Anda di halaman 1dari 22

RUANG LINGKUP BIOLOGI

1. Biologi Sebagai Sains


Sains (science) berasal dari kata Latin scientia yang artinya pengetahuan.
Sains merujuk pada sistem untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengamatan
dan eksperimen serta berbagai ilmu yang bersifat ilmiah. Bidang ilmu sains
biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu ilmu sains alam dan ilmu sains sosial.
Sains memiliki beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut:
1) Rasional artinya sains merupakan hasil kegiatan berpikir secara logis
menggunakan nalar (rasio) yang hasilnya dapat diterima nalar manusia.
Sains bukan takhayul.
2) Objektif artinya sains merupakan kebenaran apa adanya karena didasarkan
atas dua data-data dan tanpa pengaruh pendapat atau pandangan pribadi.
3) Empiris artinya sains dapat dibuktikan dengan pengamatan, penelitian atau
eksperimen.
4) Akumulatif artinya sains dapat dibentuk berdasarkan teori lama yang
disempurnakan, ditambah atau diperbaiki sehingga semakin sempurna.
A. Pengertian dan Cabang Biologi
Biologi merupakan bagian dari sains. Biologi berasal dari kata bios
yang berarti hidup, dan logos yang berarti ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang makhluk hidup (organisme) baik yang bersifat
makroskopis maupun mikroskopis. Organisme makroskopis adalah
organisme yang dapat dilihat dengan mata secara langsung, misalnya
tumbuhan tingkat tinggi, hewan dan manusia. Organisme mikroskopis
adalah organisme yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.
Untuk melihat mikroskopis, diperlukan alat bantu, misalnya lup, mikroskop
cahaya dan mikroskop elektron. Contoh organisme mikroskopis, yaitu
bakteri, protista serta beberapa jenis jamur dan ganggang.
Jumlah cabang biologi semakin banyak seiring dengan munculnya
penemuan-penemuan baru. Cabang biologi yang ada saat ini, antara lain
sebagai berikut.
1) Anatomi mempelajari struktur bagian tubuh makhluk hidup.
2) Anastesi mempelajari pembiusan atau penghilangan rasa sakit yang
berhubungan dengan operasi atau pembedahan.
3) Bakteriologi mempelajari bakteri.
4) Bioteknologi mempelajari teknik pemanfaatan organisme untuk
menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia.
5) Botani mempelajari beraneka ragam tumbuh-tumbuhan.
6) Ekologi mempelajari hubungan makhluk hidup dengan sesamanya dan
dengan lingkungannya.
7) Embriologi mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio.
8) Entomologi mempelajari serangga.
9) Etologi mempelajari tingkah laku makhluk hidup.
10) Evolusi mempelajari asal usul makhluk hidup dan berbagai perubahan
yang terjadi secara perlahan-lahan di bumi.
11) Fisiologi mempelajari fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup.
12) Genetika mempelajari cara penurunan sifat makhluk hidup kepada
keturunannya.
13) Higiene mempelajari berbagai usaha manusia untuk hidup sehat.
14) Histologi mempelajari jaringan tubuh.
15) Imunologi mempelajari sistem kekebalan tubuh.
16) Mikologi mempelajari jamur (Fungi).
17) Mikrobiologi mempelajari organisme kecil yang tidak dapat dilihat
dengan mata secara langsung.
18) Morfologi mempelajari bentuk dan struktur makhluyk hidup.
19) Ornitologi mempelajari hewan golongan Aves (burung).
20) Paleontologi mempelajari kehidupan hewan dan tumbuhan zaman
lampau yang telah menjadi fosil.
21) Patologi mempelajari organisme parasit penyebab penyakit (patogen).
22) Filogeni mempelajari hubungan antara kelompok organisme berdasarkan
proses evolusinya.
23) Taksonomi mempelajri penamaan dan pengelompokkan makhluk hidup
berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya.
24) Teratologi mempelajari kelainan atau cacat embrio dalam kandungan.
25) Virologi mempelajari virus.
26) Zoologi mempelajari beraneka ragam hewan.
Cabang-cabang biologi tersebut diperlukan dalam menyelesaikan
kasus atau masalah dalam kehidupan manusia. Dalam menangani kasus-kasus
tertentu, diperlukan kerjasama para ahli yang menguasai bidang ilmu tersebut.
Sebagai contoh, pada kasus flu burung. Untuk menangani kasus flu burung,
diperlukan beberapa cabang biologi, yaitu patologi, virologi, ornitologi,
