Anda di halaman 1dari 7

PENGAMATAN BINTANG MENGGUNAKAN SOFTWARE STELLARIUM DALAM

MENENTUKAN MAGNITUDO DAN JARAK BINTANG


PADA RASI BINTANG LEO

1
A. Firman Muhidin, 2D. Nopilawati, 3A. Ahmad Fauzy
1,2,3
Program Studi Pendidikan Fisika
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
1
Email : aafirmanm@gmail.com
2
Email : dewinopilawati29@gmail.com
3
Email : alfianahmadfauzy@gmail.com

Abstrak
Bintang adalah salah satu benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri.
Pengamatan pada bintang tidak sebatas dapat dilakukan dengan menggunakan
teropong/teleskop saja, kini pengamatan bintang pun dapat dilakukan dengan menggunakan
sebuah software yang bernama Stellarium. Dengan software Stellarium, pengamat dapat
melihat bintang dalam bentuk simulasi lengkap dengan data bintang tersebut seperti nilai
magnitudo mutlak, magnitudo semu, dan jarak bintang tersebut dari pengamat. Disini akan
diuraikan hasil eksperimen pengamatan bintang yaitu dalam menyelidiki magnitudo atau
tingkat keterangan dan jarak dengan lima objek bintang yaitu bintang Regulus, Algieba,
Zosma, Chertan, dan Denebola.

Kata kunci : Stellarium, Magnitudo, Regulus, Algieba, Zosma, Chertan, dan Denebola

PENDAHULUAN
Sejak dahulu, ruang angkasa pertanyaan-pertanyaan tersebut, manusia
menyimpan berbagai misteri yang pun berhipotesa dan melakukan berbagai
menstimulus manusia untuk penelitian. Salah satu yang menarik
menyelidikinya. Rasa ingin tahu tersebut perhatian untuk diteliti adalah benda langit
menimbulkan beberapa pertanyaan seperti yang bergemerlapan pada malam hari yaitu
bagaimana asal-usul alam semesta, apa bintang. Manusia melakukan beberapa
saja yang terdapat di langit, apakah ada penyelidikan untuk mengetahui, mengapa
kehidupan lain di langit, dan lain bintang tersebut memancarkan cahaya, dan
sebagainya. Untuk dapat menjawab berapa jarak bintang tersebut dari bumi.
Dengan dibantu oleh beberapa alat seperti Bintang yang terdekat dengan bumi
teropong, manusia pun secara perlahan adalah matahari. Matahari adalah salah
dapat menguak misteri dari bintang satu bintang, diantara 200 milyar bintang
tersebut. lain yang bergerak dalam satu sistem yang
Seiring dengan perkembangan disebut Galaksi Bimasakti. Menurut
zaman, teknologi pun semakin catatan George O. Abell, terdapat 39
berkembang. Pengamatan bintang pun kini bintang yang terdekat dengan matahari
dapat dilakukan hanya dengan kita. Misalnya, Proxima Century berjarak
menggunakan sebuah aplikasi simulasi 1,31 pc atau 1,31 x 206,265 AU
mengenai keadaan langit yaitu Stellarium. (Astronomical Unit). Satu AU adalah jarak
Stellarium adalah sebuah Planetarium antara matahari ke bumi sama dengan
(wahana simulasi langit) open source 149,6 juta km.
gratis untuk komputer anda. Software ini Dilihat dari bumi, bintang-bintang di
dapat memperlihatkan langit secara langit tampak berkelompok dan terdiri dari
realistik dalam bentuk 3D, seperti belasan, puluhan sampai ratusan bintang.
layaknya ketika anda melihatnya dengan Kelompok-kelompok bintang tersebut
mata telanjang, binocular atau dengan dinamakan Rasi Bintang. Pengelompokkan
sebuah teleskop. di dalam rasi bintang hanya didasarkan
pada letak kelompok tersebut dilihat dari
TUJUAN bumi. (Harmoni, 1992 : 30)
Eksperimen ini bertujuan untuk Bintang tercipta di dalam awan
menentukan posisi suatu objek benda langi molekul, dimana molekul tersebut adalah
berupa bintang, mengetahui jarak bintang, sebuah daerah medium antarbintang yang
dan menentukan tingkatan terangnya suatu luas dengan kerapatan yang tinggi
bintang. (walaupun masih kurang rapat jika
dibandingkan dengan sebuah vacuum
DASAR TEORI chamber yang ada di Bumi). Pembentukan
Bintang adalah benda langit yang bintang dimulai dengan ketidakstabilan
pada suatu tahap riwayatnya mampu gravitasi di dalam awan molekul yang
memancarkan cahaya sendiri akibat dapat memiliki massa ribuan kali matahari.
berlangsungnya reaksi inti di dalam Fotometri Bintang menjelaskan
tubuhnya. Bintang merupakan benda langit keadaan fisis bintang dimana melalui
yang memancarkan cahaya. (Admiranto, metode ini dapat ditelaah baik dari
2009 : 1) spektrumnya maupun dari kuat cahayanya.
Magnitudo adalah satuan untuk dengan 1001/5 = 2,512 kali lebih lemah atau
terang suatu bintang dalam astronomi yang lebih terang. Persamaannya yaitu :
dinyatakan dalam M. Magnitudo terbagi mM =5+5 logd (1)
menjadi dua, yaitu magnitudo semu dan
(Admiranto, 2009:7)
magnitudo mutlak.
Magnitudo mutlak, magnitudo
Magnitudo semu atau Magnitudo
absolut atau magnitudo intrinsik (M)
tampak (m) dari suatu bintang adalah
adalah magnitudo semu (atau magnitudo
pengukuran dari kecerahan atau
tampak) m, yang akan dimiliki suatu benda
kecemerlangan yang tampak; yaitu
apabila benda tersebut berada pada jarak
banyaknya cahaya yang diterima dari
10 parsec atau 32,6 tahun cahaya dari
bintang tersebut Istilah magnitudo sebagai
bumi. (Wikipedia, 2016)
skala kecerahan bintang muncul lebih dari
Skala magnitudo berbanding terbalik
2000 tahun yang lampau.
dengan kecemerlangan bintang, artinya
Hipparchus, seorang astronom
makin terang suatu bintang makin kecil
Yunani, membagi bintang-bintang yang
skala magnitudonya. bintang yang paling
dapat dilihat dengan mata telanjang ke
terang diberikan magnitudo 1 dan yang
dalam 6 kelas kecerlangan. Ia membuat
cahayanya paling lemah yang masih dapat
sebuah katalog yang berisi daftar lebih dari
dilihat oleh mata diberi magnitudo 6.
1000 bintang dan mengurutkan
Jarak bintang-bintang yang dekat
berdasarkan magnitudo-nya dari satu
dengan matahari dapat ditentukan dengan
hingga enam, dari yang paling cerlang
menggunakan paralaks trigonometri:
hingga yang paling redup. (Wikipedia,
2016)
Terang sebuah bintang yang kita
lihat ditentukan oleh fluks energinya.
Bintang yang paling terang diberi
magnitudo satu, yang kurang terang diberi
magnitudo dua, dan seterusnya. Pogson
membuat skala magnitudo bintang ini Gambar 1 Visualisasi Paralaks untuk menentukan
jarak bintang
menjadi lebih kuantitatif. Perbedaan
dengan
magnitudo sebesar 5 sesuai dengan
do=jarak bumi-matahari= 1 AU
perbedaan kecerlangan 100 kali. Sehingga,
d*= jarak matahari-bintang
perbedaan satu magnitudo akan sama
p= paralaks bintang
Dengan melihat segitiga yang dibentuk dan bebas (free) digunakan oleh siapa pun
bumi-matahari-bintang didapatkan untuk berbagai tujuan. Tidak hanya untuk
do pengguna Linux, perangkat lunak ini juga
tan p= (2)
d bisa dijalankan di Windows dan Mac OS.

