Anda di halaman 1dari 3

Apa Yang Membedakan Penyakit Hepatitis A, B dan C ?

gejalapenyakit.org /2015/07/apa-yang-membedakan-penyakit-hepatitis-a-b-dan-c.html

Pengertian

Secara defenisi hepatitis atau hepatitides adalah penyakit peradangan yang terjadi pada organ hati. Adanya
peradangan tersebut disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh seseorang melalui berbagaimacam faktor
diantaranya pola hidup yang tidak sehat.

Tak ada yang membedakan jika dilihat dari sisi pengertian untuk ketiga jenis hepatitis tersebut, sama-sama
menyerang organ hati. Hanya saja, jenis virus yang menyerangnya berbeda. Hepatitis A, B dan C disebabkan
adanya virus jenis hepatitis HAV (Hepatitides A Virus ), HBV (Hepatitides B Virus) dan HCV (Hepatitides C Virus).

Gejala Penyakit

Seseorang yang sudah terinfeksi virus ini hingga proses masa inkubasi terjadi, tak banyak yang menyadari bahwa
penyakit tersebut sudah berada pada dirinya, walaupun sudah tampak gejala yang muncul.

Dilihat dari gejala awal yang muncul mirip sekali dengan penyakit pada umumnya. Seperti mengalami rasa mual,
perut nyeri, kelelahan, hilangnya rasa nafsu makan, dan gejala lainnya yang timbul. Kebanyakan mereka
menganggap itu hanya gejala penyakit kelelahan biasa, terkena diare, sakit maag, dan lainnya.

Memang inilah yang menjadi kendala kita untuk mengenali jenis penyakit ini dari sedini mungkin, dikarenakan
gejalanya menyerupai penyakit pada umumnya. Adapun gejala umumnya antara lain tanpa melihat jenisnya antara
lain :

1. Kelelahan tanpa melakukan aktivitas berlebih


2. Merasakan tidak enak badan seperti rasa mual, meriang, diare, sakit diperut terutama bagian kanan yang
dianggap maag (perut kembung) dan sakit kepala
3. Berat badan akan perlahan turun
4. Merasakan nyeri atau pegal-pegal pada otot

Dari beberapa gejala hepatitis di atas yang muncul, wajar saja kebanyakan penderita umumnya tak menyangka itu
adalah yang cukup berbahaya Dalam kondisi tersebut seseorang sudah dikatakan terkena "hepatitis akut" yang
dapat berlangsung dalam hitung minggu hingga beberapa bulan saja. Jika tidak tertangani dengan serius dapat
mengakibatkan "hepatitis kronis" dan berlanjut ke gejala yang lebih serius.

Untuk membedakan gejala penyakit yang lebih spesifik dari Hepatitis A, B dan C sebagai berikut :

Hepatitis A - Umumnya untuk gejala awal, pada masa inkubasi berlangsung dan setelahnya terlihat sama
seperti gejala di atas dan dapat berlangsung dalam hitungan minggu dan beberapa bulan. Beberapa gejala
yang terjadi selanjutnya ditandai dengan sakit perut pada bagian kanan, warna urine menguning, mata
bagian putih menguning dan perubahan warna faces. Seiring dengan pola hidup yang sehat, berangsur-
angsur gejala yang timbul dapat hilang dengan sendirinya hingga antibodi membentuk kekebalan terhadap
hepatitis A hingga dikatakan dapat sembuh dengan sendirinya.

Hepatitis B - Gejala akut yang muncul sama dengan gejala pada umumnya dan hepatitis A. Resiko
penyebaran virus ini cukup cepat dalam waktu 6 bulan pertama setelah terinfeksi. Jika tidak ditangani dalam
kondisi akut, penyakit ini akan menjadi hepatitis menahun (kronis) yang berkemungkinan kecil untuk sembuh
1/3
hingga berujung terjadinya sirosis pada hati atau kanker hati.

Hepatitis C - Pada kondisi akut gejala yang muncul mirip dengan hepatitis A dan B. Hingga pada tahapan
kronis akan menunjukan ciri-ciri pembengkakan hati yang akan mengalami rasa sakit pada perut bagian
kanan, penurunan berat badan secara drastis, sulit berkosentrasi, hingga mengalami pembengkakan pada
perut dan kaki serta kondisi kronis lainnya yang ditimbulkan. Hal yang serupa apa yang terjadi pada kondisi
kronis hepatitis B, Hepatitis C juga akan berujung terjadinya kanker hati atau mengalami sirosis hati.

