Anda di halaman 1dari 7

Rangkuman Bab 1

Jessica Felisa Nilam – XI.IPA.2

I. Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha di Indonesia


A. Jalur Perdagangan
Agama Hindu-Buddha disebarkan oleh para pedagang India dan Cina yang
melewati wilayah Indonesia, karena pada saat itu Indonesia terletak di tengah-
tengah jalur hubungan dagang antara Cina dan Romawi yang juga melalui India.
Selain penyebaran agama, terjadi pula hubungan dagang antara kerajaan-kerajaan
di Indonesia dan Cina beserta India.

B. Jalur Penyiaran
Penyebaran agama Buddha di Indonesia terjadi lebih awal daripada agama Hindu,
yaitu melalui misi penyiar agama yang disebut Dharmadhuta. Sedangkan agama
Hindu disebarkan melalui pebyiaran para pedagang India, baik dari India ke
Indonesia ataupun sebaliknya. Namun terdapat empat teori tentang penyiaran ini,
yaitu:
a) Teori Sudra – penyebaran dilakukan oleh orang-orang buangan
b) Teori Waisya – penyebaran dilakukan oleh kasta Waisya yang
merupakan pedagang-pedagang yang datang dan menetap, ataupun menikah
di Indonesia.
c) Teori Ksatria – para ksatria yang kalah di bidang politik
melarikan diri ke Indonesia, lalu menetap dan mendirikan kerajaan-kerajaan
Hindu di Indonesia.
d) Teori Brahmana* – para brahmana datang ke Indonesia untuk
memenuhi undangan para kepala suku untuk mengajarkan agama Hindu di
sana.

*Teori Brahmana dianggap benar karena hanya golongan brahmana yang berhak
dan mampu menyiarkan agama Hindu, dan hanya kaum brahmana-lah ang
menguasai penggunaan kitab suci, upacara kegunaan, dan juga bahasa yang
digunakan.

Keterangan Tabel:
1.
Pramodhawardani menyerahkan tahtanya untuk berkuasa atas Kerajaan Syailendra
kepada saudaranya, Balaputra Dewa. Untuk mencapai ambisinya, Rakai Pikatan
mendesak Pramodhawardani, istrinya, untuk menarik tahtanya kembali, sehingga
meletuslah perang saudara, dan akhirnya Balaputra Dewa kalah dan melarikan diri
ke Kerajaan Sriwijaya, tempat asal ibunya.

2.
Jabatan yang dipakai di Dinasti Sanjaya bagi pejabat tertinggi di bawah raja.

3.
Kerajan Medang Kamulan merupakan pusat pemerintahan Dinasti Sanjaya yang
dipindahkan dari Jawa tengah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok. Ia memerintah di
kerajaan itu dan menguasai hampir seluruh Jawa Timur.

4.
Raja Airlangga memiliki seorang putri yang terlahir dari permaisurinya, namun ia
menyerahkan tahtanya untuk menjadi seorang pertapa. Raja Airlangga juga
memiliki dua orang putra dari selirnya yang bernama Jayawarsa dan Jayengrana.
Untuk menghindari perang saudara, Kerajaan Medang Kamulan dibagi menjadi dua
yaitu Kerajaan Kediri (Jayawarsa) dan Kerajaan Jenggala (Jayengrana). Kerajaan
Kediri mencapai kemajuan lebih pesat daripada Kerajaan Jenggala.

5.
Perang saurada antara Kerajaan Kediri dan kerajaan Jenggala yang menginspirasi
kitab Bhatarayuda. Dan pada masa pemerintahan Jayabaya, Kediri dan Jenggala
berhasil dipersatukan kembali.