higiene, etologi, ekologi, farmasi, anatomi dan fisiologi. Contoh lainnya,
dalam kegiatan operasi pasien di rumah sakit, diperlukan ahli anatomi,
fisiologi, anastesi, histologi dan farmasi.
B. Peranan Biologi
Penelitian dan penemuan dalam bidang biologi bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan manusia. Penyalahgunaan untuk kejahatan, sangatlah dilarang,
misalnya virus atau bakteri yang digunakan untuk membuat senjata biologi.
Perkembangan biologi saat ini telah ikut serta dalam menyumbang berbagai
usaha menyejahterakan kehidupan manusia dalam berbagai bidang, antara
lain sebagai berikut.
1) Bidang kedokteran, misalnya teknik pembuatan bayi tabung, metode
keluarga berrencana (KB), cangkok organ tubuh, bedah plastik dan terapi
gen.
2) Bidang farmasi, misalnya pembuatan vitamin sintetik, vaksin, antibiotik
untuk bakteri dan jamur, antibodi monoklonal, hormon insulin buatan,
enzim-enzim buatan, serta obat-obatan tradisional (jamu) dan modern.
3) Bidang teknologi pangan, misalnya pembuatan keju, sosis, sarden, nata
de coco,yoghurt, makanan suplemen, PST (protein sel tunggal), kecap,
tapai, tempe, oncom, tauco dan teknologi pengawetan makanan.
4) Bidang pertanian, misalnya penemuan bibit unggul, tanaman transgenik
(tanaman hasil rekayasa genetika), kultur jaringan, teknologi hidroponik
dan pemandulan hama. Dengan rekayasa genetika, dapat dihasilkan
tanaman dengan sifat-sifat yang dikehendaki, misalnya tanaman yang
tahan penyakit, tanaman yang tahan terhadap kondisi tanah kering,
tanaman yang batangnya tidak mudah roboh dan tanaman yang
mengandung zat tertentu.
5) Bidang peternakan, misalnya kloning untuk hewan, inseminasi buatan
(kawin suntik), ayam petelur tanpa dibuahi pejantan dan hewan ternak
yang bermutu unggul lainnya (memproduksi susu, daging atau telur
berkualitas tinggi).
6) Bidang perikanan, misalnya budidaya udang windu, budidaya kerang
penghasil mutiara dan budidaya ikan hias.
7) Bidang industri, misalnya teknik pemisahan logam dari bijihnya dengan
menggunakan bakteri.
8) Bidang pengelolaan lingkungan hidup, misalnya pengelolaan limbah
dengan menggunakan mikroorganisme dan menguraikan tumpahan
minyak di laut dan plastik dengan bakteri.
2. Kerja Ilmiah
Kerja ilmiah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang disebabkab oleh
orang yang memiliki sikap ilmiah menggunakan pendekatan keterampilan proses
melalui langkah-langkah metode ilmiah.
A. Sikap Ilmiah
Banyak ilmuan biologi yang telah menghasilkan produk sains.
Ilmuan-ilmuan tersebut, antara lain sebagai berikut:
Gregor Mendel yang telan menemukan prinsip-prinsip genetika.
Antonie Van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang berhasil
menemukan mikroorganisme menggunakan mikroskop hasil ciptaannya.
Alexander Fleming yang berhasil menemukan antibiotik.
Ian Wilmut melalui penelitiannya berhasil melakukan kloning sehingga
menghasilkan domba Dolly.
Sikap ilmiah yang dimiliki ilmuan, antara lain:
Peka dan kritis terhadap fenomena atau kejadian di alam.
Tidak percaya pada takhayul yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan.
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Memiliki minat yang besar untuk dapat menghasilkan suatu produk sains.
Berpikir logis, terbuka sera mau menerima kritik dan pendapat orang
lain.
Jujur dan objektif terhadap hasil penelitian yang dilakukan.
Teliti, tekun dan tidak mudah putus asaketika melakukan penelitian.
Optimis terhadap keberhasilan penelitian.
Bersikap hormat terhadap peneliti lain atau pun orang lain.
Menghargai hasil penelitian dan penemuan orang lain.
B. Pendekatan Keterampilan Proses
Pendekatan keterampilan proses (inquiry approach) adalah suatu cara yang
diterapkan pada siswa agar dapat menemukan sendiri fakta dan konsep ilmiah
dengan melibatkan secara maksimal seluruh kemampuannya. Pendekatan
keterampilan proses paling tepat digunakan untuk menumbuhkan dan
mengembangkan jiwa ilmiah siswa dibandingkan pendekatan fakta
(menghafalkan fakta-fakta) dan pendekatan konsep (menghubungkan
beberapa fakta). Dengan pendekatan keterampilan proses, seseorang menjadi
lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah dan
menghasilkan suatu produk sains. Keterampilan proses, antara lain
mencangkup klasifikasi (mengelompokkan) objek, mengajukan pertanyaan,
melakukan pengamatan (observasi), menyajikan data, menafsirkan data,
memprediksi dan memperkirakan data serta mengidentifikasi variabel dalam
percobaan.
1) Klasifikasi Objek
Klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan objek berdasarkan
kriteria tertentu yang ditetapkan. Klasifikasi bertujuan untuk
menyederhanakan objek sehingga akan memudahkan dalam melakukan
penelitian. Sebagai contoh, jika Anda akan mengadakan penelitian
tentang pengaruh penggunaan formalin terhadap Mammalia, Anda tidak
perlu melakukan uji coba pada semua jenis Mammalia, tetapi cukup
menggunakan salah satu jenis Mammalia yang mewakilinya, misalnya
tikus putih.
2) Mengajukan Pertanyaan
Ide penelitian bisa muncul dari rasa ingin tahu yang tinggi.
Pertanyaan yang muncul ketika Anda melihat suatu kejadian yang aneh
dapat diangkat sebagai suatu masalah yang diselesaikan melalui
serangkaian penelitian. Sejumlah pertanyaan dengan menggunakan kata
tanya apa, siapa, dimana, kapan mengapa dan bagaimana dapat digunakan
untuk mengembangkan kemampuan merumuskan masalah yang
merupakan langkah awal dalam penelitian ilmiah. Masalah-masalah yang
menarik untuk diteliti dapat ditemukan secara sengaja maupun tak
sengaja.
Contohnya:
Setiap hari Minggu, Amir pergi memancing ikan ke Danau Telaga
Warna. Amir mengamati adanya keanehan pada danau tersebut, yaitu
warna air danau yang terlihat berubah-ubah. Kemuduan, timbul beberapa
pertanyaan dalam dirinya.
Mengapa warna air danau berubah-ubah?
Warna apa yang trelihat di danau itu?
Apa yang menyebabkan timbulnya perubahan warna pada air danau
tersebut?
Untuk dapat menemukan jawaban dari sejumlah pertanyaan yang
muncul, diperlukan pengkajian teori dan pengumpulan informasi dari
berbagai sumber. Jika informasi yang diperoleh belum memuaskan, perlu
dilanjutkan ke tahap penelitian selanjutnya.
Selain untuk merumuskan masalah dalam penelitian, pertanyaan-
pertanyaan juga diperlukan dalam rangka merancang percobaan.
Beberapa pertanyaan yang akan timbul, antara lain sebagai berikut:
Dimana percoban akan dilakukan?
Berapa lama percobaan akan dilakukan?
Bahan dan alat apa saja yang dilakukan?
Bagaimana cara kerjanya?
Variabel-variabel apa saja yang harus ada dalam eksperimen tersebut?
3) Melakukan Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (observasi) adalah kegiatan untuk memperoleh data
atau informasi yang berhubugan dengan objek penelitian dengan
menggunakan panca indra maupun dengan bantuan alat. Pengamatan
dengan pancaindra bisa dilakukan dengan cara melihat, mendengar,
meraba, membaui dan mengecap sesuai dengan jenis data yang akan
diambil. Pengamatan dengan alat, misalnya menggunakan penggaris atau
meteran untuk mengukur panjang objek, termometer untuk mengukur
suhu, higrometer untuk mengukur kelembaban udara, timbangan (neraca)
untuk mengukur massa, jam atau stopwatch untuk mengukur waktu, kerts
lakmus untuk mengetahui derajat keasaman, lup atau mikroskop untuk
melihat benda mikro dan kamera vidio untuk merekam suatu proses. Data
yang diperoleh dari kegiatan pengamatan dapat berupa data kualitatif dan
kuantitatif.
a. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak dapat dinyatakan
dengan angka. Data kualitatif biasanya diperoleh dari pengamatan
dengan menggunakan pancaindra. Beberapa contoh data kualitatif
adalah sebagai berikut:
Warna air danau keabu-abuan.
Bunga mawar merah lebih harum dari bunga mawar putih.
b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam
angka. Data kuantitatif biasanya diperoleh dari pengamatan yang
menggunakan alat bantu, misalnya penggaris, timbangan, termometer
atau alat lain. Namun, ada pula data kuantitatif yang diperoleh tanpa
memerlukan bantuan alat, misalnya umur seseorang yang dapat
dihitung berdasarkan tahun kelahiran. Beberapa contoh data
kuantitatif adalah sebagai berikut:
Sampel air dari sebuah sungai memiliki pH 4,0.
Suhu udara di lokasi percobaan 25oC.

