Anda di halaman 1dari 57
BABIV ANALISA IV.1 ANALISA ASPEK LINGKUNGAN IV.1.1 Potensi Sekitar Tapak Lokasi tapak yang akan dibangun suatu penggabungan pasar tradisional dan rumah susun ini berada di JI. Tanjung Duren, dimana daerah tersebut memiliki beberapa Potensi sebagai berikut. ‘Kantor Kelurahan Tanjung Duren : 52 Terdiri dari 3 lapis Dinding bata Modern SMK YADIKA1 &2 © Adanya pusat perdagangan di tanjung duren yang akan diringankan apabila para pedagangnya mempunyai tempat tinggal yang berlokasi tidak jauh dari tempat mereka meneari nafkah. * Dekatnya dengan kantor kelurahan tanjung duren yang akan membantu dan mengawasi kependudukan setempat. 53 * Mesjid suatu tempat ibadah yang berpotensi mendukung aktifitas religi para penghuni rumah susun yang beragama islam * SD YAPP] ALsro, SMP 89, dan SMK YADIKA 12 merupakan salah satu sarana pendidikan di tanjung duren dan dapat membantu proses pendidikan bagi anak-anak penghuni rumah susun. Kesimpulan : Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar tapak maka seperti yang di terangkan pada gambar 2.11, maka fasilitas di dalam proyek dapat di minimaliskan, Seperti, sarana ibadah (mesjid) dan sarana pendidikan (Sekolah), Serta memiliki hubungan timbal balik (simbiosis mutualisme), baik dari segi aksebilitas dan budaya setempat, seperti pada gaya bangunan tropis, 1V.1.2 Analisa Pencapaian dan Sirkulasi Tapak Pencapaian tapak berdasarkan kegiatan : IV.1.4 Pencapaian Pasar merupakan sirkulasi utama yang mudah dicapai dan tidak memotong arus lalu lintas. IV.1.5 Pencapaian rumah susun mempunya pintu masuk utama khusus menuju rumah susun dan tidak dihubungkan dengan akses utama pasar tetapi tetap mempunyai hubungan. Pengembangan sistem sirkulasi memiliki beberapa kriteria yang harus dipikirkan, Sikalasi yang baik dapat dilihat dari alur yang terencana dan memiliki kesinambungan tenpa adanya gesekan pada tiap-tiap jalur. 54 Penggunaan lahan yang dilakukan secara efisien dapat merangsang pembentukan pusat dari orientasi dari sebuah tapak. ALTERNATIF LA SIRKULASI | _ KETERANGAN Pola Jalan Masuk Tunggal Pejalan kaki dan kendaraan memasuki tapak melalui satu jatur utama karna tidak adanya perbedaan sirkulasi jalan masuk antar penghuni, pasar, pengelola dan service. Pola Jalan Masuk Ganda Terdapat perbedaan jalan masuk penghuni, pasar, pengelola dan service karena alur sitkulasi yang terpisah Pola Jalan Masuk Gabungan ‘Ada perbedaan jalur masuk penghuni, pasar, pengelola dan service serta sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang terpisah, namun di sisi lain tersedia pula jalur masuk bersama. Tabel 5 : Analisa Pola Sirkulasi Tapak Kesimputan: Pola sirkulasi gabungan dipilih karna lebih effektif dan fleksibel untuk _dlesain mixed use building pasar dan rumah susun kama memisabkan jalur pada 2 masa bangunan agar tidak terjadinya gesekan, namun juga terdapat pintu masuk yang lain yang dapat digunakan bersama-sama 55 Sirkulasi Masuk Kendaraan Alternatif 1 Panah bira sebagai jalur kendaraan peda bangunan pasar sedangkan panah hijau sebagai jalur kendaraan dikhus-uskan pada rumah susun dengan pertimbangan arah masuk tapak utama dari jalan tanjung duren dikarenakan jalan 5 jalur Sirkulasi Pinta Masuk Pejalan Kaki Alternatif 1 ‘Akses pedestrian yang terdapat pada sekeliling bangunan untuk memudah- kan pencapaian ruang dan akses sitk- ulasi yang fleksibel terhadap pejalan Memiliki 2 side entrance untuk pasar dan satu untuk rumah susun dengan pertimbangan pintu masuk pasar 2 dikarenakan jalan tanjung duren 5 dikenakan peraturan 1 jalur. Seda-ngkan pada perancangan tidak menya-tukan akses masuk pada rumah susun dikarnakan menghindari__padatnya kendaraan Alternatif 2 Jalur pedestrian terpotong dan tidak mengelilingi bangunan dikarenakan adanya pemisahan akses agar tidak memfokuskan tujuan pengunjung. abel 6 : Analisa Sirkulasi Tapak 56 Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisa terhadap 2 varian dari masing-masing kriteria, bahwa altematif 1 sebagai pilihan analisa dengan pertimbangan sesuai Kebutuhan dan perencanaan desain bangunan mixed use rumah susun dan pasar tradisional agar tidak terjadi kepadatan kendaraan baik yang masuk dan keluar dari bangunan. IV.1.3 Analisa Orientasi Matahari Cahaya yang lebih banyak dan lebih menyengat dibandingkan pagi hari dapat mengurangikenyamanan Khususnya kondisi thermal di dalam bangunan, Ruang-ruang yang mendapatkan panceran cahaya matahari fangsung secara intens menyebabkan aktivitas terganggu serta timbulnya pengalihan fungsi ruang yang tidak seharusmya. ‘Gambar 7 : Analisa zoning tapak 57 I. Kesimpulan : Pada sisi utara dan selatan bangunan mendapatkan cahaya matahari secara tidak langsung, Pancaran cahaya tersebut identik dengan manfaat