Anda di halaman 1dari 11

Referat Formation Retikularis

Hari / tanggal : Senin, 21 Agustus 2017.


Pembimbing : dr. Benny A. Wirjomartani, Sp.BS(K)
dr. Roland Sidabutar, Sp.BS, M.Kes
dr. Bilzardy Ferry, Sp.BS, M.Kes
Penyaji : dr. Arif Pebrianto
Sumber : Fitzgeralds, Clinical Neuroanatomy dan Neuroscience

FORMATIO RETIKULARIS

Susunan Formatio Retikularis

Istilah formation retikularis merujuk kepada jaringan poli sinap yang ada pada batang
otak, walaupun jaringan tersebut naik ketas menuju thalamus dan turun kebawah menuju
jaringan propriospinal dari medulla spinalis

Gambaran dasarnya ada pada Gambar 24.1. pada garis tengah median reticular formation
meliputi raphe nuclei yang merupakan sumber utama penghasil serotonin di sepanjang neuroaxis

Selanjutnya terdapat paramedian reticular formation. Bagian ini merupakan jaringan yang
terdiri dari magnocelular neuron. Diantara bagian bawah pons dan atas dari medulla oblongata
tersebar beberapa gigantocellular neuron, sebelim bagian tersebut bergabung dengan central
formation reticular yang ada di medulla oblongata

Pada bagian terluar terdapat parvocellular formation reticularis. Parvocelular memiliki


dendrite yang panjang dan bercabang secara berkala. Parvocelular didominasi oleh serat yang
melintang, jalur yang dilalui memiliki jalan yang panjang menuju thalamus. Pada dasarnya
jaringan lateral ini disusun oleh neuron aferen, diantaranya :

1. Nervus olfactorius menuju hypothalamus


2. Nervus optic dari kolikulus superior
3. Jaras pendengaran dari nervus okivarius

1
4. Nervus vestibular dari medial nucleus vestibular
5. Somatosensorik : dari spinoretikular dan nucleus N. trigeminal

Seluruh parvocelular axon tumbuh secara extensive dibawah dendrite dari paramedian
formation reticular. Namun, kadang bersinap dengan nucleus nervus cranial dan bertindak
sebagai pembentuk pola.

Paramedian formation retikularis didominasi oleh system eferen. Axonny relative


panjang. Beberapa naik keatas bersinap drngan formation reticularis uyang ada di midbrain atau
di thalamus. Yang lain ada serat yang naik dan ada yang turun berkontribusi untuk jaringan poli
sinap. Magnocelular komponen mendapat suplai kortiko reticular dari kortex premotor dan
diteruskan menu pons dan traktus retikulospinal.

Neuron aminergik pada batang otak

Pada formasio reticularis tertanam neuron aminergic, merupakan neuron yang


mensintesis neurotransmitter dari asam amino aromatic dan membaginya menjadi beberapa sifat
seluler. Neurotransmitter yang diproduksi diantaranya Serotonin, katekolamin (dopamine,
noreepinefrin, epinefrin) dan histamine.

Neuron serotonergic memiliki teritori distribusi terluas pada system saraf pusat.

2
Dopaminergic neuron pada mesensefalon dibagi menjadi 2 kelompok. Pada
junction diantara tegmentum dan cruss terdapat substanti nigra. Pada bagian
medial dari nucleus ventral tegmentum.
Noreadrenergic neuron ( nore epinefrin) hanya dibagian marginal dan tidak
sebanyak serotonergik. Sekitar 90% dikumpulkan pada locus ceruleus,
merupakan violet spot pada dasar ventrikel ke 4 dan aap dari pons (gambar 24.4)
Epinefrin secretorik neuron relative jarang, lokasina membatasi antara rostral dan
caudal dari medulla oblongata. Bagian atas menuju hypothalamus dan bagian
bawah bersinaps dengan neuron preganglionic simpatis pada medulla spinalis.

Pada kortek cerebri, ionic dan efek elektrik dari aktifitas neuron aminegic cukup
bervariasi. Pertama, lebih dari 1 macam reseptor post-sinap yang dilalui setiap neurotransmitter.
Kedua beberapa neuron aminergic juga membebaskan substansi yang mampu memodulasi
aktivitas dari tranmiter. Biasanya dengan memperpanjang aktivitas transmitter. Ketiga, kortikal
neuron yang lebih luas memilikiratusan stimulant dan inhibitor synap dari sirkuit neuron dan
memilik reseptor dan berbeda. Aktivitas dari satu macam reseptor aminergic memiliki efek yang
besar atau kecil tergantung pada stimulant yang ada.

3
ANATOMI FUNGSIONAL

Gambaran Umum

Pola aktivitas yang melibatkan nervus kranialis yaitu konjugasi gerakan mata yang diatur
oleh area premotor di mesensefalon dan pons. Pola gerakan menguyah yang diatur oleh nucleus
premotor supratrigeminal yang ada dipons. Menelan muntah, batuk, menguap dikontrol oleh
nodus premotor yag tersebar dimedulla yang berhubungan dengan nervus cranialis dan pusat
pernafasan.

4
Nucleus salivatory termasuk parvoceluler formatioretikularis yang ada pada pons dan
medulla. Mereka berkontribusi pada serat preganglion parasimpatis nervus fasialis dan nervus
glossofaringeus.