Data kualitatif kurang tepat dan cenderung sibjektif pengamat


(tergantung pengamat) dibandingkan dengan data kuantitatif. Data
kualitatif dapat diubah menjadi data kuantitatif dengan
menyatakannya dalam angka (1, 2, 3, 4 dst.) atau menggunakan tanda
positif (+) dan negatif (-). Contohnya, jumlah oksigen yang
dihasilkan dalam percobaan fotosintesis dapat dinyatakan sebagai
banyak sekali (++++), banyak (+++), sedang (++), sedikit (+) dan
tidak ada n(-).

4) Menyajikan Data
Agar lebih mudah dimengerti orang lain, data hasil pengamatan
(observasi) sebaiknya disajikan secara ringkas dan sistematis. Data dapat
disajikan dalam bentuk tabel, grafik (diagram), skema dan gambar. Data
kualitatif dapat disajikan dalam bentuk tabel, uraian kalimat, skema dan
gambar. Data kuantitatif dapat disajikan dalam bentuk tabel angka dan
grafik.
5) Menafsirkan Data
Menafsirkan data adalah memberikan arti atau makna pada data
hasil pengamatan. Dalam menafsirkan data, diperlukan suatu acuan
misalnya teori yang sudah ada atau kejaidian lainnya.
6) Memprediksi dan Memperkirakan Data
a. Memprediksi
Memprediksi adalah membuat dugaan berdasarkan logika.
Contohnya, ada seorang anak yang berumur 18 tahun, tetapi badannya
pendek seperti seperti anak berusia 8 tahun. Kedua orangtua anak
tersebut terlihat normal. Prediksi yang dibuat, misalnya saat masih
kecil, anak tersebut mungkin kekurangan gizi dan sering menderita
sakit.
b. Memperkirakan
Memperkirakan adalah membuatu dugaan mengenai suatu
kejadian yang tidak diketahui berdasarkan data yang ada. Contohnya
prakiraan cuaca. Prakiraan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
prakiraan intrapolasi dan prakiraan ekstrapolasi. Prakiraan
intrapolasi adalah membuat dugaan terhadap kejadian yang sudah
pernah terjadi, tetapi tidak diketahui. Sementara prakiraan
ekstrapolasi adalah membuat dugaan terhadap kejadian yang belum
terjadi dan kemungkinan akan terjadi.
7) Identifikasi Variabel dalam Percobaan
Dalam percobaan, terdapat dua kelompok perangkat percobaan,
yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol
merupakan perangkat percobaan yang tidak diberi perlakuan. Variabel
tersebut berfungsi sebagai pembanding. Sementara itu, kelompok
eksperimen merupakan perangkat percobaan yang diberi perlakuan
tertentu. Perlakuan tersebut dapat bervariasi sehingga disebut variabel.
Variabel merupakan faktor penentu atau faktor yang berpengaruh; dapat
berubah maupun diubah. Dalam merancang suatu, Anda perlu memilih
variabel yang sesuai dengan tujuan percobaan dan alat/bahan yang
tersedia. Selanjutnya variabel yang terpilih dikaji dan diteliti
pengaruhnya.
Berdasarkan sifatnya, variabel yang mempengaruhi kehidupan
organisme dibedakan menjadi tiga, yaitu variabel fisika, variabel kimia
dan variabel biologi;
a. Variabel fisika, contohnya suhu kelembaban, tekanan udara, cahaya
matahari, radiasi, angin dan gravitasi bumi.
b. Variabel kimia, Contonya kadar oksigen, air, karbondioksida, garam
mineral, pH dan nutrisi.
c. Variabel Biologi, contohnya organisme parasit, predator, organisme
lain dalam hubungan rantai makanan, siklus hidup, kemampuan
berreproduksi dan daya tahan tubuh.
Variabel dalam percobaan dapat dibedakan menjadi variabel
bebas, variabel terikat, variabel kontrol dan variabel pengganggu.
a. Variabel bebas (variabel manipulasi), adalah perlakuan yang
berbeda-beda dalam percobaan. Variabel bebas sengaja dibuat
berbeda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel
terikat.
b. Variabel terikat (variabel respons) adalah hasil dari perlakuan yang
berbeda-beda dalam percobaan. Variabel terikat merupakan akibat
dari variabel bebas.
c. Variabel kontrol (variabel terkendali) adalah perlakuan yang sama
pada semua percobaan. Karena perlakuannya sama, pengaruhnya juga
sama pada semua kelompok percobaan (terkendali). Variasi kontrol
merupakan variabel yang tidak diteliti pengaruhnya dan hanya
digunakan sebagai pembanding.
d. Variabel pengganggu adalah variabel yang tidak dikehendaki, tetapi
dapat mempengaruhi hasil percobaan.Variabel pengganggu harus
dihindari agar hasil percobaan sesuai dengan yang diharapkan.
C. Metode Ilmiah

Dalam bekerja ilmiah, para ilmuan mempunyai tahapan-tahapan tertentu yang


disebut metode ilmiah. metode ilmiah merupakan suatu cara yang sistematis untuk
memecahkan masalah. Metode ilmiah digunakan oleh para ahli dalam melakukan
penelitian dan bereksperimen untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru.
langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut.

Menemukan dan merumuskan masalah


Mengumpulkan informasi (data-data)
Menyusun hipotesis atau dugaan sementara
Melakukan percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis
Mengolah hasil percobaan (analisis data)
Membuat kesimpulan
Mengkomunikasikan hasil penelitian kepada khayalak
1. Menemukan dan merumuskan masalah
Langkah awal dalam melakukan penelitian atau eksperimen adalah
menemukan masalah. Agar dapat menemukan masalah yang mernarik untuk
diteliti, seseorang harus peka terhadap keadaan dan kejadian sekitar. Masalah
yang sudah ditemukan dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, ringkas,
jelas, dan bermakna. Dalam merumuskan masalah, perlu diperhatikan
hubungan antara variabel bebas yang dipilih dengan variabel terikatnya.
Untuk perumusan masalah, perhatian beberapa pertanyaan berikut.
Adakah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dari objek
penelitian ?
Bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dari
objek penelitian ?

Contoh perumusan masalah adalah sebagai berikut.