yang di hasilkan serta fungsinya untuk menerangi beberapa ruang dalam bangunan pada siang dan pagi hari schingga meminimalisasikan pemakaian energi listik, Analisa Angin Arah angin sangat penting didalam proses perancangan dan mempengaruhi peletaken bukaan-bukaan pada bangunan untuk memaksimalkan pemanfaatan penghawaan secara alami sesuai topik hemat energi Secara makro ada 2 arah angin yang bertiup di indonesia yaitu: ~ Angin_muson_barat : Bertiup dari arah barat laut menuju tenggara > bertiup pada musim hyjan ~>Bertiup dari asia ke australia ~ Angin_muson timur : Bertiup dari arah tenggara menuju barat laut > bertiup pada musim kemarau > Bertiup dari australia ke asia 58 Kelebihan Kekurangan - arah massa bangunan |- massa bangunan yang sesuai dengan | melawan arah angin. koridisi tapak ~ tidak terkena sinar matahari secara Jangsung ~ dapat memaksimalkan fungsi ~ massa bangunan tidak | - massa bangunan melawan arah angin, melawan arah angin. ~terkena sinar ‘matahari secara langsung sangat kecil pada sisi panjang bangunan. ‘Tabel 7 : Analiasa orientasi Angin Kesimpulan : Pada analisa angin arah masa bangunan lebih mengarah kealternatif 1 dengan pertimbangan dapat _memaksimalkan potensi tapak dan meminimaliskan sinar matahari secara langsung dikarnakan iklim di indonesia yang cukup panas. 59 IV.1.5 Analisis Orientasi Tapak ‘Suatu bangunan mixed used rumah susun dan pasar tradisional dengan segala aspek pedukung maupun aktivitasnya juga ditentukan oleh analisa orientasi tapak dalam menentukan arah bangunan. Berikut alternatif orientasi tapak. ‘ALTERNATIF 1 ~ jalan raya tanjung duren adalah jalan utama ‘Menghadap arah barat Dapat memaksimalkan fungsi, jalur pencapain lokasi dan bentuk bangunan. ALTERNATIF 2 Jalan raya Tanjung Duren 1 sebagai ‘Menghadap arah selatan Kurang memaksimalkan fungsi, jalur pencapain lokasi dan bentuk bangunan. Tabel 8 : Analiasa orientasi tapak Kesimpulan : Pada analisa ini, altematif 1 sesuai dengan karakter desain. Dengan pertimbangan arah orientasi tapak sesuai dengan pencapaian target dengan Jalur jalan utama yaitu jalan Tanjung Duren dan peraturan daerah setempat. Kriteria yang mempengaruhi poses tersebut adalah : 60 1. Best view 2. Kegiatan di dalam dan di luar tapak 3. Jalur pencapaian, IV.1.6 Analisa Kebisingan Sumber kebisingan berasal dari JI. Tanjung Duren sebagai akses utama dari lokasi tapak. Jalur tersebut merupakan jalur aktif kendaraan umum yang dilewati oleh metromini dan kopaja p 16 dari dan menuju JI. tanjung duren dan sekitarmya. Kondisi ini tentunya menjadi permasalahan bagi penghuni rusun yang ingin beristirahat pada siang hari. Gambar 9: Kondisi Kebisingan Tapak 61 Kesimpulen : Altematif yang dapat dilakukan yaitu dengen melakukan set-back pada bagian ruang huni berupa koridor yang menghadap jalan dan membuat sound barrier berupa pepohonan maupun dinding masif yang akan mengurangi kebisingan sekaligus sebagai clemen pemanis bagi jalur pedestrian di sekitar bangunan, IV.1.7 Analisa Penataan Ruang Luar Analisa ini bertujuan dalam mewujudkan suasana atau atmosfer yang, mendukung kegiatan dan kebutuhan yang terdapat dalam bangunan. RUANG LUAR AKTIF RUANG LUAR PASIF + Merupakan ruang terbuka yang Merupakan ruang luar terbuka mengandung unsur kegiatan aktif | yang tidak mengandung unsur- Mmanusia di dalamnya. unsur kegiatan manusia. © Parkir, pedestrian, jalur sitkulasi Ruang hijau untuk penyaring 'cendaraan (pribadi, angkutan yemum, barang), plaza, tanaman terbuka. « iPedestrian serta Plazza yang berfungsi sebagai promenade dan Sang transisi antara ruang Iuar Pongunan dan ruang dalam. potusi udara (filtrasi) dan suara ‘yang timbul pada lalu lintas kendaraan (soumd Barrier). Sebagai pendukung penampilan banguanan disamping pemeliharaan lingkungan yang biasa di pandang berguna untung mengalibkan pemandangan terhadap aktifitas pasar dan rusun. Berfungsi dalam membatasi elemen visual yang tidak diinginkan, Tabel 9: Analisa penataan ruang Inar 62 Gambar 10 : Kondisi Ruang Luar Penataan mengunakan kedua metode di alas yaitu aktif dan pasif’ sekaligus, Aktif terdapat pada tanaman dan ruang terbuka hijau yang berada di atas / pada bangunan, sedangkan pasif terdapat di sekitar tapak IV.1.8 Zoning Dalam Tapak ‘Analisa penzoningan dalam tapak : 63 Kekurangan Kelebihan «Area privat masih | » Pencapaian area dekat dengan privat ke publik sumber kebisi- sangat dekat. ngan, * Area publik yang | © Semi privat yang | mudah di jangkau tidak perhubu- | e Mudah dalam ngan ke area mengelola bentuk publik. massa pada area privat. ‘* Pencapaian area | © Area privat masih privat ke publik | jauh dengan sangat jauh, sumber kebisi- ngan. ‘© Area publik yang mudab di jangkau ‘* Semua area berhu- Tabel 10 : Altematif zoning tapak Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan kondisi lingkungan tapak, arah orientasi masa bangunan, sitkulasi dan pencapaian dalam tapak seria sifat kegiatan yang ditentukan berdasarkan kebisingan maka altemnatif 2 yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Gambar 12 : zoning tapak 2 Pertimbangan zoning pada tapak : 1, Publik ‘* Berada di bagian barat yang berfungsi sebagai pasar yang di peruntukan kepada masyarakat sekitar dan penghuni rumah susun. * Ruang publik yang berada di sekitar area bangunan dan titik tertentu untuk memberikan akses kepada pengunjung pasar yaitu masyarakat sekitar dan penghuni rumah susun untuk menikmati ruang terbuka. 