Anda di halaman 1dari 40

MAKALAH

JARINGAN INTERNET

STANDAR DAN PROTOKOL

DI SUSUN
OLEH:
NAMA : YUNI SELVITA SUCI
NIM : 061440350764

TEKNIK TELEKOMUNIKASI SARJANA TERAPAN


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2017

0
KATA PENGANTAR

Sebelumnya marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
menganugerahi kita semua rahmat sehingga kita mampu menghadapi hidup yang penuh
rintangan sampai detik ini. Alhamdulillahhirobbil `alamin.
Kedua kalinya tidak lupa kita haturkan atas junjungan Nabi besar kita yang dengan
perjuangannya mampu membawa kita dari alam kekafiran atau kebodohan menuju alam yang
bercahaya atau kefahaman sehingga kita bias membedakan mana yang benar dan yang salah.
Kemudian ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada
ibu/Bapak dosen yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini,
dan Alhamdulillah mampu terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Dan kepada para pembaca saya sadar makalah ini masih banyak kekurangannya
untuk itu kritik dan saran yang membangun saya harapkan sebagai perbaikan karya
selanjutnya.

Palembang, Oktober 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................................... i

Daftar Isi .......................................................................................... ii

BAB I : Pendahulan .......................................................................................... 1

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1

C. Tujuan .......................................................................................... 1

D. Manfaat .......................................................................................... 1

BAB II : Pembahasan .......................................................................................... 2

A. TCP/IP DoD .......................................................................................... 2

B. OSI .......................................................................................... 6

C. Hardware Pembentuk Jaringan ....................................................................... 10

BAB III : PENUTUP ........................................................................................ 21

A. Kesimpulan ........................................................................................ 21

B. Saran ........................................................................................ 21

Daftar Pustaka ........................................................................................ 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan
terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari
keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi


bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras. Protokol
secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk
mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak


variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau
beberapa dari hal berikut:

Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin
lainnya.
Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
Bagaimana format pesan yang digunakan.
Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak
sempurna.
Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan
selanjutnya
Mengakhiri suatu koneksi.

1
Dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas,
kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network. Agar protokol dapat dipakai
untuk komunikasi diberbagai pembuat perangkat maka dibutuhkan standardisasi protokol.
Banyak lembaga dunia yang bekerja untuk standardisasi protokol. Yang saat ini banyak
mengeluarkan standardisasi protokol yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI. Protokol yang saat
ini banyak digunakan adalah TCP/IP, DoD, dan OSI.

B. Rumusan Masalah
Apa itu TCP/IP dan DoD? Serta apa perbedaannya?
Apa itu OSI?
Perangkat apa saja yang membangun sebuah jaringan?

C. Tujuan
Tujuan dari materi ini seperti yang disebutkan dalam rumusan masalah adalah agar
mengetahui macam-macam standar dan protokol pada sebuah jaringan serta perbedaan
masing-masing.

D. Manfaat
Manfaat dari materi ini adalah kita diharapkan mengetahui macam-macam standar
dan protokol pada sebuah jaringan serta perbedaan masing-masing.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. TCP/IP DoD

TCP/IP
Internet protocol suite atau TCP/IP (singkatan dari Transmission Control
Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh
komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di
dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol
ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang
paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat
lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini
adalah TCP/IP stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an
sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan
untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar
jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang
digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema
pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan
hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di
Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk
menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX)
untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin
banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan
oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture
Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang
berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam
dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

3
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi
menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP
merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat
dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini,
kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat
TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang
dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP
diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP
adalah sebagai berikut:

1. Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi
terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer
Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP),Telnet, Simple Mail Transfer
Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak
protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft
TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan
antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2. Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi
koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless.
Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User
Datagram Protocol (UDP).
3. Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing)
dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja
dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution
Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group
Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame
jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak
teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti
halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang
berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services
Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

4
Jaringan dengan protocol TCP IP mempunyai elemen-2 pokok seperti berikut:

Infrastruktur TCP IP
Infrastructure inti jaringan
Connectivity Internet
Layanan DHCP untuk layanan sewa IP address pada jaringan
Layanan DNS server
Layanan WINS Server

Protocol TCP IP suite


Layanan protocol TCP IP, jika di rujuk pada model OSI ada pada layer Internet dan
layer Transport yang membentuk protocol suite TCP IP. Protocol TCP IP merupakan
kumpulan protocol membentuk Protocol TCP IP suite.

