Anda di halaman 1dari 190

Setelah mempelajari bab ini, pesera didik mampu:

1. memahami sifat-sifat gelombang bunyi dan memahami fenomena-fenomena bunyi seperti efek Doppler, resonansi, serta
frekuensi harmonik pada dawai dan pipa organa;
2. memahami karakteristik cahaya sebagai gelombang serta memahami penerapan sifat polarisasi gelombang cahaya
dalam teknologi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. mengolah data hasil praktikum kemudian menarik kesimpulan berdasarkan data akhir yang diperoleh;
2. memecahkan penyebab fenomena yang terjadi dalam kehidupan berkaitan dengan gelombang cahaya melalui pengamatan.

Bunyi dan Cahaya

Gelombang Bunyi Gelombang Cahaya

Melakukan diskusi kecepatan bunyi dalam Melakukan diskusi tentang fenomena alam
zat padat. berkaitan dengan sifat cahaya dapat
Melakukan praktikum menentukan variabel terdispersi.
dalam fenomena dawai. Melakukan percobaan mandiri membuktikan
Melakukan praktikum menentukan variabel sifat cahaya dapat terdifraksi menggunakan
dalam fenomena pipa organa. keping CD bekas dan laser.
Melakukan praktikum penyelidikan pola
difraksi menggunakan kisi dan laser.
Melakukan studi literatur dilanjutkan diskusi
menentukan cara kerja LCD.

Mensyukuri nikmat Tuhan telah diciptakannya gelombang bunyi dan cahaya yang memiliki karakteristik
unik yang menunjang teknologi ciptaan manusia untuk mempermudah kehidupan.
Mampu menjelaskan tentang kelajuan bunyi pada benda padat dengan kegiatan eksplorasi dan
diskusi.
Mampu mengidentifikasi variabel-variabel dalam fenomena dawai dan pipa organa melalui kegiatan
praktikum.
Mampu mengidentifikasi dan menganalisis fenomena alam dikaitkan dengan karakteristik cahaya.
Mampu menganalisis difraksi cahaya menggunakan keping CD bekas.
Mampu mengidentifikasi variabel-variabel difraksi oleh kisi melalui kegiatan praktikum.
Mampu menjelaskan cara kerja LCD berdasarkan sifat polarisasi cahaya pada kristal cair.

Fisika Kelas XII 1


A. Pilihan Ganda Ditanyakan: fB
Jawab:
1. Jawaban: c
Bunyi adalah gelombang mekanik yang membutuh- v + vB
fB = fA
kan medium untuk merambat. Bunyi merupakan v vA
gelombang longitudinal karena memiliki arah 1.533 m/s + 9 m/s
= (1.400 Hz)
rambat sejajar dengn arah getarnya. Gelombang 1.533 m/s 8 m/s
bunyi juga dapat dibiaskan jika melewati dua me-
= 1.415,6 Hz 1.416 Hz
dium yang berbeda indeks biasnya. Selain itu,
bunyi juga mengalami difraksi saat melalui celah- Jadi, frekuensi yang dideteksi awak kapal selam B
celah sempit. sebesar 1.416 Hz.

2. Jawaban: c 6. Jawaban: d
Angkasa merupakan ruang hampa udara sehingga Benda memiliki frekuensi alami. Begitu juga gelas
gelombang bunyi tidak dapat merambat juga memiliki frekuensi alaminya sendiri. Ketika
melaluinya. Gelombang cahaya, gelombang radio, dentuman memiliki frekuensi yang sama dengan
gelombang inframerah, dan gelombang ultraviolet frekuensi alami gelas dan sefase, amplitudo
dapat merambat tanpa ada medium (ruang hampa getaran gelas menjadi besar. Mengingat energi
udara). Dengan demikian, gelombang bunyi bintang getaran sebanding dengan kuadrat amplitudo
yang meledak tidak bisa sampai ke bumi. maka energi getaran gelas juga menjadi sangat
besar. Ketidakmampuan gelas menahan energi
3. Jawaban: b yang bekerja padanya menyebabkan gelas pecah.
Diketahui: T = 0C
= 1.000 kg/m3 7. Jawaban: e
B = 2,1 109 N/m3 Resonansi adalah peristiwa bergetarnya sebuah
Ditanyakan: v benda karena getaran benda lain yang disebabkan
Jawab: oleh kesamaan frekuensi getaran dengan frekuensi
alami benda yang ikut bergetar. Contoh peristiwa
B resonansi dapat dilihat pada opsi a, b, c, dan d.
v =

Sementara peristiwa pada opsi e adalah efek
2,1 109 N/m3 Doppler.
= = 1.449 m/s = 1,45 km/s
1.000 kg/m3
8. Jawaban: d
Jadi, kelajuan bunyi dalam air sebesar 1, 45 km/s. Diketahui: A = 0,80 m
4. Jawaban: a v = 400 m/s
Ditanyakan: f0
Diketahui: vs = 0
Jawab:
vp = +vp 2(0) + 1
f0 = 2A
v
Ditanyakan: fp
Jawab: v 400 m/s
= 2A = = 250 Hz
2(0,80 m)
v vp
fp = fs Jadi, frekuensi nada dasar 250 Hz.
v vs
v + vp v + vp 9. Jawaban: a
= fs = fs
v +0 v Diketahui: m = 16 g = 0,016 kg
Jadi, persamaan yang benar adalah pilihan a. A = 80 cm = 0,8 m
5. Jawaban: d F = 800 N
Diketahui: v = 1.533 m/s Ditanyakan: f0
Jawab:
vA = 8 m/s
Nada dasar pada dawai:
vB = 9 m/s FA
v =
fA = 1.400 Hz m
(800 N)(0,8 m)
= = 40.000 m2 /s2 = 200 m/s
0,016 kg

2 Bunyi dan Cahaya


v Jawab:
f0 = 2A
2
I2 R1
200 m/s = R
= 2(0,8 m)
= 125 Hz I1 2
2
Jadi, frekuensi nada yang dihasilkan sebesar 125 Hz. I2 R1
= 3R
I 1
10. Jawaban: c
Diketahui: Abuka = 25 cm = 0,25 m I2
=
1
I2 =
1
I
I 9 9
f0 buka = fn dawai
Adawai = 150 cm = 1,5 m Jadi, besar intensitas akhir menjadi 9 kali
1
v = 340 m/s
intensitas semula atau menurun 9 kali dari
vdawai = 510 m/s
intensitas semula.
Ditanyakan: n
Jawab: 13. Jawaban: d
f0 buka = fn dawai Diketahui: TI1 = 80 dB
v n +1 n = 10
= v
2A 2A Ditanyakan: TI2
340 m/s n +1 Jawab:
= (510 m/s)
2(0,25 m) 2(1,5 m) TI2 = TI1 + 10 log n
680/s = (n + 1)(170/s) = 80 + 10 log 10
= 80 + 10
680/s
n+1 = = 90
170/s
n+1 =4 Jadi, taraf intensitasnya 90 dB.
n =3 14. Jawaban: e
Jadi, frekuensi yang dihasilkan adalah nada atas
P P
ketiga. I1 = I2 = 2 = 2I1
A A
11. Jawaban: d I1 I2
TI1 = 10 log TI2 = 10 log
Hubungan antara panjang pipa dan panjang I0 I0
gelombang untuk pipa organa terbuka adalah: 2I1
= 10 log
1 3 I0
L= ,
2 0
, ,
2 2
...
I1
= 10(log + log 2)
Untuk nada atas kedua berlaku: I0
3 2 = TI1 + 10 log 2
L = 2 2 atau 2= 3 L
Kelajuan bunyi tidak berubah dengan asumsi
2 kerapatan udara tidak berubah. Oleh karena nada
x = 3L
yang dimainkan sama, maka panjang gelombang
Hubungan antara panjang pipa dan panjang
dan frekuensi tidak berubah. Jadi, parameter fisis
gelombang untuk pipa organa tertutup adalah:
yang berubah menjadi dua kali semula adalah
1 3 5
L = 4 0, 4 1, 4 2, . . . intensitas.

Untuk nada atas kedua berlaku: 15. Jawaban: d


Peristiwa layangan bunyi adalah timbulnya bunyi
5 4
L = 4 2 atau 2 = 5 L keras lemah secara bergantian karena perbedaan
frekuensi sedikit antara dua sumber bunyi. Pada
Oleh karena panjang kedua pipa sama, yaitu L = L
perbedaan frekuensi antara 0-4 Hz, pelayangan
maka perbandingan panjang gelombang adalah:
bunyi belum terjadi karena pada selisih frekuensi
x
2
L 5 itu telinga manusia belum sensitif untuk mem-
3
y
= 4 = 6 bedakan.
5
L

Jadi, x : y = 5 : 6.
B. Uraian
12. Jawaban: a
Diketahui: R2 = 3R1 1. Diketahui: v = 1.533 m/s
I1 = I x = 110 m
Ditanyakan: I2 Ditanyakan: t

Fisika Kelas XII 3


Jawab: 4. Diketahui: F1 = 100 N
vt 2x f1 = f0
x = t = f2 = 2f0
2 v
2(110 m) Ditanyakan: F2
= = 0,14 s
1.533 m/s Jawab:
Jadi, waktu yang dibutuhkan lumba-lumba untuk
1 F1 1 F2
mendeteksi mangsanya adalah 0,14 sekon. f0 : 2f0 = 2L : 2L
2. Frekuensi gema klakson mobil akan terdengar lebih
1 F1
tinggi karena terjadi efek Doppler. Dinding tebing =
dianggap sebagai sumber bunyi karena memantul- 2 F2
kan bunyi klakson mobil. Mobil bergerak mendekati 1 100
dinding yang diam, sehingga persamaan efek 2
=
F2
Doppler sebagai berikut.
v vp 1 10
fp = fs =
v 0 2 F2
Berdasarkan persamaan tampak bahwa frekuensi F2 = 400 N
yang diterima pendengar lebih besar.
Jadi, tegangan dawai sebesar 400 N.
3. Diketahui: I = 2 107 W/m2
5. Diketahui: v = 340 m/s
n =2
f3 = 240 Hz
Ditanyakan: TI
Ditanyakan: L
Jawab:
Jawab:
2 10 7
TI1 = 10 log a. Pipa organa terbuka
1 10 12
(n + 1)v (3 + 1)v 2v
= 10 log 2 105 f3 = = = L
2L 2L
= 10 log 105 + 10 log 2
2(340 m/s)
= 50 + 3 240 Hz = L
= 53 L 2,83 m
4 10 7 Panjang minimum pipa berkisar 2,83 m.
TI2 = 10 log
1 10 12
b. Pipa organa tertutup
= 10 log 4 105
(2(3) + 1)v
= 10 log 105 + 10 log 4 f3 = 4L
= 50 + 6
7
= 56 f3 = 4L v
TI = TI2 TI1 7
= 56 dB 53 dB 240 Hz = 4L (340 m/s)
= 3 dB
2.380 m/s
Jadi, kenaikan taraf intensitas yang dialami L= 2,48 m
960 Hz
karyawan tersebut sebesar 3 dB.
Jadi, panjang minimum pipa berkisar 2,48 m.

A. Pilihan Ganda kurang rapat. Pada peristiwa pembiasan juga dapat


terjadi pemantulan ketika sudut datang lebih besar
1. Jawaban: d dari sudut kritis. Keadaan ini hanya terjadi jika
Cahaya mengalami pembiasan ketika melalui dua cahaya merambat dari medium rapat ke medium
medium yang berbeda indeks biasnya. Cahaya kurang rapat. Oleh karena itu, pernyataan yang
dibiaskan mendekati garis normal jika melewati tepat adalah (1), (3), dan (4).
medium kurang rapat menuju medium yang lebih
2. Jawaban: c
rapat. Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika
Meskipun tidak terkena cahaya matahari langsung,
melewati medium lebih rapat menuju medium yang
sesungguhnya benda-benda di sekitar kita

4 Bunyi dan Cahaya


memantulkan cahaya matahari dan masuk ke Ditanyakan:
mata. Peristiwa ini yang menyebabkan efek terang Jawab:
pada ruangan. Pemantulan yang terjadi adalah yd
pemantulan baur karena sinar tidak selalu jatuh L
= n
pada permukaan yang licin dan mengilap. 2 3
(3 10 m) (0,2 10 m)
2m
= 2
3. Jawaban: e
2 = 3 106 m
Sinar matahari tergolong cahaya polikromatis.
Ketika dilewatkan pada sebuah prisma akan terjadi 3 106
= m
dispersi cahaya. Dispersi ini adalah efek pembiasa 2
cahaya oleh masing-masing frekuensi penyusun = 1,5 106 m = 1.500 nm
cahaya putih. Urutan pembiasan cahaya dimulai Jadi, panjang gelombangnya 1.500 nm.
dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang
terbesar dan frekuensi terkecil yaitu merah-jingga- 8. Jawaban: e
kuning-hijau-biru-nila-ungu. Oleh karena itu, Diketahui: N = 20.000 garis/cm
pernyataan yang paling tepat adalah pernyataan Ditanyakan: d
pada opsi e. Jawab:
1
4. Jawaban: a d =
N
Jika sinar datang membentuk sudut 60 terhadap 1
cermin, sudut datangnya sebesar 30. Sudut = 20.000 garis/cm
= 5 105 cm = 5 107 m
datang adalah sudut yang dibentuk antara sinar Jadi, nilai konstanta kisi difraksi tersebut sebesar
datang dengan garis normal. Berdasarkan hukum 5 107 m.
pemantulan, besar sudut pantul sama dengan
besar sudut datang. Oleh karena itu, sudut 9. Jawaban: c
pantulnya sebesar 30. Diketahui: = 9 107 m
d = 0,01 mm = 1 105 m
5. Jawaban: b L = 20 cm = 0,2 m
Sesuai hukum pembiasan, cahaya dibiaskan n =2
mendekati garis normal jika melewati medium Ditanyakan: y
kurang rapat menuju medium yang lebih rapat. Jawab:
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika yd
melewati medium lebih rapat menuju medium yang L
= n
kurang rapat. Pada opsi a, kaca lebih rapat nL
dibandingkan udara sehingga pembiasan y= d
seharusnya mendekati garis normal. Pada opsi (2)(9 10 7 )(0,2 m)
c, udara lebih renggang dibandingkan kaca = = 3,6 102 m = 3,6 cm
1 10 5 m
sehingga pembiasan seharusnya menjauhi garis
Jadi, jarak terang orde dua dengan terang pusat
normal. Pada opsi d, air lebih rapat dibandingkan
sejauh 3,6 cm.
udara sehingga pembiasan seharusnya mendekati
garis normal. Pada opsi e, kaca lebih rapat 10. Jawaban: d
dibandingkan udara sehingga pembiasan Cara memperoleh cahaya terpolarisasi sebagai berikut.
seharusnya mendekati garis normal, lalu menjauhi 1) Penyerapan selektif (absorpsi)
garis normal. Oleh karena itu, jawaban yang paling 2) Pembiasan ganda
tepat adalah opsi b. 3) Pemantulan
4) Hamburan
6. Jawaban: d
Interferensi maksimum orde ke-n adalah: 11. Jawaban: c
1 Cahaya dilewatkan larutan gula akan mengalami
d sin = n atau d sin = (2n)
2 polarisasi karena pemutaran arah getar. Langit
d sin sebesar 2n dari setengah panjang berwarna biru karena peristiwa hamburan cahaya.
gelombang. Hamburan adalah salah satu cara membuat cahaya
7. Jawaban: c terpolarisasi. Cahaya dari udara menuju air akan
Diketahui: y = 3 102 m mengalami pembiasan dan pemantulan yang
d = 0,2 103 m menyebabkan cahaya terpolarisasi. Pola spektrum
L =2m oleh kisi adalah peristiwa difraksi. Oleh karena itu,
n =2 peristiwa polarisasi ditunjukkan oleh pernyataan
(1), (2), dan (3).

Fisika Kelas XII 5


12. Jawaban: c B. Uraian
Diketahui: = 4.500 = 4,5 107 m
1. Minyak yang tumpah akan menghasilkan lapisan
L = 1,5 m
tipis. Jika terkena sinar matahari, akan terjadi
d = 0,3 mm = 3 104 m
interferensi. Warna-warna indah pada permukaan
n =2
minyak ditimbulkan oleh adanya perbedaan fase
Ditanyakan: y2
gelombang yang mengenainya.
Jawab:
Ln 2. Diketahui: d = 0,5 mm = 5 104 m
y2 = d L = 100 cm = 1 m
(1,5 m)(2)(4,5 10 7m) y = 0,4 mm = 4 104 m
= = 4,5 103 m = 4,5 mm
3 10 4 n =1
Jadi, jarak pita terang kedua dari terang pusat Ditanyakan:
sebesar 4,5 mm. Jawab:
yd
13. Jawaban: b = n
L
Diketahui: = 520 nm
yd (4 104 )(5 104 )
= 520 109 m = 5,20 107 m = =
nL (1)(1m)
d = 0,0440 mm
= 4,4 105 m = 2 107 m
Ditanyakan: Jadi, panjang gelombang yang digunakan 2 107 m.
Jawab: 3. Diketahui: = 500 nm = 5 107 m
d sin = n L=1m
4,4 105 sin = 1(5,20 107) n=2
5,20 107 y = 4 cm = 4 102 m
sin =
4,4 10 5 Ditanyakan: d
= arc sin (0,0118) Jawab:
= 0,68 y
Jadi, besar sudut difraksi dari terang pusat ke sin = L
terang orde pertama sebesar 0,68. 4 102 m
sin = 1m
= 4 102
14. Jawaban: e
LED menggunakan sumber cahaya berupa light sin = 4 102
emitting diode sehingga konsumsi listriknya lebih d sin = n
hemat. Keunggulan LED yang lain adalah memiliki
n
kontras gambar yang lebih tajam. LED dan LCD d = sin
sama-sama menggunakan kristal cair untuk
2(5 107 m)
mempolarisasi cahaya. Ukuran keduanya juga = 4 102
= 2,5 105 m
relatif sama tipis. LED memiliki risiko terjadinya
Jadi, lebar celah 2,5 105 m.
deadpixel (piksel mati), sedangkan LCD tidak
memiliki risiko tersebut. 4. Tinjau hukum pembiasan
15. Jawaban: e sin i n2
=
sin r n1
Cahaya memiliki dua arah getar. Ketika cahaya
sin i 1,333 sin i
memasuki polarisator horizontal, arah getar vertikal = sin r = = 0,75 sin 1
sin r 1 1,333
cahaya akan terpolarisasi (terserap) sehingga
hanya tersisa arah getar horizontal. Jika cahaya Hasil dari penurunan persamaan ini membuktikan
yang hanya memiliki arah getar horizontal melewati bahwa besar sudut bias lebih kecil dari sudut
polarisator vertikal, arah getar tersebut akan datang. Oleh karena itu cahaya tampak mendekati
terpolarisasi sehingga seluruh arah getar cahaya garis normal.
terserap. Akibatnya, tidak ada berkas cahaya yang
5. Ketika kisi dikenai sinar polikromatik, akan ter-
diloloskan.
bentuk pola gelap terang. Pola terang terdiri atas
spektrum warna pelangi. Sementara jika kisi dilewati
sinar monokromatik, akan terbentuk pola gelap
terang pula. Pola terang bukan berupa spektrum,
tetapi warna sesuai frekuensi.

6 Bunyi dan Cahaya


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: e
Diketahui: f2 = 1.700 Hz
1. Jawaban: a v = 340 m/s
Bunyi dapat mengalami pemantulan, pembiasan, n =2
dan interferensi (pemaduan). Namun, bunyi tidak Ditanyakan: A
dapat mengalami dispersi karena peristiwa dispersi Jawab
hanya dapat dialami oleh cahaya. Dispersi adalah n +1
peristiwa penguraian cahaya polikromatik menjadi fn = v
2A
monokromatik melalui karena melewati prisma. 3v
Bunyi juga tidak mengalami polarisasi. Polarisasi f2 = 2A
adalah penyerapan arah getar. Bunyi tidak dapat 3(340 m/s)
terpolarisasi karena mempunyai arah getar yang 1.700 Hz = 2A
sejajar dengan arah rambat. 3(340 m/s)
A= = 0,3 m = 30 cm
2. Jawaban: c (1.700 Hz)(2)
Diketahui: I = 109 W/m2 Jadi, panjang suling adalah 30 cm.
I0 = 1012 W/m2
n = 100 5. Jawaban: e
Ditanyakan: TIn Kesimpulan efek Doppler
Jawab: 1) Apabila pergerakan sumber bunyi dan
TIn = TI + 10 log n pendengar mengakibatkan jarak keduanya
berkurang maka frekuensi pendengar menjadi
I
= 10 log + 10 log 100 lebih besar (fp > fs).
I0
2) Apabila pergerakan sumber bunyi dan
109
= 10 log + 10 log 100 pendengar mengakibatkan jarak keduanya
1012
bertambah maka frekuensi terdengar menjadi
= 10 log 1.000 + 10 log 100 = 30 + 20 = 50 lebih kecil (fp < fs).
Jadi, taraf intensitas bunyi 100 mesin ini sama 3) Meskipun sumber bunyi dan pendengar
dengan bunyi mobil (3). bergerak tetapi jarak keduanya konstan maka
3. Jawaban: a frekuensi terdengar tetap (f p = f s ) dan
Diketahui: v = 325 m/s pergerakan medium tidak akan berpengaruh.
v s = 25 m/s Dengan demikian:
Ditanyakan: fp : fp 1) Sumber dapat mengejar pendengar sehingga
Jawab:
1 2 jarak keduanya semakin kecil, akibatnya
Saat sumber bunyi mendekati pendengar: frekuensi terdengar bertambah (fp > fs).
Pernyataan 1) benar
v 325 325
fp = fs = fs = fs 2) Pendengar mendekati sumber yang diam
1 v vs 325 25 300
sehingga jarak keduanya semakin kecil,
Saat sumber bunyi menjauhi pendengar: akibatnya frekuensi terdengar bertambah.
v 325 (fp > fs)
fp = fs = fs = 325 fs Pernyataan 2) benar
2 v + vs 325 + 25 350
3) Sumber menjauhi pendengar yang diam
325 325
fp : fp = fs : fs sehingga jarak keduanya semakin besar,
1 2 300 350
akibatnya frekuensi terdengar berkurang.
fp1 350
= (f p < fs)
fp2 300
Pernyataan 3) benar
fp1 4) Jarak sumber dengan pendengar konstan
= 7
fp2 6 sehingga frekuensi terdengar tetap (fp = fs)
Jadi, perbandingan antara frekuensi yang diterima meskipun medium bergerak.
pada saat sumber bunyi mendekati dan menjauhi Pernyataan 4) benar
adalah 7 : 6.

Fisika Kelas XII 7


6. Jawaban: b 10. Jawaban: c
Diketahui: TI = 60 dB Percakapan mampu terdengar karena bunyi
n = 100 merambat melalui benang. Benang dalam keadaan
Ditanyakan: TIn tegang mampu mengantarkan bunyi dari kaleng
Jawab: satu ke kaleng yang lain. Oleh karena itu, dapat
TIn = TI + 10 log n disimpulkan bahwa bunyi dapat merambat melalui
= 60 + 10 log 100 medium padat.
= 60 + 20
11. Jawaban: c
= 80
Ultrasonografi atau biasa disebut dengan USG
Jadi, taraf intensitas bunyi yang dihasilkan 100 buah adalah metode pencitraan dengan gelombang
sumber bunyi adalah 80 dB. ultrasonik. Gelombang dipancarkan ke benda-
7. Jawaban: e benda yang akan dicitrakan. Setiap benda memiliki
Diketahui: vp =0 koefisien transmisi dan refleksi berbeda-beda.
vs = 25 m/s Perbedaan intensitas gelombang pantul yang
fs = 420 Hz terdeteksi inilah yang menimbulkan citra benda.
v = 325 m/s 12. Jawaban: b
Ditanyakan: fp Diketahui: v = 1.200 m/s
Jawab: = 0,7 g/cm3 = 700 kg/m3
v vp Ditanyakan: B
fp = fs
v vs Jawab:
v B
B = v
2
fp = fs v=
v vs
= (1.200 m/s)2(700 kg/m3)
325 m/s
= (420 Hz) = 1,008 109 kg/ms2
(325 25) m/s
= 1,008 109 Pa
325
= 300 (420 Hz) Jadi, modulus Bulk zat cair sebesar 1,008 109 Pa.

= 455 Hz 13. Jawaban: c


Diketahui: A = 1,10 m
Jadi, frekuensi bunyi sirene yang terdengar 455 Hz.
f = 130 Hz
8. Jawaban: b m = 9,0 g
(1) Seseorang dapat mendengar percakapan Ditanyakan: F
orang lain meskipun di ruangan berbeda Jawab:
karena bunyi mampu melewati celah-celah Pada nada dasar:
sempit karena bunyi dapat terdifraksi. = 2A
(2) Ledakan bintang di luar angkasa tidak = (2)(1,10 m) = 2,20 m
terdengar sampai bumi karena di luar angkasa
Cepat rambat gelombang pada dawai:
tidak terdapat udara sebagai medium
perambatan bunyi. Oleh karena itu, bunyi v =f
termasuk gelombang mekanik. = (130 Hz)(2,20 m) = 286 m/s
(3) Gaung adalah peristiwa datangnya bunyi Tegangan senar:
pantul sebelum bunyi asli habis. Hal ini
FA mv 2
membuktikan bahwa bunyi dapat dipantulkan. v= F =
m A
(4) Meskipun sedang di dalam air (misal
berenang), kita masih mampu menangkap (9 10 3 kg)(286 m/s)2
=
2,20 m
percakapan/suara dari luar air. Hal ini
membuktikan bunyi merambat dalam medium = 334,62 N
zat air. Jadi, tegangan senar sebesar 334,62 N.
9. Jawaban: c 14. Jawaban: a
Kelelawar mengeluarkan bunyi ultrasonik dari Diketahui: fgarputala = 400 Hz
mulutnya untuk mendeteksi makanan. Bunyi akan 20 getaran
mengenai benda (makanan), lalu memantul. flayangan = f = = 4 Hz
5 detik
Gelombang pantul akan dideteksi oleh sound radar Ditanyakan: fgitar
yang dimiliki telinga kelelawar. Itulah cara kelelawar Jawab:
mendeteksi makanannya. fgitar = fgarputala f

8 Bunyi dan Cahaya


= 400 Hz 4Hz Jawab:
= 404 Hz atau 396 Hz yd
= n
Jadi, frekuensi gitar kemungkinan 404 Hz atau L
396 Hz. yd
= nL
15. Jawaban: c
(5 10 3 )(2 10 3 ) m2
Pancaran dari kedua bohlam tidak memiliki = (1)(3 m)
hubungan fase yang konstan satu sama lain
sepanjang waktu. Gelombang-gelombang cahaya = 3,3 106 m = 3.300 nm
dari bohlam mengalami perubahan fase secara Jadi, panjang gelombang yang digunakan 3.300 nm.
acak dalam selang waktu kurang dari 1 ns. Mata 19. Jawaban: c
manusia tidak dapat mengikuti perubahan secepat Diketahui: = 100 nm = 1 107 m
itu sehingga efek interferensi yang terjadi tidak d = 1 mm = 1 103 m
teramati. Dalam hal ini, bohlam adalah sumber n =2
polikromatik yang inkoheren. L =2m
16. Jawaban: e Ditanyakan: y
nk Jawab:
Diketahui: nu = 3
yd
= n
Ditanyakan: i dan r L
Jawab: nL 2(1 107 m)(2 m)
y= d = (1 103 ) m
sin i nk
sin r
= nu = 4 104 m
= 4 102 cm
sin i
3 = Jadi, jarak terang ke-2 dengan terang pusat
sin r
4 102 cm.
Misalkan diambil nilai i = 60 dan r = 30 maka
sin 60o
20. Jawaban: c
3 = sin 30o Diketahui: N = 4 105 garis/m
3
1
3 = 37 (tan 37 = 4
)
2
3 = 1
2
n =2
Ditanyakan:
3 = 3
Jawab:
sehingga dapat diambil nilai sudut datang dan sudut 1 1
bias masing-masing 60 dan 30. d = N = 4 105 garis/m
= 2,5 106 m
17. Jawaban: b d sin = n
Diketahui: i = 30 d sin
na = 1,75 = n
Ditanyakan: r (2,5 106 m)( 5 )
3

Jawab: = = 7,5 107 m


2
nu sin i = na sin r Jadi, panjang gelombang cahaya yang digunakan
nu sin i
sin r = sebesar 7,5 107 m.
na
1( sin 30) 21. Jawaban: c
= 1,75 Diketahui: = 300 nm = 3 107 m
sin r = 0,28 N = 1.000 garis/mm
r = 16,6 Ditanyakan: n
Jadi, sendok akan terlihat membengkok dengan Jawab:
sudut 16,6. 1 1
d = N = 1.000 garis/mm = 1 103 mm = 1 106 m
18. Jawaban: d Orde maksimum jika nilai sin = 1, karena nilai
Diketahui: y = 5 mm = 5 103 m sinus maksimum adalah 1.
L =3m
d sin = n
d = 2 mm = 2 103 m
n =1
Ditanyakan:

Fisika Kelas XII 9


d sin 25. Jawaban: b
n= Diketahui: L = 1,2 m
(1 106 ) y = 4,5 cm = 4,5 102 m
= 3 107
= 3,33 n =2
3 (dibulatkan ke bawah) d = 0,03 mm = 3 105 m
Jadi, orde maksimum yang masih dapat diamati yaitu 3. Ditanyakan:
Jawab:
22. Jawaban: a
yd
Diketahui: y = 10 cm = 0,1 m = nL
L = 80 cm = 0,8 m
(4,5 10 2 m)(3 10 5 m)
n =1 =
(2)(1,2) m
= 5.000 = 5 107 m
Ditanyakan: d = 5,625 107 m = 5.625
Jawab: Jadi, panjang geombang yang digunakan sebesar
y 5.625 .
d L = n
26. Jawaban: c
nL (1)(0,8 m)(5 107 m) Diketahui: = 4,750 107 m
d = = 0,1m
y
n = 1,5
= 4 106 m = 4 103 mm
Ditanyakan: t
1
N = d Jawab:
Terjadi gejala hitam, berarti berinterferensi
1
= = 250 garis/mm destruktif.
4 10 3 mm
1
Jadi, kisi memiliki 250 garis/mm. m + = 2nt
2
23. Jawaban: e 1
0 + 4,750 107 m = 2(1,5)t
Syarat terjadinya interferensi adalah sumber- 2
sumberya harus koheren, artinya sumber- 2,375 107 m
t=
sumbernya harus menjaga suatu hubungan fase 3
yang konstan satu sama lain. Sumber-sumbernya 0,79 107
harus monokromatik, artinya berasal dari suatu 790
panjang gelombang tunggal. Syarat berikutnya Jadi, ketebalan lapisan sabun kira-kira 790 .
adalah harus terjadi tumpang tindih antar 27. Jawaban: c
gelombang. Jika gelombang tidak menyebar dan Bayangan kabur terjadi karena cahaya mengalami
tidak saling tumpang tindih tidak akan terjadi difraksi. Cahaya melentur setelah melewati
interferensi. Gelombang dapat berinterferensi jika penghalang atau celah sempit sesuai dengan sifat
ada dua sumber. Dua sumber bukan berarti harus gelombang.
dua benda yang memancarkan gelombang, akan
tetapi dua buah acuan sumber seperti pada 28. Jawaban: b
percoban Young. Interferensi tidak harus berasal Warna Panjang Gelombang (nm)
dari satu sumber yang penting koheren. Sebagai
contoh, dua pengeras suara berfrekuensi tunggal Kuning 580600
Hijau 495580
yang digerakkan oleh satu amplifier tetap dapat Merah 640750
berinterferensi satu sama lain, karena keduanya Biru 440495
memancarkan gelombang yang koheren. Ungu 400440

24. Jawaban: a Warna cahaya yang memiliki panjang gelombang


Cahaya dapat mengalami pemantulan, pembiasan, lebih besar akan mengalami pelenturan lebih besar
dan dapat terpolarisasi. Namun, cahaya tidak daripada warna cahaya yang memiliki panjang
memerlukan medium untuk merambat karena gelombang lebih kecil. Jadi, urutan warna cahaya
cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. yang mengalami pelenturan dari yang paling besar
Cahaya memiliki dua arah getar yang saling tegak hingga terkecil adalah: merah, kuning, hijau, biru,
lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah dan ungu 2), 1), 3), 5), dan 4).
rambatnya. Oleh karena itu, cahaya termasuk
gelombang transversal. 29. Jawaban: a
Diketahui: i = 60
r = 30

10 Bunyi dan Cahaya


Ditanyakan: nku r12
Jawab: TI = TI0 + 10 log
r22
sin i
nku = (5 m)2
sin r 40 = 60 + 10 log
r22
1
sin 60 2
3 25
= = = 3 20 = 10 log
sin 30 1
2 r22
25
Jadi, indeks bias relatif kaca terhadap udara 2 = log
r22
sebesar 3 . 25
102 =
r22
30. Jawaban: e
Diketahui: n = 1,4 25
r22 = = 2.500
= 5.400 = 5,4 107 m 102
Ditanyakan: t r2 = 50
Jawab: Jadi, jarak pendengar 50 m.
Tebal lapisan minimum untuk interferensi
3. Diketahui: vs = 25 m/s
konstruktif cahaya yang dipantulkan pada m = 0
f s = 500 Hz
sehingga:
v = 340 m/s
1
2nt = (m + 2 ) vp = 0
Ditanyakan: a. fp sebelum bus sampai di halte

t = 4n b. fp setelah bus melewati halte
Jawab:
(5,4 107 )
= = 96,4 nm +
4(1,4)
a.
Jadi, tebal minimum lapisan gelembung sabun
S vs = P vp = 0
96,4 nm.

maka:
B. Uraian
v + vp
fp = fs
1. Bunyi adalah gelombang mekanik yang v vs
membutuhkan medium untuk bergerak. Ketika
v
berada di ruang hampa, bunyi tidak mampu fp = fs
v vs
merambat sampai ke telinga pendengar. Oleh
karena itu, tidak ada bunyi yang terdengar. 340
= 340 25 (500 Hz)
2. Diketahui: P = 10 W 4

r =5m = 539,68 Hz
TI = 40 dB Jadi, frekuensi yang didengar ketika bus
I0 = 1012 W/m2 mendekati penumpang adalah 539,68 Hz.
Ditanyakan: a. I b. vp = 0 vs = +
b. r
Jawab: P S
P maka:
a. I =
4 r 2 v
fp = fs
10 W 4 104 W v + vs
= 2 = 100 m2
= 106 W/m2
(4 )(5 m) 340
= 340 + 25 (500 Hz)
Jadi, intensitas bunyi yang diterima pendengar
sebesar 106 W/m2. = 465,75 Hz
b. TI0 = 10 log
I Jadi, frekuensi yang didengar ketika bus
I0 melewati halte adalah 465,75 Hz.
106
= 10 log dB 4. Diketahui: v = 320 m/s
1012
= (10)(6) dB f0 = 180 Hz
= 60 dB Ditanyakan: L saat f0

Fisika Kelas XII 11


Jawab: 7. Tidak. Peristiwa pemantulan terjadi jika cahaya
v mengalami pembiasan menjauhi garis normal.
f0 = 2L Pembiasan jenis ini hanya terjadi jika cahaya
datang dari medium yang rapat menuju medium
v 320 m/s
L= = = 0,88 yang kurang rapat. Syarat berikutnya adalah sudut
2f0 2(180 Hz)
datang harus melebihi sudut kritis supaya terjadi
Pipa organa tertutup pemantulan total.
v
f0 = 4L 8. Diketahui: = 2,5 107 m
d = 3,2 104 m
v
L = L = 1,6 m
4f0
n =3
320 /s
= = 0,44 m Ditanyakan: y
4(180 Hz)
Jawab:
Jadi, panjang minimum pipa organa terbuka 0,88 m, yd 1
sedangkan pipa organa tertutup 0,44 m. = n +
L 2
5. Fungsi dari bambu yang diletakkan dibawah bilah 1 L
gamelan adalah sebagai kotak resonansi. Udara y = n + d
2
di dalam bambu yang beresonansi dengan getaran 7
1 (2,5 10 m)(1,6 m)
bilah gamelan yang dipukul akan menghasilkan = 3 + (3,2 104 m)
2
bunyi yang lebih nyaring.
= 4,375 103 m
6. Diketahui: fs = 600 Hz Jadi, jarak gelap ke-3 dengan terang pusat
fp = 500 Hz 4,375 103 m.
vp = 5 m/s
v = 340 m/s 9. Diketahui: dm = 122 cm = 1,22 m
Ditanyakan: v s D = 3 mm = 3 103 m
Jawab: = 500 nm = 5 107 m
v vp Ditanyakan: L
fp = fs
v + vs Jawab:
v vp
fp = fs 1,22 L
v + vs dm =
D
340 5
500 = (600) dmD
340 + v s L = 1,22
170.000 + 500vs = 201.000 (1,22 m)(3 103 m)
= 1,22 (5 107 m) = 0,6 104 m = 6.000 m
500vs = 201.000 170.000 = 31.000
Jadi, jarak paling jauh agar lampu dapat dibedakan
31.000
vs = = 62 sebagai lampu terpisah adalah 6.000 m.
500
Jadi, kecepatan sumber bunyi sebesar 62 m/s. 10. Titik-titik air yang berlaku sebagai prisma-prisma
mikro mendispersi cahaya matahari menjadi
cahaya monokromatis. Cahaya merah memiliki
sudut deviasi paling kecil sehingga berada di posisi
paling atas. Sementara cahaya ungu memiliki
sudut deviasi terbesar sehingga tampak pada busur
paling bawah.

12 Bunyi dan Cahaya


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mengevaluasi prinsip kerja peralatan listrik searah (DC) dalam kehidupan sehari-hari;
2. melakukan percobaan untuk menyelidiki karakteristik rangkaian listrik;
3. menerapkan hukum Ohm dan hukum Kirchhoff dalam pemecahan masalah listrik;
4. menerapkan nilai arus dan tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel;
5. menggunakan voltmeter dan amperemeter untuk menentukan nilai tegangan dan arus.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi
untuk mempermudah kehidupan;
2. berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, dan
inovatif) dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Rangkaian Searah

Rangkaian Listrik dan Hukum


Hukum Ohm Aplikasi Listrik Searah
Kirchhoff

Mengamati perbedaan arus AC Mengamati jenis-jenis rangkaian Mencari tahu prinsip kerja
dan DC. listrik. sumber arus AC dan DC.
Mengukur arus dan tegangan Menyelidiki perbedaan rangkaian Mengamati spesifikasi peralatan
listrik. seri dan paralel. elektronik.
Menyelidiki hubungan antara Menyelidiki hukum Kirchhoff. Mencari tahu sumber listrik DC.
kuat arus listrik dan tegangan
listrik.
Menyelidiki faktor-faktor yang
memengaruhi hambatan kawat.

Bersyukur atas terciptanya listrik untuk mempermudah kehidupan.


Bersikap objektif, jujur, cermat, dan kritis dalam setiap kegiatan.
Menghargai kerja individu dan kelompok dalam setiap kegiatan.
Menjelaskan pengukuran arus listrik dan tegangan listrik.
Menjelaskan hubungan kuat arus listrik dan tegangan listrik.
Menjelaskan hambatan listrik dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Menjelaskan jenis-jenis resistor.
Menjelaskan rangkaian seri dan rangkaian paralel pada hambatan dan baterai.
Menjelaskan rangkaian Delta dan jembatan Wheatstone.
Menjelaskan hukum Kirchhoff.
Menjelaskan persamaan energi dan daya listrik.
Menjelaskan sumber energi listrik.
Menyajikan data dan laporan percobaan tentang arus dan tegangan listrik.
Menyajikan data dan laporan percobaan tentang rangkaian listrik.
Menuliskan hasil pencarian informasi dan tugas yang diberikan.

Fisika Kelas XII 13


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
Diketahui: t = 8 s = 8 106 sekon
1. Jawaban: d
I = 2 1011 A
Diketahui: batas ukur (c) = 10 A
qe = 1,6 1019 C
skala maksimum (b) = 5
Ditanyakan: n
penunjuk (a) = 3,5
Jawab:
Ditanyakan: I
Jawab: Q
I = t
a 3,5
I = b c = 5 (10 A) = 7 A Q=It

= (2 1011 A)(8 106 sekon)
Jadi, kuat arus yang terukur sebesar 7 A.
= 16 1017 C
2. Jawaban: d = 1,6 1016 C
Diketahui: IA = 1 mA Q = ne qe
RA = 2 Q
ne = qe
Rsh = 2 104
Ditanyakan: I 1,6 10 16 C
=
Jawab: 1,6 10-19 C

RA = 1.000
Rsh = Jadi, jumlah ion Cl yang mengalir melewati
(n 1)
RA membran sel sebanyak 1.000 elektron.
n 1=
R sh
5. Jawaban: c
2 Diketahui: t = 1 menit = 60 sekon
n 1=
2 104 q = 150 coulomb
n 1= 104 Ditanyakan: I
n = 10.001 Jawab:
I Q 150 coulomb
n = IA I = t = 60 sekon = 2,5 ampere
I = n IA Jadi, kuat arus listrik yang mengalir dalam
= (10.001)(1 mA) penghantar sebesar 2,5 ampere.
= 10.001 mA
6. Jawaban: d
= 10,001 A
Arus listrik adalah elektron yang mengalir. Elektron
Jadi, amperemeter dapat digunakan untuk
bermuatan negatif. Arah arus listrik berlawanan
mengukur arus listrik hingga 10,001 A.
dengan arah aliran muatan negatif (aliran elektron),
3. Jawaban: e tetapi searah dengan aliran muatan positif. Arus
Diketahui: I =8A listrik mengalir dari potensial tinggi (kutub positif)
t =4s ke potensial rendah (kutub negatif).
Ditanyakan: ne
7. Jawaban: e
Jawab:
Q nilai pada skala
I= t I= nilai maksimum skala
jangkauan
Q 40
8A= 4s I = 50 (1 A) = 0,8 A
Q = 32 C Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian sebesar
Q = ne qe 0,8 A.
32 C = ne (1,6 1019 C)
8. Jawaban: b
32 C
ne = = 2 1020 Diketahui: A = 1 meter
1,6 10 19 C
r = 2 mm = 2 103 m
Jadi, jumlah elektron yang mengalir sebanyak = 1,70 108 m
2,0 1020. Ditanyakan: R

14 Rangkaian Searah
Jawab: RA 30 k 30 k
Luas penampang kawat Rsh = (n 1)
= 8 = 3
1
A =r2 5 5

= (3,14)(2 103)2 5
= (30 k)( 3 ) = 50 k
= 12,56 106 m2
Hambatan listrik kawat Jadi, hambatan shunt yang diperlukan sebesar
50 k.
A
R = A 13. Jawaban: a
Diketahui: R0 = 40
(1,70 108 m)(1 m)
= Rt = 126 k
(12,56 106 m2 )
T0 = 20C
= 1,35 103 = 3,92 103/C
Jadi, hambatan listrik kawat sebesar 1,35 103 . Ditanyakan: T
9. Jawaban: e Jawab:
Banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam R = R0 a T
hambatan dapat ditentukan dengan menentukan Rt R0 = R0 a T
luas pada grafik. (126 40) = (40 )(3,92 103/C) T
Q = luas trapesium + luas persegi panjang 86 = (0.1568/C) T
(a + b )t 86
= + pA T = 0,1568
548C
2

(1 + 2)(10 5)
Titik lebur aluminium = suhu akhir platina
= 2
+ (5)(2) T = T T0
T = T + T0
(3)(5) = (548 + 20)C
= 2
+ 10
= 568C
= 17,5 Jadi, titik lebur aluminium 568C.
Jadi, muatan listrik yang mengalir dalam hambatan
tersebut adalah 17,5 coulomb. 14. Jawaban: e
Diketahui: t = 10 s
11. Jawaban: b ne = 4 1019 elektron
Diketahui: penunjuk jarum (a) = 16 qe = 1,6 1019 C
skala maksimum (b) = 50 Ditanyakan: I
batas ukur (c) = 10 V Jawab:
Ditanyakan: V Q = ne qe
Jawab: = (4 1019) (1,6 1019 C)
a = 6,4 C
V = c
b
Q 6,4 C
I = t = 10 s = 0,64 A
16
=( )(10 V)
50 Jadi, arus yang mengalir sebesar 0,64 A.
= 3,2 V 15. Jawaban: d
Jadi, beda potensial yang terukur adalah 3,2 V. Diketahui: Q = (3t3 + 2t + 7)
12. Jawaban: c t = 2 sekon
Untuk mengukur tegangan listrik, voltmeter harus Ditanyakan: I
dipasang paralel dengan hambatan. Gambar yang Jawab:
benar ditunjukkan dengan pilihan c. dQ
I = dt
12. Jawaban: b
Diketahui: IA = 300 mA d
= dt (3t3 + 2t + 7)
I = 480 mA
Ditanyakan: Rsh = 9t2 + 2
Jawab: = 9(2)2 + 2
I 480 mA 8
= 38
n = IA = 300 mA
= 5 Jadi, kuat arus listrik yang mengalir pada peng-
hantar sebesar 38 ampere.

Fisika Kelas XII 15


B. Uraian RA
Rsh = (n 1)
1. Pengukuran potensial listrik menggunakan
voltmeter dilakukan dengan memasang voltmeter 30 k
secara paralel dengan alat yang akan diukur = 8
( 5 1)
potensial listriknya. Untuk memperbesar batas
ukur voltmeter dilakukan dengan menambahkah 30 k
= 3
hambatan yang disebut hambatan muka (Rf). 5
Hambatan muka dipasang seri dengan voltmeter.
5
2. Diketahui: I = 10 A = (30 k)( 3 )
t = 1 jam = 3.600 sekon = 50 k
qe = 1,6 1010 coulomb Jadi, hambatan shunt yang diperlukan sebesar 50 k.
Ditanyakan: a. Q
b. ne 5. Diketahui: RA = 360
Jawab: IA = 50 mA
Q Rsh = 10
a. I = t
Ditanyakan: I
Q=It Jawab:
= (10 A)(3.600 sekon)
RA
= 3,6 104 coulomb Rsh= n 1
Jadi, muatan yang melewati tersebut adalah
3,6 104 coulomb. RA
n1 = R sh
Q
b. n = qe
360
n1 = 10
3,6 104 coulomb
=
1,6 10 19 coulomb n 1 = 36
= 2,25 1023 n = 37
Jadi, elektron yang mengalir selama 1 jam I
sebanyak 2,25 1023 elektron. n= IA
3. Diketahui: l =5m I = n IA
r = 0,5 mm = 0,5 103 m = (37)(50 mA)
= 1,7 108 m = 1.850 mA
Ditanyakan: R = 1,85 A
Jawab: Jadi, batas ukurnya menjadi 1,85 A.
A = r 2
6. Diketahui: ne = 10.000
= (3,14)(0,5 103 m)2
A = 4 m2
= 0,785 106 m2
t = 100 sekon
Hambatan listrik pada kawat
qe = 1,6 1019 coulomb
A Ditanyakan: J
R = A
Jawab:
(5 m) Q = ne qe
= (1,7 108 m) (0,785 106 m2 ) = (10.000)(1,6 1019 coulomb)
= 0,1083 = 1,6 1015 coulomb
Jadi, besar hambatan listrik kawat sebesar 0,1083 . Q 1,6 10 15 coulomb
I = t = = 1,6 1017 ampere
100 sekon
4. Diketahui: IA = 300 mA
I = 480 mA I 1,6 1017 ampere
J = A = = 4 1018 A/m2
RA = 30 k 4 m2
Ditanyakan: Rsh Jadi, rapat arus muatannya sebesar 4 1018 A/m2.
Jawab:
7. Diketahui: q = 55 coulomb
I 480 mA 8 t = 8 sekon
n= IA
= 300 mA
= 5 Ditanyakan: nilai x

16 Rangkaian Searah
Jawab: Rf = (n 1)RV
= (36 1)(3 k)
I (A)
x = (35)(3 k)
= 105 k
Jadi, hambatan muka yang harus dipasang adalah
Luas I 105 k.
5
9. Diketahui: Rt = 175
T = 850C
Luas II
T0 = 20C
= 0,0039/C = 3,9 103/C
t (s) Ditanyakan: R0
2 3 8 10
Jawab:
q = luas I + luas II R = R0 T
q = luas persegi panjang + luas segitiga Rt R0 = R0 T
1 175 R0 = R0(3,9 103)(850 20)
55 = (8)(5) + ( 2 )(8 2)(x 5) 175 R0 = R0(3,9 103)(830)
55 = 40 + 3(x 5) 175 R0 = 3,237R0
15 = 3x 15 175 = 4,237R0
3x = 30 175
R0 = 4,237
x = 10
Jadi, nilai x sebesar 10 ampere. R0 = 41,30
Jadi, hambatan tembaga pada suhu 20C adalah
8. Diketahui: Rv = 3 k
41,30 .
V v = 50 V
V = 1,8 kV = 1.800 V 10. Diketahui: R0 = 60
Ditanyakan: Rf T0 = 20C
T = 1.089C
Jawab:
= 0,004/C = 4 103/C
V Ditanyakan: R
n = Vv R = R0 T
1.800 V R R0 = R0 T
= 50 V R = R0 + R0 T
= 36 = 60 + (60)(4 103)(1.089 20)
= 60 + 256,56
= 316,56
Jadi, hambatan termometer pada saat dicelupkan
ke dalam tembaga yang sedang melebur adalah
316,56 .

