Anda di halaman 1dari 82

1

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH BALI
RESORT BANGLI

STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP)


KEPOLISIAN RESOR BANGLI

I. PENDAHULUAN
1. Umum
Salah satu sasaran jangka pendek RENSTRA Polres Bangli tahun 2008-
2012 adalah semakin mantapnya Kinerja sebagai aparat penegak Hukum
yang senantiasa dapat memberikan Pengayom Pelayan , Pelindung ke pada
Masyarakat dengan baik sebagai tujuan . Sasaran ini diarahkan pada
peningkatan mutu manajemen baik dibidang Oprasioanl yang mencakup
seluruh aspek manajemen, yaitu bidang , sumber daya (manusia, keuangan,
sarana dan prasarana, dan informasi) bidang Oprasional pada setiap kegiatan
agar mampu menyelenggarakan seluruh kegiatannya secara profesional dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan suatu prosedur operasional
yang jelas dan standar bagi semua Unit Kerja , Satuan Fungsi pihak yang
terlibat dalam pencapaian sasaran renstra tersebut. Praktek praktek Kegiatan
Oprasional yang baik yang telah berlangsung di Kepolisian Resor Bangli perlu
distandarisasi dan didokumentasikan agar menjadi acuan bagi manajemen
dalam menjalankankan tugas dan fungsinya serta menjamin keberlangsungan
implementasi praktik-praktik baik tersebut, meskipun terjadi transisi
kepemimpinan manajerial.
Terkait dengan sasaran RENSTRA -20012 dalam rangka Harkamtibmas di
wilayah Hukum Polres Bangli akan membangun standarisasi sistem layanan
berbasis elektronik yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja
layanan di Resor Bangli serta mampu memberikan berbagai informasi yang
dibutuhkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan proses pengambilan
keputusan. Untuk menuju kepada standarisasi layanan berbasis elektronik perlu
diciptakan terlebih dahulu sistem manual terstandar atau semacam Standard
Operating Prosedur (SOP) untuk seluruh layanan yang ada sehingga dapat
dipahami oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya.

2. Dasar
a. Undang-undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik
Indonesia lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2002 Nomor 2,
TambajanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168) ;
b. PeraturanKepalaKepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 23 tahun
2010, tanggal 30 September 2010 tentang Susunan Organisasidan Tata
Kerja pada tingkat kepolisian resor (Polres) danKepolisianSektor ( Polsek );
/. C. Peraturan......
2

c. PeraturanPresidenNomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan


Tata kerja Kepolisian Negara Repiblik Indonesia;
d. Peraturan Kepala Kepolisian Negrara Republik Indonesia Nomor 26 Tahun
2010 tentang Tata Cara pembentukan Peraturan Kepolisian;

3. Maksud dan Tujuan

a. Maksud
Standard Operating Prosedur (SOP) pada dasarnya adalah pedoman yang
berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada dalam suatu
organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan
tindakan , serta penggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh
orang-orang dalam organisasi berjalan secara efisien dan efektif, konsisten,
standar dan sistematis. Dengan adanya sistem manual standar atau (SOP)
diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja layanan yang
diberikan oleh Kepolisian Resor Bangli. Dengan adanya instruksi kerja yang
terstandarisasi maka semua kegiatan layanan akan dapat dilakukan secara
konsisten oleh siapapun yang sedang bertugas melakukan layanan.
Layanan-layanan yang berbelit dan tidak jelas prosedur operasinya akan
semakin terminimalisir disamping konsistensi layanan hal lain yang akan
dihasilkan adalah efisiensi dan efektifitas kerja.

b. Tujuan
Dengan prosedur yang terstandar setiap orang baik pengguna layanan
maupun staf yang memberi layanan akan dapat memanfaatkan ataupun
melakukan layanan yang semakin hari semakin baik dan semakin cepat
karena terjadinya proses pembelajaran yang secara terus menerus terjadi
selama proses layanan. Dengan demikin dapat dipastikan melalui SOP ini
akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja layanan.

4. Ruang lingkup
Layanan yang diberikan Kepolisian Resor Bangli dapat dibedakan menjadi 2
kelompok besar layanan, yaitu pertama, layanan yang diberikan kepada seluruh
lapisan masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kepolisian Polres Bangli
mulai dari memberikan pelayanan , memberikan perlindungan , mengayomi
seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminatip sampai pada layanan terakhir
adanya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri .
SOP yang dihasilkan adalah SOP.BAG OPS, SOP BAG REN, SOP BAG
SUMDA, SOP SAT INTEL , SOP SAT RESKRIM, SOP SAT RESNARKOBA ,
SOP.SAT BIMMAS , SOP SAT SABHARA , SOP SAT LANTAS , SOP SAT PAM
OBVIT , SOP SAT TAHTI, SOP SEI PROPAM, SOP SEI WAS, SOP SEI UM,
DAN SEI KEU.

Dalam buku ini akan dimuat kelompok besar SOP yang masing-masing
meliputi SOP Layanan Internal dan SOP layanan Eksternal.
/. Dalam.....
3

Dalam layanan Internal akan mengembangkan standarisasi layanan kepada


anggota POLRI dan PNS POLRI Resor Bangli dan keluarganya itu sendiri
mulai dari SDM ( menyangkut Gaji dan hak- haknya sampai dengan proses
penghahiran masa Dinas ).

5. Tata Urut
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PELAKSANAAN
BAB III PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
BAB IV PENUTUP

6. Kebijakan layanan dan organisasi


a. Visi, Misi dan Motto Polres Bangli
1) Visi Polres Bangli
Mampu menjadi pelindung , pengayom, pelayan masyarat
yang selalu dekat dengan masyarak dan sebagai aparat penegak
hukum secara profesional, bermoral dan modern serta meningkatkan
kepercayaan publik terhadap Polri , Polda bali pada umumnya ,
dan Polres bangli pada khususnya dengan membangun komitmen
anggota di seluruh jajaran Polres Bangli kepada Masyarakat
dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat ,
serta mewujudkan keamanan dalam negeri dan terwujudnya
masyarakat yang sejahtera

2) Misi Polres Bangli

Berdasarkan visi sebagaimana tersebut diatas, selanjutnya


dijabarkan dalam bentuk misi Polres Bangli dalam pelaksanaan tugas
pokoknya, baik dibidang pembangunan kekuatan, pembinaan
kekuatan maupun kegiatan operasionalnya yang terdiri dari :

a) Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada


masyarakat secara mudah, sederhana, responsif dan tidak
diskriminatif sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik
maupun psikis;

b) Memberikan bimbingan kepada masyarakat melalui upaya


penangkalan ( preemtif ) dan pencegahan ( preventif ) yang
dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan Hukum
masyarakat;

c) Membangunkerukunanantarumatinteraksisosial yang
intensifsertatumbuhnyakesadaranberbangsagunamenjaminkeutu
hanbangsa yang Berbhineka Tunggal Ika;
/. d. Mengembangkan.....
4

d) Mngembangkan dan memelihara model perpolisian masyarakat(


Polmas ) untuk mewujudkan partisipasi aktif dan dinamis
masyarakat dalam rangka terwujudnya kamtibmas yang
kondusif;

e) Menegakkan Hukum secara professional, obyektif, guna adanya


kepastian hukum dan rasa keadilan;

f) Senntiasa menjaga keharmonisan dan kerjasama yang baik


dengan lapisan masyarakat dan instansi terkait dalam rangka
harkamtibmas di wilayah Kabupaten Bangli;

b. Layanan
1) Masing-masing Bag, Satfung dan Sei bertanggungjawab terhadap
bidang layanan tertentu sedangkan Polsek jajaran Polsek Bangli
Polsek Kintamani , Polsek Susut , Polsek Tembuku bertanggungjawab
terhadap seluruh bidang layanan wilayah masingmasing

2) Dalamoperasionalsehari-hari proses layanan akan selalu dipantau


dari Bag Ops , artinya apabila terlalu berat beban kerja pada saat
tertentu maka Bag Ops berkewajiban membantu ( pemegang
Kendali )

c. Budaya Kerja
1) Mengedepankan keterbukaan antar Anggota Bag , Sat Unit , Polsek
2) Membangun kepercayaan antar Anggota Bag , Sat , Unit , Polsek
3) Mengembangkan budaya team work
4) Mewujudkan komunikasi kekeluargaan
5

d. Struktur Organisasi
Sistem organisasi Kepolisian Resor Bangli terdiri : dapat dilihat pada gambar berikut :

KAPOLRES

WAKA POLRES UNSUR PIMPINAN

SI PROPAM
SI WAS SI KEU SI UM

BAG OPS BAG REN BAG SUMDA

SUBBAG SUBBAG SUBBAG SUBBAG SUBBAG SUBBAG SUBBAG SUBBAG


BIN OPS DAL OPS HUMAS PROGAR DALGAR PERS SARPRAS HUKUM

UNSUR PENGAWAS DAN PEMBANTU PIMPINAN

SENTRAL SAT SAT SAT RES SAT SAT SAT SAT SAT SAT
PELAYANAN INTELKAM RESKRIM NARKOBA BINMAS SABHARA LANTAS PAMOBVIT POLAIR TAHTI
TERPADU
c.
UNSUR PELAKSANA TUGAS POKOK

SITIPOL
UNSUR PENDUKUNG
KAPOLSEK
KAPOLSEK
KAPOLSEK
6

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


BAGIAN OPERASIONAL POLRES BANGLI

a Pengamanan gangguan listrik


- Sebelum kejadian (Protap Pengamanan situasi aman /normal)
1) Pemeriksaan terhadap alat-alat / instalasi listrik di gedung yang digunakan
untuk pelaksanaan kegiatan
2) Menyiapkan Protap Gangguan Listrik bekerjasama dengan PLN
3) Mensosialisasikan Protap gangguan listrik kepada masyarakat pada umumnya
dan masyarakat di lokasi kegiatan pada khususnya
4) Gedung yang digunakan untuk pelaksanan kegiatan sebaiknya memiliki alat-
alat generator Set, Emergency lamp dan alat pengeras suara
5) Tiap ruangan dalam gedung diwajibkan memiliki konsignes menghadapi
gangguan listrik
- Saat kejadian (Protap Pengamanan situasi bahaya)
1) Menenangkan peserta / tamu kegiatan dengan menggunakan pengeras suara /
Mega Phone.
2) Menghubungi PLN agar arus listrik dinormalkan kembali
3) Menghubungi SPK Polres Bangli untuk memastikan apa ada dugaan
mengarah pada tindak pidana atau sabotase
4) Membuka akses pintu-pintu darurat dan pintu keluar lainnya agar masuk
cahaya dan udara serta untuk memudahkan peserta keluar dari gedung.
5) Mengisolasi seluruh areal bangunan untuk mencegah orang-orang yang tidak
berkepentingan melakukan tindak pidana
6) Menolong orang yang terjebak dalam gedung atau lift oleh Tim Sar terbatas
7) Merngevakuasi peserta kegiatan didalam gedung dan mengamankan barang-
barang
- Setelah kejadian (Protap Pengamanan situasi aman / normal)
1) Meningkatkan kontrol terhadap Generator Set, Emergency Line, Alat pengeras
Suara, Pintu / tangga darurat serta instalasi atau panel listrik
2) Meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan listri susulan
3) Meningkatkan rasa curiga terhadap orang-orang yang patut diduga sebagai
pelaku tindak pidana.
b Pengamanan Bencana Alam
- Sebelum kejadian (Protap Pengamanan situasi aman /normal)
1) Menyiapkan Protap Bencana Alam bersama-sama dengan Pemda Bangli
2) Mensosialisasikan Protap Pengamanan Bencana kepada peserta kegiatan dan
masyarakat umum
3) Mempersiapkan cetak biru gedung atau lokasi dan selalu berada di Pos
Pengamanan

/- 4). Melakukan......
7

4) Melakukan pemeriksaan terhadap pintu / tangga darurat, akses untuk keluar


dan alat-alat instalasi listrik dalam kondisi baik
5) Melaksanakan Kerjasama dengan Badan Meterologi dan Geofisika untuk
mengetahui keadaan cuaca, gempa bumi atau Tsunami.
6) Tiap ruangan dalam gedung diwajibkan memiliki konsignes menghadapi
Bencana Alam
- Saat kejadian (Protap Pengamanan situasi bahaya)
1) Menghubungi Ambulance, Tim Sar atau instansi terkait yang terlibat dalam
penanggulangan Bencana Alam.
2) Menenangkan peserta / tamu kegiatan dengan menggunakan pengeras suara /
Mega Phone.
3) Mengisolasi seluruh areal bangunan untuk mencegah orang-orang yang tidak
berkepentingan melakukan tindak pidana
4) Mengevakuasi peserta kegiatan didalam gedung dan mengamankan barang-
barang.
- Setelah kejadian (Protap Pengamanan situasi aman / normal)
1) Meningkatkan kesiapan dan mengadakan pendataan ulang terhadap peserta
serta tamu
2) Meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam
3) Meningkatkan rasa curiga terhadap orang-orang yang patut diduga sebagai
pelaku tindak pidana
c. Operasional Kepolisian
1) Pemberitahuan awal pelaksanaan ops :
a) Surat Telegram Polda Bali tentang struktur dan susunan personel yang akan
dilibatkan ops.
b) Membuat Nota Dinas permintaan pers yang akan dilibatkan ops pada Bag / Sat
dan jajaran Polres Bangli.
c) Koordinasi Bag / Sat dan jajaran tentang pers yang akan dilibatkan.
d) Menyusun personel yang akan dilibatkan ops dengan pembuatan Surat
Perintah
e) Penerbitan Surat Perintah
f) Pengiriman data personel yang akan dilibatkan ops ke Polda Bali berupa Surat
Perintah

2) Rapat koordinasi ops di Mapolda Bali


a) Paparan dan Network ops oleh Ka Ops Polda Bali.
b) Diskusi dan tanya jawab tentang kendala hambatan sebelum, selama dan
setelah pelaksanaan ops.
c) Penekanan dan kebijakan pelaksanaan ops oleh Ka Ops Polda Bali.
d) Penerimaan Ren Ops

/- 3) Penyusunan......
8

3) Penyusunan Prinlak Ops Polres


a) Prinlak Ops Polres harus mengacu pada Ren Ops Polda yang memuat tentang
:
(1) Pendahuluan
(2) Situasi
(3) Tugas Pokok
(4) Pelaksanaan
- Konsep umum Ops
- Tujuan, sasaran dan TO
- Cara Bertindak
- Daerah Ops
- Pentahapan Ops
- Struktur dan penjabaran tugas ops
- Intruksi dan koordinasi
(5) Administrasi dan Logistik
(6) Kodal
(7) Penutup
b) Pendistribusian

4) Lat Pra Ops


a) Surat Telegram Kapolda Bali tentang pelaksanaan Lat Pra Ops.
b) Pembuatan Spanduk
c) Penyusunan Pers yang dilibatkan Lat Pra Ops
d) Pendistribusian
e) Penyusunan dan Pemberitahuan Instruktur
f) Nota Dinas pada Bag / Sat dan jajaran tentang laks Lat Pra Ops
g) Konsumsi dan akomodasi Lat Pra Ops
h) Persiapan Tempat Lat Pra Ops
i) Administrasi dan Hal hal Lain yang berkaitan Lat Pra Ops
j) Pelaksanaan Lat Pra Ops
k) Laporan Pelaksanaan Lat Pra Ops
l) Pendistribusian Laporan Lat Pra Ops pada Satuan atas

5) Apel Kesiapan Ops


a) Surat Telegram Kapolda Bali tentang pelaksanaan Apel kesiapan
b) Penyusunan Rencana Apel Kesiapan
c) Pendistribusian dan gladi apel kesiapan
d) Pembuatan Spanduk
e) Penyusunan arahan dan kebijakan apel bagi pemimpin apel
f) Nota Dinas pada Bag / Sat dan jajaran tentang laks Apel Kesiapan
g) Persiapan tempat apel kesiapan beserta akomodasinya.
h) Pelaksanaan Apel Kesiapan
i) Lap Apel Kesiapan
j) Pendistribusian Laporan.

/- 6). Pelaksnaan .....


9

6) Pelaksanaan Ops

a) Kasat Gas Wil


(1) Memimpin langsung dilapangan, mengendalikan dan mengarahkan
pelaksanaan tugas Ops lepada para Subsatgas
(2) Menentukan sasaran / TO yang harus dicapai dan dapat diungkap
selamaPelaksanaan Ops
(3) Melaksanakan koordinasi dengan Satgasda dan inkait tingkat wilayah
(4) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya lepada Kapolda Bali
selaku Penanggung Jawab kebijakan Ops melalui Ka Ops

b). Waka Satgas Wil


(1) Membantu Kasatgas dalam rangka memimpin, mengawasi dan
mengendalikan pelaksanaan Ops dan tugas anggota dilapangan.
(2) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya lepada Kasatgas Wil.

c). Set Ops


(1) Memimpin, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan Minops dan
Renops
(2) Menyelenggarakan pekerjaan administrasi dan melaksanakan gelar ops /
rapat koordinasi
(3) Dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kasatgas Wil.

d). Sub Satgas


(1) Memimpin langsung dilapangan, mengarahkan dan mengendalikan
pelaksanaan tugas anggota yang terlibat dalam Satgas sesuai CB yang
ditentukan.
(2) Melaksanakan koordinasi dilapangan dengan Satgas lain
(3) Membuat rengiat harian dan lap hasil giat
(4) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Kasat Gas.

e). Min Ops


(1). Penyelenggaraan administrasi ops
(2). Pembuatan Panel data Ops

f). Anev :
(1) Mengadakan pengawasan, pengendalian dan monitoring terhadap
pelaksanaan ops.
(2) Menentukan kendala hambatan pelaksanaan ops
(3) Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan masing-masing Kasub
Satgas tentang pelaksanaan ops.
(4). Melakukan Anev pelaksanaan ops
(5). Membuat lapaoran Anev Ops.

/- g). Posko.....
10

g). Posko :
(1) Menerima dan melaporkan kegiatan selama ops .
(2) Mengirim Rengiat dan Hasil Giat ops kepada satuan atas.
(3) Membuat Mutasi dan Tabulasi Ops.

7). Pelaksanaan Akhir Ops


1) Apel Konsolidasi
2) Membuat Anev akhir
3) Membuat Laporan akhir pelaksanaan Ops

d. Operasional Masyarakat

1). Permohonan masyarakat


a). Membuat Nota Dinas dan TR pada masing-masing Bag / Sat dan Polsek
Jajaran tentang pelibatan dan permohonan personel yang akan dilibatkan
Pengamanan.
b). Melaksanakan rapat koordinasi.
c). Menerbitkan Surat Perintah
d). Pendistribusian

2). Pelaksanaan Pengamanan


a). APP personel
b). Kesiapan sarana dan prasarana
c). Melaksanakan Pam sesuai tugas dan tanggung jawab pada lokasi
d). Selalu adakan koordinasi dengan antar, intern dan ektern terkait.

3). Pelaksanaan akhir pengamanan


1). Apel konsolidasi
2). Membuat laporan akhir pelaksanaan tugas.
11

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


BAGIAN PERENCANAAN POLRES BANGLI

1. PENETAPAN KINERJA POLRES BANGLI

a. Menyusun Konsep Tim Pokja / Sprin penyusunan penetapan Kinerja setelah Dipa
diterima dan diajukan kepada Kapolres.
b. Mengajukan profosal dukungan Anggaran rapat Tim Pokja dan sosialisasi Dipa
c. Menyelenggarakan rapat Tim Pokja yang intinya membahas kegiatan yang akan
dilaksanakan dengan dukungan anggaran Operasional Kepolisian baik kegiatan di
Polres maupun kegiatan di Polsek jajaran Polres Bangli
d. Menyusun Naskah awal Penetapan Kinerja sesuai Dipa yang diterima
e. Mengajukan Naskah awal Penetapan Kinerja sesuai juknis kepada Pimpinan.
f. Menyempurnakan / perbaikan naskah bila ada koreksi dari Pimpinan.
g. Mengajukan kembali naskah yang telah disempurnakan untuk ditandatangani pimpinan.
h. Membuat surat pengantar pengiriman naskah yang sudah ditanda tangani
Pimpinan/kapolres ke Biro Rena Polda Bali.
i. Menunggu Naskah Penetapan Kinerja ditandatangani oleh Kapolda.
j. Menggandakan Naskah Penetapan Kinerja yang telah ditanda tangani oleh Kapolda.
k. Menyalurkan Penetapan Kinerja Ke masing-masing Bag, Satfung dan Polsek jajaran
dengan surat pengantar.
l. Menyelesaikan dan melengkapi perwabku.
m. Menyarankan masing-masing Bag, Satfung , Si danPolsek jajaran untuk menyusun
rencana kegiatan tahunan, bulanan dan harian sesuai yang tertuang dalam Penetapan
Kinerja polres.
n. Waktu penyelesaian Penetapan Kinerja selama 4 (empat) hari.