Protocol-2 yang berbeda yang berjalan bersama-sama menggunakan infrastructure yang


sama
IP, Internet Control Message Protocol (ICMP), Address resolution protocol (ARP)
TCP, User datagram protocol (UDP)
Protocol-2 applikasi seperti:
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Post Office Protocol 3 (POP3), Internet
Message Access Protocol (IMAP)
HTTP, FTP
Telnet, Secure Shell (SSH)
Server Message Block (SMB)

Dalam hubungannya dengan model referensi OSI, protocol TCP IP suite bisa digambarkan
dalam diagram berikut ini:

5
Komunikasi protocol TCP IP
Ketika informasi melewati turun pada stack-2 TCP IP, setiap layer menambahkan informasi
kepada paket data.

Data applikasi berisi paket-2 data yang sesungguhnya yang akan dikirim ada di layer
Application

Melewati layer Host-to-Host (atau layer transport) paket diberi tagging dengan PORT
komputer pengirim dan penerima, apakah itu misal PORT 25 yang merupakan
applikasi SMTP (email), PORT 80 untuk applikasi HTTP (internet) ataupun lainnya.

Kemudian paket ini turun ke layer IP (atau layer network) untuk diberikan tagging
address jaringan atau routable address untuk komputer pengirim dan penerima.

Kemudian paket turun ke layer Network Access, turun pada layer driver jaringan itu
sendiri dimana address fisik piranti (address MAC) tersebut di tagging kepada paket
untuk komputer pengirim dan penerima.

Dan kemudian disini diputuskan kemana paket data tersebut akan dikirim, bagaimana
dikirim dan kemana tujuan nya. Paket di lewatkan dari ujung ke ujung, bisa saja paket
ini dari fisik NIC komputer anda ke default Gateway, dan dari sana paket dikirim ke
Hop berikutnya, ke hop berikutnya dan terus dari hop ke hop dan untuk setiap hop
pada lokasi tertentu, keputusan perlu dibuat kemana paket akan dikirim dan pada titik
ujung akhir:

6
Paket menuju stack TCP IP keatas stack demi stack

Informasi dikuliti disetiap stack layer persis seperti diperlakukan disisi pengirim stack
per stack Cuma disini bukan ditagging akan tetapi dilepas taggingnya, dikuliti, atau
dipreteli diambil intinya saja.

PENGALAMATAN

Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah
internetwork, yakni sebagai berikut:

1. Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-
bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam
format http://www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan
dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network
Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam
sebuahinternetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host
dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan
menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network
ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus
ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau
menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
2. Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang
direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam
bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana <nama_domain> mengindentifikasikan
jaringan di mana sebuah komputer berada, dan <nama_host> mengidentifikasikan
sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema
penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat
FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama id yang terdapat
di dalam domain jaringan wikipedia.org. Nama

7
domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level
domain .org, yang terdaftar dalamroot DNS, yang memiliki nama . (titik). Penggunaan
FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan
menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan,
FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut
sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang
menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan
berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan
di dalam mesin yang bersangkutan.

Berikut ini merupakan layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:

1. Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan


pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke
sebuah host di dalamjaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan
nama pengguna (user name) dan password, meskipun banyak juga FTP yang dapat
diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut
mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)
2. Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer
dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak
jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai
perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai
Telnet dapat dilihat pada RFC 854 danRFC 855.)
3. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih
lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
4. Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari
jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer
jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut
mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
5. Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan
suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika
pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg
banyak dalam suatu sistem komputer. Ada beberapa jenis remote execution, ada yang
berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer

8
yang sama dan ada pula yg menggunakan sistemRemote Procedure Call (RPC), yang
memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem
komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada
perintah rsh dan rexec.)
6. Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan
pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang
menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk
menentukan nama host di Internet.)

