Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN

STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG


(SDIDTK) ANAK

PUSKESMAS DTW CIPANAS


Jalan Raya Cipanas No 36 telp (0262) 247536

1. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya
membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan
melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak
anak masih di dalam kandungan. Upaya kesehatan ibu yang
dilakukan sebelum dan semasa hamil hingga melahirkan, ditujukan
untuk menghasilkan keturunan yang sehat dan lahir dengan
selamat (infact survival) . Upaya kesehatan yang dilakukan yang
sejak anak masih di dalam kandungan sampai lima tahun pertama
kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar
mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional
maupun sosial serta memiliki intelegensi majemuk sesuai, dengan
potensi genenetiknya
Adapun dasar hukum diantaranya, yaitu:
a. UUD 1945 Pasal 28B Ayat 2 menyatakan bahwa setiap anak berhak atas
kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Selanjutnya Pasal 28H
Ayat 1 menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk memperoleh
pelayanan kesehatan;
b. Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
c. Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI
Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA);
2. LATAR BELAKANG
Adanya gangguan dan kelainan yang terjadi pada usia dewasa
dapat di deteksi sejak balita. Dalam hal ini peran orang tua dan
dokter anak cukup besar. Setiap orang tua pasti ingin tumbuh
kembang buah hatinya berjalan sempurna. Namun, bagaimana jika
ada gangguan dalam dalam tahapan proses tumbuh kembang si
kecil ?
Anda bisa mengetahuinya melalui program Kementrian
Kesehatan yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Anak
Nasional, yakni dengan kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi
Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK). SDIDTK merupakan rangkaian
kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan
tumbuh kembang secara dini agar lebih mudah diintervennsi serta
memberikan
konseling
kepada
keluarga
bagaimana
cara
menstimulasi tumbuh kembang anak.
Bila penyimpangan terlambat dideteksi, maka lebih sulit
diintervensindan akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
Kelainan dapat ditemukan dengan melakukan beberapa proses
pemeriksaan mulai dari pengukuran lingkar kepala, ukuran tinggi

a.
b.
c.
d.
e.

badan, dan memperhatikan beberapa deteksi dini penyimpangan


sebagai berikut :
Perhatikan Pertumbuhan, lihat status gizi anak apakah normal,
kurang, buruk, makrocephali dan mikrocephali.
Perhatikan Perkembangannya, apakah mengalami kelemahan
Perkembangan, gangguan daya lihat dan daya dengar.
Perhatikan gangguan mental emosionalnya
Autisme
Perhatikan
pula
hiperaktivitas
dan
gangguan
pemusatan
perhatiannya.
Periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak sering disebut
juga sebagai masa keemasan (golden period) atau Jendela
kesempatan (window opportunity) atau masa kritis (critical period)
karena
periode
ini
merupakan
masa
pertumbuhan
dan
perkembangan yang paling pesat pada otak manusia, masa yang
sangat peka bagi otak anak dalam mennerima berbagai masukan
dari lingkungan sekitar.
Kebutuhan tumbuh kembang merupakan salah satu hak dasar
anak sesuai undang-undang no 23 tahun 2003 tentang Perlindungan
Anak dan Konvensi hak-hak anak tahun 1989/1990. Ooleh karena itu
orang tua perlu mengupayakan agar anaknya tumbuh dan
berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Upaya
yang dapat dilakukan adalah memenuhi Kebutuhan dasar anak
agar tumbuh dan berkembang optimal termasuk melakukan
kegiatan SDIDTK.
Kegitan SDIDTK meliputi :
a. Stimulasi dini, yaitu
merangsang otak Balita agar
perkembangan kemampuan motorik (geark kasar dan gerak
halus), berbicara, berbahasa, bersosialisasi, dan kemandirian
anak meningkat secara optimal sesuai usia anak.
b. Deteksi dini, yaitu melakukan pemeriksaan /skrining atau
mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan adanya
penyimpangan tumbuh kembang anak.
c. Intervensi dini, yaitu melakukan koreksi sejak dini dengan
memangfaatkan plastisitas otak anak untuk memperbaiki bila
ada penyimpangan tumbuh kembang. Serta mencegah supaya
penyimpangannya tidak menjadi lebih berat.
d. Rujukan dini, yaitu merujuk/membawa anak ke fasilitas
kesehatan bila masalah penyimpangan tumbuh kembang tidak
dapat di atasi di tingkat rumah tangga meskipun sudah
dilakukan intervensi dini.

