Anda di halaman 1dari 3

Nama : Agus Firman Muhidin

NIM : 1142070004 AF 11
Semester / Kelas : V / A 01 Desember 2016

Karate

1. Prinsip Kerja
Seni bela diri yang dikenal dengan nama Karate-Do ini berasal dari pulau Okinawa, Jepang. Seni ini
dikembangkan oleh Funakoshi Yoshitaka. Seluruh gerakan karate yang tampak ajaib sesungguhnya hanya
merupakan aplikasi prinsip-prinsip fisika. Gerakan karateka merupakan paduan gerakan yang paling efisien
sehingga hampir tidak dapat dimaksimalkan lebih jauh lagi. Nama Karate-Do berasal dari bahasa Jepang Kara,
yang berarti kosong, Te (tangan), dan Do (metode/cara). Pengertian Karate-Do adalah metode bela diri
menggunakan tangan kosong dengan menggunakan tubuh dan alam sekitar sebagai senjata.
Rahasia utama dalam gerakan bela diri ini adalah kecepatan gerakan serta ketepatan fokus serangan
(sasaran). Semua teknik dalam Karate ditujukan untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan secara efisien.
Besaran fisika yang sangat berperan dalam karate adalah momentum. Momentum suatu benda yang sedang
bergerak sama dengan massa benda itu dikalikan dengan kecepatannya. Benda yang bermassa lebih besar
mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang bermassa lebih kecil. Ketika
tangannya menghantam kayu sasaran, ada momentum yang ditransfer dari tangan kepada sasaran. Besarnya
gaya yang dialami oleh kayu akibat pukulan ini sangat tergantung pada berapa besar momentum yang
ditransfer dan berapa lama waktu transfernya itu. Semakin besar momentum yang ditransfer semakin besar
gaya yang dialami kayu. Dan semakin cepat waktu transfernya semakin besar pula gaya itu.
Untuk memperoleh efek hantaman yang lebih besar lagi, tekanan yang diberikan oleh tangan sang
karateka harus lebih besar. Ini diperoleh dengan membuat permukaan sentuh antara tangan dan sasaran
sekecil mungkin. Dalam hal ini bagian yang cocok untuk menghantam adalah tulang-tulang metakarpal. Untuk
memecah balok kayu, beton, batu bata ataupun balok es, pukulan seorang karateka harus mampu memberikan
tekanan yang lebih besar dari batas elastis (kelenturan) yang dapat ditoleransi oleh benda-benda tersebut.
Batas elastis tiap benda berbeda-beda. Beton mempunyai batas elastis (maximum crushing) 400 kg per
sentimeter kuadrat. Artinya jika beton itu dihantam dengan gaya setara dengan berat 400 kg, pada daerah
seluas 1 sentimeter kuadrat maka beton itu akan pecah. Batas elastis tulang manusia mencapai 40 kali batas
elastis batang beton sehingga lebih susah untuk dipatahkan (saat terjadi tumbukan yang patah adalah batang
beton dan bukan tulang kaki atau tangan manusia yang memukulnya).

2. Konsep Fisika
Konsep Fisika yang dipakai dalam olahraga karate ini adalah momentum, tekanan dan gaya. Momentum
memegan peranan penting ketika kontak antara tangan dengan target. Semakin cepat maka semakin besar
momentumnya. Lalu tekanan atau gaya yang dikeluarkan oleh tangan karateka harus lebih besar ketika
menyentuh permukaan target sehingga efek yang dihasilkannya pun akan semakin besar.

3. Pertanyaan
Bagaimana cara mengurangi sakit ketika meninju target?

4. Jawaban
Caranya adalah dengan sering latihan sehingga jaringan otot menjadi lebih besar dan dapat meredam gaya
atau pun rasa sakit yang dihasilkan ketika terjadi hantaman.
Nama : Agus Firman Muhidin
NIM : 1142070004 PF - 11
Semester / Kelas : V / A 01 Desember 2016

Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share (TPS)

