Anda di halaman 1dari 3

Makan Daging dan Bayam Mampu

Turunkan Risiko Alzheimer?


Fitria Rahmadianti - detikFood

Foto: Thinkstock

Artikel Terkait

Menegak Air Putih Langsung dari Botol Bisa Picu Kerutan Dini?
Hari-hari Terakhir Puasa Asupan Makanan Tetap Perlu Dijaga
Melihat dan Mencium Buah-buahan Bantu Kendalikan Nafsu Makan

Peneliti menemukan bahwa Alzheimer bisa dipicu oleh anemia. Makanan yang kaya zat besi seperti
bayam, daging merah, hati, dan kacang-kacangan diduga dapat mengurangi risiko Alzheimer.
Alzheimer adalah bentuk terumum dari dementia atau berkurangnya kemampuan kognitif secara
serius akibat penuaan. Studi di jurnal Neurology menemukan bahwa orang yang mengidap anemia
cenderung akan mengalami kondisi seperti Alzheimer.
Selain berkurangnya darah dalam jumlah banyak, penyebab paling umum dari anemia adalah
kekurangan zat besi. Oleh karena itu, seperti diberitakan Daily Mail (31/07/13), diperkirakan
perubahan pola makan dapat membantu mencegah dementia.
Peneliti membuat hubungan antara dementia dan anemia setelah memelajari lebih dari 2.500 orang
berusia 70-79 tahun, di mana 393 di antaranya mengalami anemia di awal studi. Mereka semua
diberikan uji memori dan kekuatan otak.

"Anemia umum pada lansia dan terjadi pada lebih dari 23% orang berusia 65 tahun ke atas," ujar
ketua peneliti Dr. Kristine Yaffe dari University of California San Fransisco. Ia menambahkan, kondisi
ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian dini.
Di akhir studi, 445 orang atau sekitar 18% dari mereka mengidap dementia. Risetpun mengungkap
bahwa mereka yang mengalami anemia di awal studi berisiko 41% lebih tinggi mengalami dementia
dibanding mereka yang tidak anemia.
Kaitan antara kedua hal ini tetap ada meski faktor-faktor lain seperti umur, ras, jenis kelamin, dan
pendidikan sudah diperhitungkan. Dari 393 orang yang anemia, 89 orang atau 23% mengalami
dementia dibanding 366 orang dari 2.159 orang yang tidak mengalami anemia atau 17%.
Menurut Yaffe, anemia berperan dalam dementia dengan mengurangi suplai oksigen ke otak. Hal ini
bisa merusak neuron dan terbukti mengurangi memori dan kemampuan berpikir. Bagaimanapun juga,
diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah anemia benar-benar menyebabkan
dementia.
"Studi berskala besar ini memperkaya pengamatan sebelumnya terkait hubungan anemia dan risiko
dementia. Namun, sulit memastikan bahwa anemia adalah faktor penyebab kondisi tersebut," ujar Dr.
Eric Karran dari Alzheimers Research Inggris. Ia yakin, meski umur adalah faktor risiko terbesar
dementia, pilihan gaya hidup juga memengaruhi risiko dementia.

(odi/fit)
Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.
Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya
perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.
Rendahnya tingkat zat besi dalam darah merupakan penyebab dari anemi, defisiensi zat besi dapat
dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia.
Anemia dapat terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin rendah, atau ketika tubuh
kurang zat besi daripada yang diperlukan.
Anemia tampaknya terkait dengan penyakit demensia, menurut artikel yang diterbitkan dalam jurnal
Neurology. Penelitian ini didasarkan pada data dari 2.552 orang dewasa berusia antara 70 dan 79,
yang diikuti selama 11 tahun. Selama masa penelitian, peserta melakukan tes memori dan berpikir.
Dari hasil studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki anemia meningkatkan resiko
pengembangan demendia.
Pilih diet yang baik yang dapat mencegah defisiensi anemia , dengan memasukkan makanan dengan
kadar zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Zat besi hadir dalam makanan seperti daging merah, ayam, ikan, seafood, sayuran berdaun hijau
seperti bayam, tahu, kacang polong, lentil, buncis, kedelai, buah-buahan kering seperti plum , kismis

dan aprikot, jus prune dan beberapa roti atau sereal yang diperkaya dengan zat besi. Mengambil
makanan makanan ini untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi utnuk mencegah anemia.
Cara terbaik untuk mengurangi risiko demensia dengan menjaga gaya hidup sehat, menkonsumsi
makanan seimbang kaya buah-buahan dan sayuran, ikan berminyak dan berolahraga secara teratur.
Share this: