Anda di halaman 1dari 2

INFEKSI CACING TAMBANG ADALAH

kerjanya.net /faq/6584-infeksi-cacing-tambang.html

Infeksi cacing tambang adalah penyakit infeksi yang disebabkan Ancylostoma duodenale/Necator americanus.
Kedua spesies di atas dikenal dengan hookworm. Ancylostoma duodenale ditemukan di Eropa, Afrika Utara, dan
Asia utara. Necator americanus terdapat di kawasan barat dunia dan Afrika tengah. Kedua spesies terdapat di
negara tropis, terutama Asia tenggara. Spesies lain yang dapat menyebabkan penyakit tetapi jarang adalah
Ancylostoma braziliensis, Ancylostoma canum, dan Ancylostoma malayanum.

Penyakit ini umum terjadi di daerah tropis dan subtropis. Gejala klinis tergantung pada jumlah cacing yang
menyerang usus, diperlukan paling sedikit 500 cacing untuk menimbulkan gejala klinis dan anemia pada dewasa.
Bila jumlah cacing sedikit maka gejala klinis tidak tampak sehingga disebut infeksi asimtomatik atau infeksi tanpa
gejala klinis. Ancylostoma duodenale dan Necator americanus menginfeksi kurang lebih 576-740 juta orang dan
menyebabkan anemia pada 10% orang yang terinfeksi. Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 198 juta orang di
kawasan Sub Sahara, Afrika terinfeksi, 149 juta orang terinfeksi di kawasan Asia timur dan Pasifik, 71 juta di India,
59 juta di Asia selatan, 50 juta di Amerika latin dan Karibia, 39 juta di Cina, dan 10 Juta di Timur Tengah dan Afrika
utara. Infeksi berhubungan erat dengan kemiskinan, sanitasi yang buruk, konstruksi rumah yang buruk, dan
kurangnya akses untuk mendapat pelayanan kesehatan.

GEJALA
Orang dewasa membawa jumlah cacing yang lebih banyak daripada anak-anak sehingga lebih berisiko terkena
penyakit. Wanita muda, terutama wanita hamil, dan buruh paling rentan terkena anemia. Sekitar 30-54% anemia
sedang hingga berat yang terjadi pada wanita Asia dan Afrika disebabkan infeksi cacing tambang. Anemia berat
pada anak menghambat pertumbuhan dan perkembangan serta mempengaruhi kecerdasan.

Gejala klinis awal berbanding lurus dengan jumlah cacing yang menginfeksi. Gejala klinis yang dapat terjadi adalah
:

Rasa gatal di kaki (ground itch) atau gatal di kulit tempat masuknya cacing;
Larva cacing di paru-paru dapat menimbulkan gejala batuk, dahak disertai darah, kadang-kadang pada
infeksi berat dijumpai gejala seperti radang paru-paru, yaitu disertai demam dan badan lemas;
Cacing menjadi dewasa pada usus halus sehingga menimbulkan gejala rasa tidak enak di perut, kembung,
sering buang angin, mual, muntah, dan diare. Gejala pada usus halus ini terjadi 2 minggu setelah cacing
masuk melalui kulit;
Anemia akan terjadi 10-20 minggu setelah infestasi cacing. Gejala anemia antara lain lemah badan, pusing,
atau terasa berdebar-debar, kuku tampak pucat dan permukaan kuku aga melekuk ke dalam, dan sesak
napas.

Komplikasi lain pada penyakit ini adalah radang kulit ( dermatitis) yang berat terutama bila penderita sensitif.
Anemia berat dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan mental, dan gagal jantung.

Diagnosis pasti penyakit ini adalah dengan ditemukannnya telur cacing tambang dalam tinja pasien. Kadang-
kadang didapatkan darah dalam tinja. Selain dalam tinja, pemeriksaan dahak juga dapat menemukan adanya larva.
Peningkatan jenis sel darah putih eosinofil akan tampak pada bulan pertama infeksi cacing ini.

PENYEBAB
Ancylostoma duodenale dan Necator americanus adalah cacing berbentuk bulat (roundworms) yang panjangnya
1/2
berkisar antara 5-13 mm. Cacing betina berukuran lebih panjang dan lebih besar dari cacing jantan. Cacing jantan
mempunyai alat perkembangbiakan yang menonjol di bagian belakang tubuhnya. Cacing dapat berwarna abu-abu
keputihan atau merah muda dengan kepala agak menekuk ke arah tubuh. Lekukan inilah yang membentuk seperti
kait (hook) maka cacing ini disebut hookworms. Necator americanus berukuran sedikit lebih kecil daripada
Ancylostoma dan bentuk kait lebih jelas pada Necator americanus.

