100%(2)100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara) 612 tayangan57 halamanAnalisa Tapak
Contoh dari analisa dari suatu tapak. Mulai dari pencahayaan, penghawaan, iklim, sirkulasi, dan lain - lain.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
BABIV
ANALISA
IV.1 ANALISA ASPEK LINGKUNGAN
IV.1.1 Potensi Sekitar Tapak
Lokasi tapak yang akan dibangun suatu penggabungan pasar
tradisional dan rumah susun ini berada di JI. Tanjung Duren, dimana daerah
tersebut memiliki beberapa Potensi sebagai berikut.
‘Kantor Kelurahan Tanjung Duren :
52Terdiri dari 3 lapis
Dinding bata
Modern
SMK YADIKA1 &2
© Adanya pusat perdagangan di tanjung duren yang akan diringankan
apabila para pedagangnya mempunyai tempat tinggal yang berlokasi
tidak jauh dari tempat mereka meneari nafkah.
* Dekatnya dengan kantor kelurahan tanjung duren yang akan membantu
dan mengawasi kependudukan setempat.
53* Mesjid suatu tempat ibadah yang berpotensi mendukung aktifitas religi
para penghuni rumah susun yang beragama islam
* SD YAPP] ALsro, SMP 89, dan SMK YADIKA 12 merupakan salah
satu sarana pendidikan di tanjung duren dan dapat membantu proses
pendidikan bagi anak-anak penghuni rumah susun.
Kesimpulan :
Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar tapak maka seperti yang
di terangkan pada gambar 2.11, maka fasilitas di dalam proyek dapat di
minimaliskan, Seperti, sarana ibadah (mesjid) dan sarana pendidikan
(Sekolah), Serta memiliki hubungan timbal balik (simbiosis mutualisme), baik
dari segi aksebilitas dan budaya setempat, seperti pada gaya bangunan tropis,
1V.1.2 Analisa Pencapaian dan Sirkulasi Tapak
Pencapaian tapak berdasarkan kegiatan :
IV.1.4 Pencapaian Pasar merupakan sirkulasi utama yang mudah dicapai
dan tidak memotong arus lalu lintas.
IV.1.5 Pencapaian rumah susun mempunya pintu masuk utama khusus
menuju rumah susun dan tidak dihubungkan dengan akses utama pasar
tetapi tetap mempunyai hubungan.
Pengembangan sistem sirkulasi memiliki beberapa kriteria yang harus
dipikirkan, Sikalasi yang baik dapat dilihat dari alur yang terencana dan
memiliki kesinambungan tenpa adanya gesekan pada tiap-tiap jalur.
54Penggunaan lahan yang dilakukan
secara efisien dapat merangsang
pembentukan pusat dari orientasi dari sebuah tapak.
ALTERNATIF LA SIRKULASI |
_ KETERANGAN
Pola Jalan Masuk Tunggal
Pejalan kaki dan kendaraan
memasuki tapak melalui satu jatur
utama karna tidak adanya perbedaan
sirkulasi jalan masuk antar penghuni,
pasar, pengelola dan service.
Pola Jalan Masuk Ganda
Terdapat perbedaan jalan masuk
penghuni, pasar, pengelola dan
service karena alur sitkulasi yang
terpisah
Pola Jalan Masuk Gabungan
‘Ada perbedaan jalur masuk
penghuni, pasar, pengelola dan
service serta sirkulasi kendaraan dan
pejalan kaki yang terpisah, namun di
sisi lain tersedia pula jalur masuk
bersama.
Tabel 5 : Analisa Pola Sirkulasi Tapak
Kesimputan:
Pola sirkulasi gabungan dipilih karna lebih effektif dan fleksibel untuk
_dlesain mixed use building pasar dan rumah susun kama memisabkan jalur
pada 2 masa bangunan agar tidak terjadinya gesekan, namun juga terdapat
pintu masuk yang lain yang dapat digunakan bersama-sama
55Sirkulasi Masuk Kendaraan
Alternatif 1
Panah bira sebagai jalur kendaraan peda
bangunan pasar sedangkan panah hijau
sebagai jalur kendaraan dikhus-uskan
pada rumah susun dengan pertimbangan
arah masuk tapak utama dari jalan
tanjung duren dikarenakan jalan 5 jalur
Sirkulasi Pinta Masuk Pejalan Kaki
Alternatif 1
‘Akses pedestrian yang terdapat pada
sekeliling bangunan untuk memudah-
kan pencapaian ruang dan akses sitk-
ulasi yang fleksibel terhadap pejalan
Memiliki 2 side entrance untuk pasar
dan satu untuk rumah susun dengan
pertimbangan pintu masuk pasar 2
dikarenakan jalan tanjung duren 5
dikenakan peraturan 1 jalur. Seda-ngkan
pada perancangan tidak menya-tukan
akses masuk pada rumah susun
dikarnakan menghindari__padatnya
kendaraan
Alternatif 2
Jalur pedestrian terpotong dan tidak
mengelilingi bangunan dikarenakan
adanya pemisahan akses agar tidak
memfokuskan tujuan pengunjung.
abel 6 : Analisa Sirkulasi Tapak
56Kesimpulan :
Berdasarkan hasil analisa terhadap 2 varian dari masing-masing kriteria,
bahwa altematif 1 sebagai pilihan analisa dengan pertimbangan sesuai
Kebutuhan dan perencanaan desain bangunan mixed use rumah susun dan
pasar tradisional agar tidak terjadi kepadatan kendaraan baik yang masuk dan
keluar dari bangunan.
IV.1.3 Analisa Orientasi Matahari
Cahaya yang lebih banyak dan lebih menyengat dibandingkan pagi hari
dapat mengurangikenyamanan Khususnya kondisi thermal di dalam
bangunan, Ruang-ruang yang mendapatkan panceran cahaya matahari
fangsung secara intens menyebabkan aktivitas terganggu serta timbulnya
pengalihan fungsi ruang yang tidak seharusmya.
‘Gambar 7 : Analisa zoning tapak
57I.
