PERANCANGAN ARSITEKTUR 3
ANALISIS SITE
FRANSISCO TANADI
(41218010046)
ANALISA SITE
LOKASI SITE :
Penyet Dower LarisJl. RM Kahfi 1, Jl. Aselih No.133,
RT.6/RW.1, Cipedak, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta
Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
DATA SITE : site
Luas site : 5000 m²
Koefisien Dasar Bangunan (KDB):
50% × 5000m² = 2500
Koefisien Luas Bangunan (KLB):
5000m² x 1.5 = 7500
Garis Sepadan Bangunan (GSB) : 3 m
Garis Sepadan Sungai (GSS) : 15 m
Ketinggian Maksimum Bangunan : 5-7 Lantai
ANALISA SITE
LINGKUNGAN EXSISTING SITE
ANALISA :
Kondisi exsisting tapak yaitu , sebelah utara JALAN ASELIH
yang berbatasan dengan jalan Aselih , lalu
untuk sebelah barat dan selatan berbatasan
langsung dengan area pemukiman penduduk
, untuk arah timur tapak berbatasan dengan
sungai .
SUNGAI PEMUKIMAN
PEMUKIMAN
ANALISA MATAHARI
ANALISA :
- Data yang menyangkut pergerakan matahari dalam perancangan
secara umum ada 2 macam yaitu data terhadap cahaya dan data
terhadap panas/radiasi matahari tersebut yang intensitas matahari
panas terjadi pada pukul 10.00 - 15.00 WIB.
- Selain itu matahari juga memberi keuntungan pada orientasi
bangunan dimana menjadi penerangan alami sehingga menjadi hemat
energi.
ANALISA MATAHARI
RESPON :
• Untuk mengatasi sinar matahari , bisa
dengan cara peletakan ruang-ruang
dalam bangunan , ruang-ruang yang
memerlukan sinar matahari panas di
letakan pada bagian barat bangunan
dan juga sebaliknya ruang ruang yang
tidak memerlukan matahari panas di
Penggunaan sun shading
letakan di bagian timur bangunan.
• Memberi shading pada bangunan
sebagai penghalang sinar matahari
langsung masuk ke dalam bangunan .
Dan juga sinar matahari dapat
dimanfaatkan sebagai penerangan
ruangan
• Memberi green roof dan vertikal
garden pada bangunan untuk
meredam panas .
Penggunaan green roof
ANALISA ANGIN
tenggara
ANALISA :
• Angin merupakan komposisi iklim yang tidak bisa
dipisahkan antara bangunan dan alamnya. Angin
akan mempengaruhi fungsi dari sebuah ruang
karena menyangkut kenyamanan sebuah ruang.
Angin yang berliup pada siang hari dari arah
arahTenggara ke barat laut dan angin yang berliup
pada saat malam hari dari arah Barat laut ke
tenggara.
barat laut
ANALISA ANGIN
RESPON :
• penempatan vegetasi-vegetasi
pada bagan-bagian bangunan yang
di lewati oleh angin, agar angin
yang masuk ke dalam bangunan
menjadi lebih sehat dan segar. Penambahan Vegetasi
• Memanfaatkan hembusan angin
untuk mendinginkan ruangan
publik dengan memberi bukaan-
bukaan jendela, Seperti cross
ventilation.
Penerapan cross ventilation
ANALISA KEBISINGAN
ANALISA :
• Sumber kebisingan terbesar bersumber dari arah
utara , dimana site berbatasan dengan jalan
Jl.Aselih aselih , jalan ini merupakan jalan besar yang di
lewati oleh banyak kendaraan diantaranya
kendaraan kecil maupun besar dan dari
kendaraan-kendaraan inilah sumber kebisingan
berasal .
Jl.Aselih
ANALISA KEBISINGAN
RESPON : Jl.Aselih Massa bangunan
• Memberikan jarak yang cukup diberi jarak dari
jalan
luas antara bangunan dengan
jalan, sehingga tingkat
kebisingan yang sampai
kedalam bangunan dapat di
minimalisir.
• Penanaman vegetasi pada
area depan bangunan,secara
rapat , sehingga kebisingan
dapat sedikit di buffer oleh
vegetasi tersebut.
ANALISA AKSESBILITAS
ANALISA :
• Jalur utama yang berhubungan
dengan site adalah jalan aselih
Jl.Aselih yang berada tepat di utara tapak ,
dan jalan tersebut merupakan
satu-satu nya jalan yang
menghubungkan site dengan
kawasan luar.
Jenis Pelaku :
• Akses pejalan kaki
• Akses Pengguna motor
• Akses pengguna bus
• Akses pengguna Emergency(Ambulans)
• Akses disabilitas
• Akses Pesepeda
ANALISA AKSESBILITAS
RESPON :
• Memberikan Akses masuk
utama menuju site di sisi
utara tepat mengarah ke
jalan aselih , untuk akses
masuk di letakan pada
bagian barat dan akses
keluar di letakan di bagian
timur . MAIN ENTRANCE = Pintu masuk Utama
SIDE ENTRANCE = Pintu keluar Utama
ANALISA TAUTAN LINGKUNGAN
ANALISA :
SUNGAI A. Sungai : sungai ini berpengaruh pada kelembaban
JALAN ASELIH bangunan lalu , orientasi bangunan yang terlalu
mengarah ke sungai akan berpotensi terjadinya longsor.
