Anda di halaman 1dari 3

Interaksi antara industry dan keluarga terjadi di dalam dua tingkatan yang pertama

ialah interaksi antar organisasi industry dan struktur keluarga sebagai system
keseluruhan dan yang kedua, adalah dalam kaitanya dengan tingkat peranan
individual yakni interaksi antar pekerjaan dengan lingkungan keluarga dari setiap
individu.
Pertama kita harus mempertimbangkan pengaruh dari berbagai jenis organisasi
industry modern terhadap pola-pola kehidupan keluarga. Dan yang kedua,
memperhitungkan pengaruh dari berbagai jenis organisasi industry modern
terhadap pola-pola kehidupan keluarga. Selanjutnya kita harus meninjau pengaruh
berbagai jenis keluarga terhadap pembentukan pola dan tingkah laku dan pola
organisasi industry. Sekaligus memperhatikan bagaimana keterkaitan individu
terhadap kehidupan keluarga dalam mempengaruhi penampilan pekerjaanya.
PENGARUH INDUSTRI TERHADAP KELUARGA
Pengaruh industry terhadap keluarga mungkin bisa bersifat langsung. Dalam
bentuknya yang langsung, lingkungan dan sikap kerja dari suatu jenis pekerjaan
tertentu akan mempengaruhi lingkungan dan sikap hidup dari suatu keluarga.
Bila penagruhnya tidak langsung, asosiasi antara pekerjaan dan keluarga dilakuka
melalui media social class membership (keanggotaan dalam kelas sosial), hal ini
berarti bahwa seseorang mendapatka suatu tingkat kelas sosial tertentu (prestise)
yang di tunjukan oleh pola-pola sikap dan tingkah laku tertentu.
PERANAN SUAMI-ISTRI
Industry baik secara langsung maupun tidak langsung akan ikut membentuk
peranan yang di mainkan oleh pihak suami ataupun istri di dalam suatu keluarga
dan juga akan ikut membentuk arah dan corak hubungan antara suami dan isteri
berkenaan dengan peranannya di dalam keluarga.
Peranan suami dalam golongan atas biasanya hanya sedikit mempunyai
hubungan dengan perananya dalam keluarga, sehingga sedikit kemungkinan ia
akan menerapkan wibawa dan di tempat pekerjaanya ke dalam lingkungan
keluargannya. Pekerjaan cenderung menyita waktu sehingga tenaganya kurang
tercurahkan ke dalam keluarga.
Sedangkan pada keluarga golongan menengah, keadaan keuangan dan
status keluarga banyak tergantung kepada pekerjaan sang suami. Jika suami
bekerja di dalam pekerjaan yang secara teknis cukup kompleks dan tidak bisa di
mengerti oleh keluarganya mungkin sang isteri tidak akan membantu atau ikut
terlibat secara lansung di dalam pekerjaan suaminya. Bagi kelompok masyarakat
seperti ini, tingkat pendapatan mereka relative rendah dan sulit mendapatkan
status yang tinggi di dalam masyarakat luas.
Di Dalam masyarakat tradisional yang bekerja itu hanya suami, akan terlihat
adanya pemisahan antara pekerjan dengan keluarga. Akan tetapi di dalam
kelompok masyarakat lain dimana istri juga ikut dalam mecari nafkan untuk
membantu suami dalam memenuhi kebutuhanya. Di dalam keluarga seperti ini

peranan istri terlihat mirip seperti dengan peranan suami dalam keluarga
menenggah.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Blood dan Wolfe (1969) dinyatakan bahwa
dalam hubungan antara istri dengan pekerjaan suaminya dinyatakan bahwa istri
selalu bersifat collabprative (kerjasama), supportive (mendukung), atau peripheral
(mendorong). Para isteri petani lebih mendukung pekerjaan suaminya di bandingkan
dengan istri-istri orang kota.
Pengaruh lainnya ialah dari factor-faktor pekerjaan terhadap peranan suami isteri
ialah terhadap keakraban antara suami dan isteri. Suami harus dapat mencari jalan
untuk menyesuaikan tuntutan pekerjaan dengan tuntutan keluarganya.
HUBUNGAN ANTAR KELUARGA
Berbagai pola hubungan antar keluarga selalu di penagaruhi oleh pekerjaan
yang dimiliki oeleh keluarga-keluarga tersebut, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Bott (1977) telah melakukan suatu studi yang intensif terhadap sejumlah
kecil keluarga perkotaan di inggris. Bahwasanya ada suatu keterikatan di antara
keluarga mungkin akan menjadi lebih kuat apabila ada suatu kerja sama antara
suami dan isteri di dalam suatu pekerjaan.
Millward (1968) telah mempelajari aspek lain dari interaksi hubungan antar
keluarga dengan tingkah laku dalam pekerjaan. Aspek tersebut ialah suatu
hubungan yang berbeda antara seseorang wanita muda kelas buruh dengan
keluarganya, dimana dalam bentuk hubungan yang pertama si wanita bekerja dan
memberikan bantuan keuangan pada keluarganya, dan yang kedua wanita tersebut
menyelesaikan sekolahnya kemudian menikah.
Millward membedakan kedua hubungan di atas berdasarkan suatu kriteria,
yaitu on board dan giving in. on board berarti si wanita menyumbangkan hasil
penghasilanya kepada ibunya dan menyimpang sebagian untuk dirinya, sedangkan
giving In berarti ia memberikan suatu kepada ibunya dalam bentuk barang tetapi
dia sendiri mendapatkan uang saku dari ibunya. Walaupun dari proses going on
board adalah suatu permasalahan yang cukup penting di dalam pembahasan
tentang rumah tangga, tetapi jika suatu waktu terjadi kenaikan dalam pendapatan
si wanita, hal itu merupakan subyek baru yang perlu didiskusikan lagi.
SOSIALISASI
Pengalaman dan posisi seorang ayah di dalam suatu pekerjaan akan di
transmisikan kepada anaknya baik secara langsung melalui pekerjaanya, ataupun
secara tidak langsung melalui posisi sosialnya di dalam masyarakat. Untuk
beberapa jenis pekerjaan, rumah bisa digunakan sebagai kantor atau toko, dan
pihak keluarga akan memahami banyak aspek dalam aktifitas kerja yang dilakukan
ayahnya. Dalam beberapa jenis keluarga, sang ayah akan bersifat komunikatif
mengenai pekerjaanya terhadap keluarganya, sedangkan dalam beberapa keluarga
lainnya mungkin sang ayah akan bersifat non komunikatif atau tertutup mengenai
hal-hal yang menyangkut pekerjaanya terhadap keluarganya. Ini merupakan bagian

permasalahan yang menyangkut tipe-tipe pribadi seseorang yang juga berkaitan


dengan stabilitas peranan ayah dalam pekerjaanya.

PENGARUH KELUARGA TERHADAP INDUSTRI


Banyak bukti yang menunjukan bahwa hubungan antara industry dan
kelurga, pihak industry memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keluarga di
bandingkan sebaliknya. Tetapi ini tidak berarti bahwa kita harus mengabaikan
pengaruh keluarga terhadap industry. Sebagai suatu contoh yang menunjukan
betapa pentingya peranan keluarga terhadap industry maupun dalam suatu
perubahan sosial yang tersembunyi, Goode (1964) telah mencoba membandingkan
usaha yang dilakukan jepang dan china untuk melakukan industryalisasi pada kahir
abad 19 dan awal abad 20, di mulai degan kondisi sosial dan ekonomi yang relative
samadan homogeny jepang telah melangkah jauh lebih maju di banding dengan
china.