CORPUS ALIENUM
SOP
No Dokumen
:
No.Revisi
:0
TanggalTerbit
:
Halaman
:1 dari 4
1. Pengertian
Memberikan tindakan pertolongan akibat adanya benda padat atau binatang yang masuk kedalam telinga
dan hidung.
2. Tujuan
- Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut
- Mengembalikan fungsi indera
3. Kebijakan
1
SK Kepala Puskesmas no.tentang Penyelenggaraan Program
4. Referensi
Permenkes No 5 Tahun 2014
Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007
5. Prosedur
ALAT
Streril
1
Bak instrumen
Spuit irigasi 50 cc
Pinset anatomis
Pinset chirrugis
Arteri klem
THT shet
Kassa dan depres dalam tromol
Handschone / gloves steril
Neerbeken (bengkok)
10 Lampu kepala
11 Kom kecil/ sedang
12 Tetes telingga
13 Cairan pencuci luka dan disinfektan (Cairan NS)
Non Streril
1 Schort / gown
2 Perlak + alas perlak / underpad
3 Handschone / gloves bersih
4 Sketsel / tirai
5 Neerbeken / bengkok
6. LangkahLangkah
Penatalaksanaan
1.
Perawat memberikan penjelasan pada pasien dan keluarga/pasien menandatangani Informed concern.
2.
Perawat menyiapkan alat dan didekatkan pada pasien
3.
Perawat memeriksa lokasi corpus alienum ditelingga baik dengan langsung atau memakai lampu
kepala
4.
Perawat menetukan tindakan yang akan dilakukan berdasarkan letak dan jenis benda yang masuk ke
telingga / hidung antara lain :
a.
Benda Padat
Biji-bijian dan Benda kotak
a)
Perawat memakai alat sonde telingga / hidung (ukuran sonde sesuai dangan ukuran
telinga / hidung)
b)
Perawat memasukan sonde kedalam telinga / hidung dengan arah masuk melalui bagian
luar biji-bijian tersebut.
c)
Setelah sonde masuk kedalam telingga / hidung dan posisi sonde sudah lebih dalam dari
pada posisi biji-bijian, maka dilakukan pergerakan untuk mengeluarkan biji-bijian.
d)
b.
Bila biji-bijian belum keluar dilakukan pengulangan mulai dari awal.
Binatang
1) Lintah
a) Perawat memasukan sonde kedalam telinga / hidung dengan arah masuk melalui bagian luar
lintah tersebut.
3
b) Setelah sonde masuk kedalam telingga / hidung dan posisi sonde sudah lebih dalam dari
pada posisi lintah, maka dilakukan pergerakan untuk mengeluarkan lintah
c) Perawat memakai alat sonde telingga / hidung (ukuran sonde sesuai dangan ukuran lintah
didalam)
d) Bila lintah belum keluar dilakukan pengulangan mulai awal
7. Bagan Alir
Perawat memberikan penjelasan dan inform consent
Perawat memeriksa
Perawat menyiapkan alat dan didekatkan
ke pasien lokasi corpus alienum
Setelah sonde masuk
kedalam lokasi , dilakukan
pergerakan mengeluarkan
corpus alienum tersebut
Bila corpus alienum
belum keluar,
dilakukan
pengulangan dari
awal
Masukan alat sonde
ke lokasi corpus
alienum dengan arah
masuk melalui
bagian luar corpus
Mencatat tindakan
alienm
yang telah dilakukan
Perawat
menentukan
tindakan sesuai
lokasi
8. Hal-hal yang perlu diperhatikan
9. Unit terkait
1. Ruang Tindakan
10. Dokumen terkait.
1. Rekam Medis
11. Rekaman historis perubahan
No
Yang di ubah
Isi perubahan
Tanggal
mulai
di berlakukan
CORPUS ALIENUM
DAFTAR
TILIK
No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman
:0
:
:1
No
Langkah Kegiatan
Ya
Apakah Petugas memberikan penjelasan pada pasien dan
keluarga/pasien menandatangani Informed concern?
Apakah Petugas menyiapkan alat dan didekatkan pada pasien?
Apakah Petugas memeriksa lokasi corpus alienum ditelingga baik
dengan langsung atau memakai lampu kepala?
Apakah Petugas menetukan tindakan yang akan dilakukan
berdasarkan letak dan jenis benda yang masuk ke telingga / hidung?
Apakah Petugas memakai alat sonde telingga / hidung yang
ukurannya disesuaikan dengan ukuran telinga atau hidung?
Apakah Petugas memasukan sonde kedalam telinga / hidung
dengan arah masuk melalui bagian luar?
Setelah sonde masuk kedalam telingga / hidung dan posisi sonde
sudah lebih dalam dari pada posisi benda asing, Apakah Petugas
melakukan pergerakan untuk mengeluarkan benda asing?
Bila benda asing
belum keluar, Apakah Petugas melakukan
pengulangan mulai dari awal?
28
Apakah Petugas mencatat tindakan yang telah dilakukan?
Tidak
Tidak berlaku