2. SOSIALISASI DIPA

a. Menyiapkan bahan paparan sosialisasi Dipa yang akan disosialisasikan kepada masing-
masing Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran sesuai naskah Dipa yang sudah diterima.
b. Mengajukan konsep bahan sosialisasi kepada Kabag Perencanaan.
c. Menyempurnakan / memperbaiki konsep bila ada koreksi dari Kabag Perencanaan.
d. Mengajukan kembali bahan sosialisasi yang telah disempurnakan untuk disetujui.
e. Menyiapkan persiapan kelengkapan sosialisasi ( absen, ruangan, konsumsi dll ).
f. Mencatat hasil rapat, baik saran maupun masukan / pendapat dari peserta rapat.
g. Membuat surat / melaporkan pelaksanaan sosialisasi Dipa ke Kapolda Bali Up. Karo
Rena serta tembusan Irwasda Polda Bali dll.
h. Menyelesaikan dan melengkapi perwabku.
i. Waktu penyelesaian kegiatan 1 sampai 2 hari.

/- 3. Persiapan....
3. PERSIAPAN MUSRENBANG POLDA BALI
12

a. Membuat surat ke Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran tentang rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan tahun berikut mendatang beserta usulan-usulan dan anggaran yang
dibutuhkan oleh masing-masing Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran.
b. Menghimpun usulan dari Bag, Sat, Si dan Polsek.
c. Menuangkan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun berikutnya beserta kebutuhan
anggaran untuk mendukung kegiatan sesuai usulan dari Bag, Sat, Si dan polsek jajaran
ke Kertas Kerja RKA-KL Polres Bangli yang nantinya merupakan pagu indikatif Polres
Bangli.
d. Membuat slide bahan paparan Wakapolres/Kabag di Polda Bali.
e. Mengajukan konsep slide kepada Kabag Ren / Wakapolres.
f. Menyempurnakan / memperbaiki konsep slide bila ada koreksi.
g. Mengajukan kembali konsep slide yang telah disempurnakan untuk disetujui.
h. Melaksanakan Musrenbang Polda Bali sesuai Surat Perintah dari Polda.
i. Melaksanakan penelahan RKA-KL dan melengkapi dokumen-dokumen pendukung
kegiatan yang diusulkan seperti TOR dan RAB.
j. Waktu penyelesaian disesuaikan dengan permintaan dari polda.

4. RENJA POLRES BANGLI

a. Menyusun Konsep Tim Pokja Penyusunan Renja tahunan.


b. Membuat Surat pelaksanaan Rapat Tim Pokja ke Bag,Sat, Si dan Polsek jajaran.
c. Mengajukan profosal dukungan anggaran rapat Tim pokja.
d. Menyelenggarakan rapat Tim Pokja yang intinya membahas kegiatan yang akan
dilaksanakan dengan dukungan anggaran yang ada sesuai Pagu Indikatif yang
sebelumnya sudah ada.
e. Menyiapkan persiapan kelengkapan Rapat Tim Pokja ( Ruangan, absensi, konsumsi
dll).
f. Mencatat hasil rapat baik saran maupun masukan / pendapat dari peserta rapat
mengkoordinir penyempurnaan Naskah Renja tahunan.
g. Menyusun naskah awal Renja Tahunan
h. Mengajukan Naskah awal Renja kepada pimpinan sesuai prosedur.
i. Menyempurnakan / perbaiki naskah bila ada koreksi dari pimpinan.
j. Mengajukan kembali naskah yang telah disempurnakan untuk ditanda tangani
pimpinan.
k. Menggandakan naskah yang sudah disetujui / ditandatangani pimpinan.
l. Membuat surat pengantar pengiriman naskah yang sudah ditandatangani Kapolres Ke
kapolda Bali Up.Karo Rena Polda Bali.
m. Menyalurkan Naskah Renja Polres ke Bag, Sat, Si dan polsek jajaran Polres Bangli
dengan surat pengantar.
n. Menyelesaikan dan melengkapi perwabku.
o. Waktu Penyelesaian selama 6 (enam) hari.

/- 5. Lakip.....

5. LAKIP ( LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH )


13

a. Membuat surat ke Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran tentang penyusunan Lakip tahunan
dengan ketentuan dan sistimatika, jangka waktu penyelesaian yang telah ditentukan.
b. Mengajukan Sprin Pokja untuk ditanda tangani.
c. Membuat Surat pelaksanaan rapat Tim Pokja ke Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran Polres
Bangli.
d. Menyelenggarakan rapat Tim Pokja penyusunan Lakip Tahunan.
e. Menghimpun dan mengkompulir Lakip dari masing-masing Bag, Sat, Si dan Polsek
jajaran.
/- f. Menyusun .
f. Menyusun Naskah awal Lakip Tahunan sesuai Juknis.
g. Mengajukan Naskah kepada Pimpinan sesuai prosedur.
h. Menyempurnakan / perbaiki naskah bila ada koreksi dari pimpinan.
1. Mengajukan kembali naskah yang telah disempurnakan untuk ditanda tangani
pimpinan.
j. Menggandakan naskah yang sudah disetujui / tanda tangan Pimpinan.
k. Membuat surat pengantar pengiriman naskah yang sudah ditanda tangani Kapolres ke
Polda Bali Up.Karo Rena Polda Bali.
l. Menyalurkan Naskah lakip terbatas untuk yang berkepentingan saja.
m. Menyelesaiakan dan melengkapi perwabku
n. Waktu penyelesaian selama 6 (enam) hari.

6. DIPA

a. Setelah Pagu yang telah ditetapkan dan tidak adanya perubahan Satuan Anggaran Per
Satuan Kerja (SAPSK) maka membuat konsep Dipa.
b. Setelah konsep Dipa dibuat dengan tertanggal 31 Desember tahun berikut berjalan maka
diajukan kepada pimpinan untuk di paraf pada lembaran-lembaran konsep Dipa dan
juga paraf Kabag Ren dan Kasubbag progar.
c. Membuat pengantar Konsep Dipa yang ditujukan kepada Kepala Kanwil XX Dirjen
Pembendaharaan Provinsi Bali di Denpasar.
d. Konsep Dipa di cek dan diperiksa oleh petugas Dirjen Pembendaharaan dan apabila
sudah benar selanjutnya akan di paraf.
e. Penanda tanganan Dipa serentak dilaksanakan oleh Kapolres di Polda Bali.
f. Penerimaan dan penyerahan Dipa Satker secara serentak di Polda Bali.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA POLRES BANGLI
14

1. Bagian Sub Personel ( Sub Bagpers ) bertugas :


a. Membuat Usulan UKP
1) Membuat Nota dinas ke Bag,Sat dan Sie
2) Mengirim Telegram ke Polsek jajaran
3) Rekomendasi dari Kasi Propam
4) Kelengkapan admninistrasi Usulan Perwira :
a) Daftar Riwayat hidup singkat.
b) Foto copy Skep pengangkatan Pertama menjadi Polri
c) Foto copy Skep Pangkat terakhir
d) Foto copy Skep gaji berkala terakhir
e) Daftar Penilain PA
f) Skep Jabatan terakhir, Sprinlak dan Naskah sertijab
g) Foto copy Izasah Polri ,terakhirdan Izasah Umum terakhir
h) Past Foto hitam putih 4 X 6 sebanyak 4 (empat) lembar
i) Semua kelengkapan Admininstrasi dilegalisir / disahkan oleh pejabat An.
Kapolres ( Kabag Sumda ).
j) Kelengkapan adminitrasi masing-masing rangkap 4 dengan Map warna
kuning.
k) Waktu untuk melengkapi administrasi selama satu minggu.
l) Membuat usulan ke Kapolda Bali Up. Karo SDM
5) Kelengkapan Administrasi Brigadir meliputi : .
a) Daftar Riwayat hidup singkat.
b) Foto copy Skep pengangkatan Pertama menjadi Polri
c) Foto copy Skep Pangkat terakhir
d) Foto copy Skep gaji berkala terakhir
e) Daftar Penilain Brigadir
f) Foto copy Izasah polri terakhirdan Izasah Umum terakhir
g) Past Foto hitam putih 4 X 6 sebanyak 4 lembar
h) Semua kelengkapan Admininstrasi dilegalisir / disahkan oleh pejabat An.
Kapolres ( Kabag Sumda ).
i) Kelengkapan adminitrasi masing-masing rangkap 4 dengan Map warna hijau.
j) Waktu untuk melengkapi administrasi selama satu minggu.
k) Membuat usulan ke Kapolda Bali Up. Karo SDM

6) Pengusulan Kenaikan Pangkat luar Biasa meliputi : .

a) Diusulkan oleh Kasat Gas Ops


b) Tidak terikat kala waktu 1 Januari dan 1Juli
c) Melampirkan syarat administrasi sebagai berikut :
(1) Daftar Riwayat hidup singkat.
(2) Foto copy Skep pertama menjadi Polri

/- (3). Foto copy......


(3) Foto copy Skep pangkat terakhir
15

(4) Foto copy penentapan gaji terakhi


(5) Surat perintah tugas
(6) Sketsa kejadian di dukung dengan dokumentasi.
(7) Dibuatkan Visum Et Refertum bila Anggota luka.cacat dan
meninggal dunia.
(8) Berita Acara lengkap dengan terjadinya peristiwa dibuat oleh
Perwira dan diketahui oleh Kasat Organisasi.

b. Usulan Ijin Kawin / Nikah


Administrasi Perkawinan meliputi :
1) Surat permohonan dari Pemohon bersangkutan
2) Hasil riksa dari Paminal berupa berita acara dari calon Istri
3) Membuat surat usulan ke Kabid Propam
4) Membuat surat usulan ke Karo SDM tentang hasil konsultasi
Fisikologi
5) Membuat surat usulan ke Kabid Dokkes tentang hasil pemeriksaan
kesehatan.
6) Membuat surat keterangan Personil
7) Membuat surat pernyataan Pejabat Agama
8) Membuat surat permohonan ijin Kawin
9) Melengkapi SKCK calaon Istri/Suami dan oerang Tua calon
Istri/suami.
10) Daftar riwayat hidup singkat suami
11) Surat pernyataan dari calon Istri/Suami
12) Melampirkan Skep pangkat pertama dan terakhir
13) Waktu melengkapi administrasi selama satu minggu.
14) Melaksanakan sidang perkawinan
15) Mengajukan ijin kawin ke Kasatker
16) Meneruskan surat ijin kawin yang telah ditandatangani oleh Kasatker
dan dikembalikan ke Bag Sumda untuk proses pembuatan akte
Nikah.

C. Usulan Ijin Perceraian


Administrasi Perkawinan meliputi :
1) Surat permohonan dari Brigadir bersangkutan
2) Hasil riksa dari Paminal .
3) Membuat surat usulan ke Bidkum Polda Bali guna mohon bantuan
Peasehat Hukum.
4) Membuat Laporan polisi dari pemohon
5) Membuat surat pernyataan Pejabat Agama

/- 6). Membuat.....
16

6) Membuat surat panggilan pertama kepada suami/istri ( dalam rangka


pembinaan)
7) Membuat surat panggilan kedua kepada suami / istri ( dalam rangka
pembinaan )
8) Membuar surat panggilan ketiga kepada suami/istri ( dalam rangka
pembinaan )
9) Berita acara saran dan pendapat dari Kabag Sumda.
10) Laporan hasil Penyelidikan dan penyidikan terhadap permasalahan
rumah tangga pemohon.
11) Surat permohonan petunjuk Ankum.
12) Surat pernyataan dari Suami/Istri dari pemohon dan saksi
13) Melampiri Akte perkawinan
14) Kelengkapan administrasi di foto copy ,masing-masing rangkap 4 (
empat )
15) Mengajukan berkas perceraian ke Kasatker.
16) Meneruskan perceraian kepada pemohon untuk dilanjutkan proses
perceraian di Pengadilan.

d. Surat Ijin / Surat ijin Cuti


1) Permohonan dari pemohon diketahui oleh atasannya ( Kabag,Kasat
atau Kapolsek )
2) Melampirkan Rekomendasi yang disetujui oleh Kasubag Pers , Kasi
Propam.Kabag Sumda dan Waka Polres.
3) Permohonan dan Rekomendasi diajukan ke Kasium dan diajukan ke
Kasatker untuk diberikan Disposisi.
4) Membuat surat Ijin/surat Ijin Cuti dan ditandatangani oleeh pembohon
kemudian diajukan ke Kasatker.
5) Waktu proses penerbitan surat ijin / Surat ijin Cuti selama dua hari
6) Meneruskan surat ijin kepada pemohon kemudian diarahkan setelah
tiba pada alamat cuti yang dituju melapor ke Kantor polisi terdekat
baik tiba dan berangkat.
7) Selesai melaksanakan ijin cuti surat ijin cuti dikembalikan ke Bag
Sumda untuk diteruskan ke Kasi Propam.

e. Masa Persiapan Pensiun/Pengakhiran Dinas


Kelengkapan Administrasi sebagai berikut :
1) Surat usulan dari Kasatker
2) Foto copy Skep pertama menjadi Polri
3) Foto skep pangkat terakhir dan gaji terakhir
4) Daftar riwayat hidup
5) Surat Keterangan berdomisili akan menjalani MPP
6) Foto copy kartu Assabri
7) Kelengkapan administrasi rangkap 4 lembar.
/- 8). Waktu....
17

8) Waktu pengusulan 6 bulan sebelum memasuki MPP

f. Rawatan Purna Dinas ( Pensiun )


1). Persyaratan Umum
a) Surat usulan dari Kasatker
b) Daftar riwayat hidplengkap disahkan oleh Kasatker
c) foto copy skep pangkat pertama menjadi Polri
d) Foto copy Skep pangkat terakhir dan gaji terakhir
e) foto copy kartu Asabri
f) Kelengkapan administrasi rangkap 4
g) Daftat Keluarga dicantumkan tanggal lahir dari masing-masing
anggota keluarga di sahkan oleh Kasatker
h) Fast foto hitam putih terbaru berpakaian PDh tanpa
Pet/kacamata ukuran 4 X 6 sebanyak 12 lembar untuk suami
8lembar untuk istri
i) 4 lembar fast foto berwarna berpakaian PDH ( khusus Pati ).
j) Surat Keputusan Pemberhentian dengan hormat dari Polri.

2) Persyaratan Khusus
Hak Pensiun, selain persyaratan Umum
a) Foto copy surat nikah, kartu penunjukan Istri ( KPI) atau surat
persetujuan penunjukan Istri / Suami ( SPPI/SPPS )
b) Surat keterangan alamat dimana pensiun akan diterima
c) Foto copy akte kelahiran atau kenal lahir anak

g. Mutasi Jabatan.
1) Usulan dari Bag, Sat, Sie dan Polsek jajaran
2) Rencana kebutuhan mutasi
3) Membuat berita acara wanjak
4) Membuat surat keputusan
5) Membuat Sprin dan Naskah Serah Terima Jabatan bagi yang enjabat.
6) Membuat TR dan Nota Dinas ke Bag, Sat, Sie dan Polsek jajaran
7) Membuat surat penghadapan ke Polsek.

h. Pengusulan Kenaikan Pangkat Penghargaan


Syarat Administrasinya :
1. Diusulkan oleh Kasatker dan tidak dapat disatukan dengan UKP
Reguler.
2. Diberikan alasan-alasan yang urgen untuk mendukung KPH
disamping syarat umum terpenuhi.
3. Berkas dilampirkan :

/- a) Surat keputusan....
18

a) Surat Keputusan Bintang Bhayangkara Nararya.


b) Riwayat Hidup lengkap
c) Foto copy Skep pengangkatan pertama.
d) Foto copy Skep menjadi PA bagi Reguler.
e) Foto copy Skep pangkar terakhir.
f) Daftar penilaian yang bersangkutan minimal 70.
g) SKHP bagi AKP kebawah
h) Diusulkan selambat lambatnya 6bulan sebelum yang
bersangkutan pensiun.

4. Usul tersebut harus merupakan hasil sidang DPK dan disetujui dalam
Badan Pengendalian Karier ( BPK )

i. Pengusulan Kenaikan Gaji Berkala.

1. Membuat notoa Dinam ke Bag, Sat dan Sie.


2. Membuat Telegram ke Polsek jajaran.
3. Kelengkapan administrasi Perwira meliputi :

a) Foto copy Surat Pengangkatan pertama menjadi Polri.


b) Foto copy Surat Pengangkatan pangkat terakhir.
c) Foto copy gaji berkala terakhir.
d) Waktu untuk melengkapi administrasi selama 3 hari.
e) Membuat usulan ke Kapolda Bali Up. Karo SDM.

4. Kelengkapan administrasi Brigadir meliputi :


a) Foto copy Surat Pengangkatan pertama menjadi Polri.
b) Foto copy Surat Pengangkatan pangkat terakhir.
c) Foto copy gaji berkala terakhir.
d) Waktu untuk melengkapi administrasi selama 3 hari.
e) Membuat usulan ke Kapolres Bangli.
f) Membuat Surat Keputusan An. Kapolres Bangli / Kabag Sumda.
g) Meneruskan Surat Keutusan Gaji Berkala. Kepada personel yang
mendapat kenaikan gaji berkala dan di foto copi untuk diserahkan ke
Kasi Keu.

j Pengusulan Kenaikan Pangkat KPLB dan KPLBA


Syarat administrasi :
1. Diusulkan oleh Kasat Organisasi/ Kepala Satuan Tugas Oprasi ( Kasat Gas
Ops ).
2. Tidak terikat kala waktu 1 Januari dan 1 Juli.
3. Dilampirkan syarat administrasi :
a. Riwayat Hidup lengkap.
b. Salinan foto copy Skep pengangkatan pertama sebagai anggota Polri.
c. Salinan foto copy Skep Pangkat terakhir.
d. Salinan foto copy penetapan gaji terakkhir.
/- Surat.....
19

e. Surat Perintah Tugas.


f. Sketsa kejadian/ foto yang mendukung.
g. Bagi yang berakibat luka/cacat/ meninggal dunia agar dibuatkan
Visum Et Revertum ( VER) atau keterangan kematian.
h. Berita Acara lengkap proses terjadinya peristiwa dengan hasil yang
dicapai atas kejadiannya peristiwa tersebut, yang dibuat oleh PA dan
diketahui oleh Kasat Organisasi.

k. Pengusulan Kenaikan Pangkat Penghargaan


Syarat administrasi :
1. Diusulkan oleh Kasatker dan tidak dapat disatukan dengan UKP reguler.
2. Diberikan alasan-alsan yang urgen untuk mendukung KPH disamping
syarat umum terpenuhi,
3. Berkas dilampirkan :

a) Surat Keputusan Bintang Bhayangkara Nararya


b) Riwayat Hidup lengkap.
c) Foto copy Skep pengangkatan Pertama
d) Foto copy Skep menjadi PA bagi reguler.
e) Foto copy Skep pangkat terakhir.
f) Dapen yang bersangkutan minimal 75.
g) SKHP bagi AKP kebawah.
h) Diusulkan selambat-lambatnya 6 bulan sebelum yang bersangkutan
Pensiun.

4. Usul tersebut harus merupakan hasil sidang DPK dan disetujui dalam
Badan Pengendalian Karier ( BPK ).

l. Penganugrahan Reward/ Penghargaan


Kreteria prestasi ( Reward / Penghargaan ) yang disesuaikan dengan bidang
tugas
Kepolisian yang diuraikan sebagai berikut :

a) Bidang tugas Fungsi Reskrim


1) Mampu mengungkap Kasus yang sifatnya Nasional dan
Internasional yang berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU ( P
21 ) dalam waktu 20 hari.
2) Mampu mengungkap Kasus Curat, Curas, curanmor dan Kasus
yang menonjol lainnya yang menjadi atensi Pimpinan dan perhatian
Masyarakat dalam jangka waktu 20 hari.
3) Berhasil menangkap buronan / DPO Nasional maupun
Internasional.
4) Berhasil menangkap penjahat ( tertangkap tangan ) oleh seseorang
/ bersama-sama pelaku kriminal yang sedang dalam DPO.
/- 5) Mampu memberikan....
20

5) Mampu memberikan informasi yang akurat ( A 1 ) mengenai kasus


kriminal penting sehingga dapat dilakukan penindakan secara
tuntas.
6) Mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Pimpinan kurang
dari waktu yang ditentukan secara terus menerus selama 3 bulan
berturut-turut.

b) Bidang tugas Fungsi Intelkam


1) Mampu memberikan Informasi ( A 1. ) mengenai kasus-kasus
bersekala Nasional/ Internasional yang meresahkan masyarakat,
seperti kasus terorisme dan jaringannya, korupsi, moneylaundring,
kasus Narkoba dan jaringannya.
2) Berhasil menyelamatkan/ mengamankan pejabat Negara / Asing,
Dubes, Konsul dan Keluarganya dari tindakan kriminal.
3) Mampu meredam dan mempengaruhi masyarakat dalam
menghadapi permasalahan di bidang Ipoleksusbud untuk bersama-
sama menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusip.
4) Mampu memberikan Informasi yang akurat ( A1) mengenai
permasalahan yang menonjol berkaitan dengan bidang
Ipoleksusbud serta kejahatan conpensional ( curat,curas,curanmor,
upal ).
5) Memiliki jaringan Intelijen diwilayah lingkup tugasnya dan dapat
memberikan informasi ( A1) yang akan berkembang menjadi
konplik,
6) Aktif dalam melakukan penyelidikan dan rajin menyusun serta
menyampaikan laporan Intelijen ( LI) terbanyak dan berbobot
sehingga dapat menurunkan tingkat kriminalitas diwilayah kerjanya.
7) Berhasil menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan tanpa cacat
dan dengan hasil yang maksimal.

c) Bidang tugas Fungsi Resnarkoba


1) Berhasil mengungkap jaringan bandar dan produksi narkoba skala
Nasional dan Internasional.
2) Berhasil menangkap buronan/ DPO kasus Narkoba yang berskala
Nasional maupun Internasional.
3) Mampu mengungkap kasus yang sifatnya Nasional dan
Internasional, dan berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU (
P21 ) dalam waktu 20 hari.
4) Berhasil menangkap pengedar narkoba ( tertangkap tangan )
5) Berhasil menangkap pemakai narkoba ( tertangkap tangan )
sampai dengan memberkasnya.
6) Mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Pimpinan kurang
dari waktu yang ditentukan secara terus menerus selama 3 bulan
berturut turut.

/- d) Bidang tugas......

d) Bidang Tugas : FT Sabhara


21

1) Mengalami cacat tetap sebagai akibat dari menjalankan tugas


Oprasi Kepolisian di daerah konflik di seluruh Indonesia.
2) Berhasil mencegah terjadinya kasus kriminal yang berskala
Nasional/ Internasional dan atau menyelamatkan aset-aset Negara.
3) Mampu mengendalikan massa dalam bentuk kerusuhan-kerusuhan
berupa unjuk rasa yang anarkis yang mengakibatkan korban jiwa
atau material.
4) Mampu meredakan kerusuhan massa/ demo-demo yang terjadi dan
bersifat brutal yang meresahkan masyarakat.
5) Saat menjalankan tugas patroli berhasil menangkap pelaku tindak
pidana yang tertangkap tangan.

e) Bidang Tugas : FT Lantas

1) Berhasil mengungkap kasus terhadap DPO,laka /tabrak lari dengan


tingkat kesulitan yang cukup tinngi.
2) Aktif mengajak memotifasi masyarakat pengguna jalan untuk
senantiasa mematuhi aturan lalulintas melalui cara-cara yang
santun, sehingga mendapat simpati dari masyarakat.
3) Mampu menangani kasus laka lantas yang menonjol kurang dari 14
hari.
4) Aktif dan berinisiatif tinggi dalam melaksanakan tugas penjagaan
lalulintas dan senantiasa siap melaksanakan tugas dalam kondisi
apapun secara terus menerus waktu tertentu .
5) Aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang
administrasi ranmor dengan sikap yang santun dan dikenal
sebagai anggota yang tidak mau disuap.

f) Bidang Tugas : FT Pam Obvit.


1) Mampu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada
wisatawan ( domistik dan manca Negara ) yang berkunjung ke Bali.
2) Mampu memberikan bantuan pertolongan kepada wisatawan yang
sedang mengalami masalah /beresiko tinggi/ terancam jiwanya
akibat dari tindak kriminal / musibah kecelakaan.
3) Mampu memberikan pelayanan yang cepat imformatif, dan santun
kepada wisatawan di obyek-obyek wisata yang dikunjungi sehingga
dapat menciptakan rasa aman bagi pengunjung.

g) Bidang Tugas : FT Binmas


1) Aktif berikan ceramah dan lakukan pendekatan kepada masyarakat
dalam membangun siskam swakarsa/ Polmas.
2) Babinkamtibmas yang kuasai potensi masyarakat untuk
kembangkan upaya binkantibmas dalam mewujudkan masyarakat
.yang memiliki kesadaran hukum dan kesadaran kamtibmas.
/- 3) Mampu memberikan.....
3) Mampu memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk
menghindarkan /mencegah terjadinya kebiasaan dalam masyarakat
berupa :perjudian, mengkonsumsi minuman keras dan bobot
tindakan kriminalitas lainnya.
22

4) Mampu menguasai wilayah tempat tugasnya dan dapat


mengantisipasi timbulnya gangguan kamtibmas.

m. Urusan Pelatihan bertugas :


1. Membuat kegiatan pembinaan jasmani dan keluarga.
1) Membuat sprin panitia pelaksanaan kesamaptaan jasmani.
2) Membuat permohonan pinjam lapangan di daerah Kab. Bangli.
3) Mempersiapkan sarana kegiatan kesamaptaan jasmani.
4) Membuat telegram ke Polsek jajaran.
5) Membuat laporan dan melaporkan hasil kegiatan kesamaptaan
jasmani ke Polda Bali Up. Karo SDM.

2. Menyelenggarakan Kegiatan Latihan Perorangan Fungsi maupun Sat.Lat


khusus dalam Polri.
1) Pelatihan Beladiri Polri
(a) Membuat rencana pelatihan
(b) Membuat Sprin Instruktur/ pelatih maupun Sprin Anggota/
peserta.
(c) Menyiapkan alat-alat latihan.
(d) Melaksanakan latihan bagi anggota Polri
(e) Membuat absen peserta pelatihan.
(f) Membuat laporan dan melaporkan hasil pelatihan ke Polda
Bali.

2) Pelatihan VCD Fungsi.


(a) Membuat rencana pelatihan
(b) Membuat Sprin Instruktur/ pelatih maupun Sprin Anggota
peserta.
(c) Menyiapkan alat-alat latihan.
(d) Melaksanakan latihan bagi anggota Polri.
(e) Membuat absen peserta pelatihan.
(f) Membuat laporan dan melaporkan hasil pelatihan ke Polda
Bali.
3) Fungsi Teknis Pelatihan
(a) Membuat rencana pelatihan
(b) Membuat Sprin Instruktur/ pelatih maupun Sprin Anggota
peserta.
(c) Menyiapkan alat-alat latihan.
(d) Melaksanakan latihan bagi anggota Polri.

/- (e) Membuat absen....


(e) Membuat absen peserta pelatihan.
(f) Membuat laporan dan melaporkan hasil pelatihan ke Polda
Bali.
23

3. Melaksanakan Pelatihan Tingkat Polda


(a) Mengusulkan Personel yang akan melaksanakan Pelatihan.
(b) Menunjuk anggota yang akan melaksanakan pelatihan.
(c) Mendata Personel yang akan melaksanakan pelatihan
(d) Menunggu pelaksanan pelatihan dari Polda
(e) Membuat Sprin bagi personel yang ditunjuk
(f) Membuat penghadapan kepada anggota yang ditunjuk.

4. Mengusulkan Dikbangspes
a) Mengusulkan Personel yang akan melaksanakan dikbangspes.
b) Menunjuk anggota yang akan melaksanakan dikbangspes.
c) Mendatakan personel yang akan melaksanakan dikbangspes.
d) Menunggu pelaksanaan dikbangspes
e) Membuat Sprin bagi anggota yang ditunjuk.
f) Membuat penghadapam bagi anggota yang ditunjuk.
5. Menyelenggarakan Penataran / ceramah dll yang berhubungan dengan
pembinaan personel.
a) Membuat rencana kegiatan Ceramah latihan
b) Membuat Sprin Instruktur.
c) Menyiapkan alat-alat ceramah.
d) Membuat absen peserta ceramah.
e) Membuat laporan dan melaporkan hasil ceramah ke Polda Bali.

6. Menyelenggarakan Pembinaan Rohani.


1. Pembinaan Rohani bagi Umat Hindu
a. Rencanakan kegiatan Binrohtal.
b. Pelaksanaan di Pura Giri Bharata Polres Bangli.
c. Menunjuk Personel sebagai penceramah.
d. Mempersiapkan materi yang akan disampaikan
e. Mempersiapkan alat-alat yang berkaitan dengan ceramah.
f. Menyiapkan absen peserta.
g. Membuat laporan dan melaporkan hasil pembinaan Rohani
ke Polda Bali

2. Pembinaan Rohani bagi Umat Islam


a. Rencanakan kegiatan Binrohtal.
b. Pelaksanaan di Masjid Kabupaten Bangli.
c. Menunjuk Personel sebagai penceramah.
d. Mempersiapkan materi yang akan disampaikan
e. Mempersiapkan alat-alat yang berkaitan dengan ceramah.
f. Menyiapkan absen peserta.
/- g Membuat....
g. Membuat laporan dan melaporkan hasil pembinaan Rohani ke Polda Bali

3. Pembinaan Rohani bagi Umat Kristen


a. Rencanakan kegiatan Binrohtal.
24

b. Pelaksanaan di Gereja Kabupaten Bangli.


c. Menunjuk Personel sebagai penceramah.
d. Mempersiapkan materi yang akan disampaikan
e. Mempersiapkan alat-alat yang berkaitan dengan ceramah.
f. Menyiapkan absen peserta.
g. Membuat laporan dan melaporkan hasil pembinaan Rohani ke Polda Bali

n. Rancangan Kegiatan dalam rangka Rekrutmen Polri.


1) Penunjukan anggota sebagai Panitia
2) Pembinaan jadwal pelaksanaan sosialisasi tentang Rekrutmen Polri diawali dengan
memberi tugas masing-masing Personel Polri dan PNS untuk merekrut masyarakat
masing-masing berjumlah 5 ( lima ) orang masyarakat diajak , diimbau, bila punya
putra/putri yang ada kemauan menjadi calon Polri setelah lulus SMU dan perguruan
tinggi.

3) Masing-masing personel Polri dapat menerangkan mekanisme untuk menjadi calon


Polri dan jangan menjelaskan yang tidak sesuai dengan prosedur dan jangan sekali-
sekali mengarahkan masalah biaya sehingga dapat menguntungkan orang lain
dengan persi beragam yang belum jelas kebenarannya dan dikemudian hari menjadi
masalah sehinggamenyudutkan Polri dianggap bekerja tidak transparansi dan
akuntable.

4) Mungkin tidak cukup melalui brosur atau spanduk tapi masih ada upaya mungkin
melalui pintu kepintu oleh personel Polmas dan tokoh masyarakat dan untuk
membuktikan bahwa Polri sudah bekerja secara profesional dan transparansi
tunjukan data masyarakat yang sudah lolos menjadi Polri dan dokumentasinya.

5) Yakinkan diri dengan masyarakat bahwa setiap pelaksanaan tes adalah hasil upaya
sendiri masyarakat, bila ada kemauan setahun sebelumnya sudah mempersiapkan
diri tentang administrasi, kesehatan,akademisnya serta latihan fisik yang harus
dilaksanakan.

o. Pelaksanaan
1. Peserta datang ke Gedung diterima Pabanrin masing-masing peserta menyerahkan
nomor online yang peserta proleh saat di polda dan selanjutnya peserta
dipersilahkan menunggu ditempat kursi yang telah disediakan panitia dengan
kegiatan sebagai berikut :
a) Peserta calon dipanggil secara berurutan untuk diperiksa berat badan dan tinggi
badan serta pengecekan usia peserta.

/- b) Para calon.....
b) Para calon yang telah diperiksa berat badan dan tinggi serta usianya
selanjutnya diarahkan kebagian penerimaan administrasi awal, berkas para
calon peserta belum lengkap dikembalikan lagi pada peserta untuk dilengkapi.
c) Bagi peserta calon bila berkasnya sudah lengkap, diterima di Panbanrim
selanjutnya diarahkan kepada Panda.
25

2. Setelah semua berkas calon peserta sudah lengkap diterima di Pabanrim selanjutnya
diarahkan kepada semua peserta untuk menghadirkan semua orang tua calon untuk
menerima arahan dari Panitia Panbanrim selanjutnya bersama sama peserta
mendampingi putra/putrinya yang ikut seleksi di Panda.

p. Upaya Upaya
1) Upaya upaya yang tetap dilakukan mulai awal sampai dengan penerimaan
berkas panitia tetap memberi dukungan secara moril supaya tetap mengikuti proses
yang berlaku termakan isu karena bahwa proses tetap secara transparan.
2) Bila ada orang yang tidak beranggung jawab mencampuri proses ini agar dilaporkan
kepada panitia untuk ditindaklanjuti masalahnya.

q. Urusan Hukum bertugas


Pelayanan Bantuan Hukum
a) Memberikan bantuan hukum kepada Institusi dan personel Polres beserta
keluarganya apabila mengalami suatu pelanggaran hukum diminta ataupun tidak
diminta wajib memberikan bantuan hukum.
b) Memberikan pendapat dan saran hukum apabila terjadi suatu pelanggaran hukum
baik pidana, perdata, dan pelanggaran disiplin terhadap personel Polres.

c) Memberikan penyuluhan Hukum kepada :


(1) Personel Polres ,keluarga dan masyarakat.
(2) Rencana Kegiatan ,pembinaan dan penyuluhan.
(3) Sprin pelaksanaan penyuluhan.
(4) Materi penyuluhan.
(5) Tempat pembinaan dan penyuluhsn Hukum
(6) Personel yang dilibatkan.
(7) Dilaksanakan pembinaan dan penyuluhan.

1. Penerapan Hukum
a) Menganalisa sistem penerapan perundang undangan dilingkungan polres untuk
memberikan keadilan secara transparan dan akuntable sehingga personel merasa
dilindungi hak dan kewajibannya.

b) Berperan serta dalam penyusunan peraturan daerah untuk mengakumudir


kepentingan masyarakat terkait dengan penciptaan kondisi stabilitas ekonomi,
idiologi Politik, sosial budaya dan keamanan dan agar Perda tersebut dapat
dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

/- SOP URKES.....
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
URUSAN KESEHATAN POLRES BANGLI

PENANGANAN REAKSI ANAFILAKTIK


26

PENGERTIAN : Reaksi anafilaktik adalah sekumpulan gejala yang timbul akibat reaksi alergi
yang berlebihan terhadap suatu zat yang masuk ke dalam tubuh.

PROSEDUR :
1. Auto/heteroanamnesis tentang penyebabnya.
2. Hentikan pemberian obat penyebab reaksi anafilaktik.
3. Baringkan pasien dengan tungkai lebih tinggi.
4. Segera cektensi dan nadi.
5. Bebaskan jalan nafas.
6. Suntikkan adrenalin 1: 1000 ( 1mg/ml) I.M pada otot deltoid. Dosis dewasa 0,3 0,5 ml.
Dosis anak 0,01 ml/ KgBB. Dosis dapat diulang dengan jarak waktu 5 menit.
7. Pasang infus (I.V line) dan pertahankan volume darah dengan cairan kristaloid.
8. Adrenalin I.V diberikan bila :
a. Tidakada respon dengan adrenalin I.M.
b. Terjadi kegagalan sirkulasi dan syok.
Dosis :
Dewasa :
5 ml adrenalin 1 : 10.000 diberikan secara perlahan selama10 menit atau 0,5 ml
adrenalin 1 : 1000 diencerkan dalam10 ml larutan garam faali yang diberikan
selama 10 menit.
Anak :
0,1 ml/KgBB larutan adrenalin 1 : 10.000 yang diberikan perlahan selama 10
menit atau 0,1 ml/KgBB larutan adrenalin yang diencerkan dengan 10 ml larutan
garam faali dan diberikan selama 10 menit.

9. Berikan O2 bila perlu.


10. Monitoring tanda tanda vital pasien dengan intensif (tensi, nadi, kesadaran dan
pernafasan).
11. Rujuk ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap fasilitasnya.

INJEKSI INTRAVENA

PENGERTIAN : Memasukan obat melalui suntikan kedalam pembuluhdarah vena.

PERSIAPAN :
ALAT :
1. Spuit dan jarum steril sesuai kebutuhan.
2. Obat-obat injeksi yang diperlukan.
3. Kapas alkohol dalam tempatnya.
/- 4. Gergaji ..
4. Gergaji ampul.
5. Cairan pelarut.
6. Bakspuit steril.
7. Tempat untuk menampung sampah medis.
27

PASIEN :
1. Pasien diberikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Atur posisi pasien ( semi foler/ supine ).

PELAKSANAAN :
1. Bebaskan lengan pasien dari bajunya, kemudian pasang manset 4 cm di atas siku.
2. Desinfeksi permukaan kulit yang akan disuntik dengan kapas alkohol dengan arah
memutar dari dalam keluar.
3. Jarum ditusukkan ke dalam pembuluh darah vena dengan lubang jarum menghadap ke
atas dalam posisi 30, kemudian aspirasi sedikit.
4. Bila keluar darah dalamspuit,segera buka manset dan masukkan obat secara perlahan.

INJEKSI INTRACUTAN

PENGERTIAN : Memberikan obat melalui suntikan ke dalam kulit.

PERSIAPAN :
ALAT :
1. Spuit dan jarum steril sesuai kebutuhan.
2. Obat injeksi yang diperlukan.
3. Kapas alkohol pada tempatnya.
4. Gergaji ampul.
5. Cairan pelarut.
6. Bak spuit steril yang tertutup.
7. Tempat untuk menampung sampah medis.

PASIEN :
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan.

PELAKSANAAN :
1. Ambil obat yang akan disuntikkan.
2. Spuit diisi dengan obat sesuai dengan dosis yang ditentukan, sisa udara dalam spuit
dikeluarkan.
3. Desinfeksi permukaan kulit pada daerah yang akan disuntik dengan kapas alcohol.
4. Suntikkan jarumke dalam kulit sehingga jarum sejajar dengan kulit dan masukan obat
perlahan - lahan.
5. Setelah selesai jarum di jabut dan bekas suntikan di tekan dengan kapas alcohol.
6. Posisi pasien diatur kembali dan dirapikan.
7. Peralatan di bersihkan ,di bereskan dan di kembalikan ke tempat semula.
/- INJEKSI ..

INJEKSI INTARMUSKULAR

PENGERTIAN : Memberikan obat melalui suntikan ke dalam kulit.


