Anda di halaman 1dari 3

Nama : Agus Firman Muhidin

NIM : 1142070004 AF 07
Semester / Kelas : V / A 03 November 2016

Roller Coaster

1. Prinsip Kerja
Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur
rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh
rangka baja yang disusun sedemikian rupa sehingga kereta dapat melaju di atasnya tanpa terjatuh. Roller
coaster memanfaatkan konsep Hukum Kekekalan Energi. Prinsip kerja dari Roller Coaster ini sendiri adalah
pertama-tama, roller coaster dinaikkan menuju puncak rel pertama yang mempunyai ketinggian maksimal
menggunakan semacam ban berjalan. Ketika berada di puncak, roller coaster ini memiliki energi potensial yang
tinggi. Setelah itu roller coaster meluncur dari puncak tersebut sehingga energi potensial tadi berubah menjadi
energi kinetik. Kecepatan roller coaster semakin menuju ke bawah semakin cepat. Ketika lintasan menemui
jalur yang meninggi lagi, kecepatan akan berkurang begitupun dengan energi kinetiknya lalu akan bertambah
kembali ketika melintasi lintasan menurun. Begitulah seterusnya sehingga walaupun tidak menggunakan motor,
roller coaster ini dapat berjalan dengan memanfaatkan lajur lintasannya dan konsep kekekalan energi mekanik.

2. Konsep Fisika
Ada beberapa buah konsep yang digunakan dalam prinsip kerja dari roller coaster selain hukum
kekekalan energi mekanik seperti disebutkan di atas. Konsep-konsep tersebut adalah Dinamika Gerak, yaitu
mengenai perubahan kecepatan yang dialami oleh roller coaster ketika melaju di lintasan dengan ketinggian
tertentu dengan ketinggian yang lebih rendah. Apabila roller coaster melintasi lajur menurun, roller coaster
tersebut akan mengalami percepatan akibat dari gravitasi dan ketika roller coaster itu melintasi lajur yang
menanjak, roller coaster tersebut mengalami perlambatan. Gaya gravitasi juga berpengaruh untuk membuat
roller coaster tetap bergerak. Adanya gaya gravitas membuat roller coaster menjadi lebih cepat ketika menuruni
lintasan karena tarikan dari permukaan bumi. Begitupun ketika menaiki lintasan menanjak, roller coaster akan
mengalami perlambatan karena gerak alami nya adalah ke arah bawah. Selain itu ada juga konsep gaya
sentripetal, saat roller coaster melintasi lajur memutar. Agar roller coaster tersebut tetap berada di lintasan,
terdapat sebuah gaya yang menyebabkan roller coaster seperti tertarik ke arah pusat sumbu dari lintasan putar
tersebut. Konsep lain nya adalah Energi Potensial (Ep), yakni energi yang dikandung roller coaster
dikarenakan oleh posisinya, bernilai maksimum di posisi puncak lintasan. Energi potensial bernilai nol di posisi
lembah (posisi terendah) lintasan. Energi potensial diubah menjadi energi kinetik, ketika roller coaster
bergerak menurun. Energi Kinetik (EK), yakni energi yang dihasilkan oleh roller coaster karena geraknya
(dalam hal ini kecepatan), bernilai nol di posisi puncak lintasan. Dan terakhir hukum kekekalan energi. Dalam
proses perubahan energi Ek menjadi Ep dan Ep menjadi Ek ini, sebagian energi diubah menjadi energi panas
(kalor) karena adanya gesekan (friksi), misalnya roda roller coaster dengan rel lintasan. Energi total sistem
tidak bertambah atau berkurang. Energi hanya berubah bentuk disekitar Energi Kinetik, Energi Potensial, dan
Energi Kalor.

