Anda di halaman 1dari 2

Nama : Melinda Handayani

NIM : 500820759

DISKUSI 3

Berdasarkan contoh perhitungan tentang masalah biaya transportasi


(transportation cost) pada inisiasi ini, terlihat bahwa jumlah kapasitas atau sediaan
cocacola yang dihasilkan ketiga pabrik, dengan jumlah permintaan di pasar, adalah
sama, yaitu sama-sama 215.000.000 botol.

Pada kenyataannya, bahwa tidak pernah terjadi atau sangat jarang terjadi
kesamaan jumlah sediaan dengan jumlah permintaan. Justeru yang terjadi dalam
terapan adalah perbedaan antara keduanya. Oleh karena itu, jika dengan menggunakan
contoh soal perhitungan transportation cost tersebut, apabila permintaan cocacola di
Sulawesi meningkat menjadi 61.000.000 botol, sehingga total permintaan menjadi
235.000.000 botol, sedangkan kapasitas pabrik tidak berubah, bagaimanakah kita
dapat meminimumkan biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Buktikan dengan
perhitungan.

Selanjutnya, jika, jumlah kapasitas pabrik meningkat, misalnya menjadi


97.000.000 botol dan total kapasitas ketiga pabrik menjadi 235.000.000 botol dan
jumlah permintaan di tiga wilayah pemasaran, tidak berubah, bagaimana pula cara
kita untuk meminimumkan biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Buktikan
dengan perhitungan.

1. Bila permintaan cocacola di Sulawesi meningkat menjadi 61.000.000 botol,


sehingga total permintaan menjadi 235.000.000 botol, sedangkan kapasitas pabrik
tidak berubah, bagaimanakah kita dapat meminimumkan biaya perjalanan barang dari
kasus tersebut. Buktikan dengan perhitungan.

Penyelesaian dengan metode MODI (Modified Distribution)


Dari / Ke Papua (A) Riau (B) Sulawesi (C) Kapasitas
Pabrik
Bandung (W) 9 7 3 73.000.000

54.000.000 19.000.000
Semarang (H) 20 13 20 75.000.000

52.000.000 23.000.000
Bali (P) 10 22 11 87.000.000

49.000.000 38.000.000
Kebutuhan 54.000.000 120.000.000 61.000.000 235.000.000
Gudang
Permintaan cocacola di Sulawesi meningkat sebesar 38.000.000 total menjadi
61.000.000. Biaya transformasi:
W-A = 54.000.000 x 9 = 486.000.000

W-B = 19.000.000 x 7 = 133.000.000

H-B = 52.000.000 x 13 = 676.000.000

H-C = 23.000.000 x 20 = 460.000.000

P-B = 49.000.000 x 22 = 1.078.000.000

P-C = 38.000.000 x 11 = 418.000.000

3.305.000.000

2. Jika jumlah kapasitas pabrik meningkat, misalnya menjadi 97.000.000 botol dan
total kapasitas ketiga pabrik menjadi 235.000.000 botol dan jumlah permintaan di tiga
wilayah pemasaran, tidak berubah, bagaimana pula cara kita untuk meminimumkan
biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Buktikan dengan perhitungan.
Dari / Ke Papua (A) Riau (B) Sulawesi (C) Kapasitas
Pabrik
Bandung (W) 9 7 3 151.000.000

54.000.000 97.000.000
Semarang (H) 20 13 20 34.000.000

11.000.000 23.000.000
Bali (P) 10 22 11 50.000.000

12.000.000 38.000.000
Kebutuhan 54.000.000 120.000.000 61.000.000
235.000.000
Gudang
Jumlah Kapasitas Pabrik di Bandung meningkat sebesar 97.000.000 total menjadi
151.000.000. Biaya transformasi:

W-A = 54.000.000 x 9 = 486.000.000

W-B = 97.000.000 x 7 = 679.000.000

H-B = 11.000.000 x 13 = 143.000.000

H-C = 23.000.000 x 20 = 460.000.000

P-B = 12.000.000 x 22 = 264.000.000

P-C = 38.000.000 x 11 = 418.000.000

2.450.000.000