28

PERSIAPAN :
ALAT :
1. Spuit dan jarum steril sesuai kebutuhan (1cc , 3cc , 5cc , 10cc ).
2. Obat- obatan injeksi yang diperlukan.
3. Korentang steril dalam tempatnya.
4. Kapas alkohol dalam tempatnya.
5. Gergaji ampul.
6. Cairan pelarut (missal : NaCl , Aquades dan lain- lain ).
7. Bak spuit steril yang tertutup.
8. Tempat untuk manampung sampah medis.

PASIEN
1. Pasien di beri penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Posisi pasien diatur sesuai dengan cara pemberian suntikan.

PELAKSANAAN :
1. Ambil obat yang akan di suntikkan.
2. Larutkan terlebih dahulu obat obatan yang perlu di suntikkan.
3. Spuit diisi dengan obat sesuai dengan dosis yang di tentukan .Sisa udara dalam
spuit di keluarkan.
4. Selanjutnya pemukan kulit di daerah yang akan di suntik di desinfektan dengan
kapas alcohol.
5. Suntikan jarum sedalam mungkin ,kemudian tarik sedikit spuitnya untuk
memastikan jarum tidak masuk ke pembuluih darah.
6. Suntikkan obat ke dalam spuit sesuai kebutuhan pasien.
7. Setelah selesai ,jarum segera di cabut ,bekas suntikan di tekan dengan kapas
alcohol.
8. Posisi pasien diatur kembalidan di rapikan.
9. Peralatan di bersihkan ,di bereskan dan dikembalikan ketempat semula.

INJEKSI SUBCUTAN

PENGERTIAN : Memasukan obat melalui suntikan ke dalam jarinagnan antar kulit dan otot.
PERSIAPAN :
ALAT :
1. Spuit dan jarum steril sesuai kebutuhan.
2. Obat injeksi yang diperlukan.
3. Kapas alkohol pada tempatnya.
4. Gergaji ampul.
5. Cairan pelarut.
/- 6. Bak spuit....
6. Bak spuit steril yang tertutup.
7. Tempat untuk menampung sampah medis.
29

PASIEN :
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan.

PELAKSANAAN :
1. Ambil obat yang akan disuntikkan.
2. Spuit diisi dengan obat sesuai dengan dosis yang ditentukan, sisa udara dalam spuit
dikeluarkan.
3. Desinfeksi permukaan kulit pada daerah yang akan disuntik dengan kapas alcohol.
4. Suntikkan jarum ke dalam jaringan bawah kulit sehingga jarum dan kulit membentuk
sudut 15 kemudian masukkan obat perlahan-lahan.
5. Setelah selesai jarum dicabut dan bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol.

MENCUCI TANGAN

PENGERTIAN : Membersihkan tangan dari segala kotoran di mulai dari ujung jari samapi
siku dengan cara tertentu sesuai kebutuhan.

PERSIAPAN :
1. Air bersih yang mengalir atau yang disiram
2. Sabun
3. Sikat
4. Handuk/ lap bersih

PELAKSANAAN :
1. Arloji harus dilepas.
2. Tangan sampai siku dibasahi dengan air bersih yang mengalir kemudian
disabuni,digosokbila perlu disikat, perhatikan sela sela jari.
3. Tangan dibilas dengan air bersih yang mengalir dan dilap sampai kering dengan lap
bersih.

MENGANGKAT JAHITAN LUKA

PENGERTIAN : Mengangkat / mmebuka jahitan pada luka yang di jahit

PERSIAPAN ALAT :
1. Pinset anatomi
2. Gunting lurus
3. Kasa steril
4. Mangkok kecil
5. Gunting pembalut
6. Alkohol 70% di tempatnya
/- 7 Bengkok...
7. Bengkok
8. Betadine
9. Alas/ Perlak
10. Pinset
30

PELAKSANAAN :
1. Balutan lama dibuka dan dibuang ke tempat sampah medis
2. Luka dibersihkan dengan kapas betadine dari arah dalam ke luar
3. Simpul jahitan ditarik ke atas secara hati-hati dengan memakai pincet sehingga benang
kelihatan, benang ini digunting dan ditarik hati-hati kemudian letakkan pada kasa yang
disediakan
4. Luka diolesi kembali dengan kasa atau kapas yang diolesi betadine
5. Luka ditutup dengan kasa steril kemudian diplester
6. Pasien dirapikan
7. Peralatan dibersihkan dan dikembalikan ke tempat semula
8. Cuci tangan

PERAWATAN LUKA

PENGERTIAN : Perawatan pada luka bersih dan luka terinfeksi dengan mengganti balutan
luka dan mengobati luka dengan desinfektan.

MENYIAPKAN ALAT

I. ALAT ALAT STERIL ( DALAM DUK STERIL)


Piset anatomi 1 ( satu )
Pinset chirugie 2 (dua)
Gunting lurus/ bengkok
Kapas lidi
Kapas penekan/ kapas balut
Kasa steril
Mangkok kecil

II. ALAT ALAT TIDAK STERIL ( DALAM BAK INSTRUMEN)


1. Gunting pembalut
2. Plester
3. Botol berisi alcohol 70%
4. Betadine
5. Bensin pada tempatnya
6. Obat-obatan desinfektan
7. Untuk luka kotor pakai perhidrol, savlon, permanganas kalium (PK)
8. Pembalut secukupnya
9. Bengkok / kantong plastic
/- Menyiapkan......

MENYIAPKAN PENDERITA
- Menjelaskan tujuan di lakukan perwatan luka
- Menyiapkan pasien sesuai kebutuhan
31

PELAKSANAAN
1. Menempatkan alat- alat kedekat penderita
2. Petugas mencuci tangan
3. Pembalut di buka dengan pincet dan di buang pada tempatnya.
4. Bekas plester di bersihkan dengan yod-bensin ( memakai kapas arah dari dalam keluar
).
5. Untuk luka bersih cukup di bersihkan dengan kapas alkohol dari arah dalam keluar.

6. Untukluka kotor ( luka + pus + Serum + nekrose ) lukadi bersihkan dengan kapas
disinfektan sesuai advis dokter ( pehydrol , savlon ,PK ) sampai bersih , bila perlu
nekrotomi kemudian di bilas PZ ( NaCl ).
7. Kapas kotor di buang pada tempatnya ,pincet yang sudah tidak sterildiletakkan pada
bengkok yang berisi larutan desinfektan.
8. Diolesi atau dikompres dengan betadine sesuai advisdokter kemudian ditutupkasa lalu
dibalut / diplester dengan rapi.
9. Penderita dirapikan dan dikembalikan ke posisi semula.
10. Alat-alat dibereskan.
11. Petugas mencuci tangan.
12.Petugas mencacat perkembangan keadaan luka penderita.

PENDAFTARAN PASIEN
Pengertian : Pendaftaran pasien yang baru datang berkunjung maupun yang datang kembali ke
poliklinik untuk berobat dan di buatkan catatan medis

PASIEN BARU
1. Pasien dibuatkan kartu identitas berobat
Setiap pasien hanya mendapatkan satu kartu identitas berobat yang berlaku untuk
setiapkunjungan ke poliklinik.
2. Mengisi nomor rekam medis dan mencatat di buku register pendaftaran pasien.
3. Pasien di beri buku atau status rekam medis baru , kemudian dipersilahkan menuju
ruang periksa.

PASIEN LAMA
1. Pasien di daftarpada buku register pendaftaran rawat jalan.
2. Mencaribuku rekammedis pasien sesuai dengannomor kartu identitas berobat yang
bersangkutan.
3. Pasien diberi buku rekam medisnya ,kemudian dipersilahkan menuju ruang periksa.

/- Patroli ......
PATROLI KESEHATAN KELILING
32

Pengertian : Patroli kesehatan keliling merupakan kegiatan patroli yang dilakukan oleh
fungsi Dokkes ke polsek polsek dengan mengemban tugas yankes maupun tugas
dukkes.

Prosedur :
1.Buat rencana kegiatan setiap bulannya,diketahui oleh Kasatker
2.Pada waktu pelaksanaan kegiatan,catat kegiatan yang telah dilakukan.
3.Kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan Yankes kepada anggota dan tahanan
yang ada di polsek maupun kegiatan Dukkes.
4.Setiap bulannyan melaporkan hasil kegiatan kepada Kabiddokkes Polda Bali.
5.Melaksanakan tindak lanjut terhadap temuan kegiatan.
6.Di dalam perencanaan dicantumkan waktu,petugas dan sasaran yang dituju.

SISTEM RUJUKAN
Pengertian : Sistem rujukan adalah suatu rangkaian pelayanan pasien / pemeriksaan penunjang
dari tempat pelayanan yang kurang lengkap ke tempat pelayanan yang lebih
lengkap untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai sesuai dengan
kasus / penyakitnya.

Prosedur :
1. Pasien oleh karena kondisi penyakitnya memerlukan pemeriksaan atau
perawatan ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih memadai.
2. Petugas kesehatan yang merawat harus memberitahu atau memotivasi
pasien atau keluarga pasien tentang perlunya pasien tersebut dirujuk.
3. Bila perlu pasien diantar petugas medis / paramedis yang bersangkutan
,dengan membawa surat rujukan ditujukan kepada rumah sakit rujukan.
4. Pasien yang memerlukan alih perawatan / rujukan harus dikoordinasikan
kepada petugas rumah sakit rujukan.
5. Rumah sakit rujukan diutamakan rumah sakit Polri,baru kemudian rumah
sakit Pemerintah lainnya, akan tetapi apabila keadaan dan kondisi tidak
memungkinkan dapat dirujuk pada tempat rujukan terdekat.

PELAYANAN KB

Pengertian : Pelayanan terhadap akseptor KB berdasarkan methode kontrasepsi yang


dikehendaki,disertai konseling terhadap pasangan akseptor.

Prosedur : PIL dan SUNTIK


1. lakukan anamnesa kepada pasien tentang identitas lengkap,haid terakhir
,riwayat KB sebelumnya dan riwayat penyakitnya.
2. Isi status pasien sesuai hasil anamnesa
3.
/- 3. Lakukan ....
4. Lakukan pemeriksaan BB,tensi dan fisik,bila ada kelainan yang merupakan
kontraindikasi terhadap kontrasepsi tersebut,lakukan KIE / konseling pada
pasien.
33

5. Untuk KB pil beritahukan cara minum pil sesuai petunjuk,ingatkan pasien agar
tidak lupa minum pil setiap hari untuk menghindari kegagalan KB.
6. Untuk KB suntik,lakukan injeksi intramuskuler di daerah glutea
7. Tulis di status dan beritahukan kepada pasien jadwal kunjungan ulang ke
poliklinik.
8. Bila ada kartu KB , isi dan berikan kepada pasien sebagai pengingat jadwal
kunjungan ulang.

MENGUKUR TEKANAN DARAH

Pengertian : Mengukur tekanan darah melalui permukaan dinding arteri.

Prosedur : Persiapan
1. Tensimeter
2. Stetoscop
3. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilaksanakan
4. Posisi pasien sesuai kebutuhan

Pelaksanan:
1.Lengan baju dinaikkan atau digulung
2.Manset tensimeter dipasangkan pada lengan atas dengan pipa karetnya
berada di sisi luar lengan.
3.Manset dipasangkan tidak terlalu kuat atau terlalu longgar.
4.Raba denyut nadi arteri brachialis,lalu stetoskop ditempatkan pada daerah
tersebut.
5. Skrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka,selanjutnya balon
dipompa sampai denyut nadi arteri tidak terdengar lagi dan air raksa di
dalam pipa gelas naik.
6.Skrup balon dibuka perlahan sehingga air raksa turun erlahan sambil
memperhatikan turunnya air raksa dengarkan juga bunyi denyut nadi
pertama.
7.Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyut pertama disebut
tekanan systole
8.Dengarkan terus sampai denyut yang terakhir terdengar disebut diastole.
9.Sebelum menutup tensimeter masukkan dulu air raksa ke dalam
reservoirnya,manset dan balon disusun pada tempatnya untuk mencegah
tabung air raksa pecah

MENGHITUNG DENYUT NADI

Pengertian : Menghitung denyut nadi dengan meraba:


1.Arteri radialis pada pergelangan tangan
/- 2 Arteri....

2.Arteri branchialis pada siku bagian dalam


3.Arteri carotis pada leher
34

4.Arteri femoralis pada lipat paha


5.Arteri dorsalis pedis pada kaki

Prosedur : Persiapan
1.Arloji tangan dengan petunjuk detik
2.Pasien diberi penjelasan supaya tenang
3.Pada waktu pengukuran nadi pasien dalam posisi berbaring atau duduk

Pelaksanaan :
1.Menghitung denyut nadi dilakukan dengan pengukuran suhu
2.Pada waktu menghitung denyut nadi pasien harus benar-benar istirahat
dalam posisi berbaring atau duduk.perhitungan dilakukan dengan cara
menempelkan jari tengah dan jari manis di atas arteriselama setengah menit
hasilnya dikalikan dua.
3.Perhatikan isi denyut nadi,iramanya /tidak dan tekanannya keras atau lemah
4.Khusus pada anak perhitungan dilakukan satu menit
5.Hasil perhitungan dicatat pada status pasien

MENGUKUR SUHU BADAN

Pengertian : mengukur suhu pasien denga termometer ,dilakukan pada ketiak,mulut dan
pelepasan (anus ).

Prosedur : Persiapan
1. Termometer bersih dalam tempatnya
2. Tiga buah botol masing-masing berisi larutan desinfektan dan air bersih
3. Bengkok
4. potongan kertas atau tissue
5.vaselin pada tempatnya

Pelaksanan
1.Pengukuran suhu pada ketiak
- bila perlu dengan baju pasien dibuka,ketiak harus dikeringkan terlebih
dahulu
- thermometer diperiksa apakah air raksa tepat

/- SOP SUBBAG SARPRAS.....

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SUBBAG SARPRAS POLRES BANGLI

A. UR PAL
35

1. Mebuat Renbut Matpal secara khusus dan berkala meliputi :

a. Ranmor
b. Senpi dan amonisi,
c. Alut alsus,
d. Alkomlek
e. Alsatri/alsintor

2. Penerimaan Matpal meliputi

a. Membuat Sprinjal dalam rangka pengambilan SPPM / Matpal


b. Melaksanakan pengambilan matpal sesuai SPPM
c. Membuat Sprin Penunjukan Tem Komisi Pengujian Matpal
d. Tem Komisi melaksanakan pengujian terhadap matpal yang diterima yang
dituangkan dalam berita Acara Pengujian sesuai dengan format Log 06/Polri.
e. Membuat Laporan dan melaporkan hasil pengujian ke Kapolda Up. Karo Rog
Polda Bali
f. Memasukkan ke dalam IKMN-M3

3. Pendistribusian Matmal meliputi

a. Membuat Sprin Pendistribusian


b. Membuat rencana pendistribusian
c. Membuat nominatif pendistribuasian
d. Melaksanakan Pendistribuasian
e. Pengarsipan.

4. Penyimpanan meliputi

a. Penataan Gudang / Tempat penyimpanan


b. Meberikan label barang
c. Membuat Daftar Barang

5. Pemeliharaan / Perawatan meliputi :

a. Membuat rencana pemeliharaan / perawatan


b. Melaksakan Pemeriksaan terhadap kondisi matpal secara rutin dan berkala
c. Membuat laporan hasil pemeriksaan
d. Melaksanakan Perawatan baik yang didukung maupun tidak didukung
anggaran.
/- 6. Penghapusan..
e. Membuat Laporan Perwab perawata / pemelihraan
6. Penghapusan dari pertangungjawaban
36

a. mendatakan seluruh matpal yang akan diusul hapus lengkap dengan dokumen (
foto, keterangan kerusakan, nilai harga ) dana keterangan alain dari instansi
terkait
b. Mengajukan usul penghapusan terhadap matpal yang sudah tidak layak pakai
sesuai prosedur
c. Melaksanakan registrasi / penataan ulang secara baik dan benar
d. Melaporkan secara rutin/berkala kepada satuan atas.

B. UR BEKUM

1. Membuat renbut bekum meliputi :


a. Bahan Bakar, Minyak dan Pelumas
b. Kaporlap
c. Bekal umum Lainnya baik secara rutin, berkala dan khusus

2. Penerimaan Bekum meliputi :

a. Membuat Sprinjal dalam rangka pengambilan SPPM / Bekum


b. Melaksanakan pengambilan Bekum sesuai SPPM
c. Membuat Sprin Penunjukan Tem Komisi Pengujian Bekum
d. Tem Komisi melaksanakan pengujian terhadap Bekum yang diterima yang
dituangkan dalam berita Acara Pengujian sesuai dengan format Log 06/Polri.
e. Membuat Laporan dan melaporkan hasil pengujian ke Kapolda Up. Karo Rog
Polda Bali

3. Pendistribusian Bekum meliputi

a. Membuat Sprin Pendistribusian


b. Membuat rencana pendistribusian
c. Membuat nominatif pendistribuasian
d. Membuat TR/DN kepada yang berhak menerima
e. Melaksanakan Pendistribuasian
f. Pengarsipan.

4 Penyimpanan

a. Untuk BBM disimpan di SPBU karena Polres Bangli belum memiliki


SPBP dilengkapi dengan MOU antara Kapolres Bangli dengan Pemilik SPBU
b. Selain BBM seluruh Bekum disimpan di Gudang Logistik Polres Bangli
c. Membuat Laporan Persedian
d. Membuat Laporan Perwab secara rutin maupun berkala penggunaan BMP maupum
Bekum lainnya.
e. /- C. UR PASKON .....

C. UR PASKON
37

a. Pengadaan

1. Membuat renbut/ usulan pembangunan paskon


2. Terima penetapan dipa polres bangli
3. Membuat sprin KPA. PPK, Pejabat/Panitia Pengadaan
4. Melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sesuai Kepres 80 Th 2003.
( bila ada )
5. Membuat HPS
Mencari Menunjuk Rekanan penyedia barang / jasa

b. Harwat

1. Membuat renbut/ usulan harwat paskon


2. Terima pagu anggaran harwat paskon sesuai dipa polres bangli
3. Melaksanakan proses perawatan/pemeliharaan paskon antara lain

- Melaksanakanpengecekan thd laporan kerusakan


- Membuat laporan kerusakan
- Membentuk PPK dan Pejabat Pengadaan
- Membuat HPS
- Membuat Lelang atau penunjukan langsung atau rekanan terhadap penyedia
barang/jasa
- Membuat Surat Perintah Kerja
- Membuat laporan perwab dana harwat

4 Membuat laporan secara Rutin dan berkala tentang pelaksanaan Pengadaan maupun
harwat di buidang Paskon.

D. SIMAK BMN

1. Mengkompulir seluruh aset polri yang ada di polres bangli disertai kelengkapan
dokumen pendukungnya.
2. Memasukkan seluruh aset ke dalam SIMAK BMN sesuai posisi dan peruntukannya
serta penanggungjawab aset tersebut.
3. Membuat daftar KIB seluruh aset polri polres bangli.
4. Membuat penomoran ruangan dan memberi label setiap ruangan dan Barang
dinas polri yang ada dalam ruangan.
5. Melaksanakan registrasi setiap keluar masuknya barang dalam SIMAN BMN.
6. Memasukan penerimaan nilai neraca dari pengiriman aplikasi persediaan.
7. Melaporkan nilai aset SIMAK BMN dan neraca SIMAK BMN setiap semesteran
ke polda bali.

/- 8. Melaksnakan.....
8. Melaksanakan koordinasi dengan Bensat untuk pencocokan nilai neraca aset BMN
dan bersama-sama melakukan rekonsiliasi ke DJKNL.
9. Membuat berita acara Rekonsiliasi antara Logistik, Bensat dan DJKNL.
38

10. Membuat laporan rutin berkala dan tutup tahun SIMAK BMN.
11. Pengarsipan

E. APLIKASI PERSEDIAAN

1. Membuat tabel barang persediaan yang dimiliki Polres Bangli ke dalam aplikasi
persediaan.

2. Melakukan pengecekan registrasi tutup tahun (stock akhir) sebagai stock awal pada
persediaan tahun anggaran berjalan.

3. Memasukkan seluruh jumlah persediaan yang diterima Polres Bangli pada tahun
berjalan dibulan Januari sesuai dengan anggaran DIPA Polres Bangli.