Lapisan TCP/IP

Model jaringan TCP/IP yaitu berbentuk layer atau lapisan. Ada 5 Lapisan pada
TCP/IP, antara lain:

1. Physical Layer
Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media
komunikasi, dll. Lapisan ini fleksibel sesuai dengan media komunikasi yang digunakan.

2. Network Access Layer


Berfungsi mengatur penyaluran data pada media fisik yang digunakan. Lapisan ini
memberikan layanan dan koreksi terhadap kesalahan data yang ditransmisikan.

3. Internet Layer
Berfungsi mendefinisikan bagaimana hubungan antara dua pihak dapat terjadi pada
suatu jaringan. Pada jaringan internet, lapisan ini bertugas untuk memastikan agar semua
paket data yang dikirimkan dapat sampai di tujuannya masing-masing.

4. Transport Layer
Berfungsi mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to
end host. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima oleh penerima adalah sama
dengan informasi yang dikirim oleh pengirim.

5. Application Layer

9
Merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan
aplikasi-aplikasi yang berjalan pada jaringan. Oleh karena itu, akan banyak protokol pada
lapisan ini sesuai dengan jumlah aplikasi yang dapat dijalankan.

Cara Kerja TCP/IP

Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan
fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data
dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi
protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer
berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di
atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah.

Standar Protokol DoD (Department of Defense)


The Department of Defense ( DOD ) , sebuah divisi dari pemerintah Amerika Serikat ,
mengembangkan sebuah model yang akan digunakan sebagai dasar pengembangan untuk
suite protokol mereka sendiri yang dikenal sebagai protokol internet . Sebuah protokol
menunjukkan sekelompok protokol yang dirancang dan dimaksudkan untuk digunakan
bersama-sama . Model ini memiliki empat lapisan dibandingkan dengan tujuh lapisan dari
model OSI . Gambar di bawah menunjukkan empat lapisan model DOD dan bagaimana
memetakan ke model OSI .
Lapisan Proses/Aplikasi DoD memetakan ke Aplikasi, lapisan Presentation dan lapisan
Session dari model OSI . Lapisan Host- to-Host memetakan ke lapisan Transport dan lapisan
Internet memetakan ke lapisan Jaringan . Grafik diatas menunjukkan bagaimana lapisan peta
Model DOD keluar ke lapisan model OSI . Karena ada hubungan antara lapisan dari masing-
masing model , beberapa protokol yang dikembangkan di Internet suite, pada lapisan tertentu
, berfungsi seperti lapisan setara dengan model OSI . Sebuah contoh akan menjadi protokol
seperti Routing Information Protocol ( RIP ) , yang berfungsi pada lapisan Internet dari DOD
. Karena lapisan Internet dari peta DOD keluar ke lapisan Jaringan dari model OSI , RIP akan

10
memiliki tanggung jawab yang sama dari penemuan rute , yang merupakan lapisan tanggung
jawab Jaringan OSI .

Network Acces layer berbeda.DoD tidak mengembangkan protokol untuk lapisan ini .
The DOD mengembangkan protokol untuk Proses / Application , Host- to-Host , dan lapisan
Internet saja. The DOD tidak mengembangkan protokol untuk layer Network Access , karena
mereka ingin menciptakan suite generik protokol yang akan berfungsi pada sistem apapun
vendor . Itu adalah tanggung jawab vendor individu untuk menciptakan satu set protokol
yang memungkinkan Internet suite untuk bekerja dengan perangkat keras mereka . Vendor ini
menciptakan protokol yang akan berfungsi pada lapisan Network Access . Ini adalah alasan
utama mengapa protokol internet yang digunakan pada banyak sistem yang berbeda .

Solusi ini generik oleh Departemen Pertahanan memungkinkan kemampuan membuat


Internet sebagai populer seperti saat ini pada seperti sejumlah besar sistem .

B. OSI
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International
Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur
bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan
untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda
secara efisien.
Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2
komputer.

11
Application (layer 7)
Layer Application Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi fungsionalitas
jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat
pesan-pesan kesalahan.
Lapisan Aplikasi ; mengendalikan input user dari terminal dan melaksanakan program
aplikasi pemakai didalam host.