Objek penelitian : tumbuhan air Hydrilla sp


Variabel bebas : suhu
Variabel terikat : kecepatan fotosintesis
Rumusan masalahnya : adakah pengaruh suhu terhadap kecepatan
fotosintesisi tumbuhan air Hydrilla sp ?
2. Mengumpulkan informasi (data-data)
Setelah menemukan masalah, kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan
informasi yang berhubungan dengan objek penelitian. Informasi dan data-data
pendukung dapat ditemukan melalui studi kepustakaan, observasi
(pengamatan langsung ) terhadap objek yang akan diteliti, serta
mewawancarai para ahli. Studi kepustakaan dapat dilakukan dengan
membaca buku referensi, jurnal, laporan hasil penelitian orang lain, majalah
ilmiah, koran, dan internet. Dari pengamatan langsung terhadap objek yang
akan diteliti, akan diperoleh informasi fakta yang sebenarnya. Jika informasi
dan data-data pendukung sudah dirasakan cukup, selanjutnya dijadikan
sebagai landasnan teori atau kerangka berfikir.
3. Menyusun hipotesis atau dugaan sementara
Hipotesis merupakan jawaban semetara terhadap suatu masalah. Hipotesis
disusun berdasarkan landasan teori atau kerangka berfikir yang sudah
disusun. Hipotesis ini akan diuji kebenarannya melalui percobaan atau
eksperimen. Hipotesis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hipotesis
nol (hipotesis statistik) dan hipotesis kerja (hipotesis alternatif).
a. Hipotesis nol (H0) adalah dugaan sementara yang menyatakan bahwa
tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Contoh : sebagian orang percaya bahwa jika seorang ibu hamil
mengkonsumsi makanan berwarna kuning (tomat, pepaya, wortel dan
kunyit) akan melahirkan anak berkulit kuning langsat. Apakah hal
tersebut benar ?
Perumusan masalah : adakah pengaruh warna makanan yang
dikonsumsi ibu terhadap ekspresi warna (pigmen ) kulit bayi yang
dilahirkan ?
Landasan teori : warna kulit seseorang ditentukan oeh faktor genetika
(gen) yang diperoleh dari kedua orang tuanya. Pada umumnya,
karakter seseorang dikendalikan oleh sepasang gen, tetapi ekspesi
warna kulit dipengaruhi oleh banyak gen (poligen). Lingkungan juga
dapat mempengaruhi ekspresi warna kulit seseorang, misalnya
paparan cahaya matahari. Cahaya matahari akan meningkatkan proses
pigemtasi sehingga warna kulit menjadi lebih gelap. Jadi, berdasarkan
teori, ekspresi warna kulit tidak dipengaruhi oleh warna makanan
yang dikonsumsi.
Rumusan hipotesisi nol (H0) : tidak ada pengaruh warna makanan
ekspresi warna (pigmen) kulit.
b. Hipotesis kerja (H1), adalah dugaan sementara yang menyatakan bahwa
ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Contoh : sebuah pohon mangga memiliki beberapa cabang. Salah satu
cabang menghasilkan buah yang sangat banyak, sedangkan cabang lain
hanya menghasilkan sedikit buah. Kulit batang dari cabang yang
menghasilkan banyak buah ternyata memiliki luka akibat dipasang tali
ayunan anak-anak.
Perumusan masalah : apakah melukai kulit cabang tanamabn dapat
mempengaruhi terbentuknya buah pada tanaman mangga ?
Landasan teori : tumbuhan membuat makanannya sendiri melalui
proses fotosintesis yang terjadi di daun. Zat makanan tersebut
digunakan untuk menunjang kehidupan, antara lain tumbuhan,
berbunga, dan berbuah. Zat makanan hasil fotosintesis diedarkan
keseluruh tubuh bagian tubuh tanaman melalui pembuluh floem. Jika
kulit pohon terlukan dan terjadi kerusakan jaringan floem, penyaliran
zat makanan dapat terhenti sehingga akan terjadi penumpukan zat
makanan di atas bagian yang terluka. Penumpukan zat makanan akan
memacu pembentukan bunga dan terjadinya buah.
Hipotesisi kerja (H1): melukai kulit batang tanaman dapat
mempengaruhi terbentuknya buah pada tanaman mangga.
4. Melakukan percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis
a. Tahap persiapan percobaan
Percobaan (eksperimen) dilakukan untuk membuktikan kebenaran
hipotesis. Sebelum percobaan dilakukan, anda perlu merancang model
percobaan terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
merancang percobaan, antara lain menentukan alat dan bahan, penjabaran
variabel, menentukan waktu percobaan dan uji coba model percobaan.
1) Menentukan alat dan bahan. Dalam menentukan alat dan bahan, anda
perlu mempertimbangkan biaya dan dimana alat dan bahan
diperoleh. Disarankan agar menggunakan alat dan bahan yang
mudah diperoleh untuk mengantisipasi jika alat tersebut rusak atau
bahan yang digunakan habis.
2) Menyusun cara kerja. Cara kerja harus disusun dengan jelas dan
terperinci sehingga mudah dimengerti dan dilaksanakan.
3) Penjabaran variabel. Variabel bebas, variabel terikat dan variabel
kontrol dikaji untuk ditentukan penjabarannya. Contoh penjabaran
variabel padapercobaan Pengaruh penambahan asam cuka terhadap
kualitas selulosa nata de coco adalah sebagai berikut.
