Anda di halaman 1dari 2

Otomikosis

= infeksi liang luar telinga akibat jamur


Disebabkan oleh Aspergillus spp. dan Candida spp.
Manifestasi klinis
-

Inflamasi
Gatal
Scaling
Rasa tidak nyaman

Terjadi pengelupasan epitel superficial, massa berupa kotoran telinga


yang mengandung hifa dan pus. Gejala-gejala awal otomikosis serupa
dengan otitis eksterna yang disebabkan bakteri, namun berbeda pada
otomikosis, tumbuhnya filamen-filamen hifa yang panjan serta putih dari
permukaan kulit. Kecurigaan terhadap infeksi jamur mungkin timbul
ketika tidak ada respon terhadap pengobatan antibotik. Bahkan jika
bakteri telah tumbuh, menandakan ada lebih dari satu etiologi. Dan
mungkin juga, antibiotic topical menjadi factor predisposisi tumbuhnya
jamur.
Penanganan
Pertama, liang telinga harus dibersihkan dari segala kotoran karena ini
menurunkan pH dan mengurangi aktivitas tetes telinga aminoglikosida.
Suction dapat digunakan jika tersedia. Pembersihan liang telinga dapat
dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Analgesi diperlukan. Jaga telinga
tetap kering dan hindari pemakaian cotton buds. Batasi pemakaian earplug
dari cotton wool kecuali cairan banyak dan diperlukan untuk alasan
kosmetik. Jika dipakai, jaga agar longgar dan sering diganti.
Larutan Burows atau 5% alumunium asetat digunakan untuk mengurangi
pembengkakan dan mengeluarkan kotoran. Larutan akuos dari 1% thymol
dalam metacresyl asetat atau iodochlorhydroxyquin dapat dipertimbangkan
jika pengeringan telinga tidak berjalan dengan semestinya.
Tetes telinga antijamur dapat berguna. Tidak ada konsensus tentang
pengobatan tetapi tetes telinga clotrimazole 1% (Canesten) atau
flumetasone pivalat 0,02%, clioquinol 1% (Locorten-Vioform) umum
digunakan.

Sumber : http://www.patient.co.uk/doctor/fungal-ear-infection-otomycosis