Contoh Komponen
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini
bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-
mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer
lainnya.
Network components:
Gateway

Protocols:
DNS; FTP
TFTP; BOOTP
SNMP; RLOGIN
SMTP; MIME;
NFS; FINGER
TELNET; NCP
APPC; AFP
SMB

Contohnya
FTP = berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang men-support TCP/IP
protokol
POP3 = digunakan untuk pengelolaan mail.
HTTP = Fungsinya adalah untuk mentransfer HTML dan WEB,biasanyan setiap yang
berbentuk Hyper Text dapat digunakan untuk transfer didalam internet.
12
Presentation (Layer 6)
Layer Presentation adalah layer yang bertanggung jawab dalam memberikan layanan
penyajian format data untuk aplikasi-aplikasi pada layer application agar tidak terjadi
pertukaran data yang tidak diinginkan antara aplikasi satu dengan yang lainnya.
Lapisan Penyajian ; menformat data sehingga dapat disajikan oleh user.

Contoh Komponen
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk
transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk
gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

KOMPONEN
Gateway
Redirector

PROTOKOL
None

Contoh protokolnya
SMTP = menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan.
MPEG = berfungsi untuk mengirim dan menerima file berbentuk video
JPEG = berfungsi untuk mengirim dan menerima file berbentuk gambar

Session (Layer 5)
Layer Session Berfungsi dalam menetapkan, mengelola, dan mengakhiri sesi antara
dua host berkomunikasi. Layer ini memberikan layanan ke lapisan presentation. hal ini juga
mensinkronkan dialog antara lapisan presentasi dua host dan mengelola pertukaran data
mereka.

Lapisan Sessions ; bertugas mengatur, mengorganisir dialog dalam pertukaran data.

13
Session komponen
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur
koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut
session.

NETWORK COMPONENTS:
Gateway
PROTOCOLS:
NetBIOS
Names Pipes
Mail Slots
RPC

Contohnya protokol
SQL = yang mengatur fungsi-fungsi SQL Server.
RPC = fungsi adalah prosedur untuk pemanggilan jarak jauh

Transport (Layer 4)
Layer Transport Berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data serta
memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi
tujuan setelah diterima.
Lapisan Transport ; memungkinkan user node dan host node saling berkomunikasi.

Contoh Komponen
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika
end-to-end antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

KOMPONEN
Gateway
Advanced Cable Tester
Brouter
14
PROTOCOLS:
TCP, ARP, RARP;
SPX
NWLink
NetBIOS / NetBEUI
ATP

Contoh protokolnya
TCP = berguna untuk pengiriman data dalam WEB Browser, E-mail, dan transfer File
UDP = berfungsi untuk pengiriman data berkapasitas rendah
SPX = sebagai media transmisi data dan menjamin validitas data yang ditransmisikan oleh
IPX

Network (Layer 3)
Layer Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header
untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan
menggunakan router dan switch layer 3.
Lapisan Jaringan ; menyebabkan lapisan fisik mentransfer frames dari node ke node.

Contoh Komponen
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang
harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini
berbentuk paket.

KOMPONEN :
Brouter
Router
Frame Relay Device
ATM Switch
Advanced Cable Tester

15
PROTOCOLS :
IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
IGMP;
IPX
NWLink
NetBEUI
OSI
DDP
DECnet

Contoh protokolnya
IP = mengatur aliran data internet
IPX = sama seperti SPX
ARP = Untuk keperluan mapping IP address ke Alamat Ethernet
RARP = menentukan Network Address pada saat alamat data link layer di ketahui.
ICMP = mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer
tujuan tidak bisa dijangkau.
RIP = digunakan untuk keperluan routing.

Datalink (Layer2)
Layer Datalink Berfungsi untuk memberikan pengalamatan fisik dalam hal ini
berlawanan dengan pengalaman logis, merubah data menjadi frame dan melakukan flow
control pada pengiriman data.
Lapisan Data Link ; memformat data menjadi record dan mendeteksi kesalahan.

Contoh Komponen
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang
berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan
kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan
error.

16
Bridge adalah alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk
memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil.
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang
ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network
Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket
protokol apapun.