2. Semi privat ‘* Berada dibagian utara tapak, sebagai akses masuk rumah susun agar tidak menyatu pada akses masuk pasar, hal ini menghindari bentroknya sirkulasi akses. Juga sebagai sebagai ruang perantara publik dan area privat yaitu sebagai akses rumah susun ke pasar. * Berisikan ruang-ruang dengan kegiatan khusus bagi sesama penghuni rusun. 65 3. Privat © Di letakan di atas bagian utara dekat jalan tanjung duren 6 dikamnakan jalan tersebut jalan mati yang tidak terlalu bising dan tidak menganggu penghuni rumah susun. * Di letakan di atas servis karma keterbatasan lahan dan untuk penghematan Jahan sesuai ketentuan daerah dalam pengolahan lahan hunian, 4, Service © Di letakan di atas bagian selatan agar berhubungan langsung dengan area privat dan service, * Berisiken ruang pelayanan dan maintenance gedung, IV2_ ANALISA ASPEK MANUSIA 1V.2.1 Pelaku, Jenis dan Urutan Kegiatan Pelaku kegiatan pada bangunan mixed use terdiri dari 2 kegiatan ruang didalamnya yaitu kegiatan rumah susun dan kegiatan pasar tradisional. 1. Rumah Susun Pada kegiatan rumah susun terdiri dari penghuni tetap, pengunjung dan pengelola, Penghuni terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, pengunjung (Kerabav/keluarga) terdiri dari golongan menengah kebawah yang di utamakan para pedagang pasar dan yang terakhir adalah pengelola yang di bagi menjadi bagian administrasi dan teknis. 66 Kegiatan utama penghuni dengan kebiasaan beraktivitas dengan tanpa kenal waktu, pengunjung yang biasa berkunjung dengan ketentuan yang berlaku, serta pengelola dengan daya dan upaya untuk menjaga kuantitas pelayanan rumah susun dalam meningkatkan kualitas bangunan dan sistem pendukung sistem Kehidupan masyarakat. Dalam hal ini pengelola. rumah susun dan pasar menjadi satu. Analisa Kegiatan Penghuni Rusun Gambar 13 : Diagram Kegiatan Penghuni Rusun o7 Analisa Kegiatan Pengunjung Rusun Gambar 14 : Diagram Kegiatan Pengunjung Rusun Analisa Kegiatan Pengelola Rusun Gambar 15 : Diagram Kegiatan Pengelola Rusun 68 . Pasar Tradisional Pada kegiatan pasar tradisional terdiri dari Pemilik kios/lapak (penjual), pengunjung (pembeli) dan pengelola. Kegiatan utama Perniagaan (proses jual beli) dengan kebiasaan beraktivitas pada jam 03.00-20.30 WIB, sedangkan pengelola dengan daya dan upaya untuk menjaga kuantitas pelayanan pasar dalam meningketkan kualitas bangunan dan sistem pendukung sisitem kehidupan masyarakat, Al ik Kios/ ak Pasar ual) Bongkar muat Gambar 16 : Diagram Kegiatan pemilik kios/lapak pasar 69 Analisa Kegiatan Pengunjung (Pembeli) Gambar 17 : Diagram Kegiatan Pengunjung (pembeli) Analisa Kegiatan Pengelola c=] Gambar 18 : Diagram Kegiatan Pengelola 70 Berikut persopsi karakter sesuai analisa pola kegiatan dari manusia yang terkait dalam bangunan tersebut. + Penghuni Rusun + Akktifitas dagang berlangsung sekitar pukul 03.00-20.30 WIB sehingga malam hari adalah waktu untuk beristirahat. ~ Mayoritas pemilik rusun yaitu pedagang pasar yang masih dalam satu bangunan + Pengunjung Rusun = Terdiri dati berbagai jenis golongan manusia dan kebutuhan yang berbeda-beda terhadap fangsi musun. * Pemilik kios/lapak Pasar (penjual) = Pemilik kios/lapak mempunyai kegiatan berdagang dan mempunyai akses bongkar muat barang dagangannya ~ Pemilik bertempat tinggal di rumah susun yang masih dalam satu bangunen dan harus mempunyai akses langsung ke dalam pasar. © Pengunjung Pasar - Terdiri dari berbagai jenis golongan manusia dan kebutuhan yang berbeda-beda tetapi memiliki tujuan yang sama yaita membeli suatu barang kebutuhan. n IV.2.2 Aktifitas sehari-hari * Pengelola Rusun dan Pasar ~ Pengelola oprasioanal dan teknis yang harus waspada selama 24 jam dalam mendukung keamanan dan kenyamanan penghuni serta pengunjung baik rumah susun maupun pasar. ~ Memberikan pelayan pengawasan kebersihan untuk pasar dan rumah susun. ~ Melakukan perawaten (Maintenace) fasilitas pada rumah susun dan pasar jika terjadi kerusakan. Aktifitas masing-masing individu pada sehari-harinya baik rumah susun dan pasar secara unum dapat diuraikan sebagai berikut: Pada hari kerja: A. Kegiatan Rumah Susun 1 Pedagang/ penjual atau pemilik kiosk (dari rusun tanah abang) 03.00-07.30 08.00-17.00 . 