Anda di halaman 1dari 6

AUDITORS RESPONSIBILITIES AND REPORTS

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Auditing

OLEH:

GAYATRI PERWITASARI
NIM 166020310111017

PROGRAM PASCA SARJANA


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016
TANGGUNG JAWAB AUDITOR DAN LAPORAN AUDIT

A. Tanggung Jawab Auditor Untuk Kelangsungan Usaha


Seorang auditor mempunyai tanggung jawab untuk menetapkan, jika
laporan auditor mempunyai keraguan yang besar mengenai apakah klien yag
diaudit dapat melanjutkan usahanya di tahun berikutnya. Evaluasi auditor
dilakukan berdasarkan bukti yang telah diperoleh saat melakukan audit dan
mempertimbangkan laporan keuangan entitas pada tanggal neraca.

B. Hal-Hal yang Mendasari Audit Laporan Keuangan


1. Hubungan Antara Akuntansi dan Audit
Metode akuntansi terdiri atas mengidentifikasi peristiwa dan transaksi
yang dapat mempengaruhi entitas.Setelah diidentifikasi, hal tersebut
selanjutnya akan dihitung, dicatat, diklasfikasikan, dan diringkas di dalam
dokumen akuntansi. Sebagai tambahan, manajemen seharusnya membentuk
sebuah sistem pengendalian internal untuk memperbaiki keandalan
pelaporan keuangan. Hasil dari proses ini adalah menyiapkan dan
mendistribusikan laporan keuangan yang sesuai dengan GAAP. Tujuan
terakhir dari akuntansi adalah memberitahukan data keuangan yang sesuai
kenyataan dan andal yang akan memberikan manfaat dalam membuat
keputusan.
Tipe dari audit laporan keuangan terdiri atas prosedur penilaian resiko
untuk memahami entitas bisnis dan industri, termasuk sistem pengendalian
internal. Informasi ini membantu auditor dalam mengembangkan sudut
pandang sehubungan dengan resiko yang salah dalam memerikan
pernyataan. Dengan pengetahuan ini, auditor merencanakn prosedur audit
untuk memperoleh bukti yang dapat menimbulkan resiko. Auditor
menggunakan pandangan pengetahuan ini untuk melihat apakah resiko ini
ada dan sesuai fakta. Pada akhirnya, tujuan kualitas audit yang baik adalah
untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa laporan keuangan
menyajikan posisi keuangan entitas yang wajar, hasil dari operasi, dan arus
kas yang sesuai dengan GAAP. Daripada membuat informasi yang baru,
tujuan utama dari auditing adalah untuk menambah kredibilitas laporan
keuangan yang telah disiapkan oleh manajemen. Audit memberikan
pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan dengan integritas
yang tinggi yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.

2. Dapat Diverifikasi, Keputusan yang Profesional, dan Penyajian yang


Wajar
Audit dilakukan berdasarkan asumsi bahwa laporan keuangan dapat
diverifikasi. Data dapat diverifikasi ketika dua atau lebih individu yang
memenuhi syarat bekerja secara independent, untuk mendapatkan
kesimpulan dari pemeriksaan data. Data yang dapat diverifikasi adalah data
yang berhubungan dengan adanya bukti dimana bukti dapat disahkan dari
informasi yang ada. Dalam beberapa peristiwa, data dapat dipertimbangkan
untuk diverifikasi hanya jika pemeriksa dapat menjawab semua keraguan
dalam data yang ada.
Ketidaksamaan dalam akuntansi mempengaruhi ketidaksamaan
kemampuan untuk mengesahkan penyajian laporan keuangan. Akuntansi
dan audit membutuhkan penerapan dari keputusan profesional yang
signifikan. Karena itu, auditor hanya mencari dasar yang layak untuk
menyatakan pendapat dalam kewajaran laporan keuangan. Dalam
melakukan pemeriksaan, auditor memperoleh bukti mengenai kewajaran
dan kepercayaan dalam perlakuan akuntansi seperti transaksi, neraca, dan
penyingkapan laporan keuangan.
Selain itu, auditor harus mempertimbangkan biaya dan manfaat ketika
melakukan audit. Karena itu, sebuah audit hanya di desain untuk mencari
kesalahan dalam laporan keuangan yang material atau signifikan terhadap
pengguna laporan keuangan. Auditor mungkin tidak mencoba memverikasi
hal yang kecil atau tidak material dimana hal tersebut tidak signifikan
terhadap pengguna laporan keuangan. Jika bermacam-macam akun,
termasuk di dalamnya akun piutang usaha itu kecil/ tidak material, maka
tidak dapat dihitung seberapa berpengaruhnya terhadap pengguna laporan
keuangan, dan auditor akan menghabiskan sedikit waktu dan usahanua
untuk memverifikasi akun tersebut. Bagaimanapun juga, yang dilakukan
auditor hanyalah menghitung hal-hal yang bersifat material atau signifikan
terhadap pengguna laporan keuangan. Konsep dari penyajian wajar dalam
tanggung jawab material menyiratkan bahwa keterlibatan auditor hanya
untuk kelayakan, bukan ketepatan.

