Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji dan syukur kami haturkan panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan
rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Terimakasih juga kepada Bapak Dwi selaku dosen dan juga kepada teman-teman yang telah
memberikan dukungan, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun dengan tujuan memberikan pemahaman tentang uji homogenitad 2
kelompok dengan distribusi F.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan
kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat
membangun demi kelengkapan makalah ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jakarta, 18 Mei 2017

Tim Penulis
LATAR BELAKANG

Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova, yaitu uji untuk melihat
bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel
terikatnya. Atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik/signifikan atau tidak
baik/non signifikan.
Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi/peramalan, sebaliknya jika
non/tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan.
Uji F dapat dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel, jika F hitung > dari F
tabel, (Ho di tolak Ha diterima) maka model signifikan atau bisa dilihat dalam kolom
signifikansi pada Anova (Olahan dengan SPSS, Gunakan Uji Regresi dengan Metode
Enter/Full Model ). Model signifikan selama kolom signifikansi (%) < Alpha (kesiapan
berbuat salah tipe 1, yang menentukan peneliti sendiri, ilmu sosial biasanya paling besar alpha
10%, atau 5% atau 1%). Dan sebaliknya jika F hitung < F tabel, maka model tidak signifikan,
hal ini juga ditandai nilai kolom signifikansi (%) akan lebih besar dari alpha.
Pernggunaan Uji F akan dijelaskan lebih lanjut dalam makalah ini selanjutnya.
Rumusan Masalah
- Apa yang yang dimaksud dengan uji homogenitas 2 kelompok distribusi F?
- Bagaimana cara menggunakan tabel distribusi F?
- Bagaimana contoh kasus uji homogenitas 2 kelompok distribusi F?

Tujuan
- Untuk mengetahui apa yang dimaksud denga uji homogenitas 2 kelompok distribusi F
- Untuk mengetahui cara menggunakan tabel distribusi F
- Untuk mengetahui cara menggunakan rumus uji homogenitas 2 kelompok distribusi F
pada suatu kasus
UJI HOMOGENITAS
Pengujian Homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya
variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas variansi
(variance) sangat diperlukan sebelum kita membandingkan dua kelompok
atau lebih, agar perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh adanya
perbedaan data dasar (ketidak homogenan kelompok yang dibandingkan).
Ada beberapa rumus yang digunakan untuk uji homogenitas variansi
diantaranya: uji F, uji Harley, uji Cohran,uji Levene, dan uji Bartlett.

UJI F (digunakan untuk menguji dua homogenitas varians dari dua kelompok data)

Langkah-langkah menghitung uji homogenitas :


1. Mencari Varians/Standar deviasi Variabel X danY, dengan rumus :

2. Mencari F hitung dengan dari varians X danY, dengan rumus:

Catatan

Pembilang: S besar artinya Variance dari kelompok dengan variance terbesar (lebih
banyak)
Penyebut: S kecil artinya Variance dari kelompok dengan variance terkecil (lebih
sedikit)
Jika variance sama pada kedua kelompok, maka bebas tentukan pembilang dan
penyebut.

3. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tabel distribusi F, dengan:

Untuk varians terbesar adalah dk pembilang n-1


Untuk varians terkecil adalah dk penyebut n-1

Jika Fhitung < Ftabel, berarti homogen


Jika Fhitung > Ftabel, berarti tidak homogen

Tabel Distribusi F

Tabel distribusi F digunakan untuk membantu pengujian hipotesis. Tabel distribusi F


merupakan tabel bantuan jika menggunakan statistik uji F.

Salah satu bentuk struktur tabel F yang tersedia adalah sebagai berikut:

Judul tabel biasanya memuat keterangan mengenai nilai probabilita dari tabel F yang

disajikan. Dalam contoh diatas, probabilitanya adalah 0,05.

Taraf/tingkat signifikansi tersebut yang merupakan probabilita dalam tabel

Ini ketetapan tingkat/taraf signifikansi pengujian kita (biasanya disimbolkan dengan (alpha).
Misalnya 1 %, 5 %, 10 % dan seterusnya.