17.00-22.00 22.00-05.00 Pekerja * 05.00-08.00 © 08.00-17.00 © 17.00-22.00 Persiapan dagang Berdagang di Pasar Modern Waktu santai bersama keluarge/ teman Istirahat/ tidur malam Persiapan kerja Kerja di kantor ‘Waktu santai bersama keluarga/ teman nR © 22.00-05.00 Istirahat/ tidur malam 3. Ibu Rumah Tanga * 06.00-08.00 Mempersiapkan sarapan + 08.00-12.00 Melakukan pekerjaan rumah tangga * 12,00-22.00 Waktu santai bersama keluarga/ teman * 22.00-06.00 Istirahat/ tidur malam 4, Pelajar/ Mahasiswa (anak remaja) * 05.00-07.00 Persiapan ke tempat belajar * 07.00-15.00 Proses belajar di sekolah/ universitas © 15.00-22.00 . Waktu santai bersama keluarga dan teman. * 22.00-05.00 _Istirahat/ tidur malam 5, Anak-anak (anak kecil) * 07.00-12.00 Bermain/ belajar * 12,00-15.00 _Istirahat siang/ tidur siang © 15.00-20.00 Waktu santai bersama keluarga © 20.00-07.00 _Istirahat/ tidur malam Secara umum aktivitas mereka dapat dijabarkan sebagai berikut: ‘ikerj © Pagi hari: bangun tidur, membersihkan diri, ganti pakaian, olahraga ingan, cuci muka, sarapan pagi, kemudian berangkat kerja * Siang hari: kadang-kadang pulang makan siang, sekaligus berkumpul dengan keluerga * Sore hari: pulang kantor, tidur sore/ olah raga ringan, duduk baca Koran ¢ Malam hari: makan malam, santai dirumah, nonton tv, baca buku A.Kegiatannya mereka ini dengan kegiatan-kegiatan santai, seperti bersantai dirumah, rekreasi B, Pasar © 02.00-03.00 © 03.00-04.00 © 04,00-05.00 © 05.00-17.00 ‘© 17.00-18.00 Persiapan ke Pasar Modern Loading barang dagangan Persiapan tempat dagang Kegiatan perdagangan di Pasar Modern Unloading barang dagangan dan persiapan tutup 1V.2.3 Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan Kegiatan Unit Kegiatan Penghuni Rumah Susun [Kamar Penghuni Privat, Tertutup | Beristirahat, Tidur Tidur/Hunian Pantry Penghuni,Pengunjung | Servis, Terbuka | Masak, Cuci Piring Ruang Jemur Penghuni,pengunjung | Servis, Terbuka | Menjemur Pakaian Kamar Mandi Penghuni,pengunjung | Privat, Tertutup | Buang Air, Mandi, Cuci Baju “Tabel 10 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Penghuni 4 Unit Kegiatan Pengunjung Rumah Susun Plaza/lobby ‘Penghuni, pengunjung, | Publik, Tertutup | Pusat Informasi, sirku- pengelola lasi manusia bersosia~ Tiasasi Ruang Komunal | Penghuni, Pengunjung | Publik, Terbuka | Bersosialisasi Kamar = Mandi | pengunjung Publik, Tertutup | Buang Air Umum ‘Taman Hijau Penghunipengunjung | Publik, Terbuka Tabet 11 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Pengunjung Unit Kegiatan Penunjang Rumah Susun ‘Ruang Serba Guna | Penghuni, Pengunjung, | Publik, Tertutup | Acara Formal / Pengelola Nonformal Tempat Ibadah | Penghuni, Pengunjung, | Publik, Tertutup | Beribadah Pengelola Tapang Olah Raga | Penghuni, Pengunjung | Publik, Terbuka | Berolahraga, Aktifitas Pengelola. Sosial Parkir Penghuni, Pengunjung, | Publik, Terbuka | Melakukan Kegiatan Pengelola. Parkir Ruang Terbuka | Penghuni, Pengunjung, | Publik, Terbuka | Bersosialisasi, Berbin- Hijau Pengelola. cang, Berkumpul santai ‘Tabel 12: Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Penunjang B ‘Unit Kegiatan Utama Pasar ‘Akses masuk, —pusat informasi__pedagang dan pembeli Kios Pemilik, Pengunjung | Publik, Tertuup | Berdagang / Jual beli Publik, Tertutup Lapak (basah & | Pemilik, Pengunjung | Publik, Terbuka | Berdagang/Jual bell kering) Kamar Mandi | Penghuni, Pengunjung | Publik, Tertutup | Buang Air Umum Bongkar _ Muat | Pemilik Privat Memasukan ~~ barang Barang dagangan dari uar pasar ke dalam Tabel 13 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Utama Pasar Unit Kegiatan Penunjang Pasar Pemilik, Pengunjung, | Publik, Terbuka | Melakukan Kegiatan Pengelola. Parkir Ruang — Terbuka | Pemilik, Pengunjung | Publik, Terbuka | Berdagang / Jual belt Hijau Plaza Pemilik, Pengunjung | Publik, Tertutup | Kegiatan sosial Tabel 14 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Penunjang Pasar 16 ‘Unit Kegiatan Pengelola Pasar dan Rumah Susun RUANG PENGGUNA | SIFATRUANG KEGIATAN Ruang Administrasi | Staff Administrasi dan | Publik, Tertutup | Pengurusan masalah dan Keuangan Keuangan administrasi dan keuangan Ruang Management | Staff Pengelola ‘Semi Privat, | Mengelola Management Gedung (Building | Gedung tertutup Gedung Management) Ruang Unit Staff Pengelola Semi Privat, | Mengelola_Sisitem Pelayanan dan tertutup pengoprasian Utilitas pemeliharaan rutin & preventif Ruang Kepala Staff Pengelola Semi Privat, | Aktifitas Kerja Pengolahan Gedung tertutup Kepala Pengelola Ruang Rapat Siaif Pengeloia ‘Semi Privat, | Diskusi Rapat Laporan