Penjabaran variabel bebas dari penambahan asam cuka adalah
kadar atau jumlah asam cuka yang ditambahkan, misalnya 5 ml,
10 ml, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml. Penentuan kadar sebaiknya
dinaikkan dengan interval tetap.
Penjabaran variabel terikat dari kualitas selulosa nata de coco,
misalnya ketebalan, teskstur serat, dan rasa.
Penjabaran variabel kontrol (perlakuan yang sama), misalnya
jumlah air kelapa yang digunakan pada setiap perangkat
percobaan selalu 1 liter; jumlah gula yang ditambahakan pada
masing-masing perlakuan sama; jumlah dan jenis bibit bakteri
yang digunakan sama (Acetobacter xylinum); serta diletakkan
dalam wadah yang sama ukurannya.
4) Menentukan waktu percobaan. Perlu ditetapkan kapan percobaan
akan dimulai, beberapa lama pemberian perlakuan, dan kapan
percobaan akan selesai.
5) Uji coba model percobaan. Setelah model percobaan selesai
dirancang, selanjutnya diuji coba terlebih dahulu. Hal ini sangat
penting untuk menghindari kegagalan pada percobaan yang
sebenarnya.
b. Tahap perlakuan percobaan
Dalam percobaan terdapat dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak
diberikan perlakuan (kelompok kontrol) dan kelompok yang diberi
perlakuan (eksperimen). Pada percobaan Pengaruh penambahan asam
cuka terhadap kualitas selulosa nata de coco , kelompok kontrolnya
adalah wadah yang tidak ditambahkan asam cuka (jumlah asam cuka = 0
ml), sedangkan kelompok eksperimennya, yaitu wadah yang ditambahkan
asam cuka masing-masing 5 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml, 25 ml dan 30 ml.
Pengamatan dan pencatatan data hasil percobaan diusahakan seteliti
mungkin agar diperoleh data kualitatif maupun kuantitatif yang akurat.
Alat ukur yang digunakan, misalnya timbangan, penggaris, termometer,
dan ph meter, harus terstandarisasi/ percobaan sevaiknya dilakukan
beberapa kali pengulangan untuk mendapatkan data yang sahih
(kebenarannya dapat dipercaya. Data hasil percobaan final adalah rata-
rata dari hasil pengulangan percobaan. Contohnya, jika dalam percobaan
digunakan sample berjumlah 5 individu, dilakukan pengulangan sebanyak
5 kali; sedangkan jika digunakan sample berjumlah 10 individu dilakukan
pengulangan sebanyak 10 kali.
5. Mengolah hasil percobaan (analisis data)
Setelah selesai melakukan percobaan, data yangdiperoleh diolah atau
dianalisis. Analisis data kuantitatif memerlukan perhitungan statistik.
Mengingat perhitungan statistik agak sulit untuk tingkat SMA, data
kuantitatif yang didapat cukup dibuat rata-ratanya, diubah dalam bentuk
presentase, dan dibuat grafik. Pengerjaan menggunakan komputer akan lebih
mudah dan dan hasilnya pun akan lebih rapi. Hasil analisis data kualitatif dan
data kuantitatif kemudian digunakan untuk menjawab hipotesis yang pernah
diajukan dan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
6. Membuat kesimpulan
Kesimpulan merupakan jawaban yang sebenarnya dari hipotesis yang pernah
diajukan. Ada dua kemungkinan, yaitu hipotesis ditolak atau hipotesis
diterima. Hipotesisi diterima apabila sesuai dengan hasil percobaan. Namun
jika hipotesis tidak sesuai dengan hasil percobaan, hipotesis ditolak.
7. Mengkomunikasikan hasil penelitian kepada khayalak
Hasil penelitian ilmiah dapat dikomunikasikan atau dipublikasikan kepada
orang lain dalam bentuk laporan tertulis melalui forum disuksi dan seminar.
Teknik dan prosedur penulisan laporan penelitian dalam bentuk makalah
mengandung unsur-unsur berikut.
a. Judul, berupa kalimat singkat yang singkat dan padat, tetapi dapat
menggambarkan isi makalah.
b. Abstrak, berisi uraian singkat makalah mulai dari nama penulis, judul
makalah, latar belakang permasalahan, tujuan penelitian, teknik
pengambilan data, dan pengolahan data serta hasil penelitian.
c. Prakata, berisi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
ucpan terimakasih kepada pihak yang telah membantu penyelesaian
penelitian.
d. Daftar isi memuat subjudul pada setiap bab dan subbab.
e. Pendahuluan, berisi latarbelakang penulisan, identifikasi masalah, batasan
masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, dan kegunaan penelitian.
f. Kerangka teori dan pengajuan hipotesis berisi kajian landasan teori dan
penelitian.
g. Metodologi penelitian, menguraikan tujuan penelitian, tempat dan waktu
penelitian, alat, bahan, sample, dan model penelitian.
h. Pembahasan, berisi pengolahan data-data dan hasil penelitian.
i. Kesimpulan dan saran, berisi kesimpulan dari penelitian dan saran yang
berhubungan dengan pemanfaatan hasil penelitian.
j. Daftar pustaka, memuat sumber-sumber teori yang digunakan, misalnya
buku referensi, media cetak, maupun media elektronik.
k. Lampiran, berisi tabel, foto,data,dan informasi pendukung.