4. Melakukan registrasi pengeluaran / pemakaian dan penerimaan barang persediaan


setiap akhir bulan.

5. Melakukan back up data setiap transaksi registrasi.

6. Setiap semester membentuk team Stock Opname serta team melakukan


penghitungan fisik barang persediaan.

7. Membuat berita acara Stock Opname serta memasukan hasil penghitungan fisik
(stock opname) ke aplikasi persediaan.

8. Melakukan pengiriman nilai persediaan ke dalam SIMAK BMN setiap semesteran.

9. Melaporkan nilai persediaan dan neraca persediaan setiap semesteran ke Polda


Bali.

10. Melaksanakan koordinasi dengan bensat untuk pencocokan nilai neraca persediaan
dan bersama-sama melakukan rekonsiliasi ke DJKNL serta membuat berita acara
rekonsiliasi.

/- SOP SIWAS.....
39

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SIWAS POLRES BANGLI

1. Sub seksi Bidang Operasional :

a. Merencanakan pengawasan terhadap semua Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran Polres
Bangli.

b. Melaksanakan pengawasan dan monitoring secara umum terhadap semua pelaksanaan


kegiatan operasional dilingkungan kesatuan Polres Bangli dan Polsek jajaran.

c. Melaksanakan monitoring secara insidentil dibidang operasional oleh semua Bag,Sat,Si


dan Polsek jajaran.

d. Membuat laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan monitoring kepada pimpinan.

2. Sub seksi Bidang Pembinaan:

a. Merencanakan pengawasan terhadap semua Bag, Sat, Si dan Polsek jajaran Polres
Bangli.

b. Melaksanakan pengawasan dan monitoring secara umum terhadap semua pelaksanaan


kegiatan pembinaan dilingkungan kesatuan Polres Bangli Bag, Sat, Si dan Polsek
jajaran.

c. Melaksanakan monitoring secara insidentil dibidang Pembinaan meliputi personil,


materiil, fasilitas dan jasa terhadap semua Bag,Sat,Si dan Polsek jajaran.

d. Membuat laporan hasil pelaksanaan pengawasan dan monitoring kepada pimpinan.

/- SOP SI PROPAM....
40

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SI PROPAM POLRES BANGLI

1. Giat Gaktibplin meliputi :

a. Dilengkapi dengan Springas Gaktibplin


b. Dilakukan APP oleh Kasi Propam tentang CB pelaksanaan giat Gaktibplin.
c. Pembagian tugas terhadap anggota dalam pelaksanaan giat Gaktibplin.
d. Menentukan sasaran dalam giat Gaktibplin.
e. Kelengkapan sarana dan prasarana berupa blanko tilang serta alat tulis.
f. Melakukan penindakan terhadap anggota yang melakukan pelangaran berupa tilang.
g. Mencatat identitias anggota yang melakukan pelanggaran.
h. Membuat rekapan hasil pelaksanaan giat Gaktibplin.
i. Membuat laporan hasil pelaksanaan giat Gaktibplin.
j. Melaporkan hasil giat Gaktibplin kepada Pimpinan.

2. Unit Idik :

a. Menerima laporan / pengaduan masyarakat terhadap perilaku kinerja anggota Polri


yang menyimpang terhadap peraturan perundang undangan yang berlaku.

b. Membuat sprin pemeriksaan terhadap saksi dan pelanggar yang diduga melakukan
garplin / prilaku anggota Polri / PNS Polri yang menyimpang terhadap peraturan
perundang undangan yang berlaku.

c. Melakukan pemanggilan terhadap saksi dan pelanggar yang diduga melakukan garplin /
prilaku anggota Polri / PNS Polri yang menyimpang terhadap peraturan perundang
undangan yang berlaku.

d. Melakukan pemeriksaan dalam bentuk BAP terhadap saksi dan pelanggar anggota /
PNS Polri yang diduga melakukan pelanggaran / penyimpangan dalam pelaksanaan
tugasnya.

e. Membuat Resume untuk diajukan kepada pimpinan untuk dapat tidaknya proses
penyidikan lebih lanjut.

f. Membuat DP3D terhadap perkara garplin terhadap anggota / PNS Polri yang
melakukan pelanggaran untuk selanjutnya mohon saran pendapat hukum ke Bid Kum
Polda Bali..
g. Menyiapkan administrasi dalam pelaksanaan sidang disiplin anggota / PNS Polri
sebagai berikut :

/- Prosedur.....
41

Prosedur dalam pelaksanaan sidang disiplin meliputi :

1) Membuat Sprin / Skep pelaksanaan sidang disiplin.


2) Membuat telegram ke Kapolda Up. Bid Propam tentang pelaksanaan sidang
disiplin.
3) Membuat Telegram ( TR ) ke Bag,Sat fung dan Polsek jajaran tentang jadwal
pelaksanaan sidang disiplin.
4) Membuat surat pemberitahuan kepada Terperiksa maupun saksi tentang waktu
pelaksanan sidang disiplin.
5) Membuat surat pemberitahuan kepada para perangkat sidang disiplin diantaranya
:
a) Wakapolres Bangli selaku Pimpinan Sidang
b) Kabag Sumda selaku Pendamping sidang.
c) Kasubag Min Pers selaku sekretaris sidang.
d) Atasan terperiksa / perwira yang ditunjuk selaku pendamping
terperiksa
e) Kasipropam selaku penuntut.
f) Anggota provos selaku pengawal terperiksa dalam sidang disiplin.

6) Mempersiapkan ruangan serta alat kelengkapan sidang seperti meja, kursi,


bendera merah putih, palu dan sound system.

7) Membuat dokumentasi pelaksanaan sidang disiplin.


8) Membuat absensi kehadiran anggota yang mengikuti gelar sidang disiplin
9) Membuat TR dan laporan hasil pelaksanaan sidang ke Bid Propam.
10) Membuat Sprin dan Surat Keputusan tentang penjatuhan hukuman terhadap
terhukum.
11) Mengajukan surat rekomendasi status anggota Polri bagi anggota yang telah
melakukan tindakan disiplin setelah habis masa pengawasan selama 6 ( enam )
bulan.
42

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SI KEU POLRES BANGLI

Si Keu bertugas menyelenggarakan fungsi keuangan yang meliputi pembiayaan


pengendalian, pembukuan dan akutansi, pelaporan serta pertanggungjawaban
keuangan.
Adapun tugas-tugasnya :

1. SOP Menyelenggarakan administrasi pelayanan gaji :


a. Membuat koreksi gaji
b. Membuat amprah gaji dan tunjangan anggota Polri dan PNS
c. Membuat SPM gaji anggota Polri dan PNS
d. Membuat amprah gaji susulan dan SPM
e. Membuat amprah kekurangan Gaji dan SPM
f. Membuat amprah gaji ke 13 Polri dan PNS
g. Membuat amprah tunjangan kinerja anggota Polri dan PNS

- Melaksanakan Rekonsiliasi internal satker :


a. Melaksanakan Rekon semester ke KPPNL di Singaraja
b. Melaksanakan Rekon rutin tiap tanggal 2 di KPPN Amlapura.

2. SOP Seksi Akutansi :


a. Meneliti amprah dari sub seksi gaji
b. Meneliti amprah dari masing-amsing Bag, Sat dan Fungsi
c. Menindaklanjuti penandatanganan ke Pejabat penandatangan SPM, PPK,KPA
d. mengirim SPM ke KPPN
e. Mengecek dana di Bank yang diajukan ke KPPN dan melaporkan kepada KPA
g. Membayarkan kepada anggota Bag, Satfung dan Polsek.
43

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SIUM POLRES BANGLI

1. SOP Administrasi dan ketatausahaan yang disingkat Subsimintu bertugas


sebagai berikut :

a. Menerima, meregistrasi / mengagendakan surat surat yang masuk dari


satuan atas dan instansi terkait ke dalam buku agenda masuk.

b. Mengajukan surat-surat yang telah diisi lembar disposisi dan nomor


agenda
kepada Pimpinan

c. Mendistribusikan surat-surat yang telah di disposisi oleh Pimpinan


kepada Bag, Sat, Si , SPKT dan Polsek Jajaran Polres Bangli.

d. Menerima, mengoreksi dan mengajukan surat-surat dari Bag, Sat, Si dan


SPKT yang perlu tandatangani / koreksi Pimpinan

e. Meregistrasi / mengagendakan surat-surat yang telah ditandatangani


Pimpinan kedalam buku agenda keluar / buku verbal.

f. Mentakahkan surat-surat yang perlu proses tindak lanjut atau


permasalahan yang berlanjut sesuai mekanisme penyusunan Takah .

g. Membuat laporan bulanan pelaksanaan tugas Sium

h. Membuat rencana dan laporan evaluasi kegiatan Kapolres

i. Membuat Laporan bulanan kearsipan Sium

2. SOP Pelayanan Markas yang disingkat Basubsiyanma bertugas sebagai


berikut :

a. Menyiapkan ruang rapat serta pasilitas ruangandi lingkungan Polres.

b. Melaksanakan kebersihan Markas, Lapangan apel, pertaman dan halaman


kantor di lingkungan Polres.

c. Menghias kantor dilingkungan Polres pada perayaan hari hari besar.

d. Menyiapkan pasilitas upacara bendera dilingkungan Polres baik upacara


bendera upacara bulanan atau pada perayaan hari-hari besar lainnya.
44

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATUAN INTELKAM POLRES BANGLI

Fungsi pelayanan masyarakat

a. SOP PENERBITAN SKCK

a. Mengajukan surat permohonan perseorangan


b. Melampirkan Pengantar dari Lurah / Kades yang menyatakan bahwa Pemohon dlm
masa kewargaan di Kelurahan / Desa tersebut sudah berapa lama dan apakah ada
catatan perilaku sosial, fotocopy KTP dan Kartu KK atau identitas lain bagi yang
belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KTP , rekomendasi dari Polsek
setempat,catatan Kriminal dari Sat Reskrim
c. Identifikasi :
Ambil sidik jari melalui komputer
Buat kartu TIK per orangan
Foto berwarna 4x6 tampak muka & telinga= 6 lembar
1 Lbr = SKCK
1 Lbr = Arsip
1 Lbr = Agenda
1 Lbr = Kartu Tik
2 Lbr = Sidik Jari
d. Penyelesaian SKSCK yang memenuhi persyaratan selambat-lambatnya 6 (enan)
jam sejak berkas diterima oleh petugas pelayanan.

3. SOP PENERBITAN SURAT IJIN / REKOMENDASI

a. Pemohon datang dengan mengajukan surat permohonan dengan ilampiri surat


keterangan ijin tempat kepada Kapolres Bangli.
b. Pemohon dalal permohonan surat ijinnya wajib mencantumkan nama, penanggung
jawab, alamat, tempat, jenis acara, tangggal dan waktu pelaksanaan serta jumlah
peserta harus jelas.
c. Pemohon mengajukan surat permohonan ijin adalah 7 (tujuh) hari sebelum hari H
(Hari pelaksanaan giat).
d. Petugas meneliti kelgnkapan berkas dari surat ppermohonan.
e. Bila persyaratan lengkap permohonan surat ijin diproses dan diterbitkan 3 (tiga )
hari sebelum hari pelaksnaan kegiatan.

4. SOP PENERBITAN SURAT TANDA TERIMA PEMBERITAHUAN ( STTP )

a. Mengajukan surat permohonan


b. Permohonan surat ijin dicantumkan identitas penyelenggara bentuk kegiatan,
maksud dan tujuan, tanggal waktu kegiatan, tempat kegiatan, jumlah peserta.
c. Permohonan diajukan selambatnya 7 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
/- 4. Permohonan.....
45

d. Permohonan dilampiri dengan susunan acara dan untuk STTP Kampanye dilampiri
dengan jadwal kampanye dari KPU setempat tentang penunjukan Tim Kampanye
data pengguna kendaraan, jumlah masa.
e. Petugas meneliti kelngkapan berkas permohonan.
f. Bila persyaratan lengkap permohonan surat pemberitahuan diproses selama tiga hari
dan sudah bisa diterbitkan Surat tanda terima pemberitahuan.

5. SOP PENERBITAN SURAT TANDA MELAPOR ( STM )

a. Pelapor datang langsung ke Sat Intelkam Polres Bangli.


b. STM bagi orang yang memberi kesempatan menginap kepada orng asing dengan
melampirkan foto copy KTP Pelapor, dan foto copy Paspor serta Visa orang Asing
yang dilaporkan, dengan ketentuan :

1) Formolir A bagi penginapan/hotel yang memberikan kesempatan menginap


bagi orang asing dengan mengisi formulir yang telah disediakan.
2) Melampirkan foto copy Paspor dan Visa
c. Petugas meneliti kelengkapan berkas yang ditentukan dan diserahkan oleh pelapor.
d. Bila persyaratan lengkap penerbitan STM telah dapat diterbitkan dengan jangka
waktu kurang lebih 60 menit.
46

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATUAN RESKRIM POLRES BANGLI

1. SOP PENERIMAAN LAPORAN DAN PENGADUAN


a. Penerimaan Laporan:

1). Laporan
a) Model A
- Peristiwa pidana yang ditemukan langsung oleh petugas
tentang terjadinya peristiwa pidana
- Laporan tersebut diberi nomor pada register B 1 di SPK dan
dicatat di buku register B1 Reskrim
- Melaporkan kepada atasan
b) Model B
- Pelapor diarahkan ke SPK
- Dibuatkan Laporan Polisi tentang peristiwa pidana yang
dilaporkan
- Memberikan surat tanda bukti penerimaan laporan
- Dicatat dalam buku register B1
- Melaporkan kepada atasan
c) Laporan melalui telepon atau surat
Laporan melalui telepon/surat
- Mencatat identitas lengkap pelapor
- Mencatat peristiwa yang dilaporkan dan menuangkan dalam
bentuk Laporan Polisi
- Menghubungi pelapor untuk menanda tangani laporan dan
memberikan surat tanda bukti penerimaan laporan
- Mencatat dalam buku register B1
- Melaporkan kepada atasan
2). Pengaduan
- Pelapor diarahkan ke SPK
- Dibuatkan Laporan Polisi tentang peristiwa pidana yang dilaporkan
- Memberikan surat tanda bukti penerimaan laporan
- Dicatat dalam buku register B1
- Melaporkan kepada atasan
- Melampirkan surat permintaan keopada petugas.
- Sewaktu waktu perkara tersebut dapat di cabut (delik aduan)
- Melaporkan kepada atasan.

2. SOP PENANGANAN TKP


a. Persiapan Penanganan TKP
- Persiapan personil
- Penyiapan sarana angkutan dan alkom
- Peralatan penanganan TKP ( Police line, Tes Kit dll )

/- b. Tindakan .....
47

b. Tindakan pertama di TKP


- Pertolongan kepada korban
- Menutup dan mengamankan TKP ( Status quo )
- Menghubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alkom
c. Pengolahan TKP
- Pengamatan umum
- Pemotretan dan pembuatan sket TKP
- Penanganan korban, saksi dan pelaku
- Penanganan Barang bukti
d. Pengambilan dan pengumpulan Barang Bukti
- Disesuaikan dengan bentuk/macam barang bukti
e. Pengakhiran penanganan TKP
- Konsolidasi
- Pembukaan/pembebasan TKP
- Pembuatan BAP di TKP
- Evaluasi kegiatan
- Gelar pelaksanaan penanganan TKP

3. SOP PENYELIDIKAN
a. Syarat Penyelidikan
- Pelaksana ( Personil, fisik, mental dan kemampuan )
- Sarana peralatan ( Kamera, alat tulis, penyadap/perekam, handy
camp/tustel, identitas diri dll)
- Dukungan biaya ( disesuaikan dengan DIPA )
b. Tekhnik Penyelidikan
- Pengamatan secara terbuka dan tertutup
- Wawancara secara terbuka dan tertutup
- Pembuntutan
- Penyamaran
c. Sasaran Penyelidikan
- Orang
- Benda
- Tempat
- Kejadian / peristiwa

4. SOP PENYIDIKAN
a. Penindakan
- Pemanggilan
- Dibuatkan surat pangilan yang sah dengan tenggang waktu 3 hari
sebelum menghadiri panggilan.
- Dicatat dalam buku register surat panggilan .
- Surat panggilan diserahkan kepada yang dipanggil dan menanda
tangani di buku expidisi.
- Apabila panggilan pertama tidak hadir tanpa alasan yang sah maka

/- disusul dengan.....
48

disusul dengan surat panggilan yang kedua dengan disertai surat


perinatah membawa.
- Apabila yang dipanggil tidak hadir dengan alasan yang patut dan
wajar, maka penyidik dapat melakukan pemeriksaan di tempat
kediaman.

- Penangkapan
- Dibuatkan surat perintah Penangkapan dan dilengkapi dengan surat
perintah tugas dan dicata dal;amk buku registert.
- Petugas wajib memperlihatkan Sp.Kap dan identitas diri kepada
yang ditangkap dan keluarganya .
- setelah dilakukan penangkapan dibuatkan Berita acara Penangkapan
yang ditanda tangani oleh petugas dan orang yang ditangkap.
- Apabila tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa dilengkapi
Sp.Kap namun setelah dilakukan penangkapan dengan segera
dibuatkan Sp.Kap dan wajib diberikan kepada orang yang ditangkap
dan keluarganya.

- Penahanan
- Dibuatkan surat perintah Penahanan dan dicatat dalam buku
register.
- Dibuatklan Berita acara penahanan
- Sp.Han di berikan kepada tersangka dan keluarganya
- Penahanan dilakukan di rumah tahanan negara.
- Penggeledahan
- Dibuatkan surat perintah Penggeledahan dan dicatat dalam buku
register.
- Pada saat melakukan penggeledahan disaksikan oleh keluarga atau
aparat desa setempat.
- Setelah dilakukan penggeledahan segera dibuatkan Berita acara
penggeledahan dan ditanda tangani oleh petugas dan saksi saksi.
- Apabila melakukan penggeledahan tempat ataua rumah tertutup
lainnya wajib dilengkapi surat ijin dari ketua pengadilan negeri
setempat.
- Penggeledahan badan terhadap perempuan dilakukan oleh
Polwan/PNS perempuan yang ditunjuk.
- Penyitaan
- Dibuatkan surat perintah Penyitaan dan dicatat dalam buku register.
- Pada saat melakukan penyitaan di berikan surat tanda bukti
penerimaan kepada pemilik atau penuasaan barang.
- Setelah dilakukan penyitaan segera dibuatkan Berita acara
penyitaan dan ditanda tangani oleh petugas dan saksi saksi.
- Apabila melakukan penyitaan agar dimohonkan penetapan
penyitaan dari penagdilan negeri setempat.

/- Pemeriksaan.....
49

b. Pemeriksaan
- Saksi
- Diperiksa di ruang pemeriksaan dan saksi dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani.
- Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metode
interview, interogasi, konfrontasi dan rekontruksi.
- Terhadap saksi yang diduga tidak dapat hadir dalam persidangan
dipengadilan dapat dilakukan penyumpahan dan dituanmgkan
dalam berita acara.
- Pemeriksaan dituangkan kedalam berita acara pemeriksaan saksi
dan ditanda tangani oleh saksi dan petugas.
- Ahli
- Diperiksa di ruang pemeriksaan dan dalam keadaan sehat jasmani
dan rohani.
- Sebelum dilakukan Pemeriksaan wajib mengangkat sumpah
dihadapan penyidik dan dituangkan kedalam berita acara.
- Keterangan yang diberikan saksi ahli dapat berupa berita acara atau
keterangan tertulis.
- Tersangka
- Diperiksa di ruang pemeriksaan dan tersangka dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani.
- Sebelum dilakukan pemeriksaan penyidik wajib memberitahukan
hak haknya terutama yang menyangkut penasehat hukum.
- Penyidik memberitahukan dengan jelas dengan bahasa yang mudah
dimengerti tentang perkara yang dipersangkakan.
- Tersangka berhak mengajukan saksi yang menguntungkan dan
penyidik wajib memanggil; dan memanggil saksi tersebut.
- Dilarang melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kekerasan
dalam bentuk apapun
- Dituangkan dalam berita acara dan ditanda tangani oleh penyidik,
tersangka, PH atau peterjemah bila ada.