Fisika Kelas XII 17


A. Pilihan Ganda R2, R6, dan R8 dirangkai seri
Rs3 = R2 + R6 + R8
1. Jawaban: c
= (4 + 5 + 5) ohm
Diketahui: R1 = 120
= 14 ohm
R2 = 60
R3 = 20 Rs
2
Ditanyakan: I3
Jawab: R5
Pada hambatan rangkaian paralel berlaku beda
potensial yang sama.
Rs
V1 = V3 3

I1R1 = I3R3
Rs2, R5, dan Rs3 dirangkai paralel
(2 A)(120 ) = I3 (20 )
240 V = I3 (20 ) 1
=
1
+
1
+
1
R p3 R s2 R5 R s3
240 V
I3 = 20 1 1 1
I3 = 12 A = + + 14 ohm
5,15 ohm 10 ohm
Jadi, nilai kuat arus yang melalui hambatan R3
140 + 72,1 + 51,5
sebesar 12 A. = 721 ohm
2. Jawaban: a 263,6
Diketahui: R1 = 2 ohm = 721 ohm
R2 = R4 = 4 ohm
721
R3 = R6 = R8 = 5 ohm Rp3 = 263,6
ohm = 2,73 ohm
R5 = R7 = 10 ohm Jadi, hambatan pengganti pada rangkaian tersebut
Ditanyakan: Rp 2,73 ohm.
Jawab: R4
R1 Rs 3. Jawaban: a
R3 dan R7 dirangkai seri 1

Rs1 = R3 + R7 Diketahui: R1 = 3
= (5 + 10) ohm A R5 B R2 = 9
= 15 ohm R2 R8 V =6V
R4 dan Rs1 dirangkai paralel R6 Ditanyakan: VAB
Jawab:
1 1 1
= + Rs = R1 + R2 = (3 + 9) = 12
Rp1 R4 RS1
V 6V
I= Rs = 12
= 0,5 ampere
1 1
= +
4 ohm 15 ohm R1 Rp VAB = Itot R2 = (0,5 A)(9 )
1

15 4 R5 VAB = 4,5 V
= 60 ohm + 60 ohm
Jadi, beda potensial di titik AB sebesar 4,5 V.
R2 R8
19
= 60 ohm R6 4. Jawaban: b
Diketahui: R1 = R2 = 4
60 R3 = R4 = R5 = 2
Rp1 = 19 ohm = 3,15 ohm
V = 24 volt
R1 dan Rp1 dirangkai seri Ditanyakan: I
Rs2 = R1 + Rp1 Jawab:
= (2 + 3,15) ohm R1 dan R2 dirangkai seri
= 5,15 ohm Rs1 = R1 + R2
=4+4
=8

18 Rangkaian Searah
R3, R4, dan R5 dirangkai seri 7. Jawaban: d
Rs2 = R3 + R4 + R5 = 2 + 2 + 2 = 6 Diketahui: R1 = 6 R4 = 6
Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel R2 = 3 R5 = 3
Vtotal = VRs1 = VRs2 = 24 volt R3 = 5 V = 15 V
VRs
Ditanyakan: I
24 volt
IRs1 = 1
= = 3 ampere Jawab:
Rs1 8
Nilai R1R5 = R2R4 sehingga rangkaian tersebut
IRs1 = IR1 = IR2 = 3 ampere menggunakan rangkaian jembatan Wheatstone.
VRs R1 dan R2 dirangkai seri
2
24 volt
IRs2 = = 6
= 4 ampere Rs1 = R1 + R2
R s2

IRs2 = IR3 = IR4 = IR5 = 4 ampere =6+3


Jadi, kuat arus terbesar adalah 4 ampere melewati =9
R3. R4 dan R5 dirangkai seri
Rs2 = R4 + R5
5. Jawaban: a =6+3
Diketahui: R1 = R2 = R3 = R =9
Vtot = 135 volt Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel
Ditanyakan: R
1 1 1 1 1
Jawab: = + = +
Rp R s1 R s2 9 9
Vtotal = Itotal Rtotal
135 = 5(R1 + R2 + R3) 9
Rp = 2 = 4,5
27 = (R + R + R)
3R = 27 Kuat arus yang mengalir
R= 9 V 15 volt
Jadi, besar hambatan tersebut adalah 9 . I= R = 4,5
= 3,33 ampere
p

6. Jawaban: a Jadi, kuat arus yang mengalir sebesar 3,33 ampere.


Diketahui: R1 = R2 = 6
8. Jawaban: b
R3 = 5 Diketahui: V = 28 volt
r =1 R1 = R2 = R3 = 10
E = 18 V R4 = 5
Ditanyakan: Vab R5 = 2
Jawab: Ditanyakan: I
1 1
Jawab:
= + 1 Nilai R1R5 R2R3 sehingga rangkaian hambatan
Rp R1 R2
1 1 1 tersebut dapat diselesaikan menggunakan
= + rangkaian delta. Rangkaian tersebut apabila
Rp 6 6
1 2 digambarkan seperti berikut.
= Rp = 6 = 3
Rp 6 2
Rs = R3 + Rp R1 R2
Rb
=5+3 Ra
R4
=8 Rc
E = I(Rs + r) R3 R5
18 V = I(8 + 1 )
28 V
18 V = I(9 )
18 V
I =
9 R1R 3
I =2A Ra =
R1 + R 3 + R 4
Iab = I
(10)(10)
Vab = I R3 = 10 + 10 + 5
= (2 A)(5 )
100
= 10 V = 25 = 4
Jadi, beda potensial di titik a dan b adalah 10 volt.

Fisika Kelas XII 19


R1R 4 R1
Rb =
R1 + R 3 + R 4

(10)(5)
= R4 R2
10 + 10 + 5
R5
= 50
25
=2 R1 dan R2 disusun seri
Rs1 = R1 + R2
R 3R 4
Rc =
R1 + R 3 + R 4
= 30 + 50
= 80
= (10)(5)
R4 dan R5 disusun paralel
10 + 10 + 5 Rs2 = R4 + R5
= 30 + 50
= 50 = 80
25
=2 Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel
Rb dan R2 dirangkai seri 1 1 1
= R + R = 1 + 1 = 2
Rs1 = Rb + R2 Rp s1 s2 80 80 80
= 2 + 10 Rp = 40
= 12
V
Rc dan R5 dirangkai seri I = RAB = 120 volt = 3 A
Rs2 = Rc + R5 p 40
=2+2 Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian
=4 besarnya 3 A.
Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel
10. Jawaban: a
1 1 1 Diketahui: E1 = 3 V
= +
Rp R s1 R s2 E2 = 2 V
E3 = 5 V
1 1
= + R1 = 5
12 4
R2 = 10
1+ 3
= 12 Ditanyakan: I
Jawab:
4
= 12 Arah arus dan arah loop pada rangkaian seperti
berikut.
Rp = 3
Hambatan total ditentukan dengan merangkai Rp E1 = 3 V R1 = 5
dan Ra secara seri.
Rtot = Rs = Rp + Ra E3 = 5 V E2 = 2 V
=3+4
=7 R2 = 10
Kuat arus yang mengalir melalui rangkaian
V 28 V Berdasarkan hukum II Kirchhoff, arus yang
I= = 7 = 4 A
R tot dihasilkan:
Jadi, kuat arus yang mengalir melalui rangkaian E + IR = 0
sebesar 4 A. (E3 E1 + E2) + I(R1 + R2) = 0
(5 3 + 2) + I(5 + 10) = 0
9. Jawaban: b 6 + 15I = 0
Diketahui: R1 = R4 = 30 15I = 6
R2 = R3 = R5 = 50
VAB = 120 volt I= 6
15
Ditanyakan: I
Jawab: = 0,4
Nilai R1R5 = R2R4 sehingga arus yang mengalir Jadi, kuat arus listrik yang melalui rangkaian adalah
pada R3 bernilai nol. Oleh karena itu, rangkaiannya 0,4 A.
berubah menjadi seperti berikut.

20 Rangkaian Searah
11. Jawaban: a Jawab:
I1 I2
Apabila arus dan arah loop digambarkan seperti
berikut.
I3 D
A
R1 4 6 2 R2 2 R2
1 R3 E2
E1
E3
R1
E1 = 8 V E2 = 18 V
R3
Diketahui: R1 =4 B C
R2 =2 Arus yang mengalir pada rangkaian
R3 =6 E + IR = 0
E1 =8V (E3 + E2 + E1) + (I)(R1 + R2 + R3) = 0
E2 = 18 V (3 + 3 + 6) I(2 + 4 + 6) = 0
6 12I = 0
Ditanyakan: I1
12I = 6
Jawab: I = 0,5
I3 = I1 + I2 I2 = I3 I1 Besar tegangan antara A dan C
Loop 1 VAC = E + IR
E1 + I1R1 + I3R3 = 0 = (E2 + E3) + (I)(R2)
8 + I1 (4) + I3 (6) = 0 = (3 + 3) + (0,5)(4)
=2
4I1 + 6I3 = 8 . . . (1)
Jadi, tegangan antara titik A dan C adalah 2 volt.
Loop 2
13. Jawaban: c
E2 + I2R2 + I3R3 = 0 Diketahui: V = 6 volt
18 + I2 (2) + I3 (6) = 0 I =2A
2I2 + 6I3 = 18 . . . (2) Ditanyakan: Iseri
Masukan I2 = I3 I1 pada persamaan (2). Jawab:
2I2 + 6I3 = 18 V = I Rtot
2(I3 I1) + 6I3 = 18 6 volt = (2 A) Rtot
2I3 2I1 + 6I3 = 18 Rtot =
6 volt
2I1 + 8I3 = 18 . . . (3) 2A

Eliminasi persamaan (1) dan (3). Rtot = 3


1
4I1 + 6I3 = 8 4 16I1 + 24I3 = 32 = 1 + 1
R tot R R
2I1 + 8I3 = 18 3 6I1 + 24I3 = 54 1 2
=
3 R
22I1 = 22 R = (2)(3 ) = 6
Hambatan kawat jika dirangkai seri menjadi
22
I1= 22 6 + 6 = 12 .
V
I1 = 1 Iseri = R seri
Nilai minus (1) menunjukkan arah arus berlawanan
dengan arah arus yang sebenarnya. Jadi, nilai I1 6 volt
=
12
adalah 1 ampere.
= 0,5 A
12. Jawaban: b Jadi, arus listrik yang mengalir menjadi 0,5 A.
Diketahui: E1 = 6 V
14. Jawaban: c
E2 = 3 V
Diketahui: R1 = 6
E3 = 3 V
R2 = 4
R1 = 2
Ditanyakan: x dan y
R2 = 4
R3 = 6
Ditanyakan: VAC

Fisika Kelas XII 21


Jawab: 15. Jawaban: c
Rangkaian jembatan wheatstone A Diketahui: R = 800
A1 = 60 cm = 0,6 m
A2 = (100 60) cm = 40 cm = 0,4 m
6 4
Ditanyakan: Rx
Jawab:
A2
x
Rx = A1 R
y
0,4
= 0,6
(800 )
R3 = 3 + x
= 533,3
Supaya G = 0, maka:
Jadi, nilai hambatan tersebut 533,3 .
4(3 + x) = 6y
12 + 4x = 6y
4x 6y = 12 B. Uraian
2x = 3y 6 . . . (1) 1. Hambatan yang tidak saling terhubung tidak
Rangkaian jembatan Wheatstone B dihitung karena tidak ada arus yang mengalir di
hambatan tersebut.
6 4
R pengganti CEFD:
Rs = 2 + 2 + 4 + 2 + 2 = 12
G
y sehingga menjadi:
x
A 2 D
4

1 1 1 4+y 6 Rs
R3 = y
+ 4 = 4y
B
4y
R3 = 4+y 2 D

Supaya G = 0, maka: R pengganti CD:


4y 1 1 1
= +
6 4 + y = 4x Rp 6 Rs

24y 1 1 2 1
= 4x = + = 12
+ 12
4+y 6 12

Rp = 12 = 4
6y 3
=
x= 4+y
. . . (2) 12 3

Persamaan (2) dimasukkan ke persamaan (1). sehingga menjadi:


2x = 3y 6 A 2
6y
2 4 + y = 3y 6
Rp
12y
4+y
= 3(y 2) B
2
4y
4+y
=y2 R pengganti AB:
4y = (4 + y)(y 2) Rs = 2 + Rp + 2 = 2 + 4 + 2 = 8
4y = 4y 8 + y2 2y Jadi, nilai hambatan pengganti antara titik A dan
2
y 2y 8 = 0 B adalah 8 .
(y 4)(y + 2) = 0 2. Diketahui: R1 =4
y1 = 4 dan y2 = 2 R2 =8
6y 6(4) R3 =2
x= = 4+4 = 3
y +4 R4 =6
Jadi, nilai x dan y berturut-turut 3 dan 4 . V = 20 volt

22 Rangkaian Searah
Ditanyakan: a. I dan V jika hambatan disusun Loop 2 (DCBED)
seri E2 + E1 + I2R2 I3R3 = 0
b. I dan V jika hambatan disusun 6 + 9 + I2(0,2) I3(0,5) = 0
paralel
0,2I2 0,5I3 = 3
Jawab:
a. Hambatan disusun seri 0,6I3 + 0,1I2 = 9 2 1,2I3 + 0,2I2 = 18
Rs = R1 + R2 + R3 + R4 0,5I3 + 0,2I2 = 3 1 0,5I3 + 0,2I2 = 3
=4+8+2+6
= 20 1,7I3 = 21
Arus total
I3 12,35
V
I = 0,6I3 + 0,1I2 = 9
Rs
(0,6)(12,35) + 0,1I2 = 9
V 9 7,41
= Rs I2 = 0,1
= 1 ampere = 15,9
I = I1 = I2 = I3 = I4 = 1 A I1 = I2 + I3
Tegangan: = (15,9 + 12,35) A
V1 = I1R1 = 28,25 A
= (1 A)(4 ) Arus yang mengalir di R1, R2, dan R3 berturut-
= 4 volt turut 28,25 A, 15,9 A, dan 12,35 A.
V2 = I2R2 b. VBE = E1 I3R3
= (1 A)(8 ) = 9 V (12,35 A)(0,5 )
= 8 volt = 2,825 V
V3 = I3R3 Beda potensial B dan E sebesar 2,825 V.
= (1 A)(2 )
= 2 volt 4. Diketahui: R1 = 15
V4 = I4R4 R2 = 5
= (1 A)(6 ) R3 = 10
= 6 volt E1 = 4 V
b. Hambatan disusun paralel E2 = 2 V
Vtot = V1 = V2 = V3 = V4 = 20 volt E3 = 4 V
Ditanyakan: a. I
V1 20
I1 = = 4 A = 5 ampere b. Vab dan Vbd
R1
Jawab:
V2 20 a. Kuat arus yang mengalir melalui rangkaian
I2 = R2 = 8 A = 2,5 ampere dengan dimisalkan arah kuat arus berlawanan
dengan arah loop
V3 20
I3 = R3 = 2 A = 10 ampere a b
I R1 E1
V4 20
I4 = R4 = 6
A = 3,33 ampere E3 R2

3. a. R1 E2 R3
A F
d c
I1
R3 E1 E + IR = 0
B E
I3 E3 E2 + E1 I(R1 + R2 + R3) = 0
R2 E2 4 2 + 4 I(15 + 5 + 10) = 0
C I D 30I = 6
2
I = 0,2 A
I1 = I2 + I3 Jadi, kuat arus yang mengalir 0,2 A.
b. Tegangan antara a dan b (Vab)
Loop 1 (EBAFE) Vab = E1 + IR1
E1 + I3R3 + I1R1 = 0 = 4 + (0,2)(15)
I3(0,5) + (I2 + I3)(0,1) = 9 = 1 volt
0,6I3 + 0,1I2 = 9 Jadi, tegangan antara a dan b adalah 1 volt.

Fisika Kelas XII 23


Tegangan antara b dan d(Vbd). Jawab:
Vbd = E2 I(R2 + R3) a. Dalam rangkaian R1R5 = R2R4 sehingga dapat
= 2 0,2(5 + 10) ditentukan menggunakan jembatan Wheatstone.
= 5 volt Oleh karena itu, tida ada arus pada hambatan
Jadi, tegangan antara b dan d adalah 5 volt. R3 dan rangkaiannya menjadi seperti berikut.
5. A
R1 = 6 R2 = 10
2 3,25

P 6 Q

8 1 R4 = 3 R5 = 5

B 10 volt

R1 dan R2 dirangkai seri


Rs1 = R1 + R2
R2 = 6 + 10
P R1 = 16
Q
R4 dan R5 dirangkai seri
R3
Rs2 = R4 + R5
=3+5
=8
Hambatan total (Rtot) dapat ditentukan dengan
(2)(8) 16 menggabungkan Rs1 dan Rs2 yang dirangkai
R1 = = 16 = 1 secara paralel.
2+8+6
(2)(6) 12 1 1 1
R2 = = 16 = 0,75 = +
2+8+6 Rp R s1 R s2
(6)(8) 48
R3 = = 16 = 3 1 1
2+8+6 = 16 + 8
Rs
1
1+ 2
R2 3,25 Q = 16
P
R1
16
R3 1 R Rp = 3
= 5,33
s
9V 2
Jadi, hambatan total bernilai 5,33 .
b. Kuat arus yang mengalir
Rs = R2 + 3,25 = 0,75 + 3,25 = 4
1 V 10 volt 3
Rs = R3 + 1 = 3 + 1 = 4 I = R = 16 = 10 volt( 16 ) = 1,875 A
1 p
3
1 1 1 1 1 2
= R + = + = Jadi, kuat arus yang mengalir sebesar 1,875 A.
Rp s1 R s2 4 4 4
Rp = 2 7. Diketahui: R = 10 k
RPQ = R1 + Rp = (1 + 2) = 3 A : A2 = 2 : 3
Ditanyakan: Rx
E 9V
I= = =3A Jawab:
RPQ 3
A1
Hambatan antara P dan Q sebesar 3 dan arus Rx = R
A2
yang mengalir 3 A.
6. Diketahui: R1 =6 3
= 2 (10 k)
R2 = 10
R3 =2 = 15 k
R4 =3 Jadi, nilai Rx adalah 15 k.
R5 =5
V = 10 volt
Ditanyakan: a. Rtotal
b. I

24 Rangkaian Searah
8. Diketahui: E = 12 V b. I1 = I3 + I4
r =1
120 mA = I3 + 40 mA
R1 = 3
R2 = 4 I3 = 120 mA 40 mA
R3 = 4 = 80 mA
Ditanyakan: I c. I5 = I2 + I3 + I4
Jawab: = 80 mA + 80 mA + 40 mA
R2 dan R3 dirangkai paralel = 200 mA
1 1 1
= + 10. Diketahui: R1 = 5
Rp R2 R3
R2 = 10
1 1 r = 0,5
= +
4 4 E1 = 12 V
E2 = 4 V
2
= 4 Ditanyakan: a. I
b. V1
4 Jawab:
Rp = 2 = 2
a. Arah arus dan arah loop pada rangkaian seperti
Rtotal = R1 + Rp berikut.
=3+2 R1 = 5
=5 A B
E = I(Rtotal + r ) I
12 V = I(5 + 1 ) E1 = 12 V E2 = 4 V
12 V = I(6 ) r = 0,5 r = 0,5
I=2A
Jadi, kuat arus yang dihasilkan oleh sumber
D C
tegangan sebesar 2 A. R2 = 10

9. Diketahui: Imasuk = 200 mA E + IR = 0


I2 = 80 mA (E1 + (E2)) + I(R1 + R2 + r + r ) = 0
I4 = 40 mA (12 4) + I(5 + 10 + 0,5 + 0,5) = 0
Ditanyakan: a. I1 16 + I(16) = 0
b. I3 16I = 16
c. I5 I=1
Jadi, kuat arus yang mengalir 1 ampere.
Jawab:
b. Tegangan yang mengalir pada R1
a. Imasuk = I1 + I2
V1 = IR1
200 mA = I1 + 80 mA = (1 ampere)(5 )
I1 = 200 mA 80 mA = 5 volt
= 120 mA Jadi, tegangan yang mengalir pada R1 adalah
5 volt.

Fisika Kelas XII 25


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
Diketahui: E = 300 V
1. Jawaban: c
r =4
Diketahui: P = 125 W
Itiap lampu = 0,5 A
V1 = 100 V
Vparalel = Vtiap lampu = 220 V
V2 = 200 V
Ditanyakan: R Ditanyakan: n (jumlah lampu)
Jawab: Jawab:
125 W
E = V + Ir
P
I = V1
= 100 V
= 1,25 A 300 volt = 220 volt + Itot (4 )
(4 ) Itot = 300 volt 220 volt
V12 (100 V)(100 V)
R1 = = = 80 (4 ) Itot = 80 volt
P 125 W
80 volt
V2
I tot = 4 = 20 ampere
200 V
R2 = I
= = 160 Pada rangkaian paralel berlaku:
1,25 A
Oleh karena R2 bernilai 160 , lampu dapat Itotal = I1 + I2 + I3 + . . . .
menyala normal jika dipasang hambatan sebesar Dengan demikian, jika setiap lampu I = 0,5 A,
80 secara seri terhadap R1. jumlah lampu yang dapat dipasang (n):
2. Jawaban: b Itot 20 ampere
n= I = = 40 lampu
Diketahui: P1 = 40 W lampu 0,5 ampere
V1 = 220 volt Jadi, lampu yang dapat dipasang sebanyak
V2 = 110 volt 40 buah.
Ditanyakan: E jika t = 5 menit
Jawab: 5. Jawaban: e
2 Diketahui: V = 125 volt
V
P2 = V2 P1 R = 25
1
m = 2,7 kg
2
110 c = 1 kal/gC = 4.200 J/kgC
= 220 40 watt
T = 80C 30C = 50C
= 10 watt Ditanyakan: t
Energi listrik yang diserap selama 5 menit: Jawab:
W = Pt W=Q
= (10 watt)(300 sekon) V2
= 3.000 joule t = mcT
R
Jadi, energi yang diserap selama 5 menit sebesar (125 volt)2
3.000 joule. t = (2,7 kg)(4.200 J/kgC)(50C)
25
(2,7 kg)(4.200 J/kgC)(50C)(25 )
3. Jawaban: e t= (125 volt)2
Diketahui: W = 100 joule
= 907,2 sekon
R = 20
= 15,12 menit
I = 1.000 mA = 1 A
15 menit
Ditanyakan: t
Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan
Jawab:
air sekitar 15 menit.
W = I 2Rt
100 joule = (1 A)2(20 )t 6. Jawaban: c
100 joule Diketahui: V1 = 220 volt
t= = 5 sekon t = t sekon
(1 A 2 )(20 )
V2 = 110 volt
Jadi, rangkaian tersebut dialiri arus selama 5 sekon.
Ditanyakan: t2

26 Rangkaian Searah
Jawab: Jawab:
W1 = W2 ; I1 = I2 V12
V1 I t1 = V2 I t2 P1 =
R1
(220 volt)(t) = (110 volt) t2
V12
(220 volt)(t ) R1 =
t2 = 110 volt
P1

t2 = 2t sekon (120 volt)2


=
Jadi, waktu yang diperlukan untuk memanaskan 60 W
air tersebut menjadi 2t sekon. = 240
7. Jawaban: b V2 2
P2 =
Diketahui: R1 = 2 R2
R2 = 6
V2 2
r = 0,5 R2 =
P2
V = 6 volt
Ditanyakan: W2 jika t = 10 menit (120 volt)2
Jawab: =
40 W
R1 dan R2 dirangkai paralel = 360
1 1 1 R1 dan R2 dirangkai seri
= +
Rp R1 R2 Rs = R1 + R2
1
= 240 + 360
1
=
2
+ 6 = 600
Jadi, hambatan totalnya 600 .
3 +1
= 6 9. Jawaban: b
Diketahui: Q = 1.500 coulomb
6 3
Rp = 4 = 2 = 1,5 t = 15 menit = 900 sekon
V = 240 volt
Rtotal = Rp + r Ditanyakan: P
= 1,5 + 0,5 Jawab:
= 2,0 Arus yang mengalir

Itot =
Vtot
=
6 volt
= 3 ampere I = Q
R tot 2,0 t
1.500 coulomb
Tegangan yang mengalir pada R1 dan R2 adalah =
900 sekon
V = Itot
= (3 ampere)(1,5 ) = 5 ampere
3
= 4,5 volt
Daya listrik rata-rata
V2
W2 = t P =IV
R2
= ( 5 ampere)(240 volt)
(4,5 volt)2 3
= (600 sekon)
6 = 400 watt
= 2.025 joule Jadi, daya listrik rata-rata 400 watt.
= 482,14 kalori 482 kalori
10. Jawaban: d
Jadi, kalor yang timbul pada hambatan R2 dalam
Diketahui: V = 12,5 volt
waktu 10 menit sebesar 482 kalori.
t = 1 sekon
8. Jawaban: e Ditanyakan: W pada R = 16
Diketahui: P1 = 60 W Jawab:
V1 = 120 volt Rs = 1 + 3 + 4 = 8
P2 = 40 W
1 1 1
V2 = 120 volt = +
Rp 8 Rs
Ditanyakan: Rtotal
1 1
= +
8 8

Fisika Kelas XII 27


Jadi, besar energi listriknya 30.000 joule dan daya
Rp = 8 = 4
1 2
= listriknya 500 watt.
Rp 8 2
Rtotal = 16 + 4 + 5 3. Diketahui: P = 60 W
= 25 V = 240 volt
Vtotal = Itotal Rtotal t = 15 menit = 900 sekon
Ditanyakan: a. W
Vtotal
Itotal = R total
b. Q
Jawab:
12,5 volt a. Energi yang terpakai
=
25 W =Pt
= 0,5 ampere = (60 W)(900 s)
Pada R = 16 , nilai I = Itotal = 0,5 ampere = 54.000 J
W = I2 R t Jadi, energi yang dipakai sebesar 54.000 J.
= (0,5 A)2(16 )(1 s) b. Kalor yang timbul
= (0,25)(16)(1) J Q = W(0,24)
=4J = (54.000 joule)(0,24)
Jadi, energi yang dibebaskan sebesar 4 J. = 12.960 kalori
Jadi, kalor yang timbul sebesar 12.960 kalori.

B. Uraian 4. Diketahui: I = 500 mA = 5 101 A


t = 5 menit = 900 sekon
1. Diketahui: P = 2.200 W Q = 2,7 kkal
V = 220 V = 2.700 kal = 11.340 joule
t = 8 jam/hari Ditanyakan: R
biaya = Rp720,00/kWh Jawab:
Ditanyakan: a. R Q=W
b. biaya dalam sebulan (30 hari) W = I 2R t
Jawab: 11.340 = (5 101)2R(300)
11.340 = (25 102)R(300)
V2
a. P= 11.340 = 75R
R
R = 151,2
V2
R = Jadi, hambatan elemen pemanas sebesar 151,2 .
P
(220 V)2 48.400 5. Diketahui: m = 40 kg
= = 2.200 = 22
2.200 W h =2m
Hambatan oven sebesar 22 . V = 200 V
b. W =Pt I = 3,92 A
= (2.200 W)(8 jam/hari)(30 hari) t = 3 sekon
= 528.000 Wh g = 9,8 m/s2
= 528 kWh Ditanyakan:
Biaya = (Rp720,00/kWh)(528 kWh) Jawab:
= Rp380.160,00 Ep
= 100%
2. Diketahui: I = 5 ampere W
R = 20
t = 1 menit = 60 s = mgh 100%
VIt
Ditanyakan: a. W
b. P (40)(9,8)(2)
= 100%
(200)(3,92)(3)
Jawab:
a. W = I 2 R t = 33,33%
= (5 ampere)2 (20 ) (60 s) Jadi, efisiensi elektromotor tersebut 33,33%.
= 30.000 joule
W
b. P = t
30.000 joule
= 60 s
= 500 watt

28 Rangkaian Searah
A. Pilihan Ganda Jawab:
V =IR
1. Jawaban: a
Diketahui: t = 1 menit = 60 sekon A
= I A
n = 1,125 1021
qe = 1,6 1019 C (25)(1,72 108 )(150)
Ditanyakan: I =
(3 107 )
Jawab:
= 215 volt
Q = n qe
Jadi, tegangan antara ujung-ujung kawat sebesar
= (1,125 1021)(1,6 1019)
215 volt.
= 1,8 102
= 180 coulomb 5. Jawaban: a
Q Kuat arus yang mengalir melalui R2 dan R3 dapat
I = t ditentukan dengan hukum I Kirchhoff.
Kuat arus yang mengalir melalui R2
=
180 coulomb
60 sekon
Imasuk = Ikeluar
= 3 ampere IR + 5 A= 12 A
2
Jadi, kuat arus yang mengalir 3 ampere. IR = 7 A
2
Kuat arus yang mengalir melalui R3
2. Jawaban: b
Diketahui: V = 12 V Imasuk = Ikeluar
I =2A IR + 3 A= 5 A
3
Ditanyakan: R IR = 2 A
3
Jawab: Jadi, kuat arus yang mengalir melalui R2 dan R3
V =IR berturut-turut sebesar 7 A dan 2 A.
V 12 volt
R = I = 2A = 6 6. Jawaban: c
Diketahui: R1 = 3
Jadi, hambatan resistor tersebut 6 . R2 = 2
3. Jawaban: d R3 = 6
Diketahui: V1 = 3 volt R4 = 2
I1 = 0,02 ampere R5 = 3
V2 = 4,5 volt Ditanyakan: Rtot
Ditanyakan: I2 Jawab:
Jawab: Hambatan R3 dan R4 dirangkai paralel.
V1 I1 1 1 1
= = +
V2 I2 Rp R3 R4
3 volt 0,02 ampere 1 1
= = 6 + 3
4,5 volt I2
(4,5 volt)(0,02 ampere) 1+ 2
I2 = = 0,03 A = 30 mA = 6
3 volt
Jadi, besar kuat arus yang mengalir adalah 30 mA. 3
= 6
4. Jawaban: b
= 1,72 108 Wm 6
Diketahui: Rp = 3 = 2
A = 150 m
A = 0,3 mm2 = 3 107 m2 Hambatan pengganti
I = 25 ampere Rtotal = Rs = Rp + R1 + R2 + R5
Ditanyakan: V = (2 + 3 + 2 + 3)
= 10
Jadi, hambatan pengganti dari rangkaian tersebut
adalah 10 .

Fisika Kelas XII 29


7. Jawaban: b Vx
Diketahui: R1 =3 Rx = = 5 volt = 250
Ix 20 mA
R2 = R3 = 4
Jadi, besar hambatan X sebesar 250 .
r =1
E = 12 V 10. Jawaban: d
Ditanyakan: I Diketahui: P1 = 80 watt
Jawab: V1 = 220 volt
1 1 1
= + V2 = 110 volt
Rp R2 R3
2 Ditanyakan: P2
= 4 Jawab:
Rp = 2 2

Rtotal = R1 + Rp P2 = V2 P1
V1
=3+2
=5
2
110 V
= (80 )
E = I(Rtotal + r) 220 V
12 V = I(5 + 1 )
12 V = I(6 ) = 80 W = 20 W
4
I =2A
Jadi, kuat arus yang dihasilkan oleh sumber Jadi, daya lampu menjadi 20 W.
tegangan sebesar 2A. 11. Jawaban: a
8. Jawaban: e Diketahui: Rv = 2 k = 2.000
Diketahui: RA = 0,006 I = 0,5 A
IA = 1 A Rf = 28 k = 28.000
I =5A Ditanyakan: V
Ditanyakan: Rsh Jawab:
Jawab: V v = Rv I = (2.000 )(0,5 A) = 1.000 V

n=
I
= 5A =5
Rf 28.000
IA 1A
n1 = Rv = 2.000 = 14
n = 15
Rsh = R A
n 1 V
n=
Vv
= 0,006
5 1 V = n Vv = (15)(1.000 V) = 15.000 V
= 0,0015 Batas ukurnya menjadi 15.000 V.
Jadi, besar hambatan shunt yang diperlukan 12. Jawaban: c
sebesar 0,0015 . Diketahui: R = 10
9. Jawaban: e R1 = 7R2
Diketahui: Rv = 1 k Ditanyakan: R1
V = 5 volt Jawab:
I = 25 mA R1 + R2 = R
Ditanyakan: Rx 7R2 + R2 = R
Jawab:
Besar kuat arus pada voltmeter R
R2 = 8
V
Iv = = 5 volt = 5 mA R1 = 7R2
Rv 1 k R 7
= 7( 8 ) = 8 R
Arus pada hambatan x
I = Ix + Iv 7
= 8 (10 ) = 8,75
25 mA = Ix + 5 mA
I x = 20 mA Kawat bagian pertama memiliki hambatan 8,75 .
Jika x dan Rv disusun paralel sehingga Vx = Vv =
5 volt. Oleh karena itu, besar hambatan X:

30 Rangkaian Searah
13. Jawaban: a 16. Jawaban: b
Diketahui: R1 = 3 Diketahui: E1 = 4 V
R2 = 2,5 E2 = 4 V
R3 = 3,5 E3 = 12 V
E =3V R1 = 2
Ditanyakan: I3 R2 = 15
Jawab: r1 = 0,2
R2 dan R3 dirangkai seri r2 = 0,2
Rs = R2 + R3 r3 = 0,6
= 2,5 + 3,5 Ditanyakan: I
=6 Jawab:
R1 dan Rs dirangkai paralel sehingga: Arah kuat arus dan arah loop dapat dilihat sesuai
VR1 = VRs = E = 3 V rangkaian berikut.
Kuat arus pada Rs1 E1
VRs I r1
3V R1
IRs = = 6 = 0,5 A
Rs E3 E2
IRs = I2 = I3 = 0,5 A r3 r2
Jadi, besar arus listrik yang mengalir pada R3 R2
adalah 0,5 A.
14. Jawaban: d E + IR = 0
Diketahui: To = 25C (E2 + E1 + E3) + (I)(R1 + R2 + r1
T = 305C + r2 + r3) = 0
T = T To (4 + 4 + 12) I(2 + 15 + 0,2 + 0,2
= 305C 25C = 280C + 0,6) = 0
Ro = 100 12 18I = 0
= 4 103/C 18I = 12
Ditanyakan: R 12
I = 18 ampere
Jawab:
R = R0(1 + T ) = 3 ampere
2
= (100)(1 + (4 103)(280))
= (100)(1 + 1,12) Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian
= (100)(2,12) 2
= 212 sebesar 3 ampere.
Jadi, hambatan kawat tembaga menjadi 212 .
17. Jawaban: c
15. Jawaban: c Diketahui: E1 = 16 V
Diketahui: V1 = 25 V E2 = 8 V
P = 100 W E3 = 10 V
V2 = 125 V R1 = 12
Ditanyakan: R yang ditambahkan R2 = R3 = 6
Jawab: Ditanyakan: IR
2
V12 (25 V)2 625 V 2 Jawab:
R1 = = 100 W
= 100 W
= 6,25 Berdasarkan hukum II Kirchhoff, arah arus dan
P
arah loop seperti berikut.
P 100 W
I = V1 = 25 V
=4A E1 R1
Alat dapat bekerja normal jika arus yang mengalir
sama.
I
V2 125 V I2
R2 = I
= 4A
= 31,25 R2 E2
I3
Oleh karena R1 = 6,25 dan R2 = 31,25 maka I1
II
harus ditambahkan hambatan sebesar 25 secara E3 R3
seri pada R1.

Fisika Kelas XII 31


I1 + I2 = I3 Jawab:
Loop I R3 dan R4 dirangkai paralel
E + IR = 0 1 1 1 1 1 1+ 2
Rp
= + = 6 + 3 = 6
(E1 + E2) I2R1 I3R2 = 0 R3 R4

I2R1 + I3R2 = E1 + E2 6
Rp = 3 = 2
12I2 + 6I3 = 24
: 6 R2 dan Rp dirangkai seri
2I2 + I3 = 4 . . . (1) Rs = R2 + Rp
Loop II =6+2
E + IR = 0 =8
Rs dan R1 dirangkai untuk memperoleh hambatan
(E2 + E3) I3R2 I1R3 = 0 total (Rtot)
I3R2 + I1R3 = E2 + E3
1 1 1 1 1 3 +1
6I3 + 6I1 = 8 + 10 Rp
= + = 8 + 24 = 24
Rs R1
6I3 + 6(I3 I2) = 18
24
6I3 + 6I3 6I2 = 18 Rp = 4
=6
12I3 6I2 = 18 Arus yang mengalir pada rangkaian
: 6
V 12 volt
2I3 I2 = 3 . . . (2) I= = 6
= 2 ampere
Rp
Persamaan (1) dan persamaan (2), nilai I 2
Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian di
dieliminasi.
atas adalah 2 ampere.
2I2 + I3 = 4 1 2I2 + I3 = 4
I2 + 2I3 = 3 2 2I2 + 4I3 = 6 20. Jawaban: b
+ Diketahui: P = 15 W
5I3 = 10 V = 12 V
I3 = 2 A E = 12 V
Jadi, kuat arus yang melalui R2 adalah 2 A. r = 1,8
18. Jawaban: b Ditanyakan: I
Diketahui: J = 200 A/m2 Jawab:
D = 0,2 m r = 0,1 m P =
V2
Ditanyakan: I R
Jawab: V2
R =
A = r2 P
= (3,14)(0,1 m)2 (12 volt)2
=
= (3,14)(0,01 m2) 15 watt
= 3,14 102 m2
144 volt 2
I =JA = 12 V ; 1,8
15 watt
= (200 A/m2) (3,14 102 m2)
48
= 6,28 A = 5
Jadi, kuat arus yang mengalir dalam konduktor itu
1 5 5 5
sebesar 6,28 ampere. = + +
Rp 48 48 48
19. Jawaban: e
16
Diketahui: R1 = 24 = 15 Rp = 48 = 5 = 3,2
48 15
R2 =6
R3 =6 E = I(R + r)
R4 =3 12 volt = I(3,2 + 1,8 )
V = 12 volt = I(5 )
Ditanyakan: I
12 volt
I= 5
= 2, 4 ampere
Jadi, arus listrik yang melewati akumulator sebesar
2,4 ampere.

32 Rangkaian Searah
21. Jawaban: d Jawab:
Diketahui: t =1s RP = RQ
W = 500 J AP AQ
P = Q
V = 50 V AP AQ
Ditanyakan: R 1
=
1
Jawab: AP AQ
Jawab: 1 1
=
W 500 J
1
d 2 a2
4
P= = = 500 W 1
t 1s
2
a2 = 4
d 2
V
P = d
R a=
(50 V)2 2
500 W =
R d
Ukuran batang Q adalah a = .
2 2
2.500 V
R= =5
500 W 24. Jawaban: e
Jadi, hambatan listrik alat pemanas = 5 . Diketahui: R1 = 16
22. Jawaban: d R2 = 1
Diketahui: V1 = 100 volt R3 = 3
R = 20 R4 = 4
ma = 1 kg R5 = 5
T0 = 20C R6 = 8
t = 7 menit = 420 sekon V = 12,5 volt
V2 = 110 volt Ditanyakan: V3
cair = 4.200 J/kgC Jawab:
Ditanyakan: T R2, R3, dan R4 dirangkai seri
Jawab: Rs1 = R2 + R3 + R4 = 1 + 3 + 4 = 8
Rs dan R6 dirangkai paralel
V2 (100 volt)2 (100)(100) volt 2
P = = = 1 1 1 1 1 1+ 1
R 20 20 = + = + 8 = 8
Rp Rs R6 8
P1 = 500 watt
8
V2
2
Rp = 2 = 4
P2 = P1
V1 Rp, R1, dan R5 dirangkai secara seri
110 V
2 Rs = Rp + R1 + R5
2
= 100 V P1
= 4 + 16 + 5
= (1,1)2 (500 watt) = 25
= 1,21 (500 watt) = 605 watt Arus yang mengalir dalam rangkaian
W=Q Vs 12,5 volt
I= = = 0,5 ampere
P t = ma ca T Rs 25
(605 watt)(420 sekon) = (1 kg)(4.200 J/kgC) Tegangan yang mengalir pada Rp
(T 20C) Vp = I Rp
254.100 J = (4.200 J/C)(T 20C) = (0,5 ampere)(4 )
254.100 J = 2 volt
T 20C = 4.200 J/C
Vp = V6 = Vs = 2 volt
T 20C = 60,5C Arus yang mengalir pada Rs1
T = 60,5C + 20C = 80,5C Vs
Jadi, suhu akhir air menjadi 80,5C. Is = = 2 volt = 1 ampere
R s1 8 4
23. Jawaban: d Beda potensial pada hambatan 3 adalah
Diketahui: RP = RQ
AP = AQ V3 = I3R3 = ( 1 A)(3 ) = 3 volt
4 4
P = Q
Jadi, beda potensial pada hambatan 3 adalah
Ditanyakan: ukuran batang Q
3
volt.
4

Fisika Kelas XII 33


25. Jawaban: c Jawab:
Diketahui: R1 = 5 R1R4 R2R3 sehingga hambatan total dapat
R2 = 10 diselesaikan dengan transformasi delta. Adapun
R3 = 10 rangkaiannya seperti berikut.
R4 = 5
R1
R5 = 2 R2
V = 15 volt Rb
Ra
Ditanyakan: I R5
Jawab: Rc
R1R3 = R2R5 sehingga hambatan total dapat R3 R4
ditentukan menggunakan jembatan Wheatstone.
Jika menggunakan jembatan Wheatstone, arus R1R 3 (2)(4)
yang mengalir pada Rs bernilai nol. Adapun gambar Ra = R1 + R 3 + R 5 = 2+4+2 = 1
rangkaiannya seperti berikut. R1R 5 (2)(2)
Rb = R1 + R 3 + R 5 = 2 + 4 + 2 = 0,5
R1 = 5 R 3R 5 (4)(2)
R4 = 5
Rc = = 2+4+2 = 1
R1 + R 3 + R 5
A B Berdasarkan perhitungan tersebut, rangkaiannya
R2 = 10 menjadi seperti berikut.
R3 = 10
Rb = 0,5

R1 dan R4 dirangkai secara seri R2 = 1,5


Rs = R1 + R4 Ra = 1
1
=5+5 A B
= 10
R2 dan R3 dirangkai secara seri Rc = 1
Rs = R2 + R3 R4 = 1
2
= 10 + 10 Rb dan R2 dirangkai seri
= 20 Rs1 = Rb + R2 = 0,5 + 1,5 = 2,0
Hambatan total pada rangkaian Rc dan R4 dirangkai seri
1 1 1 Rs2 = Rc + R4 = 1 + 1 = 2
= +
Rp R s1 R s2
Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel
1 1
= 10 + 20 1 1 1 1 1 2
= + = 2,0
+ 2,0
=
Rp R s1 R s2 2,0
2 +1
= 20 Rp = 1
3 Hambatan total pada rangkaian
= 20 Rtot = Rs3 = Rp + Ra = 1 + 1 = 2
Tegangan AB
Rp = 20 VAB = I Rtot = (2 A)(2 ) = 4 volt
3
Jadi, besar tegangan di titik AB adalah 4 volt.
Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
27. Jawaban: c
V 15
I = R = 20 A = 15( 3 ) A = 9 A = 2,25 A Diketahui: n =4
20 4
p 3 R = 1,5
Jadi, kuat arus yang mengalir dalam rangkaian r = 0,5
sebesar 2,25 A. = 1,5 V
26. Jawaban: b Ditanyakan: I
Diketahui: R1 = 2 Jawab:
R2 = 1,5 s = n = 4(1,5 V) = 6 volt
R3 = 4 rs = n r = 3(0,5 ) = 1,5
R4 = 1 Kuat arus yang melalui lampu:
R5 = 2 s 6 volt
I= = = 2 ampere
I = 2 ampere rs + R 1,5 + 1,5
Ditanyakan: VAB Jadi, kuat arus yang melalui lampu adalah 2 A.

34 Rangkaian Searah
28. Jawaban: a Jawab:
Diketahui: R1 = 15 E1 = 4 V 2
V 110
2
R2 = 5 E2 = 2 V P2 = V2 P1 = 100 = 25 watt
R3 = 10 E3 = 4 V 1 220
Ditanyakan: VAB Energi yang dipakai
Jawab: W = Pt
Apabila arah arus dan arah loop digambarkan = (25 watt)(1.800 sekon)
seperti berikut. = 45.000 J
R1 E1 Jadi, energi yang dipakai 45.000 J.

B. Uraian
E3 R2
1. Diketahui: J = 60 A/m2
E2 R3 Q = 30 C
t = 5 sekon
E + IR = 0 Ditanyakan: A
(E1 + E3 E2) + (I)(R1 + R2 + R3) = 0 Q 30 C
I = t = 5 sekon
=6A
(4 + 4 2) + (I)(15 + 5 + 10) = 0
6 I(30) = 0 I
J =
30I = 6 A
I = 0,2 A I
A =
VAB = E1 + IR1 J
= 4 + (0,2)(15) 6A
= 60 A/m2
= 1 volt
Jadi, tegangan antara A dan B sebesar 1 volt. = 0,1 m2
Jadi, luas konduktor adalah 0,1 m2.
29. Jawaban: b
Apabila digambarkan arah arusnya seperti berikut. 2. Diketahui: RA = 9
A IA = 0,2 A
I =2A
I
Ditanyakan: Rsh
Jawab:
C Untuk meningkatkan nilai
I1 I2 A
maksimum ampermeter
B D
dilakukan dengan menambah
Rsh
hambatan atau dikenal
sebagai Rsh yang dipasang
Berdasarkan hukum I Kirchhoff paralel dengan amperemeter.
I = I1 + I2 I 2A
I1 > I2 karena I1 hanya melewati sebuah lampu, n= IA n= 0,2 A
= 10
sehingga urutan kuat arusnya I > I1 > I2.
RA
Lampu yang dilalui oleh kuat arus dengan arus Rsh = (n 1)
terbesar akan menyala paling terang. Oleh karena
9
itu, = (10 1)
1) lampu A paling terang;
9
2) lampu B lebih redup dari lampu A; = 9
3) lampu C dan D sama terang dan paling redup = 1
dibandingkan lainnya. Jadi, nilai hambatan shunt yang diperlukan adalah
30. Jawaban: c 1 .
Diketahui: P1 = 100 W
3. Diketahui: R = 24
V1 = 220 V
V2 = 110 V V = 120 V
t = 30 menit = 1.800 sekon T = (45 25)C = 20C
Ditanyakan: W m = 10 kg = 10.000 g
cair = 1 kal/gC

Fisika Kelas XII 35


Ditanyakan: t VAB = I3 R3
Jawab: = (0,04 A)(45 )
V =IR = 1,8 volt
V Jadi, V di AB sebesar 1,8 volt.
I = R
120 volt 5. Diketahui: Aperak =2m
= 24 Aperak = 0,5 mm2 = 5 107 m2
= 5 ampere perak = 1,6 108 m
Q = m c T Aplatina = 0,48 m
= (10.000 g)(1 kal/gC)(20C) Aplatina = 0,1 mm2 = 107 m2
= 2 105 kal
platina = 4 108 m
Kesetaraan joule dan kalori, berlaku 1 joule = 0,24
V = 12 volt
kalori. Pada kasus ini, berlaku hukum kekekalan
energi. t = 1 menit = 60 s
W= Q Ditanyakan: W
(0,24) V I t = Q Jawab:
(0,24)(120 volt)(5 ampere) t = 2 105 kal Pada kawat perak
(144 W) t = 2 105 kal A perak
200.000 Rperak = perak A
t= 144
perak

1.388,89 detik 2m
= (1,6 108 m)
23 menit (5 107 m2 )
Jadi, waktu yang diperlukan kira-kira 1.388,89 = 6,4 102
sekon atau 23 menit. Pada kawat platina:
4. 2,1 V ; 2 1,9 V ; 1 A platina
C AB E Rplatina = platina A
platina

(0,48 m)
(I) (II) = (4 108 m)
45

(107 m2 )
I3
D = 1,92 101
8 I1 A I2 9 F
Oleh karena dipasang seri maka:
Rtotal = Rperak + Rplatina
I1 + I2 = I3 = I1 = I3 I2 . . . (1)
= (6,4 102 ) + (1,92 101 )
Loop I = 2,56 101
(8 ) I1 + (45 ) I3 2,1 V + (2 ) I1 = 0
Vtotal
8 I1 + 45 I3 2,1 + 2 I1 = 0 Itotal = R total
10 I1 + 45 I3 = 2,1
Masukkan persamaan (1) 12 volt
=
10(I3 I2) + 45 I3 = 2,1 2,56 101

10 I3 10 I2 + 45 I3 = 2,1 = 46,875 ampere


10 I2 + 55 I3 = 2,1 . . . (2) Oleh karena rangkaian seri, maka Itotal = Iperak
= Iplatina
Loop II
(9 ) I2 + (45 ) I3 + (1 ) I2 1,9 V = 0 V pada kawat platina
W = 0,24 (I 2total Rplatina t) kalori
9 I2 + 45 I3 + I2 1,9 = 0
10 I2 + 45 I3 = 1,9 = (0,24)(46,875)2(1,92 101)(60) kalori
= 6.075 kalori
Eliminasi persamaan (2) dan (3):
Jadi, panas yang timbul pada kawat platina sebesar
10I2 + 55 I3 = 2,1 6.075 kalori.
10I2 + 45 I3 = 1,9
+ 6. Diketahui: R1 =8
R2 = R3 = R6 = R7 = 4
100 I3 = 4
R4 = R5 = 12
4 V = 20 volt
I3 = 100 = 0,04 A

36 Rangkaian Searah
Ditanyakan: a. Rtotal c. Itotal = IRs = IR = 3 ampere
2 7
b. I
24
c. VAD VAD = Rp IRp = ( 9 )(3 ampere) = 8 volt
2 2
Jawab:
Jadi, tegangan di titik AD sebesar 8 volt.
a. R4 dan R5 dirangkai paralel
1 1 1
7. Diketahui: R1 = 10 k
= + R2 = 15 k
Rp1 R4 R5
Ditanyakan: A1 : A2
1 1 Jawab:
= +
12 12 Pada jembatan wheatstone berlaku:
2 R1A1 = R2A2
= (10 k)A2 = (15 k)A1
12
A1 10 k
12 = 15 k
Rp = =6 A2
1 2
A1 2
R1 dan R3 dirangkai seri = 3 A2
Rs = R1 + R3 Jadi, perbandingan A1 : A2 adalah 2 : 3.
1
=8+4
= 12 8. Diketahui: P = 250 watt
R2 dan R6 dirangkai seri V = 125 volt
Rs = R2 + R6 R = 12,5 per meter
2
=4+4 Ditanyakan: A
=8 Jawab:
Rs , Rs , dan Rp dirangkai paralel V2
1 2 1 P=
R
1 1 1 1
= + + (125 volt)2
R p2 R s1 R s2 Rp1 250 watt =
R
1 1 1 (125 volt)2
= 12 + 8 + 6 R= = 62,5
250 watt
2+3+4 62,5
= 24
A= 12,5 /m
= 5 meter
9 Jadi, panjang kawat adalah 5 meter.
= 24
9. Tegangan listrik yang didistribusikan ke rumah
24
Rp = 9 disambung secara paralel bertujuan supaya salah
satu komponen listrik rusak, komponen yang lain
Hambatan totalnya masih berfungsi. Selain itu, apabila dirangkai secara
Rtot = Rs = Rp2 + R7 paralel, tegangan yang diterima setiap peralatan
24 sama.
= 9
+4
24 36
10. Diketahui: ne = 5 1014
= 9
+ 9 qe = 1,6 1019 C
t = 30 s
60
= 9 R = 1,5 k = 1,5 103
Ditanyakan: V
= 6,67
Jawab:
Jadi, hambatan pengganti seluruh rangkaian
Q = ne qe
6,67 .
= (5 1014 )(1,6 1019 C)
b. V=IR
= 8 105 C
9
I = 24 Q 8 10 5 C 8
I = t = A = 3 106 A
60 30 s
= 20 volt : 9

V=IR
9
= 20 volt 8
60 = ( 3 106 A)(1,5 103 )
= 3 ampere
Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian = 4 103 V
sebesar 3 ampere. = 4 mV
Jadi, beda potensial kawat sebesar 4 mV.

