Anda di halaman 1dari 4

Laboratorium Geologi Komputasi 2015

ARUS PURBA
Analisis arus purba (paleo current) merupakan analisis untuk mengetahui
asal arah (sumber) dari mana batuan sedimen tersebut diendapkan, dan hal ini
lebih ditekankan pada analisa orientasi dari cekungan-cekungan sedimen dan
tubuh-tubuh batupasir yang ada.
Penentuan atau analisa arus purba dapat dilakukan dengan menggunakan struktur
sedimen, khususnya pada struktur-struktur sedimen yang dapat memperlihatkan
indikasi arah transport sedimen, baik berupa bidang maupun garis. Beberapa
struktur tersebut antara lain :
1) Cross bedding
2) Flute cast (Gambar 1)
3) Groove cast
4) Ripple mark (asimetri), dll.
Dalam penentuan atau analisa arus purba dengan menggunakan struktur
sedimen di atas harus memperhatikan geometri dari struktur sedimen tersebut baik
berupa bidang atau berupa garis,karena terdapat perbedaan khas dalam cara
penentuan arah arus purbanya, antara lain:
Pada struktur sedimen dengan geometri garis, arah arus purba akan searah
dengan sumbu dari struktur sedimen. Struktur sedimen tersebut antara lain:
flute cast, groove cast, dll.

Gambar 1

Nama : Hadi Nur Choiri Fahrudin


Nim : 111.130.002
Plug : 5

Laboratorium Geologi Komputasi 2015

a) Kenampakan arah arus dari Flute Cast


b) Kenampakan struktur Flute Cast
Pada struktur sedimen dengan geometri bidang, arah arus purba akan tegak lurus
jurus struktur sedimen tersebut dan searah dengan dip perlapisan. Struktur
sedimen tersebut antaralain : cross bedding, ripple mark, dll.
Contoh Analisis Arus Purba
Pada lokasi pengamatan di daerah Singkawang didapati data hasil
pengukuran berupa kedudukan batupasir N 042 E / 50 , dan dijumpai juga
struktur sedimen flute cast dengan arah bearing N 070 E.
Penyelesaian:
1. Gambarkan kedudukan bidang dimana flute cast tersebut terdapat yaitu N 042
E / 50 . (Gambar 2)
2. Gambarkan arah bearing dari flute cast yaitu N 070 E.
3. Perpotongan antara stereogram bidang perlapisan batupasir dengan bearing dari
flute cast akan didapatkan plunge dari flute cast yaitu 29 .
4. Untuk menentukan kedudukan aslinya yaitu dengan cara menghorizontalkan
kedudukan bidang dengan sumbu putarnya pada strike bidang perlapisan tersebut.
5. Tempatkan strike bidang perlapisan pada arah utara-selatan stereonet.
6. Pada perpotongan bearing flute cast dengan bidang perlapisan dihubungkan ke
lingkaran primitif stereonet dengan jaring-jaring kecil.
7. Arah arus purba adalah perpotongan antara lingkaran primitif dengan jaringjaring tersebut diukur dari arah utara stereonet sepanjang lingkaran primitif.
(Gambar 2)

Nama : Hadi Nur Choiri Fahrudin


Nim : 111.130.002
Plug : 5

Laboratorium Geologi Komputasi 2015

Gambar 2

Tahapan Analisis Arus Purba


Kedudukan Batupasir : N 042 E / 50
Flute Cast: 29 , N 070 E
Kedudukan Asal Batupasir : N 042 E / 0
Flute Cast Asal : 0 , N 081 E
Arah Arus Purba: N 081 E

Hasil analisa arus purba dapat dimanfaatkan unttuk mengetahui banyak hal
yang berhubungan dengan proses sedimentasi. Untuk mendapatkan hasil
maksimum tentu saja hasil analisis arus purba harus didukung oleh data data
sekunder.

Contohnya

lingkungan fluvial.

adalah
Dalam

dalam

menentukan

sistem fluvial

hierarki bedforms pada


terdapat

beberapa

hierarki bedforms yaitu: orde 1 adalah channel forms, orde 2 adalah gosong tepi,
orde 3 adalah gelembur dengan skala yang besar dan orde 4 adalah ripple skala
kecil. Orde orde dalam bedforms ini menunjukkan tingkat variasi dari arah arus
purba dimana paling banyak adalah variasi orde 4 dan paling sedikit variasinya
Nama : Hadi Nur Choiri Fahrudin
Nim : 111.130.002
Plug : 5

Laboratorium Geologi Komputasi 2015

adalah pada orde 1 (Graham, 1989). Selain untuk menentukan morfologi yang
terbentuk orde orde, arus purba juga dapat untuk menentukan lingkungan
pengendapan.
Tabel lingkungan pengendapan, strukur sedimen direksional dan pola
penyebaran tipikalnya (Tucker, 1991) :

Nama : Hadi Nur Choiri Fahrudin


Nim : 111.130.002
Plug : 5