5. SOP PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN BERKAS PERKARA


a. Pembuatan Resume
- Pembuatan resume merupakan pembuatan intihar semua tindakan
penyidikan dengan analisa kasus dan analisa yuridis serta kesimpulan dapat
tidak dilakukan penuntutan.
- Resume harus memenuhi syarat formal dan syarat materiil .
b. Penyusunan Berkas Perkara
- Melakukan penyusunan berkas perkara selanjutnya melakukan
pemberkasan dengan susunan isi berkas perkara :
- Sampul berkas perkara.
- Daftar isi berkas perkara.
- Isi berkas perkara meliputi :
- Resume.
/- Resuma.....
50

- Laporan Polisi.
- Berita acara (BP).
- Surat surat (surat biasa dan surat perintah)
- Daftar saksi.
- Daftar tersangka.
- Daftar barang bukti.
- Dan dalam pemberkasan memenuhi syarat syarat
penjilidan, penyegelan serta dilak.

c. Penyerahan Berkas Perkara


- Sebelum penyerahan berkar Perkara penyidik melakukan koordinasi dengan
JPU untuk menghindari P18, P19.
- Tahap pertama penyidik menyerahkan Berkas perkara kepada JPU.
- Tahap kedua penyidik menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang
bukti.
- Apabila jangka waktu 14 hari berkas perkara tidak dikembalikan oleh JPU
maka penyidikan dianggap selesai dan penyidk dapat melakukan tahap
kedua.

6. SOP PENANGANAN BARANG BUKTI


a. Pengambilan dan pengumpulan Barang Bukti.
- Sebelum dilakukan pengambilan barang bukti di Tkp difoto terlebih
dahulu.
- Dalam pengumpulan barang bukti dipisahkan tempatnya terhadap barang
bukti berupa gas, cair atau padat.
- Pengambilan dan pengumpulan barang bukti disesuaikan dengan
perkaranya atau tindak pidananya.
- dibuatkan berita acara dan ditanda tangani
b. Pencarian Barang Bukti
- Pencarian barang bukti dilakukan di sekitar Tkp secara teliti, cermat dan
tekun.
- Terhadap barang bukti yang sulit ditemukan sebaiknya menggunakan
Identifikasi, atau Laboratorium Forensik.
- Pencarian barang bukti dapat dilakukan dengan methode spiral, methode
zone, methode strip, dll.
- Setiap penemuan barang bukti di foto dan dibuatkan Berita acara. (BA).
c. Pemberian Label Barang Bukti
- Label barang bukti terbuat dari kertas kartun yang dituliskan no. Register
Barang bukti, jumlah dan jenis barang bukti, nama tersangka atau asal
barang disita.
- Label barang bukti di ikat di melekat di barang bukti dan disegel.
d. Dicatat dalam buku Register Barang Bukti
Penyitaan barang bukti selalu di catat dalam buku register dengan jelas memuat
nama barang, jumlah/jenis barang, nama tersangka dan petugas yang melakukan
penyitaan.
/- e. Pembungkusan.....
51

e. Pembungkusan dan penyegelan Barang Bukti ( dibuatkan Berita Acara


pembungkusan dan penyegelan )
- Dibuatkan berita acara pembungkusan dan penyegelan barang bukti dan
ditanda tangani oleh petugas, tersangka dan saksi-saksi.
- Dalam BA di cantumkan cara melakukan pembungkusan atau penyegelan
dan disaksikan tersaangka
f. Penyimpanan Barang Bukti
- Penyimpanan barang bukti saetelah di lakukan penyegelan ditempatkan di
Rubbasan atau tempat lain yang tel;ah disiapkan.
- Agar penyimpanan barang bukti dipisahkan antara benda padat, cair atau
gas.
- Apabila barang bukti yang diperkirakan mudah busuk dan cepat rusak dapat
dilakukan pelelangan serta penyisihan barang bukti dan uang hasil
pelelangan dijadikan barang bukti.
- Apabila barang bukti yang diperkirakan membutuhkan biaya perawatan
yang besar dan beresiko tinggi dapat di titip rawat kepada pemiliknya
sesuai ketentuan yang ada.
52

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATRES NARKOBA POLRES BANGLI

1. SOP Penerimaan Laporan dan Pengaduan

1. Penerimaan Laporan
a. Laporan
1) Model A
- Peristiwa pidana yang ditemukan langsung oleh petugas tentang
terjadinya peristiwa pidana
- Laporan tersebut diberi nomor pada register B 1 di SPK dan
dicatat di buku register B1 Resnarkoba
- Melaporkan kepada atasan
2) Model B
- Pelapor diarahkan ke SPK
- Dibuatkan Laporan Polisi tentang peristiwa pidana yang
dilaporkan
- Memberikan surat tanda bukti penerimaan laporan
- Dicatat dalam buku register B1
- Melaporkan kepada atasan
3) Model C
- Peristiwa pidana Narkoba / tersangka yg belum termasuk
kedalam Laporan Polisi yg sedang diproses.
- Laporan tersebut ditandatangani oleh Penyidik dan disahkan oleh
Perwira pengawas dan SPK.
- Laporan tersebut dinomori Register B1 SPK dan B1 Narkoba.
- Melaporkan kepada atasan.
4) Laporan melalui telepon atau surat
- Mencatat identitas lengkap pelapor
- Mencatat peristiwa yang dilaporkan dan menuangkan dalam
bentuk Laporan Polisi
- Menghubungi pelapor untuk menanda tangani laporan dan
memberikan surat tanda bukti penerimaan laporan
- Mencatat dalam buku register B1
- Melaporkan kepada atasan

b. Pengaduan
- Pelapor diarahkan ke SPK
- Dibuatkan Laporan Polisi tentang peristiwa pidana yang dilaporkan
- Memberikan surat tanda bukti penerimaan laporan
- Dicatat dalam buku register B1
- Melaporkan kepada atasan
- Melampirkan surat permintaan keopada petugas.
- Sewaktu waktu perkara tersebut dapat di cabut (delik aduan)
- Melaporkan kepada atasan.
/- Penanganan.....
53

2. SOP Penanganan TKP

1. Persiapan Penanganan TKP


- Persiapan personil
- Penyiapan sarana angkutan dan alkom
- Peralatan penanganan TKP ( Police line, Tes Kit dll )
2. Tindakan pertama di TKP
- Menutup dan mengamankan TKP ( Status quo )
3. Pengolahan TKP
- Pengamatan umum
- Pemotretan dan pembuatan sket TKP
- Melibatkan saksi dan pelaku, melakukan penggledahan badan
- Penanganan Barang bukti
4. Pengambilan dan pengumpulan Barang Bukti
- Disesuaikan dengan bentuk/macam barang bukti
5. Pengakhiran penanganan TKP
- Konsolidasi
- Pembukaan/pembebasan TKP
- Pembuatan BAP di TKP
- Evaluasi kegiatan
- Gelar pelaksanaan penanganan TKP

3. SOP Penyelidikan

1. Syarat Penyelidikan
- Pelaksana ( Personil, fisik, mental dan kemampuan )
- Sarana peralatan ( Kamera, alat tulis, penyadap/perekam, handy
camp/tustel, identitas diri dll)
- Dukungan biaya ( disesuaikan dengan DIPA )
2. Tekhnik Penyelidikan
- Pengamatan secara terbuka dan tertutup
- Wawancara secara terbuka dan tertutup
- Pembuntutan
- Penyamaran
3. Sasaran Penyelidikan
- Orang
- Benda
- Tempat
- Kejadian / peristiwa

4. SOP Penyidikan
1. Penindakan
~ Pemanggilan
- Dibuatkan surat pangilan yang sah dengan tenggang waktu 3 hari
sebelum menghadiri panggilan.
/- Dicatat .....
54

- Dicatat dalam buku register surat panggilan .


- Surat panggilan diserahkan kepada yang dipanggil dan menanda
tangani di buku expidisi.
- Apabila panggilan pertama tidak hadir tanpa alasan yang sah maka
disusul dengan surat panggilan yang kedua dengan disertai surat
perinatah membawa.
Apabila yang dipanggil tidak hadir dengan alasan yang patut dan
wajar, maka penyidik dapat melakukan pemeriksaan di tempat
kediaman.

~ Penangkapan
- Dibuatkan surat perintah Penangkapan dan dilengkapi dengan surat
perintah tugas dan dicata dal;amk buku registert.
- Petugas wajib memperlihatkan Sp.Kap dan identitas diri kepada yang
ditangkap dan keluarganya .
- setelah dilakukan penangkapan dibuatkan Berita acara Penangkapan
yang ditanda tangani oleh petugas dan orang yang ditangkap.
- Apabila tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa dilengkapi
Sp.Kap namun setelah dilakukan penangkapan dengan segera
dibuatkan Sp.Kap dan wajib diberikan kepada orang yang ditangkap
dan keluarganya.

~ Penahanan
- Dibuatkan surat perintah Penahanan dan dicatat dalam buku register.
- Dibuatklan Berita acara penahanan
- Sp.Han di berikan kepada tersangka dan keluarganya
- Penahanan dilakukan di rumah tahanan negara.

~ Penggeledahan
- Dibuatkan surat perintah Penggeledahan dan dicatat dalam buku
register.
- Pada saat melakukan penggeledahan disaksikan oleh keluarga atau
aparat desa setempat.
- Setelah dilakukan penggeledahan segera dibuatkan Berita acara
penggeledahan dan ditanda tangani oleh petugas dan saksi saksi.
- Apabila melakukan penggeledahan tempat ataua rumah tertutup
lainnya wajib dilengkapi surat ijin dari ketua pengadilan negeri
setempat.
- Penggeledahan badan terhadap perempuan dilakukan oleh Polwan/PNS
perempuan yang ditunjuk.

~ Penyitaan
- Dibuatkan surat perintah Penyitaan dan dicatat dalam buku register.

/- Pada saat.....
55

- Pada saat melakukan penyitaan di berikan surat tanda bukti


penerimaan kepada pemilik atau penuasaan barang.
- Setelah dilakukan penyitaan segera dibuatkan Berita acara penyitaan
dan ditanda tangani oleh petugas dan saksi saksi.
- Apabila melakukan penyitaan agar dimohonkan penetapan penyitaan
dari penagdilan negeri setempat.

2. Pemeriksaan
~ Saksi
- Diperiksa di ruang pemeriksaan dan saksi dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani.
- Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metode interview,
interogasi, konfrontasi dan rekontruksi.
- Terhadap saksi yang diduga tidak dapat hadir dalam persidangan
dipengadilan dapat dilakukan penyumpahan dan dituanmgkan dalam
berita acara.
- Pemeriksaan dituangkan kedalam berita acara pemeriksaan saksi dan
ditanda tangani oleh saksi dan petugas.

~ Ahli
- Diperiksa di ruang pemeriksaan dan dalam keadaan sehat jasmani dan
rohani.
- Sebelum dilakukan Pemeriksaan wajib mengangkat sumpah dihadapan
penyidik dan dituangkan kedalam berita acara.
- Keterangan yang diberikan saksi ahli dapat berupa berita acara atau
keterangan tertulis.

~ Tersangka
- Diperiksa di ruang pemeriksaan dan tersangka dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani.
- Sebelum dilakukan pemeriksaan penyidik wajib memberitahukan hak
haknya terutama yang menyangkut penasehat hukum.
- Penyidik memberitahukan dengan jelas dengan bahasa yang mudah
dimengerti tentang perkara yang dipersangkakan.
- Tersangka berhak mengajukan saksi yang menguntungkan dan
penyidik wajib memanggil; dan memanggil saksi tersebut.
- Dilarang melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kekerasan
dalam bentuk apapun
- Dituangkan dalam berita acara dan ditanda tangani oleh penyidik,
tersangka, PH atau peterjemah bila ada.

5. SOP Penyelesaian dan penyerahan berkas perkara


1. Pembuatan Resume
- Pembuatan resume merupakan pembuatan iktisar semua tindakan
penyidikan dengan analisa kasus dan analisa yuridis serta kesimpulan dapat
/- tidak dilakukan....
56

tidak dilakukan penuntutan.


- Resume harus memenuhi syarat formal dan syarat materiil .

2. Penyusunan Berkas Perkara


- Melakukan penyusunan berkas perkara selanjutnya melakukan
pemberkasan dengan susunan isi berkas perkara :
- Sampul berkas perkara.
- Daftar isi berkas perkara.
- Isi berkas perkara meliputi :
- Resume.
- Laporan Polisi.
- Berita acara (BP).
- Surat surat (surat biasa dan surat perintah)
- Daftar saksi.
- Daftar tersangka.
- Daftar barang bukti.
- Dan dalam pemberkasan memenuhi syarat syarat penjilidan,
penyegelan serta dilak.

3. Penyerahan Berkas Perkara


- Sebelum penyerahan berkar Perkara penyidik melakukan koordinasi dengan
JPU untuk menghindari P18, P19.
- Tahap pertama penyidik menyerahkan Berkas perkara kepada JPU.
- Tahap kedua penyidik menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang
bukti.
- Apabila jangka waktu 14 hari berkas perkara tidak dikembalikan oleh JPU
maka penyidikan dianggap selesai dan penyidk dapat melakukan tahap
kedua.

6. SOP Penanganan Barang Bukti

1. Pengambilan dan pengumpulan Barang Bukti.


- Sebelum dilakukan pengambilan barang bukti di Tkp difoto terlebih
dahulu.
- Dalam pengumpulan barang bukti dipisahkan tempatnya terhadap barang
bukti berupa gas, cair atau padat.
- Pengambilan dan pengumpulan barang bukti disesuaikan dengan
perkaranya atau tindak pidananya.
- dibuatkan berita acara dan ditanda tangani

2. Pencarian Barang Bukti


- Pencarian barang bukti dilakukan di sekitar Tkp secara teliti, cermat dan
tekun.
- Terhadap barang bukti yang sulit ditemukan sebaiknya menggunakan
Identifikasi, atau Laboratorium Forensik.
/- Pencarian....
57

- Pencarian barang bukti dapat dilakukan dengan methode spiral, methode


zone, methode strip, dll.
- Setiap penemuan barang bukti di foto dan dibuatkan Berita acara. (BA).

3. Pemberian Label Barang Bukti


- Label barang bukti terbuat dari kertas kartun yang dituliskan no. Register
Barang bukti, jumlah dan jenis barang bukti, nama tersangka atau asal
barang disita.
- Label barang bukti di ikat di melekat di barang bukti dan disegel.

4. Dicatat dalam buku Register Barang Bukti


Penyitaan barang bukti selalu di catat dalam buku register dengan jelas memuat
nama barang, jumlah/jenis barang, nama tersangka dan petugas yang
melakukan penyitaan.

5. Pembungkusan dan penyegelan Barang Bukti ( dibuatkan Berita Acara


pembungkusan dan penyegelan )
- Dibuatkan berita acara pembungkusan dan penyegelan barang bukti dan
ditanda tangani oleh petugas, tersangka dan saksi-saksi.
- Dalam BA di cantumkan cara melakukan pembungkusan atau penyegelan
dan disaksikan tersaangka

6. Penyimpanan Barang Bukti


- Penyimpanan barang bukti setelah di lakukan penyegelan ditempatkan di
Rubbasan atau tempat lain yang telah disiapkan.
- Barang bukti yg bernilai ekonomis bisa dititipkan di Bensat atau Bank.
- Agar penyimpanan barang bukti dipisahkan antara benda padat, cair atau
gas.
58

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATUAN SABHARA POLRES BANGLI

1. PENGATURAN
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pengaturan perlu ada rangkaian kegiatan
yang harus dipersiapkan sebagai berukut :
a. Tahap Persiapan :
- Pembuatan Ren Giat.
- Pembuatan surat perintah penugasan.
- Pembuatan Jadwal penugasan.
- Pengecekan sarana dan pra sarana.
- APP termasuk pengecekan sikap tampang sesuai dengan gampol.
b. Tahap Pelaksanaan :
- Melaksanakan pengaturan harus lalin, pelayanan terhadap Wisatawan /
masyarakat yang melaksanakan giat wisata di tempat-tempat wisata di Kabupaten
Bangli.
- Bentuk penyeberangan, mengatur parkir, menerima pengaduan Wisatawan
/masyarakat selanjutnya disalurkan sesuai Fungsi.
- Pelaksanaan tugas dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukam sesuai
dengan kerawanan daerah.
- Dalam pelaksanaannya didukung oleh dana Dipa.
- Pengaturan dilaksanakan Pagi 08.00 Wita s/d 16.30 wita.
- Pengawasan yang melekat secara berjenjang.
c. Tahap akhir
- Konsolidasi pelaksanaan tugas
- Laporan hasil pelaksanaan tugas
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

2. PENJAGAAN
Sat Pam Wisata Polres Bangli memiliki 1 (satu) Pos Tetap yang berlokasi di Penelokan
Kintamani sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas penjagaan serta kegiatan yang harus
dipersiapkan sebagai berukut :
a. Tahap Persiapan :
- Pembuatan Ren Giat.
- Pembuatan surat perintah penugasan.
- Pembuatan Jadwal penugasan.
- Pengecekan sarana dan pra sarana.
- APP sekaligus mengecek sikap tampang, sesuai dengan gampol.
b. Tahap Pelaksanaan :
- Melaksanakan serah terima penjagaan.
- Membuat Buku Mutasi, mengecek barang infentaris.
- Melaksanakan pengaturan personil dalam rangka tugas seperti Patroli, Operator,
menerima Pengaduan.
/- Meminta .....
59

- Meminta informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan situasi yang terjadi.
- Memonitor anggota yang melaksanakan tugas dilapangan ( Patroli,
Pengawalan dan Pengaturan ).
- Menerima laporan dan pengaduan dari Wisatawan /masyarakat dan selanjutnya
disalurkan ke fungsi yang terkait.
- Memantau tamu/ Wisatawan yang keluar masuk Obyek wisata yang ada di
Kabupaten Bangli.
- Mencatat semua kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas.
- Pelaksanaan tugas dilaksanakan selama 1 x 12 jam.
- Melaksanakan Waskat secara berjenjang.

c. Tahap Mengakhiri.
- Mengecek semua kelengkapan yang berkaitan dengan penjagaan dan diserahkan
kepada tugas baru.
- Menyerahkan tugas dan tanggung jawab tugas jaga lama kepada petugas jaga
yang baru disertai dengan memberikan informasi tentang situasi Kamtibmas.
- Menutup Mutasi dan diserahkan kepada petugas yang baru.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

3. PENGAWALAN.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Pengawalan terhadap wisatawan maupun
masyarakat yang membutuhkan pengawalan yaitu mengantarkan dari satu tempat ke tempat
lain agar sampai ditempat tujuan dengan aman, dalam pelaksanaan tugas pengawalan perlu
ada rangkaian kegiatan yang harus dipersiapkan sebagai berukut :
a. Tahap Persiapan:
- Pembuatan Ren Giat.
- Menerima permohonan dari masyarakat / Wisatawan atau instansi.
- Menunjuk personil.
- Membuat surat perintah tugas.
- APP termasuk pengecekan sikap tampang sesuai dengan gampol.
- Menyiapkan sarana dan prasarana.

b. Tahap Pelaksanaan:
- Mengecek barang / orang yang akan dikawal.
- Penampilan personil yang simpatik dengan gampol yang sesuai ketentuan dan
berprilaku sopan ( Senyum, Sapa dan Salam ).
- Melaksanakan tugas pengawalan sesuai dengan prosedur atau protap.
- Mengutamakan keselamatan wisatawan / masyarakat yang dikawal.
- Kecepatan kendaraan diatur sesuai dengan ketentuan / situasi.
- Anggota siap dan mampu dalam pelaksanaan tugas.
- Selalu waspada terhadap gangguan kamtibmas yang timbul.
- Dalam pelaksanaannya didukung oleh dana Dipa.
- Dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
- Pengawasan secara berjenjang.
/- c. Tahap .....
60

c. Tahap Pengakhiran.
- Mengecek kembali orang yang dikawal.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