Kesimpulan :
Pada sisi utara dan selatan bangunan mendapatkan cahaya matahari
secara tidak langsung, Pancaran cahaya tersebut identik dengan manfaat yang
di hasilkan serta fungsinya untuk menerangi beberapa ruang dalam bangunan
pada siang dan pagi hari schingga meminimalisasikan pemakaian energi listik,
Analisa Angin
Arah angin sangat penting didalam proses perancangan dan
mempengaruhi peletaken bukaan-bukaan pada bangunan untuk
memaksimalkan pemanfaatan penghawaan secara alami sesuai topik hemat
energi
Secara makro ada 2 arah angin yang bertiup di indonesia yaitu:
~ Angin_muson_barat : Bertiup dari arah barat laut menuju tenggara >
bertiup pada musim hyjan
~>Bertiup dari asia ke australia
~ Angin_muson timur : Bertiup dari arah tenggara menuju barat laut >
bertiup pada musim kemarau
> Bertiup dari australia ke asia
58Kelebihan Kekurangan
- arah massa bangunan |- massa bangunan
yang sesuai dengan | melawan arah angin.
koridisi tapak
~ tidak terkena sinar
matahari secara
Jangsung
~ dapat memaksimalkan
fungsi
~ massa bangunan tidak | - massa bangunan
melawan arah angin, melawan arah angin.
~terkena sinar
‘matahari secara
langsung sangat
kecil pada sisi
panjang bangunan.
‘Tabel 7 : Analiasa orientasi Angin
Kesimpulan :
Pada analisa angin arah masa bangunan lebih mengarah kealternatif 1
dengan pertimbangan dapat _memaksimalkan potensi tapak dan
meminimaliskan sinar matahari secara langsung dikarnakan iklim di indonesia
yang cukup panas.
59IV.1.5 Analisis Orientasi Tapak
‘Suatu bangunan mixed used rumah susun dan pasar tradisional dengan
segala aspek pedukung maupun
aktivitasnya juga ditentukan oleh analisa
orientasi tapak dalam menentukan arah bangunan. Berikut alternatif orientasi
tapak.
‘ALTERNATIF 1
~ jalan raya tanjung duren adalah jalan utama
‘Menghadap arah barat
Dapat memaksimalkan fungsi, jalur
pencapain lokasi dan bentuk bangunan.
ALTERNATIF 2
Jalan raya Tanjung Duren 1 sebagai
‘Menghadap arah selatan
Kurang memaksimalkan fungsi, jalur
pencapain lokasi dan bentuk bangunan.
Tabel 8 : Analiasa orientasi tapak
Kesimpulan :
Pada analisa ini, altematif 1 sesuai dengan karakter desain. Dengan
pertimbangan arah orientasi tapak sesuai dengan pencapaian target dengan
Jalur jalan utama yaitu jalan Tanjung Duren dan peraturan daerah setempat.
Kriteria yang mempengaruhi poses tersebut adalah :
601. Best view
2. Kegiatan di dalam dan di luar tapak
3. Jalur pencapaian,
IV.1.6 Analisa Kebisingan
Sumber kebisingan berasal dari JI. Tanjung Duren sebagai akses utama
dari lokasi tapak. Jalur tersebut merupakan jalur aktif kendaraan umum yang
dilewati oleh metromini dan kopaja p 16 dari dan menuju JI. tanjung duren
dan sekitarmya. Kondisi ini tentunya menjadi permasalahan bagi penghuni
rusun yang ingin beristirahat pada siang hari.
Gambar 9: Kondisi Kebisingan Tapak
61Kesimpulen :
Altematif yang dapat dilakukan yaitu dengen melakukan set-back pada
bagian ruang huni berupa koridor yang menghadap jalan dan membuat sound
barrier berupa pepohonan maupun dinding masif yang akan mengurangi
kebisingan sekaligus sebagai clemen pemanis bagi jalur pedestrian di sekitar
bangunan,
IV.1.7 Analisa Penataan Ruang Luar
Analisa ini bertujuan dalam mewujudkan suasana atau atmosfer yang,
mendukung kegiatan dan kebutuhan yang terdapat dalam bangunan.
RUANG LUAR AKTIF RUANG LUAR PASIF
+ Merupakan ruang terbuka yang Merupakan ruang luar terbuka
mengandung unsur kegiatan aktif | yang tidak mengandung unsur-
Mmanusia di dalamnya. unsur kegiatan manusia.
© Parkir, pedestrian, jalur sitkulasi Ruang hijau untuk penyaring
'cendaraan (pribadi, angkutan
yemum, barang), plaza, tanaman
terbuka.
« iPedestrian serta Plazza yang
berfungsi sebagai promenade dan
Sang transisi antara ruang Iuar
Pongunan dan ruang dalam.
potusi udara (filtrasi) dan suara
‘yang timbul pada lalu lintas
kendaraan (soumd Barrier).
Sebagai pendukung penampilan
banguanan disamping
pemeliharaan lingkungan yang
biasa di pandang berguna untung
mengalibkan pemandangan
terhadap aktifitas pasar dan rusun.
Berfungsi dalam membatasi
elemen visual yang tidak
diinginkan,
Tabel 9: Analisa penataan ruang Inar
62Gambar 10 : Kondisi Ruang Luar
Penataan mengunakan kedua metode di alas yaitu aktif dan pasif’
sekaligus, Aktif terdapat pada tanaman dan ruang terbuka hijau yang berada di
atas / pada bangunan, sedangkan pasif terdapat di sekitar tapak
IV.1.8 Zoning Dalam Tapak
‘Analisa penzoningan dalam tapak :
63Kekurangan Kelebihan
«Area privat masih | » Pencapaian area
dekat dengan privat ke publik
sumber kebisi- sangat dekat.
ngan, * Area publik yang
| © Semi privat yang | mudah di jangkau
tidak perhubu- | e Mudah dalam
ngan ke area mengelola bentuk
publik. massa pada area
privat.
‘* Pencapaian area | © Area privat masih
privat ke publik | jauh dengan
sangat jauh, sumber kebisi-
ngan.
‘© Area publik yang
mudab di jangkau
‘* Semua area berhu-
Tabel 10 : Altematif zoning tapak
Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan kondisi lingkungan tapak, arah orientasi masa
bangunan, sitkulasi dan pencapaian dalam tapak seria sifat kegiatan yang
ditentukan berdasarkan kebisingan maka altemnatif 2 yang sesuai dengan
kebutuhan proyek.Gambar 12 : zoning tapak 2
Pertimbangan zoning pada tapak :
1, Publik
‘* Berada di bagian barat yang berfungsi sebagai pasar yang di peruntukan
kepada masyarakat sekitar dan penghuni rumah susun.
* Ruang publik yang berada di sekitar area bangunan dan titik tertentu
untuk memberikan akses kepada pengunjung pasar yaitu masyarakat
sekitar dan penghuni rumah susun untuk menikmati ruang terbuka.
