Anda di halaman 1dari 11

Modul 1 blok 14

1. Jika diketahui suatu hambatan dari suatu konduktor 50 ohm, dan tegangan sebesar 250 volt,
berapa arus yang melewati suatu konduktor?
a. 0,5 ohm
b. 12500 ampere
c. 0,02 ampere
d. 5 ampere
e. 50 ampere
2. Jika diketahui suatu tegangan sebesar 2200 volt dengan diberi hambatan sebesar 400 ohm, maka
berapa arus yang dapat melewati konduktor tersebut?
a. 0,55 ampere
b. 5,5 ampere
c. 0,18 ampere
d. 55 ampere
e. 50 ampere
3. Jika diketahui suatu konduktor mempunyai tegangan 350 volt dengan dialiri arus sebesar 7
ampere,maka berapakah hambatan dari suatu konduktor tersebut
a. 0,55 ohm
b. 5 ohm
c. 50 ohm
d. 0,02 ohm
e. 2450 ohm
4. Suatu kontraksi dari suatu otot ada mekanisme biolistrik,apakah yang dimaksud dengan
biolistrik?
a. Kelistrikan dari suatu sel
b. Kelistrikan dari suatu jaringan hidup
c. Kelistrikan dari suatu otot
d. Kelistrikan suatu sel dan jaringan hidup
e. Kelistrikan suatu sel,jaringna dan otot makhluk hidup
5. Bagaimanakah system saraf bekerja?
a. Depolarisasi dan potensial aksi
b. Repolarisasi dan potensial aksi
c. Penghantaran impuls/potensial aksi di sel saraf
d. Penghantaran impuls dan potensial aksi di sel saraf
e. Penghantaran impuls di sel saraf dan depolarisasi
6. Dari soal diatas ada pertukaran ion di intrasel dan ekstrasel sehingga dapat menimbulkan
kontraksi pada otot, yang dimaksud dengan pertukaran ion adalah..
a. Ion Na
b. Ion Ca
c. Ion Na dan ion K
d. Ion Na dan Ion Ca
e. Ion Na, ion Ca dan ion K
7. Kelistrikan yang timbul dalam tubuh ada peristiwa penghantaran impuls disuatu sel saraf, pada
system saraf terdiri dari system saraf pusat dan system saraf otonom. Yang mengirim informasi
ke otak atau medulla spinalis adalah..
a. System saraf perifer afferent
b. System saraf perifer eferen
c. System saraf pusat
d. System saraf otonom
e. System saraf pusat dan otonom
8. Kelistrikan yang timbul dalam tubuh ada peristiwa penghantaran impuls disuatu sel saraf, pada
system saraf terdiri dari system saraf pusat, pada system saraf perifer mengirimkan informasi
dari otak atau medulla spinalis ke otot dan kelenjar yaitu..
a. System saraf perifer afferent
b. System saraf perifer eferen
c. System saraf pusat
d. System saraf otonom
e. System saraf pusat dan otonom
9. Kelistrikan dan kemagnetan yang timbul dalam tubuh, dimana ion Na diluar sel merupakan
proses dari..
