Anda di halaman 1dari 79

GANGGUAN KESEIMBANGAN

ELEKTROLIT & ASAM BASA

dr Shahrul Rahman, Sp.PD FINASIM

Departemen Ilmu Penyakit Dalam


Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
GANGGUAN KESEIMBANGAN
ELEKTROLIT
Kebutuhan harian

Na+ 2 meq/kgBB/hari
K+ 1 meq/kgBB/hari
NATRIUM
Keseimbangan natrium diatur oleh :

- Kadar Na yang sudah tetap pada batas tertentu


- Keseimbangan Na masuk & keluar

Na yang difiltrasi akan direabsorbsi di :


- Tubulus proksimal : 60-65%
- Loop of henle : 25-30%
- Tubulus distal : 5%
- Duktus koligentes : 4%
HIPONATREMIA
Hiponatremia terjadi bila :

- Asupan cairan > kemampuan ekskresi


- Ketidakmampuan menekan sekresi ADH
ECF ECF normal ECF

Renal Ekstrarenal Disfungsi adrenal Gagal jantung Gagal ginjal


atau tiroid Sirosis
Sindroma nefrotik

Kortisol atau
hormon tiroid
UNa UNa UNa UNa UNa
>20 mEq/L < 10 mEq/L >20 mEq/L <20 mEq/L >20 mEq/L

Ganti defisit isotonik Batasi air Batasi air Batasi air


Ganti defisit natrium Furosemid
Akut : < 48 jam = simptomatik atau berat

Hiponatremia

Kronik : > 48 jam = asimptomatik


GAMBARAN KLINIS HIPONATREMIA
GASTROINTESTINAL
- Anoreksia & Mual (Dini) PEMBENGKAK
Susunan Syaraf Pusat : AN SEL OTAK
- Kesadaran menurun
- Kejang kejang
- Pern. Cheyne Stokes
-Meninggal.
SIGNS
Kesadaran
SYMPTOMS Refleks tendon
LETARGI Anoreksi Pern.Cheyne Stoke
APATIS MUAL Hipotermi
DISORIENTASI AGITASI Refleks patologis
KRAM OTOT Pseudobulbar palsy
Kejang ayan
Manifestasi serius umumnya berkaitan dengan [Na+]
plasma < 120 mEq/L
Deplesi natrium dicurigai bila [Na+]/ [K+] kurang dari 1
Koreksi hiponatremia sangat cepat bisa mengakibatkan
demielinisasi pons, dengan cacat neurologis menetap
NaCl hipertonik dapat diindikasikan pada pasien dengan
[Na+] plasma < 110 mEq/L, tetapi harus dengan hati-hati
untuk mencegah edema paru, khususnya pada pasien
dengan kandungan natrium tubuh yang tinggi
Tatalaksana :

1. Atasi penyakit dasar


2. Hentikan obat hiponatremia
3. Koreksi hiponatremia : - akut : progresif
- kronik : perlahan-lahan

Na = (135 Na aktual) x 0,6 x BB


HIPONATREMIA: AIR > Na
Volume ECF (o e d e m a )

Sindroma Nefrotik Gagal Ginjal Akut


Sirosis Hati Gagal Ginjal Kronik
Gagal Jantung

Na kemih < 10 mmol/L Na kemih > 20 mmol/L

RESTRIKSI CAIRAN

NORMONATREMIA
HIPERNATREMIA
Hipernatremia terjadi bila :

Kekurangan air tidak diatasi dengan baik


Tatalaksana :

1. Hipervolemik diuresis atau dialisis


2. Perbaiki defisit air tubuh
H I PE R NAT R E M IA
( Na serum > 150mEq /L H
I
HIPOVOLEMIK EUVOLEMIK P
E
Na + H2O losses H2O losses
R
Na total Na total normal V
O
Renal Losses Extrarenal Losses L
Osm.Diuresis Keringat , Diare E
Na-U > 20 Na-U < 10 mEq/L M
I
K
NaCl Hipotonik NORMONATREMIA
HIPERNATREMIA & HIPOVOLEMIA
( H2O losses, Na total tubuh : normal)

Renal Losses Extrarenal Losses


Diabetes Insipidus Kehilangan via per
- Sentral, Nefrogenik nafasan dan pengu
dan Parsial apan dikulit
Kurang minum
(Hipodipsia)