2. Semi privat
‘* Berada dibagian utara tapak, sebagai akses masuk rumah susun agar
tidak menyatu pada akses masuk pasar, hal ini menghindari
bentroknya sirkulasi akses. Juga sebagai sebagai ruang perantara
publik dan area privat yaitu sebagai akses rumah susun ke pasar.
* Berisikan ruang-ruang dengan kegiatan khusus bagi sesama penghuni
rusun.
653. Privat
© Di letakan di atas bagian utara dekat jalan tanjung duren 6 dikamnakan
jalan tersebut jalan mati yang tidak terlalu bising dan tidak menganggu
penghuni rumah susun.
* Di letakan di atas servis karma keterbatasan lahan dan untuk
penghematan Jahan sesuai ketentuan daerah dalam pengolahan lahan
hunian,
4, Service
© Di letakan di atas bagian selatan agar berhubungan langsung dengan
area privat dan service,
* Berisiken ruang pelayanan dan maintenance gedung,
IV2_ ANALISA ASPEK MANUSIA
1V.2.1 Pelaku, Jenis dan Urutan Kegiatan
Pelaku kegiatan pada bangunan mixed use terdiri dari 2 kegiatan ruang
didalamnya yaitu kegiatan rumah susun dan kegiatan pasar tradisional.
1. Rumah Susun
Pada kegiatan rumah susun terdiri dari penghuni tetap, pengunjung dan
pengelola, Penghuni terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, pengunjung
(Kerabav/keluarga) terdiri dari golongan menengah kebawah yang di
utamakan para pedagang pasar dan yang terakhir adalah pengelola yang di
bagi menjadi bagian administrasi dan teknis.
66Kegiatan utama penghuni dengan kebiasaan beraktivitas dengan tanpa
kenal waktu, pengunjung yang biasa berkunjung dengan ketentuan yang
berlaku, serta pengelola dengan daya dan upaya untuk menjaga kuantitas
pelayanan rumah susun dalam meningkatkan kualitas bangunan dan sistem
pendukung sistem Kehidupan masyarakat. Dalam hal ini pengelola. rumah
susun dan pasar menjadi satu.
Analisa Kegiatan Penghuni Rusun
Gambar 13 : Diagram Kegiatan Penghuni Rusun
o7Analisa Kegiatan Pengunjung Rusun
Gambar 14 : Diagram Kegiatan Pengunjung Rusun
Analisa Kegiatan Pengelola Rusun
Gambar 15 : Diagram Kegiatan Pengelola Rusun
68. Pasar Tradisional
Pada kegiatan pasar tradisional terdiri dari Pemilik kios/lapak
(penjual), pengunjung (pembeli) dan pengelola. Kegiatan utama Perniagaan
(proses jual beli) dengan kebiasaan beraktivitas pada jam 03.00-20.30
WIB, sedangkan pengelola dengan daya dan upaya untuk menjaga
kuantitas pelayanan pasar dalam meningketkan kualitas bangunan dan
sistem pendukung sisitem kehidupan masyarakat,
Al ik Kios/ ak Pasar ual)
Bongkar
muat
Gambar 16 : Diagram Kegiatan pemilik kios/lapak pasar
69Analisa Kegiatan Pengunjung (Pembeli)
Gambar 17 : Diagram Kegiatan Pengunjung (pembeli)
Analisa Kegiatan Pengelola
c=]
Gambar 18 : Diagram Kegiatan Pengelola
70Berikut persopsi karakter sesuai analisa pola kegiatan dari manusia yang
terkait dalam bangunan tersebut.
+ Penghuni Rusun
+ Akktifitas dagang berlangsung sekitar pukul 03.00-20.30 WIB
sehingga malam hari adalah waktu untuk beristirahat.
~ Mayoritas pemilik rusun yaitu pedagang pasar yang masih dalam
satu bangunan
+ Pengunjung Rusun
= Terdiri dati berbagai jenis golongan manusia dan kebutuhan
yang berbeda-beda terhadap fangsi musun.
* Pemilik kios/lapak Pasar (penjual)
= Pemilik kios/lapak mempunyai kegiatan berdagang dan
mempunyai akses bongkar muat barang dagangannya
~ Pemilik bertempat tinggal di rumah susun yang masih dalam
satu bangunen dan harus mempunyai akses langsung ke dalam
pasar.
© Pengunjung Pasar
- Terdiri dari berbagai jenis golongan manusia dan kebutuhan
yang berbeda-beda tetapi memiliki tujuan yang sama yaita
membeli suatu barang kebutuhan.
nIV.2.2 Aktifitas sehari-hari
* Pengelola Rusun dan Pasar
~ Pengelola oprasioanal dan teknis yang harus waspada selama 24
jam dalam mendukung keamanan dan kenyamanan penghuni
serta pengunjung baik rumah susun maupun pasar.
~ Memberikan pelayan pengawasan kebersihan untuk pasar dan
rumah susun.
~ Melakukan perawaten (Maintenace) fasilitas pada rumah susun
dan pasar jika terjadi kerusakan.
Aktifitas masing-masing individu pada sehari-harinya baik rumah susun
dan pasar secara unum dapat diuraikan sebagai berikut:
Pada hari kerja:
A. Kegiatan Rumah Susun
1
Pedagang/ penjual atau pemilik kiosk (dari rusun tanah abang)
03.00-07.30
08.00-17.00
.
17.00-22.00
22.00-05.00
Pekerja
* 05.00-08.00
© 08.00-17.00
© 17.00-22.00
Persiapan dagang
Berdagang di Pasar Modern
Waktu santai bersama keluarge/ teman
Istirahat/ tidur malam
Persiapan kerja
Kerja di kantor
‘Waktu santai bersama keluarga/ teman
nR© 22.00-05.00 Istirahat/ tidur malam
3. Ibu Rumah Tanga
* 06.00-08.00 Mempersiapkan sarapan
+ 08.00-12.00 Melakukan pekerjaan rumah tangga
* 12,00-22.00 Waktu santai bersama keluarga/ teman
* 22.00-06.00 Istirahat/ tidur malam
4, Pelajar/ Mahasiswa (anak remaja)
* 05.00-07.00 Persiapan ke tempat belajar
* 07.00-15.00 Proses belajar di sekolah/ universitas
© 15.00-22.00 . Waktu santai bersama keluarga dan teman.
