
Jadi, head total pompa adalah : = head statik + head kerugian pada instalasi pipa + head kecepatan keluar = 66 + 8,225 + 0,115 = 74,340 m H2O
53
IV.1.4. Perencanaan Reservoir Pemilihan lokasi reservoir di tempat yang lebih tinggi dari lokasi persawahan sehingga air dapat mengalir sendiri ke persawahan tanpa menggunakan pompa distribusi. Reservoir yang direncanakan adalah reservoir di atas tanah
dengan ukuran sebagai berikut: Panjang = 70 m Lebar Tinggi = 50 m = 3 m
Volume bak penampung
= panjang lebar tinggi = 70 50 3 = 10500 m3
Jadi , volume bak penampung = 10500 m3 ( kurang lebih setengah dari kebutuhan air, 18720,6 m3 )
54
V.1.5. Daya Poros dan Efisiensi Pompa 1. Daya air Energi yang secara efektif diterima oleh air dari pompa persatuan waktu disebut daya air, yang dapat ditulis sebagai Pw = QH Dimana Q H Pw : Daya air (kW)
: Berat air persatuan volume (kN/m3) : kapasitas (m3/s) : Head total pompa (m H2O)
2. Daya Poros Daya poros yang diperlukan untuk menggerakkan sebuah pompa adalah sama dengan daya air ditambah kerugian daya di dalam pompa. Daya ini dapat dinyatakan sebagai berikut:
Dimana,
: Daya poros sebuah pompa (kW)
: Efisiensi pompa ( % )
55
Untuk dapat menentukan efisiensi suatu pompa, maka terlebih dahulu mengetahui besarnya putaran spesifik ( ns ), kapasitas efektif ( Qep ) dari pompa tersebut. Putaran spesifik dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Sularso,2004) :
Dimana : Qep H Jadi ,
: Putaran pompa = 2900 rpm /menit
: Kapasitas efektif pompa = 7,627 : head total pompa = 74,340 m H2O
( )
Dengan melihat diagram efisiensi standar pompa, untuk Qep = 7,627 Jadi, /menit dan ns = 316,34 maka = 79%, maka :
Daya poros pompa : Pp= 117,108 kW
56
3. Daya Motor Penggerak Pompa (
Daya motor penggerak pompa harus lebih besar dari daya poros pompa, hal ini tergantug pada jenis motor dan hubungan poros pompa dengan poros motor : ( )
Dimana : Pp : Daya poros pompa = 117,108 kW : faktor yang bergantung jenis motor, motor induksi (0,1 0,2) dipilih 0,1 : efisiensi transmisi (kopling = 0,95) Maka ( )
57
V.1.6. Kebutuhan Head untuk Distribusi Air Persawahan 1. Kebutuhan head aliran air dalam saluran utama a. Saluran Sawah Bagian Utara (460 m)
0,3 m 0,32 m 0.2 m 0,4 m Kerugian head aliran air di saluran utama sawah utara terjadi akibat adanya gesekan dengan dinding dan dasar saluran
Di mana, V hf f g L
: Kecepatan rata-rata aliran (m/s) : Head kerugian gesek (m) : Koefisien kerugian gesek : Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang saluran (m)
Dh : Diameter hidrolik (m) Untuk menentukan diameter hidrolik :
P = keliling basah (2 sisi miring ditambah lebar saluran, m) A = Luas penampang saluran ( persegi panjang, m2 )
58
P = 2(0,32) + 0,2 = 0,83 m ( ( = 0,09 m2
( )
) )
= 0,43 m
Untuk mendapatkan nilai kekasaran ( f ) maka kita gunakan Korelasi Kekasaran Manning. ( )
Dengan nilai = 0,037 m (saluran galian-tanah bersih) ( = 0,08 )
Qs = debit air yang melewati saluran (m3/s) Q = debit air total (m3/s)
= 0,072 m3/s
59
= 0,80 m/s
= 2,769 m H2O
b. Saluran Sawah Bagian Selatan (570 m)
0,3 m 0,32 m 0.2 m 0,4 m
Kerugian head aliran air di saluran utama sawah selatan terjadi akibat adanya gesekan dengan dinding dan dasar saluran.