a. Depolarisasi
b. Repolarisasi
c. Depolarisasi dan repolarisasi
d. Penghantaran impuls dineuron
e. Neromial junction
10. Pada kelistrikan sel terjadi penghantaran pada sinaps listrik yang melalui..
a. Neurotransmitter
b. Postsinaps
c. Gap junctions
d. Pengeluaran ion Ca oleh reticulum sarkoplasmic
e. Neuromyal junction
11. Protein otot, suatu polipeptida yang berikatan dengan kalsium pada kontraksi otot adalah..
a. Aktin
b. Myosin
c. Troponin C
d. Titin
e. Nebulin
12. Protein otot, suatu polipeptida yang berikatan dengan tropomyosin dan troponin adalah..
a. Aktin
b. Myosin
c. Troponin C
d. Troponin I
e. Troponin T
13. Protein otot yang berikatan pada plasmalema, dimana bila terjadi defisiensi protein akan
mengakibatkan penyakit duchenne muscular distrofi:
a. Myosin
b. Troponin
c. Aktin
d. Distrofin
e. Calcineurin
14. Pada siklus relaksasi dan kontraksi otot, yang terjadi saat fase relaksasi adalah..
a. Kepala S1 pada myosin menghidrolisis ATP menjadi ADP dan P, membentuk kompleks ADP-
Pi-miosin
b. Aktin dapat diakses dan kepala myosin menemukannya, mengikatnya dan membentuk
kompleks aktin-myosin-ADP-Pi
c. Pembebasan Pi diikuti dengan pembebasan ADP dari kompleks aktin-myosin-ADP-Pi
d. Molekul ATP lain mengikat kepala S1, dan membentuk kompleks aktin-myosin-ATP
e. Myosin ATP memiliki afinitas yang rendah terhadap aktin sehingga aktin terlepas
15. Pada siklus relaksasi dan kontraksi otot, terjadi power stroke pada saat:
a. Kepala S1 pada myosin menghidrolisis ATP menjadi ADP dan P, membentuk kompleks ADP-
Pi-miosin
b. Aktin dapat diakses dan kepala myosin menemukannya, mengikatnya dan membentuk
kompleks aktin-myosin-ADP-Pi
c. Pembebasan Pi diikuti dengan pembebasan ADP dari kompleks aktin-myosin-ADP-Pi
d. Molekul ATP lain mengikat kepala S1, dan membentuk kompleks aktin-myosin-ATP
e. Myosin ATP memiliki afinitas yang rendah terhadap aktin sehingga aktin terlepas
16. Pada siklus relaksasi dan kontraksi otot, yang terjadi saat fase awal kontraksi adalah:
a. Kepala S1 pada myosin menghidrolisis ATP menjadi ADP dan P, membentuk kompleks ADP-
Pi-miosin
b. Aktin dapat diakses dan kepala myosin menemukannya, mengikatnya dan membentuk
kompleks aktin-myosin-ADP-Pi
c. Pembebasan Pi diikuti dengan pembebasan ADP dari kompleks aktin-myosin-ADP-Pi
d. Molekul ATP lain mengikat kepala S1, dan membentuk kompleks aktin-myosin-ATP
e. Myosin ATP memiliki afinitas yang rendah terhadap aktin sehingga aktin terlepas
17. Mutasi gen RYR1 yang mengkode kromosom 19q yang mengkode reseptor ryanodine tipe 1
menyebabkan penyakit:
a. Hipertermia maligna
b. Distrofi otot tipe duchenne
c. Gagal jantung
d. Myasthenia gravis
e. Tetanus
18. Apabila antibody melawan reseptor asetilkolin akan mengakibatkan penyakit otot:
a. Hipertermia maligna
b. Distrofi otot tipe duchenne
c. Gagal jantung
d. Myasthenia gravis
e. Tetanus
19.
20. Pada keadaan anaerob otot menghasilkan ATP terutama melalui:
a. Glikolisis
b. Fosforilasi oksidatif
c. Glikogenesis
d. Glukoneogenesis
e. HMP shunt
21. Anak lahir spontan dengan letak kepala ubun-ubun kecil, tapi pada kala II/III lama dan
menyebabkan ada benjolan di puncak kepala yang batas tak jelas maka diagnose adalah:
a. Cephal hematoma
b. Caput succedaneum
c. Haemorotage sub aponeupotik
d. Cutaneous tumor
e. Hydrocephalus
22. Sehubungan dengan soal diatas maka therapy yang dilakukan adalah:
a. Berikan antiinflamasi
b. Berikan anti pyretic/analgetik
c. Biarkan 4-7 hari
d. Berikan antibiotic
e. Berikan anti histamine
23. Dalam trauma jaringan lunak pada anak yang baru dilahirkan bisa terjadi dan pada umumnya
sembuh dalam 1 s/d2 minggu. Yang sembuhnya baru terjadi pada minggu 6-8 adalah:
a. Aberasi
b. Petechiae
c. Fat tissue nekrosis sub kutan
d. Echymosis
e. Eritema
24. Sehubungan dengan soal diatas maka pengobatan pada umumnya cukup diberikan:
a. Antibiotika dan perawatan
b. Antihistamin dan perawatan
c. Anti inflamasi dan perawatan
d. Anti septic dan perawatan
e. Surgery
25. Seorang anak dilahirkan dengan memakai alat setelah lahir kelihatan adanya perdarahan
dibawah aponeurotik membentuk benjolan yang tak berbatas tegas, berfluktuasi dan edema.