B. Pemukiman : orientasi bangunan yang mengarah ke
PEMUKIMAN pemukiman beroengaruh terhadap sirkulasi jalannya
PEMUKIMAN angin , dimana jalannya angin akan terhalang oleh
pemukiman tersebut
C. Jalan : orientasi yang terlalu mengarah ke jalan akan
berpengaruh pada keamanan pada bangunan , akan
tetapi menjadi efektif pada sirkulasi jalan dimana
orientasi bangunan tepat berada di depan jalan untuk
akses keluar masuk.
JALAN ASELIH SUNGAI PEMUKIMAN PEMUKIMAN
ANALISA TAUTAN LINGKUNGAN
RESPON :
A. orientasi bangunan yang menghadap
jalan akan menunjukan identitas dari
bangunan tersebut.
B. Untuk sirkulasi angin yang lebih baik , best view
bangunan dibuat lebih tinggi dimana
bertujuan untuk menghindari jarak
bebas bangunan sehingga sirkulasi
angin menjadi lebih baik dan juga Area parkir Orientasi utama
mencegah kebakaran.
C. Memberi jarak sedikit luas antara
bangunan dan sungai untuk mencegah Vegetasi
terjadinya longsor.
D. Memberikan beberapa orientasi
bangunan menghadap ke sungai dimana
sungai dapat dimanfaatkan untuk menjadi
best view pada bangunan.
ANALISA VEGETASI
site
ANALISA :
Di area site masih terdapat vegetasi- perdu
vegetasi alami berupa hutan-hutan ,
hanya perlu ditambah vegetasi yang lebih
Pohon rindang
tertata agar terlihat lebih rapih .
ANALISA VEGETASI
RESPON :
• Menggunakan pepohonan
pepohonan kecil seperti perdu
untuk orientasi bangunan yang
menjadi fasade utama agar
wajah bangunan tetap bisa
terlihat .
• Pemberian Vegetasi di area
lingkungan bangunan dapat
menjadi penyejuk lingkungan dan
juga menghalangi intensitas
masuknya sinar matahari ke
dalam bangunan.
ANALISA VIEW KE SITE
SUNGAI Analisa :
JALAN ASELIH
View ke site dibatasi oleh
PEMUKIMAN • Pemukiman ( selatan )
PEMUKIMAN
• Pemukiman ( Barat )
• Sungai ( Timur )
• Jalan Aselih ( Utara )
Respon : Respon :
Membuat bangunan Membuat bentuk
bangunan lebih tinggi bangunan di dalam site
dari bangunan lain di dengan bentuk yang unik
sekitaran site agar dan estetik agar bangunan
dapat dengan mudah ini menjadi berbeda dari
bangunan lainnya .
dikenali .
ANALISA SITE KE VIEW
Analisa :
• Adanya sungai yang menjadi potensi view,
dimana sungai ini akan menjadi nilai plus
dari site.
• Berbatasan dengan jalan aselih, dimana
merupakan satu satunya pada tapak .
ANALISA SITE KE VIEW
Respon :
• Membuat rooftop garden dimana selain untuk bersantai
dan juga melaksanakan kegiatan , rooftop ini jg bisa
menjadi akses untuk menikmati view terbaik dari tapak
ini yaitu sungai .
• Membuat bukaan pada sisi selatan tapak dikarenakan
sisi selatan merupakan sisi yang paling sejuk selain itu
juga sisi ini dibuat view tambahaan yaitu air mancur .
• Membuat lorong dimana selain menjadi akses antar 2
massa bangunan , lorong ini juga bisa menjadi tempat
untuk menikmati view dari arah jalan aselih .
KONSEP MASSA BANGUNAN
Rooftop garden dibuat sebagai
Konsep massa bangunan
tempat bersantai sekaligus untuk
yang terinspirasi dari bentuk
busur panah . Dimana filosofi kegiatan , dan juga lewat rooftop
dari busur panah ini sendiri garden ini juga mengarah
melambangkan kefokusan langsung menuju best view yang
dalam meraih hasil maksimal , ada di sekitaran tapak yaitu
dan begitupun massa kali ini sungai.
dibuat dengan bentuk ini agar
memberi gambaran akan
kefokusan dalam meraih
suatu tujuan .
Lorong terinspirasi dari
menara petronas dimana
lorong yang menjadi akses
Bangunan di buat lebih ini dibuat diantara 2 massa
menjauhi bibir jalan bangunan sehingga terlihat
untuk mengurangi seperti melayang
intensitas kebisingan.
2 massa asrama yang
dibuat terpisah antara
asrama putra dan putri .
TERIMAKASIH