Pengelola tertutup Bolanan Kamar Mandi Staff Pengelola Servis, Trertutup | Buang Air Tabel 15 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Pengelola Unit Kegiatan Service Rumah Susun dan Pasar Service, Tertutup | Menjaga Keamanan 24 jam (monitoring) Ruang ME & | Staff Service, Tertutup | Penempatan Mekanikal Genset & Blektrikal, Genset Gudang Stat Service, Tertutup | Penyimpanan Barang- Barang Service Tabel 16 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Service IV.2.4 Analisa Kebutuhan dan Dimensi Ruang Dalam 1. Rumah Susun © Tipe unit A. Tipe Unit 1 Kamar Tidur Studio (untuk 1 unit- 2 orang) “Kebutuhan Ruang ~Elemen Ruang Luasan roan, Tuas "Ruang multi Tempattidur — 2mx3m ‘6m fungsi “ nakas Lemari Sofa 2mx 15m 3m2 Jemari tv Mejamakan == 2mx 1,5m 3m2 -_ Kursi makan Balkon Ikursi Imx 1,5m 1,5m2 “Dapur 2m x 1,5m 3m2 ‘Sickulasi | 20% Iwas unit 20 %x 17,5m2 3,5m2 ‘Total Iuas unit 6m x3,5m 21m2 Tabel 17 : Unit tipe 21 B, Tipe Unit 2 Kamar Tidur (untuk 2 unit - 4 orang) ‘Kebutuhan. ‘Elemen Ruang’ Luasan ruang: ‘Luas “Sumber | ‘Kamar tidur Tempat tidur —3mx 3m ‘om DA utama Meja Kursi 2m x 3m 6m2 Lemari Ruang Sofa 2mx2m 4m2 “keluarga ° Meja lemari tv Ruangmakan = Mejamakan — 2mx 15m 3m2 ; “ Kursi makan Dapur Kompor Imx 15m 1,5m2 bak cuci - ulkas Balkon « Meja 2m x 1.5m 3m2 oo kursi Sirkulasi 20% luas unit 20% x 24,5mi2. 4,9m2 “Total luas unit » 6m x 6m 35,Am2 > _36m2 ee EE Tabel 18 : Unit tipe 30 B 0,65 m2 x30 19,5 m2 2,16m2x2 4,32m2 NAD 0,5m2x2 = 1m2 0,9m2x5 4,5 m2 2,16m2x5 10,8m2. NAD 0,5 m2x2 1m2 480m2x2 960m2 TSS kendaraan “Parkir: 12,5m2x20. 250. DA Sirkulasi 20%x 250,22m 1251,12m2 2 Total 1501,13m2 ‘Tabel 19 : fasilitas penunjang rumah susun 2. Pasar © Fasilitas Unit Dagang 184x9 mr 376x4 m - 250 unit 376 unit 3mx 3m. 2m x 2m. 30oreng. 3-4 me 10 orang 2m 10x2m 20 m? ‘Telepon umum 5 buah im? Sx1m? 5m ‘Open space/ plaza 150 orang 15m? 150x4,5m? 225m? Ruang penunjang 10% area ex S47 55m? 15% luas fasilitas pelayanan unum. en > fsilitas pelayanan umum pasar © Fasilitas penunjang 0,65 m2/org, 0,65 m2.x 30... 19,5 m2 216 m2org 2unit 2,16m2x2 4,32m2 = NAD 05 m2org = 2unit «0,5 m2x2 m2 O9morg Sunit 0,9m2x5 4,5 m2 216m2/org . Sunt —-2,16m2x5 ~ 10,8m2_-- NAD 0,5mYorg 2unit. =—0,5m2x2 m2 12,5 m2/unit SOunit —12,5m2x50_ 625 DA 20% 20 % x 666,03 133.26 m2 799,29m2. 3. Kantor Pengelola Rumah Susun Dan Pasar Standar tas Perhitun Tuas Sumber ‘Ruang pimpinan 6-8 m2/org | org 6m2x1 6m2_ NAD Ruang wakil 6-8 morg 2 org 6m2x2 12m2. NAD Ruang rapat 2-3 morg 9 org 2m2x9 18m2 NAD Ruang 6-8m2org 4 org 6m2x4 24m2 NAD administrasi Ruangpemasaran 6-8 m2/org 2 org 6m2x2 12m2 NAD Ruangtunggn = 2-3 m2/org 6 org 2m2x6 12m2_ NAD Pantry 4m2 - 2mx3m 6m2_—AS Gudang 4m2 - 2mx2m 4m2_——AS Toilet pria 25 m2lorg 1 org imx25m 2,5m2 NAD Toilet wanita 2,5mdlorg 1 org imx25m 2,5m2 NAD Sirkulasi 20% = 20%x63m2 = 12,6m2 Total 118,8 m2 Tabel 23: Kantor pengelola rumah susun 4. Servis, - Rumah susun "S5m2x4 2m) 3 unit 9m2x3 27m2 12m2x3 2mx3m 1mx2,5m imx2,5m 3m2x2 36 m2. 6m2 2,5 m2, 2,5 m2. 6m2 20%X 103m2 20,6m2 5,5m2x 4 9m2x3 2mx3m Imx2,5m imx2,5m 3m2x2 123,6m2_ 20 % x 123,6 m2 Tabel 25 : fasilitas servis rumah Pasar 1. Utilitas ~ Pasar Ruang Standar __Kapasitas _Pethitumgan Laas ‘Sumber Reang genset 30m2— ‘Smx6m 30m2 AS Ruangpompa = 20m2_—- 4mx5m — 20m2 AS. RuangM&E 20m - 4mx5m —.20m2 AS Ruang reservoir 20 m2 7 Smx8m 40 m2 TSS Ruang STP 20m 4mxSm —-20m2 AS Ruangpanel = 10m2_— 2mxSm 10 m2 ss Pembuangan 12m2 lruang 3mx4mxl 12m2 AS sampah Robongkar muat 21,09m2 Ltuk 847m x2,49m 21,09m2 NAD. kecil xl 6m2 r 2mx3m 6m2 AS 20% 20%x 179,09 35,81 m2 81 - Rumah susun Ruan Standar. tas Perhi Las ‘Sumber? ‘Ruang genset 30 m2 ~ ‘Smx6ém 30m2 AS Ruangpompa 20 m2 - 4mx5m = -20m2 AS Ruang M&E 20 m2 - 4mx5m 20m? AS Ruang reservoir 40 m2 - Smx8m 40m? TSS Ruang STP 30 m2 - 4mx5m = 20m2 AS. Ruang panel 10 m2 - 2mx5m 10 m2 TSS Pembuangan 12m2 2rung = 3mx4mx2 242 AS sampah Robongkarmuat 21,09m2 = 3tuk = -8,47mx2,49m 63,27m2 NAD kei x3 Gudang 6 m2 - 2mx3m 6 m2 AS Sirkulasi 20% 20% x 233,27 46,65 m2 m2 Total 289,92 m2 Tabel 27 = ‘pasar modern Kesimputan Total : ‘Luas lahan : 9.000 m2. KDB 80% : 7.200 m2 KLB 4 : 36.000 m2 - Rumah Susun * Tipe unit © Tipe 21= 75% x 230 unit = 170 unit = 170 x 21m2 = 3570 m2 «Tipe 36= 25% x 230 unit=50 unit = 60x 36m2 =2160 m2 Jumlah penghuni rumah susun «Tipe 21 =2 orang x 170 unit = 340 orang © Tipe 30=4 orang x 60 unit= 240 orang 82 Total jumlah penghuni rumah susun = 580 orang Memenuhi syarat pemerintah tentang kepadatan penduduk = 500 org/ha ideal 1000 org/ha untuk hunian menengah ke bawah Total luas rumah susun = 6876 m2 Luas lantai rumah susun = 6876 m2 / 9 lantai = 764 m2 /Iantai = Kantor Pengelola = 722,6 m2 = Fasilitas Penunjang = 1501,13m2 * Servis = 123,6m2 * Utilitas =289,9 m2 Total Iuas bangunan rumah susun + kantor Pengelola + Fasilitas penunjang + Servis + Utilitas (termasuk sirkulasi 20%) 513.23m2 ~ Pasar Tradisional Luas existing kiosk yang sudah ada. = 9 m*x 184 unit = 1.656 m2 Luas existing lapak yang sudah ada =4m? x 376 unit=1.504m?