Na kemih : Bervariasi Na kemih bervariasi

WATER REPLACEMENT NORMONATREMIA


HIPERNATREMIA & HIPERVOLEMIK
Na addition Na total tubuh meninggi

Hiperaldosteronism primer
Sindroma Cushing
Dialisis Hipertonik
Pemberian Na Bikarbonat hipertonis
Banyakmakan garam / tablet NaCl

Kemih bisa hipertonik atau Isotonik


Na dikemih selalu > 20 mEq /L

Water Replacement + Diuretika Normonatremia


KALIUM
Fungsi Kalium :

- Sintesis protein
- Kontraksi otot
- Konduksi saraf
- Pengeluaran hormon
- Transpor cairan
- Perkembangan janin
KALIUM (POTASSIUM) ; K
Intracellular Extracellular
98% K total 2% K total
140 mEq/L 3.5 5.5 mEq/L
Na
K Na out /K in = 3:2
Hormon Tiroid
Katekolamin
Na /K pump Insulin
Balance K
Aliran Na+ melalui saluran natrium (voltage-gated
sodium channel) pada membran sel
Juga diperlukan utk pembentukan & penghantaran
action potential di neuron dan sel otot

Kadar Na+ dalam darah diatur oleh


Aldosteron
ADH (antidiuretic hormone)
ANP (atrial natriuretic peptide).
Faktor yg mempengaruhi distribusi K antara
cairan intraselular dan ekstraselular
FISIOLOGIK - Na-K ATPase
- Katekolamin
- I n s u l i n.
- K plasma
- Latihan Jasmani
PATOLOGIK - Penyakit Kronis
- pH ekstraselular
- Hiperosmolalitas
- Laju pemecahan sel sel
HIPOKALEMIA
K K K

K+ serum lebih K+ serum normal K+ serum defisit

> 5,3 mEq/L 3,5 - 5 mEq/L < 3,5 mEq/L


Hipokalemia terjadi bila :

- Asupan kalium yang kurang


- Pengeluaran kalium yang berlebihan melalui saluran
cerna, ginjal atau keringat
- Kalium masuk kedalam sel
Sekresi aldosteron Muntah-muntah
suction

Sel

Diuretik K+
boros K+ Alkalosis
K+ glukosa
Diare Insulin
Mengapa hipokalemia kurang
diperhatikan?

Gejala tidak spesifik dan umumnya baru muncul


pada kadar K+ < 3 mEq/L
Pada pasien non-kardiak tidak dimonitor ketat
Fasilitas Lab tidak memadai
Awareness <<
Gejala Klinis :

Otot lemah, lelah, nyeri, restless legs syndrome,


kelumpuhan atau rabdomiolisis
Jantung AF, VT, hipertensi
Ginjal Vakuolisasi pada tubulus proksimal & distal,
pemekatan urine poliuria & polidipsia
Gangguan toleransi glukosa & gangguan met protein
Me kan produksi NH4 & bikarbonat
NORMAL

P R
HIPOKALEMIA
U PR memanjang
T U menonjol
T flat.
P R
Tatalaksana :

Indikasi mutlak : pengobatan digitalis, KAD, kelemahan


otot pernafasan, hipokalemia berat
Indikasi kuat : insufisiensi koroner/iskemia jantung, HE,
pasien konsumsi obat K ekstra ke intra

Indikasi sedang : hipokalemia ringan


Standar K+ dalam larutan i.v.
1 Kadar: <40 mEq/L
< 40mEq/L
2 Kecepatan: <20 mEq/jam KCl

3 Jumlah : <100 mEq/hari


4 Monitor EKG dan K+ serum
5 U r i n e: >0.5 ml/kg/jam
6 Perhatikan obat-obatan
(anti aldosteron)

KCl tidak
boleh bolus
HIPERKALEMIA
Hiperkalemia terjadi bila :

- Keluarnya K dari intra ekstra sel


- Berkurangnya ekskresi K via ginjal
Pe pH 0.1 Ke K serum
0.2 1.7 mEq / L
( + 0.6 )

ASIDOSIS HIPERKALEMIA
Gejala Klinis :

Perubahan eksitabilitas jantung


Parestesia
Kelemahan
Arefleksia
Paralisis asenden
K serum 5 - 6.5 mEq/L
T Gel.T tinggi dan runcing

