Anda di halaman 1dari 2

Pertolongan Pertama saat Melihat Si Kecil Kejang Demam

alodokter.com /pertolongan-pertama-saat-melihat-si-kecil-kejang-demam

5/2/2016

Saat mengalami demam tinggi, Si Kecil dapat mengalami kejang-kejang. Hal ini mungkin terlihat
menyeramkan bagimu. Namun pada kebanyakan kasus, kejang demam tidaklah berbahaya.

Kejang demam dapat menimpa anak yang berusia antara 6 bulan sampai 5 tahun. Anak di bawah usia 6 bulan,
jarang mengalaminya. Biasanya, Si Kecil dapat mengalami kejang demam ketika suhu tubuhnya lebih dari 39
derajat Celcius.

Biasanya, kejang-kejang dapat terjadi apabila Si Kecil mengalami demam yang disebabkan oleh infeksi virus seperti
flu dan roseola. Demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri jarang menimbulkan kejang-kejang.

Jika Si Kecil baru menjalani imunisasi, risiko dia mengalami kejang demam juga bisa meningkat. Terutama
imunisasi untuk tetanus dan pertusis, difteria, campak, gondong dan campak Jerman. Usai mendapat suntikan
kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut, Si Kecil bisa mengalami demam yang dapat menyebabkan kejang.

Si Kecil dapat mengalami kejang-kejang yang sifatnya ringan hingga parah. Berikut ciri-ciri yang menandakan
kemungkinan Si Kecil mengalami kejang akibat demam:

Kejang berlangsung kurang dari 15 menit.


Mengalami 1 kali kejang dalam kurun waktu 24 jam.
Kejang terjadi pada seluruh tubuh.

1/2
Sudah pernah mengalami kejang saat demam.
Si Kecil tidak memiliki kelainan sistem saraf.
Hilang kesadaran.
Si kecil terlihat menggetarkan kedua lengan dan kakinya.
Bola matanya berputar.
Kadang disertai henti napas selama beberapa detik.
Kejang dapat dibarengi muntah, mengompol, atau berdefekasi.
Kulitnya terlihat sedikit gelap dari biasanya.

Jangan panik saat melihat Si Kecil yang secara mendadak mengalami kejang-kejang. Segera lakukan pertolongan
pertama untuk menghindari Si Kecil mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Ini beberapa hal yang bisa kamu
lakukan:

Letakkan dia di tempat yang datar, di mana dia tidak akan terjatuh ke lantai.
Jauhkan dia dari benda-benda tajam.
Kendurkan pakaiannya.
Jangan menahan gerakannya.
Jangan memasukkan apa pun ke mulutnya, seperti memberikan minum atau obat-obatan.
Catat berapa lama dia mengalami kejang.
Merekam kejadian tersebut agar dokter tahu seperti apa kejang yang dialaminya.

Biasanya, kejang demam berlangsung selama satu hingga tiga menit. Setelah itu, dia mungkin akan mengalami
kelelahan dan terlelap.

Kejang demam kebanyakan tidak berbahaya dan tidak menjadi tanda-tanda Si Kecil mengalami kondisi serius
seperti epilepsi, kerusakan otak, gangguan kemampuan belajar, atau gangguan mental. Namun, meski jarang
terjadi, demam bisa jadi pertanda bahwa Si Kecil mengalami kondisi serius, termasuk meningitis.

Jika Si kecil sering mengalami kejang saat demam, dokter mungkin akan menyarankan untuk memberikan obat
untuk menurunkan risiko itu terjadi kembali. Namun, mengingat kejang demam tidak berbahaya, sebenarnya
pemberian obat-obatan (yang bisa menimbulkan efek samping) tidak begitu diperlukan.

Kamu disarankan untuk membawanya ke dokter jika Si Kecil mengalami kejang demam lebih dari 10 menit atau
kejang yang disertai muntah, sesak napas, lehernya terasa kaku, dan terlihat sangat mengantuk usai
mengalaminya.

2/2