+ Total = 3.160 m Luas bangunan yang masih dimiliki untuk membangun pasar modem menurut peraturan KLB = 36.000 m2 — 7.641,23 m2 = 28358,77 m2 : Sedangkan Iuas lantai dasar masih dimiliki untuk pasar moder menurut peraturan KDB = 7.200 m2 — (Iuas rumah susun/lantai + kantor Pengelola 83 + Fasilitas penunjang + Servis + Utilitas ) 200 m2 — (764 m2 + 118,8 m2 +1501,13m2 + 123,6m2 +289,9m? ) = 4,932.57 m IV.2.5 Analisa Kebutuhan Luas Ruang (Peruntukan Fasum) Untuk perencanaan dan perancangen Fasilitas Umum untuk Rumah Susun dan Pasar Modern Koefisien Luas Bangunan yang diizinkan adalah 4 Analisa kebutuhan luar parkir kendaraan Direncanakan penyediaan parkir dibedakan menjadi 4, yaitu: a. Untuk penghuni rumah susun b. Untuk pedagang pasar modem ©. Untuk pengelola pasar modern dan rumah susun 4. Untuk pengunjung pasar modem ‘Dengan mempertimbangken hal-hal berikut: © Kebutuhan jumlah kendaraan untuk menentukan luas tempat parkir © Penempatan parkir tidak terlalu jauh dari pusat keramaian untuk pasar modem, dan agak jauh dari pusat keramaian untuk rumah susun demi keamanan kendaraan © Mempunyai keamanan yang baik dan terlindung deri panas pancaran sinar matahari “ 84 Untuk menunjang lahan parkir di sediakan di ruang terbuka dengan jumlah yang terbatas, ada 4 macam sistem parkir: Letaknya berdekatan dengan pedestrian pejalan kaki. Diperlukan adanya pembatas berupa tanaman atau saluran pembuangan (got) schingga terdapat perbedaan level antara parkir dan area bangunan Parkir sejajar Parkir 45° Parkir 60° ‘Ruan gerak lebih ssh ta rmenghabskan banyak Jahan dan jumlah parkir menjadi lebih sedikit Parkir 90° Kesimpulan: Untuk proyek mix use rumah susun dan pasar modem, cocok menggunakan sistem parkir 90 ° yang membutuhkan banyak lahan parkir. Rasio parkir Rumah Susun Rasio perbandingan mobil = = 1 mobil untuk 10 unit = 230 unit / 10 = 23 Mobil Rasio perbandingan motor = 1:1 = 1 motor untuk 1 unit = 230 unit x 1 = 230 motor © Khusus untuk parkir sepeda disediakan 1 parkir sepeda pada setiap 1 unit hhunian, total 200 sepeda*D untuk mendukung gerakan hemat energi © Parkir mobil tamu adalah 15% dari jumlah parkir mobil penghuni, yaitu 15% x 23 mobil = 5 mobil tamu 85 © Parkit mobil service 1 mobil box 30 m? dan truk 65 m?. Untuk area service disediakan parkir untuk 2 mobil box dan 1 truk. Kebutuhan ruang untuk parkir mobil adalah: 28 mobil x 25 m? (standart kebutuhan parkir mobil) = 700 m? Kebutuhan ruang parkir mobil service: Mobil box 2 x 30 m?= 60 m’ ‘Truk 1 x 64 m?= 65 m? Kebutuhan ruang parkir motor: 230 motor x 0,72 m?= 166 m? Sirkulasi 25% dari total kebutuhan ruang parkir 25% x 991 m?= 247 m? Total kebutuhan ruang untuk parkir rumah susun adalah = 1238 m? Kesimpulan : Dengan pertimbangan perletakan area parkir di ruang luer kara jumlah kebutuhan parkir yang sedikit dan ruang Iuar yang masih tersedia yang mencukupi laban parkir untuk rumah susun, Rasio parkir Pasar Rasio perbandingan mobil = 1,4=1 mobil untuk 4 kiosk = 184/4 =46 mobil ’ Rasio perbandingan motor = 1:2 =1 motor untuk 2 kiosk = 184 kiosk / 2 = 92 motor 86 © Khusus untuk parkir sepeda disediakan 1 parkir sepeda pada setiep 1 unit dagang, 184 kiosk + 188 lapak, total 372 sepedaduntuk mendukung gerakan hemat energi © Parkir mobil pengunjung adalah 2 kali lipat dari jumlah parkir mobil pedagang, yaitu 2 x 46 mobil = 92 mobil tamu © Parkit motor pengunjung adalah 2 kali lipat dari jumlah parkir motor pedagang, yaitu 2 x 92 motor = 184 motor © Parkir mobil service 1 mobil box 30 m* dan tk 65 m?. Untuk area service disediakan parkir untuk $ mobil box dan 2 truk. Kebutuhan ruang untuk parkir mobil adalah: 138 mobil x 25 m? (standart kebutuhan parkir mobil) = 3450 m? Kebutuhan ruang parkir mobil service: ‘Mobil box 5 x 30 m?= 150 m? ‘Truk 2 x 64m= 128 m? Kebutuhan ruang parkir motor: 276 motor x 0,72 m*= 486,72 m” Sirkulasi 25% dari total kebutuhan ruang parkir 25% x 4214,72 m? = 1053.64 m? Total kebutuhan ruang untuk parkir pasar adalah = 5264.15 m? Kesimpulan : Area parkir di letakan di lantai dasar pasar kara dengan pertimbangan besamya kebutuhan parkir pasar yang cukup besar dan Jahan yang sangat sedikit untuk mencukupi kebutuhan parkir untuk pasar. 