* 22.00-05.00 _Istirahat/ tidur malam
5, Anak-anak (anak kecil)
* 07.00-12.00 Bermain/ belajar
* 12,00-15.00 _Istirahat siang/ tidur siang
© 15.00-20.00 Waktu santai bersama keluarga
© 20.00-07.00 _Istirahat/ tidur malam
Secara umum aktivitas mereka dapat dijabarkan sebagai berikut:
‘ikerj
© Pagi hari: bangun tidur, membersihkan diri, ganti pakaian, olahraga
ingan, cuci muka, sarapan pagi, kemudian berangkat kerja
* Siang hari: kadang-kadang pulang makan siang, sekaligus berkumpul
dengan keluerga* Sore hari: pulang kantor, tidur sore/ olah raga ringan, duduk baca
Koran
¢ Malam hari: makan malam, santai dirumah, nonton tv, baca buku
A.Kegiatannya mereka ini dengan kegiatan-kegiatan santai, seperti
bersantai dirumah, rekreasi
B, Pasar
© 02.00-03.00
© 03.00-04.00
© 04,00-05.00
© 05.00-17.00
‘© 17.00-18.00
Persiapan ke Pasar Modern
Loading barang dagangan
Persiapan tempat dagang
Kegiatan perdagangan di Pasar Modern
Unloading barang dagangan dan persiapan tutup
1V.2.3 Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan Kegiatan
Unit Kegiatan Penghuni Rumah Susun
[Kamar
Penghuni Privat, Tertutup | Beristirahat, Tidur
Tidur/Hunian
Pantry Penghuni,Pengunjung | Servis, Terbuka | Masak, Cuci Piring
Ruang Jemur Penghuni,pengunjung | Servis, Terbuka | Menjemur Pakaian
Kamar Mandi Penghuni,pengunjung | Privat, Tertutup | Buang Air, Mandi, Cuci
Baju
“Tabel 10
: Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Penghuni
4Unit Kegiatan Pengunjung Rumah Susun
Plaza/lobby ‘Penghuni, pengunjung, | Publik, Tertutup | Pusat Informasi, sirku-
pengelola lasi manusia bersosia~
Tiasasi
Ruang Komunal | Penghuni, Pengunjung | Publik, Terbuka | Bersosialisasi
Kamar = Mandi | pengunjung Publik, Tertutup | Buang Air
Umum
‘Taman Hijau Penghunipengunjung | Publik, Terbuka
Tabet 11 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Pengunjung
Unit Kegiatan Penunjang Rumah Susun
‘Ruang Serba Guna | Penghuni, Pengunjung, | Publik, Tertutup | Acara Formal /
Pengelola Nonformal
Tempat Ibadah | Penghuni, Pengunjung, | Publik, Tertutup | Beribadah
Pengelola
Tapang Olah Raga | Penghuni, Pengunjung | Publik, Terbuka | Berolahraga, Aktifitas
Pengelola. Sosial
Parkir Penghuni, Pengunjung, | Publik, Terbuka | Melakukan Kegiatan
Pengelola. Parkir
Ruang Terbuka | Penghuni, Pengunjung, | Publik, Terbuka | Bersosialisasi, Berbin-
Hijau Pengelola. cang, Berkumpul santai
‘Tabel 12: Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Penunjang
B‘Unit Kegiatan Utama Pasar
‘Akses masuk, —pusat
informasi__pedagang
dan pembeli
Kios Pemilik, Pengunjung | Publik, Tertuup | Berdagang / Jual beli
Publik, Tertutup
Lapak (basah & | Pemilik, Pengunjung | Publik, Terbuka | Berdagang/Jual bell
kering)
Kamar Mandi | Penghuni, Pengunjung | Publik, Tertutup | Buang Air
Umum
Bongkar _ Muat | Pemilik Privat Memasukan ~~ barang
Barang dagangan dari uar
pasar ke dalam
Tabel 13 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Utama Pasar
Unit Kegiatan Penunjang Pasar
Pemilik, Pengunjung, | Publik, Terbuka | Melakukan Kegiatan
Pengelola. Parkir
Ruang — Terbuka | Pemilik, Pengunjung | Publik, Terbuka | Berdagang / Jual belt
Hijau
Plaza Pemilik, Pengunjung | Publik, Tertutup | Kegiatan sosial
Tabel 14 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Penunjang Pasar
16‘Unit Kegiatan Pengelola Pasar dan Rumah Susun
RUANG PENGGUNA | SIFATRUANG KEGIATAN
Ruang Administrasi | Staff Administrasi dan | Publik, Tertutup | Pengurusan masalah
dan Keuangan Keuangan administrasi dan
keuangan
Ruang Management | Staff Pengelola ‘Semi Privat, | Mengelola Management
Gedung (Building | Gedung tertutup Gedung
Management)
Ruang Unit Staff Pengelola Semi Privat, | Mengelola_Sisitem
Pelayanan dan tertutup pengoprasian
Utilitas pemeliharaan rutin &
preventif
Ruang Kepala Staff Pengelola Semi Privat, | Aktifitas Kerja
Pengolahan Gedung tertutup Kepala Pengelola
Ruang Rapat Siaif Pengeloia ‘Semi Privat, | Diskusi Rapat Laporan
Pengelola tertutup Bolanan
Kamar Mandi Staff Pengelola Servis, Trertutup | Buang Air
Tabel 15 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan Pengelola
Unit Kegiatan Service Rumah Susun dan Pasar
Service, Tertutup | Menjaga Keamanan 24
jam (monitoring)
Ruang ME & | Staff Service, Tertutup | Penempatan Mekanikal
Genset & Blektrikal, Genset
Gudang Stat Service, Tertutup | Penyimpanan Barang-
Barang Service
Tabel 16 : Kebutuhan Ruang, Pengguna, Sifat dan kegiatan ServiceIV.2.4 Analisa Kebutuhan dan Dimensi Ruang Dalam
1. Rumah Susun
© Tipe unit
A. Tipe Unit 1 Kamar Tidur Studio (untuk 1 unit- 2 orang)
“Kebutuhan Ruang ~Elemen Ruang Luasan roan, Tuas
"Ruang multi Tempattidur — 2mx3m ‘6m
fungsi “ nakas
Lemari
Sofa 2mx 15m 3m2
Jemari tv
Mejamakan == 2mx 1,5m 3m2
-_ Kursi makan
Balkon Ikursi Imx 1,5m 1,5m2
“Dapur 2m x 1,5m 3m2
‘Sickulasi | 20% Iwas unit 20 %x 17,5m2 3,5m2
‘Total Iuas unit 6m x3,5m 21m2
Tabel 17 : Unit tipe 21
B, Tipe Unit 2 Kamar Tidur (untuk 2 unit - 4 orang)
‘Kebutuhan. ‘Elemen Ruang’ Luasan ruang: ‘Luas “Sumber |
‘Kamar tidur Tempat tidur —3mx 3m ‘om DA
utama Meja
Kursi 2m x 3m 6m2
Lemari
Ruang Sofa 2mx2m 4m2
“keluarga ° Meja
lemari tv
Ruangmakan = Mejamakan — 2mx 15m 3m2
; “ Kursi makan
Dapur Kompor Imx 15m 1,5m2
bak cuci
- ulkas
Balkon « Meja 2m x 1.5m 3m2
oo kursi
Sirkulasi 20% luas unit 20% x 24,5mi2. 4,9m2
“Total luas unit » 6m x 6m 35,Am2
> _36m2
ee EE
Tabel 18 : Unit tipe 30
B0,65 m2 x30 19,5 m2
2,16m2x2 4,32m2 NAD
0,5m2x2 = 1m2
0,9m2x5 4,5 m2
2,16m2x5 10,8m2. NAD
0,5 m2x2 1m2
480m2x2 960m2 TSS
kendaraan
“Parkir: 12,5m2x20. 250. DA
Sirkulasi 20%x 250,22m
1251,12m2 2
Total 1501,13m2
‘Tabel 19 : fasilitas penunjang rumah susun
2. Pasar
© Fasilitas Unit Dagang
184x9 mr
376x4 m -
250 unit
376 unit
3mx 3m.