III. Melakukan Penelitian dan Percobaan Biologi Sederhana

berikut ini akan diberikan suatu contoh penelitian dan percobaan biologi
sederhana yang dapat anda coba untuk berlatih. Namun, anda dapat memodifikasi
atau menggantinya dengan topik permasalahan biologi yang lain. Coba anda
mencari topik-topik permasalahan biologi yang menarik untuk diteliti bersama
teman-teman sekelompok. Penelitian ini dapat dilakukan secara ekstrakurikuler
(diluar jam pelajaran), di rumah, atau di sekolah.

a. Judul penelitian: Perbandingan pengaruh limbah organik hewan dengan


limbah organik tumbuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman
cabai.
b. Alasan pemilihan topik permasalahan: Penentuan topik permasalahan
dalam penelitian ini didasari atas pemikiran adanya anggapan masyarakat
bahwa tanaman akan berbuah lebih cepat dan banyak bila disiram dengan air
bekas cucian daging.
c. Rumusan masalah: Apakah limbah organik hewan dapat menyebabkan
pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai lebih cepat dibandingkan
dengan penggunaan limbah organik tumbuhan?
d. Landasan teori singkat: Limbah organik adalah material yang berasal dari
sisa-sisa tubuh makhluk hidup baik yang berasal dari sisa-sisa tubuh makhluk
hidup baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Sisa-sisa bagian
tubuh makhluk hidup tersebutdiurai oleh bakteri pembusuk di dalam tanah
menjadi zat-zat anorganik sederhana yang mengandung unsur-unsur yang
diperlukan oleh tumbuhan, antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K),
belerang (S), dan kalsium (Ca). Hewan mengandung lebih banyak protein
(unsur N, S, dan P) daripada tumbuhan. Unsur-unsur tersebut diperlukan oleh
tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan adalah
pertambahan volume, misalnya dari pendek menjadi tinggi, sedangkan
perkembangan adalah menuju ke arah dewasa, misalnya pembentukan bunga
dan buah.
e. Hipotesis yang diajukan: Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini
adalah hipotesis kerja (H1), yaitu penggunaan limbah organik hewan dapat
menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai lebih cepat
dibandingkan dengan penggunaan limbah organik tumbuhan.
f. Melakukan percobaan
Penjabaran variabel :
- Variabel bebas : limbah organik hewan (misalnya, air bekas cucian
daging, ikan, atau urin manusia) dan limbah organik tumbuhan (air
bekas cucian beras, sisa air teh, atau air bercampur sisa-sisa sayuran).
- Variabel terikat : pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan
perkembangan yang diamati, yaitu tinggi tanaman, waktu mulai
berbunga, jumlah berat total buah yang dihasilkan, dan kondisi fisik
yang tampak pada batang, daun, bunga, dan buah. Contoh kondisi
fisik, antara lain derajat warna, ukuran besar/kecil, dan segar/layu.
- Variabel kontrol :ukuran pot, jenis tanah yang digunakan, sinar
matahari, jumlah atau volume larutan yang diberikan, dan jenis
tanaman cabai.
Alat dan bahan
- Alat : pot, penggaris, dan timbangan.
- Bahan : tanah, limbah organik hewan (misalnya, air bekas cucian
daging, ikan, atau urine manusia) dan limbah organik tumbuhan (air
bekas cucian beras, sisa air teh, atau air bercampur sisa-sisa sayuran).
Prosedur kerja
- Semaikan sejumlah biji cabai merah pada tanah yang suburhingga
tumbuh setinggi 5 cm. Pilih 12 tanaman dengan tinggi yang sama.
- Pindahkan tanaman ke dalam potyang sudah diisi tanah (satu pot
berisi satu tanaman). Jumlah pot untuk kelompok kontrol ada 3 buah
(K1, K2, dan K3). Jumlah pot kelompok eksperimen (perlakuan),
terdiri atas A = 3 buah (A1, A2, dan A3) dan B = 3 buah (B1, B2, dan
B3).
- Buatlah dua jenis larutan limbah organik, yaitu limbah A (limbah
organik hewan)dan limbah B (limbah organik tumbuhan).
- Masing-masing tanaman di siram dengan jenis larutan limbah dengan
volume yang sama sehari sekali. Tanaman pada kelompok kontrol
disiram air biasa.
- Ukur tinggi setiap tanaman pada masing-masing kelompok setiap
satu minggu sekali selama 3 bulan (hingga tanaman berbuah).
- Hitung rata-rata tinggi tanaman pada setiap kelompok. Contohnya,
pada minggu ke-1, pada kelompok eksperimen A, tinggi tanaman ke-
1 = 8 cm, tanaman ke-2 = 7,5 cm, dan tanaman ke-3 = 8,5 cm. Jadi
rata-rata tinggi tanaman kelompok eksperimen
A = (8 cm + 7,5 cm + 8,5 cm) = 8 cm
3
- Catat waktu kapan tanaman mulai berbunga pada masing-masing
kelompok.
- Setelah tanaman cabai berbuah, petiklah semua buah cabai pada
setiap tanaman dari masing-masing kelompok, lalu timbang.
- Amati pula kondisi fisik batang, daun, bungan, dan buah untuk
mendapatkan data kualitatif, misalnya derajat warna, ukuran
besar/kecil, dan segar/layu daun atau buah.
- Catatlah semua data yang diperoleh ke dalam tabel.

IV. Objek dan Ragam Permasalahan Biologi

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, biologi merupakan bagian dari sains
yang khusus mempelajari organisme (makhluk hidup).