87 % Rasio halte transit angkutan umum * Parkir angkutan kota/ angkot 2% x jumlah parkir mobil dan motor, rumah susun dan pasar modem = 2% x (446 + 414) = 17,2 917 mobil angkot * Parkir ojek 2% x jumlah parkir motor dan mobil, rumah susun dan pasar modern = 2% x (446 + 414) = 17,2 > 17 ojek 88 IV3 ANALISA ASPEK BANGUNAN IV.3.1. Analisis Sistem Masa Bangunan 1. Analisa Bentuk Banguanan Secara umum terdapat tiga bentuk dasar bangunan yaitu bentuk persegi, segitiga dan lingkaran. ( Francis D.K Ching) KRITERIA PERSEGI SEGITIGA LINGKARAN NN ‘Kesesuaian dengan fungsi min Signa ooo © Kesesuaian dengan bentuk oo oe tampak ‘Kesesuaian dengan topik dan SOS OO Orientasi bentuk bangunan terhadap lingkungan COD OO Mendukung kegiatan di dalam rang dan fungsi ruang luar SOO OO ‘Memiliki kekuatan dan karakteristik bangunan oo oo TOTAL BOBOT (Tanda @>) 16 Ww ‘Tabel 29 : Bentuk Dasar Bangunan 89 Berdasarkan kriteria diatas, bentuk dasar persegi sesuai dengan peruntukan lahan sebuah pengga bungan ( Mixed Use ) Antara Rumah Susun dengan Pasar Tradisional melalui penempatan fungsi ruang huni secara maksimal dan orientasi bentuk bangunan terhadap lingkungan yang dapat menyesuaikan bentuk tapak, P ‘Analisa Pola Massa Bangunan Penerapan pola massa bangunan terbagi menjadi dua macam yaitu pola ‘masa tunggal dan majemuk. POLA MASSA TUNGGAL ‘Massa hanya terdiri dari satu Massa yang terdiri dari beberapa gubahan massa yangmenampung —_| gubahan massa yang masing-masing seluruh program ruang di atas tapak. | menampung program ruang yang terpisah di atas tapak PERTIMBANGAN ~ Sifat bangunan terpusat + Sirkulasi pencapaian yang cepat PER’ ANC Sifat bangunan yang menyebar dan memusat pada satu massa dan relatif lebih pendek utama ~ Efisiensi penyediaan fasilitasdan |~- Adanya pemisahan kelompok maintenace aktivitas manusia - Efisiensi penggunaan lahan yang | - Adanya rongga sirkulasi antar terbatas massa ~ Pola perletakan massa yang lebih Tabel 30; Pola Massa Bangunan Kesimpulan : ‘Metalui pertimbangan diatas, maka desain pengenbungan (mixed use) Rumah Susun dan Pasar Tradisional di Jakarta Barat ini menggunakan pola massa tunggal. Dengan pertimbangan minimnya lahan yang ada dan banyaknya kebutuhan Jahan, selain itu juga dapat memaksimalkan hemat energi. 3. Analisa Pola Massa Bangunan atif 1 ~ Bentuk massa u ~ Masa cukup mendekati bentuk dan potensi tapak ~ Masa bersifa kaku dan tidak statis ~ Massa tidak efisien tethadap tapak ‘Alternatif2 + Bentuk massa L ~ Masa kurang mendekati bentuk dan potensi tapak ~ Masa bersifa kaku dan tidak statis - Massa tidak efisien terhadap tapak Alternatif 2 ~ Bentuk massa persegi ~ Masa Cukup mendekati bentuk dan potensi tapak ~ Masa bersifa dinamis ~ Massa cukup efisien terhadap tapak ‘Tabel 31 : Analisa Bentuk Massa Bangunan Kesimpulan : Bentuk masa persegi dianggap ideal untuk mengembangkan bentuk sebuah hunian rumah susun. Selain pemanfaatan dan memaksimalisasi Tuang-ruang huni di dalamnya, hubungan dengan potensi dan tapak mempengaruhi Keleluasaan bentuk dalam mengembangkan elemen pendamping serta ruang utama dalam keterkaitan topik dan tema, 4, Analisa Gubaban Massa Banguna Analisa gubahan masa bangunan dilakukan dengan pemikiran dalam perkiraan dasar pembagian kelompok ruang yarig masing-masing ‘memiliki sifat dan fungsi yang sesuai peruntukannya, maka hal tersebut 2 dilakukan sengan meletakan hubungan-hubungan yang ada pada tapak sehingga dapat memperkirakan volum dan bentuk bangunan. Gambar 19 : Analisa Gubahan Massa © PRIVATE <> SEMPRIVATE ® pustic @ SERVICE 93 1V.3.2, Hubungan Skematik Hubungan Skematik Program Secara Umum MAIN ENTRANCE LODING DOK SERVICE ENTRANCE PENGELOLA RUSUN ENTRANCE Gambar 20: Analisa hubungan kegiatan skematik 94 1V.3.3. Analisis Tata Ruang Dalam - Analisa Sistem Horizontal Sirkulasi dalam bangunan memiliki beberapa alternatif seperti : Sirkulasi single loaded melengkung Sirkulasi single loaded lengkung Sirkulasi double loaded menerus = a A bs Sirkulasi double loaded lengkung Sirkulasi memusat Sirkulasi memusat dan linier Tabel 32 : Analisa sirkulasi dalam bangunan 95 Kesimpulan : Berdasarkan analisa di atas, sirkulasi double loaded menerus cocok Untuk hunian rumah susun agar penempatan massa lebih efisien dalam penggunaan lahan yang minim dan kebutuhan yang sangat tinggi - Analisa Sistem Vertikal Dalam perancangan bangunan penggabungan (mixed Use) antara Rumah Susun dan Pasar Tradisional ini, penghubung sirkulasi vertikal bangunannya menggunakan Tangga dan penunjangnya menggunakan Elevator (lift), khususnya untuk bangunan Rumah Susunnya. Rumah Susun menggunakan Elefator karena jumlah Jantai yang relatif banyak yang mengharuskan menggunakan tranportasi vertikal untuk penunjangnya. Dimana Tangga dan Elevator terscbut memiliki fungsi : - Sebagai sirkulasi antar lantai ~ Sebagai sirkulasi darurat (untuk tangga) Pendekatan bagi sistem tangga kebakaran yang berfungsi memberi kemudahan bagi penghuni/pengguna bangunan untuk dapat menyelamatan diri apabila sewaktu-waktu bangunan terkena musibah, 96 V3.4. Analisis Sistem Masa Bangunan © Straktur Bawah (Sub-Structure) Usulan pengguna pondasi pada bangunan : KELEBIHAN. | KEKURANGAN = Menggunakan beton bert- ulang (monolitfabrikasi, | -Pemasangan memberi cor ditempat) dan dipan- pererih gorge cangkan dengan cara a 7 . . daerat itar Pondasi Tiang Pa | — Cair JL Ait | Bak - a | Kontrol Rembesan |——»|| Riul kota Gambar 22 : Diagram Air Kotor C. Sistem Instalasi Listrik Instalasi listrik"berasal dari PLN. Listrik akan di salurkan melalui gardu utama yang kemudian diteruskan ke setiap ruang yang memerlukan, Untuk melayani kebutuhan listrik dalam keadaan darurat atau pada saat mati listrik dari PLN, maka digunakan genset. 