4. PATROLI.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Patroli yaitu Mengelilingi Obyek wisata
yang berada di kabupaten Bangli dengan tujuan mengamati situasi atau meniadakan niat
dan kesempatan yang dapat menimbulkan terjadinya suatu tindak pidana. Terhadap wisatawan
atau masyarakat yang berkunjung di obyek wisata Bangli, dalam pelaksanaan tugas Patroli
ada beberapa metode antara lain : Patroli jalan kaki, Patroli Roda dua, Patroli, roda empat dan
Patroli air. Dalam pelaksanaannya Patroli perlu ada rangkaian kegiatan yang harus
dipersiapkan sebagai berukut :
a. Tahap Persiapan.
- Pembuatanb ren Giat
- Membuat Surat Perintah Patroli
- Mengecek kondisi / perlengkapan kendaraan bermotor.
- Mengecek sikap tampang sesuai dengan gampol / senpi.
- APP yang jelas termasuk pengecekan sikap tampang anggota yang ditugaskan.
b. Tahap Pelaksanaan
- Anggota siap dengan kendaraan
- Bergerak sesuai dengan route / beat.
- Kecepatan kendaraan diatur sesuai dengan ketentuan / situasi maksimal 40 Km
perjam.
- Penugasan personil dengan mempergunakan R4 minimal empat orang 1 ( satu )
sebagai drefer, 3 ( tiga ) anggota sebagai mengamati gangguan kamtibmas yang
terjadi sedangkan R2 2 (dua) orang satu sebagai drefer dan 1 ( satu ) pengamat
gangguan kamtibmas.
- Penampilan personil yang simpatik dengan gampol yang sesuai ketentuan dan
berprilaku sopan ( Senyum, Sapa dan Salam ).
- Pada titik rawan obyek wisata berhenti sejenak untuk berdialog.
- Bila mendengar, melihat, mengetahui masyarakat/wisatawan telah melaporkan
tindak pidana catat identitas pelapor dan segera hubungi posko terdekat, agar
petugas segera menuju ke TKP namun petugas Patroli segera menangani TPTKP.
- Bantu pengamanan sampai dengan TKP selesai diolah.
- Dalam pelaksanaannya didukung oleh dana Dipa.
- Waktu sesuai dengan kerawanan wilayah atau Beat.
- Pengawasan secara berjenjang.
c. Tahap Pengakhiran.
- Melaksanakan konsulidasi.
- Mengecek kondisi kendaraan, personil dan senpi.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.
/- T P T K P .....
61

5. T P T K P.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas TPTKP yaitu Suatu kegiatan yang harus
dilaksanakan oleh anggota Polri yang pertama kali melihat / secara langsung menemukan
suatu kejadian untuk segera mengamankan korban, pelaku, saksi, barang bukti dan tempat
kejadian perkara samapai Polisi yang berwenang mendatangi TKP, Dalam pelaksanaannya
TPTKP perlu ada rangkaian kegiatan yang harus dipersiapkan sebagai berukut :

a. Tahap Persiapan.
- Pembuatan Ren Giat.
- Menyiapkan personil Polri.
- Mengecek kondisi / perlengkapan kendaraan bermotor dan alat komunikasi.
- Menyiapkan TKP Kit.
- APP yang jelas :
1) Pembagian tugas.
2) Cara bertindask di TKP.
3) Penentuan Route terpendek.
4) Koordinasi dengan fungsi-fungsi tehniks dan fungsi lainnya.
- Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh anggota Polri dalam pelaksanaan
Polri agar menjaga status Quo.

b. Tahap Pelaksanaa
- Pertolongan terhadap korban.
- Mengamati secara umum tentang situasi baik Wisatawan maupun masyarakat ataun
barang
- Catat tempat, waktu kejadian dan keadaan cuaca.
- Catat orang-orang yang ada di TKP terutama yang mengetahui kejadian dan
diperintahkan untuk tidak meninggal tempat.
- Tangkap pelaku apabila masih ada di TKP.
- Mengamankan barang bukti denganh memberikan tanda-tanda
- Membuat gambar / sket TKP.
- Membuat berita acara pendapatan di TKP.
- Menyiapkan permintaan Visum et Repertum.
- Meminta bantuan anjing pelacak
- Menyerahkan hasil penagmanan TKP kepada petugas penyidik beserta tersangka,
barang bukti dan saksi yang ditemukan.
- Waktu disesuaikan dengan selesai olah TKP.
- Pengawasan secara berjenjang.

c. Tahap Pengakhiran.
- Mengecek personil, konsulidasi dan kondisi kenda
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Melakukan kaji ulang.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

/- 7. SAR ..
62

7. SAR TERBATAS.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Sar Terbatas adalah kegiatan Sat Pam
Wisata Polri untuk mencari dan menyelamatkan jiwa manusia dan harta benda secara terbatas
di darat maupun di air dengan pertimbangan kemampuan dan peralatan, Dalam
pelaksanaannya Sar Terbatas perlu ada rangkaian kegiatan yang harus dipersiapkan sebagai
berukut :

a. Tahap Persiapan.
- Pembuatan Ren Giat.
- Menyusun Surat perintah Penugasan dan meyusun rencana kegiatan.
- Mempersiapkan sarana dan prasarana.
- APP yang jelas termasuk pengecekan sikap tampang setiap personil.
- Memberikan latihan seperlunya kususnya tehnik pencarian.
- Penyiapan Posko bencana sedapat mungkin dekat dengan lokasi.

b. Tahap Pelaksanaan.
- Pemberangkatan.
- Kegiatan di TKP.
1) Pencarian yang dapat dilaksanakan bersama-sama dengan unsur Sar lainnya.
2) Mengadakan pembagian daerah pencarian.
3) Memandu petugas Sar lain ke sasaran.
4) Mengirim data korban ke pos darurat.
5) Mengkoordinis tenaga sukarela dari masyarakat.
6) Memberikan Bantuan darurat kepada korban dan membawa ke pos kesehatan.
7) Mengadakan koordinasi dengan seluruh potensi yang terlibast dalam opersi
pencarian.
8) Mencari dan menyelamatkan harta benda.
9) Memberikan bantuan berupa makanan dan minuma
- Efakuasi hasil penyelamatan dan pemberian pertolonga
- Bentuk pencarian disesuaikan dengan luas dan bentuk bencana.
- Waktu pelaksanaannya tidak terbatas..

c. Tahap Pengakhiran.
- Mengecek kondisi kendaraan dan personil.
- Mengamankan barang dan harta benda korban.
- Kembali ke posko.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Melakukan kaji ulang.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.
63

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATUAN LALU LINTAS POLRES BANGLI

1 SOP PELAKSANAAN TUGAS UNIT PATROLI


a. Mengacu pada Rencana Pelaksanaan Tugas, sesuai tanggal berjalan.
b. Anggaran kegiatan mengacu kepada POK bulan berjalan.
c. Bamin menyiapkan surat perintah tugas Patroli
d. anggota yang akan melaksanakan Patroli mengecek kelengkapan Administrasi dan
kelengkapan Ranmor yang akan dipergunakan .
e. Pelaksanaan Patroli sesuai dengan Bit Bit yang telah ditentukan , mengacu pada
Rawan Laka , Langgar dan Macet
f. Selesai pelaksanaan tugas patroli melaporkan hasilnya kepada Kanit Patroli untuk
diteruskan kepada Kasat Lantas .
g. Membuat Laporan hasil pelaksanaan tugas.

2 SOP PELAKSANAAN TUGAS DIK YASA


a. Mengacu pada Rencana Pelaksanaan Tugas, sesuai tanggal berjalan.
b. Anggaran kegiatan mengacu kepada POK bulan berjalan.
c. Bamin menyiapkan surat perintah tugas yang ditanda tangani Kapolres
d. Memberikan ceramah terhadap masyarakat terorganisir dan tidak terorganisir.
e. Melaksanakan koordinasi kepada instansi terkait yg mempunyai komptensi di bidang lalu
lintas.
f. Mengajukan saran rekayasa traffic manajement.
g. Melaksanakan survey trayek, arus dan lokasi rawan macet gar dan laka.
h. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Kasat Lantas.
i. Membuat laporan hasil Pelaksanaan tugas

3 SOP PELAKSANAAN TUGAS UNIT LANGGAR


a. Mengacu pada Rencana Pelaksanaan Tugas, sesuai tanggal berjalan.
b. Anggaran kegiatan mengacu kepada POK bulan berjalan.
c. Bamin menyiapkan surat perintah tugas yang ditanda tangani Kapolres
d. Menyiapkan sarana dan prasarana dukmin dalam pelaksanaan operasi riksa ranmor.
e. Melaksanakan operasi riksa ranmor secara stasioner dengan unsur terkait.
f. Melaksanakan pendistribusian blangko tilang dan bertanggung jawab dengan
melaporkan dan membuat renbut ke satuan atas.
g. Mengidentifikasi dan regestrasi berkas tilang sesuai dengan jenis dan jumlah
pelanggaran.
h. Mengajukan berkas tilang ke pengadilan oleh anggota yang telah ditunjuk
berdasarkan sprin kapolres.
i. Melaporkan pelaksanaan tugas yang dilakukan baik operasi maupun hasilnya
kepada pimpinan.
j. Membuat Laporan hasil Pelaksanaan Tugas .

4 SOP PELAKSANAAN TUGAS UNIT LAKA


a. Mengacu pada Rencana Pelaksanaan Tugas, sesuai tanggal berjalan.
b. Anggaran kegiatan mengacu kepada POK bulan berjalan.
/- c. Bamin .....
64

c. Bamin menyiapkan surat perintah tugas yang ditanda tangani Kapolres


d. Menyelenggarakan administrasi operasional penyidikan kecelakaan lalu lintas .
e. Mengatur pengelolaan / penanganan tahanan dan barang bukti dalam perkara kecelakaan
lalu lintas.
f. Mengawasi, mengarahkan, menganalisa, mengevaluasi dan mengkaji setiap peristiwa laka
lantas yang menonjol dan melaporkan pelaksanaan giat serta hasil hasil yang didapat dari
pelaksanaan giat dalam rangka sispulahjianta.

5 SOP PELAKSANAAN TUGAS UNIT REGIDENT


SAMSAT
a. Petugas Penelitian dan regestrasi Inetifikasi
1). Menerima, meneliti kelengkapan dan keabsahan berkas pemohon.
2). Melakukan Penelitian pada daftar pencarian barang dan daftar pemblokiran.
3). Membubuhkan Paraf pada resi formulir pendaftaran yang diterima, memotong dan
memberikan resi tersebut kepada pemohon.
4). Menerima dan meneliti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor ( Apabila ada
perbedaan dan kejanggalan atau tercantum dalam daftar pencarian maupun
pemblokiran berkas diselesaikan secara khusus sesuai ketentuan yang berlaku.
5). Memberikan dan menetapkan nomor Polisi dan nomor BPKB serta menuliskan
pada pormulir SPPKB yang juga formulir STNK , serta membubuhkan paraf pada
formulir tersebut.
6). Memberikan Nomor Antrian sesuai kedatangan wajib pajak.
7). Khusus untuk pendaftaran STCK dan TCKB
a). Menerima biaya administrasi STCK dan TCKB , BTCK
b). Melaksanakan pengetikan STCK
c). Verifikasi STCK
d). Menyerahkan berkas dan BTCK kepada petugas penyerahan .

b. Petuas Pelayanan Korektor


1). Memeriksa kebenaran besarnya penetapan dan denda
2). Memberikan paraf pada SKPD
3). Memeriksa / meneliti berkas pendaftaran kendaraan bermotor.
4). Menyerahkan KTP Asli , BPKB asli dan SKPD kepada pemohon.
5). Meneruskan berkas ke nit Pembayaran

c. Petugas Validasi STNK / pencetakan STNK dan Penyediaan TNKB / Penyediaan


Peneng.
1). Mencetyak STNK Baru / perpanjangan / pengesahan /
2). Menerima berkas dan tindasan SKPD dari penerima pembayaran
3). Menyediakan Peneng atas dasar SKPD yang telah divalidasi.
4). Meneruskan berkas ke unit penyerahan Stnk , TNKB dan Peneng

d. Petugas BPKB
BPKB BARU
1). Memeriksa dan meneliti kelengkapan berkas BPKB baru serta mengisi nomor seri
BPKB.
/- 2) Melakukan....
65

2). Melakukan registrasi dengan baik dan benar.


3). Melakukan Penulisan BPKB baru dan kartu induk BPKB.
4). verivikasi dan pembubuhan paraf di BPKB baru oleh baur , kanit kasat kemudian
diajukan ke Kapolres.
5). Melakukan penyerahan BPKB kepada Daeler atau pemilik apabila diurus sendiri.
6). Mengarsipkan sesuai dengan nomor urut BPKB.

Perubahan Identitas
1). Mengambil Kartu Induk BPKB ditempat arsip.
2). Melakukan penulisan perubahabn identitas kendaraan , baik rubahNo. Pol. , warna,
Bentuk dan ganti mesin.
3). Mengajukan perubahan tersebut kepada kanit untuk diparaf kemudian kepada kasat
untuk ditanda tangani.
4). Menyerahkan kembali BPKB
5). Mengembalikan kartu induk ke tempat arsip.

legalisir / pemblokiran bpkb karena dijadikan anggunan


1). Meneliti surat permohonan blokir , mengajukan kepada kasat lantas untuk dimintai
disposisi.
2). Setelah turun dari kanit BPKB diteliti dengan sinar Ultraviolet .
3). Meregestasi kedalam buku regestrasi.
4). Bila sudah selesai dan benar baru dilakukan pemblokiran di Computer.
5). Mengembalikan BPKB keada Pemilik.

Tugas Mutasi
1). Meneliti Kelengkapan berkas baik berkas masuk maupun keluar wilayah ,
mengecek keaslian BPKB melalui sinar Ultraviolett, serta memeriksa cek fisik
apakah sudah sesuai dengan spektek, kwitansi serta KTP.
2). Bagi kendaraan masuk melaksanakan Cross chek ke daerah asal.
3). Bagi kendaraan yang dimutasikan keluar wilayah harus melaksanakan penulisan
BPKB dan kartu Induk, membuat surat pengantar ke wilayah yang dituju, membuat
surat penganti STNK sementaraserta membuat daftar kelengkapan berkas.

Tugas entry data


1). Membuat kartu Induk kendaraan bermotor bagi kendaraan baru khusus yang sudah
komputerisasi , menyesuaikan dengan aplikasi program.
2). memberikan nomor kartu induk kendaraan secara sistimatis.
3). Menuliskan Identifikasi kepemilikan , jenis, golongan , fungsi kendaraan pada
kartu induk kendaraan bermotor untuk kepentinagn penetapan besarnya PKB /
BBN KB dan SWDKLLJ.
4). Membuat order TNKB untuk proses pencetakan TNKB bagi kendaraan baru,
perpanjangan STNK dan penggantian nomor kendaraan lainya.
5). melaksanakan penyimpanan dan penataan kartu induk kendaraan sesuai dengan
bulan dan tahun penerbitan kartu induk kendaraan.

/- 6) Meneruskan....
66

6). Meneruskan berkas permohonan kepada penetapan PKB / BBNKB dan


SWDKLLJ.

Petugas penyerahan STNK , TNKB dan PENENG.


1). Menerima Orderan TNKB dengan bukti STNK / Pengambilan TNKB dari
masyarakat.
2). Mencetak TNKB dalam jangka waktu 5 menit
3). Menyerahkan STNK , TNKB , SKPD dan Peneng.

Petugas pengelolaan Arsip.


1). Menerima berkas dari unit pelayanan penyerahan.
2). Menyiapkan dan menyerahkan berkas arsdip yang diminta oleh sub unit pelayanan
penelitian berkas.
3). Melaksanakan tata usaha berkas kedalam kelompok sehingga memudahkan
pencarian kembali.
4). Membubuhkan arsip yang diterima dan dikeluarkan.
5). Menyusun berkas sesuai dengan nomor polisi.
6). Menyusun dan menyiapkan berkas surat kendaraan bermotor untuk data
perpanjangan.
7). memisahkan kendaraan bermotor yang diblokir.

Petugas penetapan Biaya administrasi STNK / TNKB


1). Menetapkan biaya administasi dan biaya TNKB serta membubuhkan paraf.
2). Membubuhkan biaya administrasi.
3). Menyerahkan berkas pendaftaran lepada korektor.

SIM
1). Menerima dan meneliti permohonan anggota masyarakat untuk memperoleh surat ijin
mengemudi / sim
2). Melakukan berbagi upaya untuk menjamin bahwa sarana identifikasi dan sarana registrasi
yg diterbitkan baik langsung maupun satuan atasnya dapat dipertanggung jawabkan secara
yuridis formal maupun materiil.
3). Melakukan pengujian terhadap pengetahuan dan ketrampilan pemohon sim untuk
menjamin kebenaran dan ketepatan materiil atas surat ijin yang diterbitkan.
4). Memberikan surat pengantar untuk test uji ketrampilan mengemudi bagi keperluan
pemohon sim yg memenuhi persyaratan baik yg diterbitkan sendiri maupun dari satuan
atasnya.
5). Mengawasi dan mengarahkan , menganalisa, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
kegiatan serta hasil hasil yg dapat dari pelaksanaan kegiatan identifikasi registrasi
pengemudi.
6). Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan hasil penyelenggaraan kegiatan registrasi
dan identifikasi.

