Anda di halaman 1dari 36

SIRKUMSISI

Ramlan Nasution
Divisi Urologi FK USU / RSUP HAM
Curriculum Vitae
CURRICULUM VITAE

Nama : Ramlan Nasution


Tempat/tgl lahir : Medan, 6 Oktober 1974

Riwayat pendidikan :
1999 : Fak. Kedokteran USU, Medan
2010 : Pendidikan Spesialisasi Bedah Urologi Fak. Kedokteran
Universitas Indonesia, Jakarta
2009 : Course of Pediatric oncology Urology, Singapore
2010 : Workshop on Basic Laparoscopy , Jakarta
2011 : Course PCNL, Surabaya

Riwayat pekerjaan :
2001 2004 : Dokter PTT RSU Tanjung Pura , Langkat
2009 sekarang : Staf pengajar Departemen Ilmu Bedah FK-USU

Organisasi :
Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI)
Perhimpunan Endolaparaskopik- Indonesia
Member of European Association of Urology
SIRKUMSISI
Berasal dari bahasa Latin:
circum: around, caedere: to cut

Di AS: tindakan/ prosedur pembedahan


terbanyak yang dilakukan (pada tahun 1995,
64% neonatus disirkumsisi)
SIRKUMSISI DAN KESEHATAN
Anak yang tidak disirkumsisi mempunyai risiko
infeksi saluran kemih (ISK) 3-10 kali lebih tinggi
dibandingkan anak yang disirkumsisi pada tahun
pertama kehidupan
Risiko kanker penis meningkat pada pria yang
tidak disirkumsisi higien yang buruk
Kejadian balanopostitis lebih tinggi pada pria
yang tidak disirkumsisi (3%-10%)
Risiko tertular HIV berkurang hingga 70% pada
pria yang disirkumsisi
ANATOMI
ANATOMI
ANATOMI

a: arteri pudenda interna,;b: n. pudenda


interna; c: arteri kavernosa,;d: arteri
dorsalis penis; e: n. dorsalis penis
INDIKASI
Medis:
- Fimosis sekunder/ patologis
- Kelainan kongenital yang rentan terhadap
terjadinya ISK (misal vesicoureteral reflux)
- Balanopostitis
- ISK yang disertai demam

Agama/ sosial
Fimosis

Fisiologis

Patologis
KONTRAINDIKASI
Hipospadia
Epispadia
Chordee (kurvatura) penis
Webbed penis
Penis yang terbenam (buried/ hidden/ concealed
penis)
Mikropenis
Intersex/ disorder of sex development (DSD)
Gangguan hemostasis/ perdarahan (relatif)
Hipospadia
Epispadia
KURVATURA PENIS TORSIO PENIS
(CHORDEE)
PENIS TERBENAM Webbed penis
Intersex (DSD)

Congenital Adrenal Hyperplasia


LANGKAH-LANGKAH SIRKUMSISI
Anamnesis dan pemeriksaan fisik
Persiapan alat
A- dan antisepsis
Anestesi
(Dorsumsisi dan) sirkumsisi
Pasca tindakan dan follow up
ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK
ANAMNESIS
1.Indikasi sirkumsisi
2.Riwayat penyakit dahulu: penyembuhan luka
3.Ada tidaknya kontra indikasi

PEMERIKSAAN FISIK
1. Kondisi umum
2. Pemeriksaan lokal (genitalia eksterna):
- Lokasi orifisium uretra eksterna
- Panjang penis
- Kulit prepusium
- Pemeriksaan genitalia lain (testis, skrotum)
Retraksi Kulit Prepusium
Retraksi Kulit Prepusium
PERSIAPAN ALAT
SET BEDAH MINOR
KASSA STERIL
POVIDONE IODINE, ALKOHOL
SARUNG TANGAN STERIL
KAIN/ DUK BERLUBANG
SET ANESTESI
BENANG: RAPID ABSORBABLE
A- DAN ANTISEPSIS
Cuci tangan
Sarung tangan steril
Povidone iodine dan alkohol
Kain/ duk berlubang
ANESTESI
Anestesi infiltrasi dan blok
penis :
- Lidokain 2% (tanpa
adrenalin)
- Dosis maksimal lidokain
ANESTESI
Anestesi umum
untuk anak yang tidak koperatif

Anestesi kaudal
anestesia intra dan
pascaoperatif
(DORSUMSISI DAN) SIRKUMSISI
Retraksi dan pisahkan
kulit prepusium dan
glans sampai korona,
Perhatikan letak
orifisum uretra eksterna
dan bentuk glans penis
Dorsumsisi pada pukul
12 hingga tampak
sulkus koronarius
(DORSUMSISI DAN) SIRKUMSISI
Lakukan sirkumsisi
secara melingkar
sekitar 5 -10 mm dari
glans
Kontrol perdarahan
(jahitan atau kauter)
Jahitan aproksimasi
dengan benang rapid
absorbable (plain cat
gut, chromic cat gut,
atau monocryl)
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN

Klem Mogen
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN

Klem Gomco
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN

Klem Plastibell
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN

Smart clamp
PASCA TINDAKAN DAN FOLLOW UP
Rawat terbuka vs tertutup
Salep antibiotik
Analgetik:
- Parasetamol/ ibuprofen
KOMPLIKASI SIRKUMSISI
Perdarahan, terutama a.
frenulum 0,2%-5%
- Umumnya minor
- Tekan atau jahitan
hemostasis
Infeksi < 1%
Kulit prepusium yang
dieksisi tidak adekuat
skin tags, fimosis sekunder
Kulit prepusium yang
dieksisi terlalu banyak
buried / trapped penis
Amputasi glans/ penis
Komplikasi

Fimosis pasca sirkumsisi Infeksi


Akibat sirkumsisi dengan laser
TERIMA KASIH