6.
Anusapati diundang oleh Tohjaya untuk menyabung ayam di kediamannya.
Tohjaya mencabut keris Mpu Gandring milik Anusapati dan membunuhnya ketika
sedang asyik menyabung ayam.
7.
Kertanegara melaksanakan politik dalam dan luar negeri. Ia mengangkat putra
Jayakatwang dari Kerajaan Kediri juga Raden Wijaya menjadi menantunya. Raja
Kertanegara membangun dan memperkuat angkatan perang untuk menciptakan
keamanan dan ketertiban di dalam negeri, sekaligus mewujudkan persatuan
Nusantara. Dalam politik luar negeri yang ia lakukan, Raja Kertanegara
melaksanakan Ekspedisi Palamalayu untuk menguasai kerajaan Melayu dan
melemahkan Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.
Kertanegara membuat Garis Pahang-Tanjung Pura untuk menguasai lalu-lintas
pelayaran perdagangan di laut Cina Selatan, membuat pertahanan terdepan dalam
menghadapi serangan Cina-Mongol, dan untuk mengepung wilayah kekuasaan
Sriwijaya. Selain itu, ia menjalin persekutuan dengan Kerajaan Campa melalui
pernikahan adiknya, Tapasi, dengan Raja Campa.
Pasukan Cina-Mongol (suruhan Kubilai-Khan) mengincar Raja Kertanegara dan
berhasil menerobos pertahanan Singosari. Namun ketika mereka tiba, Raja
Kertanegara sudah meninggal karena diserang Jayakatwang dari Kediri.

8.
Pada masa pemerintahan Raja Anak Wungsu, sudah terdapat kelompok-kelompok
pekerja dalam masyarakat, yaitu:
*
Pandai besi emas dan tembaga.
*
Tukang kayu, batu, bangunan rumah, dan lain sebagainya.
*
Golongan pedagang dan saudagar. (Wiragama dan wiragami)

9.
Prabu Surawisesa meminta bantuan kepada Portugis di Malaka untuk melawan
Demak, tapi sia-sia karena pelabuhan Sunda Kelapa milik Pajajaran sudah dikuasai
Demak yang dipimpin oleh Fatahilah.

10.
Ketika Kertanegara diserang dan akhirnya wafat, Raden Wijaya berhasil melarikan
diri dan meminta perlindungan dari Bupati Arya Wiraraja. Atas bantuannya, Raden
Wijaya diterima dan diampuni oleh Jayakatwang serta diberikan sebidang tanah
yang dibangun oleh Raden Wijaya menjadi perkampungan untuk menyiapkan
rencana pembalasan dendamnya terhadap Kediri.
Ketika pasukan Cina-Mongol datang mencari Kertanegara, Raden Wijaya
memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Jayakatwang. Raden wijaya berhasil
menipu pasukan Cina-Mongol untuk bergabung dan membantu Raden Wijaya dalam
menaklukkan Kediri. Mereka menyerang Jayakatwang dan menghancurkan Kejaraan
Kediri.
Saat merayakan kemenangan mereka dengan mabuk-mabukan, Raden Wijaya
menyerang Pasuka Cina itu danmembuat mereka kalang kabut. Banyak yang
terbunuh, dan yang lainnya melarikan diri.
Sebidang tanah milik Raden Wijaya merupakan permulaan Majapahit. Ia diangkat
menjadi Raja dengan gelar Kertajasa Jayawardhana.

11.
Sumpah Palapa (Tan Amukti Palapa) menyatakan bahwa Gajah Mada tidak akan
hidup mewah atau makan enak sebelum Nusantara berhasil disatukan di bawah
panji Kerajaan Majapahit. Sejak saat pengangkatannya, ia menjadi pejabat
pemerintahan tertinggi sesudah raja dan memiliki wewenang untuk menetapkan
politik pemerintahan Majapahit.

12.
Hayam Wuruk ingin meminang putri Pajajaran, Dyah Pitaloka, dan lamaran itu
diterima oleh Raja Sri Baduga. Ketika mereka sedang beristirahat di Lapangan
Bubat dekat pintu gerbang Majapahit, terjadi perselisihan paham antara Gajah Mada
dan pimpinan laskar Pajajaran. Gajah Mada ingin menjadikan Putri Pajajaran
sebagai selir, bukan permaisuri Raja agar mereka mau mengakui kedaulatan
Majapahit. Pajajaran tidak menerima keadaan ini dan menganggapnya sebagai
perendahan derajat. Akhirnya pecah pertempuran yang membunuh Sri Baduga
beserta putri dan seluruh pengikutnya di Lapangan Bubat.

