BUNGA SEMPURNA
Tanaman hias bunga, setiap orang pasti pernah melihat bunga di rumah, kantor, jalan dan
juga di sekolah. bunga membuat lingkungan kita menjadi semakin indah, warna warni pada
bunga dan aromanya membuat banyak sekali orang meyukai bunga.
Tetapi apakah kalian tahu jenis dan fungsi bunga itu sendiri?.. semoga tulisan yang saya buat
ini dapat sedikit menambah pengetahuan teman semua tentang bunga.
yuk kita memulai meyimaknya..
Fungsi bunga
Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya gamet jantan
(mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah analog
dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.
Beberapa bunga memiliki warna yang cerah berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu
penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga
bertujuan memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang
menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga
apabila mengalami kekurangan air atau suhu rendah. Contoh yang paling dikenal adalah
bunga kertas Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji
diharapkan telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival).
Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga memiliki
arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Aroma harum dari bunga juga banyak di jadikan parfum.
Morfologi bunga
Bagian-bagian bunga sempurna.
1. Bunga sempurna,
2. Kepala putik (stigma),
3. Tangkai putik (stilus),
4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari),
5. Sumbu bunga (axis),
6. artikulasi,
7. Tangkai bunga (pedicel),
8.Kelenjar nektar,
9. Benang sari (stamen),
10. Bakal buah (ovum),
11. Bakal biji (ovulum), 12. ,
13. Serbuk sari (pollen),
14. Kepala sari (anther),
15. Perhiasan bunga (periantheum),
16. Mahkota bunga (corolla),
17. Kelopak bunga (calyx).
Bunga adalah daun dan batang di sekitarnya yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan
oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.
Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis
diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan
ketersediaan air (lihat bagian Bunga:Pembentukan bunga).
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu
takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang",
simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik)
secara bersama-sama dalam satu organ.
Bunga tidak sempurna hanya memiliki salah satu nya saja putik atau benang sari.
Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat
bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
Kelopak bunga atau calyx;
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat
serangga yang membantu proses penyerbukan;
Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria)
berupa benang sari;
Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita")
berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat
bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang
membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik
atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan
sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan
yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi
ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang
lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ
bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5)
sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
Pembentukan bunga
Proses pembentukan bunga pada tumbuhan / proses perbungaan adalah salah satu kegiatan
perkembangan terpenting pada angiospermae. Proses terbentuknya bunga ini masih
merupakan suatu kegiatan tanaman yang juga mengandalkan adanya sistem koordinasi kimia,
tanpa adanya bantuan sistim ini, maka proses perbungaan ini tidak akan berlangsung dengan
baik. (baca juga : perbedaan bunga lengkap dan tak lengkap )
Pada proses perbungaan ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu :
1. Suhu : biasanya pada musim panas untuk pembentukan akar, batang, dan daun dan
pada musim dingin baru terbentuk bunga
2. Waktu lama penyinaran : dengan adanya faktor ini pada proses perbungaan, maka
tanaman dibagi menjadi dua yaitu tanaman hari panjang dan tanaman hari pendek.
Tanaman hari panjang adalah tanaman yang membutuhkan cahaya terang yang
panjang untuk proses perbungaaan. Tanaman hari pendek adalah tanaman yang
berbunga pada cuaca yang gelap atau tidak membutuhkan cahaya terang, Respon
perbungaan yang diatur oleh panjangnya hari disebut dengan fotoperiodisme.
3. Pada proses perbungaan yang membutuhkan cahaya dibantu oleh subtansi kimia yang
disebut dengan fitokrom. Fitokrom selain dapat menyerap cahaya juga dapat
berfungsi dalam perkecambahan biji dan mengatur pertumbuhan batang serta
membantu dalam proses penuaan dan kematian spontan pada tanaman.