Dalam pemeriksaan darah anemia kadang syok dan berapa hari kemudian hiperbilirubinemia,
diagnosanya adalah:
a. Cephal hematom
b. Caput succedaneum
c. Tumor kulit kepala
d. Sub aponeurotik haemorrhage
e. Hidrosetalous
26. Sehubungan dengan soal diatas maka terapi yang tepat adalah..
a. Antibiotika
b. Vit.K dan kalau perlu transfuse darah
c. Anti pyertika
d. Analgetika
e. Anti histamine
27. Seorang anak dilahirkan dengan memakai alat, setelah lahir didapatkan tulang
temporal/parietal. Benjolan terbentuk perlahan-lahan hari kedua kelihatan. Diikuti ternyata
benjolan tersebut menghilang pada 8 minggu umurnya, maka diagnose yaitu:
a. Cephal hematom
b. Subaponeurotik haemorrhage
c. Caput succedaneum
d. Tumor kulit kepala
e. Hidrosetalous
28. Sehubungan dengan soal diatas maka pengobatan yang dilakukan adalah:
a. Diberikan antibiotic
b. Diberikan antipyretic
c. Diberikan analgetika
d. Dibiarkan sembuh sendiri
e. Diberikan antiflogistik
29. Anak yang lahir didiagnosa dengan perdarahan dibawah aponeurotik maka anjuran pemberian
vit.K. Dosis vit K. tersebut adalah..
a. 0,1-0,9 mg/kgbb/ hari 3-5 hari
b. 1-2 mg/kgbb/ hari 3-5 hari
c. 3-4 mg/kgbb/ hari 3-5 hari
d. 5-6 mg/kgbb/ hari 3-5 hari
e. 7-8 mg/kgbb/ hari 3-5 hari
30. Anak yang lahir dan ditegakkan diagnose congenital sorticolus maka otot-otot yang terkena
biasanya adalah:
a. Otot scalenus posterior
b. Otot sternocleido mastoideus
c. Otot levator scapulae
d. Otot splenius cervices
e. Otot splenius capitis
Seorang wanita yang berusia 62 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD RS kabupaten dengan
keluhan pinggul tidak dapat digerakkan. Penderita selama ini menderita osteoporosis.