2m x 2m.
30oreng. 3-4 me
10 orang 2m 10x2m 20 m?
‘Telepon umum 5 buah im? Sx1m? 5m
‘Open space/ plaza 150 orang 15m? 150x4,5m? 225m?
Ruang penunjang 10% area ex S47 55m?
15% luas fasilitas pelayanan unum.
en
> fsilitas pelayanan umum pasar© Fasilitas penunjang
0,65 m2/org, 0,65 m2.x 30... 19,5 m2
216 m2org 2unit 2,16m2x2 4,32m2 = NAD
05 m2org = 2unit «0,5 m2x2 m2
O9morg Sunit 0,9m2x5 4,5 m2
216m2/org . Sunt —-2,16m2x5 ~ 10,8m2_-- NAD
0,5mYorg 2unit. =—0,5m2x2 m2
12,5 m2/unit SOunit —12,5m2x50_ 625 DA
20% 20 % x 666,03 133.26 m2
799,29m2.
3. Kantor Pengelola Rumah Susun Dan Pasar
Standar tas Perhitun Tuas Sumber
‘Ruang pimpinan 6-8 m2/org | org 6m2x1 6m2_ NAD
Ruang wakil 6-8 morg 2 org 6m2x2 12m2. NAD
Ruang rapat 2-3 morg 9 org 2m2x9 18m2 NAD
Ruang 6-8m2org 4 org 6m2x4 24m2 NAD
administrasi
Ruangpemasaran 6-8 m2/org 2 org 6m2x2 12m2 NAD
Ruangtunggn = 2-3 m2/org 6 org 2m2x6 12m2_ NAD
Pantry 4m2 - 2mx3m 6m2_—AS
Gudang 4m2 - 2mx2m 4m2_——AS
Toilet pria 25 m2lorg 1 org imx25m 2,5m2 NAD
Toilet wanita 2,5mdlorg 1 org imx25m 2,5m2 NAD
Sirkulasi 20% = 20%x63m2 = 12,6m2
Total 118,8 m2
Tabel 23: Kantor pengelola rumah susun
4. Servis,
- Rumah susun
"S5m2x4 2m)
3 unit 9m2x3 27m212m2x3
2mx3m
1mx2,5m
imx2,5m
3m2x2
36 m2.
6m2
2,5 m2,
2,5 m2.
6m2
20%X 103m2 20,6m2
5,5m2x 4
9m2x3
2mx3m
Imx2,5m
imx2,5m
3m2x2
123,6m2_
20 % x 123,6 m2
Tabel 25 : fasilitas servis rumah Pasar
1. Utilitas
~ Pasar
Ruang Standar __Kapasitas _Pethitumgan Laas ‘Sumber
Reang genset 30m2— ‘Smx6m 30m2 AS
Ruangpompa = 20m2_—- 4mx5m — 20m2 AS.
RuangM&E 20m - 4mx5m —.20m2 AS
Ruang reservoir 20 m2 7 Smx8m 40 m2 TSS
Ruang STP 20m 4mxSm —-20m2 AS
Ruangpanel = 10m2_— 2mxSm 10 m2 ss
Pembuangan 12m2 lruang 3mx4mxl 12m2 AS
sampah
Robongkar muat 21,09m2 Ltuk 847m x2,49m 21,09m2 NAD.
kecil xl
6m2 r 2mx3m 6m2 AS
20% 20%x 179,09 35,81 m2
81- Rumah susun
Ruan Standar. tas Perhi Las ‘Sumber?
‘Ruang genset 30 m2 ~ ‘Smx6ém 30m2 AS
Ruangpompa 20 m2 - 4mx5m = -20m2 AS
Ruang M&E 20 m2 - 4mx5m 20m? AS
Ruang reservoir 40 m2 - Smx8m 40m? TSS
Ruang STP 30 m2 - 4mx5m = 20m2 AS.
Ruang panel 10 m2 - 2mx5m 10 m2 TSS
Pembuangan 12m2 2rung = 3mx4mx2 242 AS
sampah
Robongkarmuat 21,09m2 = 3tuk = -8,47mx2,49m 63,27m2 NAD
kei x3
Gudang 6 m2 - 2mx3m 6 m2 AS
Sirkulasi 20% 20% x 233,27 46,65 m2
m2
Total 289,92 m2
Tabel 27 = ‘pasar modern
Kesimputan Total :
‘Luas lahan : 9.000 m2.