Contoh protokolnya
SLIP = digunakan untuk komunikasi antara dua mesin yang sebelumnya dikonfigurasi untuk
komunikasi satu sama lain.
PPP = menghubungkan computer individu atau jaringan computer ke internet service
provider

Physical (layer 1)
Layer Physical Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode
pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitktur jaringan topologi dan pengabelan.
Lapisan Fisik ; mentransmisikan data dari satu node ke node lain.

Contoh Komponen
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui
media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.
HUB adalah sebuah alat yang digunakan dalam jaringan LAN yang bekerja di OSI pada layer
Physical layer. Hub berfungsi sebagai konsentrator yaitu digunakan untuk menghubungkan 2
atau lebih komputer yag ada pada jaringan LAN yang menggunaan topologi star.
Merupakan sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang
ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas
keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.

Contoh protokolnya :
10baseT = berfungsi mengubungkan network adapter
100baseT = berfungsi menghubungkan data di fast Ethernet
RS232 = mengatur mengenai level tegangan, konektor dan aturan komunikasi.

17
C. HARDWARE PEMBENTUK JARINGAN
Perangkat Keras (Hardware) Jaringan Komputer adalah perangkat yang secara fisik
dapat dilihat dan diraba, yang membentuk suatu kesatuan, sehingga dapat membangun
sebuah jaringan komputer. Untuk dapat membangun sebuah jaringan komputer, ada beberapa
perangkat keras jaringan komputer yang harus diketahui

Jaringan adalah hubungan antara suatu kompunen dengan komponen lainnya dengan
menggunakan suatu media penghubung dan beberapa komponen penunjang lainnya dalam
suatu kawasan tertentu. Jadi, jaringan komputer adalah hubungan antarasebuah komputer
dengansatu atau beberapa komputer lainnya sehingga terjadi suatu hubungan komunikasi.
Sebuah jaringan komputer terdiri dari hardware, software dan protokol. Hardware pada
jaringan secara garis besar terdiri atas computer beserta peripheral dan penghubung antar
komputer. Software pada jaringan yaitu sistem operasi yang ada pada komputer. Protokol
yaitu suatu aturan yang memberikan ketetapan pada data yang akan dimasukkan kedalam
jaringan.

Jaringan komputer berdasarkan luas areanya terbagi menjadi 3 yaitu: Local Area
Network (LAN ), Metropolis Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN).
Pengembangan jaringan dalam kawasan kecil hingga kawasan yang luas, pada dasarnya
memiliki konfigurasi yang sama terutama pada bagian hardware. Konfigurasi tersebut
biasanya dimulai dari server, pembagi jaringan, penghubung dan berakhir pada
client.Hardware yang digunakan untuk membangun suatu jaringan computer dimanapun
tempatnya pada umumnya menggunakan komponen yang sama, hanya saja yang sedikit
membedakan adalah spesifikasinya. Spesifikasi pada komponen hardwarelah yang
menentukan dimana komponen tersebut layak untuk dipakai atau diterapkan.

18
Hardware Pembentuk Jaringan

Berikut adalah beberapa contoh dari perangkat keras jaringan komputer :

1. Personal Komputer

Personal komputer atau PC merupakan perangkat utama dalam suatu jaringan


komputer. PC ini lah yang akan bekerja mengirim dan mengakses data dalam jaringan.
Kemampuan suatu PC sangat menentukan sekali unjuk kerja dari jaringan. Semakin tinggi
kemampuan suatu PC maka akses yang dilakukan pun akan semakin cepat .

2. NIC (Network Interface Card)

19
Kartu jaringan atau Lan card dipasang pada setiap komputer yang akan dihubungkan
ke suatu jaringan komputer.Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC
yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis.NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat
ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer.

3. HUB

Hub adalah perangkat jaringan yang terdiri dari banyak port untuk menghubungkan
Node atau titik sehingga membentuk jaringan yang saling terhubung dalam topologi star. Jika
jumlah port yang tersedia tidak cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan
dihubungkan ke dalam satu jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara
up-link. Port yang tersedia biasanya sampai 8, 16, 24 atau lebih banyak sesuai kebutuhan
Anda. Untuk kecepatan, Anda dapat menggunakan HUB 10 atau Switch 10/100. Sebaiknya
menggunakan 10/100 karena dapat digunakan untuk jaringan berkecepatan maksimal 10 atau
100. Hub ada yang mendukung pemggunaan kabel coax yang menukung topologi BUS dan
UTP yang mendukung topologi STAR. Namun type terbaru cenderung hanya menyediakan
dukungan untuk penggunaan kabel UTP.

