Anda di halaman 1dari 2

Hepatitis C Tersembunyi dan Berbahaya

dw.com /id/hepatitis-c-tersembunyi-dan-berbahaya/a-17008161

Maria dan Heinrich menderita Hepatitis C. Mereka punya pengalaman buruk akibat penyakit yang mereka derita.
Bukan karena sakitnya saja, melainkan karena penolakan orang lain yang takut tertular, misalnya lewat jabatan
tangan, atau lewat ludah. Tetapi orang tidak semudah itu tertular virus Hepatitis C, walaupun bagi jenis Hepatitis ini
belum ada vaksin, seperti halnya bagi Hepatitis A dan B.

Virus Datang Lewat Darah

Berbeda dengan organ lainnya, hati punya kemampuan untuk lebih mudah sembuh jika kesehatannya terganggu.
Namun demikian infeksi kronis tidak menghilang begitu saja tanpa bekas. Kasus terburuk adalah sirosis hati, di
mana sel hati rusak dan organ yang penting itu tidak bisa melaksanakan tugasnya lagi. Racun di tubuh tidak bisa
diurai lagi. Sebaliknya, racun akan terbawa darah dan tersebar ke seluruh tubuh. Bahan makanan juga tidak bisa
diolah dengan baik. Akhirnya organ itu rusak sepenuhnya, dan hanya bisa diperbaiki dengan transplantasi.

Virus yang bisa mematikan ini ditularkan lewat luka terbuka yang berdarah dari orang ke orang, atau juga lewat
transfusi darah. Virus Hepatitis C baru mulai dikenal 1988. "Sebelumnya, ketika orang belum bisa menguji darah
dan simpanan darah atas kemungkinan infeksi virus Hepatitis C, transfusi darah menjadi jalan penularan paling
penting," demikian dijelaskan Jan Leidel, ketua komisi vaksinasi (STIKO) di Berlin.

1/2
5 Virus Paling Berbahaya

Dengue
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue. Ada beberapa jenis nyamuk yang
menularkan virus tersebut. Demam dengue dapat membahayakan nyawa penderita. Antara lain lewat
pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan tekanan darah rendah. Dua milyar orang tinggal di kawasan
yang terancam oleh demam dengue, termasuk di Indonesia.

Hepatitis C adalah penyakit yang harus dilaporkan. Dokter yang merawat pasien harus melapor kepada badan
kesehatan, jika dugaan timbul, juga jika pasien memang menderita Hepatitis C, dan jika pasien meninggal. "Juga
laboratorium yang mengadakan penyelidikan darah, harus melapor jika infeksi Hepatitis C ditemukan, kalau pasien
belum tercatat."

Gejala Jelas Tidak Ada

Tahun 2010 organisasi kesehatan dunia, WHO sudah menetapkan Hepatitis C sebagai "masalah kesehatan yang
harus diperhatikan di dunia," dan menempatkannya sejajar dengan HIV, Tuberkulose dan Malaria. Menurut
perkiraan, di seluruh dunia sekitar 150 juta orang menderita Hepatitis C, sekitar 400.000 dan 500.000 di antaranya
hidup di Jerman.

Mereka yang tertular sering mengeluh lelah dan tidak bertenaga. Kadang juga karena sakit di sendi-sendi. Jadi
gejala-gejalanya tidak spesifik dan bisa diakibatkan bermacam penyakit. Tidak ada peringatan yang jelas, dan
pasien tidak kesakitan, karena organ hati rusak tanpa menyebabkan rasa sakit. Sehingga banyak orang kaget jika
mendengar diagnosa itu, karena Hepatitis C biasanya ditemukan kebetulan. Misalnya pada Maria. Ia tertular lewat
parasit yang berada di lambung dan usus dua belas jari.

Di samping transfusi darah, peralatan operasi yang tidak steril juga menjadi penyebab infeksi. Itu sudah berubah,
jelas Leidel. "Sekarang penggunaan suntikan untuk obat terlarang oleh lebih dari satu orang jadi penyebab utama.
Yang juga mungkin jadi penyebab adalah penularan lewat hubungan seksual antar pria

Apakah hati yang sudah tertular Hepatitis C masih bisa diobati? Lihat halaman dua.

2/2