31. Bila dilakukan pemeriksaan BMD, berapakah kemungkinan skor penderita tersebut?
a. +3
b. +1
c. 0
d. -1
e. -3
32. Kapankah sebaiknya dilakukan pemeriksaan densitometry selanjutnya pada pasien tersebut?
a. 2 bulan lagi
b. 4 bulan lagi
c. 6 bulan lagi
d. 1,5 tahun lagi
e. 2 tahun lagi
33. Apakah kemungkinan factor resiko pada pasien tersebut?
a. Penyakit jantung koroner
b. Diabetes mellitus
c. Osteoarthritis
d. Kurang masukan kalsium
e. Penyakit ginjal akut
34. Pemeriksaan serum khusus pada pasien ini adalah:
a. Asam urat
b. Rheumatoid factor
c. LE test
d. ANA test
e. 1,25 Hydroxyvitamin D3
35. Obat yang diberikan pada pasien ini adalah:
a. Glucosamine
b. Chondroitin
c. Metotreksat
d. Bifosfonat
e. Garam emas

Iwan berusia 30 tahun 1,2 minggu yang lalu mengalami kecelakaan kendaraan bermotor
sehingga iwan mengalami patah pada tulang tibianya. Dokter sudah memberikan penangan
dengan mengoperasi kaki iwan dan sekarang kaki iwan sudah digips, sekarang iwan masih
menjalani masa penyembuhan:

36. Untuk perbaikan tulang selain dibutuhkan mineral dominan, juga dibutuhkan mineral trace
elemen yang harus terdapat pada makanan yakni:
a. Ca
b. P
c. Na
d. Cl
e. Zn
37. Vitamin yang paling cocok untuk mempercepat penyembuhan tulang pada iwan adalah:
a. A
b. D
c. E
d. K
e. C
38. Selain Ca mineral yang banyak terdapat pada tulang adalah:
a. P
b. Mg
c. Na
d. Cu
e. Fe
39. Pada saat evalusia NVD dijumpai skala nyeri 5, maka dokter memutuskan untuk memberikan
obat analgetik, obat analgetik yang cocok adalah:
a. Petidin
b. Tramadol
c. Asam mefenamat
d. Paracetamol
e. Codein
40. Obat analgetik golongan opiate sebaiknya diberikan [ada skla nyeri..
a. 1
b. 5
c. 10
d. 4
e. 2
41. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan keluhan nyeri pada
pergelangan tangan kanannya. Keadaan ini dialami kerika sedang bermain bola basket penderita
tersandung kemudian jatuh dengan posisi telapak tangan menahan kearah bawah. Setelah
dilakukan pemeriksaan dan foto radiografik terdapat fraktur pada tulang pergelangan tangan
kanan (ossa carpalia dextra). Berdasarkan struktur anatomi, tulang yang paling mungkin
mengalami kerusakan adalah:
a. Os cuneiforme
b. Os naviculare
c. Os lunatum
d. Os talus
e. Os cuboideum
42. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan keluhan nyeri hebat pada
daerah panggul kirinya. Keadaan ini dialami penderita ketika baru duduk dikursi penumpang
mobil, saat hendak berbalik badan untuk mengenakan sabuk pengaman tiba-tiba mobil yang
ditumpanginya ditabrak dari arah depan sehingga tubuh bagian panggul penderita ini terlempar
kuat menghantam dashboard. Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, dokter
memperkirakan adanya cedera pada tulang-tulang rongga panggul kemudian
merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan foto radiografik. Berdasarkan struktur
anatomi, tulang yang paling mungkin mengalami kerusakan adalah:
a. Os ischium
b. Os coxae
c. Os pubis
d. Os acetabulum
e. Os ilium
43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan keluhan nyeri bahu yang
luar biasa. Keadaan ini dialami saat bermain sepakbola, penderita yang sedang berlari
menggocek bola kemudian jatuh terguling karena disandung oleh lawan mainnya. Pada
pemeriksaan fisik didapati lengan atas kirinya bergantung kebawah dengan sedikit eksorotasi
dan penderita tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya karena nyeri. Pada pemeriksaan
foto radiografik tidak ditemukan fraktur tetapi didapati adanya dislokasi sendi glenohumeral
(dislokasi bahu). Berdasarkan struktur anatomi, tulang-tulang yang termasuk persendian itu
adalah:
a. Os clavicula, scapula dan costae I-II
b. Os clavicula, scapula dan humerus
c. Os clavicula, scapula dan vertebra cervicalis
d. Os clavicula, scapula dan radius
e. Os clavicula, scapula dan ulnae
44. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan mulutnya tidak dapat
ditutup kembali. Keadaan ini dialami penderita ketika sedang dialami kondisi mengantuk
kemudian tanpa sadar dia menguap dengan membuka mulutnya lebar-lebar sehingga mulutnya
tidak dapat ditutup kembali. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dengan cermat, penderita
didiagnosa mengalami dislokasi articulation temporomandibularis. Secara struktur anatomi,
tulang yang mengalami gangguan tersebut termasuk dalam kelompok:
a. Basis crania
b. Calvaria
c. Neurocranium
d. Fossa basis crania
e. Splachnocranium
45. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UDG RS dengan keluhan sesak nafas dan demam
dengan disertai riwayat menderita batuk-batuk yang cukup lama. Setelah dilakukan serangkaian
pemeriksaan dan dikonsulkan ke Dokter spesialis paru. Penderita didiagnosa mengalami efusi
pleura. Kemudian dokter melakukan suatu tindakan untuk mengambil cairan pleura penderita
memasukkan jarum pada lokasi dekat pinggir bawah costae VIII.