HIPERKALEMIA
K serum 6.5 8 mEq / L
Gelombang P flat
P PR interval memanjang
QRS complex melebar
S Terbentuk gelombang S
P R

K serum > 8 mEq / L


Ventricular Fibrilasi

Arrest Jantung
Tatalaksana :

Pemantauan EKG kontinyu


Ca iv
Insulin
Na bikarbonat
Alpha-2 agonis
Loop diuretik
Resin penukar
Dialisis
GANGGUAN KESEIMBANGAN
ASAM BASA
Sering terjadi pada pasien bedah maupun non bedah

Sering juga pada pasien sakit berat di RS

Pengenalan diagnostik & koreksi dari kelainan ini


sangat penting
pH < 7,35 asidemia / asidosis
pH > 7,45 alkalemia / alkalosis

asidosis akut

kronik
Kelainan respiratorik
akut
alkalosis
kronik
asidosis

Kelainan metaborik

alkalosis
pH:
7.40 (7.35-7.45)
pO2:
80-100mmHg
pCO2:
35-45mmHg
SaO2:
>/= 95%
HCO3:
22-26 mmol/L
Respiratory Acidosis Metabolic Acidosis
H2CO3 berlebihan Kekurangan HCO3
Ok hipoventilasi Sering pada Peny. Ginjal
dan Diabetes

Respiratory Alkalosis Metabolic Alkalosis


Kekurangan H2CO3 Excess HCO3 berlebihan
Ok hiperventilasi Ok
Diare, Steroid, Diuretic
Bicarbonate buffer system.
ASIDOSIS METABOLIK
Asidosis metabolik terjadi akibat :

- Pe an produksi asam endogen


- Kehilangan bikarbonat
- Akumulasi dari asam endogen

Pe an pH berhubungan dengan pe an ventilasi


pernafasan Kussmaul
Tatalaksana :

- Pantau tanda tanda vital


- Pasang infus
- Pastikan pernafasan berjalan baik
- Bikarbonat
- Atasi penyebab dasar
ALKALOSIS METABOLIK
Metabolic alkalosis.
pH & HCO3-
pCO2 kompensasi hipoventilasi alveolar
Tatalaksana :

- Pantau tanda tanda vital


- NaCl responsif beri NaCl 0,9%
- NaCl resisten atas penyakit dasarnya
- Koreksi hipokalemia
ASIDOSIS RESPIRATORIK
16
HCO3

3
H2CO3
Penyakit paru berat, kelemahan otot pernafasan,
dan abnormalitas kontrol ventilasi

pCO2 , pH
Tatalaksana :

- Pantau tanda tanda vital


- Tingkatkan frekuensi nafas & turunkan CO2
- Atasi penyakit dasar
ALKALOSIS RESPIRATORIK
25
HCO3-

1
H2CO3
pCO2 , pH
Tatalaksana :

- Pantau tanda tanda vital


- Hipoksia : O2
- Tidak hipoksia : bernafas kedalam kantung
- Atasi penyakit dasar
ABG Values
pH = 7.37
PaCO2 = 38
HCO3 = Normal
24
PaO2 = 98
ABG Values
pH =
7.16
PaCO2 =
70
HCO3 = Asidosis
25 Respiratorik
PaO2 =
88
ABG Values
pH = 7.21
PaCO2 = 68
Asidosis
HCO3 = Respiratorik
22
PaO2 = 86
ABG Values
pH = 7. 13
PaCO2 = 35
Asidosis Metabolik
HCO3 =
20
PaO2 = 80
ABG Values
pH = 7.47
PaCO2 = 45
Alkalosis Metabolik
HCO3 =
34
PaO2 = 90
ABG Values
pH = 7.27
PaCO2 = 38
HCO3 = Asidosis Metabolik
20
PaO2 = 98
ABG Values
pH =
7.48
PaCO2 =
40
HCO3 = Alkalosis
35 Metabolik
PaO2 =
88
ABG Values
pH = 7.31
PaCO2 = 65
Asidosis
HCO3 = Respiratorik
22
PaO2 = 86
ABG Values
pH = 7. 53
PaCO2 = 35
Alkalosis Metabolik
HCO3 =
32
PaO2 = 80
ABG Values
pH = 7.42
PaCO2 = 45
Normal
HCO3 =
24
PaO2 = 90
TERIMA KASIH