3. TUJUAN DAN MANFAAT


a. Tujuan Umum

Mengoptimalisasikan tumbuh kembang anak


potensi dan keterbatasannya.

sesuai dengan

b. Tujuan khusus
- Mendeteksi, mendiagnosa, menstimulasi, mengobati, dan
follow-up anak yang di rujuk ataupun datang sendiri
dengan penyimpangan tumbuh kembang.
- Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditangani setempat
ke pusat Rujukan yang lebih lengkap atau instansi yang
berkompeten atau Yayasan khusus sesuai dengan kasus
yang ditangani.
4. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Kegiatan SDIDTK dapat dilakukan dengan menggunakan buku
KIA yg dilaksanakan oleh kader Posyandu atau Guru PAUD. Dan
apabila ada penyimpangan di salah satu kuesioner dapat dilakukan
rujukan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
- Pengukuran Berat Badan Terhadap Tinggi Badan (BB/TB)
Tujuan pengukuran BB/TB adalah untuk menentukan status
Gizi anak, normal, kurus, kurus sekali atau gemuk.
- Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA)
Tujuan Pengukuran Lingkaran kepala anak adalh untuk
mengetahui lingkaran kepala anak dalam batas normal atau
diluar batas normal.
- Untuk melaksanakan kegiatan di Klinik Tumbuh Kembang
maka diperlukan alat-alat seperti alat untuk mendeteksi
gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, USG, EEG,
EKG, Rontgent dan ditunjang sesuatu laboratorium, yang
memadai.
6. SASARAN
1. Sasaran langsung :
Sasaran langsung stimulasi, deteksi dan intervensi dini
penyimpangan tumbuh kembang adalah semua anak umur 0
sampai dengan 6 tahun yang ada di wilayah kerja Puskesmas.
2. Sasaran tidak langsung:
a. Tenaga kesehatan ( dokter, bidan, perawat, ahli gizi,
penyuluh kesehatan masyarakat, dsb).
b. Tenaga pendidik, petugas lapangan Keluarga Berencana,
Petugas Sosial yang terkait dengan pembinaan tumbuh
kembang anak.

c. Petugas

sektor

swasta

dan

profesi

lainnya.

7. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Umur
Anak

0 bulan
3 bulan
6 bulan
9 bulan
12
bulan
15
bulan
18
bulan
21
bulan
24
bulan
30
bulan
36
bulan
42
bulan
48
bulan
54
bulan
60
bulan
66
bulan

Jenis Deteksi Tumbuh Kembang yang Harus Dilakukan


Deteksi Dini
Deteksi Dini
Deteksi Dini
Penyimpang
Penyimpangan
Penyimpangan
an
Perkembangan
Mental Emosional
Pertumbuhan
BB/T LK
KPSP TDD TDL
KMME CHA GPP
B
T
H

72
bulan

Keterangan :
BB/TB : Berat Badan Terhadap Tinggi Badan
TDL
: Tes Daya Lihat
LK
: Lingkar Kepala
KMME :
Kuesioner
masalah
Mental Emosional
KPSP : kuesioner Pra Skrining Perkembangan
CHAT : Checklist for Autism
Toddlers
TDD
: Tes Daya Dengar
Tanda : Deteksi dilakukan atas indikasi
GPPH :Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas.

8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan SDIDTK belum dilakukan secara rutin dikarenakan


program ini masih baru.

9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dalam format pelaporan yang biasa


dilakukan setiap akhir bulan dan akan dilaporkan ke Dinas
Kesehatan Setiap awal bulan.
Evaluasi kegiatan DDTK anak dilaksanakan secara berjenjang
di semua tingkatan oleh karena kegiatan ini merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan masyarakat.

10.

KERANGKA KONSEP PEMBINAAN TUMBUH KEMBANG BALITA


DAN ANAK PRASEKOLAH
Stimulasi dan pemantauan tumbuh
Kembang di keluarga dan masyarakat
Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang di tingkat
petugas
(tenaga kesehatan, pendidik, Petugas lapangan KB,
Tidak ada
Penyimpangan

Penyimpang
an
pertumbuha

Kurus
Kurus
sekali
Gemuk
Mikrosefal

Penyimpangan
Gangguan
Perkembangan
gerak
kasar
Gangguan
gerak
halus
Gangguan
bicara
dan bahasa

Ada penyimpangan

Gangguan
pendengaran
dan
Penglihatan
Gangguan
Daya
dengar
Gangguan
Daya lihat

Penyimpangan
mental
emosional
Masalah
mental
emosional
Autis
Gangguan
pemusatan
perhatian

Intervensi diri
penyimpangan
Tumbuh kembang
Ada perbaikan

Tidak ada perbaikan

Dirujuk ke fasilitas
Yang lebih mampu