20
4. Konektor UTP (RJ-45)

Untuk menghubungkan kabel UTP diperlukan konektor RJ-45 atau sejenis jack yang
bentuknya mirip dengan jack kabel telepon namun memiliki lebih banyak lubang kabel.
Konektor tersebut dipasang di kedua ujung kabel dengan peralatan Tang khusus UTP. Namun
jika belum bisa memasangnya, Anda dapat meminta sekaligus pemasang-an pada saat
membeli kabel UTP.

5. Kabel Jaringan
Kabel dalam sebuah jaringan digunakan sebagai media penghubung. Meskipun
sekarang sudah ada teknologi tanpa kabel (wireless) namun kabel masih sering digunakan
karena mudah dalam pengoperasiannya. Ada beberapa macam tipe kabel yang biasa
digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer seperti :

21
a. Kabel Twisted Pair
Kabel Twisted Pair ini terdiri dari beberapa kabel yang saling melilit. Ada dua jenis
kabel yang termasuk dalam tipe kabel ini yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dengan lapisan
alumunium foil dan Unshielded Twisted Pair (UTP). Kedua jenis kabel twisted pair ini pada
dasarnya sama, bedanya hanya kabel UTP rentan terhadap medan magnet atau voltase yang
tinggi sedangkan kabel STP tidak.

b. Kabel Coaxial

Tampilan fisik kabel ini terdiri dari kawat tembaga sebagai inti yang dilapisi oleh
isolator dalam lalu dikelilingi oleh konduktor luar kemudian dibungkus dengan bahan
semacam PVC sebagai lapisan isolator paling luar. Untuk penggunaan kabel coaxial ini sudah
jarang digunakan karena pada umumnya orang membangun jaringan komputer dengan kabel
twisted pair.

22
c. Kabel Fiber Optic

Kabel Fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi
canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada kabel biasa,
biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone (Tulang Punggung) karena
dibutuhakan kecepatan yang lebih dalam dari jaringan ini, namun pada saat ini sudah banyak
yang menggunakan fiber opticuntuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN karena
dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena fiber optic ini
menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya dan sudah barang tentu
kecepatan cahaya tidak diragukan lagi namun untuk membangun jaringan dengan fiber
optic dibutuhkan biaya yang cukup mahal dikarenakan dibutuhkan alat khusus dalam
pembangunannya.

23
6. Bridge

Bridge digunakan untuk menghubungan antar jaringan yang mempunyai protokol


yang sama. Hasil akhirnya adalah jaringan logis tunggal. Bridge juga dapat digunakan
jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda. Contoh jaringan yang menggunakan
fiber obtik dengan jaringan yang menggunakan coacial. Bridge mempelajari alamat tujuan
lalulintas yang melewatinya dan mengarahkan ke tujuan. Juga digunakan untuk menyekat
jaringan. Jika jaringan diperlambat dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat
dibagi menjadi dua kesatuan yang lebih kecil.

24
7. Switch

Merupakan pengembangan dari konsep Bridge. Ada dua arsitektur dasar yang
digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store and forward. Switch cut-through
mempunyai kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya
memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tijuannya, sedangkan switch
store and forward merupakan kebalikannya. Switch ini menerima dan memeriksa seluruh isi
paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket merlukan waktu,
tetapi proses ini memungkinkan switch mengetahui adanya kerusakan pada paket data dan
mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan. Dengan Swith terdapat beberapa kelebihan
karena semua segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh. Tidak terbagi seperti
share network pada penggunaan Hub.

