Anda di halaman 1dari 4

Holy Christy Kumala

201566057

Otak Anda mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Otak merupakan pusat dari keseluruhan
tubuh Anda. Jika otak Anda sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang
kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu, maka kesehatan tubuh dan
mental Anda bisa ikut terganggu.
Selain paling penting, otak juga merupakan organ yang paling rumit. Membahas tentang anatomi
dan fungsi otak secara detail bisa memakan waktu berhari-hari. Oleh karena itu disini kita akan
membahas anatomi dan fungsi otak secara garis besarnya saja sekedar membuat Anda paham
bagian-bagian dan fungsi otak Anda sendiri.

Seperti terlihat pada gambar di atas, otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
1. Cerebrum (Otak Besar)
2. Cerebellum (Otak Kecil)
3. Brainstem (Batang Otak)
4. Limbic System (Sistem Limbik)

Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar
dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini
mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh,
mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight
(lawan atau lari) saat datangnya bahaya.
Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena itu, batang otak
sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur perasaan teritorial sebagai insting
primitif. Contohnya anda akan merasa tidak nyaman atau terancam ketika orang yang tidak Anda
kenal terlalu dekat dengan anda.
Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari
batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak tengah berfungsi
dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata,
mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.
2. Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju
bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak,
seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
3. Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan
formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
Patologi yang terkait dengan Brainstem : Parkinson
Definisi Parkinsons Disease (Penyakit Parkinson) merupakan suatu penyakit karena gangguan
pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia
nigra ke globus palidus/neostriatum (striatal dopamine deficiency).10 Parkinsons Disease adalah
penyakit neurodegeneratif progresif yang berkaitan erat dengan usia. Penyakit ini mempunyai
karakteristik terjadinya degenerasi dari neuron dopaminergik substansia nigra pars kompakta,
ditambah dengan adanya inklusi intraplasma yang terdiri dari protein yang disebut dengan Lewy
Bodies. Neurodegeneratif pada parkinson juga terjadi pada daerah otak lain termasuk lokus
ceruleus, raphe nuklei, nukleus basalis Meynert, hipotalamus, korteks cerebri, motor nukelus dari
saraf kranial, serta sistem saraf otonom.

Rehabilitasi sebaiknya adalah terapi yang ditujukan khusus melatih keterampilan dan
fungsional training. Terapi seharusnya diberikan dengan intensitas yang cukup untuk mencapai
keterampilan yang diperlukan. Teori latihan rehabilitasi utama diantaranya:
Terapi Range of Motion (ROM), penguatan, mobilisasi dan tekhnik kompesatori.
Neurodevelopmental Treatment (NDT) Bobath-Training
Pola otot, tidak mengisolasi gerakan, digunakan untuk pergerakan.
Ketidakmampuan untuk memberikan impuls langsung pada otot dalam kombinasi
yang berbeda oleh orang dengan susunan saraf pusat yang utuh.
Pola otot yang abnormal ditekan sebelum pola otot yang normal muncul.
Reaksi asosiasi: sinergi massa dihindari karena dapat memperburuk kelemahan otot
dan otot yang tidak berserpon (penguatan yang abnormal akan meningkatkan tonus
dan spastisitas)
Pola penghambat reflex digunakan untuk mencegah reaksi postural yang abnormal;
juga untuk memfasiliitasi gerakan involunter.
Pola yang abnormal dimodifikasi pada titik kunci proksimal sebagai control
(misalnya leher, tulang belakang, bahu atau pelvis)

Proprioceptif Neuromuscular Facilitation (PNF)


Stimulasi dari saraf, otot, reseptor sensorik untuk menghasilkan respon melalui
rangsangan manual untuk meningkatkan kemudahan pergerakan dan meningkatkan
fungsi otot.
Mekanise neuromuskular yang normal memberi kemampuan untuk melakukan
aktifitas motorik yang luas dengan struktur anatomis yang terbatas. Hal ini
terintegrasi dan efisien tanpa mempengaruhi aksi motorik, aktifitas reflex dan reaksi
lainnya.
Mekanisme neuromuskular yang tidak lengkap tidak cukup memenuhi untuk hidup
sehari-hari karena kelemahan, ikoordinasi, spasme otot atau spastisitas.

Keperluan khusus diberikan oleh terapis fisik dan terapis okupasional memfasilitasi
efek dari mekanisme neuromuskular dan mengembalikan keterbatasan pasien.
Pola pergerakan-massa digunakan sesuai dengan aksioma Beevor (bahwa otak tidak
tahu tentang aksi dari otok tertentu tapi tahu tentang pergerakannya)
Brunnstrom: Fasilitasi sentral menggunakan pemulihan Twitchell dimana meningkatkan
sinergi tertentu melalui stimulus proprioseptif pada kulit.
Dengan menambahkan breating retraining (BRT) dan inspiratory mucle training (IMT)
pada program rehabilitasi pasien Parkinsons Disease menghasilkan perbaikan fungsi otot
pernafasan, kapasitas latihan, dan kualitas hidup menurut Sutbeyaz dkk. Pada studi ini
pasien diberikan BRT dan IMT selama setengah jam sehari, 6 kali seminggu.

Referensi :
http://www.aktivasiotak.com/fungsi_otak.htm
http://binauralbeats.co.id/bagian-terpenting-pada-otak-manusia.htm
http://dokumen.tips/documents/fisioterapi-parkinson.html