Fisika Kelas XII 37


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mengevaluasi berbagai fenomena kelistrikan dalam kehidupan sehari-hari;
2. melakukan percobaan untuk menyelidiki konsep listrik statis;
3. menerapkan konsep gaya Coulomb dan kuat medan listrik dalam pemecahan masalah listrik;
4. menerapkan konsep energi potensial listrik dan potensial listrik;
5. menerapkan nilai muatan dan tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel kapasitor.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi
untuk mempermudah kehidupan;
2. berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, dan
inovatif) dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Listrik Statis

Muatan Listrik, Gaya Coulomb, dan Energi Potensial dan Potensial


Kuat Medan Listrik Kapasitor
Listrik

Mempelajari konsep muatan Mempelajari energi potensial Mempelajari pengelompokan


listrik. listrik. kapasitor.
Mempelajari konsep gaya Coulomb. Mempelajari potensial listrik. Menyelidiki nilai kapasitas
Mempelajari konsep kuat medan Menyelidiki hubungan antara kapasitor.
listrik. energi potensial listrik dengan Menyelidiki kerja kapasitas
potensial listrik. kapasitor keping sejajar.
Mencari tahu fenomena listrik Menyelidiki susunan kapasitas
statis. kapasitor pada rangkaian.

Bersyukur atas terciptanya listrik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Bersikap objektif, jujur, cermat, dan kritis dalam setiap kegiatan.
Menghargai kerja individu dan kelompok dalam setiap kegiatan.
Menjelaskan konsep muatan listrik.
Menjelaskan konsep gaya Coulomb dan kuat medan listrik.
Menjelaskan konsep energi potensial listrik dan potensial listrik.
Menjelaskan hubungan antara enegi potensial listrik dengan potensial listrik.
Menjelaskan fenomena listrik statis dalam kehidupan manusia.
Menjelaskan pengelompokan kapasitor.
Menjelaskan nilai kapasitas kapasitor baik disusun seri maupun paralel.

38 Listrik Statis
A. Pilihan Ganda 1
= 2F 2 + 2F 2 ( 2 )
1. Jawaban: c
q1 q2 = 3F
F=k
r2
=F 3
Besarnya F (gaya Coulomb) berbanding terbalik
dengan besarnya r 2 (kuadrat jarak antarpartikel). Jadi, besar gaya Coulomb di titik C adalah F 3 .
Semakin besar jarak, gayanya semakin kecil. Dengan
demikian, grafik yang tepat adalah pilihan c. 4. Jawaban: d
Diketahui: qA = 20 C = 2 105 C
2. Jawaban: d
qB = 30 C = 3 105 C
Diketahui: qA = qB = 102 C = 108 C
rAB = 10 cm = 1 101 m qC = 160 C = 16 105 C
1 rAB = 30 cm = 3 101 m
= 9 109 Nm2/C2
4 0 rAC = 60 cm = 6 101 m
Ditanyakan: F Ditanyakan: FA
Jawab: Jawab:
F =
k qA qB 160 C
rAB2 C
1 qA qB
= 4 rAB2
(108 C)(108 C)
= (9 109 Nm2/C2) 60 cm
(1 101 m)2 F AC

(9 109 Nm2 /C2 )(1016 C)


=
(1 102 m2 )
F AB
= 9 105 N A B
20 C 30 C
Jadi, gaya Coulomb kedua muatan sebesar 30 cm
9 105 N.
q A qB (2 105 )(3 105 )
3. Jawaban: e FAB = k = 9 109 N
rAB2 (3 101)2
Diketahui: FAB = FBC = FCD = F
Ditanyakan: FC (6 1010 )
Jawab: = 9 109 N = 60 N
(9 102 )
FBC FAB
q A qC (2 105 )(16 105 )
FAC = k = 9 109 (6 101)2
N
rAC2
C
(32 1010 )
= 9 109 (36 102 ) N = 80 N
Oleh karena kedua gaya saling tegak lurus,
resultan gaya muatan di titik A:

F = FAB 2 + FAC2
A B
Berdasarkan gambar, FAB dan FBC mengapit sudut = (60 N)2 + (80 N)2
60. Oleh karena itu, besar FC seperti berikut. F = 100 N
Jadi, gaya yang dialami muatan A adalah 100 N.
FC = FAB2 + FBC2 + 2FAB FBC cos

= F 2 + F 2 + 2F F cos 60

Fisika Kelas XII 39


5. Jawaban: a FCA = FCB
Diketahui: qA = 20 C = 2 105 C k qC qA k qC qB
qB = +60 C = +6 105 C =
rCA 2 rCB2
qC = 80 C = 8 105 C qA qB
=
rAC = 4 m rCA 2 rCB2
6
rAB = 3 m 4 10 6 C = 16 10 2 C
x2 (1 x )
rCB = 5 m
1 4
=
Ditanyakan: FA x2 (1 x )2
Jawab: 1 2
Apabila digambarkan arah gaya antarmuatan =
x (1 x )
seperti gambar berikut. 2x = (1 x)
3x = 1
C 90 C
1
x= 3
1
Jadi, jarak partikel C dari A adalah 3 m.
4m 5m
7. Jawaban: c
A
Diketahui: r1 = r2 = r3 = r4 = a
FAB
B q1 = q2 = q3 = q4 = q
20 C 3m +60 C
1
= k Nm2/C2
4 0
FAC
Ditanyakan: F1 = F2 = F3 = F4
k qA qB
F = Jawab:
rAB2
(9 109 )(2 10 5 )(6 10 5 ) F32 F12 = k
q1q 2
= N a2
32
q1 a q2
(9 109 )(12 10 10 ) q 3q 2
= 9
N F12 F32 = k
a2
= 1,2 N a
q1q 2
k qA qC =k
FAC = 2 a2
rAC
(9 109 )(2 10 5 )(8 10 5 ) q4 q3
= N
42
(9 109 )(16 10 10 ) 2 2
= N q1q2 q1q2
16 F2 = F122 + F322 = k 2 + k 2
= 0,9 N a a

FA = FAB2 + FAC2 + 2FAB FAC cos =k


q1q 2
2
a2
Jadi, muatan di setiap titik sudut mengalami gaya
= (1,2 N)2 + (0,9 N)2 + 2(1,2 N)(0,9 N) cos 90 N
q1q 2
sebesar k 2.
= 1,44 + 0,81 N = 1,5 N a2

Jadi, besar gaya Coulomb di titik A sebesar 1,5 N. 8. Jawaban: c


Diketahui: rAB = 2 cm = 2 102 m
6. Jawaban: b
Diketahui: qA = 4 C = 4 106 C qB =
1
q qA = 2qB
2 A
qB = 16 C = 16 106 C
FAB = 40 N
qC = +6 C = 6 106 C
rAC = x m Ditanyakan: qB
rCB = (1 x) m Jawab:

Ditanyakan: x k qA qB
FAB = 2
rAB
Jawab:
FC = 0 (9 109 )(2qB )(qB )
40 = (2 102 )2
FCA FCB = 0

40 Listrik Statis
(9 109 )(2qB 2 )
10. Jawaban: b
40 =
4 10 4
Diketahui: q1 = 10 C = 1 105 C
q2 = 3 C = 3 106 C
(40)(4 104 )
qB2 = q3 = 4 C = 4 106 C
(2)(9 109 )
k = 9 109 Nm2C2
16 1012 r12 = r13 = 30 cm = 3 101 m
qB =
29 Ditanyakan: F1
Jawab:
4 10 6 2
qB = Arah-arah gaya yang terjadi pada muatan q1
3 2 2
digambarkan seperti berikut.
4
= 6 2 106 q2 = 3 C

2
= 3 2 106
30 cm
2
Jadi, besar muatan B adalah 3 2 106 C. F12

9. Jawaban: b 30 cm
q1 = 10 C q3 = 4 C
Diketahui: qA = +q F13
qB = 2q
qC = q k q1 q2
F12 = 2
k = 9 109 Nm2 C2 r12
rAB = 2r (9 109 )(1 105 )(3 106 )
=
rBC = r (3 101)2
Ditanyakan: FB dan arahnya (9 109 )(1 105 )(3 106 )
=
Jawab: (9 102 )
Arah gaya yang terjadi di titik B dapat digambarkan =3N
seperti berikut. k q1 q3
F13 = 2
A FBC FBA B r C r13

+q 2q q (9 109 )(1 105 )(4 106 )


=
(3 101)2
k qB qA
FBA = 2 (9 109 )(1 105 )(4 106 )
rBA =
k (2q )(q ) (9 102 )
= =4N
(2r )2
2
=
2kq
F1 = F122 + F132 + 2F12 F13 cos
4r 2
1 kq 2
= = 32 + 42 + 2(3)(4) cos 90
2 r2

FCB =
k qB qC = 9 + 16
2
rBC
= 25
k (2q )(q )
= =5
r2
2kq 2 Jadi, resultan gaya Coulomb muatan q1 adalah
= 5 N.
r2
FB = FBA + FBC 11. Jawaban: c
1 kq 2 kq 2 Diketahui: q1 = +3q
= + 2 2
2 r2 r r1A = r2A = a
2
kq kq
= 2,5 EA = 2
r2 a
Ditanyakan: q2
= 2,5 k q 2r 2 (arah ke kiri)
Jadi, gaya Coulomb di B sebesar 2,5 k q 2r 2 ke
kiri.

Fisika Kelas XII 41


Jawab: Jawab:
Arah kuat medan listrik di titik A: A C B

E1 x cm
q1 = +3q A q2
15 cm
a a
E = 0 saat EA = EB
EA = E1 + E2
EA = EB
kq kq1 kq2
= + qA qB
a2 r12 r22 k =k
rA 2 rB2
kq k (3q ) kq 2
= + 20 45
a2 a2 a2 =
x2 (15 x )2
kq k (3q + q2 )
= 4 9
a2 a2 =
x2 (15 x )2
q = 3q + q2
2 3
q2 = q 3q = 2q =
x 15 x
Jadi, besar q 2 adalah 2q. Tanda negatif 2(15 x) = 3x
menunjukkan bahwa muatan q2 bermuatan positif. 30 2x = 3x
12. Jawaban: b 5x = 30
Diketahui: qA = +9 C x=6
qB = 4 C Jadi, titik C berada di 6 cm dari A.
rAB = 25 cm (dari pusat bola) 14. Jawaban: e
Ditanyakan: E0 Diketahui: q1 = 5 106 C
Jawab: q2 = +2 106 C
Nilai E = 0 jika EA = EB, yang kemungkinan berada r12 = 1 meter
di kanan B atau di kiri A. Medan listrik di antara r1P = 60 cm = 0,6 m
A dan B tidak mungkin nol karena EA searah EB. Ditanyakan: EP
Oleh karena qB < qA maka rB < rA sehingga Jawab:
kemungkinan E = 0 terletak di kanan B. Arah dari kuat medan listrik dari titik P dapat
EA = EB digambarkan seperti berikut.
qA qB E2
k =k
rA 2 rB2
9 E1 P
4
(25 + x )2
=
x2 60 cm 40 cm
2 q1 q2
3 2
2
= x
25 + x k q1 (9 109 )(5 106 )
E1 = = = 1,25 105 N/C
3 2 r1P2 (0,6)2
25 + x
= x
3x = 2(25 + x) k q2 (9 109 )(2 106 )
E2 = = = 1,125 105 N/C
3x = 50 + 2x r2P2 (0,4)2
3x 2x = 50 EP = E1 + E2
x = 50
Jadi, nilai E = 0 saat jarak 45 cm dari kulit bola B = 1,25 105 N/C + 1,125 105 N/C
ke arah kanan. = 2,375 105 N/C
13. Jawaban: d Jadi, kuat medan listrik di titik P adalah
Diketahui: qA = +20 C 2,375 105 N/C.
qB = +45 C 15. Jawaban: a
rAB = 15 cm Diketahui: q1 = 40 C
Ditanyakan: C di antara AB; EC = 0 q2 = 10 C
r12 = 30 cm
Ditanyakan:

42 Listrik Statis
Jawab:
30 cm = 100 1016 + 56,25 1016 + (75 1016 )
E2 X E1 = 81,25 1016
q1 = 40 C q2 = 10 C = 9,01 108 N/C
x (30 x) Jadi, kuat medan di titik D adalah 9,01 108 N/C.
Ex = 0 17. Jawaban: c
E2 E1 = 0 q kq
EB = ED = k = EA ED
k q2 k q1 a2 a2
=
r2x 2 r1x 2
B
10 C EA = E B2 + E D2 A a
= 40 2 C
EB
+q
(30 x )2 x
1 2 = E2 +E2
= a
30 x x
= 2E 2
x = 2(30 x)
= E 2 +q
x = 60 2x
D C
3x = 60 kq 2
x = 20 cm =
a2
x = 0,2 m Agar medan listrik di A sama dengan nol maka
Jadi, letak titik yang kuat medannya nol adalah medan listrik yang disebabkan muatan di C harus
0,2 m di kanan q1. berlawanan arah dengan EA. Jadi, muatan di C
16. Jawaban: c harus negatif. Besar muatan di C dapat dihitung
Diketahui: qA = +400 C = +4 104 C sebagai berikut.
qC = 300 C = 3 104 C rAC = a 2 + a 2
r = 6 cm = 6 102 m
Ditanyakan: ED = 2a 2 = a 2
Jawab: EA = EC
Arah kuat medan listrik di titik D dapat dilihat sesuai qC
gambar berikut. kq 2
=k
a2 (a 2)2

q 2
B = qC2
a2 2a

qC = 2 2 q
D C Jadi, muatan di C = 2q 2 .
EC

EB 18. Jawaban: b
Pada bola konduktor, muatan listriknya terdistribusi
k qB (9 109 )(4 104 )
EB = = merata pada permukaan bola. Sesuai hukum Gauss:
r2 (6 102 )2
Untuk r < R (di dalam bola)
36 105
= E=0
36 104
Untuk r R (pada permukaan dan di luar bola)
= 1 109 N/C
a 1
= 10 108 N/C E=k E
r2 r2
k qC (9 109 )(3 104 ) Jika r besar E kecil
EC = =
r 2
(6 102 )2 Jadi, grafik yang cocok adalah pilihan b.
27 105
= 36 104
19. Jawaban: d
= 0,75 10 9 Diketahui: p = 5 cm = 5 102 m
= 7,5 108 N/C A = 4 cm = 4 102 m
q = 1,77 C = 1,77 106 C
ED = EB2 + EC2 + 2EB FC cos 0 = 8,85 1012 C2/Nm2
Ditanyakan: E
= (10 108 )2 + (7,5 108 )2 + 2(10 108 )(7,5 108 ) cos 120

Fisika Kelas XII 43


Jawab:
A=pA r13 = r122 + r23 2
= (5 102 m)(4 102 m)
= 20 104 m2 = (30 cm)2 + (40 cm)2
Rapat muatan ():
= 900 cm2 + 1.600 cm2
q 1,77 10 6 C
= = = 8,85 104
A 20 10 4 m2 =
4
2.500 cm2
8,85 10
E = = 8,85 10 12 = 1 108 = 50 cm = 0,5 m
0
q1q3
Jadi, kuat medan di antara dua keping konduktor F13 = k
r13 2
adalah 1 108 N/C.
(2 106 )(6 106 )
20. Jawaban: e = (9 109) (0,5)2
N
Diketahui: RA= 2 cm = 2 102 m = 0,432 N
RB= 9 cm = 9 102 m q1q2
F12 = k
RC= 3 cm = 3 102 m r12 2
EB= E (2 106 )(3 106 )
= (9 109) (0,3)2
N
qA = qB = qC
= 0,6 N
Ditanyakan: EC
F13x = F13 cos 30
Jawab:
Persamaan kuat medan listrik sebagai berikut. = (0,432 N)(cos 30)
= 0,374 N
kq
E= F13y = F13 sin 30
R2
= (0,432 N)(sin 30)
Apabila nilai k dan q bernilai konstan, kuat medan
listrik (E) berbanding terbalik dengan kuadrat jarak = 0,216 N
(R2). Oleh karena itu, besar kuat medan lsitrik di Fx = F13x = 0,374 N
titik C adalah: Fy = F12 F13y
2 = (0,6 0,216) N
EC RB
= R = 0,384 N
EB C
2
EC 9 cm
= 3 cm F1 = Fx 2 + Fy 2
E
EC
= (3)2 = (0,374 N)2 + (0,384 N)2
E
EC = 9E 0,536 N
Jadi, gaya total di muatan q1 kira-kira 0,536 N.
Jadi, kuat medan di titik C adalah 9E.
B. Uraian 2. Diketahui: = 0,53 = 0,53 1010 m
r
= 5,3 1011 m
1. Diketahui: q1 = 2 C = 2 106 C qe = 1,6 1019 C
q2 = 3 C = 3 106 C qi = +1,6 1019 C
q3 = 6 C = 6 106 C me = 9,1 1031 kg
r12 = 30 cm = 0,3 m Ditanyakan: a. F
b. v
r23 = 40 cm = 0,4 m
Jawab:
Ditanyakan: F1
qeqi
Jawab: a. F =k
r2
F12 (1,6 1019 )(1,6 1019 )
= 9 109
F13x (5,3 1011)2
2,56 10 38
=9 109 N
F13y 28,09 10 22
F13
r13 = 8,202 108 N
r12

30
r23

44 Listrik Statis
b. F = m asp 4. Diketahui: qA = 2 109 C
v 2
qB = +4 109 C
8,202 108 = (9,1 1031)
r qC = 6 109 C
8,202 10 8 v2 qD = +3 109 C
=
9,1 10 31 5,3 10 11 qE = +2 109 C
v2 rBC = rAB = 2 m
0,9013 1023 =
5,3 10 11 Ditanyakan: FE
v 2 = (9,013 1022)(5,3 1011) Jawab:
v 2 = 4,77689 1012 Arah gaya Coulomb di titik E seperti gambar
v = 2,18561 106 berikut.
Jadi, kecepatan elektron tersebut qD
2,18561 106 m/s. qC
FEB
3. Diketahui: qB = +40 105 C FEC
qC = 50 105 C qE
2m
rBC = rAC = 1 m
BAC = 45 FED
FEA
Ditanyakan: a. EA
qB
b. FA qA 2m

Jawab: k qE qD
a. Kuat medan listrik di titik A (EA) FED =
rED2
C (9 109 )(2 109 )(3 109 )
=
( 2)2
1m
1m
EC = 27 109 N
k qE qA
45 FEA =
rEA 2
2 m A EB
B (9 109 )(2 109 )(2 109 )
=
k qB ( 2)2
EB = = 18 109 N
rAB2
(9 109 Nm2 /C2 )(40 10 5 C) k qE qB
= FEB =
( 2 m)2 rEB2
= 18 105 N/C (9 109 )(2 109 )(4 109 )
=
k qC ( 2)2
EC =
rAC2 = 36 109 N
(9 109 Nm2 /C2 )(50 105 C)
= k qE qC
(1m)2 FEC =
= 45 105 N/C rEC2
(9 109 )(2 109 )(6 109 )
EA = EB2 + EC2 + 2EB EC cos =
( 2)2

= (18 105 )2 + (45 105 )2 + 2(18 105 )(45 105 ) cos 135 = 54 109 N
F1 = FEB FED
= (18 105 )2 + (45 105 )2 + 2(18 105 )(45 105 ) (0,707)
= (36 109 27 109)
= 1,204 10 13
= 9 109 N
= 3,47 106 N/C F2 = FEC FEA
Jadi, kuat medan di titik A sebesar = (54 109 18 109)
3,47 106 N/C. = 36 109 N
b. Gaya yang bekerja pada muatan di titik A FE = F12 + F22
FA
EA = q = (36 109 )2 + (9 109 )2
FA = EAq = 1.377 10 18
= (3,47 106 N/C)(20 105 C) = 37,11 109 N
= 964 N Jadi, gaya Coulomb yang bekerja di titik E adalah
Jadi, gaya Coulomb di titik A sebesar 964 N. 37,11 109 N.

Fisika Kelas XII 45


5. Diketahui: q1 = 6 C = 6 106 C 1
q2 = 9 C = 9 106 C AP = PC = BP = PD = 2 AC
r12 = 18 cm = 18 102 m
= 5 2 cm
Ditanyakan: a. Fudara
b. Fbahan = 5 2 102 m
Jawab: qA (4 105 )
EA = k = (9 109) (5 2 102 )2 N/C
a. Fudara =
1 q1q2 rAP2
4 0 r 2
3,6 105
k q1 q2 = N/C
= 5 103
r2
= 7,2 107 N/C
(9 109 )(6 106 )(9 106 )
= qC (6 105 C)
(18 102 )2 EC = k = (9 109) (5 2 102 )2 N/C
rPC2
= 486 103
324 10 4 5,4 105
= N/C
= 1,5 107 N 5 103
Jadi, besar gaya Coulomb antara kedua benda = 1,08 108 N/C
apabila berada di udara adalah 1,5 107 N. qB (3 105 )
1 EB = k = (9 109) (5 2 102 )2 N/C
a. Fbahan = Fbahan rBP2
r
2,7 105
1 = N/C
= 7
(1,5 10 N) 5 103
4 = 5,4 10 N/C 7
= 0,375 107 N (8 105 C)
qD
= 3,75 107 N ED = k = (9 109) (5 2 102 )2 N/C
rPD2
Jadi, gaya Coulomb antara kedua benda
apabila berada di dalam bahan dengan 7,2 105
= N/C
permitivitas relatif 4 adalah 3,75 107 N. 5 103
= 1,44 108 N/C
6. Diketahui: qA = 40 C = 4 105 C
EAC = EC EA = (1,08 108 7,2 107) N/C
qB = 30 C = 3 105 C = 3,6 107 N/C
qC = 60 C = 6 105 C
EBC = EB + ED = (5,4 107 + 1,44 108) N/C
qD = 80 C = 8 105 C
= 1,98 108 N/C
AB = BC = CD = DA = 10 cm
= 101 m Epusat = E AC2 + E BD2
Ditanyakan: Epusat
Jawab: = (3,6 107 N/C)2 + (1,98 108 N/C)2
A B
= 4,05 1016 N2 /C2
2,012 108 N/C
EC
P
Jadi, medan listrik di pusat persegi sekitar
EB EA 2,012 108 N/C.
ED 7. Diketahui: R = 12 cm = 1,2 101 m
D C q = 3,6 C = 3,6 106 C
q = 0,1 mC = 104 C
r = 3 cm = 3 102 m
AC = BD = (10 cm)2 + (10 cm)2
Ditanyakan: a.
= b. F
100 cm2 + 100 cm2
Jawab:
= 200 cm2 q q 3,6 106 C
a. = = = 4 (1,2 101)2
A 4 R 2
= 10 2 cm
= 1,99 105 C/m2
= 10 2 102 m Jadi, rapat muatan luas bola konduktor sebesar
1,99 105 C/m2.

46 Listrik Statis
b. Medan listrik pada jarak 3 cm dari permukaan Ditanyakan: a. Epermukaan
bola dapat dicari dengan rumus: b. FB jika qB = 500 C
q Jawab:
E =k dengan r = Rbola + 3 cm
r2 a. Kuat medan listrik pada bola konduktor
= (12 + 3) cm = 15 cm dituliskan dengan persamaan:
= 1,5 101 m
q (3,6 106 C) E = k 2q
E =k = 9 109 (1,5 101)2 r
r2 Kuat medan di permukaan bola konduktor:
6
(3,6 10 ) 2
= 9 109 (2,25 102 ) EA rC
= r
EC A
E = 1,44 106 N/C 2
90 N/C 1m
Gaya yang dialami muatan q menjadi: = 4 m
EC
F = q E = (104 C)(1,44 106 N/C) = 144 N
Jadi, gaya yang dialami oleh muatan 144 N. 90 N/C 1
EC
= 16
8. Diketahui: qA = 48 C = 48 106 C EC = 1.440 N/C
qB = 32 C = 32 106 C
Jadi, kuat medan listrik di permukaan bola
k = 9 109 Nm2/C2
konduktor adalah 1.440 N/C.
r = 4 cm = 4 102 m
Ditanyakan: EC b. Kuat medan listrik di titik B
2
Jawab: EA rB
= r
Arah kuat medan listrik di titik C seperti berikut. EB A
2
90 N/C 3 m
C = 4 m
EC

90 N/C 9
EC
= 16
EB = 160 N/C
A B
EA Gaya Coulomb di titik B:
EB
FB = EB q
= (160 N/C)(5 104 C)
EA = k q2A = 800 104 N
r
(9 109 )(48 106 ) = 8 102 N
= (4 102 )2 Jadi, gaya Coulomb di titik B adalah 8 102 N.
(9 109 )(48 10 6 ) 10. Diketahui: r12 = 4 m
= = 27 107 N/C
16 10 4 r1X = 1 m
k qB r2X = r12 r1X = (4 1) m = 3 m
EB =
r2
EX = 0
(9 109 )(32 106 )
= (4 102 )2 Ditanyakan: q1: q2
Jawab:
(9 109 )(32 10 6 )
= = 18 107 N/C Berdasarkan soal, apabila digambarkan seperti
16 10 4
berikut.
EC = E A 2 + EB2 + 2E A EB cos 120 1m 3m
1
= (27 10 ) + (18 10 ) + 2(27 10 )(18 10 )(
7 2 7 2 7 7
)
2 q1 E1 X E2 q2
4m
= 729 10 14
+ 324 10 14
486 10 14

= 567 10 14 E=0
E1 E2 = 0
23,81 107 N/C
Kuat medan di titik C sekitar 23,81 107 N/C. E1 = E2
k q1 k q2
9. Diketahui: r =1m =
r1X 2 r2X2
rA = 4 m 2 2
q1 r1X 1m 1
rB = 3 m = r = 3 m = 9
q2 2X
EA= 90 N/C q1: q2 = 1 : 9
Jadi, perbandingan antara q1dan q2 adalah 1 : 9.

Fisika Kelas XII 47


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: d
1. Perhatikan faktor-faktor berikut! Diketahui: r = 3,0 104 m
1) Besar muatan yang dipindahkan. Ep = 18 joule
2) Lintasan yang dilalui. q1 = 6 107 C
3) Beda potensial listrik antara kedua tempat Ditanyakan: q
pemindahan muatan.
Jawab:
4) Jarak kedua tempat secara proporsional.
k q1 q 2
Usaha yang harus dilakukan untuk memindahkan Ep =
r
muatan listrik dari satu tempat ke tempat lain dalam
suatu medan listrik bergantung pada faktor nomor (9 109 )(6 107 )q 2
18 =
.... 3,0 104
a. 1), 2), 3), dan 4) d. 2) dan 4)
b. 1), 2), dan 3) e. 4) (18)(3,0 104 )
q2 =
c. 1) dan 3) (9 109 )(6 107 )
Jawaban: c 54 10 4
Usaha untuk memindahkan muatan listrik dalam =
54 102
medan listrik adalah W = q(V). Berarti, usaha
= 1 106 C
bergantung pada besar muatan (q) dan beda
potensial listrik tetapi tidak tergantung pada = 1 C
lintasan maupun jarak. Jadi, muatan sumber adalah 1 C.
2. Jawaban: c 5. Jawaban: b
Pada bola konduktor berongga berlaku seperti Diketahui: q1 = 200 mC = 0,2 C
berikut. q2 = +800 mC = +0,8 C
1) Besar potensial listrik di permukaan (r = R) q3 = 600 mC = 0,6 C
dan di dalam bola konduktor (r < R) q = +960 mC = +0,96 C
dirumuskan sebagai berikut. r1 = 80 cm = 0,8 m
1 q q r2 = 120 cm = 1,2 m
V = 4 R = k R
0 r3 = 120 cm = 1,2 m
2) Besar potensial listrik di luar bola konduktor Ditanyakan: Ep
(r > R) dituliskan sebagai berikut. Jawab:
1 q q q1 q2 q3
V = 4 r = k r Ep = k q( + + )
0 r1 r2 r3
Berdasarkan pernyataan tersebut, nilai potensial 0,2 0,8 0,6
= (9 109)(0,96)( + ) J
0,8 1,2 1,2
listrik di dalam bola sama dengan potensial listrik
di permukaan bola. = (9 109)(0,24 + 0,64 0,48) J
= (9 109)(0,08) J
3. Jawaban: a = 7,2 108 J
Diketahui: q1 = 5 1019 C Jadi, energi potensial listrik di muatan 960 mC
q2 = +5 C = 5 106 C sebesar 7,2 108 J.
r12 = 0,1 m
6. Jawaban: d
Ditanyakan: Ep
Diketahui: q1 = 5 108 C
Jawab:
q2 = 40 108 C
k q1 q 2 q3 = 8 108 C
Ep =
r
r1 = r3 = 10 cm = 1 101 m
(9 109 )( 5 1019 )(5 10 6 ) r2 = 20 cm = 2 101 m
=
1 101 k = 9 109 Nm2/C2
= 2,25 1013
Jadi, perubahan energi potensial yang timbul Ditanyakan: VB
adalah 2,25 1013 joule.

48 Listrik Statis
Jawab: 9. Jawaban: b
VB = V1 + V2 + V3 Diketahui: q1 = +5 C = +5 106 C
k q1 k q2 k q3 q2 = 2 C = 2 106 C
= + +
r1 r2 r3 q3 = +4 C = +4 106 C
q1 q2 q3 r13 = 4 m
= k( + + ) r12 = 3 m
r1 r2 r3
5 10 8 40 10 8 8 10 8 r23 = 5 m
= (9 109)( + + )
1 10 1 2 10 1 1 10 1 Ditanyakan: Ep di P
= (9 109)(7 107) Jawab:
= 63 102 EP = EP + EP
13 23
= 6.300 k q1 q3 k q2 q3
Jadi, potensial listrik di titik B adalah 6.300 volt. = +
r13 r23
q q
7. Jawaban: b = k q3( r 1 + r2 )
Diketahui: V = 200 V 13 23
5 106 2 10 6
m = 1,6 1027 kg = (9 109 )(4 106)( 4
+ )
5
q = 1,6 1019 C = (9 10 )(4 10 )(1,25 10 0,4 106)
9 6 6

vB = 0 m/s = (36 103)(0,85 106)


Ditanyakan: vA = 3,06 102 joule
Jawab: Jadi, energi potensial di titik P adalah 3,06 102
Em = Em joule.
A B
Ep + Ek = Ep + Ek 10. Jawaban: b
A A B B
1 1 Diketahui: V = 240 V
qVA + mvA2 = qVB + mvB2
2 2 d = 4 cm = 4 102 m
1 1
dc = 2 cm = 2 102 m
2
mvA2 2 mvB2 = qVB qVA Ditanyakan: VBC
Jawab:
1
2
m(vA2 vB2) = q(VB VA) V 240 volt
E = d = = 6.000 V/m
4 102 m
1 Beda potensial antara titik C dan B (VBC)
2
(1,6 1027)(vA2 0) = (1,6 1019)(200)
VBC = Ed
0,8 1027vA2 = 3,2 1017
= (6.000 V/m)(2 102 m)
3,2 1017 = 120 volt
vA2 = 0,8 1027
Jadi, nilai beda potensial antara titik C dan B (VBC)
vA2 = 4 1010 adalah 120 volt.
vA = 2 105 11. Jawaban: d
Jadi, kecepatan proton saat menumbuk pelat A Diketahui: E = 625 N/C
adalah 2 105 m/s. 4
q = 9 107 C
8. Jawaban: a
k = 9 109 Nm2/C2
1) Arah gaya listrik = arah kecepatan lintasan
linear; 1) benar. Ditanyakan: V
1 Jawab:
2) Ep listrik Ek sehingga qV = 2
mv2 atau
( 9 107 C)
4
q 4 102
2 qV V = k r = (9 109) = volt
V= ; 2) dan 3) benar r r
m
F qE qV V=Er
3) a = m = m a = md m/s2; 4) benar
4 102
Jadi, pilihan yang benar adalah a. = 625 r
r
4 10 = 625 r 2
2

4 102
r2 =
625
r 2 = 0,64
r = 0,8 m

Fisika Kelas XII 49


V =Er Jadi, potensial listrik di tengah bujur sangkar adalah
= (625 N/C)(0,8 m) 10 2
= 500 V V.
4 0
Jadi, potensial listrik di titik tersebut bernilai 500 V.
12. Jawaban: c 13. Jawaban: a
Diketahui: q1 = 3 C = 3 106 C
Diketahui: q1 = 2 C
q2 = 12 C = 12 106 C
q2 = +3 C
q3 = +18 C = +18 106 C
q3 = 1 C qP = 0,2 C = 0,2 106 C
q4 = +2 C r = 3 cm = 3 10 2 m
r12 = r23 = r34 = r14 = 0,2 m Ditanyakan: Ep di P
Ditanyakan: Vpusat bujur sangkar Jawab:
Jawab:
Ep = Ep + Ep + Ep
Berdasarkan penjelasan dalam soal, apabila 1 2 3

digambarkan letak keempat muatan tersebut k q1 qP kq q kq q


= + 2 P + 3 P
sebagai berikut. r r r
k qP
q1 q4 = (q1 + q2 + q3)
r
(9 109 )(0,2 10 6 )
= (3 C + 12 C + 18 C)
3 102
1,8 103
P = (3 C)
3 102
1,8 103
= (3 106)
q2 q3 3 102
= 1,8 101
r = 0 (0,2)2 + (0,2)2 = 0,2 2 m Jadi, energi potensial di titik P adalah 1,8 101
Jarak tiap-tiap muatan ke pusat bujur sangkar joule.
adalah: 14. Jawaban: d
1 Diketahui: R = 9 cm = 9 102 m
rp = r
2 r = 2 cm = 2 102 m
1 q = 8C
= 2 0,2 2 m) Ditanyakan: V
Jawab:
= 0,1 2 m q 8
Potensial listrik di pusat bujur sangkar adalah: V = k R = (9 109) 9 102 volt = 8 1011 volt
V = V1 + V2 + V3 + V4 Pada bola konduktor, potensial listrik di semua titik
k q1 k q2 k q3 k q4 bernilai sama, yaitu 8 1011 volt.
= + + +
rP rP rP rP
15. Jawaban: a
k
=
rP
(q1 + q2 + q3 + q4) Diketahui: qA = 5 C = 5 106 C
1
qB = +2 C = +2 106 C
= 4 r (q1 + q2 + q3 + q4) qC = 0,2 C = 2 105 C
0 P
rAC = rBC = 10 cm = 0,1 m
1
= (2 + 3 + (1) + 2) r1 = r2 = 6 cm = 6 102 m
4 0 (0,1 2)
Ditanyakan: W
2 Jawab:
=
4 0 0,1 2
8 A
20 2
= 6
4 0 2 2
4
20 2 2
=
4 0 (2) q1
P q2
6 4 2 2 4 6
10 2
=
4 0

50 Listrik Statis
Potensial di titik C adalah: Jawab:
q qB
Menurut hukum kekekalan energi mekanik,
VC = k( rA + ) perubahan energi potensial sama dengan
1 r2
perubahan energi kinetik sehingga;
6
2 10 6 Ep = Ek
= (9 109)( 5 102 + )
6 10 6 10 2
1
= 45 104 volt qVAB = 2 mv2
Potensial di titik C adalah:
1
q qB (1,6 1019) VAB = 2 (1,6 1027)(2 105)2
VC = k( A + )
rAC rBC
(1,6 1019) VAB = (8 1028)(4 1010)
5 10 6 2 10 6 (1,6 1019) VAB = (32 1018)
= (9 109)( + )
0,1 0,1 (32 1018 )
VAB =
= 27 10 volt 4
(1,6 1019 )
W = qC(VC VC) = 200
= (0,2 106)(45 104 (27 104)) Jadi, beda potensial listrik di kedua keping sejajar
= 0,036 J itu sebesar 200 volt.
Jadi, usaha yang diperlukan untuk memindahkan 3. Diketahui: m = 3,5 1025 kg
muatan C ke tengah-tengah muatan A dan B adalah q = 3,31 1017 C
0,036 J. d = 2 cm = 0,02 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: V
B. Uraian
Agar setimbang:
1. Diketahui: vK = 0 mg=qE
VAK = 300 volt mg (3,5 1025 kg)(9,8 m/s2 )
me = 9,1 1031 kg E= = 1,04 107 N/C
q (3,31 1017 C)
qe = 1,6 1019 C V =Ed
Ditanyakan: va = (1,04 107 N/C)(2 102 m)
Misalnya Va dan Vk adalah potensial listrik di
= 2,08 109 volt
anode dan di katode.
Jadi, beda potensial listrik di kedua keping agar
Va Vk = 300 volt kedua partikel setimbang adalah 2,08 109 V.
(Ek + Ep)awal = (Ek + Ep)akhir
4. Diketahui: q = 1 C = 106 C
1 1
2
m vk2 + q (Vk) = 2
m va2 + q Va R = 20 cm = 20 102 m
1 Ditanyakan: a. V (r = 10 cm)
0 + q Vk = 2
m va2 + q Va b. V (r = 30 cm)
1 Jawab:
2
m va2 = q(Vk Va) a. r = 10 cm (r < R, di dalam bola) sehingga:
2q q
va2 = m (Vk Va) V = k R ; R = jari-jari bola
2(1,6 1019 C) 106
= (300 V) = (9 109)
9,1 1031 kg 20 102
1,05 1014 m2/s2 = 4,5 104 volt
14
va = 1,05 10 Jadi, potensial listrik pada jarak 10 cm dari
1,03 107 m/s pusat bola sebesar 4,5 104 volt
b. r = 30 cm (r > R, di luar bola) sehingga:
Jadi, kecepatan elektron saat tiba di anode kira-
q
kira 1,03 107 m/s. V = kr
2. Diketahui: v = 2 105 m/s 106
= (9 109)
d = 1 cm = 102 m 30 102
= 3 104 volt
mp = 1,6 1027 kg
Jadi, potensial listrik pada jarak 30 cm dari
q = 1,6 1019 C
pusat bola sebesar 3 104 volt.
Ditanyakan: VAB

Fisika Kelas XII 51


5. Diketahui: q = 2 1012 C Jadi, potensial listrik di titik A adalah
r = 12 cm = 12 102 m 1,71 102 volt.
q = +4 C = +4 106 C b. Potensial listrik di titik B di pusat koordinat
Ditanyakan: a. Ep r1B = r2B = 6 m
b. Ep jika x = 8 cm q q2
VB = k( r 1 + )
Jawab: 1B r2B
6
12 10 6
a. Energi potensial = (9 109)( 6 10 + )
k qq 6 6
Ep = 9
= (9 10 )(1 10 + 2 10 ) 6 6
r
(9 10 )(4 10 )(2 10
9 6 12
)
= (9 109)(3 106)
=
12 10 2 = 27 103 volt
= 6 107 joule Jadi, potensial listrik di titik B adalah
Jadi, besar energi potensial pada kedudukan 27 103 volt.
tersebut 6 107 joule. 7. Diketahui: qB = 100 C = 1 104 C
b. Perubahan energi potensial (Ep) qC = 300 C = 3 104 C
r2 = r + 8 cm rBP = 1 m
= 12 cm + 8 cm rCP = 3 m
= 20 cm rAP = 4 m
= 2 101 m
Ditanyakan: qA
1 1
Ep = kqq ( ) Jawab:
r2 r1
VP = VA + VB + VC
= (9 109)(4 106)(2 1012) q q q
1 1 4,5 105 = k r A + k r B + k r C
( ) AP BP CP
20 102 12 102 q qB qC
5
4,5 10 = k( r A + + )
= 2,4 107 joule AP rBP rCP
qA 1 10 4 3 104
Jadi, besar perubahan energi potensial adalah 4,5 105 = (9 109)( + + )
4 1 3
+2,4 107 joule.
q
4,5 105 = (9 109)( A 104 + 104)
6. Diketahui: q1 = +6 C = +6 106 C 4
q2 = +12 C = +12 106 C 4,5 5 9 qA
10 = (9 10 )( )
r1p = 6 m 4
qA = 2 104 C
r2p = 6 m
Ditanyakan: a. VA Jadi, muatan benda di titik A adalah 2 104 C.
b. VB 8. Diketahui: q1 = +10 C = +1 105 C
Jawab: q2 = +40 C = +4 105 C
Berdasarkan soal, apabila dibuat dalam bentuk r12 = 6 cm = 6 102 m
gambar seperti berikut.
q3 = 0,3 C = 0,3 106 C
C Ditanyakan: Ep
Jawab:
C
10 cm 10 cm
q1 q3 q2
3 cm 3 cm
C
A B
12 cm Ep = Ep + Ep
C 13 23
a. Potensial listrik di titik A q q2
= kq3( r 1 + r2C
)
1C
r1A = r1A = 6 + 8 = 10 m
2 2 5
4 10 5
= (9 109)(0,3 106)( 1 10 2 + )
q q2 3 10 3 10 2
VA = k( r 1 + ) 5
1A r2A
= (2,7 103)( 5 102 )
6 6 3 10
= (9 109)( 6 10 + 12 10
) = 4,5 joule
10 10
9 7 7 Jadi, energi potensial di titik C adalah 4,5 joule.
= (9 10 )(6 10 + 12 10 )
= 1,71 102 volt

52 Listrik Statis
9. Diketahui: r =2m b. Usaha untuk memindahkan muatan
q1 = +2 C = 2 106 C +2 109 C ke titik perpotongan diagonal
q2 = +4 C = +4 106 C W = q VZ = (+2 109)(25,714)
q3 = 6 C = 6 106 C = 51,428 109 joule
q4 = +8 C = +8 106 C Jadi, usaha yang diperlukan sebesar
Ditanyakan: a. VZ 51,428 109 joule.
b. W 10. Diketahui: V = 1.000 V
Jawab: m = 9,11 1031 kg
2m q = 1,6 1019 C
q4 q3
Ditanyakan: v
Jawab:
2 m Ek = Ep
2m 2m 1
Z
2
m(v22 v12) = qV
2 m 1
2
(9,11 1031)(v22 0) = (1,6 1019)(1.000)
q1 q2
2m
2(1,6 10 16 )
v 22 =
9,11 10 31
a. Potensial listrik di titik perpotongan diagonal
v22 = 0,351 1015
q q2 q3 q4
VZ = k( r 1 + + + )
Z rZ rZ rZ v2 = 3,51 1014
6 6
2 10 4 10 = 1,87 107
= (9 109)( +
2 2 Jadi, kecepatan pergerakan elektron adalah
6 10 6 8 10 6 1,87 107 m/s.
+ + )
2 2
36 10 3
=
2
= 25,714 volt
Jadi, potensial di titik perpotongan diagonal
persegi adalah 25,714 volt.