3. Pertanyaan
Ketika roller coaster melintasi lintasan memutar, mengapa roller coaster tersebut tidak jatuh?
4. Jawaban
Hal ini karena roller coaster melintasi lintasan memutar tersebut dengan kecepatan yang tinggi. Apabila
sebuah benda melintasi ;ajur yang berbentuk lingkaran dengan kecepatan tinggi, akan ada gaya penahan yang
menarik benda tersebut ke pusat lintasan dan tetap menempel pada lintasan tersebut. Artinya seperti ada
pemberat yang diletakkan diatas benda tersebut agar tetap menempel pada lintasan ketika benda tersebut
berputar.
Nama : Agus Firman Muhidin
NIM : 1142070004 PF - 07
Semester / Kelas : V / A 03 November 2016

Metode Pembelajaran Resitasi


1. Intisari Materi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat
resume dengan kalimat sendiri. Metode resitasi atau pemberian tugas merupakan salah satu cara atau metode
mengajar yang menuntut agar siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga ia mampu
menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan di luar jam pelajaran.
Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode resitasi. Inti dari metode
ini sebenarnya adalah guru memberikan tugas yang harus diselesaikan oleh siswanya. Dalam memberikan
tugas, ada beberapa hal yang haru diperhatikan yaitu :
1. Tugas harus direncanakan secara jelas dan sistematis, terutama tujuan penugasan dan cara
pengerjaannya.
2. Tugas yang diberikan harus dapat dipahami peserta didik, kapan mengerjakannya, bagaimana cara
mengerjakannya, berapa lama tugas tersebut harus dikerjakan, secara individu atau kelompok, dan lain-
lain.
3. Apabila tugas tersebut berupa tugas kelompok, perlu diupayakan agar seluruh anggota kelompok dapat
terlibat secara aktif dalam proses penyelesaian tugas tersebut, terutama kalau tugas tersebut diselesaikan
di luar kelas.
4. Perlu diupayakan guru mengontrol proses penyelesaian tugas yang dikerjakan oleh peserta didik. Jika
tugas diselesaikan di luar kelas, guru bisa mengontrol proses penyelesaian tugas melalui konsultasi dari
peserta didik. Oleh karena itu dalam penugasan yang harus diselesaikan di luar kelas, sebaiknya peserta
didik diminta untuk memberikan laporan kemajuan mengenai tugas yang dikerjakan.
5. Berikanlah penilaian secara proporsional terhadap tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik. Penilaian
yang diberikan sebaiknya tidak hanya menitikberatkan pada produk (ending), tetapi perlu dipertimbangkan
pula bagaimana proses penyelesaian tugas tersebut. Penilaian hendaknya diberikan secara langsung
setelah tugas diselesaikan, hal ini disamping akan menimbulkan minat dan semangat belajar peserta
didik, juga menghindarkan bertumpuknya pekerjaan peserta didik yang harus diperiksa.

Kelebihan Metode Resitasi adalah pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan
dapat diingat lebih lama. Selain itu peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif,
bertanggung jawab dan mandiri. Sedangkan kelemahan dari Metode Resitasi sendiri adalah kadang kala
peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau
bersusah payah mengerjakan sendiri. Kadang kala pula tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
Selain itu, sukar untuk memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

2. Konsep Relevan
Metode pembelajaran ini cocok untuk semua konsep fisika. Karena dengan metode ini guru bisa
menugaskan peserta didiknya untuk belajar terlebih dahulu seperti membuat resume mengenai materi yang
akan dibahas dan memberi tugas mengenai soal-soal yang harus dikerjaan setelah pertemuan berakhir
sehingga peserta didik menjadi terlatih untuk dapat merangkai kata, mengingat konsep, dan menyelesaikan
soal. Salah satu konsep fisika yang cocok untuk diterapkan metode resitasi adalah konsep Optik dan Alat Optik.
Konsep ini lebih banyak diisi oleh pemahaman tanpa rumus, sehingga supaya dapat faham, siswa harus
merangkumnya ke dalam bentuk sebuah tulisan.