Dari penurunan persamaan tersebut


kemudian akan didapatkan bahwa : METODE PENELITIAN

206265 Penelitian ini menggunakan software


p (3)
d stellarium. Dalam penelitian ini peneliti
akan mengidentifikasi bintang terlihat di
Apabila kemudian paralaks dinyatakan
malam hari. Adapun hal yang perlu
dalam detik busur dan jarak dinyatakan
diperhatikan sebelum melakukan
dalam parsek (pc) maka dapat diperoleh :
pengambilan data adalah setting terlebih
1
p dahulu stellarium dengan cara menon-
do (4)
aktifkan tanah dan atmosfernya. Kemudian
(Gunawan, 2005 : 6) ubah lokasi pada stellarium sesuai lokasi
Untuk mengukur magnitudo, jarak, yang diinginkan, misalnya di Cileunyi.
dan kecepatan bintang di gunakan aplikasi Penelitian ini dilakukan pada lima buah
stelarium. Stellarium adalah sebuah bintang yang berbeda tapi dalam satu rasi
Planetarium (wahana simulasi langit) open Leo yaitu Regulus, Algieba, Zosma,
source gratis untuk komputer anda. Chertan, dan Denebola.
Software ini dapat memperlihatkan langit Dari software stellarium kami
secara realistik dalam bentuk 3D, seperti mengambil data magnitude, magnitudo
layaknya ketika anda melihatnya dengan mutlak, jarak dan paralaks yang sudah
mata telanjang, binocular atau dengan tertera pada setiap bintangnya. Keempat
sebuah teleskop. data tersebut kami gunakan untuk
Stellarium dikembangkan oleh menghitung magnitudo semu dan
programmer Prancis bernama Fabien magnitudo mutlak yang kemudian akan
Chereau. Dia meluncurkan projek ini pada kami bandingkan. Nilai magnitudo semu
musim panas 2001. Stellarium ini dan magnitudo mutlak ini didapatkan
dikembangkan di bawah lisensi GNU dengan meggunakan rumus yang berkaitan
General Public License. Hal ini membuat dengan magnitude.
perangkat lunak ini memiliki kode sumber
(source code) yang terbuka. (open source)
HASIL DAN PEMBAHASAN dengan aturan pogson. Dimana 1 pc = 3.26
Untuk menentukan magnitudo ly. Maka dari itu, data yang akan didapat
mutlak, diperlukan data magnitudo semu dari software Stellarium adalah magnitudo
dan jarak bintang. Sementara untuk semu (ms), magnitudo mutlak (Ms),
menentukan magnitudo semu, diperlukan paralaks (ps), dan jarak (ds). Setelah jarak
data magnitudo mutlak dan jarak bintang. dikonversi menjadi dalam satuan parsec
Pada stellarium, data jarak bintang yang dengan menggunakan persamaan 1, maka
tersedia adalah dalam bentuk light year dapat dihitung nilai magnitudo semu,
(tahun cahaya), namun untuk menentukan magnitudo mutlak dan jarak yang hasil
magnitude, jarak yang diperlukan harus perhitungannya ditunjukkan pada tabel
dalam bentuk parsec (pc) agar sesuai dibawah ini :

