Anda di halaman 1dari 2

pengobatan cacing kremi pada anak

alodokter.com /komunitas/topic/pengobatan-cacing-kremi-pada-anak

4/27/2016

Kembali ke komunitas
Buat Pertanyaan
Samantha Chan

Anggota

Apr 27, 2016 at 02:59 PM

Pagi Dok Mohon Dijawab..anak saya perempuan 1 tahun 8 bulan berat badan 9.8kg
terkena cacing kremi. Pada saat malam sblm tdr gatal2 dan vagina memerah. Anak saya
sudah diberi combantrin 5ml (125mg). Hari ke 1&2 setelah diberi combantrin masih kelihatan gatal lalu hari
ke 3&4 kelihatan tdk gatal , namun hari ke 5 kelihatan gatal lg. Yg ingin saya tanyakan : 1. Apakah wajar
masih ada gatal setelah mnm combantrin atau obatnya krg ngefek? 2.Apakah cukup mnm combantrin bila
cacing kremi sudah mengiritasi vagina? 3.Apakah perlu dilakukan pengulangan pemberian obat combantrin
5ml (125mg) setelah 2 minggu sejak pemberian pertama kali? Ditunggu jawaban dokter. Terimakasih

Tim Alodokter

Dokter

Apr 28, 2016 at 12:27 PM

Halo, Samantha. Terima kasih atas pertanyaanya. Gatal setelah minum obat combantrin
tidak menandakan bahwa obat tersebut kurang efek. Kemungkinan gatal muncul kembali
karena ada infeksi berulang oleh cacing kremi (reinfeksi) sehingga rantai penularan harus diputuskan. Bia
cacing kremi sudah mengiritasi vagina cukup hanya diberikan obat combantrin karena obat combantrin yang
mengandung pirantel pamoat dapat melumpuhkan cacing. Sehingga diharapkan setelah cacing sudah mati,
iritasi pada vagina dapat sembuh. Combantrin sebaiknya tidak diberikan lagi karena ditakutkan efek samping
yang dapat timbul. Alternatifnya dapat diberikan obat cacing jenis lain seperti mebendazol atau albendazole
yang harus dibeli dengan resep dokter dan dalam pengawasan dokter. Infeksi cacing kremi atau enterobiasis
biasanya memberikan gejala berupa gatal dan ruam pada area dubur (pruritus ani) dan area vagina (pruritus
vulvae) yang menyebabkan Anak anda menjadi tidak tenang saat tidur. Obat combantrin yang mengandung
prirantel pamoat efek melumpuhkan cacing lalu dibuang bersama tinja. Umumnya, gejala akan menghilang
setelah minum obat ini. Namun bila gejala masih ada, kemungkinan disebabkan oleh infeksi ulang dari
cacing kremi atau reinfeksi sehingga sumber penularan harus diatasi. Cacing betina dapat mengeluarkan
telur yang menempel pada sprei, pakaian atau bagian dalam kuku hingga beberapa minggu
kemudian menetas dan menginfeksi kulit kembali. Selain infeksi ulang oleh cacing kremi, beberapa
kemungkinan lain yang dapat menyebabkan gatal, antara lain:

akibat gigitan kutu seperti kudis (skabies)


akibat gigitan serangga, nyamuk
infeksi oleh bakteri atau jamur
alergi terhadap bahan yang menyentuh kulit
dan lainnya

1/2
Sebaiknya periksakan Anak anda ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan penanganan
yang tepat. Dokter akan memastikan apakah penyebab gatal pada Anak anda disebabkan oleh infeksi cacing
kremi atau bukan dengan menanyakan riwayat keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik. Berikut tips yang
dapat Anda lakukan untuk megatasi sumber penularan cacing kremi:

mencuci sprei secara teratur, terutama yang dipakai bersama dengan air panas dan menjemurnya di
bawah sinar matahari
menjaga kuku tetap pendek dan hindari menggaruk kulit sekitar anus
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
menghindari bertukar pakaian dan handuk

Sekian, semoga bermanfaat dr Jesslyn

Kembali ke komunitas

2/2