Sangat minim pengetahuan kita jika melihat gejala nya untuk mengetahui hepatitis jenis apa yang diderita dengan
memperhatikan tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh. Untuk menghindari resiko terburuk, uji laboratorium akan
sangat memberikan hasil jauh lebih akurat. Sehingga penanganannya pun akan tepat dan cepat sesuai dengan
jenis virus yang menginfeksi tubuh.

Penularan

Pada umumnya penyakit yang disebabkan oleh virus akan cepat sekali menular. Manusia adalah salah satu wadah
yang baik bagi si virus. Salah satunya, virus dari jenis hepatitis. Di Indonesia, hepatitis dapat dikatakan penyakit
yang berbahaya dikarenakan Indonesia menempati posisi ke tiga peringkat dunia penderita hepatitis setelah China
dan India.

Untuk mengantisipasi agar kita tidak mengidap penyakit ini, kenali penularan virus hepatitis ini dengan
memperhatikan hal-hal berikut :

Hepatitis A - Penyebarannya melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi virus ini dikarenakan
menjalani hidup yang tidak bersih. Penyebaran lainnya dapat ditemukan pada tinja penderita hepatitis A.
Kuncinya adalah hidup bersih.
Hepatitis B - Ada beberapa faktor yang menjadi penyabab seseorang menderita hepatitis C diantaranya
bersentuhan dengan darah yang sudah terinfeksi, melalui cairan yang ditularkan dari berhubungan layaknya
pasangan menikah, penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi, digunakan untuk akupuntur, tatto,
penggunaan obat - obatan terlarang jenis suntik, menggunakan alat kebersihan pribadi secara bersama-
sama seperti penggunaan pisau cukur, sikat gigi, penjepit kuku dan ibu yang menularkan kepada anaknya
melalui proses persalinan.
Hepatitis C - Penyebarannya sama dengan hepatitis B dan 80% diantaranya akibat adanya transfusi darah
dengan penderita.

Cara Mendiagnosa

Untuk mendiagnoasa apakah seseorang sudah terinfeksi virus hepatitis melihat dari gejala yang muncul pada fase
awal sangatlah sulit dikarenakan gejala yang mirip dengan penyakit pada umumnya. Jika gejala tak berangsur
membaik dalam waktu beberapa hari, sebaiknya melakukan uji laboratorium sebagai sampelnya menggunakan
darah.

Dengan begitu hasil yang didapat pasti akurat sekaligus akan mengetahui jenis virus hepatitis pad a diri seseorang
tersebut. Sehingga langkah pengobatan memiliki kemungkinan besar sembuh total dari penyakit ini. Jika sudah
terinfeksi perlu juga melakukan tes antibodi dan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengetahui
perkembangan penyebaran virus dan seberapa kuat daya tahan tubuh penderita.

Seberapa Parah

Jika melihat dari jenis virus yang menginfeksi Hepatitis A dapat sembuh total dalam waktu 1-2 bulan setelah
2/3
menunjukan gejala akut dengan melakukan pola hidup sehat dan menjalani pengobatan atau dapat hilang dengan
sendirinya seiring dengan daya tahan tubuh meningkat dan tidak memiliki resiko terjadinya sirosis hati atau kanker
hati.

Lain halnya dengan hepatitis B dan C, terbilang memiliki resiko yang cukup tinggi terjadinya sirosis hati atau kanker
hati. Terlambat saja menangani dalam waktu beberapa bulan akan menjadi penyakit yang kronis sulit terobati
hingga menjadi penyakit menahun.

Kemudian dari jenis hepatitis C, 10-20% penderitanya akan mengakibatkan sirosis hati. 5% diantaranya berakibat
terjadinya kanker hati sedangkan 85% yang sudah terinfeksi akan menjadi penyakit hepatitis kronis.

Virus dari jenis hepatitis C tergolong dalam salah satu virus berbahaya dikarenakan virus ini memiliki angka mutasi
yang cukup tinggi dan memiliki berbagai jenis varian genetik yang hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat
mencegah infeksi virus hepatitis C.

Penanganan dan pengobatan

Untuk melakukan penanganan dan pengobatan yang tepat, perlu adanya terlebih dahulu dilakukan tes darah di
laboratorium untuk memastikan virus hepatitis jenis apa yang menginfeksi.

Penanganan yang dilakukan seperti hepatitis A cukup dengan istirahatkan hati tanpa mengkonsumsi obat-obatan
yang tidak dianjurkan dokter, pola hidup sehat, minum obat anti mual dan istirahat yang cukup.

Pastinya untuk mendapatkan pengobatan yang akurat harus berkonsultasi dengan dokter/ahli dibidangnya
termasuk menggunakan obat alami/tradisional sekalipun.

3/3