Berdasarkan struktur anatomi, costae teserbut termasuk dalam kelompok:
a. Costae spuriae
b. Costae anguli
c. Costae fluctuantes
d. Costae tuberculi
e. Costae verae
46. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang keklinik rawat jalan orthopedic RS dengan keluhan
nyeri dan bengkak pada mata kaki kiri. Keadaan ini dialami penderita ketika jatuh terpeleset
pada waktu turun dari bus metro mini. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter
merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan foto radiografik. Berdasarkan struktur
anatomi, tulang yang paling mungkin mengalami kerusakan adalah:
a. Os triquetrum
b. Os pisiforme
c. Os talus
d. Os trapezoidea
e. Os capitatum
47. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri pada bagian depan
perut. Keadaan ini dialami penderita ketika bagian depan perutnya terbentur sisi meja kerjanya
dikantor. Pada hasil pemeriksaan ditemukan adanya jejas dan sedikit pembengkakan pada otot
dinding anterior abdomen disisi dan dibawah umbilicus. Berdasarkan struktur anatomi, otot
yang paling mungkin mengalami gangguan adalah:
a. M.Psoas Major
b. M.Iliacus
c. M.Quadratus Lumborum
d. M.Rectus Abdominis
e. M.Intertransversarii
48. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa keklinik rawat jalan anak rumah sakit karena orang
tuanya melihat bahwa leher anaknya miring ke satu sisi, sehingga satu sisi telinganya berada
lebih dekat ke bahu kemudian posisi kepala menjadi mendongkak keatas. Setelah melakukan
serangkaian pemeriksaan secara cermat, akhirnya dokter menegakkan diagnose tortocolis
congenital yang dikarenakan perdarahan dalam otot cervical lateral leher. Secara struktur
anatomi, otot yang paling mungkin mengalami kerusakan tersebut adalah:
a. M. trapezius
b. M. sternoclediomastoideus
c. M. stylohyoideus
d. M. sternohyodeus
e. M. longus coli
49. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri yang luar biasa pada
betis kirinya sehingga sulit untuk berjalan. Keadaan ini dialami penderita ketika jatuh terganjal
dari belakang saat bermain futsal. Pada pemeriksaan didapati otot-otot betis kiri nyeri dan
mengeras, tetapi dari hasil foto radiografi tidak ditemukan fraktur tulang. Berdasarkan struktur
anatomi, otot yang paling mungkin mengalami gangguan adalah:
a. M. pectineus
b. M. gracilis
c. M. polipteus
d. M. soleus
e. M. peroneus
50. Seorang atelit perempuan berusia 16 taun dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri dan bengkak
pada paha kanannya. Keadaan ini dialami ketika sedang mengikuti latihan cabang olahraga
senam tiba-tiba penderita mengalami insiden jatuh terpental dan paha depan kanannya
menghantam keras alas matras. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter memperkirakan
penderita mengalami, gangguan pada otot-otot Quadriceps femoris, kemudian menyarankan
agar dilakukan pemeriksaan foto radiografik. Secara struktur anatomi, otot yang paling mungkin
mengalami gangguan adalah:
a. M. vastus medialis
b. M. biceps femoris
c. M. semilendinous
d. M. Sartorius
e. M. semimembranosus
Seorang pasien laki-laki, usia 16 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan luka robek
diproksimal femur kanan. Hal ini dialami pasien 1 jam sebelum masuk rumah sakit, sebelumnya
pasien mengendarai sepeda motor dan mengalami kecelakaan. Luka robek ukuran 3x1 cm
diproksimal femur lateral, pinggir luka tidak beraturan, dasar luka tulang, kontaminasi sedang.