Judul masing-masing kolom mulai dari kolom kedua (angka yang dicetak tebal) dari tabel

tersebut adalah derajat bebas/degree of freedom (df) untuk pembilang, atau dikenal dengan

df1. Juga sering disimbolkan dalam tabel F dengan simbol N1 seperti tabel diatas.

Selanjutnya, judul masing-masing baris adalah derajat bebas/degree of freedom (df) untuk
penyebut, atau dikenal dengan df2. Juga sering disimbolkan dalam tabel F dengan simbol N2

seperti tabel diatas.

Cara menentukan df1 (N1) dan df2 (N2) tersebut rumusnya:

df1 = k -1

df2 = n k

Dimana k adalah jumlah variabel (bebas + terikat) dan n adalah jumlah observasi/sampel

pembentuk regresi.

Misalnya kita punya persamaan regresi dengan dua variabel bebas dan satu variabel terikat.

Jumlah sampel pembentuk regresi tersebut sebanyak 10. Maka df1= k-1 = 3 1 = 2

sedangkan df2 = n k = 10 3 = 7

Jika pengujian dilakukan pada = 5%, maka nilai F tabelnya adalah 4,74. Lihat pada N1=2

dan N2= 7 pada tabel diatas.

Sebagai catatan, juga terdapat format tampilan tabel F seperti gambar dibawah ini. Pada

prinsipnya sama, yang membedakan adalah, probabilitanya di letakkan dalam satu kolom

setelah N2. Dengan demikian jika kita ingin mencari nilai F tabel misalnya dengan df1=2,

df2 = 2 dan = 5%, maka lihat pada N1= 2, N2 =2 pada baris 0.05
Berikut ini adalah tabel distribusi F dengan probabilitanya 0,05

Contoh Kasus

Data tentang hubungan antara Penguasaan kosakata(X) dan kemampuan membaca (Y)

X Y X2 Y2 XY
75 68 5625 4624 5100
78 72 6084 5184 5616
38 63 1444 3969 2394
94 74 8836 5476 6956
83 68 6889 4624 5644
91 81 8281 6561 7371
87 72 7569 5184 6264
91 74 8281 5476 6734
38 58 1444 3364 2204
68 58 4624 3364 3944
743 688 59077 47826 52227 Jumlah

Kemudian dilakukan penghitungan, dengan rumus yang ada :


Kemudian dicari F hitung :

Dari penghitungan diatas diperoleh Fhitung 2.81 dan dari grafik daftar distribusi F dengan dk
pembilang = 10-1 = 9. Dk penyebut = 10-1 = 9. Dan = 0.05 dan Ftabel = 3.18.
Tampak bahwa Fhitung < Ftabel. Hal ini berarti data variabel X dan Y homogen.

KESIMPULAN

Pengujian Homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya


variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas variansi
(variance) sangat diperlukan sebelum kita membandingkan dua kelompok
atau lebih, agar perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh adanya
perbedaan data dasar (ketidak homogenan kelompok yang dibandingkan).

Rumus dari uji homogenitas 2 kelompok distribusi F :

1. Mencari Varians/Standar deviasi Variabel X danY, dengan rumus :

2. Mencari F hitung dengan dari varians X danY, dengan rumus:

Catatan

Pembilang: S besar artinya Variance dari kelompok dengan variance terbesar (lebih
banyak)
Penyebut: S kecil artinya Variance dari kelompok dengan variance terkecil (lebih
sedikit)
Jika variance sama pada kedua kelompok, maka bebas tentukan pembilang dan
penyebut.

3. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tabel distribusi F, dengan:

Untuk varians terbesar adalah dk pembilang n-1

Untuk varians terkecil adalah dk penyebut n-1

Jika Fhitung < Ftabel, berarti homogen


Jika Fhitung > Ftabel, berarti tidak homogen
DAFTAR PUSTAKA