25
8. Router

Router tidak mempunyai kemampuan untuk mempelajari, namun dapat menentukan


path (alur) data antara dua jaringan yang paling eficien. Router beroperasi pada lapisan
Network (lapisan ketiga OSI.). Router tidak mempedulikan topologi dan tingkat acces yang
digunakan oleh jaringan. Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Ia tidak dihalangi oleh
media atau protokol komunikasi. Bridge mengetahui tujuan ahir paket data, Router hanya
mengetahui dimana router berikutnya ditempatkan. Ia dapat digunakan untuk
menghubungkan jaringan yang menggunakan protokol tingkat tinggi yang sama. Jika paket
data tiba pada router, ia menentukan rute yang terbaik bagi paket dengan mengadakan
pengecekan pada tabel router. Ia hanya melihat hanya melihat paket yang dikirimkan
kepadanya oleh router sebelumnya.

26
9. Repeater

Repeater adalah suatu perangkat dengan program yang digunakan untuk mengatasi
keterbatasan (jarak, kualitas sinyal) fisik suatu segmen jaringan (komputer).Dapat juga
digunakan untuk menggabungkan beberapa segmen suatu jaringan yang besar (misalnya
Ethernet to Ethernet). Namun dalam membangun jaringan fisik yang besar, perlu
diperhatikan bahwa aturan panjang kabel maksimum tidak dapat dilampaui dengan
menggunakan repeater ini. Repeater tidak dapat menghubungkan misalnya antara protokol
data link layer yang berbeda (misalnya Ethernet dengan Token Ring). Hal ini karena repeater
mempunyai bit korespondensi dengan data link atau network layer. Contoh repeater adalah
Hub. Oleh karena itu Hub kadang juga disebut sebagai multiport/modular repeater. Cara kerja
repeater menyebarkan traffic data ke seluruh jaringan, tanpa memandang apakah traffic data
tsb diperlukan atau tidak di seluruh jaringan. Jika jumlah station semakin banyak, dan traffic
data sangat tinggi. Maka akan berakibat kinerja menurun (akses lambat).Untuk merancang
sebuah network, seorang network administrator harus tahu tentang topologi fisik, logic,

27
manajemen traffic jaringan, jenis dan karakteristik protocol pada masing-masing physical
sampai dengan application layer sangat diperlukan.

10. Modem

Satu-satunya saat modem tidak diperlukan adalah saat telephone tombol digunakan
sebagai terminal. Semua saluran jaringan komputer lain memerlukan modem pada tiap
ujungnya. Modem dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tertentu biasanya 300, 1200,
2400, 4800 atau 96000 bit per detik dan seterusnya kecepatan modem menentukan kecepatan
transmisi data. ADSL adalah type modem untuk penggunaan accses internet kecepatan tinggi.
Umumnya modem ADSL merupakan integrasi dari modem, firewall dan ethernet
switch serta router dan mungkin juga dengan transiever. Modem ADSL bekerja pada
frekwensi yang berbeda dengan frekwensi yang digunakan dalam percakapan telephon
sehingga saluran telephon dapat digunakan untuk percapapan bersamaan dengan penggunaan
transmisi data melelalui modem ADSL.

28
11. Gateway

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan
komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi
yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan
komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang
utama.

Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak


jarang pula pemula menyamakan "gateway" dengan "router" yang sebetulnya tidak benar.
Kadangkala, kata "gateway" digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang
menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini
muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya
terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.

29
12. Cluster Control Unit

Cluster Control Unit membangun hubungan antara terminal yang dikendalikannya


dengan perlatan-peralatan dan jaringan. Alat ini memungkinkan beberapa terminal berbagi
satu printer atau mengakses beberapa komputer melalui jaringan yang bebeda. Cluster
Control Unit dapat pula mengerjakan pemeriksaan kesalahan dan pengubahan kode.

13. Multiplexer

30
Saat beberapa terminal harus berbagi satu saluran pada saat yang sama, multiplexer
dapat ditambahkan pada tiap ujung. Multiplexer adalah suatu alat yang memungkinkan
pengiriman dan penerimaan bebrpa pesan secara serentak. Penambahan multiplexer
berdampak seperti mengubah jalan satu jalur menjadi jalur bebas hambatan dengan beberapa
jalur. Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul sofware yang
benar didalam host.