Kontrol Pernafasan

Siklus respirasi dikontrol oleh nervus ventral dan dorsal yang terletak dibagian teratas
medulla oblongata. Nucleus dorsal respirasi berfungsi pada saat inspirasi dan nucleus ventral
mengatur ekspirasi

5
Gambar 24.9 Kontrol Respirasi

Kontrol Kardiovaskular

Kardiak Output dan resistensi perifer diatur oleh system saraf dan endokrin. Sinyal aferen
naik, melalui tekanan darah yang meningkat melalui reseptor regangan, dikenal dengan
baroresptor, jalannya menuju bagian medial dari nucleus soliter kemudian membentuk
baroreseptor. Cardiac output dan resistensi perifer juga diatur oleh eferen simpatik dan
parasimpatik.

6
Gambar 24.10. Kontrol kardiovaskular

Arousal System (Caudal Midbrain and Rostral Pons)

Terbagi menjadi 2 jalur:

1. Neuron kolinergik ( dari pedunculopontin dan tegmentum laterodorsal) menginervasi


thalamus (nucleus relay dan nucleus reticular) berfungsi untuk menghambat neuron
thalamic GABAergic
2. Neuron monoaminergik, berada didekat locus ceruleus, dorsal dan median dari nucleus
raphe (serotonergik), parabrachial nucleus (glutamatergic), periaquaductal grey matter
(PAG: dopaminergic) dan nucleus tuberomamilary (histaminergic). Neuron pada setiap
sisinya mengirimkan axon menuju basal dari forebrain dan menuju kortex cerebri.

7
Peptidergic (orexin) and glutamatergic neuron pada lateral hypothalamus dan
GABAergic neuron berada dibasal dari forebrain juga akan diproyeksikan menuju korteks
cerebri.

Sistem induksi-tidur (hypothalamus)

Neuron nucleus preoptic ventrolateral (memproduksi GABA da galanin yang merupakan


neuropeptida inhibitor) menginervasi keseluruhan komponen dari system araousal, merupakan
system utama yang aktif ketika tidur. Neuron nucleus preoptik median juga merupakan
GABAergic dan dipercaya merespon sinyal homeostatic dan untuk mengaktifkan neuron
preoptic ventrolateral. Neuron dari formasio reticular caudolateral pontin juga merupakan
GABAergic, dan proyeksi naiknya memiliki pengaruh sleep-promoting.

Tombol flip-flop antara bangun sadar dan tidur

Selama tidur neuron GABAergic dari system induksi tidur (preoptic ventrolateral dan
nucleus preoptic median) secara aktif di hambat, melalui input GABAergic, neuron
monoaminergic dan kolinergik dari araousal system. Dan kebalikannya terjadi ketika system
araousal menghambat sirkuit induksi tidur untuk menjaga status kesadaran.

Pusat tidur REM and non REM (Pons)

Neuron pada bagian atas pons ( area subceroulus dan nucleus sublaterodorsal) menyebar
dan menyusun pusat tidur REM. Perbedaan subgroup dari neuron ini mengirimkan proyeksi
aferen menuju hypothalamus dan nucleus pada basal forebrain. Dan proyeksi desending menuju
batang otak. Pusat tidur REM normalnya dibawah Inhibisi GABAergic dari interneuron terdekat
(rostral, di PAG ventrolateral dan tegmentum pontin lateral). Pusat tidur no-REM menerima
input dari beberapa read an membantu meregulasi tidur REM. Input dari hypothalamus (orexin
neuron) dan pons (locus ceruleus dan dorsal raphae nuclei) menghambat fase tidur REM. Ketika
penghambat masuk dari hipotalamus (neuron GABAergic dari nucleus Preoptic ventrolateral,
kolinergik lateraodorsal dan nucleus tegmental peduculopontin membantu masuknya fase tidur
REM.

8
Asending Araousal Sistem

Bagian utama dari system ini adalah locus ceruleus (noreadrenergic) dorsal and median
raphe nuclei (serotonergic), pedunculopontine and laterodorsal tegmental nuclei (cholinergic),
dan nucleus tuberomamilary (histaminergic). Neuron dari hypothalamus (orexin), basal forebrain
juga memberikan kontribusi pada araousal. Araousal dikendalikan oleh grup neuron yang
berbeda melalui efek yang diberikan pada thalamus dan kortex cerebri, sebagaimana siklus
tidur.

Sistem Sensorik

Transmisi sensorik dari neuron primer mke neuron sekunder aferen (pada level dorsal
grey horn dan dorsal nucleus kolumn), sekunder menuju neuron tersier (at the level thalamus).
Merupakan subjek dari gerbang senorik. Terminasi dari gerbang menunjukan derajat yang bebas
dari transmisi sinap astu set neuron ke neuron berikutnya. Transmisi sensorik taktil, gerbangnya
terdapat pada levelnucleus columna dorsalis. Proyeksi neuron kortikospinal dari gyrus post
central. Mungkin menghambat ataupun menstimulasi transmisi sensorik pada level ini. Transmisi
nosiseptive berasal dari trunkus dan limbs, gerbangnya berada kornu posterior medulla spinalis.

Segmen Anti nosiseptif

Aferen dari reseptor mekanik yang luas berasal dari sinap folikel rambut yang nantinya
akan menjadi jaras spinothalamic. Mereka juga memberkan kolateral sebagai inhibitor (
terutama GABA) sel gelatinosa, yang bersinap pada relay spinothalamic.

9
Gambar 24.11 Jalur Antinosiseptive

Supraspinal antinosiseptif

Dari nucleus raphe magnus di medulla oblongata, serat sphe spinal turun bilateral
bersama tractus lissauer dan berakhir pada substansia gelatinosa pada level medulla spinalis.
Bukti dari proyeksi nore adrenegik pada kornu posterior dari pons dan medulla juga melibatkan
antinosisepsi supraspinal, yang memberikan efek hambatan pada neuron spinothalamic:

1. kontrol inhibitor Difus noxius


2. induksi-stimulus analgetik
3. induksi-tekanan analgesia

10
11