Pasien compos mentis,TD:130/70 mmHg,H:80 x/I, RR:22x/I, suhu 37 0C. Pada pemeriksaan fisik
tampak sendi panggul mengalami endorotasi, nyeri(+), function laesa (+), deformitas (+),
krepitasi(+).
51. Dari kasus diatas diagnosis pasien tersebut adalah:
a. dislokasi
b. osteomielitis
c. bumper fracture
d. spondilosis
e. lacerated wound
52. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilakukan terhadap pasien tersebut adalah:
a. pemeriksaan darah lengkap
b. pemeriksaan foto thoraks AP/lateral
c. pemeriksaan foto femur
d. pemeriksaan urinalisa
e. pemeriksaan foto pelvic
53. Jika dari pemeriksaan radiologi ditemukan adanya fraktur pada tulang femur kanan termasuk
jenis fraktur apakah pasien tersebut:
a. fraktur terbuka grade I
b. fraktur terbuka grade II
c. fraktur terbuka grade III
d. fraktur tertutup
e. fraktur multiple
Seorang pasien laki-laki, usia 23 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri diujung jari
tengah tangan kanan. Dialami pasien sejak 2 hari sebelum datang ke RS, sebelumnya pasien
terjatuh saat memperbaiki atap rumahnya. Dari pemeriksaan fisik pasien compos mentis, pasien
tidak dapat melakukan gerakan ekstensi penuh pada ujung distal jari tengah tangan kanan, ujung
distal jari tersebut selalu dalam posisi fleksi pada sendi interfalang distal, hematoma (+).
54. Diagnosis yang tepat terhadap pasien terebut adalah
a. baseball finger
b. fraktur bennet
c. boxer fracture
d. colles fracture
e. smith fracture
55. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendukung diagnosis tersebut adalah:
a. foto rongent manus kiri
b. foto rongent pedis kiri
c. foto rongent manus kanan
d. foto rongent pedis kanan
e. foto rongent cruris kanan
56. Tindakan yang dilakukan terhadap pasien tersebut yaitu:
a. pasang infuse
b. beri analgetik
c. suntik ATS
d. immobilisasi dengan gips
e. pasang K-wire
57. Fraktur dari basis falang distal pada insertion dari tendon esktensor disebut:
a. baseball finger
b. fraktur bennet
c. boxer fracture
d. colles fracture
e. smith fracture
58. Jenis traksi kulit yang dipergunakan pada fraktur femur anak usia dibawah 2 tahun adalah:
a. traksi ekstensi dari buck
b. traksi ekstensi dari Dunlop
c. traksi ekstensi dari gallow
d. traksi ekstensi dari Hamilton russel
e. sliding traction
59. Penggantian tendon yang rusak dengan tendon daari tempat lain yang tidak begitu mempunyai
fungsi disebut:
a. tenotomi
b. tendons
c. tendon lengthening
d. tenografi
e. tendon graf
60. Operasi tulang untuk menyambung dua bagian tulang atau lebih dengan menggunakan alat
fiksasi dalam seperti plate, screw disebut:
a. osteosintesis
b. amputasi
c. eksostektomi
d. osteotomi
e. bone grafing