A. Ciri-ciri Makhluk Hidup


Makhluk hidup sebenarnya mudah dibedakan dengan benda mati karena
makhluk hidup memiliki beberapa ciri hidup. Ciri makhluk hidup antara lain
dapat melakukan respirasi (bernapas), memerlukan makanan dan minuman
(nutrisi), melakukan metabolisme, melakukan transportasi zat, mengeluarkan
zat sisa metabolisme (ekskresi), peka terhadap rangsang (iritabilitas),
bergerak, tumbuh dan berkembang, beradaptasi dengan lingkungan, dan
berkembang biak (reproduksi).
B. Objek Biologi pada Tingkat Organisasi Kehidupan
Objek kajian biologi semakin berkembangseiring dengan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek) sehingga makin lama makin rumit.
Untuk memudahkan dalam mempelajarinya, tema objek kajian biologi
dipilah-pilahmenurut tingkatan organisasi kehidupan secara berurutan mulai
dari yang paling kecil hingga yang paling besar, yaitu molekul, sel jaringan,
organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan
biosfer. Terdapat hubungan antara tingkatan-tingkatan tersebut.
1. Objek biologi pada tingkat molekul
Dengan ditemukannya mikroskop elektron yang mampu
memperbesar abjek pengamatan hingga 500.000 kali, ahli biologi mampu
menyingkap kerumitan arganisasi kehidupan hingga pada tingkat
molekuler. Dengan menggunakan alat dan teknologi kimia modern,
strutur di dalam sel dapat dipisahkan menjadi makromolekul-
makromolekul bahkan hingga menjadi atom-atom. Pada umumnya tubuh
orgamisme mengandung molekul-molekul yang tersusun dari atom
karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Jenis molekul
yang terkandung dalam tubuh organisme antara lain karbohidrat, lipid
(lemak), protein, dan asam nukleat.
2. Objek biologi pada tingkat sel
Molekul organik membentuk organel sel, selanjutnya organel sel
dengan fungsinya masing-masing membentuk sebuah sel. Sel merupakan
satuan kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Sel memiliki organel
dengan fungsi tertentu, misalnya inti sel (nukleus) untuk mengatur
metabolisme sel, mitokondria untuk respirasi seluler, dan ribosom untuk
sintesis protein.

3. Objek biologi pada tingkat jaringan, organ, dan sistem organ


Organisasi kehidupan tingkat jaringan hanya terjadi pada
organisme multiseluler (bersel banyak). Pada organisme uniseluler, tidak
ada organisasi pada tingkat jaringan karena aktivitas kehidupannya dapat
diatur dan dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Aktivitas kehidupan
organismemultiseluler dilaksanakan oleh banyak sel yang terorganisasi
dengan baik dalam satu kesatuan fungsi tertentu.
Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk sama
dan melakukan fungsi tertentu. Contoh jaringan pada tumbuhan tingkat
tinggi, yaitu epidermis, parenkim palisade, parenkim spons, sklerenkim,
xilem, floem, kambium, dan gabus, contoh jaringan pada hewan tingkat
tinggi dan manusia, yaitu lemak, tulang, darah, limfe (getah bening), otot,
dan syaraf.
Organ merupakan kumpulan beberapa macam jaringan yang
melakukan suatu fungsi tertentu. Contoh organ pada tumbuhan tingkat
tinggi yaitu akar, batang, daun, bunga, dan buah. Contoh organ pada
hewan tingkat tinggi dan manusia, antara lain jantung, paru-paru, hati,
lambung, usus, telinga, dan hidung.
Sistem organ adalah beberapa organ yang melakukan fungsi
tertentu. Contoh sistem organ pada hewan tingkat tinggi dan manusia,
yaitu sistem peredaran darah, sistem pencernaan makanan, sistem eksresi,
sistem reproduksi dan sistem koordinasi. Sistem organ dibentuk oleh
beberapa organ, misalnya sistem pencernaan makanan, terdiri atas organ
mulut, kerongkongan, lambung, dan usus.
4. Objek biologi pada tingkat individu, populasi, dan komunitas
Individu merupakan makhluk hidup tunggal. Conohnya sebatang
pohon kelapa, seekor semut, dan seorang manusia. Populasi adalah
kumpulan individu dari satu spesies yang berinteraksi dan hidup di
wilayah tertentu. Contohnya, sekumpulan pohon kelapa di suatu kebun
dan sejumlah semut yang hidup di suatu lubang pada sebatang pohon.
Sementara itu, komunitas adalah kumpulan populasi dari berbagai
spesies yang saling berinteraksi dan hidup di area tertentu. Contohnya,
seluruh organisme yang hidup di suatu sawah terdiri atas populasi
tanaman padi, serangga, ular, burung, tikus, dan semut.
5. Objek biologi pada tingkat ekosistem, bioma, dan biosfer
Ekosistem adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup
organisme dengan lingkunganabiotiknya yang saling memengaruhi atau
terjadi hubungan timbal balik (interaksi) diantara keduanya. Komponen
organisme di dalam ekosistem, antara lain manusia, hewan, tumbuhan,
bakteri, jamur, ganggang, dan lainnya. Organisme-organisme tersebut
terjalin dalam hubungan jaring-jaring makanan (peristiwa makan dan di
makan). Peranan suatu organisme di dalam suatu ekosistem bisa sebagai
produsen (penghasil makanan), konsumen (pemakai), atau dekomposer
(pengurai). Komponen lingkungan abiotik dapat berupa air, udara, angin,
mineral, cahaya matahari, tanah, batu, suhu, pH, salinitas (kadar garam),
topografi (keadaan naik turunnya permukaan bumi), dan lain-lain.
Bioma adalah ekosistem terrestrial, umumnya dipengaruhi oleh
iklim regional, dan diklasifikasikan berdasarkan vegetasi dominan atau
organisme yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tertentu. Bioma
meliputi daerah yang amat luas dan memiliki ciri vegetasi (tumbuhan)
tertentu yang dominan. Dipermukaan bumi, terdapat tujuh macam bioma
yaitu tundra, taiga, gurun, padang rumput, sabana, hutan hujan tropis, dan
hutan gugur (deciduous).
Biosfer adalah lapisan bumi yang didalamnya terdapat kehidupan.
Bumi yang menjadi tempat kita hidup ini merupakan biosfer. Biosfer
merupakan ciri utama, yaitu mengandung oksigen yang sangat dibutuhkan
untuk menunjang kehidupan organisme.