13.
Putri Hayam Wuruk, Kusuma Wardhani menikah dengan Wikrama Wardhani.
Anak selir Hayam Wuruk, Wirabhumi, diberikan kekuasaan di ujung timur Pulau
Jawa. Setelah Kusumawardhani wafat, Wikrama Wardhana ingin menjadi bhiksu.
Kekosongan pemerintahan Majapahit dimanfaatkan Wiirabhumi untuk merebut
kekuasaan Majapahit, lalu timbul Perang Paregreg. Wirabhumi dapat dikalahkan,
namun Kerajaan Majapahit semakin lemah. Banyak daerah-daerah yang
melepaskan diri.

II. Teori Masuknya Agama Islam di Indonesia


A. Sumber Tokoh
a) Marco Polo
b) Mohammad Ghor
c) Ibn Batuta
d) Diego Logez de Sequeira
e) Sir Richard Winsted

B. Sumber Berita
a) Berita Arab
b) Berita Eropa
c) Berita India
d) Berita China
e) Penemuan makan dan berkas-berkas.

C. Saluran penyaran Agama Islam


a) Perdagangan: Arab, Persia dan India.
b) Perkawinan yang terjadi seiring dengan perdagangan
c) Politik: pengaruh raja yang terislamisasi terhadap rakyatnya.
d) Pendidikan: mendirikan pondok-pondok pesantren.
e) Kesenian: dakwah keagamaan setelah pertunjukan seni.
f) Tasawuf: orang sakti yang ikut menyebarkan agama.
Keterangan tabel:
1.
Berkembangnya Kerajaan Samudera Pasai didukung oleh hasil bumi seperti lada, juga
karena bandar-bandar di Samudera Pasai dijadikan penghubung (bandar transito)
antara pedagang islam yang datang dari arah barat dan timur.
2.
Sultan Malik al-Saleh merupakansekutu Syekh ismail dari Dinasti Mamaluk yang ingin
menguasai pasaran lada dari Samudera Pasai. Setelah berhasil menguasai Samudera
Pasai, Sultan Malik al-Saleh diangkat menjadi raja Samudera Pasai.
3.
Pada masa kejayaannya, Kerajaan Malaka merupakan pusat perdagangan di Asia
Tenggara. Perkembangannya yang pesat disebabkan oleh letaknya yang strategis.
4.
Faktor-faktor penyebab kemunduran Kerajaan Aceh:
a. Tidak ada raja yang cukup cakap dalam
menjalankan pemerintahan
b. Timbul pertikaian terus-menerus antara bangsawan
dan golongan utama, terutama karena perbedaan aliran agama.
c. Banyak wilayah yang melepaskan diri.
5.
Kemunduran bermula dari perebutan kekuasaan antara Sekar Sedan ing Lapen dan
Sunan Prawoto. Sunan Prawoto berhasil membunuh ing Lepen. Putranya, Arya
penangsang balas dendam dengan membunuh Sunan Prawoto dan Pangeran Hadiri
(adik Sunan Prawoto), karena dianggap sebagai penghalang Arya untuk menjadi Sultan
Demak. Arya penangsang akhirnya berhasil dibunuh oleh Jaka Tingkir, yang kemudian
naik tahta dan memindahkan pusat pemerintahan dari Demak ke Pajang.
6.
Karena Perjanjian Giyanti (dibagi menjadi dua) dan Perjanjian Salatiga (dibagi
menjadi kerajaan-kerajaan kecil), wilayah Kerajaan Mataram yang luas menjadi kecil
dan lemah.
7.
Kerajaan Ternate merupakan pemimpin Uli Lima (Ternate, Obi, Bacan, Seram,
Ambon), sedangkan Kerajaan Tidore memimpin Uli Siwa (Pulau-pulau Makayan,
Jahilolo/Halmahera, pulau-pulau di daerah itu sampai Irian Barat.).
Ketika Portugis datang, mereka membantu Ternate. Kerajaan Tidore dibantu oleh
Spanyol. Maka terjadilah perselisihan diantara mereka, sampai Paus turun tangan dan
menentukan garis batas wilayah melalui Perjanjian Saragosa. Spanyol kalah dan
beranjak ke Filipina, sedangkan Portugis tetap di Maluku.