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: c


Diketahui: C1 = 18 F
1. Jawaban: c
C2 = 3 F
A r
C = r 0 C= 0A C3 = 6 F
d d
r
C4 = 7 F
Dicari faktor pengali
d
. C5 = 18 F
r 2 V =6V
1) Teflon = 0,4
=5
d Ditanyakan: q1
r 3
2) Kuarsa = 0,8
= 3,75 Jawab:
d
r 4 C2 dan C3 disusun seri.
3) Gelas = 1,0
=4 1 1 1
d = +
r 5 Cs1 C2 C3
4) Mika = 1,2
= 4,167
d 1 1
r
= +
6 3 F 6 F
5) Porselin = 1,3
= 4,6
d 2 +1
=
Jadi, kapasitas terbesar akan didapat dengan 6 F
menggunakan lembaran teflon. 3
= 6
F

Fisika Kelas XII 53


Cs = 2 F Jawab:
1
Cs dan C4 disusun paralel A1
1 C1 = C = 0
d1
Cp = Cs + C4
1
A2
= 2 F + 7 F C2 = r 0
d2
= 9 F
A1
C1, Cp, dan C5 dirangkai secara seri = (2,5)0 1
d
2 1
1 1 1 1
= C1
+ + Cs 0 A1
Cs2 Cp = 5,0 d1
1 1 1
= + + = 5,0C
18 F 9 F 18 F
Jadi, kapasitas kapasitor menjadi 5,0C.
1+ 2 + 1
=
18 F 5. Jawaban: e
4 Apabila kapasitor dirangkai seri dan dihubungkan
= 18
F
dengan sumber tegangan, besar muatan tiap-tiap
18 kapasitor bernilai sama. Jadi, perbandingan muatan
Cs = 4 F = 4,5 F kapasitor 2 F terhadap 3 F adalah 1 : 1.
2

Cs = Ctot = 4,5 F 6. Jawaban: a


2
Muatan total pada rangkaian Diketahui: C1 = 2 F
Qtot = Ctot V C2 = 3 F
= (4,5 F)(6 V) C3 = 6 F
V =6V
= 27 C
Ditanyakan: V2
Qtot = Q1 = Qp = Q5 = 27 C Jawab:
Jadi, muatan listrik pada kapasitor C1 adalah C2 dan C3 dirangkai seri.
27 C. 1 1 1 1
Cs
= C1
+ C2
+ C3
3. Jawaban: b
Kapasitas kapasitor dapat diselesaikan melalui 1 1 1
= + +
persamaan 2 F 3 F 6 F

k 0 A 3 + 2 +1
C= =
d 6 F
Besar tiap-tiap kapasitas kapasitor sebagai berikut.
0 k1 A1 k 0 A 6
C1 = = =
d1 6 F
d
0 k2 A2 (2k ) 0 (2 A) k 0 A Cs = 1 F
C2 = d2
= 1 =8
(2 d) d Muatan total (qtot) pada rangkaian
0 k3 A3 0 (2k )( A) k 0 A qtot = V Cs
C3 = d3
= d
=2
d
= (6 V)(1 F)
0 k4 A4 0 (3k )(A) 3 k 0 A = 6 C
C4 = d4
= 2d
= 2
d qtot = q1 = q2 = q3 = 6 C
0 k5 A5 0 (4k )( A) k 0 A Jadi, tegangan pada kapasitor 3 F adalah 6 C.
C5 = d5
= d
=4
d
7. Jawaban: a
Jadi, berdasarkan perhitungan di atas kapasitas Diketahui: Cu = 2 F
terbesar adalah C2. Cp = 8 F
4. Jawaban: e Ditanyakan: r
Diketahui: C1 = C Jawab:
1 A
d2 = 2 d1 Cu = C = 0
d
A1 = A2 A
r = 2,5 Cp = r 0
d
Ditanyakan: C2 Cp = r Cu

54 Listrik Statis
Cp 8 F 5
r = Cs = 3 F
Cu = 2 F
=4
Jadi, konstanta dielektrik porselin sebesar 4. C5 dan C1 dirangkai paralel.
Ctot = Ct = C5 + C1
8. Jawaban: a
Diketahui: C1 = C2 = C3 = C4 = C5 = 10 F 5
= 3 F + 5 F
V = 12 V
5 + 15
Ditanyakan: Ctotal, VBC = 3
Jawab:
C1 dan C2 dirangkai paralel. 20
= 3 F
Cp = C1 + C2
1 20
= 10 F + 10 F = 3 106 F
= 20 F Energi kapasitor:
C4 dan C5 dirangkai paralel.
W = 1C V2
Cp = C4 + C5 2
2
= 10 F + 10 F 20
= 1 ( 3 106)(300 V)2
= 20 F 2
Cp , Cp , dan C3 dirangkai seri. 10
1 2 = ( 3 106)(9 104) joule
1 1 1 1
Cs
= + + C3
= 30 102 joule
Cp1 Cp2
= 0,3 joule
1 1 1
= + + Jadi, energi yang tersimpan sebesar 0,3 joule.
20 F 20 F 10 F
10. Jawaban: b
1+ 1+ 2
= 20 F Diketahui: C1 = 2 F = 2 106 F
4
C2 = 8 F = 8 106 F
= 20 F V1 = 20 volt
20 Ditanyakan: V
Cs = 4 F = 5 F Jawab:
Muatan total Cp = C1 + C2
qtotal = Ctot V = (2 106 + 8 106) F
= 105 F
= (5 F)(12 V)
q1 + q2 = qtot
= 60 C
C1V1 + C2V2 = CP V
qtot = qP = qP = qBC = 60 C
1 2 (2 10 )(20) + (8 106)(0) = (105) V
6
qBC 60 F
V= = =6V 4 105 = (105)V
C3 10 F
4 10 5
Jadi, kapasitas kapasitor dan beda potensial BC V =
10 5
adalah 5 F dan 6 V. V = 4 volt
9. Jawaban: a Jadi, tegangan kedua kapasitor menjadi 4 volt.
Diketahui: C1 = C2 = C3= C4 = 5 F 11. Jawaban: e
VAB = 300 volt Diketahui: C1 = 50 F
Ditanyakan: W C2 = 20 F
Jawab: C3 = C4 = 15 F
C2, C3, dan C4 dirangkai seri. V = 25 V
1 1 1 1 Ditanyakan: V2
Cs
= C2
+ C3
+ C4 Jawab:
1 1 1 C2, C3, dan C4 dirangkai paralel.
= + +
5 F 5 F 5 F Cp = C2 + C3 + C4
3 = (20 + 15 + 15) F
= = 50 F
5 F

Fisika Kelas XII 55


C1 dan Cp dirangkai seri. 1
1 1 1 W = 2 CtotV 2
Cs
= C1
+
Cp
1
1
= +
1 = 2 (106 F)(22 V)2
50 F 50 F
2 = 2,42 104
= Jadi, energi yang tersimpan dalam sistem sebesar
50 F
50 2,42 104 J.
Cs = 2 F = 25 F
Muatan total pada rangkaian: 14. Jawaban: c
qtot = Cs V n buah kapasitor disusun seri.
= (25 F)(25 V) 1 n
= C
= 625 C Cs
qtot = q1 = qp = 625 C C
Cs = n
Besar tegangan pada rangkaian paralel:
1 1 1
qp 625 C = C/n + nC
Vp = = = 12,5 volt Cs
Cp 50 C
n 1
Vp = V2 = V3 = V4 = 12,5 volt = C + nC
Jadi, beda potensial kapasitor 20 F adalah n2 + 1
12,5 volt. =
nC
12. Jawaban: d nC
Cs =
Diketahui: C1 = 2 F = 2 106 F n2 + 1
C2 = 4 F = 4 106 F nC
Jadi, kapasitas rangkaian (n 2 + 1)
.
V1 = 15 volt
V2 = 30 volt
15. Jawaban: b
Ditanyakan: Vgab Diketahui: C1 = 10 F
Jawab: C2 = 40 F
q1 + q 2 V1C1 + V2 C 2 V = 12 volt
Vgab = = C1 + C 2
C1 + C 2 Ditanyakan: a. Cs
(15)(2 106 ) + (30)(4 106 ) b. Q1, Q2
= c. V1, V2
(2 106 ) + (4 106 )
30 + 120 150
Jawab:
= = 6 = 25 volt
6 1 1 1
Cs = +
Jadi, besar potensial gabungannya adalah 25 volt. C1 C2
1 1
13. Jawaban: b = +
10 F 40 F
Diketahui: V = 22 volt
C1 = C3 = 2 F = 2 106 F =
4 +1
C2 = 3 F = 3 106 F 40 F
C4 = 4 F = 4 106 F 1 5
Ditanyakan: W =
Cs 40 F
Jawab:
Cp = C3 + C4 40
Cs = 5 F = 8 F
= (2 + 4) F
Muatan total:
= 6 F
1 1
Qtot = Cs V
1 1
C tot
= C1
+ + = (8 F)(12 volt)
Cp C2
1 1 1 = 96 C
= + +
2 F 6 F 3 F Qtot = Q1 = Q2 = 96 C
3 + 1+ 2
= Tegangan tiap-tiap kapasitor:
6 F
6 Q1 96 C
= Ctot = 1 F = 106 F V1 = = = 9,6 volt
6 F C1 10 F

56 Listrik Statis
Q2 96 C b. Muatan total pada kapasitor
V2 = = = 2,4 volt qtot = CtotV
C2 40 F
Jadi, pernyataan yang tepat adalah muatan tiap- = (1,5 106)(24)
tiap kapasitor 96 C. = 3,6 105 C
c. Pada rangkaian seri berlaku:
B. Uraian q1 = q2 = q3 = qtot = 3,6 105 C
1. Diketahui: A = 10 cm2 = 103 m2 d. Tegangan pada masing-masing kapasitor
d = 3 mm = 3 103 m dapat dicari dengan
V = 12 V q 3,6 105
r =6 V1 = = = 12 volt
C1 3 106
Ditanyakan: a. C q 3,6 105
b. Q V2 = = = 3 volt
C2 12 106
c. W q 3,6 105
Jawab: V3 = = = 9 volt
C3 4 106
A
a. C = r0 d 3. Diketahui: C1 = 30 F
C2 = C4 = 20 F
103 C3 = 50 F
= 6(8,85 1012) 3 103
C5 = 25 F
= 1,77 1011 F V = 80 V
b. q = CV Ditanyakan: W4
= (1,77 1011)(12) C Jawab:
= 2,124 1010 C Cp = C1 + C2 + C3
= (30 + 20 + 50) F
1
c. W = 2 CV 2 = 100 F
qp = q4 = q5
1
= 2 (1,77 1011)(12)2 J qp = q4
= 1274,4 1010 J VpCp = V4C4
= 1,2744 109 J Vp(100 F) = V4(20 F)
Jadi, nilai kapasitansinya C = 1,77 1011 F, Vp = 0,2V4
nilai muatannya Q = 2,124 1010 C, dan
q5 = q4
nilai energinya W = 1,2744 109 J.
C5V5 = C4V4
2. Diketahui: C1 = 3 F = 3 106 F
C2 = 12 F = 12 106 F (25 F)V5 = (20 F)V4
C3 = 4 F = 4 106 F V5 = 0,8V4
V = 24 volt V = Vp+ V4 + V5
Ditanyakan: a. Ctot 80 V = 0,2V4 + V4 + 0,8V4
b. qtot 80 V = 2V4
c. qtiap kapasitor
V4 = 40 V
d. Vtiap kapasitor
1
Jawab: W4 = 2 C4V 42
1 1 1 1
a. = + + 1
Cs C1 C2 C3 = 2 (20 F)(40 V)2
1 1 1 1
= + + = 2 (2 105 F)(1.600 V 2)
3 F 12 F 4 F

=
4 + 1+ 3 = 1,6 102 J
12 F Jadi, energi yang tersimpan dalam C4 sebesar
=
8
C2 =
12 1,6 102 J.
12 F 8 F
4. Diketahui: q = 10 F = 105 C
= 1,5 F = 1,5 106 F V = 100 volt
Ditanyakan: a. C
b. W

Fisika Kelas XII 57


Jawab: Jadi, kuat medan dalam kapasitor setelah
a. q = C V maka disisipkan bahan dielektrik adalah 4 105 V/m.
q
C = V 6. Diketahui: C1 = 3 F
C2 = 6 F
105 C
= C3 = 9 F
100
V = 220 volt
= 107 F = 0,1 F
Ditanyakan: V2
1
b. W = 2 CV 2 Jawab:
1 C1 dan C2 dirangkai paralel
= 2 (107)(100)2
Cp = C1 + C2
1 =3F+6F
= 2 (103) = 5 104 joule
Jadi, kapasitansinya sebesar 0,1 F dan =9F
energi yang tersimpan sebesar 5 104 J. Cp dan C3 dirangkai seri
1 1 1
5. Diketahui: A = 5.000 cm2 = 0,5 m2 = C +
Cs C3
d = 0,5 cm = 5 103 m p

V0 = 10 kV 1 1
= 9 + 9
r = 5
Ditanyakan: a. C0 dan Cb 1 2
b. V = 9
Cs
c. q 9
d. E Cs = 2 = 4,5 F
Jawab:
Muatan total rangkaian:
a. Kapasitas kapasitor sebelum disisipi bahan
q = CsV
A
C0 = 0 d = (4,5 F)(220 V)
5 10 1 = 990 coulomb
= (8,85 1012)
5 10 3 q = qp = q3 = 990 coulomb
= 8,85 1010 F Tegangan pada Cp:
Kapasitas kapasitor setelah disisipi bahan
C = r C0 qp 990 C
Vp = = = 110 volt
= (5)(8,85 1010 F) Cp 9F
= 4,425 109 F
Jadi, kapasitas kapasitor sebelum dan Vp = V1 = V2 = 110 volt
sesudah disisipi bahan berturut-turut 8,85 Jadi, tegangan C2 adalah 110 volt.
1010 F dan 4,425 109 F.
7. Diketahui: A = 400 cm2 = 4 102 m2
b. Beda potensial sesudah disisipkan bahan d = 2 mm = 2 103 m
dielektrik (V) V =6V
V0 104 Ditanyakan: a. C
V= = = 2.000 volt b. E
r 5
Jadi, beda potensial kapasitor sesudah c. q
disisipkan bahan dielektrik adalah 2.000 volt. Jawab:
a. Kapasitas kapasitor
c. Muatan kapasitor setelah disisipkan bahan 0 A
dielektrik (q). C =
d
q = CV
4 10 2
= (4,425 109)(2 103) = (8,85 1012)
2 10 3
= 8,85 106 C
= 1,77 1010 F
= 8,85 C
= 177 pF
Jadi, muatan kapasitor setelah disisipkan
Jadi, kapasitas kapasitor adalah 177 pF.
bahan dielektrik adalah 8,85 C.
b. V =Ed
d. Kuat medan dalam kapasitor
V 2 103 V 6
E= d = = 4 105 V/m E = d = = 3.000 N/C
5 10 3 2 103

58 Listrik Statis
Jadi, kuat medan listrik dalam kapasitor d
9. Diketahui: d1 = d2 = 2
adalah 3.000 N/C.
c. Muatan kapasitor Ditanyakan: Ctotal
Jawab:
q
C= V k1 0 A k1 0 A 2k1 0 A
C1 = d1
= d =
q = CV = (1,77 1010)(6) = 1,06 109 C d
2

Jadi, muatan kapasitor adalah 1,06 109 C. k2 0 A k2 0 A 2k2 0 A


C2 = d2
= d =
d
8. Diketahui: C1 = 1 F = 1 106 F 2

Jika dimisalkan C0, kapasitas kapasitor total


C2 = 2 F = 2 106 F
adalah
C3 = 6 F = 6 106 F
C4 = 9 F = 9 106 F 1
=
1
+
1
C5 = 4 F = 4 106 F Cs C1 C2

C6 = 5 F = 5 106 F 1 1
= +
V = 50 volt 2k1C0 2k 2 C0
Ditanyakan: W
Jawab: 1
=
C1, C2, dan C3 dirangkai paralel 2C0 k1 k2

Cp = C1 + C2 + C3 2k 1k 2
1 Cs = k1 + k 2
C0
= (1 + 2 + 6) 106 F
= 9 106 F 2k1 k 2
Jadi, kapasitas totalnya k1 + k 2
C0.
C5 dan C6 dirangkai paralel
Cp = C5 + C6 10. Diketahui: C1 = 10 F
2
= (4 + 5) 106 F C2 = 15 F
= 9 106 F Q1 = 10 C
C1, C2, dan C4 dirangkai seri Q2 = 15 F
1 1 1 1 Ditanyakan: V
= C + C +
Cs p1 p2 C4 Jawab:
1 1 1
= 9 + 9 + 9 Q1 + Q 2
Vgab =
C1 + C 2
3
= 9 F 10 C + 15 C
=
10 F + 15 F
9 F
Cs = = 3 F = 3 106 F
3 25 C
Cs = Ctot = 3 106 F =
25 F
1 = 1 volt
W = 2 CV 2
Jadi, beda potensial kapasitor pengganti sebesar
1
= 2 (3 106)(50)2 1 volt.
1
= 2 (3 106)(2.500)
= 3.750 106 J
= 3,75 103 J
Jadi, energi pada rangkaian sebesar 3,75 103 J.

Fisika Kelas XII 59


A. Pilihan Ganda Arah gaya listrik pada muatan C:
1. Jawaban: b FB FAC

q1q 2 1
F =k maka F r dan F Q qC
r2
(2q1 2q2 )
F =k
r2
q1q 2
= 4(k ) = 4F 45 45
r2 qA qB
20 cm
Jika, muatan menjadi dua kali semula maka F akan
menjadi 4 kali semula. k qB q C
FBC =
r2
2. Jawaban: a (9 109 )(4 106 )(5 106 )
Diketahui: r = 3 cm = 3 102 m =
(10 2 102 )2
qB = 2qA 180 10 3
=
FAB = 80 N 200 10 4
Ditanyakan: qB =9N
Jawab:
k qA qB FAC = FBC = 9 N
F=
r2
(qA )(2qA )
80 = (9 109) (3 10 2 )2 F = FAC2 + FBC2
80 = (2 1013)qA2 = 92 + 92
80
qA =
2 1013
= 81 + 81
= 162
= 4 1012 C
= 2 106 C =9 2
qB = 2qA Jadi, resultan gaya listrik di muatan C adalah 9 2 N.
= 2(2 106 C)
= 4 106 C 4. Jawaban: a
Jadi, besar muatan B adalah 4 106 C. y

3. Jawaban: d
Diketahui: qA = qB = 4 C = 4 106 C +Q 2Q
x
qC = 5 C = 5 106 C x = 1 x = +1
rAB = 20 cm = 2 101 m
Ditanyakan: FC
Jawab: Agar +q bernilai nol, kemungkinan diletakkan di
10 cm sebelah kiri +Q atau sebelah kanan 2Q. Jaraknya
cos 45 = AC harus lebih dekat ke +Q. Jadi, kemungkinan di
1 10 cm sebelah kiri +Q.
2 =
2 AC
20 2 y
AC =
2 2
+q +Q 2Q
= 10 2 cm x
x = 1 x=1
AC = BC = 10 2 cm = 10 2 102 m
2+x

60 Listrik Statis
F1 = F2 q2 1 2
(x) = ( 2 + 2 ) q 2
k (q )(Q) k (q )(2Q ) 4 a 2 4 a
= 1
x2 (2 + x )2 x= 2 + 2
1 2
= 1
x2 (2 + x )2 Jadi, nilai x adalah 2 + 2.
x 2 =2+x
6. Jawaban: b
x( 2 1) = 2 Diketahui: qP = +2 105 C
2 2 + 1 qR = 6 105 C
x=
2 1 2 + 1 rPQ = 3 m
2 2 +2 rQR = 6 m
= =2 2 +2
2 1 FQ = 1,05 N
Koordinatnya = 1 (2 2 + 2) Ditanyakan: qQ
Jawab:
= 3 2 2
FP
= 3 8 = (3 + 8 )
Jadi, +q ditempatkan di x = (3 + 8 ) agar tidak 90
Q
mendapat pengaruh gaya dari muatan lain.
5. Jawaban: d 3m FR 6m
a
D C
P R

a FQ = FP2 + FR 2

2 2
k qP qQ kq q
1,05 = 2
+ R 2Q
F 2 r
PQ rRQ
A B
2 2
q 2
(9 109 )(2 105 )q Q (9 109 )(6 10 5 )qQ
FAB = FAD = F= k 1,05 = +
a2 3 2
62
1 q2
= 4 2 2
0 a2 (9 109 )(2 10 5 )q Q (9 109 )(6 10 5 )q Q
1,05 = +
q2 1 9 36
=
4 0 a 2
kq 2 1,05 = (400 106 )qQ 2 + (225 106 )qQ 2
FAC =
(a 2)2 1,05 = 25 103 qQ
1 q2
= k
2 a2 qQ = 1,05
25 103
1
= 2
F = 4,2 105 C
Resultan FAB dan FAD akan tepat berimpit dengan Jadi, muatan partikel di titik Q sebesar 4,2 105 C.
diagonal AC (berimpit juga dengan FAC). 7. Jawaban: b
Diketahui: q1 = 1 C = 1 106 C
F = FAB + FAD
2 2
q2 = 4 C = 4 106 C
r12 = 2 cm = 2 102 m
= F2 +F2
Ditanyakan: letak titik P
= F 2 Jawab:
1 E1 E2
Oleh karena F 2 berimpit dengan FAC = 2 F maka:
x 2 cm
1
Ftot = F 2 + 2 F P q1 = 1 C q2 = 4 C
1
=( 2 + 2
)F

Fisika Kelas XII 61


EP = 0 10. Jawaban: a
E2 E1 = 0 Diketahui: A = (25 25) cm2
= 625 cm2
E2 = E1
= 6,25 102 m2
k q2 k q1
= E = 800 N/C
r2P2 r1P2
1 106
Ditanyakan:
4 106
= Jawab: Bidang
(2 x )2 x2
2
= 1
2+x x 60

2 + x = 2x
Garis normal
2x x = 2
x=2
Jadi, letak titik P adalah 2 cm di kiri q1.
8. Jawaban: c
Diketahui: A = 425 cm2 = 4,25 102 m = EA cos
q = 42 C = 42 106 C = (800)(6,25 102)(cos 30)
r = 5,4 1
0 = 8,85 1012 C2/Nm2 = (800)(6,25 102)( 2 3 )
Ditanyakan: E = 43,3
Jawab: Jadi, besar fluks listrik 43,33 weber.
q 42 10 6
= = = 9,88 104 C/m2 11. Jawaban: b
A 4,25 10 2
Diketahui: m = 5,0 1015 kg
= r 0 q = 5e = 5(1,6 1019 C)
= (5,4)(8,85 1012) = 8,0 1019 C
= 4,779 1011 C2/Nm2 g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: E
E=
Jawab:
F =w
9,88 10 4 C/m2
= Eq = mg
4,779 10 11 C2 /Nm2
mg
= 2,06 107 N/C E =
q
Jadi, kuat medan keping tersebut adalah
(5,0 10 15 )(9,8)
2,06 107 N/C. =
8,0 10 19
N/C
9. Jawaban: b = 61.250 N/C
Diketahui: rA = 4 cm = 4 102 m Jadi, kuat medan listrik di dalam keping 61.250
rB = 2 cm = 2 102 m N/C.
rC = 6 cm = 6 102 m
12. Jawaban: b
EC = E
Pada hukum Coulomb dikenal:
Ditanyakan: EA
F
Jawab: E= q
F=Eq
2
EA rC
= r Pada hukum II Newton dikenal:
EC A
2
F=ma
EA 6 102 m Sehingga:
=
EC 4 102 m E q= m a
EA 9
= qE
EC 4 a = m ; jika q = e
4
EC = 9
E eE
a= m
4
Jadi, kuat medan di titik C adalah 9
E.

62 Listrik Statis
13. Jawaban: e
= 144 1013
Diketahui: v = 4 105 m/s
d = 5 mm = 1,44 1011
Ditanyakan: VAB Jadi, usaha yang dilakukan dalam pemindahan
Jawab: muatan tersebut 1,44 1011 joule.
Ep = Ek 16. Jawaban: d
1 Diketahui: q = 0,4 C = 0,4 106 C
q VAB = m v2
2 rAB = 6 cm = 6 102 m
mv 2 rQB = 12 cm = 12 102 m
VAB = 2q Ep = 0,12 J
(1,6 1027 )(4 105 )2
= V Ditanyakan: Q
2(1,6 1019 )
Jawab:
(1,6 10 27 )(1,6 1011) 1 1
=
3,2 10 19
V = 800 V Ep = k q Q( r rAB
)
QB
Jadi, beda potensial kedua keping 800 V. 1 1
0,12 = (9 109)(0,4 106)Q( )
14. Jawaban: c 12 102 6 102
Diketahui: q = 25 C = 2,5 105 C 1 2
0,12 = (3,6 103)Q( )
r = 5 cm = 5 102 m 12 102
E = 8 104 N/C
3,6 103 Q
Ditanyakan: W 0,12 =
12 10 2
Jawab:
q (0,12)(12 10 2 )
E=k Q=
r2 3,6 103
k q = E r2 = 0,4 105 C
= 4 106 C
= (8 104)(5 102)2 = 4 C
= 200 Nm2/C Jadi, besar muatan sumber 4 C.
1 1
W = k q q ( r r1
) 17. Jawaban: c
2
Diketahui: q1 = +50 C = 5 105 C
= (200)( 2,5 105)( 1 1
0) q2 = +50 C = 5 105 C
5 102 r12 = 12 cm
= (5 103)(20)
Ditanyakan: VB
= 101 J = 0,1 J
Jadi, usaha yang diperlukan sebesar 0,1 J. Jawab:
Jarak muatan q1 dan q2 terhadap titik B:
15. Jawaban: a
Diketahui: q1 = +8 1012 C r = (6 cm)2 + (8 cm)2
q2 = 9 1012 C
= 36 cm2 + 64 cm2
rZ = 3 cm = 3 102 m
rX = 9 cm = 9 102 m = 100 cm2
Ditanyakan: W = 10 cm
Jawab: = 1 101 m
W = Ep r1B = r2B = r = 1 101 m
1 1 VB = V1B + V2B
= k q1 q2( r rX
)
Z k q1 k q2
= +
= (9 109)( 8 1012)(9 1012) r1B r2B

1 1 k q1 k q2
( ) = +
3 102 9 10 2 r r

= (9 109)( 8 1012)(9 1012)( 3 12 ) k


= r (q1 + q2)
9 10
= (9 109)( 8 1012)(9 1012)( 2 2 )
9 10 9 109
= (5 105 + 5 105)
1 101

Fisika Kelas XII 63


= (9 1010)(10 105) 1,2 2
= (9 109)(2 1012)(4 106)( )
= 90 105 2,4 10 1
= 9 106 0,8
= (9 109)(2 1012)(4 106)( )
Jadi, beda potensial listrik di titik B sebesar 2,4 10 1
9 106 volt. = 2,4 107 joule
18. Jawaban: b Jadi, besar perubahan energi potensial adalah
Diketahui: q1 = 2 C = 2 106 C 2,4 107 joule.
q2 = +4 C = +4 106 C
20. Jawaban: e
q3 = 6 C = 6 106 C
Diketahui: qX = 0,04 C = 4 108 C
q4 = +8 C = +8 106 C
rXY =2m
Ditanyakan: VZ V0 = 180 V
Jawab:
Ditanyakan: qY
q1
2m q4 V0 = VX + VY
k qX k qY
V0 = +
rX0 rY0
2m
qX qY
2m 2m V0 = k( + )
Z rX0 rY0
2m 4 10 8 qY
(180) = (9 109)( + )
1 1
4 10 8
q2 2m q3 2 108 = + qY
1
8
qY = 6 10 C
VZ = V1 + V2 + V3 + V4
= 600 C
q1 q2 q3 q4
= k(
r1Z
+
r2Z
+
r3Z
+
r4Z
) Jadi, muatan di titik Y adalah 600 C.
2 10 6 4 10 6 6 10 6 21. Jawaban: e
= (9 109)( + +
2 2 2 A
8 10 6 C0 = 0 d
+ )
2
1
36 103 d2 = 2 d
=
2
r = 2
= 18 2 103
A
Jadi, beda potensial di titik perpotongan diagonal Cb = r0 d
persegi 18 2 103.
A
= 20 1
19. Jawaban: d 2
d
Diketahui: q1 = 2 1012 C
A
q2 = +4 C = 4 1016 C = 4(0 d )
r12 = 12 cm = 1,2 101 m
= 4C
r12 = 12 cm + 8 cm
= 20 cm = 2 101 m Jadi, kapasitasnya sekarang menjadi 4C.
Ditanyakan: Ep 22. Jawaban: d
Jawab: Diketahui: V = 8 106 volt
Ep = Ep Ep W = 3,2 108 J
1 2
k q1 q2 k q1 q2 Ditanyakan: q
=
r12 r12 Jawab:
1 1 1
= k q1 q2( ) W = 2 qV
r12 r12

= (9 109)(2 1012)(4 106) 2W (2)(3,2 108 )


q = V = = 80 C
1 8 106
1
( )
2 101 1,2 101 Jadi, muatan listrik yang dilepaskan sebanyak
80 C.

64 Listrik Statis
23. Jawaban: e = 5 1013 3 1013
Diketahui: p = 1,2 1023 Ns
= 2 1013
me = 9,1 1031 kg
1
q = 1,6 109 C r2 =
2 1013
Ditanyakan: V
= 5 1014 m
Jawab: Jadi, jarak muatan tersebut sekarang 5 1014 m.
Energi listrik dari beda potensial akan berubah
menjadi energi kinetik elektron. 25. Jawaban: a
Ep = Ek Diketahui: C1 = 7 pF
1 C2 = 10 pF
eV = 2 mv 2
C3 = C4 = 8 pF
p2 C5 = 12 pF
=
2m V = 20 volt
Sehingga: Ditanyakan: Qtotal
p2
Jawab:
V = C3, C4, dan C5 dirangkai seri.
2me
1 1 1 1
(1,2 1023 )2 = + +
= 2(9 1031)(1,6 1019 ) Cs C3 C4 C5

= 500 V 1 1
= +
Jadi, beda potensial dalam tabung sebesar 500 V. 8 pF 12 pF

24. Jawaban: a 3+3+2


=
24 pF
Diketahui: e = 1,6 1019 C
m2 = 9,1 1031 kg 8
=
r1 = 2 1014 m 24 pF
V = 0,88 108 m/s 24
Cs = 8 pF = 3 pF
Ditanyakan: r2
Jawab: C1, C2, dan C5 dirangkai paralel.
Hukum kekekalan energi mekanik:
Cp = C1 + C2 + C5
Ep = Ek
= (7 + 10 + 3) pF
1 1
q V = 2 mv2 + 2 mv2 = 20 pF
qV = mv 2 Muatan total:
Qtotal = Cp V
mv 2
V = q = (20 pF)(20 volt)
= 400 pC
(9,1 1031)(0,88 108 )2 = 4 1010 C
V =
(1,6 1019 ) Jadi, muatan total pada rangkaian adalah
V 44.000 volt 4 1010 C.
44.000 = V1 V2
26. Jawaban: c
44.000 =
1
kq1( r
1
) Diketahui: C1 = 50 F = 5 105 F
r2
1
C2 = 100 F = 10 105 F
44.000 = (9 109)(1,6 1019)( 1

1
) W = 2 104 joule
2 1014 r2 Ditanyakan: V
1 1 Jawab:
44.000 = 14,4 1010( ) C1 dan C2 dirangkai seri.
2 1014 r2
1 1 1
1 1 44.000 = +
= 14,4 1010
Cs C1 C2
2 1014 r2
1 1
= 3 1013 = +
50 F 100 F
1 1 2 +1
= 3 1013 = =
3
r2 2 1014 100 F 100 F

Fisika Kelas XII 65


100 1 C1 dan Cp dirangkai seri.
Cs = 3 F = 3 104 F 1
1 1
= + C
1 Cs C1 p
W= 2
CV 2
1 1
1 1
= 4 F
+ 12 F
(2 104) = (
2 3
104)V 2
3 +1
V 2 = 12 = 12 F
V = 12 4
= 12 F
V = 2 3 volt
Jadi, besar sumber tegangan pada rangkaian 12 F
Cs = 4
= 3 F = 3 106 F
adalah 2 3 volt.
Kapasitas kapasitor total dalam rangkaian:
27. Jawaban: d
C = Cs = 3 106 F
Diketahui: C1 = C2 = C
Muatan total dalam rangkaian:
V = 10 volt
Qtot = Ctot V
E1 = E
= (3 106 F)(12 volt)
Ditanyakan: E2 jika C disusun paralel
Jawab: = 36 106 C
1 Muatan yang terletak pada kapasitor C1:
E1 = 2 CV 2 = E
Q1 = Qtot = 36 106 C
Jika E berbanding lurus dengan C dan dua buah
Energi yang tersimpan pada C1 sebagai berikut.
kapasitor dirangkai paralel, besar kapasitas
1
kapasitor total adalah: W = 2 CV 2
Cp = C1 + C2
1 Q1
=C+C = 2 C1( C )2
1
= 2C 2
1 Q1
Energi yang tersimpan jika kedua kapasitor = 2 C1
dihubungkan secara paralel sebagai berikut.
E1 1 (36 106 )2
C1 = 2
E2
=
C2 4 106 F

E1
= 162 106 joule
C
= 2C
E2
= 162 J
Jadi, energi yang tersimpan pada C1 adalah
E2 = 2E
162 J.
Jadi, energi yang tersimpan jika kedua kapasitor
dihubungkan secara paralel adalah 2E. 29. Jawaban: c
Diketahui: A = 100 cm2 = 0,01 m2
28. Jawaban: e d = 2 cm = 0,02 m
Diketahui: C1 = 4 F V = 400 V
C2 = 7 F Ditanyakan: q
C3 = 5 F Jawab:
V 400 V
V = 12 volt V = Ed E = d = 0,02 m
= 2 104 N/C
Ditanyakan: W1 q
Jawab: E= A
0
C2 dan C3 dirangkai paralel. q = E 0 A
Cp = C2 + C3 = (2 104 N/C)(8,85 1012 C2/Nm2)(0,01 m2)
= 7 F + 5 F = 1,77 109 C
Jadi, muatan yang tersimpan dalam kapasitor
= 12 F
sebesar 1,77 109 C.

66 Listrik Statis
30. Jawaban: a 2. Diketahui: D = 40 cm = 0,4 m
Diketahui: a = 1 cm = 1 102 m rbola = 20 cm = 0,2 m
b = 1,5 cm = 1,5 102 m rA = 60 cm = 0,6 m
k = 20 EA = 180 N/C
Ditanyakan: C
Ditanyakan: E di permukaan bola
Jawab:
Jawab:
2 k 0 Mencari nilai q:
C =
An b qA
a
EA = k
rA 2
2 (20)(8,85 1012 ) q
= 180 = (9 109) (0,6)2
An 1,5
1
(180)(0,36)
(20)(8,85 10 12 ) q=
= 2 (9 109 )
An (1,5)
= 7,2 109 C
12
= 2 (20)(8,85 10 )
Mencari E di permukaan bola:
0,405
q (7,2 109 )
= 2,744 109 F E =k = (9 109) = 1.620 N/C
rb2 (0,2)2
Jadi, kapasitansi kapasitor sebesar 2,744 109 F. Jadi, medan listrik di permukaan bola konduktor
sebesar 1.620 N/C.
B. Uraian 3. Diketahui: qA = 12 C
1. Diketahui: q1 = +10 C = 10 C 5 qB = 18 C = +1,8 105 C
q2 = +20 C = 2 105 C qC = 6 C = 6 106 C
mC = 2 1018 kg
r12 = a
rAC = rBC = 15 cm
r23 = 0,5a
rAB = 8 cm
Ditanyakan: q3 agar F2 = 0
Ditanyakan: a. W
Jawab:
b. v
q1 a q2 0,5a q3
Jawab:
qA qB
Supaya resultan gaya Coulomb di q2 = 0 maka q3 a. VC = k( + )
rAC rBC
harus bernilai positif (q+). 12 C 18 C
= (9 109 Nm2/C2)( 15 cm + 15 cm )
F23 = F21
(1,2 105 ) + (1,8 105 )
q2q3 q 2q1 = (9 109) V
k =k 0,15
r232 r212
= (9 109)(2 104) V
( 2 10 5 )(q 3 ) ( 2 105 )(105 )
= 1,80 106 V
=
( 21 a )2 a2 qA qB
VC = k( + )
rAC rBC
5
q3 10 1,8 10 5
= 1,2 10 5
1 2
a a2 = (9 109)( + )V
4 0,04 0,04
4q3 = 105 = (9 109)(7,5 104) V
1 = (9 109)(2 104) V
q3 = 4 105 C
= 6,75 106 V
= 0,25 105 C
WCC = qC(VC VC)
= 2,5 C
= (6 C)(6,75 106 V 1,80 106 V)
Jadi, muatan q3 harus bernilai 2,5 C.
= (6 106)(4,95 106) J
= 29,7 J
Jadi, usaha untuk memindahkan muatan C
sebesar 29,7 J.

Fisika Kelas XII 67


1 Cs dan C6 dirangkai paralel sehingga Vtot = Vs =
b. WCC = mv2 2
V6 = 80 volt.
2
2
2WCC Energi yang tersimpan pada kapasitor C6 adalah:
v=
m 1
E6 = 2 C6V 62
2(29,7 J)
= 2 1018 kg 1
= 2 (7 106 F)(80 volt)2
= 2,97 1019 m2 /s2 = (8 102 volt2)(7 106 F)
5,45 109 m/s = 56 104 joule
Jadi, kecepatan muatan C saat berada di tengah- = 5,6 103 joule
tengah A dan B adalah 5,45 109 m/s. Jadi, energi yang tersimpan pada kapasitor C6
5. Diketahui: C1 = 4 F = 4 106 F adalah 5,6 103 joule.
C2 = 6 F = 6 106 F Besar muatan pada Cs sebagai berikut.
2
C3 = 5 F = 5 106 F Qs = Cs Vs
2 2 2

C4 = 20 F = 2 105 F = (3 F)(80 volt)


C5 = 2 F = 2 106 F = 240 C
C6 = 7 F = 7 106 F Qs = q1 = Qp = 240 C
2 1
V = 80 volt Jadi, muatan yang tersimpan dalam kapasitor C1
Ditanyakan: a. E6 adalah 240 C.
b. Q1
6. Diketahui: A = 100 cm2 = 1 102 m
Jawab:
C3 dan C4 dirangkai seri. d = 4 mm = 4 103 m
1 1 1 V = 10 volt
Cs1
= + k =5
C3 C4
1 1 Ditanyakan: a. C
= +
5 F 20 F b. E
4 +1 5 c. q
= =
20 F 20 F Jawab:
20 F r 0 A
Cs = 5
= 4 F a. C =
1 d
Cs , C2, dan C5 dirangkai paralel. k 0 A
1 =
d
Cp = Cs + C2 + C5
1 1 (5)(8,85 102 )(1 102 )
= 4 F + 6 F + 2 F =
4 103
= 12 F = 1,11 103 F
Cp dan C1 dirangkai seri. Jadi, kapasitas kapasitor adalah 1,11 103 F.
1
1 1 1
= C + b. Kuat medan dalam kapasitor
Cs2 p1 C1
V = Ed
1 1
= + V
12 F 4 F E= d
1+ 3
= = 10 volt3
12 F
4 10

=
4 = 2,5 103 N/C
12 F Jadi, kuat medan dalam kapasitor sebesar
12 F 2,5 103 N/C.
Cs = 4
= 3 F
2 c. Muatan kapasitor
Cs dan C6 dirangkai paralel. q = CV
2
Cp = Cs + C6 = (1,11 103 F)(10 volt)
2 2 = 11,1 103 coulomb
= 3 F + 7 F
= 1,11 102 coulomb
= 10 F = 1 105 F Jadi, muatan kapasitor 1,11 102 coulomb.

68 Listrik Statis
7. Diketahui: x = 4 cm Jawab:
y = 3 cm F = qE
Q = 8 nC = 8 109 C
q0 = 4 nC = 4 109 C
m = 6 106 kg
Ditanyakan: v w = mg
Jawab: 20 m
Energi potensial muatan q0 pada x = 3 cm.
Ep = q0V
k Q q0
=
x2 + y2
F = ma
(9 109 Nm2 /C2 )(8 10 9 C)(4 10 9 C) w F = ma
= mg qE = ma
(0,03 m)2 + (0,04 m)2
mg qE
(9 109 Nm2 /C2 )(8 10 9 C)(4 10 9 C) a = m
=
0,05 m
(1 103 )(10) (106 )(3 104 )
9 9 =
(9 10 Nm /C )(8 10 C)(4 10 1 103
9 2 2
C)
=
5 102 m
102 (10 6 )(3 104 )
7 6 =
= 57,6 10 J = 5,76 10 J 103
Pada saat partikel bergerak sepanjang sumbu X = 20 m/s
menjauhi cincin, energi potensialnya berkurang dan 2
v = + 2a s
v02
energi kinetiknya bertambah. Ketika partikel sangat
= 0 + 2(20)(10)
jauh, energi potensialnya sama dengan nol.
= 400
Sementara itu, besar kecepatan dapat dihitung
dengan persamaan berikut. v = 400 = 20
E k = Ep Jadi, kecepatan pergerakan bola 20 m/s.
1 9. Diketahui: m = 10 g = 1 102 kg
mv 2 = 5,76 106 J
2 Q = +1 C = 1 106 C
1 q = 1 C = 1 106 C
2
(6 106 kg)v 2 = 5,76 106 J r = 30 cm = 3 101 m
g = 10 m/s2
2(5,76 106 J)
v= 6 106 kg
1
4 0 = 9 109 Nm2/C2

= 1,92 Ditanyakan: T
= 1,38 m/s Jawab:
Jadi, kecepatan partikel adalah 1,38 m/s.
8. Diketahui: m = 1 g = 1 103 kg
q = 106 C T
s1 = 20 m
E = 3 104 N/C
Q
g = 10 m/s2
F
s2 = 10 m q1
s = (s1 s2) m w
= (10 20) m
= 10 m
Ditanyakan: v

Fisika Kelas XII 69


1 Qq A2 = 2r 2 2r 2 cos
F = 4
0 r2 2r cos = 2r 2 A2
2

2r 2 A 2
(9 109 )(1 106 )(1 106 ) cos =
= 2r 2
(3 101)2
2r 2 A 2
6 6 cos =
(9 10 )(1 10 )(1 10 )
9
2r 2
=
9 10 2 cos = cos
= 1 101 N (2r 2 A2 )
W = mg =
2r 2
= (1 102 kg)(10 m/s2)
A 2 2r 2
= 1 101 N =
2r 2

T = F 2 +W 2 F31 = F32 =
k qQ
=F
r2
= (1 101)2 + (1 101)2
F3 = F312 + F322 + 2F31F32 cos
= 2 102
= F 2 + F 2 + 2F 2 cos
1
= 10 2
1
= 2F 2 (1 + cos )
= 2 10 N
A 2 2r 2
Jadi, besar tegangan tali 2 101 N. = 2F 2 (1+ )
2r 2
10. F32
2r 2
+ A 2 2r 2
= F 2( )
q3 = q 2r 2
C
A2
=F
r2
F31
r r A
F3 = F( r )

k qQ A
A = (r )
B r2
A
Q +Q
1 qQ A
= ( 4 ) (r )
0 r2
Nilai cos dapat dihitung dengan rumus kosinus
dalam ABC. 1 qQ A
= ( 4 )
AB2 = AC2 + BC2 2AC BC cos 0 r3
A2 = r 2 + r 2 2r 2 cos

70 Listrik Statis
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
Diketahui: TI = 10 dB
1. Jawaban: b Ditanyakan: TI1 : TI2
Frekuensi menunjukkan banyaknya getaran tiap Jawab:
sekon. Semakin tinggi frekuensi, nada yang yang TI1 TI2 = 10 dB
dihasilkan semakin tinggi (melengking). Sementara
I1 I2
amplitudo adalah simpangan maksimum dari 10 log 10 log = 10 log 10
I0 I0
sebuah getaran sumber bunyi. Semakin besar
I1 I2
amplitudo, bunyi yang dihasilkan semakin keras. 10 log ( I ) = 10 log 10
0 I0
2. Jawaban: d I1 I0
Perhatikan persamaan efek Doppler pada keadaan I0 I2 = 10
di atas. I1
v + vp I2 = 10
(1) fp = f
v +0 s
faktor pengali fs lebih besar
I1 = 10I2 I1 : I2 = 1 : 10
dari 1.
v +0 Jadi, perbandingan intensitas dua sumber bunyi
(2) fp = v 0 fs faktor pengali fs lebih besar tersebut 1 : 10.
dari 1. 5. Jawaban: d
v + vp Diketahui: vp = 20 m/s
(3) Jika vp = vs, fp = f faktor pengali fs
v vp s v s = 0 m/s
lebih besar dari 1. f s = 800 Hz
v + vp
(4) Jika vp = vs, fp = f faktor pengali fs v = 340 m/s
v + vp s Ditanyakan: fp
sama dengan 1.
Jawab:
Frekuensi yang diterima pendengar akan lebih besar
v + vp
dari frekuensi yang dikeluarkan sumber bunyi jika fp = f
v +0 s
faktor pengali sumber bunyi yang berasal dari
operasi kelajuan lebih besar dari 1. Oleh karena (340 + 20) m/s
=( 340 m/s
)(800 Hz)
itu pernyataan yang benar adalah pernyataan nomor
(1), (2), dan (3). = 847 Hz
Jadi, frekuensi yang didengar Anton sebesar
3. Jawaban: d 847 Hz.
Diketahui: A = 10 cm2
V = 400 cm3 L = 40 cm = 0,4 m 6. Jawaban: b
v = 300 m/s Diketahui: f = 50 Hz
n = 10


n =2 10
Ditanyakan: f0 t = 2 s fp = 2 s = 5 Hz
Jawab: Ditanyakan: fY
Resonansi kolom udara bisa didekati dengan Jawab:
konsep pipa organa tertutup. fY = f fp
5v 5(300 m/s) = (50 5) Hz
f2 = 4L = 4(0,4 m) = 937,5 Hz fY = 55 Hz atau fY = 45 Hz
f2 = 5f0 Jadi, Nilai Y yang lebih besar daro 50 Hz adalah
55 Hz.
937,5 Hz
f0 = 5
= 187,5 Hz
Jadi, frekuensi garputala yang digunakan sebesar
187,5 Hz.

Fisika Kelas XII 71


7. Jawaban: c Jawab:
Diketahui: f0 = 200 Hz = (nu nm)
L =1m = (0,05 )(40)
Ditanyakan: f2 = 2
Jawab: Jadi, sudut dispersi yang terjadi adalah 2.
f2 = (n + 1)f0
13. Jawaban: b
= (2 + 1)(200 Hz) Diketahui: N = 5.000 garis/cm = 5 105 garis/m
= 600 Hz = 30
Jadi, frekuensi nada atas kedua sebesar 600 Hz. n =2
8. Jawaban: a Ditanyakan:
Pada percobaan interferensi celah ganda Jawab:
menghasilkan pola gelap terang dengan pola d sin = n
terang di pusatnya. Pola terang dalam hal ini adalah 1
N
sin = n
garis kuning.
9. Jawaban: d
1
sin 30 = 2
(5 105 garis / m)
Polarisasi dapat dilakukan dengan beberapa cara 1
diantaranya pemantulan-pembiasan, absorpsi (2 106 m)( 2 ) = 2
selektif oleh kristal dikroik, bias rangkap, dan = 5 107 m
hamburan. = 5 105 cm
Jadi, panjang gelombang orde ke-2 adalah
10. Jawaban: a 5 105 cm.
Diketahui: = 4.000 = 4 107 m
= 30 14. Jawaban: c
Ditanyakan: d Diketahui: i = 0,4 A
Jawab: t = 2 menit = 120 sekon
d sin = n Ditanyakan: n
Jawab:
n 1(4 107 m) Muatan pada rangkaian listrik:
d = sin
= 1 = 8 107 m
2 q = it
Lebar celah yang digunakan 8 107 m. = (0,4)(120)
= 48 coulomb
11. Jawaban: c
Jumlah elektron dalam rangkaian:
Diketahui: d = 0,01 mm = 1 105 m
A = 20 cm = 0,2 m q 48
n = qe = 1,6 10 19
= 3 1020
2y = 7,2 mm = 7,2 103 m
y = 3,6 mm = 3,6 103 m Jadi, banyaknya elektron dalam rangkaian adalah
m =1 3 1020.
Ditanyakan:
15. Jawaban: d
Jawab:
Diketahui: V v = 20 volt
Dari soal m = 1
V = 60 volt
y d 1
= (m 2 ) R v = 2.000
A
Ditanyakan: Rf
(3,6 10 3 m)(1 10 5 m) 1
= 2 Jawab:
0,2 m
1
Besar pengali untuk menaikkan batas ukur:
1,8 107 m = 2 60
V
= 3,6 107 m n= Vv
= 20 = 3
= 360 nm Besar hambatan muka yang terpasang:
Jadi, panjang gelombang cahaya sebesar 360 nm. Rf = (n 1)R
12. Jawaban: d = (3 1)(2.000)
Diketahui: nu nm = 0,05 = 4.000
= 4 k
= 40
Jadi, besar hambatan muka yang terpasang
Ditanyakan:
sebesar 4 k.

72 Ulangan Tengah Semester 1


16. Jawaban: e Jawab:
Nilai arus yang diukur dihitung dengan persamaan Koefisien hambatan suhu dapat ditentukan dengan
berikut. persamaan:
nilai pada skala R = R0(1 + T)
I = nilai maksimum skala batas ukur R1 = R0(1 + T)
6
80 = 60(1 + (T1 T2))
= 10 250 mA 80 = 60(1 + (100 0))
= 150 mA 80 = 60(1 + 100)
Jadi, nilai kuat arus yang diukur Andi sebesar 80 = 60 + 6.000)
150 mA. 6.000 = 20
1
17. Jawaban: a = ( 3 102)C
Diketahui: RA = 50
Suhu ketika hambatan sebesar 75 :
I =1A
IA = 1 mA
R = R0(1 + T)
R1 = R0(1 + T)
Ditanyakan: Rsh
75 = 60(1 + (T3 T0))
Jawab:
1
Besar pengali untuk menaikkan batas ukur: 75 = 60(1 + ( 3 102)(T3 0))
I 1 1
n = IA = 1 10 3
= 1.000 75 = 60(1 + 3 102T3)
Hambatan shunt yang harus dipasang: 75 60 = 0,2T3
R 50 15 = 0,2T3
Rsh = n A 1 = 1.000 1 = 0,05 T3 = 75
Jadi, besarnya hambatan shunt sebesar 0,05 . Jadi, suhu yang tercatat pada termometer sebesar
75C.
18. Jawaban: b
Diketahui: d = 1,3 mm = 1,3 103 m 20. Jawaban: a
A = 0,5 cm = 0,5 102 m Diketahui: R1 = R2 = R3 = R4 = R5 = R6 = R7 = R
= 9,7 108 m Ditanyakan: Rtot
Ditanyakan: R Jawab:
Jawab: Jika rangkaian tersebut disusun dalam bentuk
Luas penampang pada kawat: lain akan terlihat seperti berikut.
d2
A=
4 R4
3 2
(1,3 10 )
= (3,14)( )
4 R5
R1 R2 R3
= 1,33 106 m2
Besar hambatan kawat besi: A B
A R6
R= A
0,5 102
= (9,7 108)( 1,33 106 ) R7

= 3,65 104
Jadi, hambatan kawat sebesar 3,65 104 .
R2 dirangkai seri dengan R3 sehingga hasilnya
19. Jawaban: e sebagai berikut:
Diketahui: T0 = 0C Rs = R2 + R3
T1 = 100C Rs = R + R
R0 = 60 Rs = 2R
R1 = 80
R2 = 75
Ditanyakan: T2

Fisika Kelas XII 73


Rs, R4, R5, R6, dan R7 dirangkai secara paralel. Ditanyakan: I
1 1 1 1 1 1 R1R3 R2R4
= + + + +
Rp Rs R4 R5 R6 R7 Oleh karena itu, rangkaian hambatan dapat
1
=
1
+
1
+
1
+
1
+
1 diselesaikan dengan persamaan trasformasi Y.
Rp 2R R R R R Gambar pada rangkaian akan menjadi sebagai
1 1 2 2 2 2 berikut.
= + + + +
Rp 2R 2R 2R 2R 2R
R1
2
Rp = 9
R RB R2

Hambatan total dapat ditentukan dengan


merangkai Rp dengan R1 secara seri. A RA
R5 B
Rs = R1 + Rp
2 RC
Rs = R + 9 R R4 R3

11
Rs = 9 R
Berdasarkan gambar tersebut diperoleh nilai:
Rs = 1,22R R1 R4
RA = R1 + R4 + R5
Jadi, hambatan total rangkaian tersebut sebesar
1,22R. (10)(5)
= 10 + 5 + 5
21. Jawaban: b
= 2,5
Diketahui: R1 = 12
R2 = 12 RB =
R1 R5
R1 + R4 + R5
R3 = 3
R4 = 6 (10)(5)
= 10 + 5 + 5
E1 = 6 V
E2 = 12 V = 2,5
Ditanyakan: I R4 R5
Jawab: RC = R1 + R4 + R5
Hambatan R1 dan R2 dirangkai paralel. (5)(5)
= 10 + 5 + 5
1 1 1
Rp
=
R1
+
R2
= 1,25
Berdasarkan perhitungan tersebut maka rangkaian
1 1 1
= 12 + 12 hambatan akan berubah menjadi seperti berikut.
Rp
Rp = 6
RB R2
Besarnya arus yang mengalir dapat ditentukan
dengan menggunakan konsep hukum II Kirchhoff.
E + IR = 0 A B
RA
(6 12) + I(Rp + R3 + R4) = 0 RC R3
6 + I(6 + 3 + 6) = 0
15I = 6
RB dan R2 dirangkai seri sehingga menjadi Rs ,
1
6 2 sedangkan RC dan R3 dirangkai seri sehingga
I= 15
= 5
menjadi Rs . Adapun perhitungannya sebagai
Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian sebesar 2
berikut.
2
5
A. Rs = RB + R2
1
= 2,5 + 10
22. Jawaban: c
= 12,5
Diketahui: R1 = R2 = R3 = 10
R4 = 5 Rs = RC + R3
2
R5 = 5 = 1,25 + 10
V = 5,571 volt = 11,25

74 Ulangan Tengah Semester 1


Hasil dari Rs dan Rs dirangkai secara paralel. Jika rangkaian tersebut dihubungkan dengan
1 2
sumber tegangan sebesar 10 volt, arus yang
1 1 1
= + mengalir dalam rangkaian:
Rp Rs1 Rs2
1 1 V 10 volt
= + I= = 20 = 1,5 ampere
12,5 11,25 Rtot
3

2 4
= 25 + Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian sebesar
45
1,5 ampere.
18 20 28
= 225 + 225 = 225 24. Jawaban: e
Rp = 8,03 Diketahui: R1 = 2
Hasil dari rangkaian paralel dirangkai secara seri R2 = 6
dengan RA sehingga memperoleh hambatan total R3 = R4 = 3
sebagai berikut. V1 = 6 V
Rtot = RA + Rp V2 = 12 V
Ditanyakan: i
= 2,5 + 8,03
Jawab:
= 10,53 Hambatan R3 dan R4 disusun secara seri sehingga
Arus yang mengalir pada rangkaian listrik sebesar: diperoleh nilai seperti berikut.
V 5,571 Rs = R3 + R4 = 3 + 3 = 6
I = = 10,53 = 0,52
Rtot Hambatan Rs disusun paralel dengan hambatan
Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian tersebut R2 dan diperoleh nilai Rp:
sebesar 0,52 ampere. 1 1 1
Rp
= +
Rs R2
23. Jawaban: e
1 1
Diketahui: R1 = R4 = 5 = 6
+ 6
R2 = R3 = 10 2
R5 = 2 =
6
V = 10 volt 1
=
Ditanyakan: I 3
Jawab: Rp = 3
R1R3 = R2R4
Hasil perhitungan di atas
Oleh sebab itu, rangkaian tersebut dapat menghasilkan rangkaiannya 6 V
diselesaikan dengan konsep jembatan Wheatstone seperti gambar di samping.
sehingga arus yang mengalir pada R 5 = 0. Apabila arah arus dan arah R 1 I Rp
Akibatnya, R1 dirangkai seri dengan R4 dan R2 loop seperti gambar di
dirangkai seri dengan R3. samping, besar arus totalnya 12 V
Rs = R1 + R4 diperoleh seperti persamaan
1
=5+5 berikut.
= 10 E + IR = 0
(6 V 12 V) + I(Rp + R1) = 0
Rs = R3 + R4 (6 V) + I(3 + 2 ) = 0
2
= 10 + 10 I(5 ) = 6 V
= 20 I = 1,2 ampere
Hambatan total dapat ditentukan dengan merangkai Jadi, kuat arus listrik total yang mengalir pada
rangkaian sebesar 1,2 A.
paralel antara Rs dan Rs .
1 2
1 1 1 25. Jawaban: b
= + Diketahui: E = 40 volt
Rtot Rs1 Rs2
1 1 r =1
= + R1 = 13
10 20
2 1 3 R2 = 6
= + = R3 = 15
20 20 20
R4 = 30
20
Rtot = 3 Ditanyakan: V terbesar

Fisika Kelas XII 75


Jawab: 27. Jawaban: d
Hambatan 30 dan hambatan 15 dirangkai Diketahui: qA = +9 C
paralel. qB = +16 C
1 1 1 2+1 3 qC = 4 C
Rp
= 15 + 30 = 30 = 30
RAB = 10 cm
30
Rp = 3
= 10 Ditanyakan: rAC
Rangkaian akan berubah seperti gambar berikut. Jawab:

FAC FBC = 0
I FAC = FBC
r
qA qC qB qC
13 k = k
6 2
r AC 2
rBC
qA qB
2 = 2
r AC rBC
10
9 16
Dengan menggunakan hukum II Kirchhoff, arus = (10 x )2
x2
yang mengalir dalam rangkaian: 3 4
E + I R = 0 = 10 x
x
(E) + (I)(r + R1 + R2 + Rp) = 0 4x = 30 3x
(40) + (I)(1 + 6 + 13 + 10) = 0 7x = 30
30I = 40 x = 4,28
4 Jadi, jarak muatan A dengan muatan C sebesar
I = 3 ampere
4,28 cm.
Tegangan pada resistor 13 28. Jawaban: a
V1 = I R1
Diketahui: qA = 8 C = 8 106 C
4
= ( 3 A)(13 ) qB = 9 C = 9 106 C
= 17,33 volt rA = 2 cm = 2 102 m
Tegangan pada resistor 6 rB = 3 cm = 3 102 m
V2 = I R2 Ditanyakan: Ep
Jawab:
4
= ( 3 A)(6 ) Arah medan listrik yang ditimbulkan setiap
muatannya sebagai berikut.
= 8 volt
Tegangan pada Rp bernilai sama dengan tegangan EA EB
pada R3 dan R4.
P
VRp = I Rp 8 C 9 C
4
= (3 A)(10 ) Berdasarkan gambar, medan listrik dihitung
dengan perhitungan:
= 13,33 volt
Jadi, resistor yang memiliki beda potensial terbesar Ep = EA EB
adalah R1 yaitu 13 . = k
qA
k
qA
r A2 r A2
26. Jawaban: a qA qA
Hubungan antara daya, tegangan, dan hambatan = k 2 k 2
rA rA
ditulis dalam persamaan:
Ep = EA EB
V2 qA qB
P = Ep = k k
R
rA2 rB2
V2 q qB
R = Ep = k( A2 )
P rA rB2
Jika peralatan listrik dirangkai secara paralel, besar 8 106 9 106
Ep = (9 109)( )
tegangan pada setiap peralatan listrik bernilai sama. (2 102 )2 (3 102 )2
Oleh karena itu, besarnya hambatan dan besarnya Ep = (9 109)(2 102 1 102)
daya berbanding terbalik. Jadi, peralatan listrik Ep = (9 109)(1 102)
yang memiliki hambatan terbesar adalah peralatan Ep = 9 107
listrik yang memiliki daya terkecil, yaitu radio. Jadi, besar medan listrik di titik C sebesar
9 107 C.