14. Front-end Processor

31
Front-end Processor menangani lalulintas Jaringan komputer yang masuk dan keluar
dari host komputer. Kedua komputer tersebut dapat merupakan jenis apapun, tetapi
configurasi yang umum terdiri dari sejenis komputer mini khusus yang berfungsi sebagai
front-end processor dan sebuah mainframe yang menjadi host. Front-end
Processor berfungsi sebagai unit input dari host dengan mengumpuklkan pesan-pesan yang
masuk dan menyiapkan data bagi host. Front-end Processor juga berfungsi sebagai unit
output dari host dengan menerima pesan-pesan untuk transmisi ke terminal.

Walau kecepatan transmisi antara saluran dan front end Processor relatif lambat (
dalam banyak kasus bit-bit ditransmisikan secara serial ) kecepatan tarnsmisi front-end
processor dengan host dapat berlangsung secara cepat ( beberapa bit ditransmisikan secara
paralel). Sebagian front-end processor melakukan message switching dengan mengatur rute
(routing) pesan dari suatu terminal ke yang lain tanpa melibatkan host. Jika karena suatu hal
terminal penerima tidak dapat menerima pesan (mungkin sedangan digunakan atau rusak)
front-end processor dapat menyimpan pesan tersebut dalam penyimpanan sekunder dan
mengirimkannya nanti. Kemampuan ini disebut simpan dan teruskan (store and forward).

32
15. Brouter

Brouter adalah teknologi yang menggabungkan antara bridge dan router. Bahkan
secara tidak tepat seringkali disebut sebagai router multiprotokol. Walau pada kenyataannya
ia lebih rumit dari pada apa yang disebut router multiprotokol yang sebenarnya

16. Access point

Pengertian Wireless Access Point perangkat keras yang memungkinkan perangkat


wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi,

33
bluetooh atau perangkat standar lainnya. Wireless Access point umumnya dihubungkan
ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat
digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (seperti laptop, printer yang
memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan.
Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan
banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.Sebagai Hub/Switch yang bertindak
untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, Access point dapat
memancarkan atau mengirim koneksi data / internet melalui gelombang radio, ukuran
kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar
kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

17. POE (Power Over Ethernet) atau DC Power Injector

Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk menghidupkan access point maka
kita memerlukan alat POE ini, yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet
atau kabel UTP/STP.

18. Antena Eksternal, Tower dan Penangkal Petir ( Lightning Arrester )

34
Digunakan untuk meningkatkan jarak jangkau wireless LAN. Antena bawaan AP
dilepas kemudian dengan pigtail, RF out AP dihubungkan ke Antena eksternal.

Tower berguna untuk mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, kita
perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa
menangkap sinyal radio dengan baik. Sebagai pengaman dari petir maka kita memerlukan
alat berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel
pembumian(grounding), biasa dikenal dengan Lightning Arrested Protector, dipasang pada
kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk
penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter
sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan
perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

35
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan
terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari
keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Agar protokol dapat dipakai untuk komunikasi diberbagai pembuat perangkat maka
dibutuhkan standardisasi protokol. Banyak lembaga dunia yang bekerja untuk standardisasi
protokol. Yang saat ini banyak mengeluarkan standardisasi protokol yaitu IETF, ETSI, ITU,
dan ANSI. Protokol yang saat ini banyak digunakan adalah TCP/IP, DoD, dan OSI.
Perangkat Keras (Hardware) Jaringan Komputer adalah perangkat yang secara fisik
dapat dilihat dan diraba, yang membentuk suatu kesatuan, sehingga dapat membangun
sebuah jaringan komputer. Untuk dapat membangun sebuah jaringan komputer, ada beberapa
perangkat keras jaringan komputer yang harus diketahui, seperti : Hub, Bridge, Switch,
Router, Repeater, Acces Point, dll.

B. Saran

36
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_(komputer)
http://kendrozsisandong.wordpress.com/2012/12/20/semua-tentang-osi-layer-dan-tcpip/
http://www.matcmp.sunynassau.edu/~kaplans/classes/dodmod.htm
http://kfcngalah.wordpress.com/2012/10/25/tentang-fungsi-dan-perangkat-7-osi-layer/
http://nazcules.blogspot.com/2013/09/hardware-pembentuk-jaringan.html

37