3. Hubungan Auditor Independen


a. Manajemen
Selama audit dilakukan, terjadi interaksi antara auditor dan
manajemen. Untuk mendapatkan bukti yang diperlukan dalam audit,
auditor membutuhkan data rahasia dari entitas. Di dalam manajemen,
tidak ada yang mencoba untuk menyembunyikan bukti. Ini penting sekali
untuk mempunyai hubungan yang berlandaskan kepercayaan bersama,
rasa hormat, dan saling berterus terang. Walaupun dengan kepercayaan
bersama dan rasa hormat, auditor sebaiknya menuntut manajemen yang
mungkin ditandai sebagai professional skepticism. Ini berarti, auditor
menghargai kebutuhan dalam mengevaluasi kondisi dan bukti yang
diperoleh selama audit. Auditor sebaiknya tidak boleh tidak percaya pada
tuntutan manajemen atau tidak mudah menerima mereka tanpa adanya
bukti pokok.

b. Auditor Internal
Seorang auditor independen biasanya memiliki hubungan dekat
dengan auditor internal entitas. Auditor independen memiliki ketertarikan
langsung dalam pekerjaan auditor yang menyinggung sistem
pengendalian internal entitas. Hal ini juga diperbolehkan bagi auditor
internal menyediakan bantuan langsung kepada auditor independen
dalam menunjukkan audit laporan keuangan.

c. Stakeholder
Pemangku kepentingan menyerahkan audit laporan keuangan untuk
assurance bahwa manajemen dapat dipecat sebagai tanggung jawab dari
pekerjaannya. Selama perjanjian, auditor tidak menyukai berhubungan
langsung dengan stakeholder yang bukan bertindak sebagai pegawai
entitas, pegawai kunci, atau pimpinan.

C. Jasa Assurance
CPA menyediakan asuransi/ jaminan pada laporan keuangan. Saat ini,
bisnis yang ada semakin kompleks dan membutuhkan informasi yang dapat
dipercaya, sehingga CPA berusaha lebih baik dalam menyediakan laporan
keuangan serta memberikan konsultasi pada bidang bisnis dan perpajakan.
Jasa assurance adalah jasa profesional yang independen yang dapat
memperbaiki kualitas informasi dalam pengambilan keputusan. Individu yang
bertanggung jawab dalam membuat keputusan mencari jasa assurance untuk
membantu memperbaiki keandalan dan kebersinambungan informasi yang
digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Jasa assurance ini dilakukan
oleh CPA atau profesi profesional lainnya.

D. Jasa Atestasi
Jasa atestasi adalah jenis jasa dikeluarkan oleh CPA mengenai laporan
yang andal. Terdapat tiga kategori dalam jasa atestasi yaitu:
1. Audit Historis Laporan Keuangan
Auditor mengeluarkan laporan yang menjelaskan mengenai opini
apakah laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum atau tidak.
2. Review Historis Laporan Keuangan
Jasa review atestasi ini mematok biaya yang lebih murah untuk
laporan keuangan dan bukti yang diperlukan cukup sedikit dalam
mendukung laporan keuangan.
3. Jasa Atestasi Lainnya
Layanan ini merupakan lanjutan dari historis laporan audit, karena
pengguna laporan keuangan membutuhkan jaminan independen mengenai
jenis-jenis informasi.

E. Jasa Assurance Lainnya


1. Jasa Assurance Pada Teknologi Informasi
Dengan banyaknya informasi dan transaksi secara online diperlukan
assurance terhadap kontrol komputer yang menunjang keamanan informasi.
a. Webtrust Services
Webtrus services merupakan jasa atestasi yang merupakan
representasi dari laporan CPA terhadap asersi manajemen mengenai
pengungkapan atas praktek perdagangan elektronik.
b. SysTrust Service
SysTrust merupakan jasa atestasi yang merupakan representasi dari
laporan CPA terhadap asersi manajemen mengenai pengungkapan atas
praktek perdagangan elektronik.

F. Jasa Assurance Pada Jenis Informasi Lainnya


1. CPA Performance Review
CPA membantu manajemen untuk mengidentifikasi dan mengukur
faktor kesuksesan.
2. CPA Elder Care Services
CPA menyedeiakan jaminan kepada anggota keluarga dalam mencapai
tujuan dan memenuhi kebutuhan para orang lanjut usia.
3. CPA Risk Advisory Services
CPA membantu klien dalam mengidentifikasi dan memanage resiko
dengan baik.

G. Jasa Non Assurance CPA


CPA juga menyediakan jasa yang lain yang termasuk dalam lingkup jasa
assurance umum.

DAFTAR PUSTAKA

Alvin A. Arens, Randal J. Elder and Mark S. Beasley, (2005), Auditing and
Assurance Services: An Integrated Approach, Tenth Edition, Pearson
Prentice Hall, Singapore

William C. Boynton and Walter G. Kell, (), Modern Auditing, Eight Edition, John
Willey & Sons, Inc., Singapore