1. Intisari Materi
Model think pair share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagai adalah merupakan jenis pembelajaran
kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Think pair share merupakan suatu cara
yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau
diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yang
digunakan dalam think pair share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling
membantu. Guru memperkirakan hanya melengkapi penyajian singkat atau siswa membaca tugas, atau situasi
yang menjadi tanda tanya . Sekarang guru menginginkan siswa mempertimbangkan lebih banyak apa yang
telah dijelaskan dan dialami .Guru memilih menggunakan think-pair-share untuk membandingkan tanya jawab
kelompok keseluruhan.
Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think Pais
Share :
1) Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai.
2) Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru.
3) Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil
pemikiran masing-masing.
4) Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.
5) Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan
menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.
Ada beberapa kelebihan yang didapat apabila menggunakan model pembelajaran ini yaitu :
1) Memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain.
2) Siswa secara langsung dapat memecahkan masalah, memahami suatu materi secara berkelompok dan
saling membantu antara satu dengan yang lainnya, membuat kesimpulan (diskusi) serta mempresentasikan
di depan kelas sebagai salah satu langkah evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3) Siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena menyelesaikan tugasnya dalam kelompok, dimana tiap
kelompok hanya terdiri dari 2 orang.
Sedangkan kekurangannya adalah:
1) Membutuhkan koordinasi secara bersamaan dari berbagai aktivitas
2) Peralihan dari seluruh kelas ke kelompok kecil dapat menyita waktu pengajaran yang berharga.
3) Jumlah siswa yang ganjil berdampak pada saat pembentukan kelompok, karena ada satu siswa tidak
mempunyai pasangan.
2. Konsep Relevan
Model pembelajaran ini cocok untuk dipakai untuk konsep fisika seperti gaya dan gerak, usaha dan
energi, dan konsep-konsep lainnya yang banyak terdapat definisi fisisnya. Hal ini karena dengan
mengondisikan siswa agar diskusi berpasangan, diharapkan siswa dapat memecahkan masalah seputar
konsep tersebut dimana proses pemecahan masalah nya akan dikembalikan kepada definisi dasar atau definisi
fisis dari konsep fisika yang dijelaskan.
3. Pertanyaan
Apabila ada siswa yang kesulitan untuk dapat memahami konsep yang dipelajari atau hanya pasif
mendengarkan pendapat temannya apa yang harus dilakukan
4. Jawaban
Siswa tersebut harus diberi stimulus agar mengeluarkan pendapatnya, walaupun di awal-awal memang dirinya
merasa terpaksa, namun apabila dibiasakan nantinya akan terbiasa juga siswa tersebut untuk bicara atau
mengeluarkan pendapatnya.
Nama : Agus Firman Muhidin
NIM : 1142070004 BF - 11
Semester / Kelas : V / A 01 Desember 2016

Pemahaman Dasar Hipnosis


Karya : Indra Majid

1. Intisari Buku
Kata "hypnosis" pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, seorang dokter ternama di Inggris yang
hidup antara tahun 1795 - 1860. Sebelum masa James Braid, hypnosis dikenal dengan nama Mesmerism atau
Magnetism. Menurut U.S. Department of Education, Human Services Division, dikatakan bahwa; Hypnosis is
the bypass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective
thinking atau Hypnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu
pemikiran atau sugesti. Hypnosis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. Melainkan seni mengelola
pikiran. Seorang pakar hypnosis tidak punya kekuatan supranatural yang bisa mengendalikan pikiran
seseorang. Jika orang tidak bisa dipaksa untuk menikmati film, maka orang tersebut juga tidak bisa dipaksa
untuk dihipnotis. Hypnosis adalah fenomena mental alami. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk
mengalami hypnosis. Orang dapat menolak hypnosis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan
hypnotist. Seperti halnya kita bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara
memikirkan hal lain ketika menonton film.
Ada beberapa langkah yang menjadi proses formal dari hypnosis yaitu : pre-Induction, suggestibility
test, induction, deepening, hipnotyc therapy/suggestion, dan termination. Saat hypnotist melakukan hypnosis,
yang terjadi adalah hypnotist mem-by-pass Critical Factor subjek (orang yang dihipnotis) dan langsung
berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini bukan diartikan sebagai suatu bentuk
manipulasi. Menembus Critical Factor ini dilakukan dengan suatu teknik yang dinamakan "induksi". Induksi bisa
dilakukan dengan cara membuat pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung (tidak memahami)
atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu Critical Factorterbuka atau tidak berfungsi
sebagaimana mestinya. Karena Critical Factor terbuka atau pengawasannya lemah maka sugesti akan
langsung menjangkau pikiran bawah sadar.
Apabila terjadi konflik antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka pikiran bawah sadar selalu
menang. Kita ambil seorang perokok yang kesulitan berhenti merokok. Kebiasaan merokok adalah hasil kerja
dari pikiran bawah sadar. Sedangkan keinginan untuk berhenti merokok adalah hasil logika pikiran sadar.
Perokok ingin berhenti merokok karena jelas rokok merugikan secara kesehatan maupun ekonomi. Namun
logika bahwa rokok itu merugikan kesehatan dan menguras kantong terkalahkan oleh kebiasaan yang sudah
tertanam kuat di pikiran bawah sadar.
Hypnosis memungkinkan Anda untuk meningkatkan kendali terhadap Pikiran Bawah Sadar Anda.
Sehingga Anda bisa menggunakan daya yang sangat besar itu untuk kesembuhan, kesuksesan dan
pengendalian diri. Dengan hypnosis Anda pun bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan negatif, misalnya
kebiasaan merokok dan menunda pekerjaan.

2. Pertanyaan
Apakah Hypnosis bisa digunakan seorang guru untuk membuat siswa nya bersemangat dalam belajar?

3. Jawaban
Bisa saja, apabila guru tersebut mampu atau menguasai tentang ilmu hypnosis. Namun perlu diketahui bahwa
seseorang hanya bisa dihypnosis apabila pikirannya menerima dengan terbuka suggesti yang diberikan oleh
hypnotist (guru). Jika guru dapat mengkondisikan supaya siswa nya mau menerima suggesti, maka mungkin
saja hal ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemalasan serta sifat-sifat buruk siswa dalam belajar.