Nama
No ms Ms Ps (pc) ds(ly) ds (pc) dp mp Mp
Objek
1 Regulus 1,35 -0,53 0,04209 77,49 23,7586125 77,49109052 1,349105371 -0,529105371
125,6
2 Algieba 2,2 -0,73 0,02596 38,52080123 125,6394453 2,198476559 -0,728476559
4
3 Zosma 2,55 1,31 0,05652 57,71 17,69285209 57,70700637 2,548989234 1,311010766
177,6
4 Chertan 3,3 -0,38 0,01836 54,46623094 177,6470588 3,300636616 -0,380636616
5
Denebol
5 2,1 1,88 0,09016 36,18 11,09139308 36,17568767 2,104930485 1,875069515
a
Tabel 1 Data Hasil Pengamatan & Perhitungan

Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa hasil yang didapat dari perhitungan setelah
terdapat kesesuaian antara data hasil dibulatkan juga menunjukkan nilai yang
perhitungan dengan data yang di dapat dari sama yaitu sebesar -0,53 , -0,73 , 1,31 ,
software Stellarium. Untuk nilai -0,38 , dan 1,88. Telah kita ketahui
magnitudo semu, data hasil perhitungan sebelumnya, bahwa semakin kecil nilai
untuk bintang Regulus, Algieba, Zosma, magnitudonya semakin terang bintang
Chertan, dan Denebola secara berurutan tersebut. Dari data-data hasil perhitungan
setelah nilai nya dibulatkan menjadi 2 kita ketahui bahwa urutan tingkat
angka di belakang koma sama dengan nilai keterangan bintang dari yang terang ke
yang ditunjukkan oleh Stellarium yaitu kurang terang adalah Algieba, Regulus,
sebesar 1,35 , 2,2 , 2,55 , 3,3 dan 2,1. Chertan, Zosma, dan Denebola. Hal ini
Sementara itu untuk nilai magnitudo pun dibuktikan dengan gambar yang di
mutlak nya, secara berurutan dari Regulus, dapat dari Stellarium di bawah ini :
Algieba, Zosma, Chertan, dan Denebola
Gambar 2 Rasi Bintang Leo pada Stellarium

Sedangkan itu untuk jarak bintang dalam bintang yang tergabung pada rasi bintang
satuan light year, hasil perhitungan dengan leo dari yang terjauh ke terdekat adalah
hasil pengamatan pada Stellarium Chertan, Algieba, Regulus, Zosma, dan
menunjukkan angka yang sama yaitu Denebola. Hal ini bisa diketahui dengan
untuk bintang Regulus, Algieba, Zosma, membandingkan hasil perolehan jarak
Chertan, dan Denebola secara berurutan yang tercantum pada stellarium.
adalah 77,49, 125,64, 57,71, 177,65, dan Sedangkan untuk mengetahui tingkat
36,18 ly. Dari data tersebut, urutan bintang keterangan suatu bintang (magnitudo),
terjauh ke terdekat adalah Chertan, digunakan persamaan pogson sehingga
Algieba, Regulus, Zosma, dan Denebola. diketahui urutan bintang dari yang terang
ke kurang terang adalah Algieba, Regulus,
KESIMPULAN Chertan, Zosma, dan Denebola.
Berdasarkan pada hasil pengamatan
dan perhitungan, urutan jarak bintang-
REFERENSI https://id.wikipedia.org/wiki/Magnitudo_semu
Admiranto, Gunawan. 2009. Menjelajah
Bintang Galaksi dan Alam Semesta.
Yogyakarta : Kanisus.
Gunawan, Hans. 2005. Modul Persiapan
Menuju Olimpiade Nasional Bidang :
Astronomi. Jakarta : SMAK 1 BPK
Penabur
Harmoni, Ati. 1992. Pengantar Ilmu
Alamiah Dasar (IAD). Depok :
Penerbit Gunadarma.
Malik, Adam. 2017. Ilmu Pengetahuan
Bumi Antariksa. Bandung : UIN
Sunan Gunung Djati Bandung.

https://id.wikipedia.org/wiki/Magnitudo_mutlak