Di mana, V hf f
: Kecepatan rata-rata aliran (m/s) : Head kerugian gesek (m) : Koefisien kerugian gesek
60
g L
: Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang saluran (m)
Dh : Diameter hidrolik (m) Untuk menentukan diameter hidrolik :
P = keliling basah (2 sisi miring ditambah lebar saluran, m) A = Luas penampang saluran ( persegi panjang, m2 )
P = 2(0,32) + 0,2 = 0,83 m ( ( = 0,09 m2
( )
) )
= 0,43 m
Untuk mendapatkan nilai kekasaran ( f ) maka kita gunakan Korelasi Kekasaran Manning. ( )
Dengan nilai = 0,037 m (saluran galian-tanah bersih)
61
( = 0,08
Qs = debit air yang melewati saluran (m3/s) Q = debit air total (m3/s)
= 0,072 m3/s
= 0,80 m/s
= 3,431 m H2O
c. Saluran Sawah Bagian Tengah ( 5 m )
0,3 m 0,32 m 0.2 m 0,4 m
62
Kerugian head aliran air di saluran utama sawah tengah terjadi akibat adanya gesekan dengan dinding dan dasar saluran
Di mana, V hf f g L
: Kecepatan rata-rata aliran (m/s) : Head kerugian gesek (m) : Koefisien kerugian gesek : Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang saluran (m)
Dh : Diameter hidrolik (m) Untuk menentukan diameter hidrolik :
P = keliling basah (2 sisi miring ditambah lebar saluran, m) A = Luas penampang saluran ( persegi panjang, m2 )
P = 2(0,32) + 0,2 = 0,83 m ( ( = 0,09 m2 ) )
63
= 0,43 m
Untuk mendapatkan nilai kekasaran ( f ) maka kita gunakan Korelasi Kekasaran Manning. ( )
Dengan nilai = 0,037 m (saluran galian-tanah bersih) ( = 0,08 )
Qs = debit air yang melewati saluran (m3/s) Q = debit air total (m3/s)
= 0,072 m3/s
= 0,80 m/s
64
= 0,030 m H2O Jadi, head kerugian tertinggi terjadi pada saluran sawah bagian selatan, yaitu 3,431 m H2O.
2. Kebutuhan head aliran air dari sawah ke sawah
0,4 m
0,1 m
0,1 m
Kerugian head aliran air di saluran pematang sawah terjadi akibat adanya gesekan dengan pematang sawah tersebut. Sawah kita tinjau sebagai sebuah reservoir sehingga kerugian head yang kita hitung hanya pada saluran dari sawah yang posisinya lebih tinggi, ke sawah terdekat yang berada di bawahnya. Sebagai pertimbangan head kerugian yang tertinggi, kita ambil sawah bagian selatan karena memiliki jarak paling
65
jauh dari reservoir. Terdapat 35 petak sawah dari sawah paling atas ke yang paling bawah. Kerugian pada pendistribusian air pada sawah teratas ke sawah kedua :
Di mana, V hf f g L
: Kecepatan rata-rata aliran (m/s) : Head kerugian gesek (m) : Koefisien kerugian gesek : Percepatan gravitasi (9,81 m/s) : Panjang saluran (m)
Dh : Diameter hidrolik (m) Untuk menentukan diameter hidrolik :
P = keliling basah (2 sisi miring ditambah lebar saluran, m) A = Luas penampang saluran ( persegi panjang, m2 )
P = 2(0,1) + 0,1 P = 0,3 m
A = 0,01 m2
66
= 0,13 m
Untuk mendapatkan nilai kekasaran ( f ) maka kita gunakan Korelasi Kekasaran Manning. ( )
Dengan nilai = 0,037 m (saluran galian-tanah bersih) ( = 0,12 )
Qs = debit air yang melewati saluran (m3/s) Qs1 = debit air dari sawah ke sawah (m3/s)
= 0,0103 m3/s
= 1,03 m/s
67
= 0,02 m H2O Kerugian head untuk distribusi air dari sawah teratas ke sawah ke bawah ( 35 petak ), maka kerugian head yang terjadi adalah : = 0,02 x 35 = 0,67 m H2O Jadi, kerugian head untuk distribusi air pada bagian selatan ( kita anggap terdapat 7 saluran ), maka kerugian head yang terjadi adalah : = 7 x 0,67 = 4,69 m H2O
Jadi, head kerugian tertinggi yang terjadi yang dibutuhkan untuk distribusi air adalah kerugian head dalam petak sawah ditambah kerugian pada saluran pematang sawah pada bagian selatan. htotal = hf1 + hf2 = 3,431 + 4,69 = 7,121 m H2O