76 Ulangan Tengah Semester 1


29. Jawaban: a 32. Jawaban: a
q q Diketahui: r = 4 cm = 4 102 m
F1 = k 122 R = 6 cm = 6 102 m
r1
q1 q2 k = 9 109 Nm2C2
F2 = k q = 1,2 1019 C
r12
Jika r2 = 2r maka: Ditanyakan: V
q1 q2 q1 q2 1 q q Jawab:
F2 = k =k = 4 (k 1 2 2 )
(2r1)2 4r12 r1 kq
1
V= R
F2 = F
4 1
1 (9 109 )(1,2 10 19 )
V=
Jadi, gaya tolaknya menjadi 4 F. 6 102

30. Jawaban: e V = 1,8 108 volt


Jadi, potensial listrik di titik P sebesar 1,8 108
Diketahui: m = 0,3 g = 3 104 kg
volt.
E = 500 N/C
= 45 33. Jawaban: d
Diketahui: q = 50 C = 5 105 C
Ditanyakan: q
r = 9 cm = 9 102 m
Jawab: Ditanyakan: E
depan F 45 Jawab:
tan 45 = =
samping w q
E=k
Eq r2
1= mg Flistrik 5 105 N/C
E = (9 109) (9 102 )2
mg (3 10 4 )10
q= = C w = mg
E 500 = 5,6 107 N/C
= 6 104 C Medan listrik pada jarak 9 cm dari pusat bola
= 6 C sebesar 5,6 107 N/C.

31. Jawaban: b 34. Jawaban: e


Diketahui: V1 = 3 106 V
Diketahui: q1 = q2 = q3
V2 = 10 106 V
Ditanyakan: FC q = 40 C
Jawab: Ditanyakan: W
F Jawab:
W = qV
Fb Fa
W = q(V1 V2)
C W = (40)(10 106 3 106)
q3
W = (40)(7 106)
W = 2,8 108
Jadi, usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan
A B
q1 q2 muatan sebesar 2,8 108 joule.

ABC sama sisi, maka = 60 35. Jawaban: c


Diketahui:
FC = Fa2 + Fb2 + 2FaFb cos 60 +2 C 2 C
30 cm
1
= 2F 2 + 2F 2 + (8F 2 )( 2 )
d
= 8F 2

=F 8

= 2 2F 2 C +2 C

Gaya Coulomb pada titik C sebesar 2 2 F.

Fisika Kelas XII 77


4 104
d = (30 cm)2 + (30 cm)2 = (9 109)
2
5 2 10
36
= (900 + 900) cm2 =
5 2
107

= 1.800 cm2 = 3,6 2 107 volt


Jadi, potensial di titik perpotongan diagonal
= 30 2 cm
Ditanyakan: Vp sebesar 3,6 2 107 volt.
Jawab: 38. Jawaban: c
r =
1
d Diketahui: C1 = 2 F
2 C2 = 4 F
1 V = 9 volt
= 2
( 30 2 cm)
Ditanyakan: q2
r = 15 2 cm = 15 2 102 m Jawab:
q1 q2 q3 q4
Kapasitas kapasitor total pada rangkaian:
Vp = k( r1 + r2 + r3 + r4 ) 1 1 1
C
= +
C1 C2
(2 106 C) (2 106 C) + (2 106 C) (2 106 C)
=k 1
15 2 102 m = 1 + 1
C 2 4
=k0=0
Jadi, besar potensial listrik di pusat persegi 1
C
= 2 + 1
bernilai 0. 4 4

36. Jawaban: b 4
C = 3 F
Potensial listrik yang terjadi pada sebuah bola
konduktor di permukaan bola memiliki nilai yang Muatan total pada rangkaian:
sama dengan potensial listrik yang terjadi dalam q = cV
sebuah bola konduktor. Oleh karena itu, potensial 4
q = ( 3 F)(9 volt)
listrik pada R memiliki kesamaan dengan
potensial listrik pada titik Q dan titik P. Adapun q = 12 C
potensial listrik terkecil terjadi pada titik terjauh Apabila sebuah rangkaian kapasitor disusun seri
dari pusat bola konduktor. Jadi, jawaban yang maka besar muatan pada setiap kapasitor nilainya
tepat adalah pilihan b. sama dengan muatan total sehingga muatan pada
37. Jawaban: c kapasitor 4 F adalah 12 C. Jadi, jawaban yang
q = 100 C = 104 C tepat adalah pilihan c.
r1 = r2 = r3 = r4 = r 39. Jawaban: e
1 Diketahui: qC = 10 C = 105 C
q1 q2 r = d
10 cm 2 V = 10 volt
1 Ditanyakan: W
p = 2 (10 cm)2 + (10 cm)2
Jawab:
1
= 2 200 cm2 W = 1q V
2
q3 q4 1
= 2
( 10 2 cm) = 1 (105 C)(10 volt)
2
= 5 2 cm
= 5 105 joule
= 5 2 102 m
Energi yang tersimpan sebesar 5 105 joule.
q1 q2 q3 q4
V = k( r + r2 + r3 + r4 ) 40. Jawaban: c
1
4 4 4 Diketahui: CX = CY = 6 F
10 10 10
= (9 109)( 5 2 102 + 5 2 102 + 5 2 102 CZ = 12 F
V = 24 volt
104 Ditanyakan: WZ jika t = 5 menit
+ 5 2 102 )

78 Ulangan Tengah Semester 1


Jawab: 2. Diketahui: L = 0,8 m
Kapasitor X dan kapasitor Y dirangkai secara v = 400 m/s
paralel. Ditanyakan: f0 dan 0
Cp = CX + CY Jawab:
Cp = (6 + 6) F 1
Cp = 12 F L = 2 0 0 = 2L = 2(0,8 m) = 1,6 m
Hasil dari kapasitas kapasitor paralel dirangkai
v 400 m/s
seri dengan kapasitor Z sehingga diperoleh f0 = = = 250 Hz
f0 1,6 m
kapasitas kapasitor total.
Jadi, frekuensi dan panjang gelombang nada
1 1 1
Ctot
= C + dasarnya berturut-turut adalah 250 Hz dan 1,6 m.
p CZ
1 1 1 1
= 12 + 12 3. Diketahui: d = 400 mm = 2,5 106 m
Ctot
1 2 = 4,5 107 m
Ctot
= 12 n =2
Ctot = 6 F L = 0,2 m
Muatan total pada rangkaian dihitung melalui Ditanyakan: y2
perhitungan berikut. Jawab:
y2 d
q = CtotV = n
L
q = (6)(24)
nL
q = 144 C y2 = d
Muatan total yang diperoleh memiliki kesamaan (2)(4,5 107 m)(0,2 m)
nilai dengan muatan pada kapasitor Z dan = 2,5 106 m
kapasitor paralel. Besar energi yang tersimpan = 0,072 m
pada kapasitor Z: = 7,2 cm
Jadi, jarak terang orde kedua ke terang pusat
q2
W = 1 sejauh 7,2 cm.
2 C
4. Diketahui: RG = 50,0
(144)2
W = 1 IG = 20 mA
2 12
I =5A
W = 864 Ditanyakan: Rsh
Jadi, energi yang tersimpan pada kapasitor Z Jawab:
adalah 864 joule. Besarnya faktor pengali pada galvanometer:
I 5
B. Uraian n= = = 250
IA 2 10 2
1. Diketahui: vp = 0 m/s Besarnya hambatan shunt pada galvanometer:
v s = 25 m/s
R 50 50
f s = 300 Hz Rsh = n G1 = 250 1 = 249 = 0,2
v = 325 m/s
Ditanyakan: fp Jadi, besarnya hambatan shunt sebesar 0,2 .
Jawab: 5. Diketahui: R1 = 5
v + vp R2 = 15
fp = f
v vs s V = 15 volt
(325 + 0) m/s Ditanyakan: a. I1 dan I2
= ( (325 25) m/s )(300 Hz)
b. W1 dan W2
325
Jawab:
= 300 300 Hz a. Jika hambatan disusun paralel, nilai tegangan
= 325 Hz setiap hambatan bernilai sama dengan
Jadi, frekuensi yang didengar calon penumpang tegangan total.
sebesar 325 Hz. V 15
I1 = R1
= 5 ampere = 3 ampere

Fisika Kelas XII 79


V 15
I2 = R2
= 15 ampere = 1 ampere
Jadi, kuat arus yang mengalir pada hambatan
pertama sebesar 3 ampere dan kuat arus
kedua sebesar 1 ampere.

b. Energi listrik dapat ditentukan dengan


Hitunglah kuat arus yang melewati hambatan
persamaan berikut.
pertama!
W = I 2Rt
Jawaban:
Berdasarkan persamaan di atas, besar energi
Diketahui: V = 40 volt
listrik tiap-tiap hambatan sebagai berikut.
W1 = I12R1t R1 = 4
R2 = 4
= (3 A)2(5 )(18.000 s) R3 = 8
= 810.000 joule Ditanyakan: I1
= 8,1 105 joule Jawab:
W2 = I22R2t Hambatan R1 dan R2dirangkai paralel sehingga
= (1 A)2(15 )(18.000 s) nilainya:
= 270 joule 1 1 1
= 2,7 105 joule Rp
= +
R1 R2
6. Perhatikan rangkaian listrik berikut! 1 1
= 4 + 4

2
= 4
Rp = 2
Hambatan total pada rangkaian:
RT = Rp + R3
= (2 + 8)
Berdasarkan gambar tersebut, tentukan beda = 10
potensial antara titik a dan b! Arus total yang mengalirdalamrangkaian:
Jawaban: V = IRp
Diketahui: R1 = 2 V 40
I = = 10 ampere = 4 ampere
R2 = 3 Rp
R2 = 5 Tegangan yang mengalir dalam rangkaian paralel:
E1 = 24 volt Vp = IRp = (4)(2) volt = 8 volt
E2 = 4 volt Kuat arus yang melalui hambatan R1:
Ditanyakan: Vab Vp 8
Jawab: I1 = = 4 ampere = 2 ampere
Rp
Arus yang mengalir dalam rangkaian sebagai
berikut. Jadi, besarkuatarus yang melalui hambatan R1
E + IR = 0 adalah 2 ampere.
(4 24) + I(2 + 3 + 5) = 0 8. Tiga buah partikel bermuatan listrik terletak pada
20 + 10I = 0 satu garis lurus seperti gambar berikut.
10I = 20
I = 2 ampere
Beda potensial antara titik AB adalah:
VAB = E + IR
= 0 + (2)(5) Hitunglah gaya Coulomb di muatan q3 akibat dua
= 10 muatan lainnya!
Jadi, beda potensial antara titik AB adalah 10 volt.
7. Perhatikan gambar susunan hambatan di bawah
ini!

80 Ulangan Tengah Semester 1


Jawaban: 10. Diketahui: q1 = +6 C = +6 106 C
Diketahui: koordinat q1 = (3, 0)
q1 q2 q3 q2 = +2 C = 2 106 C
koordinat q2 = (3, 0)
F32 F31 Ditanyakan: a. potensial listrik di A (0, 4) m
b. potensial listrik di B (0, 0) m
q1 = 8 C = 8 106 C
c. usaha untuk memindahkan
q2 = +3 C = +3 106 C
muatan 0,4 C ke titik A
q3 = 4 C = 4 106 C
Jawab:
r13 = 0,3 m
r23 = 0,1 m y

Ditanyakan: F3 A
Jawab:
Muatan q3 mendapat gaya tolakan dari q1(F31) dan 5m 5m
gaya tarik dari q2(F32). 4m
q1 q2
q 3q1 3m 3m
F31 = k r 2 + +
31 B
(3, 0) (3, 0)
6 6 (0, 0)
(4 10 C)(8 10 C)
= (9 109 Nm2/C2)
(0,3 m)2
F 31 = 3,2 N a. Potensial listrik di titik A (VA)
r1 = r1 = 5 m
q3q2 A
F32 = k r 2 r2 = r2 = 5 m
32 A
q1 q2
(4 10 6
C)(3 10 6
C) VA = k( + )
= (9 109 Nm2/C2) r1 r2
(0,1m)2
+6 106 +2 106
F 32 = 10,8 N = (9 109)( + )
5 5
Oleh karena F31 dan F32 berlawanan arah, maka:
= 1,44 104 volt
F3 = F31 F32 = 3,2 N 10,8 N = 7,6 N
Potensial listrik di titik A sebesar 1,44 104 V.
Tanda negatif artinya gaya muatan q3 sebesar
b. Potensial listrik di titik B (0, 0)
7,6 N searah dengan F32, yaitu ke arah kiri.
r1 = r1 = 3 m
B
9. Diketahui: P1 = 40 watt r2 = r2 = 3 m
V1 = 220 volt B
q1 q2
V2 = 110 volt VB = k( + )
r1 r2
Ditanyakan: W jika t = 5 menit
+6 106 +2 106
Jawab: = (9 109)( + )
3 3
Setiap peralatan listrik meskipun dihubungkan
= 2,4 104 volt
tegangan yang berbeda, nilai hambatan listrik pada
peralatan tersebut bernilai sama. Oleh karena itu, Potensial listrik di titik B sebesar 2,4 104 V.
hubungan antara daya dan tegangan dituliskan c. Usaha untuk memindahkan muatan 0,4 C
dalam persamaan: ke titik A
P1 V1
2 q = 0,4 C = 0,4 106 C
= V
P2 2 WA = q VA
2 = (0,4 106 C)(1,44 104 volt)
=
40 220
= 5,76 103 joule
P2 110
4P2 = 40 (tanda negatif menunjukkan arah)
P2 = 10 watt Usaha yang diperlukan sebesar 5,76 103 J.
Energi listrik yang diserap:
W = P2t
W = (10 watt)(5 jam)
W = (10 watt)(18.000 sekon)
W = 180.000 joule
Jadi, energi yang diserap pada alat sebesar
180.000 joule.

Fisika Kelas XII 81


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mengetahui prinsip kerja medan magnetik dalam kehidupan sehari-hari;
2. melakukan percobaan untuk menyelidiki medan magnet dan gaya magnet;
3. menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik dalam pemecahan masalah listrik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi
untuk mempermudah kehidupan;
2. berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekum, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis,
dan inovatif) dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Medan Magnetik

Induksi Magnet Gaya Lorentz dan Fluks Magnetik

Menentukan arah-arah gaya magnet. Menyelidiki arah gaya magnet pada magnet U.
Menggambarkan arah medan magnet induksi sekitar Menyelidiki arah gaya Lorentz pada kawat sejajar
penghantar berarus. dengan arah arus searah dan berlawanan.
Menyelidiki hubungan antara kuat arus dan induksi Menyelidiki hubungan antara kuat arus dan gaya
magnetik. Lorentz.
Menyelidiki hubungan antara jarak titik ke kawat dan Menyelidiki hubungan antara jarak kedua kawat dengan
induksi magnetik di sekitar penghantar berarus. gaya Lorentz.
Mencari tahu fenomena kemagnetan yang diterapkan Merancang dan membuat penerapan alat yang
dalam kehidupan manusia. menerapkan konsep magnet.

Bersyukur atas terciptanya magnet untuk mempermudah kehidupan manusia.


Bersikap objektif, jujur, cermat, dan kritis dalam setiap kegiatan.
Menghargai kerja individu dan kelompok dalam setiap kegiatan.
Menjelaskan pengukuran induksi magnetik dan gaya magnetik.
Menggambarkan arah medan magnet induksi di sekitar penghantar berarus.
Menjelaskan hubungan antara jarak titik ke kawat dan induksi magnetik di sekitar penghantar berarus.
Menjelaskan fenomena kemagnetan yang diterapkan dalam kehidupan manusia.
Menjelaskan arah gaya magnet pada magnet U.
Menjelaskan arah gaya Lorentz pada kawat sejajar dengan arah arus searah dan berlawanan.
Menjelaskan hubungan antara kuat arus dan gaya Lorentz.
Menjelaskan hubungan antara jarak kedua kawat dari gaya Lorentz.
Membuat rancangan dan produk alat yang menerapkan konsep magnet.

82 Radiasi Elektromagnetik
A. Pilihan Ganda Jawab:
N I
1. Jawaban: d B = 2a0
Arah arus pada kawat dan arah medan magnetik
dijelaskan melalui gambar berikut. 2Ba
I =
N 0
P B
2(2,5 105 )(2 10 1)
= ampere
I 6(4 107 )

I = 4,2 ampere
Jadi, besar arus listrik yang melewati kawat
Dengan aturan tangan kanan seperti gambar di sebesar 4,2 ampere.
atas, arah arus listrik mengikuti arah ibu jari yaitu 5. Jawaban: e
dari arah timur ke barat. Dengan demikian, induksi Diketahui: I1 10 cm I2
magnetik titik P ke arah selatan. a = 10 cm = 0,1 m
2. Jawaban: d I1 = I2 = 4 A
P
Supaya kompas tidak Bx a1 = 2 cm = 2 102 m
2 cm
dipengaruhi medan a2 = 8 cm = 8 102 m
magnetik, kompas Ditanyakan: B di P
harus terletak pada Jawab:
tempat yang medan Ix Iy Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan,
magnetnya nol. Titik 2 induksi magnet di titik P oleh arus I1 dan I2 memiliki
mempunyai resultan By arah yang sama, yaitu memasuki bidang. Oleh
medan magnetik nol karena itu, perhitungan medan magnetnya seperti
karena B x = B y dan berikut.
berlawanan arah seperti Btot = B1 + B2
pada gambar. I I
= 20 a1 + 20 a2
3. Jawaban: e 1 2

Diketahui: B = 3 104 Wb/m2 0 I 1 1


= (a + )
I = 15 A 2 1 a2
0 = 4 107 Wb/Am (4 10 7 )(4) 1 1
= ( + )
Ditanyakan: a 2 2 102 8 102
Jawab: 4 +1
=8 107( )
I 8 102
B = 20a = 5 105 T
Jadi, besar induksi magnetik di titik P sebesar
I
a = 20B 5 105 T.
6. Jawaban: a
(4 107 )(15)
= 2 (3 104 ) meter Diketahui: a1 = 4 cm = 4 102 m
a2 = 2 cm = 2 102 m
= 1 102 meter a3 = 2 cm = 2 102 m
= 1 cm I1 = 2 A
Jadi, jarak titik ke kawat sejauh 1 cm. I2 = 1 A
4. Jawaban: b I3 = 1 A
Diketahui: B = 2,5 105 T Ditanyakan: BP
a = 20 cm = 2 101 m Jawab:
N =6 Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan,
0 = 4 107 Wb/Am medan magnet yang ditimbulkan oleh I1 berarah
Ditanyakan: I masuk bidang (B 1 bernilai negatif). Medan

Fisika Kelas XII 83


magnet yang ditimbulkan oleh arus I2 dan I3 berarah Jawab:
keluar bidang (B2 dan B3 bernilai positif). Dengan 0 I 0 I
demikian, medan magnet total di titik P sebagai BA : BB = 2 a : 2 a
A B
berikut. 1 1
= :
BP = B1 + B2 + B3 aA aB
I I I 1 1
= 20 a1 + 20 a2 + 20 a3 = 6
: 9 = 3:2
1 2 3

0 I I2 I3 Jadi, perbandingan antara induksi magnet di titik


= ( a1 + + ) A dan B adalah 3 : 2.
2 1 a2 a3
(4 107 ) 2 1 1 9. Jawaban: b
= ( + + )
2 4 102 2 102 2 102 Komponen kawat lurus tidak menimbulkan induksi
1 1 1 magnet di titik P karena jika diperpanjang, kedua
=2 107( + + )
2 102 2 102 2 102 komponen kawat lurus tersebut akan melalui titik P.
= 1 105 T Komponen kawat yang menimbulkan induksi
Jadi, besar medan magnet di P = 1 105 T keluar 1
bidang. magnetik di titik P adalah 4 lingkaran yang dialiri
arus I = 6 A.
7. Jawaban: a
1 I
Diketahui: I =5A BP = 4 20a
a = 3 cm = 3 102 m
= 4 cm = 4 102 m 1 (4 10 7 )(6)
x = 4 (2)(3)
T = 107 T
0 = 4 107 Wb/Am
Jadi, induksi magnetik di titik P adalah 107 T.
Ditanyakan: Bp
Jawab: 10. Jawaban: b
Diketahui: I = 15 A
r = a2 + x 2 a = 2 cm = 2 102 m
0 = 4 107 Wb/Am
= 32 + 42 cm Ditanyakan: B
= 25 cm Jawab:
= 5 cm I (4 107 )(15)
B = 20a = = 1,5 104
= 5 102 m 2 (2 102 )
Arah induksi magnet mengikuti aturan genggaman
0Ia 2 tangan kanan sehingga arahnya tegak lurus
Bp =
2r 3 menjauhi bidang kertas. Jadi, besar dan arah
(4 107 )(5)(3 102 )2 induksi magnet di titik P adalah 1,5 104 T tegak
= Wb/m2 lurus menjauhi bidang kertas.
2(5 102 )3

(4 107 )(5)(9 104 )


11. Jawaban: d
= Wb/m2
2(125 106 ) Kuat medan magnet di P akan
bernilai nol jika B 1 = B 2
(4 10 7 )(5)(9 10 4 ) I
= Wb/m2 P berlawanan arah (B1 = induksi
2,5 10 4
1 2 magnetik oleh I 1 dan B 2 =
= 72 107 Wb/m2 3
d 3
d
induksi magnetik oleh I2).
= 7,2 106 Wb/m2
Jadi, induksi magnetik di titik P adalah
0 I1 I
7,2 106 Wb/m2. B1 = B2 = 20 a2
2 a1 2
8. Jawaban: e
I I2
Diketahui: aA = 6 cm 1 = 2
d d
aB = 9 cm 3 3

Ditanyakan: BA : BB I2 = 2I
Sesuai kaidah genggaman tangan kanan, arah B1
di titik P masuk bidang. Berdasarkan syarat yang
dijelaskan sebelumnya, B2 berlawanan arah B1
maka B 2 harus keluar bidang di P. Dengan
menerapkan kaidah tangan kanan, arah arus I2 ke
atas.

84 Radiasi Elektromagnetik
12. Jawaban: c 15. Jawaban: c
Diketahui: B1 = B Diketahui: N = 60 lilitan
N2 = 2N1 I = 20 A
A2 = 1,2A1 a = 40 cm = 4 10-1 m
Ditanyakan: B2 0 = 4 107 Wb/Am
Jawab: Ditanyakan: B
Induksi magnetik di ujung solenoid dirumuskan Jawab:
melalui persamaan: NI
B = 20 a
N 0 I
B= 2A
(4 107 )(60)(20)
Berdasarkan persamaan di atas, kuat medan mag- = 2 (4 101)
net berbanding lurus dengan jumlah lilitan dan
berbanding terbalik dengan panjang kawat. Oleh = 6 104
karena itu, perbandingan B1 dan B2 sebagai berikut. Jadi, besar induksi magnetik di sumbu toroid
adalah 6 104 Wb/m2.
B1 N1 A 2
= N2 A 1
B2 B. Uraian
B N1 1,2A 1
= 1. Diketahui: d = 5,0 cm = 5 102 m
B2 2N1 A 1
I1 = 0,9 A
B 3
= 5 I2 = 1,6 A
B2
a1 = 3 cm = 3 102 m
5
B2 = 3 B a2 = 4 cm = 4 102 m
B2 = 1,67B Ditanyakan: BP
Jadi, medan magnet sekarang menjadi 1,67 kali Jawab:
semula. Anggap arus listrik masuk bidang kertas dan
disimbolkan dengan tanda . Dengan aturan tangan
13. Jawaban: d kanan, arah medan magnet di titik P oleh tiap-tiap
Diketahui: As = 4 cm = 4 102 m arus diperlihatkan pada gambar berikut.
Ns = 100 P
aT = 10 cm = 1 101 m
Is = IT 3 cm 4 cm
B2 B1
Bs = BT
Ditanyakan: NT
Jawab: i1 i2
B s = BT 5 cm
0N sI s 0N TI T
= 2 aT
Besar tiap-tiap medan magnet sebagai berikut.
As
Ns NT I
= B1 = 20 a1
As 2 a T 1

N s 2 aT (100)(2 )(0,1) (4 107 )(0,9)


NT = = = 500 = T
As (4 10 2 ) (2 )(3 102 )
Jadi, jumlah lilitan pada toroid adalah 500 lilitan.
= 6 106 T
14. Jawaban: b
Diketahui: B = 1,8 104 T I (4 107 )(1,6)
B2 = 20 a2 = = 8 106 T
a = 20 cm = 2 101 m 2 (2 )(4 102 )
0 = 4 107 Wb/Am Oleh karena B1 dan B2 membentuk vektor yang
I =5A saling tegak lurus maka resultan medan magnet
Ditanyakan: N di titik P adalah:
Jawab:
0NI
B = B12 + B 22
B = 2 a
4 1
= (6 106 )2 + (8 106 )2
2 Ba 2 (1,8 10 )(2 10 )
N = = lilitan = 36 lilitan = 10 106 T
0I (4 107 )(5)
Jadi, jumlah lilitan pada toroid sebanyak 36 lilitan. = 1 105 T
Jadi, medan magnet di titik P sebesar 1 105 T.

Fisika Kelas XII 85


2. Diketahui: A = 50 cm = 5 101 m
N = 200 lilitan b. r = x 2 + a2 = 42 + 22 = 16 + 4 = 20
I =4A r = 2 5 cm = 2 5 10 m 2
0 = 4 107 Wb/Am Medan magnet di titik P adalah:
Ditanyakan: a. B di ujung solenoid 0 I a 2
b. B di tengah solenoid BP =
2r 3
Jawab: (4 107 )(5)(2 102 )2
= T
1 0 N I 2(2 5 102 )3
a. B = 2 A 80 1010
= T
(4 107 )(200)(4) 2(40 5 10 6 )
= T
2(5 101)
80 10 10
= 3,2 104 T = T
80 5 106
0 N I 1
b. B = A = 5 104 T
5
7
= (4 10 Wb/Am)(200)(4
1
A)
= 0,2 5 104 T
5 10 m
= 6,4 104 T = 2 5 105 T
Jadi, medan magnet di ujung solenoid sebesar
Jadi, medan magnet di titik P sebesar
3,2 104 T dan di tengah solenoid sebesar
6,4 104 T. 2 5 105 T.
3. Diketahui: N = 4.000 lilitan 5. Diketahui: ra = 6 cm = 6 102 m
I =5A
rb = 8 cm = 8 102 m
rd = 8 cm
rA = 12 cm Ia = 9 A
Ditanyakan: B Ib = 16 A
Jawab: Ditanyakan: BP
Jawab:
1
a = 2 (rd + rA) 0 I a
Ba =
2ra
1
= 2 (8 + 12) cm (4 107 )(9)
= T
(2 )(6 102 )
= 10 cm = 101 m
= 3 105 T
0 I N
B = 0 I b (4 107 )(16)
2 a
Bb = = T = 4 105 T
7
(4 10 )(5)(4.000)
2rb (2 )(8 102 )
= T
(2 )(101)
BP = Ba2 + Bb2
2
= 4 10 T
Jadi, induksi magnet pada sumbu toroid tersebut = (3 105 T)2 + (4 105 T)2
sebesar 4 102 T.
= 9 10 10 T 2 + 16 10 10 T 2
4. Diketahui: I =5A
a = 2 cm = 2 102 m = 25 1010 T 2
x = 4 cm = 4 102 m = 5 105 T
Ditanyakan: a. B di pusat lingkaran Jadi, medan magnetik di titik P sebesar
b. B di titik P 5 105 T.
Jawab: 6. Diketahui: 0 = 4 107 Wb/Am
a. Medan magnet di titik pusat lingkaran I = 40 A
0 I (4 107 )(5) a = 2 cm
Bo = = T = 5 105 T
2a 2(2 102 ) = 2 102 m
Jadi, medan magnet di pusat lingkaran Ditanyakan: Bp
sebesar 5 105 T.

86 Radiasi Elektromagnetik
Jawab: Jawab:
(360 90) 0I IN
Bp = B = 20a
360 2a
2Ba
270 (4 107 )(40) I =
= 360 2(2 102 ) tesla 0N
2(2,0 104 )(5 102 )
7 = ampere
3 (4 10 )(40) (4 107 )(10)
= tesla
4 4 102 5,0
= 3 104 tesla = ampere
Jadi, kuat medan di titik P adalah 3 104 tesla. Jadi, arus yang mengalir pada kumparan sebesar
7. Diketahui: aPQ = 0,15 m 5,0

ampere.
IP = 8 A
IQ = 4 A
N 5 lilitan
Ditanyakan: aXP 9. Diketahui: = 1 cm = 5 102 lilitan/m
A
Jawab:
Posisi titik X sehingga kuat medan magnetnya nol. I = 0,8 A
Ditanyakan: B di ujung
8A
Kawat P Jawab:
a
0,15 m 0 IN
x
B = 2A
0,15 a
4A
Kawat Q (4 10 7 )(0,8)
= (5 102)
2
B=0 = 8 105 Wb/m2
BP BQ = 0 Jadi, induksi magnetik pada sebuah titik yang
BP = BQ terletak di bagian ujung solenoida adalah
0IP I 8 105 Wb/m2.
= 20aQ
2 aPX QX
10. Diketahui: a = 30 cm = 3 101 m
IP IQ
aPX
= aQX
B = 21 106 T
I = 0,9 A
8 4
= 0 = 4 107 Wb/Am
a 0,15 a
Ditanyakan: N
2 1
= 0,15 a Jawab:
a
0,3 2a = a IN
B = 20 a
3a = 0,3
a = 0,1 2 Ba
N =
Jadi, jarak titik X dari kawat P adalah 0,1 meter. 0I

8. Diketahui: N = 10 2 (21 106 )(3 101)


a = 5 cm = 5 102 m =
(4 107 )(9 101)
B = 2,0 104 T
= 35 lilitan
0 = 4 107 Wb/Am
Jadi, jumlah lilitan toroida sebanyak 35 lilitan.
Ditanyakan: I

Fisika Kelas XII 87


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
Diketahui: I = 10 A
1. Jawaban: b a = 4 mm = 4 103 m
Diketahui: a = 100 cm = 1 m v = 2 104 m/s
I1 = 2 A I1 I2 qe = 1,6 1019 C
I2 = 3 A Ditanyakan: besar dan arah F
F Jawab:
Ditanyakan: A
I (4 107 )(10)
Jawab:
F1 100 cm F2 B = 20 a = = 5 104 T
(2 )(4 103 )
F I I F =Bqv
= 201a2
A = (5 104 T)(1,6 1019 C)(2 104 m/s)
(4 10 7 )(2)(3) = 1,6 1018 N
= (2 )(1) Medan magnet yang ditimbulkan penghantar
= 12 107 N/m ditentukan berdasarkan genggaman tangan kanan.
= 1,2 106 N/m Ibu jari berarah ke atas menunjukkan arah arus
Jadi, gaya per satuan panjang kawat tersebut sehingga medan magnet di sekitar elektron masuk
ke bidang kertas. Arah gaya Lorentz ditentukan
adalah 1,2 106 N/m.
berdasarkan kaidah tangan kanan. Oleh karena
2. Jawaban: c elektron bergerak ke bawah, arus listrik yang
Diketahui: I = 10 A ditimbulkan gerakan elektron berarah ke atas.
a = 2 cm = 2 102 m Dengan demikian, gaya Lorentz berarah ke kiri
v = 4 105 m/s (menuju kawat). Jadi, gaya Lorentz yang dialami
q = e = 1,6 1019 C elektron 1,6 1018 N menuju kawat.
Ditanyakan: F 5. Jawaban: d
Jawab: Arah gaya Lorentz ditentukan dengan kaidah
0 I (4 107 )(10) tangan kanan. Ibu jari menunjukkan arah arus, jari
B= = T = 104 T
2a (2 )(2 102 ) telunjuk menunjukkan arah medan magnetik, jari
F=Bqv tengah yang ditekuk menunjukkan arah gaya
= (104 T)(1,6 1019 C)(4 105 m/s) Lorentz.
= 6,4 1018 N Pada gambar (1), arah arus ke atas, sedangkan
medan magnet masuk bidang gambar sehingga
Jadi, besar gaya Lorentz yang dialami elektron
gaya Lorentz seharusnya ke arah kiri (Gambar (1)
adalah 6,4 1018 N. salah).
3. Jawaban: b Pada gambar (2), arah arus keluar bidang gambar,
Diketahui: R1 = 10 cm sedangkan arah medan magnet ke bawah sehingga
gaya magnet seharusnya ke arah kanan (Gambar
v2 = 1,2v1
(2) salah).
R2 = 20 cm Pada gambar (3), arah arus ke bawah, sedang arah
B1 = B2 = B medan magnet keluar bidang sehingga arah gaya
Pada gerak melingkar, gaya Lorentz sama dengan magnetik ke kiri (Gambar (3) benar).
gaya sentripetal. Pada gambar (4), arah arus keluar bidang gambar,
FLorentz = Fsentripetal sedangkan arah medan magnet ke atas sehingga
2
gaya magnet ke kiri (Gambar (4) benar).
B q v = mv
R Jadi, jawaban yang benar ditunjukkan oleh gambar
m BR m R nomor (3) dan (4).
q = atau q ~ v
v
m1
6. Jawaban: a

q1
R1 v2 10 3 Diketahui: v = 6 104 m/s
m2
= R2 v1 = 20
1,2 = 5 I = 10 A

q2
a = 1 cm =1 102 m
Jadi, perbandingan massa per muatan antara q = 1,6 1019 C
partikel pertama dan kedua adalah 3 : 5. Ditanyakan: FL

88 Radiasi Elektromagnetik
Jawab: 8. Jawaban: d
q Diketahui: B = 0,016 T
I = 20 A
B
a = 60
I A = 80 cm = 8 101 m
Ditanyakan: F
F =Bqv Jawab:
F = B I A sin a
0I
= 2 a q v = (0,016)(20)(8 101) sin 60

1
(4 10 7 )(10)
= (0,016)(20)(8 101)( 3)
19 4 2
= 2 (1,6 10 )(6 10 )
2 (1 10 ) = 0,221 N
4 19 4
= (2 10 )(1,6 10 )(6 10 ) Jadi, besar gaya pada kawat adalah 0,221 N.
= 1,92 1018 9. Jawaban: a
Jadi, gaya Lorentz pada elektro 1,92 1018 N. Diketahui: F = 3,6 104 N
7. Jawaban: a I1 = 10 A
Diketahui: a = 3 cm a = 0,4 m
IQ = 6 A Ditanyakan: I2
IP = 3 A Jawab:
IR = 1 A F II
A
= 201a2
FR = 0
Ditanyakan: aR F 2 a
Jawab: I2 =
A 0I1
Arah gaya magnet pada dua kawat lurus berarus
sebagai berikut. 2 (0,4)
= (3,6 104) 7 A
P R Q (4 10 )(10)
= 72 A
FPR Jadi, arus yang mengalir pada kawat kedua adalah
FRQ
72 A.
3x x 10. Jawaban: e
Diketahui: I1 = 15 A
3 cm I2 = 10 A
FR = 0 F
A
= 1,6 104 N
FPR FRQ= 0
FPR = FRQ 0 = 4 107 Wb/Am
IPIR I I Ditanyakan: a
k A = k aR Q A Jawab:
aPR RQ

F II
IPIR IRIQ
A
= 201a2
= aRQ
aPR
0I1I2A
(3)(1) (1)(6) a =
= 2 F
(3 x ) x
(4 107 )(15)(10)(1)
3 6 = 0,19 m
= 2 (1,6 104 )
3x x
3x = 18 6x Jadi, jarak kedua kawat kira-kira 0,19 m.
9x = 18 B. Uraian
x=2
1. Diketahui: v = 5 106 m/s
Jadi, kawat R diletakkan 2 cm di kiri Q atau 1 cm
I = 20 A
di kanan P.
a = 10 cm = 10 102 m
Ditanyakan: FA

Fisika Kelas XII 89


Jawab: (3,2 1017) = (4,55 1031)v 2
I I v 2 = 7,03 1013
a = 10 cm v = 8,38 106
q Jadi, kecepatan elektron dalam medan mag-
B
q v v net sebesar 8,38 106 m/s.
b. FL = Fsp
F
mv 2
qvB=
Dengan aturan tangan kanan, arah medan magnet r
di daerah bawah kawat yang dihasilkan arus listrik
mv
masuk bidang kertas (x). Selanjutnya, arah gaya r=
qB
Lorentz pada elektron ditentukan dengan aturan
tangan kanan. Elektron bergerak ke kanan. (9,1 1031)(8,38 106 )
= m
Akibatnya, arus listrik yang ditimbulkan elektron (1,6 1019 )(2 102 )
berarah ke kiri. Dengan demikian, arah gaya Lorentz
= 2,38 103 m
pada elektron tegak lurus menjauhi kawat. Besar
medan magnet di sekitar arus listrik pada kawat = 2,38 mm
lurus panjang adalah: Jadi, jari-jari lintasan elektron 2,38 mm.
0 I (4 107 )(20) 4. Diketahui: I = 4 mA = 4 103 A
B = = = 4 105 T B = 2 Wb/m2
2 a (2 )(10 102 )
Sudut antara v dan F adalah = 90sehingga besar F = 1,2 103 N
gaya pada elektron (q = 1,6 1019 C) adalah: A = 30 cm = 0,3 m
F = B q v sin Ditanyakan: antara arah arus dengan arah
= (4 105)(1,6 1019)(5 106)(sin 90) medan magnet
= 32 1018(1) = 3,2 1017 Jawab:
Jadi, gaya pada elektron adalah 3,2 1017 N F = B I A sin
menjauhi kawat. F
sin = B I A
2. Diketahui: m = 40 gram = 4 102 kg (1,2 103 )
q = 1,6 C = (2)(4 103 )(0,3)
B = 2,5 mT = 2,5 103 T
1
v = 8 m/s = 2
Ditanyakan: r = 30
Jawab: Jadi, sudut yang dibentuk oleh arah arus dan arah
Jari-jari lintasan partikel: medan magnet sebesar 30.
mv (4 107 )(8)
r= = = 8 104 m = 0,8 mm 5. Diketahui:
F
= 25 107 N/m
qB (1,6)(2,5 103 ) A
Jadi, jari-jari lintasan partikel sebesar 0,8 mm. a = 50 cm = 5 101 m
I1 = I2 = I
3. Diketahui: V = 200 V 0 = 4 107 Wb/Am
B = 20 mT = 2 102 T Ditanyakan: I
me = 9,1 1031 kg Jawab:
q = 1,6 1019 C F II
Ditanyakan: a. v A
= 201a2
b. r
(4 107 )I 2
Jawab: 25 107 =
2 (5 101)
a. Elektron dipercepat dengan beda potensial
200 V maka energi potensial listriknya berubah I 2 = 6,25
menjadi energi kinetik. I = 2,5
Ep = Ek Jadi, besar arus setiap kawat adalah 2,5 ampere.
1
q V = 2m v2
1
(1,6 1019)(200) = 2 (9,1 1031)v 2

90 Radiasi Elektromagnetik
A. Pilihan Ganda Bp = B1 + B2
1. Jawaban: d I 0 I 2
A = 20a1 + 2a2
Batang bergerak ke 1
I 0 I 1
kanan sehingga gaya = ( + 1)
Lorentz berarah ke kiri. 2a
v
Berdasarkan kaidah
FA (4 107 )(4) 1
= ( 3,14 + 1)
tangan kanan, arus listrik (2)(4 102 )
mengalir ke bawah (dari = (6,28 105)(1,3185) = 8,28 105 T
A ke B). Oleh karena itu, Jadi, besar induksi magnet total di pusat lingkaran
B
ujug atas (A) bermuatan sebesar 8,28 105 T.
positif, sedangkan ujung 4. Jawaban: e
bawah (B) bermuatan Diketahui: a =2m
negatif. 0 = 4 107
Jadi, gambar yang tepat I =5A
adalah gambar d. Ditanyakan: B p
Jawab:
Induksi magnet hanya dipengaruhi kawat yang
2. Jawaban: c melingkar saja sehingga:
Diketahui: I1 = 5 A
1 I (4 10 7 )(5)
I2 = 10 A Bp = 4 0 = = 1,25 107 T
a1 = 5 cm = 0,05 m 2a (8)(2)
a2 = 20 cm = 0,2 m Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 1,25 107 T.
Ditanyakan: B 5. Jawaban: b
Jawab: Diketahui: I =5A
Bp = B1 + B2 a = 4 mm = 4 103 m
v = 10 m/s
0 I1 0 I 2
= 2 a + 2 a F = 5 N = 5 106 N
1 2
Ditanyakan: q
I1 I2 Jawab:
= 20 ( a + )
1 a2 I (4 107 )(5)
B = 20 a = T = 2,5 104 T
2(4 103 )
4 107 Wb/Am 5A 10 A
= ( + ) F =Bqv
2 0,05 m 0,2 m
= (2 107 Wb/Am)(100 A/m + 50 A/m) F 5 106
q = B v = (2,5 104 )(10) = 2 103 C = 2 mC
= 3 105 Wb/m2
Jadi, muatan partikel sebesar 2 mC.
Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 3 105
6. Jawaban: d
Wb/m2.
Diketahui: I1 = 10 A
3. Jawaban: e I2 = 5 A
Diketahui: I1 = I2 = 4 A BC= 20 cm
a1 = a2 = 4 cm = 4 102 m A = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: Bp a1 = 1 cm
Jawab: a2 = 10 cm
Dengan kaidah genggaman tangan, arah medan Ditanyakan: Ftot
magnet kedua kawat sama menuju P. Jawab:
Kawat AB dan CD tidak mengalami gaya dari kawat
PQ. Kawat ABCD adalah satu kesatuan sehingga
terjadi gaya tolak-menolak antarkawat AB dan CD
dan gaya tolak-menolak antarkawat AD dan BC.

Fisika Kelas XII 91


10 cm
Q NI
A B Bpusat = Bp = 20a

I 5
F AD F BC = 2R0 6

I1 I2 I2 20 cm 5 I
= 12 R0

5 I
Jadi, kuat medan magnet di titik P adalah 12R0 .
P D C
1 cm 9 cm 9. Jawaban: c
Diketahui: I1 = I2 = I3 = 2 ampere
Ftot = FAD FBC a1 = 4 cm = 4 102 m
0 I1 I 2 0 I1 I 2 a2 = cm = 102 m
=( )AA a3 = 8 cm = 8 102 m
2 a1 2 a2
0 I1 I2
Ditanyakan: B0
1 1
= ( )AA Jawab:
2 a1 a2
(4 107 )(10)(5)(0,2) 1 1 I (4 10 7 )(2)
= ( ) B1 = 20a1 = (2 )(4 10 2 m) = 105 tesla
2 102 101 1

(Arah B1 menuju sumbu Z+)


= (2 106)(100 10)
1 0I 2 1 (4 10 7 )(2)
= (2 106)(90) B2 = = = 105 tesla
4 2 a2 4 2( 10 2 m)
= 180 106 N
(Arah B2 menuju sumbu X)
= 180 N (ke kiri)
Jadi, resultan gaya yang dialami kawat ABCD I (4 107 )(2)
B3 = 20a3 = = 0,5 105 tesla
sebesar 180 mN. 3 2 (8 102 m)
(Arah B3 menuju sumbu Y)
7. Jawaban: b
Resultan antara B1 dan B2
Diketahui: A = 15 cm = 0,15 m
B = 0,4 T R1 = B12 + B22
F = 1,2 N
Ditanyakan: I = (105 )2 + (105 )2
Jawab:
Besar arus: = 10 10 + 10 10
F=BIA
F 1,2 N = 2 1010
I = = = 20 A
BA (0,4 T)(0,15 m)
= 2 105 tesla
Arah arus ditentukan menggunakan kaidah tangan Besar induksi magnet di titik O
kanan. Jari telunjuk sebagai arah B menunjuk ke
kanan, jari tengah sebagai arah F masuk bidang BO = R12 + B32
gambar sehingga ibu jari sebagai arah arus
menunjuk ke atas. Dengan demikian, arus yang = ( 2 105 )2 + (0,5 105 )2
mengalir sebesar 20 A dari B ke A.
= 2 1010 + 0,25 1010
8. Jawaban: c
Diketahui: i =I
= 2,25 1010
a =R
= 360 60 = 300 = 1,5 105 tesla
Ditanyakan: Bp Jadi, besar induksi magnet di titik O adalah 1,5 105
Jawab: tesla.
Induksi magnet di pusat lingkaran:
300 5
N = 360 = 6

92 Radiasi Elektromagnetik
10. Jawaban: d 12. Jawaban: e
Diketahui: I1 = 2I Diketahui: B = 5,1 T
I2 = 4I m = 1,6 1027 kg
a1 = a q = 1,6 1019 coulomb
a2 = a + 3a = 4a Ditanyakan: f
Ditanyakan: F Jawab:
Jawab: Fs = FL
Arah gaya yang terjadi pada kawat persegi. mv 2
Besar F1 = qvB
r
B
0I1I 2 mv = qBr
F1 = 2 a1
P Q
m r = qBr
0 (2I )(4I ) I1 I2 m(2f )r = qBr
=
2 (a ) F1 F2
(1,6 1027 kg)(2f) = (1,6 1019 C)(5,1 T)
4 0I 2
O R (1,6 1019 C)(5,1 T)
= f=
a A (1,6 10 27 C)(2 )
Besar F2
= 2,55 108 Hz
0I1I 2 0 (2I )(4I ) 0I 2 Jadi, frekuensi gerakan proton adalah 2,55 108 Hz.
F1 = 2 a2
= =
2 (4a ) a
13. Jawaban: d
Gaya pada kawat persegi
Arah induksi magnet akibat kawat penghantar yang
4 0I 2 0I 2 3 0I 2 dialiri arus listrik I dapat ditentukan dengan aturan
F = F1 F2 = =
a a a
genggaman tangan kanan. Ibu jari menunjukkan
3 0I 2 arah arus sedangkan empat jari lainnya yang
Jadi, gaya pada kawat persegi sebesar .
a melengkung menunjukkan arah induksi magnetik.
11. Jawaban: d Berdasarkan konsep tersebut, pilihan yang tepat
b
adalah pilihan d.
A B
1
14. Jawaban: a
b
2
Diketahui: = 150
b b I = 1,5 A
0 = 4 107 Wb/Am
a = 50 cm = 5 102 m
D b C Ditanyakan: B
Jawab:
Kuat medan magnetik pada kawat tidak panjang.
150 I
A B B = 360 20a
1
2

5 (4 107 )(1,5)
=
12 2(5 102 )
I
BAB = 40a (cos 1 cos 2) = 2,5 106 T
= 0,25 105T
0I Jadi, besar induksi magnetik di pusat lingkaran
= (cos 45 cos 135)
4 ( 2 b )
1
adalah 2,5 106 T atau 0,25 105T.
0I 1
= ( 2 ( 1 2 )) 15. Jawaban: b
2 b 2 2
Diketahui: I1 = I2 = 5 ampere
I 2 I
= 20b 2 = 0 a = 10 cm = 1 101 m
2 b
Ditanyakan: Bp dan arah
Sementara itu, melalui kawat BC, CD, dan DA
Jawab:
memiliki arah dan nilai yang sama. Oleh karena
itu, kuat medan listrik di pusat bujur sangkar adalah: I
B1 = 20a1
2 0I 2 2 0I
B = 4BAB = 4 2 b = (4 107 )(5)
b =
2(1 10 1)
Jadi, kuat medan listrik di pusat bujur sangkar
= 3,14 105 tesla
2 2 0I
adalah .
b

Fisika Kelas XII 93


I 19. Jawaban: d
B2 = 20a Diketahui: I1 = I2 = 8 A
a = 20 cm = 2 102 m
(4 107 )(5) 0 = 4 107 Wb/Am
= 2 (1 101)
F
= 1 105 tesla Ditanyakan: A
Bp = B1 B2 Jawab:
= 3,14 105 1 105
F II
= 2,14 105 tesla = 201a2
A
Jadi, induksi magnetik di titik P 2,14 105 tesla
dengan arah ke dalam. (4 107 )(8)(8)
=
2 (2 102 )
16. Jawaban: d
Dengan menggunakan aturan tangan kanan akan = 6,4 104
diperoleh: Jadi, gaya yang bekerja pada kawat tiap meternya
1) arah medan magnet dari kutub utara menuju 6,4 104 N.
kutub selatan ditunjukkan oleh empat jari; 20. Jawaban: a
2) arah arus dari B ke A ditunjukkan oleh ibu jari Diketahui: I1 = 1,25 A
yang lurus. I2 =5A
Berdasarkan penjelasan di atas serta aturan tangan a1 = 5 cm = 5 102 m
kanan, maka arah gaya magnetik tegak lurus a2 = (25 5) cm = 20 cm
masuk bidang kertas. Jadi, pilihan jawaban yang = 2 102 m
tepat adalah pilihan d. Ditanyakan: Bp
17. Jawaban: c Jawab:
Diketahui: B1 = B I1 I2
A1 = A
1 =
1
B2 = 2 B
1,25 A 5A
A2 = 2A 5 cm
Ditanyakan: 2
Jawab:
1 B1A1
= 25 cm
2 B 2 A2

BA Bp = B1 + B2
=
2 1
( 2 B )(2A ) 0I1 0I 2
= +
2 a1 2 a2
2 =
Jadi, fluks magnetik yang dihasilkan . 0 I1 I2
= 2 a + a
1 2
18. Jawaban: a
Diketahui: 0 = 4 107 Wb/Am (4 10 7 ) 1,25 5
= +
I =8A 2 5 10 2 20 10 2
a = 2 cm = 2 102 m = 105 Wb/Am
Ditanyakan: BQ Jadi, besar induksi magnetnya 105 Wb/Am.
Jawab:
21. Jawaban: d
0I
BQ = Diketahui: q = 1,6 1019 C
2 a
= 45
(4 107 )(8)
= 2 (2 102 ) F = 32 2 1014 N
B = 0,24 T
= 8 105 Ditanyakan: v
Arah induksi magnetik berdasarkan kaidah tangan Jawab:
kanan yaitu mendekati bidang kertas. Jadi, F = B q v sin
jawaban yang tepat adalah pilihan a.