KDB 80% : 7.200 m2
KLB 4 : 36.000 m2
- Rumah Susun
* Tipe unit
© Tipe 21= 75% x 230 unit = 170 unit = 170 x 21m2 = 3570 m2
«Tipe 36= 25% x 230 unit=50 unit = 60x 36m2 =2160 m2
Jumlah penghuni rumah susun
«Tipe 21 =2 orang x 170 unit = 340 orang
© Tipe 30=4 orang x 60 unit= 240 orang
82Total jumlah penghuni rumah susun = 580 orang
Memenuhi syarat pemerintah tentang kepadatan penduduk =
500 org/ha ideal
1000 org/ha untuk hunian menengah ke bawah
Total luas rumah susun = 6876 m2
Luas lantai rumah susun = 6876 m2 / 9 lantai = 764 m2 /Iantai
= Kantor Pengelola = 722,6 m2
= Fasilitas Penunjang = 1501,13m2
* Servis = 123,6m2
* Utilitas =289,9 m2
Total Iuas bangunan rumah susun + kantor Pengelola + Fasilitas
penunjang + Servis + Utilitas (termasuk sirkulasi 20%)
513.23m2
~ Pasar Tradisional
Luas existing kiosk yang sudah ada. = 9 m*x 184 unit = 1.656 m2
Luas existing lapak yang sudah ada =4m? x 376 unit=1.504m?+
Total = 3.160 m
Luas bangunan yang masih dimiliki untuk membangun pasar modem menurut
peraturan KLB
= 36.000 m2 — 7.641,23 m2 = 28358,77 m2 :
Sedangkan Iuas lantai dasar masih dimiliki untuk pasar moder menurut
peraturan
KDB = 7.200 m2 — (Iuas rumah susun/lantai + kantor Pengelola
83+ Fasilitas penunjang + Servis + Utilitas )
200 m2 — (764 m2 + 118,8 m2 +1501,13m2 + 123,6m2
+289,9m? ) = 4,932.57 m
IV.2.5 Analisa Kebutuhan Luas Ruang (Peruntukan Fasum)
Untuk perencanaan dan perancangen Fasilitas Umum untuk Rumah Susun
dan Pasar Modern Koefisien Luas Bangunan yang diizinkan adalah 4
Analisa kebutuhan luar parkir kendaraan
Direncanakan penyediaan parkir dibedakan menjadi 4, yaitu:
a. Untuk penghuni rumah susun
b. Untuk pedagang pasar modem
©. Untuk pengelola pasar modern dan rumah susun
4. Untuk pengunjung pasar modem
‘Dengan mempertimbangken hal-hal berikut:
© Kebutuhan jumlah kendaraan untuk menentukan luas tempat parkir
© Penempatan parkir tidak terlalu jauh dari pusat keramaian untuk pasar
modem, dan agak jauh dari pusat keramaian untuk rumah susun demi
keamanan kendaraan
© Mempunyai keamanan yang baik dan terlindung deri panas pancaran
sinar matahari “
84Untuk menunjang lahan parkir di sediakan di ruang terbuka dengan jumlah
yang terbatas, ada 4 macam sistem parkir:
Letaknya berdekatan dengan pedestrian pejalan kaki.
Diperlukan adanya pembatas berupa tanaman atau saluran
pembuangan (got) schingga terdapat perbedaan level antara
parkir dan area bangunan
Parkir sejajar
Parkir 45°
Parkir 60° ‘Ruan gerak lebih ssh ta rmenghabskan banyak
Jahan dan jumlah parkir menjadi lebih sedikit
Parkir 90°
Kesimpulan:
Untuk proyek mix use rumah susun dan pasar modem, cocok menggunakan
sistem parkir 90 ° yang membutuhkan banyak lahan parkir.
Rasio parkir Rumah Susun
Rasio perbandingan mobil = = 1 mobil untuk 10 unit
= 230 unit / 10 = 23 Mobil
Rasio perbandingan motor = 1:1 = 1 motor untuk 1 unit
= 230 unit x 1 = 230 motor
© Khusus untuk parkir sepeda disediakan 1 parkir sepeda pada setiap 1 unit
hhunian, total 200 sepeda*D untuk mendukung gerakan hemat energi
© Parkir mobil tamu adalah 15% dari jumlah parkir mobil penghuni, yaitu
15% x 23 mobil = 5 mobil tamu
85© Parkit mobil service 1 mobil box 30 m? dan truk 65 m?. Untuk area service
disediakan parkir untuk 2 mobil box dan 1 truk.
Kebutuhan ruang untuk parkir mobil adalah:
28 mobil x 25 m? (standart kebutuhan parkir mobil) = 700 m?
Kebutuhan ruang parkir mobil service:
Mobil box 2 x 30 m?= 60 m’
‘Truk 1 x 64 m?= 65 m?
Kebutuhan ruang parkir motor:
230 motor x 0,72 m?= 166 m?
Sirkulasi 25% dari total kebutuhan ruang parkir
25% x 991 m?= 247 m?
Total kebutuhan ruang untuk parkir rumah susun adalah = 1238 m?
Kesimpulan :
Dengan pertimbangan perletakan area parkir di ruang luer kara jumlah
kebutuhan parkir yang sedikit dan ruang Iuar yang masih tersedia yang
mencukupi laban parkir untuk rumah susun,
Rasio parkir Pasar
Rasio perbandingan mobil = 1,4=1 mobil untuk 4 kiosk
= 184/4 =46 mobil ’
Rasio perbandingan motor = 1:2 =1 motor untuk 2 kiosk
= 184 kiosk / 2 = 92 motor
86© Khusus untuk parkir sepeda disediakan 1 parkir sepeda pada setiep 1 unit
dagang, 184 kiosk + 188 lapak, total 372 sepedaduntuk mendukung
gerakan hemat energi
© Parkir mobil pengunjung adalah 2 kali lipat dari jumlah parkir mobil
pedagang, yaitu 2 x 46 mobil = 92 mobil tamu
© Parkit motor pengunjung adalah 2 kali lipat dari jumlah parkir motor
pedagang, yaitu 2 x 92 motor = 184 motor
© Parkir mobil service 1 mobil box 30 m* dan tk 65 m?. Untuk area service
disediakan parkir untuk $ mobil box dan 2 truk.
Kebutuhan ruang untuk parkir mobil adalah:
138 mobil x 25 m? (standart kebutuhan parkir mobil) = 3450 m?
Kebutuhan ruang parkir mobil service:
‘Mobil box 5 x 30 m?= 150 m?
‘Truk 2 x 64m= 128 m?
Kebutuhan ruang parkir motor:
276 motor x 0,72 m*= 486,72 m”
Sirkulasi 25% dari total kebutuhan ruang parkir
25% x 4214,72 m? = 1053.64 m?
Total kebutuhan ruang untuk parkir pasar adalah = 5264.15 m?