3. Pertanyaan
Bagaimana mengatasi siswa yang mengerjakan tugas hanya untuk tugas/nilai, bukan demi pemahaman atau
konstruksi pemikirannya sendiri?
4. Jawaban
Mengubah mindset siswa diperlukan usaha yang panjang. Namun kita dapat merubahnya sedikit demi sedikit
dengan cara terus mengecek tugas tersebut, bukan hanya untuk dinilai, tetapi juga menyuruh kepada siswanya
untuk menjelaskan mengenai apa yang ditulisnya.
Nama : Agus Firman Muhidin
NIM : 1142070004 BF - 07
Semester / Kelas : V / A 03 November 2016

Landasan Pendidikan
Karya : Mohammad Surya, Abdul Hasin, Rus Bambang S.

1. Intisari Buku
Permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia masih sangat banyak dan kompleks.
Namun hal itu tidak harus menyurutkan optimisme dan langkah kita para penyelenggara pendidikan untuk
berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas dunia pendidikan kita. Dari sederet permasalahan dalam
dunia pendidikan, dapat diurut diantaranya sebagai berikut :
a. Banyak anak didik yang tidak memperoleh pendidikan yang layak.
b. Banyak lulusan yang kurang memiliki kompetensi
c. Banyak lulusan yang tidak mampu bersaing di pasar global
d. Sasaran pendidikan belum tercapai
e. Wajar pendidikan dasar hanya 9 tahun, belum 12 tahun
f. Peranan guru atau pendidik yang belum optimal
g. Biaya pendidikan yang relatif mahal
Untuk memperbaiki permasalahan-permasalahan tersebut, perlu perbaikan menyeluruh di berbagai
aspek, salah satunya adalah pada diri seorang guru. Guru adalah ujung tombak dalam dunia pendidikan. Di
berbagai lembaga pendidikan perlu adanya seorang guru baik itu lembaga pendidikan keluarga, masyarakat,
maupun di sekolah. Namun seringkali guru mendapatkan berbagai permasalahan seperti terisolasi, terganggu
atau terbatasi karena ragam etnik siswa siswinya, lingkungan yang menghambat kreativitas, kurang cakap
berdialog dalam pembelajaran, dan berbagai permasalahan lainnya.
Dalam dunia pendidikan guru diharapkan untuk memiliki watak paripurna karena beliaulah yang berdiri
di garda terdepan pendidikan. Guru yang berwatak paripurna, perilaku dan kinerja profesionalnya dilandasi
dengan nilai-nilai kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan moral, kecerdasa sosial, dan
kecerdasan spiritual.
Guru harus bersikap profesional, yaitu dengan memerhatikan etika kerja, penuh loyalitas, dan mematuhi
semua kode etik yang berlaku. Apabila guru sudah memiliki watak paripurna, tentulah wajah pendidikan
bangsa ini akan mencetak manusia yang paripurna pula.

2. Pertanyaan
Bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam memaknai kurikulum baru yang dalam perihal administrasi
sangat ketat? Bahkan ada anggapan bahwa guru akan lebih sibuk mengurus administrasi nya dibanding
dengan mengurus para muridnya?

3. Jawaban
Menurut pendapat saya memperketat proses adminitrasi mempunyai sisi baik maupun sisi buruk. Sisi
baiknya dengan administrasi yang ketat, guru yang tadinya malas dalam mengajar pun akan menjadi sosok
yang mengajar dengan penuh semangat karena apabila beliau tidak mengajar seperti seharusnya, katakanlah
beliau tidak akan mendapatkan gaji. Namun sisi buruknya adalah guru (sepertinya) tidak lagi menjadi sosok
yang ikhlas dalam mengajar atau mentransfer pengetahuannya. Beliau mengajar hanya untuk mendapat
sertifikasi dan gaji. Sangat disayangkan karena guru adalah profesi dunia akhirat. Namun tidak semua guru
demikian. Ada pula yang tetap melaksanakan kewajibannya dan mengajar penuh dengan sifat ikhlas dan kasih
sayang.