94 Radiasi Elektromagnetik
F 25. Jawaban: c
v = B q sin Diketahui: I = 20 A
N = 1.400 lilitan
32 2 1014 B = 2 102 Wb/m2
=
(0,24)(1,6 1019 )sin 45 0 = 4 107 Wb/Am
Ditanyakan: A
32 2 1014
= Jawab:
(0,24)(1,6 1019 )(0,5 2)
1 IN
= 1,67 107 m/s B = 2 0A
Jadi, kecepatan elektron adalah 1,67 107 m/s.
IN
22. Jawaban: a A = 20B
Diketahui: FA = F
IIB = 3IIA (4 107 )(20)(1.400)
= m
aB = 3aB 2(2 102 )
Ditanyakan: FB = 28 102 m
Jawab: = 28 cm
F IIA aB Jadi, panjang solenoid 28 cm.
FB
=
IIB aA
B. Uraian
F IIA 3aA 1. Diketahui: I = 20 A
= =
FB 3IIA aA a = 5 cm = 5 102 m
FB = F 0 = 4 107 Wb/Am
Jadi, gaya sekarang tidak mengalami perubahan. Ditanyakan: B
Jawab:
23. Jawaban: b
Diketahui: I1 =I I
B = 20a
a1 =a
a2 = 2a (4 107 )(20)
F1 = F2 = 2 (5 102 )
Ditanyakan: I2 = 4 105 T
Jawab: Jadi, besar induksi magnetik adalah 4 105 T.
F1 = F2
2. Diketahui: a = 20 cm = 2 101 m
0I12A 0I 2 2 A
= N = 12
2 a1 2 a2
I = 20 A
I2 I22 0 = 4 107 Wb/Am
=
a 2a Ditanyakan: Bp
I22 = 2I 2 Jawab:
I2 = I 2 I
Bp = N 20a
Jadi, arus yang dibutuhkan sebesar I 2 .
(12)(4 107 )(20)
24. Jawaban: a =
2(2 101)
Diketahui: v = 4 105 m/s
= 24 105 T
B = 2,5 103 T
Jadi, besar induksi magnetik sebesar 24 105 T.
= 30
q = 1,6 109 C 3. Diketahui: Akawat = 31,4 m
Ditanyakan: F Dkawat = 1 mm = 1 103 m
Jawab: Dsolenoid = 5 cm = 5 102 m
F = B q v sin
= (2,5 103)(1,6 1019)(4 105)(sin 30) V = 220 V
P = 110 W
1
= (2,5 103)(1,6 1019)(4 105)( 2 ) Ditanyakan: a. N dan A
b. B di pusat solenoid
= 8 1017 N
Jadi, gaya Lorentz pada partikel adalah 8 1017 N.

Fisika Kelas XII 95


Jawab: magnetik yang besarnya 5 Wb/m2, hitunglah gaya
panjang kawat Lorentz yang dihasilkan!
a. N = keliling 1 lingkaran Jawaban:
A kawat Diketahui: V = 2 volt
= D
solenoid
C = 5 F = 5 106 F
v = 2 105 m/s
31,4 m
= B = 5 Wb/m2
(5 10 2 )
Ditanyakan: FL
31,4
= Jawab:
(3,14)(5 10 2 )
FL = B q v
= 200 lilitan
= B (C V ) v
A = N Dkawat = (5)(5 106)(2)(2 105)
= (200)(1 103 m) = 100 101
= 0,2 m = 20 cm = 10 N
Jadi, gaya Lorentz yang dihasilkan sebesar 10 N.
b. P =VI
P 110 W 6. Perhatikan gambar!
I = V = 220 V = 0,5 ampere Sebuah kawat penghantar
0 N I lurus panjang dialiri arus
B = A listrik I = 4 A dan terletak di
(4 10 7 )(200)(0,5) ruang hampa.
= (0,2)
T Sebuah elektron bergerak
lurus sejajar dengan kawat
= 2 104 T
dan berlawanan arah arus
Jadi, medan magnet maksimum di pusat dengan kelajuan 6 105 m/s.
solenoid sebesar 2 104 T. Apabila jarak elektron
4. Kawat sepanjang 150 cm dialiri arus 40 A sehingga dengan kawat 12 mm,
memiliki gaya Lorentz sebesar 0,72 N. Apabila hitung gaya magnetik yang
sudut yang dibentuk antara arah arus dan arah dialami elektron!
medan magnetik 30, hitung kuat medan magnet Jawaban:
homogennya! Diketahui: v = 6 105 m/s
Jawaban: I =4A
Diketahui: I = 40 A a = 12 mm = 12 103 m
F = 0,72 N q = 1,6 1019 C
= 30 Ditanyakan: F
A = 150 cm = 1,5 m Jawab:
Ditanyakan: B F =Bqv
Jawab: I
F = B I A sin = ( 20a ) q v
F (4 107 )(4)(1,6 1019 )(6 105 )
B =
I A sin = 2 (12 103 )
(0,72) = 6,4 1018 N
= (40)(1,5)sin30
Jadi, gaya magnetik yang dihasilkan sebesar
0,72 6,4 108 N.
= (40)(1,5)(0,5)
7. Zarah bermuatan listrik yang bergerak masuk dalam
= 2,4 102 medan magnetik dengan lintasan berupa lingkaran
Jadi, kuat medan magnet homogennya berjari-jari 10 cm. Zarah lain bergerak dengan
2 , 4 1 0 2 Wb/m2. kelajuan 0,8 kali kelajuan zarah pertama. Jika
5. Suatu muatan positif dihasilkan oleh sumber zarah kedua memiliki jari-jari lintasan 20 cm, hitung
tegangan 2 volt yang dihubungkan dengan perbandingan massa per muatan zarah pertama
kapasitor 5 F. Jika muatan positif bergerak dan zarah kedua!
dengan kecepatan 2 105 m/s dalam medan

96 Radiasi Elektromagnetik
Jawaban: 9. Diketahui: m = 100 mg = 1 104 kg
Diketahui; R1 = 10 cm q = 4 108 C
R2 = 20 cm v = 5 104 m/s
v2 = 0,8v1 Ditanyakan: B
m1 m2 Jawab:
Ditanyakan: q1 : q2 Partikel tidak berubah arah maka berlaku F = 0
F = 0
Jawab:
FL w = 0
Fs = FL
FL = w
mv 2 Bqv=mg
=qvB
R
mg
mv = q B R B=
q v
m BR
q
= v (1 104 )(10)
=
(4 108 )(5 104 )
m1
R1v 2
q1
= 10 3
m2 R 2v 1 =
q2 2 10 3
= 0,5
m1
q1 10 0,8v 1 Jadi, kerapatan fluks magnetiknya 0,5 tesla.
m2 =
20 v 1 10. Diketahui: E k = 2.500 eV
q2
= 2.500 1,6 1019
m1
14
= 4 1016 joule
q1
m2 = 25 B = 200 gauss
q2 = 2 102 Tesla
q = 1,6 1019 C
2
= 5 m = 9,1 1031 kg
Ditanyakan: R
Jadi, perbandingan massa per muatan zarah
Jawab:
pertama dan zarah kedua adalah 2 : 5.
mv
8. Diketahui: E = 4 104 V/m R = qb
B = 0,2 T
Ditanyakan: v 2m E k
= qB
Jawab:
FL = Flistrik
2(9,1 10 31)(4 10 16 )
qvB=qE = m
(1,6 10 19 )(2 10 2 )
E
v= B 72,8 10 47
= m
4 10 4 3,2 10 21
= 0,2 2,69 10 24
5 = m
= 2 10 3,2 10 21
Jadi, kelajuan gerak partikelnya 2 105 m/s. = 8,4 104 m
Jadi, jari-jari elektron adalah 8,4 104 m.

Fisika Kelas XII 97


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan dan menganalisis fenomena induksi elektromagnetik berdasarkan percobaan;
2. menciptakan generator sederhana berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. mensyukuri keseimbangan antara medan magnet dan medan listrik sehingga tercipta teknologi yang sangat bermanfaat;
2. berperilaku ilmiah dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

Induksi Faraday

GGL Induksi Induktansi Aplikasi Induksi Faraday dalam


Produk Teknologi

Menyelidiki timbulnya GGL induksi Menyelidiki timbulnya induktansi Mengamati prinsip kerja dinamo
melalui percobaan. diri pada kumparan melalui sepeda.
Mendiskusikan hukum Lenz untuk percobaan. Mendiskusikan aplikasi induksi
menentukan arah GGL induksi. Mendiskusikan persamaan induk- faraday pada generator.
Menyelidiki GGL induksi pada tansi diri. Mendiskusikan aplikasi induksi
loop kawat melalui percobaan. Mendiskusikan induktansi ber- faraday pada transformator.
sama pada dua buah kumparan.
Mendiskusikan persamaan induk-
tansi bersama pada koil tesla.

Mensyukuri kebesaran Tuhan yang Maha Kuasa yang telah menciptakan bahan-bahan yang
sangat bermanfaat dalam teknologi.
Bekerja keras dalam memanfaatkan bahan-bahan dalam teknologi.
Teliti, objektif, dan cermat dalam melakukan pengamatan.
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Menjelaskan hukum Faraday tentang GGL induksi berdasarkan hasil percobaan.
Menerapkan hukum Lenz untuk menentukan polaritas GGL induksi.
Menganalisis GGL induksi pada loop kawat yang digerakkan di dalam medan magnet.
Menganalisis induktansi diri dan induktansi bersama.
Menjelaskan prinsip kerja dinamo sepeda.
Menganalisis besaran-besaran pada generator AC dan DC.
Menganalisis besaran-besaran pada transformator.

98 Induksi Faradary
A. Pilihan Ganda Arah medan magnet menuju kertas dan arah gerak
1. Jawaban: d ke kanan. Dengan demikian gaya Lorentz berarah
Faraday membuktikan bahwa arus listrik dapat ke kiri. Berdasarkan aturan tangan kanan, maka
dibangkitkan menggunakan medan magnet pada arah arus akan ke atas (dari Q ke P).
sebuah kumparan. Timbulnya arus listrik pada 5. Jawaban: a
kumparan menandakan adanya GGL yang Diketahui: m = 5 106 Wb
diinduksikan pada kumparan. Namun, arus listrik 1
m = 0
hanya timbul jika magnetnya bergerak. Jadi, yang 2
t = 3 detik
menyebabkan timbulnya GGL induksi adalah Ditanyakan: ind
perubahan medan magnet akibat gerakan magnet. Jawab:
2. Jawaban: d D m
A ind = t
Apabila kutub utara S
magnet didekatkan maka m2 m1
U =
terjadi pertambahan garis t
gaya magnetik dari D ke C (0) (5 10 6 )
G = = 1,67 106 volt
yang dilingkupi oleh 3
kumparan. B C Jadi, GGL induksi yang timbul 1,67 106 volt.
+
Sesuai dengan hukum Lenz
6. Jawaban: a
maka timbul garis gaya
Diketahui: A =1m
magnetik baru dari D ke C untuk menentang
= 10 rad/s
pertambahan tersebut di atas. Garis gaya magnetik
B = 0,1 T
ini menimbulkan arus induksi dengan arah CDAB
Ditanyakan:
(aturan tangan kanan) sehingga jarum galvanom-
Jawab:
eter bergerak ke kanan.
Menurut hukum Faraday:
Jika kutub utara magnet dijauhkan maka akan
d B dA B A2 B 2 1
terjadi kebalikannya sehingga jarum galvanometer ind = = = = 2 ( T )A 2 = 2 B A 2
dt dt t
bergerak ke kiri dan akhirnya berhenti.
1
3. Jawaban: b ind = 2
(0,1)(10)(1)2 = 0,5 V
Diketahui: N = 10 lilitan Jadi, GGL induksi antara kedua ujung tongkat
m = 5 102 Wb sebesar 0,5 V.
1
m = 0
2
t = 0,2 sekon 7. Jawaban: e
Ditanyakan: GGL induksi Diketahui: A = 1.200 cm2 = 0,12 m2
Jawab: N = 500 lilitan
B = (600 200) mT = 400 mT
dm
= N dt
= 0,4 T
m2 m1
t = 20 ms = 0,02 s
= N Ditanyakan: ind
dt
Jawab:
(0) (5 10 2 )
= N B A (0,4)(0,12)
0,2 ind = N = N t = 500 0,02
t
= 0,25 V(10 lilitan)
= 1.200 V
= 2,5 V
(tanda negatif menunjukkan hukum Lenz)
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 2,5 V
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 1.200 V.
4. Jawaban: b
8. Jawaban: b
Diketahui: A = 25 cm = 0,25 m
Diketahui: A = 32 cm = 0,32 m
v = 4 m/s
B = 0,75 T
B = 0,2 T
v = 8 m/s
Ditanyakan: ind dan arahnya
R = 20
Jawab:
ind = B A v = (0,2 T)(0,25 m)(4 m/s) = 0,2 volt Ditanyakan: ind, I, F, kutub A dan B

Fisika Kelas XII 99


Jawab: Jawab:
1) ind = B A v
= (0,75)(0,32)(8) V | ind| = N t
= 1,92 V
BA
Jadi, GGL induksi yang ditimbulkan 1,92 V = N t
(nomor 1 benar).
(B2 B1)s 2
2) I = R =N
t
1,92 V
= (0,5 T 0 T)(0,2 m)2
20 = (200) (0,4 s)
= 10 V
= 0,096 A
Jadi, arus di R sebesar 0,096 A.(nomor 2 salah) Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 10 V.

3) F= B I A B. Uraian
= (0,75)(0,096)(0,32) N 1. Diketahui: A = 200 cm2 = 2 102 m2
= 0,02304 N B = 8 102 T
Arah gaya Lorentz ke kiri berlawanan dengan Ditanyakan: a. ( = 30)
arah kecepatan. b. ( = 60)
Jadi, gaya Lorentz di AB = 0,02304 N ke kiri. Jawab:
(nomor 3 salah) a. = B A cos
4) Medan magnet masuk bidang gambar dan = (8 102)(2 102) cos 30
arah gaya Lorentz ke kiri sehingga arus ke
1
atas. Arus mengalir dari positif ke negatif = (16 104)( 2 3 )
sehingga B positif dan A negatif. (nomor 4
salah) = 8 3 104
Jadi, pernyataan yang benar ditunjukkan nomor Jadi, fluks magnetik pada sudut 30 sebesar
1) dan 4).
8 3 104 Wb.
9. Jawaban: b
b. = B A cos
Diketahui: | ind | = 144 V = (8 102)(2 102) cos 60
1
B = (16 104)( 2 )
t
= 2 T/s
= 8 104 Wb
2
A = 0,12 m Jadi, fluks magnetik pada sudut 60 sebesar
Ditanyakan: N 8 104 Wb.
Jawab:
2. Diketahui: B = 0,4 T
A = 50 cm = 0,5 m
| ind | = N t
v = 10 m/s
BA B R =5
= N t = NA t Ditanyakan: ind dan I
Jawab:
| ind |
N = B
a. ind = B A v
A t = (0,4)(0,5)(10) V = 2 V
Jadi, GGL induksi yang terjadi sebesar 2 volt.
144 V
= = 600 lilitan 2V
(0,12 m2 )(2 T/s) b. I = Rind = 5 = 0,4 A
Jadi, jumlah lilitan sebanyak 600. Jadi, besar kuat arus dalam rangkaian 0,4 A.
10. Jawaban: b 3. Diketahui: N =1
Diketahui: N = 200 lilitan A = 0,06 m2
s = 20 cm = 0,2 m B
B1 = 0 T = 2 104 T/s
t
B2 = 0,5 T
R = 20
t = 0,4 s
Ditanyakan: I
Ditanyakan: ind

100 Induksi Faradary


Jawab: 5. Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m

N t B = 2,5 104 T
I = Rind =
R v = 8 m/s
NA
B R = 0,02
t
= Ditanyakan: a. I
R
b. F
(1)(0,06)(2 104 )
= A = 6 107 A Jawab:
20
a. = B A v
Jadi, arus induksi yang timbul sebesar 6 107 A.
= (2,5 104 T)(0,3 m)(8 m/s) = 6 104 V
4. Diketahui: N = 800 6 10 4 V
I = R = 0,02 = 0,03 A
t = 0,01 sekon
B2 = 4 105 Wb Arah arus induksi ditentukan menggunakan
= 1,5 volt kaidah tangan kanan pada gaya Lorentz. Oleh
Ditanyakan: karena kawat digerakkan ke kiri, gaya Lorentz
Jawab: berarah ke kanan. Berdasarkan kaidah tangan
N B kanan, arah arus induksi dari B ke A (ke atas).
ind = t Jadi, arus induksi yang mengalir pada kawat
ind t (1,5 volt)(0,01 s) 0,03 A dari B ke A.
B = =
N 800 b. F=BIA
B = 1,875 105 Wb = (2,5 104)(0,03)(0,3)
B = B2 B1 = 2,25 106 N
Jadi, gaya Lorentz yang bekerja pada kawat
Kerapatan fluks sebelumnya:
2,25 106 N.
B1 = B2 B
= (4 105 Wb) (1,875 105 Wb)
= 2,125 105 Wb
Jadi, kerapatan fluks sebelumnya sebesar
2,125 105 Wb.

A. Pilihan Ganda Jawab:


2
= L dt = (0,05 H) (6 10
1. Jawaban: b dI A)
= 0,3 V
Diketahui: N = 600 lilitan 0,01s
L = 40 mH = 4 102 H Jadi, GGL induksi yang dibangkitkan sebesar 0,3 V.
I = (10 4) A = 6 A 3. Jawaban: b
t = 0,1 detik
Diketahui: Toroid:
Ditanyakan:
Jawab: N1 = 1.000 lilitan
dI r = 0,5 m
= L dt A = 2 103 m2
I I = (9 7) A = 2 A
= L t
t = 1 detik
6A Kumparan:
= (4 102 H) 0,1s = 2,4 V
N2 = 5 lilitan
Jadi, beda potensial ujung-ujung kumparan sebesar
2,4 V. 0 = 4 107 H/m
Ditanyakan:
2. Jawaban: b
Jawab:
Diketahui: L = 50 mH = 0,05 H
0 N1 N 2 A
I = (100 40) mA M=
A
= 60 mA = 6 102 A
(4 10 7 H/m)(1.000)(5)(2 10 3 m2 )
t = 0,01 detik =
(2 )(0,5 m)
Ditanyakan: = 4 106 H

Fisika Kelas XII 101


GGL induksi pada kumparan 7. Jawaban: b
I Diketahui: D = 1 cm
2 = M t2
R = 0,5 cm = 0,005 m
2 N = 100 lilitan
= (4 106)( 1 )
A = 50 cm = 0,5 m
= 8 106 V = 8 V Ditanyakan: L
Jadi, GGL imbas pada kumparan sebesar 8 V. Jawab:
4. Jawaban: c 0N 2 A
Diketahui: L = 0,8 H L =
A
I = 2t 2 4t + 3 mA
ind = 0,01 detik (4 10 7 )(100)2 ( )(0,005)2
= (0,5)
Ditanyakan: t
Jawab: = 2 2 107
dI Jadi, induktansi diri induktor sebesar 2 2 107 H.
ind = L dt
8. Jawaban: a
d (2t 2 4t + 3) Diketahui: L =1H
1,6 = (0,8)
dt I1 = 0,1 A
1,6 = 0,8(4t 4) I2 = 0,05 A
1,6 = 3,2t + 3,2 t = 10 ms = 0,01 s
3,2 + 1,6 Ditanyakan:
t= 3,2 Jawab:
4,8
t= = 1,5 dI
3,2 = L dt
Jadi, GGL induksi sebesar 1,6 V terjadi saat (I2 I1)
t = 1,5 sekon. = L t
5. Jawaban: a (0,05 0,1)
= (1) 0,01 V=5V
Tepat saat sakelar S ditutup, arus listrik tidak serta
merta mengalir pada resistor. Hal ini disebabkan Jadi, GGL induksi yang dibangkitkan solenoid
adanya GGL induksi timbul pada induktor L yang sebesar 5 volt.
menentang perubahan arus tersebut. Dengan
9. Jawaban: b
demikian tidak ada beda potensial pada resistor
Diketahui: = 1,8 V
R. Sebaliknya, GGL induksi yang timbul pada
I = 20 mA = 0,02 A
induktor memiliki nilai yang sama dengan GGL
I2 = 5 mA = 0,005 A
baterai tetapi berlawanan arah untuk menjaga
t = 5 ms = 0,005 s
kondisi arus tetap nol. Jadi, pada saat sakelar
Ditanyakan: L
ditutup nilai GGL baterai sama dengan nilai GGL
Jawab:
induksi pada induktor tetapi arahnya berlawanan.
I
Adapun GGL pada resistor bernilai nol karena arus = L t
listrik belum mengalir. Seiring waktu berlalu, GGL
(0,005 0,02)
pada induktor berkurang sedangkan GGL pada 1,8 = L 0,005
resistor bertambah karena arus listrik pada
0,015
resistor bertambah. 1,8 = L
0,005
6. Jawaban: a (1,8)(0,005)
Diketahui: L = 4,0 mH = 4 10-3 H L= 0,015
= 0,6
I = 1,0 A 1,5 A = 0,5 A Jadi, induktansi diri rangkaian sebesar 0,6 H.
t = 0,02 s
Ditanyakan: ind 10. Jawaban: a
Jawab: Diketahui: A = 20 cm = 0,2 m
N1 = 500 lilitan
I
ind = L t N2 = 200 lilitan
(0,5 A) A = 20 cm2 = 2 103 m2
= (4 103 H) (0,02 s) = 0,1 V Ditanyakan: M
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 0,1 V.

102 Induksi Faradary


Jawab: Jawab:
0 A N1 N 2 I (0 A 0,5 A)
M= A ind = L t = (4 H) (0,02 s)
= 100 V
7 3
(4 10 )(2 10 )(500)(200) Jadi, GGL rata-rata yang diinduksikan sebesar
= 0,2
= 4 104
100 V.
Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
4 104 H. 4. Diketahui: N = 500 lilitan
A = 20 cm = 0,2 m
B. Uraian A = 4 cm2 = 4 104 m2
ind = 400 V = 4 104 V
1. Diketahui: L = 500 mH = 0,5 H 0 = 4 107 Wb/A m
I1 = 0,25 A
I2 = 0,05 A dI
Ditanyakan: dt
t = 20 ms = 0,02 s
Ditanyakan: Jawab:
Jawab: dI
ind = L dt
dl
= L dt 0N 2 A dI
ind =
(l I ) A dt
= L 2t 1 dI ind A
dt
= N 2A
(0,05 0,25) 0
= (0,5) 0,02
=5V (4 104 V)(0,2 m)
= (4 107 Wb/Am)(500)2 (4 104 m2 )
GGL induksi diri yang dibangkitkan dalam solenoid
sebesar 5 V. = 0,637 A/s
Jadi, laju penurunan arus listrik di dalam induktor
2. Diketahui: A = 0,0018 m2 sebesar 0,637 A/s.
L = 5 105 H
N = 60 5. Perubahan medan magnet yang konstan di dalam
Ditanyakan: A induktor menimbulkan GGL induksi yang konstan
Jawab: di dalam induktor. GGL induksi selalu melawan
0N 2 A perubahan medan magnet di dalam induktor.
L = Adanya GGL induksi menyebabkan penurunan arus
A
listrik pada rangkaian. Oleh karena GGL induksi
0N 2 A (4 107 Wb/Am)(602 )(0,0018 m2 )
A = = 5 105 H
bernilai konstan, arus listrik yang mengalir pada
L
saat dipasang induktor lebih kecil daripada arus
= 0,163 m = 16,3 cm listrik yang mengalir tanpa induktor pada tegangan
Jadi, panjang solenoid 16,3 cm. sinusoidal. Selanjutnya, besi yang dimasukkan di
3. Diketahui: I1 = 0,5 A dalam induktor meningkatkan medan magnet
L =4H solenoid. Hal ini berakibat GGL induksi pada
t = 0,02 s induktor menjadi lebih besar sedangkan arus listrik
I2 = 0 menjadi lebih kecil. Akibatnya, nyala lampu
Ditanyakan: ind menjadi lebih redup dari semula.

A. Pilihlan Ganda Hambatan kumparan tidak memengaruhi besar


1. Jawaban: b GGL induksi. Jadi, pernyataan yang benar adalah
Besar GGL induksi pada generator dirumuskan nomor 1) dan 3).
sebagai berikut. 2. Jawaban: b
= NBA sin t Diketahui: A = 6 cm 8 cm
Dengan demikian, besar GGL induksi pada = 48 cm2 = 4,8 103 m2
generator dipengaruhi oleh: N = 250 lilitan
1) banyak lilitan kumparan (N); B = 10 mT = 0,01 T
2) induksi magnet (B); = 120 rad/s
3) luas bidang kumparan (A); Ditanyakan: maks
4) kecepatan sudut ().

Fisika Kelas XII 103


Jawab: Jawab:
maks = N B A Ps
1) = 100%
= (250)(0,01)(4,8 103)(120) V = 1,44 V Vp Ip
Jadi, GGL bolak-balik maksimum sebesar 1,44 V. 80% =
80 W
100%
(50 V)Ip
3. Jawaban: d 80 W
Ip = =2A (nomor 1 salah)
Diketahui: Vlampu = 6 V (50 V)(0,8)
Plampu = 30 W 2) Is =
Ps
=
80 W
= 0,4 A (nomor 2 benar)
Vs 200 V
Vp = 220 V
Ip =1A 3) Pp = Vp Ip
Ditanyakan: = (50 V)(2 A) = 100 W (nomor 3 salah)
Jawab:
Vs
P s = 4Plampu 4) Ns = Np
Vp
= 4(30 W) = 120 W
200 V
Pp = VpIp = (800) = 3.200 (nomor 4 benar)
50 V
= (220 V)(1 A) = 220 W Jadi, jawaban yang benar ditunjukkan nomor 2)
Ps dan 4).
= Pp
100%
7. Jawaban: b
120 W
= 100% = 54,5% Diketahui: Vp = 25 V
220 W
Jadi, efisiensi trafo 54,5%. V s = 250 V
= 80%
4. Jawaban: b
Lampu:
Gaya gerak listrik maksimum generator VA = 250 V
2 N
m = N A B T
atau m ~ T PA = 50 W
Agar m dua kali semula maka T (periode) dijadikan Ditanyakan: Ip
Jawab:
1
kali semula atau jumlah lilitan dijadikan dua kali Oleh karena tegangan sekunder sama dengan
2
tegangan yang tertulis pada lampu maka daya
semula.
sekunder sama dengan daya yang tertulis pada
5. Jawaban: e lampu.
Diketahui: = 75% Ps = PA = 50 W, maka
Vp = 220 V Ps
= (100%)
Vs = 110 V Pp
50 W
Is =2A 80% = (100%)
Pp
Ditanyakan: Ip 100%
Jawab: Pp = 50 W( 80% ) = 62,5 W
Ps P 62,5 W
= P s = Pp Ip = p = 25 V = 2,5 A
Pp Vp
Vs Is = Vp Ip Jadi, kuat arus pada kumparan primer 2,5 A.
Vs I s (110)(2)
Ip = = A 8. Jawaban: b
Vp (0,75)(220)
1 Diketahui: Np : Ns = 1 : 4
Ip = = 1,33 A
0,75 Vp = 10 V
Jadi, arus pada kumparan primer sebesar 1,33 A.
Ip = 2 A
6 Jawaban: c
V s = 40 V
Diketahui: Vp = 50 V
Philang = 4 W
Vs = 200 V
Ditanyakan: I s
Np = 800 V
Jawab:
= 80%
P s = Pp Philang
Ps = 80 W
Vs Is = Vp Ip 4
Ditanyakan: Ip, Is, Pp, Ns

104 Induksi Faradary


40Is = (10)(2) 4 11. Jawaban: c
Diketahui: A = 0,1 m2
40Is = 16
f = 60 Hz
16 N = 100 lilitan
I s = 40 = 0,4 A
B = 0,4 T
Jadi, kuat arus keluaran sebesar 0,4 A.
Ditanyakan: maks
9. Jawaban: d Jawab:
Diketahui: Vp = 220 V maks = N B A
Ip = 50 mA = 0,05 A = NBA(2 f)
= (100)(0,4 T)(0,1 m2)(2)(60 Hz)
= 80%
= 1.507 V 1,51 kV
Vs = 5 V Jadi, GGL maksimum yang dihasilkan sebesar
Ditanyakan: I s 1,51 kV.
Jawab: 12. Jawaban: c
VpIp
= Diketahui: N = 100 lilitan
VsI s
A = 200 cm2 = 0,02 m2
VpIp B = 0,2 T
Is = V
s R = 25
(220 V)(0,05 A) f = 50 Hz
= (5 V)(80%)
Ditanyakan: Imaks
= 2,75 A Jawab:
Jadi, arus listrik yang mengalir pada kumparan maks = N B A
sekunder sebesar 2,75 A. = N B A (2 f)
10. Jawaban: b = (100)(0,2 T)(0,02 m2)(2)(50 Hz)
Diketahui: Np : Ns = 10 : 1 = 40 V
Vp = 220 V maks
Imaks = R
Ip = 0,5 A
40 V
P = 11 W = 25
Ditanyakan: Vs dan Is = 1,6 A
Jawab: Jadi, arus induksi maksimum sebesar 1,6 A.
Vp Np 13. Jawaban: a
Vs = N Diketahui: 0 = 150 V
s
R = 12
Ns
V s = N Vp ind = 60 V
p
Ditanyakan: I0 : Iind
1 Jawab:
= 10 (220 V) = 22 V
Ketika motor pertama kali dinyalakan, GGL induksi
Tegangan sekunder trafo 22 V. bernilai GGL induksi bernilai nol karena kumparan
Pp = VpIp belum berputar.
= (220 V)(0,5 A) 150 V
I0 = R0 = = 12,5 A
= 110 W 12
P s = Pp P Pada saat mencapai kelajuan maksimum, GGL
= 110 W 11 W induksi bernilai maksimum dan melawan GGL
= 99 W motor mula-mula.
P s = VsIs 0 (150 V 60 V)
I = R
= 12
= 7,5 A
Ps
Is = Vs I0 12,5 A 5
I
= = 3 7,5 A
99 W Jadi, perbandingan arus listrik saat motor
= = 4,5 A
22 V dinyalakan dan ketika mencapai kelajuan
Jadi, arus sekunder trafo sebesar 4,5 A. maksimum adalah 5 : 3.

Fisika Kelas XII 105


14. Jawaban: d 2. Diketahui: = 80%
Diketahui: V s = 165 kV = 165.000 V Vp = 300 volt
V p = 220 V Vs = 30 volt
Np = 200 lilitan Ip = 0,5 A
Ditanyakan: Ns Ditanyakan: I s
Jawab: Jawab:
Is Vs Ip Vp
Ns
=
Vs = Is =
Np Vp Ip Vp Vs
V (80%) (0,5 A)(300 V)
Ns = Vs Np = (30 V)
=4A
p

165.000 V Jadi, besar kuat arus pada kumparan sekunder


= 220 V
(200 lilitan) = 150.000 lilitan sebesar 4 A.
Jadi, lilitan sekunder harus berjumlah 150.000 lilitan.
3. Diketahui: m = 2 kg t =1s
15. Jawaban: e V = 50 V h = 2,5 m
Diketahui: Np = 1.500 lilitan I = 3,92 A g = 9,8 m/s2
Ns = 200 lilitan Ditanyakan:
Vs = 220 V Jawab:
Is = 4,3 A Ep
= 100%
W
Ip = 0,6 A mgh
= 100%
Ditanyakan: P V It
Jawab: =
(2)(9,8)(2,5)
100%
P s = Vs Is (50)(3,92)(1)
= (220 V)(4,3 A) 49
= 100%
= 946 W 196
Vp Np = 25%
Vs = N Jadi, efisiensi elektromotor 25%.
s
Np
Vp = N Vs 4. Diketahui: f = 50 Hz
s
B = 0,15 T
1.500 lilitan
= (220 V) = 1.650 V A = 2 102 m2
200 lilitan
m = 220 V
Pp = Vp Ip
Ditanyakan: N
= (1.650)(0,6) W = 990 W Jawab:
P = Pp Ps Kecepatan sudut:
= (990 946) W = 44 W = 2 f = 2(3,14)(50) = 314 rad/s
Jadi, daya yang berubah menjadi kalor sebesar GGL maksimum:
44 W. m = N B A
m
B. Uraian N =
B A
1. Diketahui: A = 50 cm2 = 5 103 m2 220
= (0,15)(2 10 2 )(314)
N = 2.000 lilitan
B = 0,2 Wb/m2 = 233,5 = 234 lilitan
maks = 200 volt Jadi, jumlah lilitan kumparan generator sebanyak
Ditanyakan: 234 lilitan.
Jawab:
5. Diketahui: = 80% = 0,8
maks = N B A
Lampu (10 buah; paralel)
maks V = 12 V
=
NBA P = 40 W
200 Np : Ns = 20 : 1
= rad/s
(2.000)(0,2)(5 10 3 )
Ditanyakan: a. Pp
= 100 rad/s
b. Vp
Jadi, kecepatan sudut generator 100 rad/s.
c. Ip

106 Induksi Faradary


Jawab: Vs = 12 V
a. P s = Ptot lampu Np : Ns = 20 : 1
= 10(40 W) = 400 W
Np Vp
Ps =
= Ns Vs
Pp
20 Vp
Ps 1
=
Pp = 12
Vp = 20(12) volt = 240 volt
400
= W = 500 W Jadi, tegangan primer trafo 240 V.
0,8
Jadi, daya masukan trafo 500 W. c. Pp = Vp Ip
b. Oleh karena lampu dipasang paralel, tegangan Pp 500 W
sekunder trafo sama dengan tegangan lampu. Ip = Vp
= = 2,08 A 2,1 A
240 V
Jadi, arus pada kumparan primer sebesar 2,1 A.

A. Pilihan Ganda 400 V


I0 = R0 = = 50 A
1. Jawaban: e 8
Diketahui: A = 1.500 cm2 = 0,15 m2 Jadi, arus yang melalui kumparan 50 A.
N = 200 3. Jawaban: d
B = (600 200) mT = 400 mT Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m
= 0,4 T v = 5 m/s
t = 10 ms = 0,01 s B = 2,0 Wb/m2
Ditanyakan: ind Ditanyakan: ind
Jawab: Jawab:
ind = N
B A
= N t ind = B A v = (2,0 Wb/m2)(0,5 m)(5 m/s) = 5 volt
t Jadi, GGL induksi yang terjadi sebesar 5 volt.
(0,4)(0,15)
= 200 0,01 4. Jawaban: a
Diketahui: L = 0,5 H
= 1.200 V (tanda negatif menunjukkan hukum
I = 3t 2 + 6t + 8
Lenz) = 27 V
Jadi, GGL induksi yang timbul 1.200 V. Ditanyakan: t
Jawab:
2. Jawaban: b
dI
Diketahui: N = 200 = L dt
R =8
d (3t 2 + 6t + 8)
= t 2 + 2t + 8 27 = (0,5)
dt
t =0
27 = 0,5(6t + 6)
Ditanyakan: I0
27 = 3t 3
Jawab:
3t = 30

t = N t
t = 10
(t 2 + 2t + 8) GGL induksi diri 27 V terjadi saat t = 10 s.
= 200
dt
= (200)(2t + 2) 5. Jawaban: d
Diketahui: Vp = 220 V
Saat t = 0
0 = (200)(2(0) + 2) Vs = 22 V
= 400 V Is =2A
Tanda negatif menunjukkan arah arus induksi = 80%
melawan perubahan fluks. Ditanyakan: Ip

Fisika Kelas XII 107


Jawab: 8. Jawaban: b
Ps
= 100% Diketahui: = 0,05 Wb/s
Pp t
Vs I s
80% = 100%
Vp Ip ind = 15 V
(22 V)(2 A) Ditanyakan: N
0,8 = A
(220 V)Ip
Jawab:
2
Ip = = 0,25 A
8 ind = N t
Jadi, nilai Ip sebesar 0,25 A.
Tanda negatif menunjukkan hukum Lens.
6. Jawaban: e

Diketahui: I = 0,3 A 0,8 A = 0,5 A ind = N t
I = 0,2 s
ind 15 V
ind= 6 V N=
= = 300
0,05 Wb/s
Ditanyakan: L t

Jawab: Jadi, lilitan kumparan berjumlah 300 lilitan.


I 9. Jawaban: d
ind = L t
Diketahui: N = 500 liiltan
(0,5 A) = 12 104 Wb 6 104 Wb
6 V = L 0,2 s = 6 104 Wb
1,2 t = 0,04 s
L= 0,5
H = 2,4 H
Ditanyakan: N
Jadi, induktansi diri solenoid sebesar 2,4 H. Jawab:
7. Jawaban: a
ind = N t
Diketahui: A = 0,05 m2
(6 10 4 Wb)
B = 500 (0,04 s)
t
= 2 102 T/s
A = 0,1 = 7,5 V
Ditanyakan: Iind (Tanda negatif menunjukkan GGL induksi yang
Jawab: timbul menentang perubahan fluks magnetik.)
10. Jawaban: d
ind = t GGL induksi pada generator dirumuskan:
(BA )
= t ind = N B A sin t
B Berdasarkan persamaan di atas, GGL induksi dapat
= A t diperbesar dengan cara menambah jumlah lilitan
= (0,05 m2)(2 102 T/s) kumparan (N), memperbesar medan magnet (B),
= 1 103 V memperbesar luas loop kumparan (A), dan mem-
percepat laju rotasi kawat (). Hambatan kawat
1 10 3 V
Iind = Rind = 0,1
= 102 A = 0,01 A tidak memengaruhi GGL induksi yang dihasilkan,
I tetapi memengaruhi arus induksi yang mengalir.
Dengan demikian perlakuan yang dapat meningkat-

= negatif kan GGL induksi pada generator ditunjukkan nomor
t
2), 3), dan 4).
I I ind = positif
11. Jawaban: b
Diketahui: A = 15 cm = 0,15 m
I B = 0,4 T
Medan magnet mengalami penurunan sehingga F = 1,2 N
fluks magnetik juga mengalami penurunan. GGL Ditanyakan: I
induksi menentang perubahan fluks magnetik Jawab:
sehingga GGL yang timbul bernilai positif. Ber- Besar arus:
dasarkan kaidah genggaman tangan kanan, arus F=BIA
listrik yang mengalir searah putaran jarum jam. F 1,2 N
I = = = 20 A
Jadi, arus induksi yang mengalir 0,01 A searah BA (0,4 T)(0,15 m)
putaran jarum jam.

108 Induksi Faradary


Arah arus ditentukan menggunakan kaidah tangan Jawab:
kanan. Jari telunjuk sebagai arah B menunjuk ke Vs Ip
=
kanan, jari tengah sebagai arah F masuk bidang Vp Is
gambar, sehingga ibu jari sebagai arah arus Ip 1
Vs = Vp = (220 V) = 55 V
menunjuk ke atas. Dengan demikian, arus yang Is 4
mengalir sebesar 20 A dari B ke A. Np Vp Vp 220 V
= Np = Ns = (100) = 400
12. Jawaban: a Ns Vs Vs 55 V
Diketahui: N = 2.000 Jadi, x = 400 dan y = 55 V.
r = 8 cm = 8 102 m 15. Jawaban: d
A =1m Diketahui: Np : Ns = 1 : 2
I =5A
Ditanyakan: W Vp = 40 V
Jawab: Ip = 4 A
A =r2 P = 16 W
= (8 102 m)2 V s = 80 V
= 6,4 103 m2 Ditanyakan: I s
0 N 2 A Jawab:
L =
A Pp = Vp Ip = (40 V)(4 A) = 160 W
(4 107 )(2.000)2 (6,4 103 )
= Ps = Pp P = (160 16) W = 144 W
1
= 0,010242 H Is =
Ps
=
144 W
= 1,8 A
Vs 80 V
1 2
W= LI Kuat arus keluarannya sebesar 1,8 A.
2
1 16. Jawaban: e
= (0,010242)(5)2
2 Diketahui: Ip = 2 A
= 0,1282 J Vp = 220 V
Energi yang tersimpan dalam solenoid sebesar P s = 352 watt
0,1282 J. Ditanyakan:
13. Jawaban: c Jawab:
Diketahui: I = 2,5 A =
Ps
100%
t = 0,2 s Pp
= 36 V Ps 352 watt
= 100% = 100% = 79,5%
Ditanyakan: L Ip Vp (2 A)(220 V)
Jawab: Jadi, efisiensi trafo tersebut 79,5%.
I
= L 17. Jawaban: d
t
(2,5) Diketahui: N = 400 lilitan
36 = L B = 0,5 T
0,2
7,2 p = 10 cm = 0,1 m
L= = 2,88
2,5 A = 5 cm = 0,05 m
Jadi, induktansi diri pada rangkaian sebesar = 60 rad/s
2,88 H. Ditanyakan: m
Jawab:
14. Jawaban: e
A =pA
Diketahui: Np = x = (0,1 m)(0,05 m)
Ns = 100 = 0,005 m2
Vp = 220 V m = N A B
= (400)(0,005)(0,5)(60)
Vs = y
= 60 V
Ip = 1 A Jadi, GGL maksimum yang timbul sebesar 60 V.
Is = 4 A
Ditanyakan: x dan y

Fisika Kelas XII 109


18. Jawaban: d B. Uraian
Diketahui: Vp = 20 V 1. Diketahui: B =2T
Vs = 200 V v = 0,5 m/s
Ps = 40 W A = 20 cm = 0,2 m
= 80% Ditanyakan: a.
b. I
Ditanyakan: Ip
Jawab:
Jawab: a. ind = B A v
Ps = (2 T)(0,2 m)(0,5 m/s) = 0,2 volt
= 100%
Pp Jadi, GGL induksi yang terjadi sebesar 0,2 V.
40 W
80% =
Pp
100% b. Arus induksinya jika R = 20
ind = I R
40 W
Pp = = 50 W 0,2 V
0,8 I = Rind = 20 = 0,01 A
Pp 50 W Jadi, arus induksi yang timbul sebesar 0,01 A.
Ip = = = 2,5 A
Vp 20 V
Jadi, kuat arus pada kumparan primer sebesar
2. Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m
B = 0,05 T
2,5 A.
v = 2 m/s
19. Jawaban: b R =2
Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m Ditanyakan: a. I
R =6 b. besar F
B = 1,5 T Jawab:
v = 4 m/s a. ind = B A v
Ditanyakan: I = (0,05)(0,3)(2) V = 0,03 V
Jawab: ind
I=
ind R
I = R
0,03 V
B Av = = 0,015 A = 15 mA
2
= R Jadi, arus induksi yang mengalir pada kawat
(1,5 T)(0,5 m)(4 m/s) sebesar 15 mA.
= = 0,5 A
(6 )
Arah arus induksi dapat ditentukan sebagai berikut. b. F= B I A
Gaya Lorentz berlawanan dengan arah kecepatan = (0,05 )(0,015 A)(0,3 m)
kawat PQ yaitu ke kiri. Selanjutnya, arah arus = 2,25 104 N
induksi ditentukan menggunakan kaidah tangan Jadi, gaya Lorentz yang bekerja pada kawat
kanan. Gaya Lorentz berarah ke kiri ditunjukkan sebesar 2,25 104 N
oleh arah telapak tangan. Medan magnet berarah
3. Diketahui: N = 600 lilitan
ke atas ditunjukkan oleh arah keempat jari tangan.
t = 0,01 sekon
Adapun ibu jari menunjukkan arah arus induksi
B2 = 8 105Wb
yaitu ke bawah (dari P ke Q).
ind = 3 volt
20. Jawaban: d Ditanyakan:
Diketahui: A = 10 cm 8 cm Jawab:
= 80 cm2 = 8 103 m2 N B
N = 200 lilitan ind = t
B = 0,05 T ind t (3 volt)(0,01 s)
= 1.200 rpm B = N
= 600
2 B = 5 105 Wb
= 1.200( 60 ) rad/s = 40 rad/s
B = B2 B1
Ditanyakan: maks
Jawab: Kerapatan fluks sebelumnya:
maks = N B A B1 = B2 B
= (200)(0,05T)(8 103 m2)(40 rad/s) = (8 105 Wb) (5 105 Wb)
= 3,2 V
= 3 105 Wb
Jadi, GGL maksimum yang dihasilkan sebesar
Jadi, rapat fluks sebelumnya 3 105 Wb.
3,2 V.

110 Induksi Faradary


4. Diketahui: I1 =2A Jawab:
I2 =0 PS
t = 0,1 s = 100%
PP
L =2H PS
Ditanyakan: ind 70% = 100%
4.000 W
Jawab: PS = (0,70)(4.000 W) = 2.800 W
I
ind = L t Daya pada kumparan sekunder 2.800 W.
(0 A 2 A) 8. Diketahui: Np = 150
= (2 H) 0,1s
= 40 V
Ns = 60
Jadi, GGL induksi pada induktor sebesar 40 V.
Vp = 220 volt
5. Diketahui: A = 10 cm = 0,1 m Ditanyakan: V s
N = 500 lilitan Jawab:
A = 20 cm2 = 2 103 m2 Vp Np
ind = 0,005 V =
Vs Ns
0 = 4 107 Wb/Am N s Vp (60)(220 V)
Vs = = = 88 volt
dI Np 150
Ditanyakan: dt Jadi, tegangan sekunder transformator 88 V.
Jawab:
dI
9. Diketahui: = 300 rpm
ind = L dt 2
= 300 60 rad/s = 10 rad/s

0N 2 A dI
ind = B =2T
A dt
ind A A = 0,02 m2
dI
dt
= N 2A
0
max = 600 V
(0,005 )(0,1) Ditanyakan: B
= = 2,5 Jawab:
(4 10 7 )(500)2 (2 10 3 )
Jadi, laju perubahan arus di dalam solenoid sebesar max = N B A
2,5 A/s. max
N=
B A
6. Diketahui: A = 10 cm = 0,1 m 600 V
= = 1.500
N1 = 200 lilitan (2 T)(0,02 m2 )(10 rad/s)
N2 = 300 lilitan Jadi, lilitan kumparan generator sebanyak 1.500
A = 10 cm2 = 1 103 m2 lilitan.
0 = 4 107 Wb A1m1 10. Diketahui: N = 200
Ditanyakan: M
A = 300 cm2 = 0,03 m2
Jawab:
B = 0,5 T
0 A N1 N 2
M= A f = 40 Hz
(4 10 7 )(1 10 3 )(200)(300) = 60
=
(0,1) Ditanyakan:
= 2,4 104 H Jawab:
Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar = N B A sin
2,4 104 H. = N B A 2 f sin 60
1
7. Diketahui: PP = 4 kW = (200)(0,5)(0,03)(2)(40)( 2 3 ) = 120 3 V
= 70% Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 120 3 V.
Ditanyakan: PS

Fisika Kelas XII 111


A. Pilihan Ganda 1 1
2 =
1,25 106 goresan/m
1. Jawaban: c 1
Diketahui: vA = 20 m/s = 2,5 106 /m
vB = 18 m/s = 4 107 m
fA = 540 m/s
fB = 550 m/s Jadi, panjang gelombang tersebut 4 107 m.
v = 340 m/s 4. Jawaban: a
Ditanyakan: fB Diketahui: R1 = 6
Jawab: R2 = R3 = R4 = R5 = 10
fP =
v +0
fA R6 = 4
A v +vA = 40 volt
(340 + 0) m/s Ditanyakan: V3
= (540 Hz)
340 20 m/s Jawab:
= 573,75 Hz R2 dan R3 dirangkai paralel
v +0 1 1 1
fP = fB = +
B v + vB RP1 R2 R3
(340 + 0) m/s
= (550 Hz) 1 1 1
340 18 m/s = +
RP1 10 10
= 580,75 Hz
1 2
f = 580,75 Hz 573,75 Hz RP1
=
10
= 7 Hz
RP = 5
Jadi, frekuensi yang didengar pengamat sebesar 1

7 Hz. R4 dan R5 dirangkai paralel


2. Jawaban: a 1 1 1
= +
RP2 R4 R5
Struktur bulu burung merak memiliki lubang-lubang
mikro yang memungkinkan terjadinya interferensi 1 1 1
= +
saat terkena cahaya matahari. Warna pelangi pada RP2 10 10
gelembung sabun adalah hasil interferensi pada 1 2
lapisan tipis. Sementara fenomena pelangi saat =
RP2 10
hujan dan munculnya spektrum warna-warni di
RP = 5
sekitar bulan merupakan contoh peristiwa dispersi. 2

R 1, R P, R P , dan R 6 dirangkai seri sehingga


3. Jawaban: a 2

Diketahui: N = 12.500 goresan/cm memperoleh nilai hambatan total.