Kesimpulan :
Area parkir di letakan di lantai dasar pasar kara dengan pertimbangan
besamya kebutuhan parkir pasar yang cukup besar dan Jahan yang sangat
sedikit untuk mencukupi kebutuhan parkir untuk pasar.
87% Rasio halte transit angkutan umum
* Parkir angkutan kota/ angkot 2% x jumlah parkir mobil dan motor,
rumah susun dan pasar modem = 2% x (446 + 414) = 17,2 917 mobil
angkot
* Parkir ojek 2% x jumlah parkir motor dan mobil, rumah susun dan
pasar modern = 2% x (446 + 414) = 17,2 > 17 ojek
88IV3 ANALISA ASPEK BANGUNAN
IV.3.1. Analisis Sistem Masa Bangunan
1. Analisa Bentuk Banguanan
Secara umum terdapat tiga bentuk dasar bangunan yaitu bentuk persegi,
segitiga dan lingkaran. ( Francis D.K Ching)
KRITERIA PERSEGI SEGITIGA LINGKARAN
NN
‘Kesesuaian dengan fungsi
min Signa ooo ©
Kesesuaian dengan bentuk
oo oe
tampak
‘Kesesuaian dengan topik dan
SOS OO
Orientasi bentuk bangunan
terhadap lingkungan COD OO
Mendukung kegiatan di dalam
rang dan fungsi ruang luar SOO OO
‘Memiliki kekuatan dan
karakteristik bangunan oo oo
TOTAL BOBOT (Tanda @>) 16 Ww
‘Tabel 29 : Bentuk Dasar Bangunan
89Berdasarkan kriteria diatas, bentuk dasar persegi sesuai dengan
peruntukan lahan sebuah pengga bungan ( Mixed Use ) Antara Rumah
Susun dengan Pasar Tradisional melalui penempatan fungsi ruang huni
secara maksimal dan orientasi bentuk bangunan terhadap lingkungan yang
dapat menyesuaikan bentuk tapak,
P
‘Analisa Pola Massa Bangunan
Penerapan pola massa bangunan terbagi menjadi dua macam yaitu pola
‘masa tunggal dan majemuk.
POLA MASSA TUNGGAL
‘Massa hanya terdiri dari satu Massa yang terdiri dari beberapa
gubahan massa yangmenampung —_| gubahan massa yang masing-masing
seluruh program ruang di atas tapak. | menampung program ruang yang
terpisah di atas tapakPERTIMBANGAN
~ Sifat bangunan terpusat
+ Sirkulasi pencapaian yang cepat
PER’ ANC
Sifat bangunan yang menyebar
dan memusat pada satu massa
dan relatif lebih pendek utama
~ Efisiensi penyediaan fasilitasdan |~- Adanya pemisahan kelompok
maintenace aktivitas manusia
- Efisiensi penggunaan lahan yang | - Adanya rongga sirkulasi antar
terbatas massa
~ Pola perletakan massa yang lebih
Tabel 30; Pola Massa Bangunan
Kesimpulan :
‘Metalui pertimbangan diatas, maka desain pengenbungan (mixed
use) Rumah Susun dan Pasar Tradisional di Jakarta Barat ini menggunakan
pola massa tunggal. Dengan pertimbangan minimnya lahan yang ada dan
banyaknya kebutuhan Jahan, selain itu juga dapat memaksimalkan hemat
energi.
3. Analisa Pola Massa Bangunan
atif 1
~ Bentuk massa u
~ Masa cukup mendekati bentuk dan
potensi tapak
~ Masa bersifa kaku dan tidak statis
~ Massa tidak efisien tethadap tapak‘Alternatif2
+ Bentuk massa L
~ Masa kurang mendekati bentuk dan
potensi tapak
~ Masa bersifa kaku dan tidak statis
- Massa tidak efisien terhadap tapak
Alternatif 2
~ Bentuk massa persegi
~ Masa Cukup mendekati bentuk dan
potensi tapak
~ Masa bersifa dinamis
~ Massa cukup efisien terhadap tapak
‘Tabel 31 : Analisa Bentuk Massa Bangunan
Kesimpulan :
Bentuk masa persegi dianggap ideal untuk mengembangkan bentuk
sebuah hunian rumah susun. Selain pemanfaatan dan memaksimalisasi
Tuang-ruang huni di dalamnya, hubungan dengan potensi dan tapak
mempengaruhi Keleluasaan bentuk dalam mengembangkan elemen
pendamping serta ruang utama dalam keterkaitan topik dan tema,
4, Analisa Gubaban Massa Banguna
Analisa gubahan masa bangunan dilakukan dengan pemikiran
dalam perkiraan dasar pembagian
kelompok ruang yarig masing-masing
‘memiliki sifat dan fungsi yang sesuai peruntukannya, maka hal tersebut
2dilakukan sengan meletakan hubungan-hubungan yang ada pada tapak
sehingga dapat memperkirakan volum dan bentuk bangunan.
Gambar 19 : Analisa Gubahan Massa
© PRIVATE
<> SEMPRIVATE
® pustic
@ SERVICE
931V.3.2, Hubungan Skematik
Hubungan Skematik Program Secara Umum
MAIN ENTRANCE
LODING DOK
SERVICE
ENTRANCE
PENGELOLA
RUSUN ENTRANCE
Gambar 20: Analisa hubungan kegiatan skematik
941V.3.3. Analisis Tata Ruang Dalam
- Analisa Sistem Horizontal
Sirkulasi dalam bangunan memiliki beberapa alternatif seperti :
Sirkulasi single loaded melengkung
Sirkulasi single loaded lengkung
Sirkulasi double loaded menerus = a A bs
Sirkulasi double loaded lengkung
Sirkulasi memusat
Sirkulasi memusat dan linier
Tabel 32 : Analisa sirkulasi dalam bangunan
95Kesimpulan :
Berdasarkan analisa di atas, sirkulasi double loaded menerus cocok
Untuk hunian rumah susun agar penempatan massa lebih efisien dalam
penggunaan lahan yang minim dan kebutuhan yang sangat tinggi
- Analisa Sistem Vertikal
Dalam perancangan bangunan penggabungan (mixed Use) antara
Rumah Susun dan Pasar Tradisional ini, penghubung sirkulasi vertikal
bangunannya menggunakan Tangga dan penunjangnya menggunakan
Elevator (lift), khususnya untuk bangunan Rumah Susunnya. Rumah Susun
menggunakan Elefator karena jumlah Jantai yang relatif banyak yang
mengharuskan menggunakan tranportasi vertikal untuk penunjangnya.