Cacing betina yang menginfeksi usus mamalia mengeluarkan ribuan telur setiap harinya dan telur-telur tersebut
dikeluarkan melalui tinja. Mamalia yang berperan sebagai inangnya adalah anjing, kucing, maupun manusia. Telur
akan menetas 1-2 hari pada tanah berpasir lembab lalu menjadi larva (rhabditiform) yang berganti lapisan kulit dua
kali (5-10 hari) sebelum berkembang menjadi larva stadium ketiga (filariform) yang dapat bertahan hidup di tanah
selama 3-4 minggu. Larva stadium ketiga berukuran 500-700 milimeter dan mampu menembus kulit normal dengan
cepat.

Larva biasa menembus kulit telapak kaki ataupun kulit tangan yang kontak dengan tanah yang mengandung larva.
Transmisi larva ke kulit terjadi pada kontak tanah yang mengandung larva hidup dengan kulit paling sedikit 5 menit.
Penetrasi larva pada kulit menimbulkan rasa gatal.

Larva menembus kulit dengan membuat lubang kecil dan menembus dinding pembuluh darah sehingga terbawa
melalui peredaran darah ke jantung lalu ke paru-paru. Migrasi larva pada paru-paru lalu naik ke atas hingga
pangkal tenggorokan dapat menyebabkan refleks batuk dan larva tertelan ke saluran cerna. Di saluran cerna larva
tumbuh menjadi cacing dewasa di usus halus walaupun ada beberapa larva yang tetap dormant (tidak aktif) dan
tidak tumbuh menjadi cacing dewasa. Di usus halus inilah mereka menempel pada selaput lendir usus dan makan
dari pembuluh darah kecil yang terdapat pada selaput lendir usus. Hal ini menyebabkan anemia bila jumlah cacing
banyak. Cacing betina dewasa menghasilkan telur dalam waktu kurang lebih 5 minggu setelah cacing menembus
kulit. Kebanyakan cacing dewasa hidup 1-2 tahun tetapi ada juga yang dapat hidup beberapa tahun.

Setiap cacing spesies Necator menghisap 0,03 ml darah per hari sementara Ancylostoma menghisap 0,2 ml darah
per hari. Gejala anemia selain tergantung jumlah cacing juga dipengaruhi asupan zat besi. Pada orang yang
kekurangan asupan zat besi jumlah cacing sebanyak 40 cacing saja dapat menimbulkan anemia.

Infeksi cacing tambang terjadi pada manusia yang sering kontak dengan tanah di mana penggunaan pupuk
kandang atau tinja manusia dibuang di tanah.

PENGOBATAN
Perawatan umum pada pasien dilakukan dengan memberikan nutrisi yang baik, protein dan vitamin yang cukup
serta suplemen zat besi diberikan bila terdapat anemia.

Pengobatan spesifik adalah memberikan obat cacing. Obat cacing terpilih adalah Albendazol dan Mebendazol yang
dapat memberikan kesembuhan 90-95% terutama pada infeksi cacing tambang pada anak-anak dan mengurangi
jumlah telur hingga 90%. Pada infeksi yang disebabkan Ancylostoma, Tetrakloretilen adalah obat terpilih.
Tetrakloretilen tidak boleh diberikan pada pasien alkoholisme, kelainan pencernaan, dan konstipasi. Befanium
hidroksinaftat adalah obat pilihan untuk infeksi Ancylostoma dan digunakan untuk pengobatan masal pada anak.
Obat ini relatif tidak beracun dan dapat diberikan juga untuk infeksi Necator tetapi dengan waktu pengobatan lebih
lama. Pirantel pamoat dan Heksoresorsinol adalah obat cacing alternatif lainnya yang dapat digunakan.

Dengan perawatan umum dan pengobatan tetap penyakit ini umumnya dapat disembuhkan. Kematian bisa terjadi
pada kasus di mana jumlah cacing sangat banyak sehingga terjadi anemia berat dengan segala komplikasinya.

2/2