12.500 goresan Rtot = R1 + R2 + RP + R6
2
= cm = (5 + 5 + 5 + 4)
= 1,25 106 goresan/m = 20
= 30 Arus yang mengalir pada rangkaian
n =1 V
Ditanyakan: I =
R tot
Jawab: 40 V
d sin = n = = 2 ampere
20
1
N
sin 30 = 1

112 Ulangan Akhir Semester 1


Berdasarkan konsep hambatan yang disusun seri, Persamaan (1) dan persamaan (2) dihubungkan
arus pada rangkaian bernilai sama pada setiap I1 + IL = 3 5 5I1 + 5IL = 15
hambatannya. 5I1 + 3IL = 9 1 5I1 + 3IL = 9
I = I1 = IP = IP = I6 +
1 2
8IL = 24
Tegangan pada RP
1 IL = 3
VP = IP RP
1 1 1 Jadi, arus yang mengalir pada lampu sebesar
= (2 A)(5 ) 3,00 ampere.
= 10 volt
6. Jawaban: e
Jika R2 dan R3 dirangkai paralel, nilai tegangan di Diketahui: R1 = R2 = R4 = 10
setiap hambatannya bernilai sama dengan
R3 = R5 = 5
tegangan total.
I =2A
VP = V2 = V3 = 10 volt Ditanyakan: VAB
1

Jadi, tegangan pada R3 sebesar 10 volt. Jawab:


5. Jawaban: b R1R4 R2R3
Rangkaian hambatan disusun menggunakan
Diketahui: RL = 2
konsep transformasi Y. Rangkaian transformasi
R1 = 2 Y sebagai berikut.
R2 = 3
R1
1 = 6 V R3

2 = 9 V RB
R5
Ditanyakan: IL A RA B
Jawab: RC R4
R2
Apabila menggunakan konsep hukum II Kirchoff,
dapat dimisalkan sesuai gambar berikut.
R1R 2
Lampu RA =
R1 + R 2 + R 5

RL = 2 (10)(10)
=
I (10) + (10) + (5)
1 = 6 V 20 4
= 25
= 5 = 0,8
I1 2
R1R 5
II RB =
2 = 9 V R1 + R 2 + R 5

I2 (10)(5)
3 =
(10) + (10) + (5)
I1 + I2 = IL 50
= 25
=2
Pada loop I berlaku:
R 2R 5
E + IR = 0 RC =
R1 + R 2 + R 5
1 I1R1 ILRL = 0
(10)(5)
6 2I1 2IL = 0 =
(10) + (10) + (5)
2I1 + 2IL = 6 50
I1 + IL = 3 . . . (1) = 25
=2
Pada loop II berlaku: Sehingga rangkaiannya menjadi:
E + IR = 0 RS
2 + I1R1 I2R2 = 0 1

I2R2 I1R1 = 2 RA

3I2 2I1 = 9 A B
3(IL I1) 2I1 = 9
RS
3IL 3I1 2I1 = 9 2

3IL 5I1 = 9 . . . (2) RS dan RS dirangkai paralel


1 2

1 1 1
= +
RP R S1 R S1

Fisika Kelas XII 113


1 1 1 1
= 7 + 12 = 2 F
+ 4 F
12 7 2 +1
= 84 + 84 = 4 F
19 4
= 84 CS = = 1,33 F
3
84 CS dan C3 dirangkai paralel
RP = 19 = 4,42
CP = CS + C3
RA dan RP disusun seri sehingga hambatan totalnya:
= 1,33 F + 4 F
Rtot = RA + RP = 5,33 F
= 4 + 4,42
Energi total pada rangkaian
= 8,42
1
Tegangan pada titik AB Wtot = C V2
2 tot
VAB = IR 1
= C V2
= (2)(8,42) 2 P
= 16,84 1
= (5,33 F)(8 V)2
Jadi, gelombang pada titik AB sebesar 16,84 volt. 2
1
7. Jawaban: c = (5,33 F)(64 V)2
2
Diketahui: rAB = 100 cm = 170,56 J
qA = 4c = 1,7 104 joule
qB = 16c
Ditanyakan: rA Jadi, energi total pada rangkaian 1,7 104 joule.
Jawab: 9. Jawaban: b
A EA EB B Diketahui: IA = IB = 20 A
aA = 1 cm = 1 102 m
4c 16c
Ditanyakan: BP
100 cm Jawab:
Arah induksi magnet di titik A masuk ke bidang
EA = EB gambar, sedangkan arah induksi magnet di titik B
qA qB keluar bidang gambar.
k =k
rA2 rB2
0I A
qA qB BA =
= 2 aA
rA2 rB2
(4 107 )(20)
4 16 =
= 2 (1 104 )
x2 (10 x )2
1 2
= 4 104
= 0IB
x 10 x
BB =
10 x = 2x 2 aB
3x = 10 (4 107 )(20)
=
10 2 (3 102 )
x=
3 = 1,33 104
Jadi, posisi titik supaya medan listrik sama dengan
10 Induksi magnet di titik P
nol terletak pada posisi cm dari titik A. BP = BA BB
3
8. Jawaban: d = 4 104 1,33 104
Diketahui: C1 = 2 F = 2,67 104
C2 = 4 F Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 2,67 104
C3 = 4 F tesla.
V = 8 volt 10. Jawaban: c
Ditanyakan: Wtot Diketahui: IA = IB = 10 A
Jawab: aA = 4 cm = 4 102 m
C1 dan C2 dirangkai seri aB = 8 cm = 8 102 m
1 1 1 Ditanyakan: BP
= +
CS C1 C2

114 Ulangan Akhir Semester 1


Jawab: 13. Jawaban: a
Induksi magnetik di titik A keluar bidang, sedang- Diketahui: I1 = 4 A
kan induks magnetik di titik B masuk ke bidang. I2 = 8 A
0I a =2m
BA =
2aA Ditanyakan: BP
(4 107 )(10) Jawab:
=
2(4 102 ) 0I1
B1 =
= 5 105 tesla 2 a1
0I (4 10 7 )(4)
BB = =
2aB 2 (2)
(4 107 )(10) = 4 104
=
2(8 102 ) 0I 2
B2 =
= 2,5 105 tesla 2a2
(4 10 7 )(8)
Induksi magnet di titik P =
2(2)
BP = BA BB
= 5 105 2,5 105 = 8 107 = 25,12 107
= 2,5 105 BP = B2 B1
Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 2,5 105 = 25,12 107 4 107
tesla. = 21,12 107
11. Jawaban: b Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 21,12 107
Diketahui: I =8A tesla.
a =4m 14. Jawaban: a
Ditanyakan: BL Diketahui: N = 50
Jawab: I = 20 A
0I a = 40 cm = 4 101 m
BL = N
2a Ditanyakan: B
1 (4 10 7 )(8) Jawab:
= 2 (4)
= 4 107
0 I N
Jadi, induksi magnet di titik L sebesar 4 107 B =
2 a
tesla. (4 10 7 )(20)(50)
=
12. Jawaban: c 2 (4 101)
Diketahui: I =2A = 5 104
a1 = 0,10 m Jadi, besar induksi magnet di sumbu toroid sebesar
a2 = 0,25 m 5 104 T.
Ditanyakan: BP
Jawab: 15. Jawaban: e
Diketahui: I =5A
B1 = 1 0I a = 3 cm = 3 102 m
4 2a1
1 (4 10 7 )(2) x = 4 cm = 4 102 m
= 4 2(0,10) Ditanyakan: B di titik P
= 106 = 10 107 Jawab:
r = x 2 + a2
B2 = 1 0I
3 cm

r
4 2a2
1 (4 10 7 )(2) = 3 +4
2 2
cm
= P
4 2(0,25)
= 9 + 16 cm 4 cm
= 4 107
= 25 cm
BP = B1 B2
= 5 cm
= 10 107 4 107 = 5 102 m
= 6 107
Jadi, medan magnet di pusat lingkaran sebesar
6 107 T.

Fisika Kelas XII 115


Induksi magnet di titik P F23 0 I 2 I 3
0 I a 2
=
A 2 a23
BP =
2r 3
(4 107 )(3)(3)
(4 107 )(5)(3 102 )2 =
= 2 (8 102 )
2(5 102 )2
= 2,25 105 N/m
= 0,72 10 Wb/m 5 2

F2 F12 F23
Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 0,72 105 A
=
A
+
A
Wb/m2. = 9 105 + 2,25 105
16. Jawaban: b = 11,25 105 N/m
Diketahui: A = 100 cm = 1 m Jadi, gaya per satuan panjang yang dialami kawat
N = 150 A I2 adalah 11,25 105 N/m.
I =5A
19. Jawaban: a
0 = 4 107 Wb/Am Diketahui: I =5A
Ditanyakan: B F = 6,4 1018 N
Jawab: v = 4 105 m/s
IN q = 1,6 1019
B = 1 0
2 A Ditanyakan: a
(4 10 7 )(5)(150) Jawab:
= 2(1)
= 1,5 104 T F =Bqv
Jadi, induksi magnet di ujung solenoid 1,5 104 T. F
B =
qv
17. Jawaban: c
Diketahui: B = 5 mT = 5 103 T 6,4 1018
= = 1 104 T
v = 4 106 m/s (1,6 1019 )(4 105 )
q = 1,6 10-19 C 0 I
B =
Ditanyakan: F 2 a
Jawab: 0 I
a =
F = Bqv 2 B
= (5 103)(1,6 1019)(4 106) (4 107 )(5)
=
= 3,2 1015 N 2 (1 104 )
Jadi, gaya yang bekerja pada muatan sebesar = 10 103 m = 1 102 m = 1 cm
3,2 1015 N.
20. Jawaban: d
18. Jawaban: e Diketahui: m = 40 gram = 4 102 kg
Diketahui: 0 = 4 107 Wb/Am q = 1,6 C
I1 = I2 = I3 = 3 A B = 5 mT = 5 103 T
a1 = 2 cm = 2 102 m r = 8 mm = 8 103 mm
a2 = 8 cm = 8 102 m Ditanyakan: p
Jawab:
Ditanyakan: F2 mv
A r =
Jawab: Bq
p
Arah gaya per satuan panjang pada kawat I2. r =
Bq

F 12 p = Bqr
= (5 103)(1,6)(8 103) kg m/s
I1 I2 F 23
I3 = 64 106 kg m/s
= 6,4 105 kg m/s
Jadi, momentum partikel sebesar 6,4 105 kg m/s.
21. Jawaban: d
F12 I I Arah induksi magnet dapat ditentukan meng-
= 0 12
A 2 a12 gunakan aturan genggaman tangan kanan dengan
(4 107 )(3)(3) ibu jari menunjukkan arah arus, sedangkan
=
2 (2 102 ) genggaman tangan menunjukkan arah induksi mag-
= 9 105 N/m net. Berdasarkan gambar pilihan yang tepat adalah

116 Ulangan Akhir Semester 1


pilihan d dengan arah induksi magnet masuk tegak Jawab:
lurus menembus bidang gambar menjauhi Arah kuat medan magnet dapat ditentukan dengan
pembaca. aturan tangan kanan.
22. Jawaban: b 10 cm
6 cm
Diketahui: I1 = 1 ampere
a = 10 cm = 1 101 m 8 cm B2

F
A
= 8 107 Nm1
Ditanyakan: besar dan arah I2
Jawab:
1 2
F II
A
= 201a2
Arah B1 dan B2 searah yaitu ke arah barat. Besar
(4 10 7 )(1)(I 2 ) kuat medan magnet di pusat lingkaran kawat 2
8 107 =
2 (1 10 1) adalah
B = B1 + B2
8 107 = 2 106I2
0 I a 2 I
8 107 = + 20a
I2 = = 0,4 2r 3
2 106
I a2 1
Jika kedua kawat saling tarik-menarik, arah arus = 20 ( + a)
r3
kawat kedua ke atas. Jadi, besar dan arah arus kawat
kedua (I2) adalah 0,4 ampere ke atas. (4 10 7 )(12) (6 10 2 )2 1
= ( + )
23. Jawaban: d 2 (10 10 2 )3 (6 102 )
Diketahui: A =4m
(4 10 7 )(12) 36 104 1
I = 2,5 A = ( + )
2 103 6 102
B = 0,05 T
Ditanyakan: F 0,216 + 1
Jawab: = (2 107)(12)( )
6 102
Gaya magnet yang dialami penghantar = (2 105)(2,432)
F =IAB = 4,864 105
= (2,5 A)(4 m)(0,05 T) Jadi, kuat medan magnetnya adalah
= 0,5 N 4,864 105 tesla ke arah barat.
Adapun arah gaya magnet dapat ditentukan dengan
aturan tangan kanan. Berdasarkan gambar, jika 25. Jawaban: b
arah arus ke arah timur dan arah kuat medan Diketahui: 1 = 0,03 Wb
magnet mendekati pembaca, arah gaya magnet 2 = 0,05 Wb
ke bawah. t = 0,2 s
N = 50 lilitan
24. Jawaban: c
Ditanyakan: ind
Diketahui: a = 6 cm = 6 102 m
Jawab:
R = 8 cm = 8 102 m

r2 = a2 + R 2 ind = N t
(0,05 Wb 0,03 Wb)
= 62 + 82 cm = 50
0,2 s
= 10 cm = 5,0 V
= 10 102 m Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 5,0 V.
I2 = I2 = 12 A
26. Jawaban: c
Ditanyakan: B2
Diketahui: A = 40 cm = 0,4 m
v = 3 m/s
B =4T
Ditanyakan: ind dan arah
Jawab:
ind = B A v
= (4 T)(0,4 m)(3 m/s)
= 4,8 V

Fisika Kelas XII 117


Arah arus induksi dapat ditentukan menggunakan Jawab:
kaidah tangan kanan. Oleh karena batang AB 0 A N1N 2
digerakkan ke kanan, gaya Lorentz yang bekerja M=
A
pada batang berarah ke kiri. Jari tengah yang (4 10 7 )(1,63 10 3 )(200)(100)
ditekuk ke kiri menunjukkan arah gaya Lorentz = 0,2
sedangkan medan magnet keluar bidang ditunjuk-
= 6,4 10 5
kan oleh jari telunjuk. Arah ibu jari menunjukkan
arah arus induksi yaitu dari A ke B. Jadi, arus Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
induksi yang timbul sebesar 0,8 A dari A ke B. 6,4 105 H.

27. Jawaban: a 31. Jawaban: c


Diketahui: = 20 rad/s
dI
Diketahui: = 200 mA/s = 0,2 A/s B = 2,5 T
dt
N = 200 lilitan A = 0,05 m2
L =2H Vm = 1.200 V
Ditanyakan: ind Ditanyakan: N
Jawab: Jawab:
dI Vm = N B A
ind = L Vm
dt
N=
= (0,2 H)(2 A/s) BA
= 0,4 V 1.200 V
= = 480
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 0,4 V. (2,5 T)(0,05 m2 )(20 rad/s)

28. Jawaban: a Jadi, jumlah lilitan kumparan 480 buah.


Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m 32. Jawaban: c
N = 200 lilitan Diketahui: L = 1,5 H
A = 2 cm2 = 2 104 m2 I = 2t2 + 4t 2
0 = 4 107 Wb/Am ind = 30 V
Ditanyakan: L Ditanyakan: t
Jawab: Jawab:
0 N 2 A dI
L=
A ind = L
dt
(4 107 )(200)2 (2 104 ) d (2t 2 + 4t 2)
= 30 = (1,5)
(0,3) dt
= 1,067 105 30 = 1,5(4t + 4)
Jadi, induktansi diri solenoid sebesar 1,067 10 H.
5 36 = 6t
6= t
29. Jawaban: b Jadi, GGL induksi 30 V pada saat t = 6 s.
Diketahui: L = 3,6 H
I =2A 33. Jawaban: e
Ditanyakan: W Pada trafo ideal berlaku daya masuk sama dengan
Jawab: daya keluar.
Pmasuk = Pkeluar
W = 1 LI 2
2 VpIp = VsIs
1 2 Y(2,0) = (1.200)(0,05)
= (3,6 H)(2 A) = 7,2 J
2
Jadi, energi yang tersimpan dalam solenoid Y = 30
sebesar 7,2 J. Perbandingan jumlah lilitan sama dengan
perbandingan tegangan.
30. Jawaban: b
Np Vp
Diketahui: A = 20 cm = 0,2 m =
Ns Vs
N1 = 200 lilitan
N2 = 100 lilitan 200 30
=
A = 16 cm2 = 1,6 103 m2 X 1.200

Ditanyakan: M X = 8.000
Jadi, X = 8.000 lilitan dan Y = 30 V.

118 Ulangan Akhir Semester 1


34. Jawaban: b Ditanyakan: maks
Diketahui: Np : Ns = 2 : 15 Jawab:
Vp = 30 V maks = N B A
= (400)(3,0)(0,12)(5)
Ip = 2 A
= 720
P = 15 W Jadi, GGL maksimum sebesar 720 V.
Ditanyakan: N
Jawab: 37. Jawaban: e
Diketahui: V s = 150 kV = 150.000 V
Np Vp
= Vp = 200 V
Ns Vs
Np = 300
2 30 V
= Vs
Ditanyakan: Ns
15
Jawab:
450 V
Vs = Vp Np
2 =
Vs Ns
= 225 V
Pkeluar = Pmasuk 200 V 300
= Ns
150.000 V
= VpIp p
45.000.000 V
= (30 V)(2 A) 15 W Ns =
200 V
= 60 W 15 W
= 225.000
= 45 W
Jadi, lilitan sekunder berjumlah 225.000 lilitan.
Pkeluar
Is = 38. Jawaban: c
Vs
45 W
Diketahui: ind = 2,4 V
= = 0,2 A I1 = 20 mA = 0,02 A
225 V
I2 = 10 mA = 0,01 A
Jadi, arus keluaran trafo sebesar 0,2 A. t = 5 ms = 0,005 s
35. Jawaban: d Ditanyakan: L
Diketahui: Ip = 1,5 A Jawab:
Vp = 220 V dI
= L
P = 30 W dt
Ditanyakan: I 2 I1
= L
Jawab: t
Pkeluar = Pmasuk P 0,02 0,01
2,4 = L
0,005
= VpIp P
2,4 = L(2)
= (220 V)(1,5 A) 30 W L = 1,2
= 330 W 30 W Jadi, induktansi diri induktor sebesar 1,2 H.
= 300 W
39. Jawaban: b
Pkeluar Diketahui: L = 0,6 H
= 100%
Pmasuk I = t2 4t + 5
t =1s
= 300 100%
330 Ditanyakan: ind
= 90,9% 91% Jawab:
Jadi, efisiensi trafo 91%. dI
ind = L
dt
36. Jawaban: a
d (t 2 4t + 5)
Diketahui: A = 30 cm 40 cm = (0,6)
dt
= 1.200 cm2 = 0,12 m2
= 0,6(2t 4)
N = 400 lilitan
= 0,6(2(1) 4)
B = 3,0 T
= 0,6(2)
= 150 rpm
= 1,2
2
= 150 rad/s = 5 rad/s Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 1,2 V.
60

Fisika Kelas XII 119


40. Jawaban: b 3. Diketahui: I1 = I2 = 4 A
Diketahui: Vp = 40 V a1 = 40 cm
Ip =2A
a2 = 10 cm
Vs = 200 V
Ditanyakan: Bp
= 80%
Jawab:
Ditanyakan: I s
0I1
Jawab: B1 =
2 a1
Pkeluar
= 100% (4 107 )(4)
Pmasuk =
2 (4 101)
VsI s
= 100% = 2 106 T
VpIp
0I 2
B2 =
80% =
200Is
100% 2 a2
(40)(2) (4 107 )(4)
=
Is = 0,32 2 (1 101)
Jadi, arus Is sebesar 0,32 A. = 8 106 T
BP = B1 + B2
B. Uraian
= 2 106 + 8 106
1. Diketahui: nada dasar = f0 = 8 106
f 0 = 2f0 Jadi, induksi magnet di titik P adalah 1 105 T.
Ditanyakan: F 4. Diketahui: I1 = 30 A
Jawab: I2 = 40 A
FA a1 = 25 cm = 0,25 m
v=
m
a2 = 75 cm = 0,75 m
F1A
v1 m
L = 30 cm = 0,3 m
=
v2 F2A 0 = 4 107 Wb/Am
m
Menentukan arah gaya dengan kaidah tangan kanan.
f0 F1 f0 F1
= = Q
f0 F2 2f0 F2 D C
2
f0 F1
= FCD
4f0 2 F2 I2
F AB L
F2 = 4F1 I1 F AD F BC

Jadi, tegangan dawai diubah menjadi empat kali


tegangan dawai semula. A B
P
2. Potensial listrik bola berongga dapat dirumuskan: a1 d
1 q a2
V=
4 0 r
0 I1 I 2
maka: FAD = 2 a1
L
1 q
V1 = (4 107 )(30)(40)
4 0 Y = 0,3
(2 )(0,25)
1 q
V2 = = 2,88 104 N
4 0 X
Beda potensial keping I dan keping II 0 I1 I 2
FBC = 2 a2
L
V = V1 VII
1 q 1 q (4 107 )(30)(40)
= = 0,3
4 0 4 0 (2 )(0,75)
Y X
q 1 1 = 0,96 104 N
= ( )
4 0 Y X
FAD dan FBC berlawanan arah sehingga resultan
q X Y
= ( ) gaya adalah selisih aljabar antara kedua gaya.
4 0 XY

120 Ulangan Akhir Semester 1


F = FAD FBC 8. Diketahui: A = 40 cm = 0,4 m
= (2,88 104) (0,96 104) R = 15
= 1,92 104 N I = 0,02 A
Besar gaya magnet pada kawat ABCD sebesar B = 0,5 T
1,92 104 N. Ditanyakan: v
Jawab:
5. Diketahui: q = 1,6 1019 C ind = IR
v = 1,5 106 m/s = (0,02 A)(15 )
B = 2 103 T = 0,3 V
= 60
Ditanyakan: F ind = Blv
Jawab:
v = BindA
F = B q v sin
= (2 103)(1,6 1019)(1,5 106) sin 60 0,3V
= (0,5 T)(0,4 m)
= 1,5
3 19 6 1
= (2 10 )(1,6 10 )(1,5 10 )( 3) Arah kecepatan dapat ditentukan menggunakan
2
= 2,4 3 10 N 28 kaidah tangan kanan untuk gaya Lorentz. Ibu jari
menunjukkan arah arus, jari telunjuk menunjukkan
Jadi, gaya Lorentz elektron sebesar 2,4 3 1028 N.
arah medan magnet, sedangkan jari tengah yang
6. Diketahui: I = 20 ampere ditekuk menunjukkan arah gaya Lorentz.
N = 30 Berdasarkan kaidah tersebut diketahui gaya
a = 25 cm = 2,5 102 m Lorentz berarah ke kiri. GGL induksi yang timbul
Ditanyakan: B selalu berlawanan dengan penyebabnya. Dengan
Jawab: demikian arah gerak batang AB berlawanan dengan
arah gaya Lorentz, yaitu ke kanan. Jadi, batang
0 I N
B = AB bergerak ke kanan dengan kecepatan 1,5 m/s.
2a
(4 107 )(20)(30) 9. Apabila pada rangkaian dipasang induktor,
=
2(2,5 102 ) perubahan arus listrik pada rangkaian akan
= 4,8 103 T menimbulkan GGL induksi pada induktor. GGL
induksi selalu melawan perubahan arus listrik.
Jadi, induksi magnetik di pusat kumpatan sebesar
Dengan demikian ketika lampu dinyalakan akan
4,8 104 T.
terjadi perubahan arus dari tidak ada (nol) menjadi
7. Diketahui: A = 40 cm 25 cm ada. GGL induksi yang timbul melawan polaritas
= 1.000 cm2 = 0,1 m2 baterai sehingga lampu tidak langsung menyala
dB terang.
dt
= 2 102 T/s
10. Diketahui: N = 400
N =1
A = 0,25 m2
Ditanyakan: ind
Jawab: B = 0,5 T
120
ind = N = rpm = 4 rad/s
t
dBA
Ditanyakan: maks
= N dt Jawab:
dB
maks = N B A
= N dt = (400)(0,5 T)(0,25 m2)(4 rad/s)
= 200 V
= (1)(0,1 m2)(2 102 T/s)
Jadi, GGL maksimum generator sebesar 200 V.
= 2 103 V
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 2 103 V.

Fisika Kelas XII 121


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. memahami besaran-besaran dalam rangkaian listrik bolak-balik (AC).
2. mengetahui penerapan rangkaian listrik bolak-balik (AC) dalam kehidupan sehari-hari
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. melakukan pengukuran besaran-besaran dalam listrik bolak-balik.
2. memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan rangkaian listrik bolak-balik.

Listrik Bolak-Balik

Besaran dalam Rangkaian Listrik


Listrik Bolak-Balik Bolak-Balik

Melakukan diskusi membedakan listrik searah Melakukan diskusi menyebutkan macam-macam


dengan listrik bolak-balik dan menyebutkan rangkaian listrik bolak-balik.
besaran-besarannya. Melakukan praktikum untuk menyelidiki rangkaian
Melakukan praktikum menyelidiki tegangan bolak- seri RLC.
balik yang mencakup penyelidikan bentuk dan Melakukan observasi tentang cara kerja tuning
cara pembacaan menggunakan osiloskop. radio.
Membuat tulisan tentang filter.

Mensyukuri nikmat Tuhan telah diciptakannya listrik bolak-balik yang sangat bermanfaat bagi
perkembangan teknologi.
Terampil dalam melakukan pengukuran besaran-besaran listrik bolak-balik.
Mampu menjelaskan besaran-besaran dalam listrik bolak-balik.
Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam rangkaian listrik bolak-balik.
Mampu memahami pola rangkaian RLC dan terampil dalam mengukur besaran-besaran yang
terdapat di dalamya.
Mampu menjelaskan cara kerja tuning radio berdasarkan pola rangkaian.
Mampu memahami karakteristik filter yang dituangkan dalam sebuah tulisan.

122 Listrik Bolak-Balik


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: c
1. Jawaban: a Berdasarkan gambar, dapat diperoleh data sebagai
Tegangan PLN sebesar 220 volt artinya: berikut.
1) Tegangan efektif Vef = Vrms = 220 volt AC. T = 10 ms = 1 102 s
2) Tegangan maksimum Vm = 5 V
Oleh karena itu dapat ditentukan nilai besaran-
Vm = Vef 2 =220 2 volt AC. besaran:
3) Tegangan puncak ke puncak Vpp = 440 2 1
1) Frekuensi tegangan f = 1 = = 100 Hz
volt AC. T 1 102 s
2. Jawaban: a 2) Tegangan maksimum Vm = 5 V
Diketahui: C = 1 nF = 1 109 F 5
f = 50 Hz 3) Tegangan efektif/RMS Vef = Vrms = V
2
Ditanyakan: XC 4) Kecepatan sudut tegangan
Jawab:
2 2
1 = T = = 200 rad/s
XC = 1 102 s
C
Jadi, pernyataan yang tepat ditunjukkan oleh
1 nomor 2), 4), dan 5).
= 2 (50 Hz)(1 109 F)
6. Jawaban: c
= 0,318 107 = 3,18 106
Jadi, reaktansi yang dimiliki kapasitor sebesar Diketahui: Vef = 10 2 V
3,18 106 . f = 20 Hz
Ditanyakan: bentuk sinyal tegangan
3. Jawaban: d
Jawab:
Diketahui: R =10
L =10 mH = 10 103 H Vm = Vef 2
XL = L = (2 )(50 Hz)(10 103 H)
= ( 10 2 V)( 2 ) = 20 V
= 10 101 =
Ditanyakan: Zs 1 1
T= = = 0,05 s = 50 ms
Jawab: f 20 Hz
Zs = R + jL Jika digambarkan dalam kurva sinusoidal sebagai
berikut.
| Zs | = (R + j L )(R j L )
V (volt)
2 2 20
= R + (L )
0 t (ms)
= 102 + (1 )2 25 50 75 100

= 10,48
Jadi, hambatan total rangkaian sebesar 10,48 . 7. Jawaban: e
4. Jawaban: e Diketahui: I = 0,2 sin 10t A
Ditanyakan: Ir
Diketahui: V = 1,5 2 sin t volt
Jawab:
R =15
Im 0,2 A
Ditanyakan: Ief Ir = = = 0,06 A

Jawab:
Jadi, arus rata-rata yang dibawa oleh sinyal arus
Vm 1,5 2 bolak-balik tersebut sebesar 0,06 A.
Vef = 2
= V =1,5 V
2
8. Jawaban: a
Vef 1,5 V
Ief = = = 0,1 A Diketahui: C1 = C2 = 10 nF = 1 108 F
R 15
f = 30 Hz
Jadi, arus yang mengalir pada lampu sebesar 0,1 A. Ditanyakan: Z

Fisika Kelas XII 123


Jawab: maksimum dan puncak ke puncak dapat dideteksi
C = C1 + C2 = 2 108 F dengan osiloskop.
= 2f = 2 (30 Hz) =188,4 rad /s
2. I(t) = Im sin t I(t) = 0,5 sin 100 t ampere
1 a. Im= 0,5 A
Z = j C
b. Ipp = 2Im = (2)(0,5 A) = 1 A

|Z|= ( j )( j )
1
C C
1
c. Irms =
Im
2
= 0,5 A
2
= 0,25 2 A
d. = 2 f 100 = 2 f
1 1
= C = = 2,65 105 100
(188,4)(2 108 ) f = 2 = 50 Hz
Jadi, impedansi total susunan kapasitor tersebut
sebesar 2,65 105 . 3. Cp = C + C = 2C
9. Jawaban: b Zs = ZR + ZCp
Diketahui: Vm = 8 V 1
= R j C
T = 20 ms = 2 102 s p

(R j )(R j )
Ditanyakan: V(t) 1 1
Jawab: | Zs | = 2C 2C
2 2
= = = 100 s
T 2 102 s R2 +
1
=
V(t) = Vm sin t = (8 sin 100 t) volt 4 2C 2
Jadi, persamaan/fungsi tegangan berdasarkan 1
kurva tersebut adalah V(t) = (8 sin 100 t) volt. = R2 +
4 X C2
10. Jawaban: e
Diketahui: Ief = 5 mA 4. Diketahui: Amplitudo sinyal tegangan
Ditanyakan: Ipp Vm = (2 DIV)(0,5 VOLT/DIV)
Jawab: = 1 VOLT
Ipp = 2Im Periode sinyal tegangan
T = (4 DIV)(0,1 SEKON/DIV)
= 2Ief 2 = 0,4 SEKON
= (2)(5 mA)( 2 ) Ditanyakan: V(t)
Jawab:
= 10 2 mA
2 2
Jadi, arus puncak ke puncak yang mengalir pada = T
= 0,4 s
= 5 rad/s
resistor sebesar 10 2 mA. V(t) = Vm sin t = (1 sin 5 t) volt
Jadi, fungsi sinyal tegangan yang ditunjukkan pada
B. Uraian layar osiloskop adalah V(t) = (1 sin 5 t) volt.
1. Angka 6 volt pada voltmeter menunjukkan bahwa 5. Induktor tersusun atas lilitan kawat. Jika dialiri arus
tegangan efektif keluaran trafo sebesar 6 V. bolak-balik, maka akan timbul medan magnet. Inilah
Tegangan yang dapat terukur pada voltmeter cara induktor menyimpan energi listrik, yaitu dalam
adalah tegangan efektifnya. Sedangkan tegangan wujud medan magnet di sekitar kawat berarus.

A. Pilihan Ganda Jawab:


1. Jawaban: c XL = L = (200 rad/s)(0,075 H) = 15
Diketahui: R = 12 1 1
XC = C = (200 rad/s)(5 104 F) =10
L = 0,075 H
C = 500 F= 5 104 F
|Z| = R 2 + (X L X C )2
= 200 rad/s
V = (26 sin 200t) V
Ditanyakan: I
= (12 )2 + (15 10 )2

= 144 2 + 25 2 = 13

124 Listrik Bolak-Balik


Gunakan hukum Ohm untuk menentukan nilai arus Dengan demikian, apabila frekuensi diperbesar dua
yang mengalir kali semula maka reaktansi induktif akan menjadi
V 26 V dua kali semula. Akibatnya, impedansi rangkaian
I = Z = 13 = 2 A ikut berubah.
Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut
7. Jawaban: a
sebesar 2 A.
Pada resistor I = Im sin t dan V = Vm sin t
2. Jawaban: b Arus sesaat sama dengan tegangan sesaat
Diketahui: L = 0,8 H sehingga sudut fase tegangan dan arus sama.
C = 8 F= 8 106 F
= 500 rad/s 8. Jawaban: a
V = 200 V 1 1
Z = 250 1) fr = Hz
2 LC
Ditanyakan: R
1 1
Jawab: f r2 = 2 Hz
4 (10 103 )(25 10 6 )
XL = L = (500 rad/s)(0,8 H) = 400
1 1 1 1
XC = = = 250 = (4) Hz = Hz
C (500 rad/s)(8 106 F) 4 2 2

1
|Z|= R 2 + (X L X C )2 fr = Hz = Hz
1
2
250 = R 2 + (X L X C )2 1 1
2) f r2 = 2 Hz
(250 )2= + (400 250
R2 )2 4 (10 103 )(20 10 6 )
R2 = 62.500 2 22.500 2
1 5
= (5) Hz = Hz
R= 40.000 = 200 2 4 2 4 2

Jadi, nilai resistansi hambatan sebesar 200 . 5 1


fr = Hz = 2 5 Hz
3. Jawaban: c 4 2
Pada rangkaian R dan C, tegangan selalu tertinggal 1 1
3) f r2 = 2 Hz
sebesar 2 terhadap arus. Pada rangkaian R dan 4 (10 10 )(10 10 6 )
3


L, tegangan mendahului arus sebesar 2 . =
1 10
(10) Hz = Hz
4 2 4 2
4. Jawaban: e
Resonansi terjadi bila XL = XC dan Z = R. 10 1
fr = Hz = 2 10 Hz
Impedansi rangkaian dirumuskan sebagai berikut. 4 2

1 1
Z= R 2 + ( X L X C )2 4) f r2 =
4 2 (5 103 )(25 106 )
Apabila nilai XL = XC, maka impedansi rangkaian
(Z ) sama dengan hambatan R. Dengan demikian, 1 2
= (8) Hz = Hz
akan terjadi resonansi pada rangkan R-L-C. 4 2 2

5. Jawaban: c 2 1
fr = Hz = 2 Hz
Jika XL > XC, maka rangkaian bersifat induktif. Arus 2
I tertinggal 90o terhadap tegangan V. Oleh karena
1 1
itu jawaban yang benar adalah opsi c. 5) f r2 =
4 2 (5 103 )(20 106 )
6. Jawaban: d
V 1 10
Pada rangkaian induktor murni berlaku Im = mL = (10) Hz = Hz
4 2 4 2
dengan = 2f. Jika frekuensi sumber menjadi
dua kali semula, arus yang mengalir akan menjadi 10 1
fr = Hz = 2 10 Hz
0,5 kali semula. Kecepatan sudut menjadi dua kali 4 2
semula. Jadi, Andi harus memilih induktor dengan
Reaktansi induktif dirumuskan: induktansi 10 mH dan kapasitor dengan kapasitansi
XL = L 25 F.

Fisika Kelas XII 125


9. Jawaban: c j L + R + R 2LC j L + R + R 2LC
1
Resonansi terjadi apabila Z = R. Oleh karena itu, | | = jR L jR L
Z
besar XL harus sama dengan XC.
2L2 + R 2 + 2R 2 2LC + R 2 4L2C 2
10. Jawaban: a =
R 2 2L2
Diketahui: R = 30
L = 10 mH = 0,01 H X L 2 + R 2 + 2R 2X L X C + R 2 X L 2 X C2
V =6V =
R 2X L 2

fr = 500 Hz
Ditanyakan: C dan I 1
Jawab:
=
RX L
X L 2 + R 2 + 2R 2 X L X C + R 2X L 2X C2

1 1 RX L
fr = Z=
2 LC
X L + R + 2R 2X L X C + R 2X L 2X C2
2 2

500 Hz = 1 1
2. Diketahui: VR = 20 V
2 (0,01H)(C )
VL = 30 V
1 1
2,5 105 Hz = VC = 50 V
4 (0,01H)(C )
I =2A
1 Ditanyakan: P
2,5 105 Hz =
(0,04 H) C Jawab:
C = 3,18 105 F = 3,18 F
XL = L
V = VR2 + (VL VC )2
= 2(500 Hz)(0,01 H) = 400 + 400
= 31,4
1 = 800
XC = C
= 20 2
1 P = VI cos
= 2 (500 Hz)(3,18 10 5 F)
V
= 10 = VI VR
20 V
Z = R 2 (X L X C )2 = ( 20 2 V)(2 A) 20
2 V
= 40 watt

= 30 2 (31,4 10 )2 Jadi, daya yang diserap rangkaian sebesar 40 watt.


3. Diketahui: R = 400
= 900 2 457,96 2 f = 50 Hz
= 21,04 21 V = 20 sin t volt
Ditanyakan: a. Im
V 6V
b.
I = = 21 = 0,285 A = 285 mA
Z 1
Jadi, kapasitansi kapasitor dan arus yang mengalir c. IR t = 75 sekon
dalam rangkaian secara berturut-turut sebesar 1
d. IR t = 50 sekon
31,8 F dan 285 mA.
Jawab:
B. Uraian a. XR = R = 400
1. Rangkaian tersebut menunjukkan rangkaian para- Vm 20 V
Im = XR = 400
= 0,05 A
lel R L C. Persamaan impedansinya sebagai
berikut. b. = 2 f = (2)(50 Hz) = 100 rad/s
1 1 1 1 c. I = Im sin t
= + + ZC = (0,05 sin 100 t) A
Z ZR ZL
1
1 I = (0,05 sin 100 )( 75 )) A
= 1 + jC t
1
R j L 75
= (0,05)(0,86) A = 0,043 A

126 Listrik Bolak-Balik


1 Jadi, persamaan arus pada rangkaian induktif di
d. I = (0,05 sin 100 ( 50 )) A
t
1

50 atas adalah I = 5 sin (200t 2 ) A.
= (0,05)(0) A = 0 A
4. XL = L = (200)(0,2) = 40 5. Syarat terjadinya resonansi rangkaian listrik bolak-
balik adalah impedansi total rangkaian minimum.
Vm 200 V
Im = = =5A Keadaan ini tercapai jika nilai reaktansi kapasitif
XL 40
sama dengan nilai reaktansi induktif sehingga
impedansi total rangkaian hanya bernilai Z = R.
Arus pada rangkaian induktif tertinggal 2 terhadap
Selain itu, resonansi terjadi jika sudut fase rangkaian
tegangannya. Oleh karena itu, persamaan arus adalah nol. Apabila impedansi rangkaian bernilai
yang mengalir dalam rangkaian sebagai berikut. Z = R, maka arus dan tegangannya sefase atau
= 0.
I = Im sin t 2 = 5 sin (200t 2 ) A

A. Pilihan Ganda
108
1. Jawaban: b = 4 106 +
985,96
Diketahui: R = 50
= 2,02 103
L = 10 mH = 0,01 H
= 4,10 106
V = 220 V
f = 50 Hz 2

Ditanyakan: Z 2) |Z| = R 2 + 1
C
Jawab:
= 2 f = (2 )(500 Hz) = 1.000 rad/s 4 106 +
1
XL = L = (1.000 rad/s)(0,01 H) = 10 = 2 (4 10)4

Z = R 2 + X L2 = 502 + (10 )2 108


= 4 106 +
631,01
= 2.500 + 985,96
= 2,04 103
= 3.485,96 = 59,04 59 = 4,16 106
Jadi, impedansi total rangkaian sebesar 59 . 2
3) |Z|= R 2 + 1
2. Jawaban: d C
Resistor adalah komponen yang hanya mendisipasi 1
energi artinya komponen ini hanya dapat mem- = 9 106 +
2 (5 10)4
buang energi dalam bentuk panas. Hal ini berbeda
dengan komponen kapasitor dan induktor. Kapasitor 108
keping sejajar misalnya. Kapasitor jenis ini memiliki = 9 106 +
985,96
kemampuan menyimpan energi listrik yang me-
= 3,01 103
lewatinya dalam bentuk medan listrik. Sementara
= 9,10 106
induktor yang memiliki morfologi berupa lilitan
mampu menyimpan energi listrik dalam bentuk 2

medan magnet. Hal ini sesuai dengan hukum 4) |Z| = R 2 + 1


C
Faraday. Oleh karena itu, jawaban yang benar
1
adalah pernyataan 2) dan 5). = 9 106 +
2 (3 10)4
3. Jawaban: c
108
2 = 9 106 +
R 2 + 1
354,95
1) |Z| =
C = 9,05 103
= 9,28 106
2
1
4 106 +
10)4
=
2 (5

Fisika Kelas XII 127


2 s
5) |Z|= R 2 + 1 T = (4 DIV)(0,5 DIV ) = 2 s
C
1 1
6 1 f = T = 2 106 s = 5 105 Hz = 500 kHz
= 16 10 +
2 (3 10)4 Persamaan tegangan yang terukur:
V = Vm sin 2 f t
108
= 16 106 + = 10 sin ((2 )(5 105)) t
354,95
= 10 sin 106 t volt
= 4,04 103 = 16,28 106
Jadi, frekuensi masukan tuning sebesar 500 kHz
4. Jawaban: c dan persamaan tegangan yang terukur
Grafik pada soal menunjukkan tegangan dan arus V = 10 sin 106 t volt.

memiliki beda fase sebesar 2 atau 90. Tegangan 8. Jawaban: d
mendahului 90 terhadap arus. Oleh karena itu, Diketahui: L = 10 mH = 1 102
grafik pada soal menunjukkan grafik tegangan C = 100 F = 104 F
terhadap arus pada rangkaian induktif. Ditanyakan: fr
Jawab:
5. Jawaban: e
1 1
R1R 2 fr =
2 LC
Diketahui: R = R1 + R 2 =12
1 1
L = 75 mH = 0,075 H =
2 (102 H)(104 F)
C = 500 F = 5 104 F
V = (28 sin 100t) volt 1 500
Ditanyakan: Im = 2 103 Hz = Hz
Jawab: Jadi, frekuensi resonansi rangkaian sebesar
XL= L = (100 rad/s)(0,075 H) = 75
500
1 1
Hz.
XC = = 4
= 20
C (100 rad/s)(5 10 F)
9. Jawaban: c
|Z| = 2
R + (X L X C ) 2 Diketahui: = 80%
Vin = 220 V
= 122 + (75 20)2 Vout =6V
Iin = 5 mA
= 144 + 3.025
f = 50 Hz
= 3.169 = 56,3 Ditanyakan: L
Jawab:
V 28
Im = Zm = 56,3 = 0,497 A 0,5 A VoutI out
= VinIin
Jadi, arus yang keluar dari titik D sebesar 0,5 A.
(6 V)I out
6. Jawaban: a 80% =
(220 V)(5 103 A)
Sifat-sifat rangkaian seri R L C sebagai berikut. 0,88 A
1) Tegangan pada resistor VR sefase dengan Iout = = 0,146 0,15 A
(6)
arus I. Vout 6V
2) Tegangan pada kapasitor VC tertinggal Rout = I out
= 0,15 A = 40

sebesar 2 terhadap arus I. Rout = XL = L
40 = (50 Hz) L
3) Tegangan pada induktor VL mendahului 2
40
terhadap arus I. L= = 0,8 H
50 Hz
4) Apabila ZL = ZC rangkaian memiliki impedansi Jadi, induktansi kawat sebesar 0,8 H.
total sebesar R dan dalam keadan ini terjadi
resonansi. 10. Jawaban: a
1
7. Jawaban: e Diketahui: L = H
25 2
Vm = 2 DIV = (2 DIV)(5V/DIV) = 10 volt
= 4 DIV C = 25 F = 25 106 F
Ditanyakan: f

128 Listrik Bolak-Balik


Jawab: Jawab:
1 1
XL = L
f = 2 Hz = (500)(0,02)
LC
= 10
1 1
= Hz
2 ( )1
25 2
(25 106 ) Z = X R2 + X L 2
1
= 2 2 106 Hz = 102 + 102 = 10 2
103 V 6V
= Hz Ief = Zef = 10 2 = 0,3 2 A
2

= 0,5 103 Hz = 0,5 kHz P = Ief Vef cos


Jadi, frekuensi resonansi sebesar 0,5 kHz. = Ief Vef
10
11. Jawaban: d = ( 0,3 2 A)(6 V) 10 =1,8 W
2
Apabila XC > XL, rangkaian bersifat kapasitif. Arus
Jadi, daya rangkaian seri R L tersebut sebesar
listrik mendahului tegangan sebesar 2 .
1,8 watt.
Jadi, grafik yang tepat adalah d.
15. Jawaban: b
12. Jawaban: e Diketahui: L = 20 mH = 0,02 H
Diketahui: R = 120 V = (6 sin100t) volt
XL = 130 Ditanyakan: I
Xc = 40 Jawab:
Vef = 200 V XL =(100 rad/s)(0,02 H) = 2
f = 50 Hz V 6V
I= XL = 2
=3A
Ditanyakan: VR
Jawab: Oleh karena dalam rangkaian induktif arus didahului

tegangan sebesar 2 , maka persamaan arus
Z = R 2 + ( X L X C )2
menjadi:
= 1202 + (130 40)2
I = 3 sin (100t 2 ) A
= 14.400 + 8.100 = 22.500 = 150
16. Jawaban: a
V 200 4
Ief = Zef = 150 = 3 A Rangkaian L Cakan bersifat kapasitif jika VC > VL

4 dan memiliki sudut fase sebesar 2 .
VR = Ief R = (3 A)(120 ) = 160 volt
Rangkaian L C akan bersifat kapasitif jika VL > VC
Jadi, tegangan efektif pada resistor sebesar 160 V.
dan memiliki sudut fase sebesar 2 .
13. Jawaban: b
Apabila nilai Z = 0 sebagai konsekuensi dari
Gambar di atas menunjukkan kurva karakteristik
XL = XC, VL = VC akan terjadi resonansi.
filter low pass atau tapis rendah. Berdasarkan
keterangan gambar, filter meloloskan frekuensi dari 17. Jawaban: e
02.000 Hz dan memblokir frekuensi di atas 2.000 Hz. Diketahui: L = 0,4 H
Filter tidak melakukan penguatan karena tidak C = 10 F = 1 105 F
menggunakan komponen aktif untuk menguatkan V = 20 V
sinyal output. Ditanyakan: fr
Jawab:
14. Jawaban: d
1 1
Diketahui: R = 10 fr =
2 (0,4 H)(1 105 F)
L = 20 mH = 0,02 H
1 250
= 500 rad/s = 2 (500 Hz) = Hz
Vef =6V
250
Ditanyakan: P Jadi, rangkaian beresonansi pada frekuensi Hz.