102 enerangan J PLN Cabang Genset ATV PLN’ ‘ATV 7 Panel Panel Pe }ompa Gambar 23 : Diagram Listrik 1. Pencahayaan Pencahayaan alami: Pencahayaan dalam ruangan umumnya menggunakan penerangan buatan, sedangkan penerangan alami pada batas tertentu, yaitu : * Penerangan alami selalu berubah antara 0-10.000 lux dan ditetapkan bahwa kekuatan terang adalah 3000-5000 lux * Jarak jangkauan pencahayaan alami ke dalam ruangan yang masih efektif adalah 7 m. Luas lubang cahaya minimum adalah 10 % dari Iuas lantai yang akan diterangi * Jarak jangkauan pencahayaan alami ke dalam ruangan lebih Kurang 1,5 kali tinggi ambang jendela terbatas Penerangan Buatan Sumber daya untuk penerangan berasal dati : © Perusahaan Listrik Negara (PLN) Genset/diesel, dimana didapat apabila aliran listrik normal dari PLN terputus 103 ‘Untuk menentukan jenis lampu yang dipakai pertu dipertimbangkan : - Jenis ruangan (aktivitasnya) - Desain ruangan ~ Barang-barang yang ada dalam ruangan Jenis lampu yang 2 jenis, yaitu : ¢Lampu TL (fluorecent) Memberikan penerangan yang membaur (difuser), wama yang dipancarkan putih, tidak cepat membuat mata lelah ‘¢ Lampu pijar (incandescent) ‘Memberi penerangan langsung, warna yang dipancarkan kekuning- kuningan. Kesimpulan : Pada proyek ini menggunakan sistem pencahayaan buatan untuk ruangan ruangan yang memerlukan cahaya tambahan yang menggunakan lampu TL dan pencahayaan alami untuk siang hari pada ruangan ruangan yang mempunyai bukaan jendela. 104 D. Penghawaan Ada 2 sistem yang bisa dipakai untuk mencapai penghawaan yang nyaman: 1, Penghawaan Alami ( Cross Ventilation ) Berupa pemanfaatan udara Iuar yang masuk ke dalam bangunan dengan cara aliran silang. Penghawaan alami dapat digunakan untuk ruang-ruang utilitas, service, koridor dan lobby- lobby pada lantai tipikal. Untuk lantai parkir semuanya memakai penghawaan alami. 2. Penghawaan Buatan Penghawaan buatan digunakan untuk ruang-ruang tertutup yang menuntut kondisi udara yang stabil dan nyaman seperti unit Kantor, ruang computer, dan unit rental sehingga meningkatkan produktivitas kerja. 105 Penggunaan penghawaan buatan diharapkan tidak boros dalam penggunaan energy melalui pengolahan selubung bangunan. Kerapatan penutup (jendela dan dinding) hendaknya diperhatikan dengan benar sehingga tidak terjadi Kebocoran energi dan kontaminasi dengan udara luar yang tercemar. Tetapi di lain pihak, jendela harus ada sebagian yang dapat dibuka untuk tindakan pencegahan keracunan udara.Adapun pertimbangan penggunaan Jenis air conditioning yang sesuai dengan criteria sebagai berikut : © Kapasitas yang dibutuhkan * Mesin AC yang tidak mengganggu kenyamanan ¢ Efisiensi ruang © Meratanya distribusi udara dengan temperature dan kelembaban tertentu + Ekonomis biaya operasionalnya Berdasarkan kriteria, kegiatan perkantoran cocok menggunakan AC Split. 106 E, Sistem Penanggulangan Kebakaran Musibah kebakaran adalah salah satu musibah yang sering terjadi pada sebuah bangunan, bisa terjadi akibat manusia maupun kesalahan teknis pada bangunan, Maksimur 60 meter Maksimum 20 moter Daerah Hidran Perkorasan Halaman Gambar 25 : Jarak Aman Hydrant Dalam menngamankan behaya kebakaran pada bangunan rumah susun dan pasar ini menggunakan pencegahan kebakaran aktif yaity Fire Hydrant dan Pylar Hydran. Hf] Ketan Ae § i Wy || PAR Pormador at Ring Gambar 26 : Fire Hydrant 107 F. Sistem Penangkal Petir Penagkal petir adalah salah satu sistem yang dipakai untuk menagkal petir yang menyambar pada bangunan dan menyalurkannya ke dalam tanah, Altemative yang digunakan untuk system penangkal petir adalah : * Sistem Franklin Rod System ini menggunakan logam runcing pada titik tertinggi dari bangunan yang memberikan perlindungan dengan membentuk kerucut 45 "Sistem Sangkar Faraday System ini dapat memberikan perlindungan pada sckeliling bangunan dengan cara menghubungkan tiang-tiang tembaga dengan tinggi 0,5 m yang dihubungkan satu dengan yang lain sehingga membentuk bujursangkar. rete Gambar 28 : Penangkal Petir Sistem sangkar Faraday 108