Dimana Tangga dan Elevator terscbut memiliki fungsi :
- Sebagai sirkulasi antar lantai
~ Sebagai sirkulasi darurat (untuk tangga)
Pendekatan bagi sistem tangga kebakaran yang berfungsi memberi
kemudahan bagi penghuni/pengguna bangunan untuk dapat menyelamatan
diri apabila sewaktu-waktu bangunan terkena musibah,
96V3.4. Analisis Sistem Masa Bangunan
© Straktur Bawah (Sub-Structure)
Usulan pengguna pondasi pada bangunan
: KELEBIHAN. | KEKURANGAN
= Menggunakan beton bert-
ulang (monolitfabrikasi, | -Pemasangan memberi
cor ditempat) dan dipan- pererih gorge
cangkan dengan cara a
7 . . daerat itar
Pondasi Tiang Pa | —
Cair JL
Ait |
Bak -
a | Kontrol Rembesan |——»|| Riul kota
Gambar 22 : Diagram Air Kotor
C. Sistem Instalasi Listrik
Instalasi listrik"berasal dari PLN. Listrik akan di salurkan melalui
gardu utama yang kemudian diteruskan ke setiap ruang yang
memerlukan, Untuk melayani kebutuhan listrik dalam keadaan darurat
atau pada saat mati listrik dari PLN, maka digunakan genset.
102enerangan J
PLN Cabang
Genset ATV
PLN’ ‘ATV 7
Panel Panel
Pe
}ompa
Gambar 23 : Diagram Listrik
1. Pencahayaan
Pencahayaan alami:
Pencahayaan dalam ruangan umumnya menggunakan penerangan
buatan, sedangkan penerangan alami pada batas tertentu, yaitu :
* Penerangan alami selalu berubah antara 0-10.000 lux dan
ditetapkan bahwa kekuatan terang adalah 3000-5000 lux
* Jarak jangkauan pencahayaan alami ke dalam ruangan yang masih
efektif adalah 7 m. Luas lubang cahaya minimum adalah 10 %
dari Iuas lantai yang akan diterangi
* Jarak jangkauan pencahayaan alami ke dalam ruangan lebih
Kurang 1,5 kali tinggi ambang jendela terbatas
Penerangan Buatan
Sumber daya untuk penerangan berasal dati :
© Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Genset/diesel, dimana didapat apabila aliran listrik normal dari
PLN terputus
103‘Untuk menentukan jenis lampu yang dipakai pertu dipertimbangkan :
- Jenis ruangan (aktivitasnya)
- Desain ruangan
~ Barang-barang yang ada dalam ruangan
Jenis lampu yang 2 jenis, yaitu :
¢Lampu TL (fluorecent)
Memberikan penerangan yang membaur (difuser), wama yang
dipancarkan putih, tidak cepat membuat mata lelah
‘¢ Lampu pijar (incandescent)
‘Memberi penerangan langsung, warna yang dipancarkan kekuning-
kuningan.
Kesimpulan :
Pada proyek ini menggunakan sistem pencahayaan buatan
untuk ruangan ruangan yang memerlukan cahaya tambahan yang
menggunakan lampu TL dan pencahayaan alami untuk siang hari pada
ruangan ruangan yang mempunyai bukaan jendela.
104D. Penghawaan
Ada 2 sistem yang bisa dipakai untuk mencapai penghawaan
yang nyaman:
1, Penghawaan Alami ( Cross Ventilation )
Berupa pemanfaatan udara Iuar yang masuk ke dalam
bangunan dengan cara aliran silang. Penghawaan alami dapat
digunakan untuk ruang-ruang utilitas, service, koridor dan lobby-
lobby pada lantai tipikal. Untuk lantai parkir semuanya memakai
penghawaan alami.
2. Penghawaan Buatan
Penghawaan buatan digunakan untuk ruang-ruang tertutup
yang menuntut kondisi udara yang stabil dan nyaman seperti unit
Kantor, ruang computer, dan unit rental sehingga meningkatkan
produktivitas kerja.
105Penggunaan penghawaan buatan diharapkan tidak boros
dalam penggunaan energy melalui pengolahan selubung bangunan.
Kerapatan penutup (jendela dan dinding) hendaknya diperhatikan
dengan benar sehingga tidak terjadi Kebocoran energi dan
kontaminasi
dengan udara luar yang tercemar. Tetapi di lain pihak,
jendela harus ada sebagian yang dapat dibuka untuk tindakan
pencegahan keracunan udara.Adapun pertimbangan penggunaan
Jenis air conditioning yang sesuai dengan criteria sebagai berikut :
© Kapasitas yang dibutuhkan
* Mesin AC yang tidak mengganggu kenyamanan
¢ Efisiensi ruang
© Meratanya distribusi udara dengan temperature dan kelembaban
tertentu
+ Ekonomis biaya operasionalnya
Berdasarkan kriteria, kegiatan perkantoran cocok menggunakan AC
Split.
106E, Sistem Penanggulangan Kebakaran
Musibah kebakaran adalah salah satu musibah yang sering terjadi pada
sebuah bangunan, bisa terjadi akibat manusia maupun kesalahan teknis
pada bangunan,
Maksimur 60 meter Maksimum 20 moter
Daerah Hidran
Perkorasan Halaman
Gambar 25 : Jarak Aman Hydrant
Dalam menngamankan behaya kebakaran pada bangunan rumah susun
dan pasar ini menggunakan pencegahan kebakaran aktif yaity Fire
Hydrant dan Pylar Hydran.
Hf] Ketan Ae
§
i Wy || PAR
Pormador
at Ring
Gambar 26 : Fire Hydrant
107F. Sistem Penangkal Petir
Penagkal petir adalah salah satu sistem yang dipakai untuk menagkal
petir yang menyambar pada bangunan dan menyalurkannya ke dalam
tanah,
Altemative yang digunakan untuk system penangkal petir adalah :
* Sistem Franklin Rod
System ini menggunakan logam runcing pada titik tertinggi dari
bangunan yang memberikan perlindungan dengan membentuk
kerucut 45
"Sistem Sangkar Faraday
System ini dapat memberikan perlindungan pada sckeliling bangunan
dengan cara menghubungkan tiang-tiang tembaga dengan tinggi 0,5
m yang dihubungkan satu dengan yang lain sehingga membentuk
bujursangkar.
rete
Gambar 28 : Penangkal Petir Sistem sangkar Faraday
108
Anda mungkin juga menyukai