Fisika Kelas XII 129


18. Jawaban: d 1 1
XC = C = (200)(4 10 6 )
= 1.250
Diketahui: R = 30
L = 0,6 H
C = 500 F = 5 104 F Z= R 2 + ( X L X C )2
V = 200 sin 100t volt
Ditanyakan: Pr 1.300 = (1.2002 ) + ( X L X C )2
Jawab:
XL = L = 100(0,6) = 60 1.690.000 = 1.440.000 + (XL XC)2
1 1 1 XL XC = 250.000
XC = C = = = 20
100(5 104 ) 5 102
XL 1.250 = 500
Z = R 2 + (X L X C )2 P = VefIef cos XL = 1.750
= Vef Vef cos 1.750
= 302 + (60 20)2 X
L = L = = 8,75 H
Z 200 rad/s
200
200 R Jadi, nilai L sebesar 8,75 H.
= 900 + 1.600 = ( 2
) Z
2 50 20. Jawaban: b
4
= 2.500 = 4 10 1 30 Diketahui: Vm = 12 V
2 50 50 Ir = 2 A
= 50 = 240 watt Ditanyakan: P
Jadi, daya rata-rata rangkaian adalah 240 watt. Jawab:
19. Jawaban: d Oleh karena sefase, maka dapat dipastikan rangkaian
Diketahui: R = 1.200c bolak-balik bersifat resistif.
C = 4 F = 4 106 F 2V (2)(12 V)
Vr = m =
= 24 V
= 200 rad/s
I = 200 mA = 0,2 A P = Vr Ir
V = 260 V = (24 V)(2 A)
Ditanyakan: L = 48 W
Jawab: Jadi, daya rangkain sebesar 48 watt.
V 260
Z = I = 0,2 Jawaban: d
B. Uraian
Diketahui: R = 1.200
1. Arus maksimum sama dengan amplitudo sinyal
C = 4 F = 4 106 F
arus, yaitu 10 mA.
= 200 rad/s Untuk menentukan persamaan arus, tentukan
I = 200 mA = 0,2 A dahulu frekuensi sudut.
V = 260 V 2 = 20 ms T = 10 ms = 0,01 s
Ditanyakan: L Tentukan sudut fase
Jawab: I = Im sin ( t + )
V 260
Z= I = = 1.300 Misalkan, ambil t = 2,5 sekon I = 10 A
0,2

XC =
1
C =
1
(200)(4 10 6 )
= 1.250 I = Im sin ( 2
T
t + )
2
Z= R 2 + ( X L X C )2 10 = 10 sin ( 0,01s (2,5 s) + )

1 = sin (500 + )
1.300 = (1.2002 ) + ( X L X C )2
1 = sin 500 cos + cos 500 sin
1.690.000 = 1.440.000 + (XL XC)2 1 = 0 + sin
XL XC = 250.000 = arc sin (1)
XL 1.250 = 500 3
= 2
XL = 1.750
Sehingga persamaan arus adalah
X 1.750
L = L = 200 rad/s
= 8,75 H 3
I = 10 sin (200t + 2 )
Jadi, nilai L sebesar 8,75 H. = 1.300

130 Listrik Bolak-Balik


2. Jawaban: a V
Diketahui: Z = 100 Ief = Zef
R = 40 240 V
I = 100 mA = 0,1 A = 150 = 1,6 A
Ditanyakan: Prata-rata Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian
Jawab: sebesar 1,6 A.
V
Z = I V = I Z = (0,1 A)(100 ) = 10 volt b. VL = Ief XL = (1,6 A)(60 ) = 96 V
VR = Ief R = (1,6 A)(120 ) = 192 V
P = V I = 10(0,1) = 1 watt
Jadi, daya rata-rata rangkaian 1 W. VC = Ief XC = (1,6 A)(150 ) = 240 V
Jadi, VL = 96 V, VR = 192 V, dan VC = 240 V.
dl
3. V = L dt
xL x C
c. tan =
d (t 4t 2 ) R
= (0,1)
dt (60 150 )
=
= (0,1)(1 8t) 120
= 0,1 0,8t 90
=
GGL pada t = 2 s V = 0,1 (0,8)(2) = 1,5 V 120
Jadi, GGl induksi yang timbul saat t = 2 s sebesar 3
=
1,5 V. 4
= 36,87
4. Rangkaian seri L C terdiri atas induktor dan Jadi, beda fase rangkaian 36,87.
kapasitor yang tersusun seri dan dihubungkan
dengan sumber tegangan bolak-balik. Sifat 6. Berdasarkan kurva dapat ditentukan nilai sebagai
rangkaian ini dapat cenderung induktif dan kapasitif berikut.
tergantung dari besar tegangan masing-masing Periode T = 10 ms
komponen. Jika tegangan pada komponen induktor Amplitudo tegangan Vm = 12 V
lebih besar, rangkaian akan cenderung bersifat Persaman tegangan V = Vm sin t
induktif dan sebaliknya. Akan tetapi terdapat satu 2
keadaan yang mengakibatkan rangkaian ini tidak = 12 sin T t volt
bersifat kapasitif maupun induktif, yaitu ketika
2
rangkaian beresonansi. Keadaan ini tercapai jika = 12 sin 10 t volt
nilai reaktansi induktif sama besar dengan
reaktansi kapasitif. Vt=2s
2
5. Diketahui: R = 120 V = 12 sin 10 (2) volt
XL = 60 = 12 sin 0,4 = 11,4 V
XC = 150 Jadi, pada saat t = 2 sekon tegangan bolak-balik
Vef = 240 V bernilai 11,4 volt.
= 200 rad/s 7. Diketahui: C = 200 F = 2 104 F
Ditanyakan: a. Ief VC = 6 sin 200t
b. VL, VR, VC Ditanyakan: I t =2 sekon
c. Jawab:
Jawab: 1 1
XC = C = = 25
2 2
R + (X L X C ) (200 rad/s)(2 104 F)
a. Z =
Vm 6V
= (120 )2 + (60 150 )2 Im =
XC
=
25
= 0,24 A = 240 mA

Arus pada rangkaian bersifat kapasitif mendahului


= 14.400 2 + 8.100 2

tegangan sebesar 2 .
= 22.500 2
= 150

Fisika Kelas XII 131


I t = 2 sekon R=
Vm
=
5V
= 500 2 700
Im 5 2 103 A
I = Im sin (t + 2 ) mA
Jadi, resistor yang digunakan bernilai 700
dihubungkan dengan sumber arus bolak-balik 5 V,
= 240 sin [(200 rad/s)(2 s) + 2 ] mA
250 Hz.

= 240 sin (400 rad + 2 mA) 9. Resistor hanya mampu mendisipasi energi menjadi
= 240(0,766) mA panas/kalor. Sementara induktor dan kapasitor
= 183,84 mA 0,18 A meskipun memiliki hambatan yang disebut dengan
Jadi, nilai arus pada saat t = 2 sebesar 0,18 A. reaktansi, tetapi kedua komponen ini mampu
8. Berdasarkan ketampakan sinyal dapat ditentukan menyimpan energi listrik menjadi bentuk lain.
nilai tegangan maksimum dan periode sinyal. Induktor mengubahnya menjadi medan magnet,
Vm = 5 V sedangkan kapasitor mengubahnya dalam bentuk
2,5 = 10 ms T = 4 ms medan listrik.

1 1 10. Fungsi kondensator variabel untuk menyesuaikan


f = T = 0,004 s = 250 Hz impedansi total dengan sebuah frekuensi sehingga
Tentukan nilai resistor dengan menghitung tuning mampu menala beberapa frekuensi. Apabila
resistansi berdasarkan data tegangan maksimum kondensator diganti dengan kondesator biasa, tuning
terukur dan arus efektif. hanya dapat menyesuaikan dengan satu frekuensi.
Konsekuensinya hanya satu saluran radio yang
Ief = 5 mA Im = 5 2 mA dapat disiarkan melalui radio receiver tersebut.

132 Listrik Bolak-Balik


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. memahami sifat-sifat gelombang elektromagnetik;
2. memahami manfaat dan bahaya spektrum gelombang elektromagnetik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. bersyukur atas ciptaan Tuhan berupa gelombang elektromagnetik;
2. memiliki rasa ingin tahu tentang materi yang dipelajari;
3. berkomunikasi dengan baik, kritis, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Radiasi Elektromagnetik

Sifat, Manfaat, dan Bahaya Radiasi Gelombang Elektromagnet

Mengamati alat-alat yang menggunakan gelombang


elektromagnetik.
Menyelidiki sifat-sifat gelombang elektromagnetik.
Mencari informasi tentang spektrum gelombang elektromagnetik.
Membandingkan pemancar gelombang radio.
Mencari informasi tentang manfaat sinar inframerah dan sinar
ultraviolet.

Bersyukur atas penciptaan Tuhan berupa gelombang elektromagnetik dengan cara memanfaatkannya.
Memiliki rasa ingin tahu untuk menambah wawasan tentang gelombang.
Berkomunikasi dengan baik, kritis, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Menjelaskan sifat gelombang elektromagnetik.
Menjelaskan spektrum gelombang elektromagnetik.
Menjelaskan manfaat dan bahaya gelombang elektromagnetik.
Menuliskan hasil kegiatan yang dilakukan.

Fisika Kelas XII 133


A. Pilihan Ganda 6. Jawaban: b
Gelombang radio FM (modulasi frekuensi)
1. Jawaban: c
mengalami perubahan frekuensi saat membawa
Spektrum gelombang elektromagnetik dari yang
informasi tetapi amplitudonya tetap. Gelombang
memiliki frekuensi terendah berturut-turut yaitu
radio yang mengalami perubahan amplitudo saat
gelombang radio, gelombang mikro, sinar
membawa informasi adalah AM (modulasi
inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar
amplitudo).
X, dan sinar gamma. Jadi, urutan yang benar
adalah pilihan b. 7. Jawaban: c
Sinar X dapat digunakan untuk mengamati struktur
2. Jawaban: b
kristal menggunakan XRD dan mendeteksi
Radar menggunakan prinsip pemantulan
keretakan tulang. Membunuh sel kanker dapat
gelombang mikro. Radar berfungsi untuk
menggunakan sinar gamma. Membawa informasi
menentukan posisi suatu objek dengan
alat komunikasi menggunakan gelombang radio.
memancarkan gelombang mikro dan menerima
Remote control televisi menggunakan sinar
pantulannya. Radar digunakan dalam dunia
inframerah. Mendeteksi keaslian uang meng-
penerbangan dan pelayaran agar tidak menabrak
gunakan sinar ultaviolet.
objek lain.
8. Jawaban: d
3. Jawaban: e
Cahaya tampak digunakan pada alat pengering
Sifat-sifat gelombang elektromagnetik sebagai
surya, kompor surya, pemanas ruangan, pendingin
berikut.
ruangan, distilasi surya, baterai fotovoltaik, dan
1) Dapat merambat tanpa medium perantara
laser. Pesawat televisi menggunakan gelombang
dengan kecepatan rambat cahaya.
radio.
2) Tidak bermuatan listrik.
3) Merupakan gelombang transversal. 9. Jawaban: d
4) Arah rambatan tidak dibelokkan dalam medan Sinar inframerah dihasilkan oleh proses di dalam
magnet maupun medan listrik. molekul dan benda panas. Getaran atom dalam
5) Dapat mengalami polarisasi, difraksi, molekul-molekul benda yang dipanaskan
interferensi, refraksi, dan refleksi. merupakan sumber gelombang inframerah. Sinar
ultraviolet dapat dibuat di laboratorium oleh atom
4. Jawaban: c
dan molekul dalam loncatan atau nyala listrik. Sinar
Jenis Frekuensi Penerapan ultraviolet juga dapat dihasilkan dari lampu wol-
Rendah Radio komunikasi jarak jauh fram atau lampu deuterium. Sinar X dihasilkan dari
Menengah Radio komunikasi jarak jauh partikel-partikel berenergi tinggi yang ditembakkan
Tinggi Radio komunikasi amatir ke atom. Atom akan memancarkan sinar X jika
Sangat tinggi Radio FM atom ditembaki dengan elektron. Sinar gamma
Ultra tinggi Televisi dihasilkan oleh isotop radioaktif seperti kobalt-60
Super tinggi Radar atau sesium-137. Kobalt-60 adalah sumber yang
paling sering digunakan untuk menghasilkan radiasi
5. Jawaban: e sinar gamma.
Sinar inframerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 10. Jawaban: d
1) Memiliki jangkauan frekuensi 1011 1014 Hz. Radiasi sinar ultraviolet dapat mengakibatkan
2) Dapat dihasilkan oleh elektron dalam molekul kanker kulit, gangguan penglihatan, kulit menjadi
yang bergetar karena dipanaskan. keriput karena rusaknya jaringan lemak, merusak
3) Digunakan dalam remote control. lapisan ari, kerusakan kolagen dan jaringan elas-
4) Digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan tin.
terapi penyembuhan. Kematian oleh efek radiasi disebabkan oleh radiasi
sinar gamma. Berubahnya struktur genetik sel,
kerontokan rambut, dan pemusnahan sel sehat
diakibatkan oleh paparan sinar X yang berlebihan.

134 Radiasi Elektromagnetik


B. Uraian 4. Kecepatan rambat gelombang dalam satu medium
c
1. Gelombang elektromagnetik secara umum selalu sama. Berdasarkan persamaan = f ,
dihasilkan ketika partikel bermuatan listrik, dapat dilihat bahwa panjang gelombang berbanding
biasanya elektron, mengubah kecepatan atau arah terbalik dengan frekuensi. Semakin besar frekuensi
gerakan. Proses ini dapat terjadi dalam beberapa gelombangnya, semakin pendek panjang
cara, seperti pemanasan dari atom dan molekul gelombangnya.
dan perubahan tingkat energi elektron.
Salah satu alat yang dapat menghasilkan 5. Diketahui: = 107,5 MHz = 1,075 108 Hz
gelombang elektromagnetik adalah antena. c = 3 108 m/s
Sebagai contoh gelombang radio dapat dihasilkan Ditanyakan:
menggunakan antena yang tersusun dari dua jawab:
konduktor lurus yang dihubungkan dengan sumber c
=
tegangan AC.
3 108 m/s
2. Keuntungan menggunakan gelombang radio FM =
1,075 108 Hz
yaitu suara jernih dan tidak terjadi gangguan pada
gelombang. Kerugiannya adalah jangkauannya = 2,79 m
lebih pendek dan harganya mahal. Jadi, panjang gelombang frekuensi radio tersebut
3. Jenis gelombang elektromagnetik yang mampu adalah 2,79 m.
digunakan untuk memasak adalah gelombang
mikro. Alasan penggunaan gelombang ini karena
gelombang mikro memberikan efek pemanasan
terhadap benda. Bahan makanan menyerap radiasi
gelombang mikro sehingga makanan menjadi
matang.

A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b


Ciri yang terdapat dalam siaran radio FM sebagai
1. Jawaban: d
berikut
Sinar gamma digunakan untuk mengobati kanker
1) Terjadi pengubahan frekuensi dalam modulasi
kulit dan mensterilkan alat-alat kedokteran.
suara.
Mendeteksi uang palsu dan memeriksa sidik jari
2) Gelombang FM menembus lapisan ionosfer
menggunakan sinar ultraviolet.
dan tidak dapat dipantulkan lagi.
2. Jawaban: c 3) Kualitas suara cenderung jernih karena tidak
Sinar X digunakan untuk memotret susunan tulang dipengaruhi gejala kelistrikan di angkasa.
dalam tubuh dan menyelidiki struktur material. 4) Jangkauan siaran tidak terlalu jauh karena
Penggunaan sinar X secara berlebihan dapat tidak dapat merambat di permukaan bumi.
mengakibatkan kerusakan sel-sel dalam tubuh,
5. Jawaban: d
mengubah struktur genetik suatu sel, penyakit
Kecepatan perambatan gelombang elektro-
kanker, rambut rontok, kulit menjadi merah dan
magnetik bergantung pada permitivitas listrik (0)
berbisul.
dan permeabilitas magnet (0). Persamaan yang
3. Jawaban: e terkait dengan hal itu sebagai berikut.
1) Sinar ultraviolet dimanfaatkan untuk sterilisasi
alat-alat kedokteran. 1
c=
2) Sinar X dimanfaatkan untuk memotret tulang 0 0
manusia.
3) Cahaya tampak digunakan untuk penerangan.
4) Sinar inframerah biasa dimanfaatkan untuk
membuat foto udara daerah yang berpotensi
terjadi kebakaran.

Fisika Kelas XII 135


6. Jawaban: d inframerah. Gambar pilihan c adalah radar dan
Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint) adalah hasil pilihan e adalah microwave oven yang meng-
reproduksi tapak jari, baik yang sengaja diambil, gunakan gelombang mikro. Gambar pilihan d
dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang adalah pesawat radio yang menerima gelombang
ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh radio.
kulit telapak tangan atau kaki. Deteksi sidik jari
13. Jawaban: c
bisa dilakukan dengan sinar ultraviolet.
Radar digunakan dalam dunia penerbangan dan
7. Jawaban: c pelayaran sebagai pemandu agar tidak menabrak
Di bidang kriminologi sinar UV digunakan untuk objek lain. Radar memancarkan gelombang mikro
memeriksa sidik jari, bercak darah kering, dan dan menerima pantulannya kembali sehingga
keaslian uang. terdeteksi posisi objek.
8. Jawaban: c 14. Jawaban: d
Diketahui: = 600 MHz = 6 108 Hz Bahaya radiasi sinar X yaitu menyebabkan
Ditanyakan: pemusnahan sel tubuh, mengubah struktur genetik
Jawab: suatu sel, menyebabkan kanker, rambut rontok,
c 3 108 m/s
dan kulit menjadi merah. Jaringan elastin dan
= = jaringan lemak rusak serta penglihatan terganggu
6 108 Hz
disebabkan oleh sinar ultraviolet.
= 0,5 m
= 50 cm 15. Jawaban: e
Jadi, panjang gelombangnya sebesar 50 cm. Saluran radio berfrekueni 98,3 MHz berada pada
rentang very high frequency. Rentang ini termasuk
9. Jawaban: a dalam jenis gelombang very short wave.
Manfaat sinar gamma dalam dunia kesehatan
adalah untuk mengobati kanker dan mensterilisasi 16. Jawaban: e
alat-alat kedokteran. Mendeteksi kerusakan tulang Gelombang yang memiliki frekuensi lebih dari
dan kondisi paru-paru menggunakan sinar X. 3 GHz termasuk dalam super high frequency dan
Melancarkan peredaran darah dan mendiagnosis masuk dalam jenis gelombang mikro. Gelombang
penyakit menggunakan sinar inframerah. ini digunakan untuk radar, komunikasi lewat satelit,
saluran televisi, dan telepon.
10. Jawaban: b
Sinar ultraviolet dapat digunakan untuk mengubah 17. Jawaban: e
provitamin D menjadi vitamin D, mensterilkan alat- Sinar X dapat digunakan untuk menentukan letak
alat bedah kedokteran, mengawetkan bahan-bahan tulang yang patah, menyelidiki struktur mineral,
makanan, memeriksa keberadaan bakteri pada memindai barang-barang di bandara, dan
produk makanan, memeriksa sidik jari, memeriksa memeriksa kondisi paru-paru. Memeriksa sidik jari
keaslian uang, dan menjebak serangga. menggunakan sinar ultraviolet.
Memeriksa keretakan tulang menggunakan sinar 18. Jawaban: b
X dan mengantarkan informasi menggunakan Gelombang radio AM memiliki amplitudo berubah-
gelombang radio. ubah dan dipengaruhi oleh gejala kelistrikan
11. Jawaban: a sehingga memiliki kualitas suara kurang jernih.
Radiasi gelombang mikro dapat memberikan efek Gelombang AM memiliki jangkauan yang luas
pemanasan terhadap benda yang terkena radiasi- karena dapat dipantulkan oleh ionosfer.
nya. Gelombang mikro dipakai pada microwave 19. Jawaban: b
oven. Makanan yang berada di dalam microwave Sinar gamma digunakan dalam bidang pertanian
oven akan menyerap radiasi gelombang mikro yaitu untuk rekaya genetika. Caranya dengan
sehingga makanan menjadi matang dalam waktu melakukan penyinaran untuk memperoleh bibit
yang singkat. unggul.
12. Jawaban: a 20. Jawaban: d
Gambar pada pilihan a adalah barcode scanner Gelombang radio digunakan untuk mengantarkan
yang menggunakan sinar laser. Sinar laser informasi. Penggunaan gelombang radio pada
merupakan cahaya tampak. Gambar pada pilihan radiofon, telepon genggam, pesawat radio, dan
b adalah remote control yang menggunakan sinar pesawat telepon.

136 Radiasi Elektromagnetik


B. Uraian 5. Suatu benda yang dipanaskan memancarkan sinar
inframerah. Berdasarkan ini, hutan yang terbakar
1. Sumber gelombang elektromagnetik yang utama
juga memancarkan sinar inframerah karena
adalah sinar matahari. Sinar matahari merambat
suhunya yang panas. Satelit di luar angkasa
dari ruang hampa hingga sampai ke bumi dengan
mendeteksinya sehingga diketahui lokasi
cara radiasi. Selain itu, satelit yang berada di ruang
kebakaran hutan.
angkasa dapat mengirim informasi ke bumi
melewati ruang hampa dengan gelombang radio. 6. Sinar ultraviolet digunakan untuk memeriksa sidik
Dari dua peristiwa itu dapat dibuktikan bahwa jari. Pemeriksaan sidik jari diperlukan untuk
gelombang elektromagnetik dapat merambat di mengetahui tersangka dan pihak yang terlibat
ruang hampa. dalam suatu tindak kriminal.
2. Salah satu spektrum gelombang elektromagnetik 7. Semakin besar frekuensi maka daya tembus
adalah cahaya tampak. Sebagai contoh saat cahaya semakin kuat karena energinya besar. Gelombang
merambat dari dasar air ke udara. Pengamat yang elektromagnetik yang sebaiknya dipilih adalah sinar
ada di udara akan melihat dasar air tampak lebih gamma karena memiliki daya tembus paling kuat.
dangkal. Hal ini membuktikan bahwa gelombang
8. Beberapa cara untuk mengurangi paparan sinar
elektromagnetik dapat dibiaskan.
ultraviolet sebagai berikut.
3. Gelombang radio dibawa dengan dua cara yaitu a. Menggunakan tabir surya.
modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi b. Menggunakan pelindung kepala.
(FM). Gelombang radio AM membawa informasi c. Menggunakan pakaian yang tidak banyak
dengan amplitudo yang berubah-ubah sedangkan menyerap sinar matahari.
gelombang radio FM membawa informasi dengan d. Menggunakan pakaian yang tidak terbuka
frekuensi yang berubah-ubah. sehingga kulit terlindungi.
4. Radar memancarkan gelombang mikro dan 9. Sinar X dapat digunakan untuk memeriksa tulang
menerima pantulannya. Dari data yang diperoleh yang retak dan kondisi paru-paru tanpa pem-
dapat diketahui posisi suatu objek untuk kemudian bedahan. Keuntungan bagi pasien adalah dapat
diinformasikan ke pesawat sehingga tidak terjadi mengetahui kondisi di dalam tubuh tanpa
tabrakan. Jika tidak menggunakan radar, lalu lintas merasakan sakit.
bandara akan kacau. Kemungkinan pesawat
10. Sinar gamma dihasilkan oleh isotop radioaktif
menabrak objek lain lebih besar.
seperti kobalt-60 atau sesium-137. Kobalt-60
adalah sumber yang paling banyak digunakan
dalam menghasilkan radiasi sinar gamma. Berkas
sinar elektron dihasilkan dari akselerator linear yang
disuplai tenaga listrik.

Fisika Kelas XII 137


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan konsep kuantum meliputi konsep foton dan efek fotolistrik;
2. menerapkan konsep mekanika kuantum dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. mensyukuri nikmat Tuhan atas diciptakannya cahaya yang memiliki dualisme sifat sebagai gelombang dan partikel;
2. bertanggung jawab penuh pada setiap kegiatan, bersikap ilmiah, dan menghargai orang lain dalam kegiatan sehari-hari.

Konsep dan Fenomena Kuantum

Foton dan Efek Fotolistrik Penerapan Kuantum dalam Kehidupan

Melakukan pemecahan kasus yang berhubungan Melakukan diskusi untuk mengidentifikasi alat-alat
dengan efek fotolistrik. yang memanfaatkan konsep kuantum.
Melakukan diskusi untuk menjelaskan tentang radiasi Melakukan studi literatur cara kerja mesin rontgen.
benda hitam dan energi radiasi yang dikemukakan oleh Melakukan pengamatan terhadap cara kerja mesin
Planck. fotokopi.
Membuat tulisan/makalah yang berisi rangkuman
materi bab Konsep dan Fenomena Kuantum.

Mensyukuri nikmat Tuhan telah diciptakannya cahaya yang memiliki dua sifat sebagai gelombang dan partikel.
Bertanggung jawab dalam setiap melaksanakan kegiatan.
Menjelaskan besar energi radiasi elektromagnetik berdasarkan postulat Planck.
Memecahkan masalah yang berhubungan dengan efek fotolistrik yang diharapkan dapat memancing siswa dalam penciptaan
sebuah teknologi baru.
Mengidentifikasi peralatan sehari-hari yang cara kerjanya memanfaatkan proses kuantum.
Menjelaskan cara kerja mesin rontgen.
Menjelaskan bagian-bagian terpenting mesin fotokopi dan menjelaskan prinsip kerjanya.
Menyusun tulisan ilmiah terkait bab yang dipelajari sesuai dengan pemahamannya.

138 Konsep dan Fenomena Kuantum


A. Pilihan Ganda W0 = 2,5 eV
= (2,5 1,6 1019) J
1. Jawaban: e
= 4,00 1019 J
Diketahui: W0 = 5 eV
h = 6,63 1034 J.s
= 3.300 = 3,3 107 m
= 3 1015 Hz
Ditanyakan: E k
Ditanyakan: E k
Jawab:
Jawab:
Fungsi kerja logam = 5 eV
EK = h W0
= (5 1,6 1019) J
= 8 1019 J = (6,63 1034 J.s)(3 1015 Hz) 4,00 1019 J
 = 19,89 1019 J 4,00 1019 J
Energi foton = = 15,89 1019 J
 
 
   = 1,589 1018 J
=

  Jadi, elektron yang terlepas memiliki energi kinetik
= 6 1019 J sebesar 1,589 1018 J.
Oleh karena energi foton lebih kecil dari fungsi kerja 5. Jawaban: d
logam, elektron tidak bisa terlepas dari permukaan Diketahui: = 3.300 = 3,3 107 m
logam. h = 6,63 1034 Js
2. Jawaban: d Ditanyakan: E
Pada efek fotolistrik, lepas atau tidaknya elektron Jawab:
logam dipengaruhi oleh frekuensi cahaya. Energi 
=
foton juga harus lebih besar dari energi ambang.
Sementara intensitas cahaya hanya memengaruhi 
 
=
besarnya arus foton.  

3. Jawaban: d = 0,9 1015 Hz
Diketahui: 0 = 4,3 1014 Hz E = h
= 5,9 1014 Hz = (6,63 1034 Js)(0,9 1015 Hz)
h = 6,63 1034 J.s = 5,97 1019
Ditanyakan: V Jadi, kuanta energi yang terkandung dalam cahaya
Jawab: ultraungu tersebut sebesar 5,97 1019.
EK = h h 0
6. Jawaban: c
= h( 0)
Diketahui: P = 100 watt
= (6,63 1034 Js)(5,9 1014 4,3 1014) Hz
= 5.500 = 5,5 107 m
= (6,63 1034 Js)(1,6 1014) Hz
Ditanyakan: cacah foton per sekon (n/t)
= 1,0608 1019 J
Jawab:
EK = eV
  
 
 
 =  =
V =  
  
  

= 2,8 1020 buah/sekon

  


= Jadi, cacah foton setiap detik yang dipancarkan




lampu sebanyak 2,76 1020.
= 0,663 volt
Jadi, potensial pemberhenti yang digunakan 7. Jawaban: a
sebesar 0,663 volt. Diketahui: = 4 1010 m
4. Jawaban: d Ditanyakan: p
Diketahui: Oleh karena pada grafik terlihat kurva Jawab:
memotong sumbu Y pada nilai 2,5 eV,  

p = = = 1,66 1024 kg m/s
hal ini menunjukkan bahwa logam A 


memiliki fungsi kerja (W0) sebesar Jadi, momentum yang dimiliki elektron tersebut
2,5 eV sebesar 1,66 1024 kg m/s.

Fisika Kelas XII 139


8. Jawaban: c c. Energi yang dimiliki elektron
Teori kuantum Planck menyatakan bahwa cahaya 
memancarkan energi yang bersifat diskret. Energi E =
cahaya itu berbentuk kuanta-kuanta/paket-paket 
 
  
=
energi yang disebut dengan foton. Foton memiliki



kecepatan sama dengan kecepatan gelombang = 1,26 1015 J
elektromagnetik, yaitu 3 108 m/s. Satu foton = 7,9 103 eV

cahaya memiliki energi sebesar E = . 3. Berdasarkan teori Planck, energi foton sebesar
9. Jawaban: b E = hf
Diketahui: v = 2,2 107 m/s a. Emerah = hf
h = 6,63 1034 J/s = (6,63 1034 Js)(4 1014 Hz)
m = 9,1 1031 kg = 2,65 1019 J
Ditanyakan: b. Euv = hf
Jawab: = (6,63 1034 Js)(10 1015 Hz)
 = 6,63 1019 J
= 
4. Diketahui: W0 = 1,85 eV = 3,0 1019 J


= = 4,2 107 m




  
Ditanyakan: V0
= 0,33 1010 Jawab:
= 0,33 W0 = hf Ek
Jadi, panjang gelombang de Broglie elektron

tersebut 0,33 . = eV0
10. Jawaban: a 
 
  
2,96 1019 J =
Apabila elektron berpindah dari bilangan kuantum 
 
lebih tinggi (luar) menuju bilangan kuantum lebih (1,6 1019 C)(V0)
rendah (dalam), maka elektron akan memancarkan V0 = 4,74 1019 J (1,6 1019 C)(V0)
foton. 

 


=



 
B. Uraian = 1,11 V
1. Syarat terjadinya efek fotolistrik adalah energi yang Jadi, potensial penghenti yang menjaga agar arus
dimiliki foton harus lebih besar dari energi ambang. foton tidak mengalir sebesar 1,11 volt.
Jika ditinjau dari persamaan energi yang dimiliki 5. Diketahui: W0 = 2,21 eV = 5.000
foton E =

, semakin kecil panjang gelombang = 5 107 m
8
c = 3 10 m/s
energi foton semakin besar. Untuk menghasilkan
h = 6,63 1034 J.s
E E0, maka 0. Jadi, panjang gelombang
Ditanyakan: E k
cahaya yang dijatuhkan ke permukaan logam
Jawab:
harus lebih kecil dari panjang gelombang ambang.

2. Diketahui: y(x) = A sin 4 1010 x; y dalam meter Ecahaya =

 
  
Ditanyakan: a. =
b. p 
 
c. E = 3,978 1019 J
Jawab: 


=
a. Tinjau persamaan gelombang y(x) = A sin kx


 
2,49 eV

k= E k = Ecahaya W0

 = 2,49 eV 2,21 eV
= m = 1,57 1010 m


= 0,28 eV
b. Momentum elektron Jadi, energi kinetik elektron yang terlepas sebesar
 0,28 eV.
=

 

p= = = 4,2 1024 kg m/s





140 Konsep dan Fenomena Kuantum


A. Pilihan Ganda 

cos = 1  = 
1. Jawaban: e
Pada hamburan Compton, jenis tumbukan yang = 120
terjadi adalah tumbukan tak elastis. Foton datang Jadi, foton mengalami hamburan 120 dari posisi
menumbuk elektron target akan menghasilkan awal.
foton dan elektron hambur yang bergerak dengan
5. Jawaban: a
sudut tertentu. Pada keadaan tertentu, yaitu ketika
Diketahui: l = 0,0040 = 4 1013 m
foton memiliki energi sebesar 1,02 eV, foton
mampu berubah menjadi partikel berupa elektron Ek+ = 3Ek
atau positron. Hamburan Compton dan postulat m0 p = m0 e = 0,511 MeV/c2
Einstein memberikan sisi lain tentang cahaya 1 eV = 1,6 1019 J
bersifat partikel yang bergerak dengan kecepatan
Ditanyakan: Ek+ dan Ek
c = 3 108 m/s.
Jawab:
2. Jawaban: a Eawal = Eakhir
Pada kasus foto toraks, organ paru-paru memiliki

koefisien serapan lebih besar dibandingkan dengan

= 2m0c2 + Ek+ + Ek
tulang rusuk dan tulang dada. Dengan kata lain,
koefisien refleksi tulang lebih besar. Semakin 

= 2m0c2 + 4Ek
banyak sinar X yang direfleksikan oleh suatu
benda, maka film penangkap (layar sintilator) akan 
  
  
semakin banyak menerima sinar pantul. Oleh 

 


 
= 2(0,511 MeV/c2)c2 + 4Ek
karena itu, pada layar akan tampak lebih terang.
3,108 106 eV = 1,022 MeV + 4Ek
3. Jawaban: b
3,108 MeV 1,022 MeV = 4Ek
LDR merupakan komponen pasif elektronika,
artinya LDR hanya dapat mendisipasi energi 2,086 MeV = 4Ek
berbeda dengan transistor yang mampu menguat- Ek = 0,5215 MeV
kan arus yang datang. Namun, LDR dapat dijadikan +
Ek = 3Ek = 3(0,525 MeV) = 1,5645 MeV
sensor cahaya. Cara LDR mentransformasi cahaya Jadi, besar energi kinetik elektron dan positron
menjadi listrik adalah dengan efek fotolistrik. berturut-turut 0,5215 MeV dan 1,5645 MeV.
Ketika foton menumbuk elektron pada pita valensi,
maka elektron akan lepas dan menuju pita 6. Jawaban: a
konduksi. Akibatnya, ketika dibangkitkan dengan Diketahui: p = 1,1 1023 kg m/s
catu daya dan beban, akan timbul arus. Ditanyakan: f
Jawab:
4. Jawaban: d
  

Diketahui: = = = = 6,03 1011 m
 



  
Ditanyakan:
Jawab:  
 
f = = = 4,98 1018
  


= +   (1 cos ) Jadi, frekuensi foton sinar X sebesar 4,98 1018 Hz.

=   (1 cos ) 7. Jawaban: a
Diketahui: V0 = 2 106 volt
 
= (1 cos ) Ditanyakan: min
   


= 1 cos

Fisika Kelas XII 141


Jawab: B. Uraian
 




1. Menurut Compton hamburan foton oleh elektron
min = = = 6,21 1013

 
 menuruti persamaan berikut.
Jadi, panjang gelombang terpendek yang dihaslkan 
= =  (1 cos )
tabung sinar X sebesar 6,21 1013 m.
Nilai = 0, jika memenuhi keadaan 0 dan 2.
8. Jawaban: e Selama tidak memenuhi keadaan tersebut, maka
Diketahui: = 4 = 4 1010 m 0. Artinya panjang gelombang foton berubah
= 60 dan perubahannya menjadi lebih besar karena nilai
Ditanyakan: lebih besar dari .
Jawab:
 2. Diketahui: V0 = 8 105 volt
= (1 cos )
 Ditanyakan: min

 Jawab:
= (1 cos 60)




  




min = = = 1,55 1012


+ 4 1010 m)
Jadi, panjang gelombang terpendek yang dihasilkan

= (0,24 1011 m) (  ) + 4 1010 m tabung sinar X sebesar 1,55 1012 meter.


= 0,21 1011 + 40 1011 m 3. Gelombang sinar X dihasilkan dari proses kuantum
= 40,21 1011 m yakni tumbukan Compton. Sinar X memiliki daya
= 4,012 tembus yang sangat tinggi terhadap sebuah materi.
Jadi, panjang gelombang setelah tumbukan Ketika sinar X melalui sebuah materi, ada
sebesar 4,012 . sebagian muka gelombang yang diserap materi dan
sebagian lagi dipantulkan. Koefisien refleksi dan
9. Jawaban: d
transmisi ini yang kemudian membentuk citra
Hubungan antara beda potensial anode dan katode
sebuah benda. Bebeda dengan citra oleh sinar
dengan panjang gelombang minimum yang
inframerah. Sinar inframerah dihasilkan oleh benda
dihasilkan sebuah tabung sinar X sebagai berikut.
yang memiliki suhu tinggi. Citra benda terbentuk



min = dari intensitas radiasi inframerah yang dipancarkan

benda.
dengan min adalah panjang gelombang terpendek/
minimum dengan satuan meter dan V0 adalah beda 4. Berkas monokromatis sinar X yang terkolimasi jika
potensial antara anode dan katode dengan satuan mengenai sebuah kristal akan terdifraksi melalui
volt. kisi-kisi kristal. Sinar yang terdifraksi ini sangat
intens pada arah-arah tertentu yang bersesuaian
10. Jawaban: e dengan interferensi konstruktif dari gelombang-
Diketahui: = 10 pm = 1 1011 m gelombang yang dipantulkan oleh lapisan-lapisan
= 45 atom di dalam kristal. Sinar yang terdifraksi
Ditanyakan: dideteksi oleh film fotografi. Untuk menyimpulkan
Jawab: bentuk atau struktur kristalnya yaitu dengan
 menganalisis letak dan intensitas titik-titik yang
= 
(1 cos )
terekam oleh film fotografi.


= (1 cos 45) 5. Panel surya adalah pembangkit listrik yang




  
+1 1011 m) memanfaatkan energi cahaya. Semakin besar

efisiensi serapan bahan terhadap energi cahaya,
= (0,24 1011 m) (1   ) + 1 1011 m maka semakin mudah menyerap energi foton yang
= (0,24 1011 m)(0,295) + 1 1011 m menyebabkan semakin mudahnya elektron
= 0,07 1011 m + 1 1011 m tereksitasi. Kedaan ini sangat menguntungkan
= 1,07 1011 m untuk membangkitkan efek fotolistrik sehingga
= 0,107 dapat memproduksi energi listrik secara efisien.
Jadi, panjang gelombang setelah tumbukan
sebesar 0,107 .

142 Konsep dan Fenomena Kuantum


A. Pilihan Ganda Ditanyakan: V0
Jawab:
1. Jawaban: e

Berdasarkan prinsip kuantum, besar energi yang V0 = 
dimiliki foton adalah E = h. Nilai berbanding


  
 

 
terbalik dengan frekuensi yang dimiliki gelombang =



 

elektromagnetik. Jika =
sehingga energi 

 


=
kuanta bergantung pada panjang gelombang


 
elektromagnetik. 0,5 V
Jadi, besar potensial henti atau potensial perintang
2. Jawaban: b
logam adalah 0,5 volt.
Efek fotolistrik terjadi jika logam disinari gelombang
elektromagnetik. Elektron logam akan lepas jika 6 Jawaban: c
energi yang diberikan foton lebih besar dari energi Efek fotolistrik adalah proses lepasnya elektron
ambang yang dimiliki elektron. Lepas tidaknya logam karena disinari gelombang elektromagnetik.
elektron yang dimiliki logam tergantung pada Elektron dapat terlepas jika energi foton lebih besar
frekuensi foton dan tidak tergantung pada dari fungsi kerja logam. Tinjau persamaan efek
intensitas. Adapun setiap logam memiliki fungsi fotolistrik:
kerja berbeda-beda. Artinya, setiap logam E = W0 + Ek
membutuhkan energi tertentu supaya elektronnya Nilai energi ambang atau fungsi logam tetap untuk
bisa lepas. setiap jenis logam. Oleh karena itu, energi kinetik
3. Jawaban: c elektron yang terlepas dari logam sebanding dengan
Diketahui: P = 200 W nilai energi foton yang mengenainya.
= 589 nm = 5,89 107 m 7. Jawaban: d
Ditanyakan: n Diketahui: E = 40 keV = 6,4 1015 J
Jawab: Ditanyakan:
E=W Jawab:
 E = h
nh = Pt 6,4 1015 J = (6,63 1034 Js)()
  


=  =
 

 
  = 9,65 1018 Hz
= 


 


= 5,92 1020 buah/sekon
=
Jadi, banyaknya kuanta energi yang setiap sekon 
 
=
5,92 1020 buah. 

 

4. Jawaban: e = 3,1 1011 m


Diketahui: E = 6,4 eV = 1,024 1018 J Jadi, panjang gelombang de Broglie elektron
Ditanyakan: f tersebut adalah 3,1 1011 m.
Jawab: 8. Jawaban: e

 



Energi kinetik foton bergantung pada frekuensi

f =  = gelombang cahaya buka bergantung pada


intensitas. Efek fotolistrik terjadi jika frekuensi yang
= 1,54 1015 Hz datang di atas frekuensi ambang. Frekuensi datang
Jadi, frekuensi foton cahaya tersebut sebesar di atas frekuensi ambang menyebabkan energi
1,54 1015 Hz. foton lebih besar dari energi ambang elektron.
5. Jawaban: d 
Energi kinetik maksimum elektron foto E = .
Diketahui: W0 = 3,0 eV = 4,8 1019 J
= 6,0 1014 Hz

Fisika Kelas XII 143


Artinya bahwa energi kinetik elektron berbanding Semakin besar frekuensi, semakin besar energi
terbalik dengan panjang gelombang cahaya yang yang dihasilkan. Inilah alasan sinar X memiliki
datang. Oleh karena itu, semakin kecil panjang energi yang lebih besar dari energi yang dimiliki
geombang cahaya datang, energi kinetik elektron cahaya tampak.
semakin besar. 13. Jawaban: e
9. Jawaban: c Diketahui: = 0,2 nm = 2 1010 m
Diketahui: E = 3,5 keV = 5,6 1019 J = 90
Ditanyakan: Ditanyakan: E k
Jawab: Jawab:

 = + (1 cos )
E= 



 
   = 2 1010 m +
5,6 1019 J= 



  

(1 cos 90)
= 3,55 107 m
= 2 1010 m + 0,24 1011 m
= 3.550
Jadi, panjang gelombang foton yang dibutuhkan = 2 1010 m + 2,4 1012 m
adalah 3.550 . = 2,02 1010 m

10. Jawaban: b Ek =
Diketahui: = 700 nm = 7 107 m 
 
  
Ditanyakan: p =
 


Jawab:
= 9,82 1016 J
 

p = = Jadi, energi kinetik yang dimiliki elektron terhambur

 
sebesar 9,82 1016 J.
0,95 1028 kg m/s
Jadi, momentum foton tersebut sebesar 14. Jawaban: b
9,5 1028 kg m/s. 
Persamaan gelombang de Broglie adalah =

11. Jawaban: d 
= . Berdasarkan persamaan tersebut, dapat
Energi ambang adalah energi minimum yang

dibutuhkan foton untuk dapat mengeksitasi ditarik kesimpulan bahwa panjang gelombang de
elektron logam dalam efek fotolistrik. Energi Broglie berbanding terbalik dengan kecepatan
ambang setiap logam berbeda-beda. Energi yang partikel. Oleh karena itu, grafik yang menunjukkan
dimiliki foton untuk melepas elektron dari orbitnya hubungan panjang gelombang dengan kecepatan
sebanding dengan frekuensi foton. Berdasarkan partikel adalah grafik linear dengan gradien negatif,
tabel dapat diketahui bahwa natrium memiliki yaitu opsi b.
energi ambang paling kecil. Sementara perak 15. Jawaban: b
memiliki energi ambang paling besar. Semakin Teori kuantum yang dikemukakan oleh Planck
besar energi ambang maka membutuhkan sebagai berikut.
frekuensi yang semakin besar pula. Oleh karena 1) Molekul-molekul (di dalamnya termasuk foton)
itu, jawaban yang tidak tepat adalah opsi d. memancarkan radiasi dan memiliki energi
12. Jawaban: e dengan satuan diskrit. Besarnya energi yang
Panjang gelombang sinar X lebih kecil dari panjang dipancarkan sebesar:
gelombang cahaya tampak. Keduanya memiliki 
En = n h = n
cepat rambat sama, yaitu 3 10 8 m/s. Jika
diterapkan pada persamaan: 2) Foton memancarkan atau menyerap energi
 dalam satuan diskrit (paket-paket) dari energi
=f= cahaya dengan berpindah tempat dari tingkat
maka cepat ditarik kesimpulan sinar X memiliki energi satu ke tingkat energi lain.
frekuensi lebih besar dari frekuensi sinar cahaya Berdasarkan teori kuantum tersebut dapat di-
tampak. simpulkan bahwa foton bergerak dengan kelajuan
Energi gelombang elektromagnetik setara dengan: cahaya, memiliki energi dalam bentuk paket-paket
E = h = hf energi di mana energi satu foton sebesar .


Semua foton adalah gelombang elektromagnetik.

144 Konsep dan Fenomena Kuantum


16. Jawaban: e (elektron dapat terlepas)


  
= e. Ek = (3,5 eV)
 
 
Keterangan: = 2,48 eV 3,5 eV
= panjang gelombang elektron
= 1,02 eV
h = konstanta Planck
m = massa elektron (elektron tidak dapat terlepas)
v = kecepatan elektron 19. Jawaban: e
17. Jawaban: c Efek fotolistrik salah satunya menghasilkan sinar
Diketahui: P = 90 W X. Sinar X sendiri merupakan foton terhambur dari
= 596,7 nm = 5,967 107 m hasil eksitasi elektron menuju orbit yang lebih
Ditanyakan: banyak foton dalam. Pembuatan sensor cahaya dan panel sel
Jawab: surya memanfaatkan efek fotolistrik pada bahan
 semikonduktor. Mesin barcode pada pusat
E = perbelanjaan juga memanfaatkan prinsip efek
 fotolistrik. Sementara fiber optik bekerja dengan
Pt = n memanfatkan gelombang sinar tampak yang tidak
  berkaitan dengan efek fotolistrik.

= 
20. Jawaban: d

   Diketahui: x = 5 1015 m
=

  
   Ditanyakan: p
 

Jawab:
=
 



 
p  1,054 1020 kg m/s
= 2,7 1020 foton/s 

 
Jadi, foton yang dipancarkan sebanyak Jadi, tenaga minimal yang dibutuhkan elektron
2,7 1020 foton/sekon. sebesar 1,054 1020 kg m/s.

18. Jawaban: d 21. Jawaban: c


Elektron foton dapat terlepas dari permukaan suatu Ultrasonografi menggunakan gelombang bunyi
logam jika energi foton/cahaya yang jatuh di per- berfrekuensi tinggi untuk pencitraan kondisi janin.
mukaan logam lebih besar dari fungsi kerja logam. Kamera ponsel memanfaatkan gelombang cahaya
Dengan menggunakan persamaan tampak. Kamera ponsel ada pula yang dilengkapi
dengan CCD yang bekerja berdasarkan prinsip efek


   fotolistrik. Pencitraan termal memanfaatkan
Ek maks = E W0 dan E =

pancaran gelombang inframerah. Laser mesin


   fotokopi menggunakan cahaya tampak meskipun
a. Ek = (1 eV) melibatkan efek fotolistrik. Sementara pencitraan

 
medis ada yang memanfaatkan sinar X untuk
= 0,62 eV 1 eV
kebutuhan rontgen.
= 0,38 eV
(elektron tidak dapat terlepas) 22. Jawaban: a
Diketahui: mn = 2.000 me


  
b. Ek = (2 eV) n = e

 
1,9 eV 2 eV ve = 1 107 m/s
= 0,1 eV Ditanyakan: vn
(elektron tidak dapat terlepas) Jawab:


  
n = e
c. Ek = (2,5 eV)  

  =
    
= 2,48 eV 2,5 eV
= 0,02 eV  
     =  

  
(elektron tidak dapat terlepas) 



    

  
d. Ek = (3 eV) vn =  

 
= 3,3 eV 3 eV = 5 103 m/s
= 0,3 eV

Fisika Kelas XII 145


Jadi, neutron harus berkecepatan 5 103 m/s transportasi tubuh salah satu pemicunya adalah
supaya memiliki panjang gelombang sama dengan pola makan yang sarat kolesterol sehingga terjadi
elektron. penyumbatan pembuluh darah. Alat reproduksi
yang tidak fertil (mandul) adalah salah satu efek
23. Jawaban: a
dari radiasi nuklir. Gangguan sistem saraf dan
Diketahui: = 9 = 9 1010 m
perubahan hormon lebih disebabkan oleh faktor
c = 3 108 m/s
biologi.
Ditanyakan: v
Jawab: 27. Jawaban: c
 XRD (X Ray Diffraction) adalah alat yang digunakan
W = untuk menganalisis pola kisi kristal dengan metode

 
   difraksi. Sinar X monokromatis yang terkolimasi
= didifraksikan oleh kisi kristal sehingga muncul pola-



= 2,21 1016 J pola dengan intensitas berbeda pada layar. Pola
W = e v dengan intensitas tinggi menandakan adanya
interferensi konstruktif dari gelombang yang




v =  = = 1.375 V = 1,375 kV ditransmisikan.



 
Jadi, beda potensial antara anode dan katode 28. Jawaban: b
sebesar 1,375 kV. Energi ambang elektron sebesar W0 = 3 eV.
Cahaya (foton) berfrekuensi f = 5 1014 Hz.
24. Jawaban: d Energi yang dimiliki sebesar:
XRD singkatan dari X Ray Diffraction, yaitu alat E = hf = (6,63 1034 Js)(5 1014 Hz)
yang digunakan untuk mengetahui struktur atom
= 33,15 1020 J
sebuah kristal. Alat ini memanfaatkan difraksi sinar
= 2,072 eV
X. Rontgen digunakan untuk citra medis organ-
Berdasarkan perhitungan energi foton, data
organ tubuh, seperti patah tulang dan foto toraks
menunjukkan bahwa energi foton lebih kecil dari
yang memanfaatkan sinar X. Radiograf adalah alat
energi ambang elektron. Keadaan ini menyebab-
untuk mencitrakan sebuah benda dengan
kan elektron tidak dapat terlepas dari logam dan
gelombang sinar X. Pemindai barang di bandara
tidak terjadi efek foto listrik. Jadi, jawaban yang
juga memanfaatkan sinar X untuk mendeteksi
tepat adalah opsi b.
barang-barang yang tidak diperkenankan dibawa
saat mengendarai pesawat. Sementara radiofon 29. Jawaban: a
adalah semacam telepon tanpa kabel yang CCD tidak lain adalah kumpulan dioda metal-
memanfaatkan gelombang radio. Jadi, opsi yang oxide semiconductor (MOS) yang dicetak
tidak tepat adalah d. berdekatan satu dengan lainnya yang memiliki
kemampuan menyimpan muatan. Paket muatan
25. Jawaban: a
listrik (elektron) tersebut dapat dipindahkan dari
Kecepatan foton sama dengan kecepatan cahaya.
satu dioda ke dioda lainnya dengan menerapkan
Jika kedua partikel memiliki kecepatan sama, maka
urutan tegangan listrik tertentu. CT scan
kecepatan elektron juga sebesar 3 108 m/s.
memanfaatkan sinar X yang tidak lain adalah hasil
Tinjau persamaan gelombang Compton:

dari fenomena kuantum. Sel surya memanfaatkan

= p= efek fotolistrik pada semikonduktor. Sementara

Tinjau persamaan Planck: mikroskop elektron memanfaatkan sinar elektron


 yang dikendalikan oleh pemantulan magnetik atau
E= elektrostatik yang akan memengaruhi elektron agar
Berdasarkan kedua persamaan di atas, nilai terfokus pada sinar dan membentuk sebuah
momentum dan energi yang dimiliki elektron sama bayangan. Berdasarkan keterangan tersebut
dengan momentum dan energi yang dimiliki foton. keempat alat memanfaatkan mekanika kuantum
Hal ini disebabkan oleh faktor pengali dan pembagi dalam cara kerjanya.
kedua persamaan tersebut adalah konstanta.
30. Jawaban: b
26. Jawaban: b Diketahui: W0 = 2,46 eV = 3,94 1019 J
Radiasi sinar X yang terlalu sering dan tidak tepat = 400 nm = 4 107 m
sasaran dapat memicu sel kanker, yaitu sel yang Ditanyakan: V0
tumbuh secara tidak terkendali. Gangguan sistem

146 Konsep dan Fenomena Kuantum


Jawab: Jawab:



E = W0 + Ek min =



= W0 + Ek


V0 = = 3,1 104



 
  
= 3,94 1019 J + Ek Jadi, tabung harus dipasang pada tegangan

 
3,1 104 volt.
E k = 4,97 1019 J
3,94 1019 J 4. Diketahui: Ek = 1 MeV = 1,6 1013 J
1,03 1019 J Ek+ = 1 MeV = 1,6 1013 J
0,64 eV Ditanyakan:
Jadi, energi kinetik elektron sebesar 0,64 eV. Jawab:
h = 2m0c2 + Ek + Ek+
B. Uraian 

= W0 + Ek
1. Diketahui: W0 = 5,01 eV = 8,016 1019 J

 
  
= 200 nm = 2 107 m = 2(9,1 1031 J)

Ditanyakan: V0 (3 108 m/s)2 +
Jawab: 2(1,6 1013 J)
E = W0 + Ek


 
 =
= W0 + Ek


 + 



= 4,11 1013 m

 
  
= 8,016 1019 J Jad