6 SOP PELAKSANAAN TUGAS BAMIN


a. Menyiapkan rencana latihan serta giat dalam satuan lalu lintas meliputi Latihan fungsi
teknis satuan lalu lintas, Latihan pendalaman uu no 22 / 2002 ttg lalu lintas angkutan
jalan , Latihan teori paktek dua kali semingu.
/- b. Menyiapkan...
67

b. Menyiapkan dukungan administrasi ops dengan menyelenggarakan keadministrasian


ops
c. Menyiapkan surat perintah tugas.
d. Menyiapkan data awal.
e. Menyiapkan blanko laporan hasil
f. Mengagendakan surat masuk dlm hubungn ops
g. Melaksanakan ketatausahaan di lingkungan sat lantas
h. Mengagendakan surat masuk / keluar baik surat biasa maupun surat rahasia.
i. Mengirim dan mencairkan surat yang telah didisposisi kasat lantas
j. Melaksanakan pembuatan laporan , giat opsnal progiat rengiat bulanan maupun
mingguan
k. Mengarahkan dan menegur unit di satuan lalu lintas apabila ada kekeliruan dlm
pembuatan laporan
l. Menginventaris barang barang dinas yg ada di satuan lalu lintas dan mengecek setiap
hari.
m. Membuat panel data ops rutin serta pembuatan pertelahan hasil tugas.
n. Bamin ops dalam pelaksanaan tugasnya di bantu baur dal dan baur ops.
o. Dalam pelaksanaan tugasnya bamin ops bertanggung jawab kepada kaur bin ops.
68

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATUAN PAM OBVIT POLRES BANGLI

TUGAS POKOK SAT PAM OBVIT

1. Pengaturan
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pengaturan perlu ada rangkaian kegiatan
yang harus dipersiapkan sebagai berukut :
a. Tahap Persiapan :
- Pembuatan Ren Giat.
- Pembuatan surat perintah penugasan.
- Pembuatan Jadwal penugasan.
- Pengecekan sarana dan pra sarana.
- APP termasuk pengecekan sikap tampang sesuai dengan gampol.
b. Tahap Pelaksanaan :
- Melaksanakan pengaturan harus lalin, pelayanan terhadap Wisatawan /
masyarakat yang melaksanakan giat wisata di tempat-tempat wisata di Kabupaten
Bangli.
- Bentuk penyeberangan, mengatur parkir, menerima pengaduan Wisatawan
/masyarakat selanjutnya disalurkan sesuai Fungsi.
- Pelaksanaan tugas dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukam sesuai
dengan kerawanan daerah.
- Dalam pelaksanaannya didukung oleh dana Dipa.
- Pengaturan dilaksanakan Pagi 08.00 Wita s/d 16.30 wita.
- Pengawasan yang melekat secara berjenjang.
c. Tahap akhir
- Konsolidasi pelaksanaan tugas
- Laporan hasil pelaksanaan tugas
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

2. Penjagaan

Sat Pam Obvit Polres Bangli memiliki 1 (satu) Pos Tetap yang berlokasi di Penelokan
Kintamani sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas penjagaan serta kegiatan yang harus
dipersiapkan sebagai berukut :
a. Tahap Persiapan :
- Pembuatan Ren Giat.
- Pembuatan surat perintah penugasan.
- Pembuatan Jadwal penugasan.
- Pengecekan sarana dan pra sarana.
- APP sekaligus mengecek sikap tampang, sesuai dengan gampol.
b. Tahap Pelaksanaan :
- Melaksanakan serah terima penjagaan.
- Membuat Buku Mutasi, mengecek barang infentaris.
/- Melaksanakan....
69

- Melaksanakan pengaturan personil dalam rangka tugas seperti Patroli, Operator,


menerima Pengaduan.
- Meminta informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan situasi yang terjadi.
- Memonitor anggota yang melaksanakan tugas dilapangan ( Patroli,
Pengawalan dan Pengaturan ).
- Menerima laporan dan pengaduan dari Wisatawan /masyarakat dan selanjutnya
disalurkan ke fungsi yang terkait.
- Memantau tamu/ Wisatawan yang keluar masuk Obyek wisata yang ada di
Kabupaten Bangli.
- Mencatat semua kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas.
- Pelaksanaan tugas dilaksanakan selama 1 x 12 jam.
- Melaksanakan Waskat secara berjenjang.

c. Tahap Mengakhiri.
- Mengecek semua kelengkapan yang berkaitan dengan penjagaan dan diserahkan
kepada tugas baru.
- Menyerahkan tugas dan tanggung jawab tugas jaga lama kepada petugas jaga
yang baru disertai dengan memberikan informasi tentang situasi Kamtibmas.
- Menutup Mutasi dan diserahkan kepada petugas yang baru.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

3. Pengawalan.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Pengawalan terhadap wisatawan maupun
masyarakat yang membutuhkan pengawalan yaitu mengantarkan dari satu tempat ke tempat
lain agar sampai ditempat tujuan dengan aman, dalam pelaksanaan tugas pengawalan perlu
ada rangkaian kegiatan yang harus dipersiapkan sebagai berukut :

a. Tahap Persiapan.
- Pembuatan Ren Giat.
- Menerima permohonan dari masyarakat / Wisatawan atau instansi.
- Menunjuk personil.
- Membuat surat perintah tugas.
- APP termasuk pengecekan sikap tampang sesuai dengan gampol.
- Menyiapkan sarana dan prasarana.
4
b. Tahap Pelaksanaan.
- Mengecek barang / orang yang akan dikawal.
- Penampilan personil yang simpatik dengan gampol yang sesuai ketentuan dan
berprilaku sopan ( Senyum, Sapa dan Salam ).
- Melaksanakan tugas pengawalan sesuai dengan prosedur atau protap.
- Mengutamakan keselamatan wisatawan / masyarakat yang dikawal.
- Kecepatan kendaraan diatur sesuai dengan ketentuan / situasi.
- Anggota siap dan mampu dalam pelaksanaan tugas.
- Selalu waspada terhadap gangguan kamtibmas yang timbul.
/- Dalam....
70

- Dalam pelaksanaannya didukung oleh dana Dipa.


- Dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
- Pengawasan secara berjenjang.

c. Tahap Pengakhiran.
- Mengecek kembali orang yang dikawal.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

4. Patroli.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Patroli yaitu Mengelilingi Obyek wisata
yang berada di kabupaten Bangli dengan tujuan mengamati situasi atau meniadakan niat
dan kesempatan yang dapat menimbulkan terjadinya suatu tindak pidana. Terhadap wisatawan
atau masyarakat yang berkunjung di obyek wisata Bangli, dalam pelaksanaan tugas Patroli
ada beberapa metode antara lain : Patroli jalan kaki, Patroli Roda dua, Patroli, roda empat dan
Patroli air. Dalam pelaksanaannya Patroli perlu ada rangkaian kegiatan yang harus
dipersiapkan sebagai berukut :

a. Tahap Persiapan.
- Pembuatanb ren Giat
- Membuat Surat Perintah Patroli
- Mengecek kondisi / perlengkapan kendaraan bermotor.
- Mengecek sikap tampang sesuai dengan gampol / senpi.
- APP yang jelas termasuk pengecekan sikap tampang anggota yang ditugaskan.

b. Tahap Pelaksanaan.
- Anggota siap dengan kendaraan
- Bergerak sesuai dengan route / beat.
- Kecepatan kendaraan diatur sesuai dengan ketentuan / situasi maksimal 40 Km
perjam.
- Penugasan personil dengan mempergunakan R4 minimal empat orang 1 ( satu )
sebagai drefer, 3 ( tiga ) anggota sebagai mengamati gangguan kamtibmas
yang terjadi sedangkan R2 2 (dua) orang satu sebagai drefer dan 1 ( satu )
pengamat gangguan kamtibmas.
- Penampilan personil yang simpatik dengan gampol yang sesuai ketentuan dan
berprilaku sopan ( Senyum, Sapa dan Salam ).
- Pada titik rawan obyek wisata berhenti sejenak untuk berdialog.
- Bila mendengar, melihat, mengetahui masyarakat/wisatawan telah
melaporkan tindak pidana catat identitas pelapor dan segera hubungi posko
terdekat, agar petugas segera menuju ke TKP namun petugas Patroli segera
menangani TPTKP.
- Bantu pengamanan sampai dengan TKP selesai diolah.
- Dalam pelaksanaannya didukung oleh dana Dipa.
- Waktu sesuai dengan kerawanan wilayah atau Beat.
/- Pengawasan...
71

- Pengawasan secara berjenjang.

c. Tahap Pengakhiran.
- Melaksanakan konsulidasi.
- Mengecek kondisi kendaraan, personil dan senpi.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

5. T P T K P.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas TPTKP yaitu Suatu kegiatan yang harus
dilaksanakan oleh anggota Polri yang pertama kali melihat / secara langsung menemukan
suatu kejadian untuk segera mengamankan korban, pelaku, saksi, barang bukti dan tempat
kejadian perkara samapai Polisi yang berwenang mendatangi TKP, Dalam pelaksanaannya
TPTKP perlu ada rangkaian kegiatan yang harus dipersiapkan sebagai berukut :

a. Tahap Persiapan.
- Pembuatan Ren Giat.
- Menyiapkan personil Polri.
- Mengecek kondisi / perlengkapan kendaraan bermotor dan alat komunikasi.
- Menyiapkan TKP Kit.
- APP yang jelas :
1) Pembagian tugas.
2) Cara bertindask di TKP.
3) Penentuan Route terpendek.
4) Koordinasi dengan fungsi-fungsi tehniks dan fungsi lainnya.
- Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh anggota Polri dalam
pelaksanaan Polri agar menjaga status Quo.

b. Tahap Pelaksanaan.
- Pertolongan terhadap korban.
- Mengamati secara umum tentang situasi baik Wisatawan maupun masyarakat
ataun barang .
- Catat tempat, waktu kejadian dan keadaan cuaca.
- Catat orang-orang yang ada di TKP terutama yang mengetahui kejadian dan
diperintahkan untuk tidak meninggal tempat.
- Tangkap pelaku apabila masih ada di TKP.
- Mengamankan barang bukti denganh memberikan tanda-tanda.
- Membuat gambar / sket TKP.
- Membuat berita acara pendapatan di TKP.
- Menyiapkan permintaan Visum et Repertum.
- Meminta bantuan anjing pelacak
- Menyerahkan hasil penagmanan TKP kepada petugas penyidik beserta
tersangka, barang bukti dan saksi yang ditemukan.
- Waktu disesuaikan dengan selesai olah TKP.
/- Pengawasan....
72

- Pengawasan secara berjenjang.

c. Tahap Pengakhiran.
- Mengecek personil, konsulidasi dan kondisi kendaraan.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Melakukan kaji ulang.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.
. Sar terbatas.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Sar Terbatas adalah kegiatan Sat Pam Wisata
Polri untuk mencari dan menyelamatkan jiwa manusia dan harta benda secara terbatas di darat
maupun di air dengan pertimbangan kemampuan dan peralatan, Dalam pelaksanaannya Sar
Terbatas perlu ada rangkaian kegiatan yang harus dipersiapkan sebagai berukut :

a. Tahap Persiapan.
- Pembuatan Ren Giat.
- Menyusun Surat perintah Penugasan dan meyusun rencana kegiatan.
- Mempersiapkan sarana dan prasarana.
- APP yang jelas termasuk pengecekan sikap tampang setiap personil.
- Memberikan latihan seperlunya kususnya tehnik pencarian.
- Penyiapan Posko bencana sedapat mungkin dekat dengan lokasi.

b. Tahap Pelaksanaan.
- Pemberangkatan.
- Kegiatan di TKP.
1) Pencarian yang dapat dilaksanakan bersama-sama dengan unsur Sar
lainnya.
2) Mengadakan pembagian daerah pencarian.
3) Memandu petugas Sar lain ke sasaran.
4) Mengirim data korban ke pos darurat.
5) Mengkoordinis tenaga sukarela dari masyarakat.
6) Memberikan Bantuan darurat kepada korban dan membawa ke pos
kesehatan.
7) Mengadakan koordinasi dengan seluruh potensi yang terlibast dalam
opersi pencarian.
8) Mencari dan menyelamatkan harta benda.
9) Memberikan bantuan berupa makanan dan minuman.

- Efakuasi hasil penyelamatan dan pemberian pertolongan.


- Bentuk pencarian disesuaikan dengan luas dan bentuk bencana.
- Waktu pelaksanaannya tidak terbatas..

c. Tahap Pengakhiran.
- Mengecek kondisi kendaraan dan personil.
- Mengamankan barang dan harta benda korban.
/- Kembali....
73

- Kembali ke posko.
- Membuat lap. Hasil tugas.
- Melakukan kaji ulang.
- Pembuatan administrasi Perwabku.
- Anev pelaksanaan tugas.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SATTAHTI POLRES BANGLI

1. Menyelenggarakan perawatan Tahanan meliputi :


a. Pelayanan Kesehatan
b. Pembinaan Tahanan
c. Menerima, menyimpan dan mengamankan barang bukti beserta administrasinya.
2. Melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi :
b. Pemebinaan dan pemberian petunjuk tata tertib yang berkaitan dengan tahanan,yang
meliputi pemeriksaan fasilitas ruang tahanan, jumlah dan kondisi tahanan beserta
administrasinya.
c. Pelayanan Kesehatan, perawatan, pembinaan jasmani dan rohani tahanan.
d. Pengelolaan barang titipan milik tahanan.
e. Pengamanan dan pengelolaan barang bukti beserta administrasinya.
f. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada pimpinan/Kapolres

2. Perawatan Tahanan (Wattah ) :


a. Memberikan Pembinaan dan pemberian petunjuk tata tertib penahanan kepada
tahanan
b. Memberikan Pelayanan kesehatan dan perawatan terhadap tahanan.
c. Memberikan Pembinaan jasmani dan rohani kepada tahanan.
d. Pengelolaan barang titipan milik tahanan.
/- 4. Unit.....
74

4. Unit Barang Bukti ( Unit Barbuk ) bertugas sebagai berikut :


1) Menerima, menyimpan dan mengamankan barang bukti.
2) Menyelenggarakan administrasi yang berkaitan dengan tahanan dan barang bukti.
75

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


POLSEK JAJARAN POLRES BANGLI

1. PAM MAKO DAN ASRAMA

a. TELAH DILAKSANAKAN
1) Menyusun rencana pengamanan mako dan asrama
2) Mengadakan rapat koordinasi antar semua unit.
3) Membuat piranti lunak seperti tanda konsinyir, tanda aman dengan peluit atau
lonceng.

b. PELAKSANAAN
1) Tanda lonceng berbunyi ber turut-turut terus menerus selama 5 menit untuk
anggota segera menempati pos pengamanan yg telah ditentukan.
2) Kapolsek beserta para kanit mengadakan pengecekan bagi anggota yang
menempati pos.

c. APEL KONSOLIDASI
1) Memberi tanda aman melalui pukulan lonceng yang sudah ditentukan untuk segera
berkumpul.
2) Mengecek satu-persatu jumlah kekuatan masing-masing unit.
3) Memberi arahan kepada seluruh anggota temuan-temuan pada pos dan segera
untuk dibenahi.

2. UNIT RESKRIM

a. MENERIMA LAPORN POLISI DARI KA SPK :


1) Mempelajari dan menjabarkan disposisi laporan polisi dari kapolsek.
2) Melakukan registrasi laporan polisi pada buku registrasi Laporan Polisi ( B1)

b. MENYIAPKAN TEAM RESKRIM POLSEK :


1) Ka unit reskrim mengumpulkan( memberikan app singkat ) anggota reskrim terdiri
dari anggota penyidik, opsnal reskrim dan mindik reskrim .
3) Melengkapi mindik reskrim , menyiapkan alut dan alsus yang ada.
4) Pembagian tugas sesuai kehalian dalam rngka olah TKP.

d. MENDATANGI DAN PAM TKP :


1) Bergabung dengan unit lain mendengarkan app dari kapolsek atau Ka SPK dalam
rangka pengecekan terakhir mendatangi TKP.
2) Menghubungi dan atau koordinasi dengan satuan dan instansi samping guna
mendapat dukungan dan bantuan yang di butuhkan atau ada hubungannya dengan
pemeriksaan di TKP nantinya.

/- d. Mengolah....
76

d. MENGOLAH TKP :
1) Olah TKP di pimpin langsung oleh Kapolsek dan atau Ka SPK, sesuai pembagian
tugas dari TPTKP sampai mengakhiri olah TKP.

2) Pemeriksaan awal TKP oleh Kpolsek dan atau Ka Spk guna menentukan langkah
lanjutan olah TKP terutama perlu dan tidaknya memberikan pertolongan bilamana
adanya korban yang masih hidup, dan diperlukan atau tidak saksi dari masyarakat
umum.
4) Unit reskrim melaksanakan olah TKP dari pemeriksaan awal, pemotretan secara
umum, pemeriksaan khusus sekligus memberikan tanda, pemotretan secara khusus
setelah diberikan tanda tertententu, membuat sket atau gambar TKP, pengambilan
barang bukti yang ada di TKP, pengumpulan barang bukti di TKP, penyegelan
dan atau pembungkusan barang bukti di TKP, pemotretan barang bukti setelah
dilakukan pengambilan , pengumpulan dan pembungkusan barang bukti di TKP
dan pemotretan akhir barang bukti setelah di Kumpulkan.
5) Mengakhiri olah TKP oleh Unit Reskrim selanjutnya di serahkan tugas lanjutan ke
Kapolsek dan atau ke Ka SPK.

e. AMANKAN TSK , MENCATAT SKSI-SAKSI, AMANKAN KORBAN :


1) Unit Reskrim sejak tiba di TKP sesuai pembagian tugas sudah melaksanakan
identipikasi terhadap siapa pelaku dalam hal ini perlu dan tidaknya diamankan
bilamana masih di TKP guna menghindari adanya perbuatan main hakim sendiri
oleh pihak lain atau melakukan langkah lanjutan bilaman pelaku tidak ada atau
belum diketemukan , melakukan penctatan terhadap para saksi-saksi guna
kelengkapan berkas perkara, serta memberikan pertolongan lanjutan terhadap
korban sesuai keadaan korban saat di temukan di TKP.

b. CATAT DAN AMANKAN BARANG BUKTI :


1). Terhadap barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana yang ada
atau yg terjadi , dilakukan pembungkusan dan atau penyegelan, pencatatan dan
registrasi pada buku Register Barang Bukti ( B-13 ).
2). Sesegera mungkin sesuai ketentuan KUHAP dimintakan persetujuan penyitaan
kepada Ketua Pengadilan Negeri asal Barang Bukti di sita selanjutnya terhadap
kepemilikan barang bukti diterbitkan tanda terima penyitaan serta dibuatkan berita
acara penyitaan. Dan disimpan pada tempat penyimpanan barang bukti yang sesui
peruntukan.

c. GELAR PERKARA SEBELUM DILAKUKAN PENYIDIKAN KASUS :

Tahap selanjutnya gelar perkara dilaksanakan untuk menetukan siapa yang


ditunjuk sebagai petugas yang menangani perkara, diarahkan memenuhi unsur pidana
apakah perdata serta kalau pidana diarahkan ke pasal mana kalau perdata diberikan
petunjuk yang jelas kepada pihak pelapor .

d. TERBITKAN SP2HP UNTUK PELAPOR/KORBAN/KELUARGA KORBAN :


/- Penerbitannya....
77

Penerbitannya untuk memberikan jawaban kepada pelapor tentang penangnan


kasus yg dilaporkan pada tahap lidik, selanjutnya dicatat atau registrasi pada buku
register SP2HP ( B-18 ).

i. BUAT ADMINISTRASI PENYIDIKAN, AJUKAN BERKAS KE JPU, TAHAP I


DAN TAHAP II :
Kelengkapan Administrasi pemberkasan dari surat perintah tugas dan kelengkan
lainnya sebagai kelengkapan berkas perkara diregistrasi pada buku register sampai
pada tahap II .

j. RIKSA SAKSI PELAPOR :


Pemeriksaan terhadap saksi pelapor dilaksanakan setelah pelapor diterima
laporannya kemudian dilaksanakan pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara
Pemeriksaan.

k. DATANGI / OLAH TKP :


Merupakan tindak lanjut dari penerimaan laporan Polisi wjib mendatangi TKP
guna mengumpulkan bukti-bukti yang ada hubungnnya dengan laporan yang diterima.

l. ADAKAN GELAR/TELITI LAPORAN POLISI :


Gelar awal mutlak dilakukan guna menentukan apakah perkara pidana atau perdata
yang dilaporkan atau yang terjadi, serta untuk menetukan arah penanganan kasus.

m. BUAT TAKAH :
Tata Naskah sangat diperlukan dalam penanganan perkara guna mengontrol
penyidikan terhadap perkara yang ditanaganai.

n. MEMBERIKAN SP2HP A1 KEPADA PELAPOR / KORBAN :


SP2HP A1 wajib dibuat dan disampaikan atau diberikan kepada pelapor/korban/
keluarga korban , kemudian diregistrasi dalam buku register SP2HP ( B-18) guna
memberikan jawaban tentang penanganan kasus yang dilaporkan.

o. ADAKAN GELAR II UNTUK MEMBAHAS POSISI KASUS DAN


MENENTUKAN PASAL YANG DI LANGGAR :
Gelar perkara II merupakan tindak lanjut dari gelar awal guna mempercepat proses
penyidikan sesuai pasal yang dijadikan acuan dalam proses perkara yang ditangani.

p. APABILA SUDAH CUKUP BUKTI, KIRIM SP2HP A3 KEPADA PELAPOR :


Tindak lanjut dari penanganan perkara bilamana sudah cukup bukti maka
diberitahukan kepada pelapor bahwa penanganan terhadap perkara yang dulaporkan
sudah pada tahap penyidikan.

q. APABILA BELUM CUKUP BUKTI , KIRIM SP2HP A2 KEPADA PELAPOR :


Terhadap perkara yang dilaporkan bilamana belum cukup bukti maka SP2HP A2
disampaikan kepada pelapor dengan penjelasan bahwa perkara yang dilaporkan masih
dalam tahap penyelidikan.
78

r. MELENGKAPI ADMINISTRASI PENYIDIKAN :


Kelengkapan Administrasi penyidikan harus sesuai dengan juklak-juknis
penyidikan.

s. PEMBERKASAN :
Pemberkasan dilakukan sesuai dengan juklak juknis dan telah memenuhi
persyaratan formal dan material .

t. TAHAP I / KIRIM BP KE JPU :


Hal ini dilaksanakan sebagai kecepatan dan ketepatan penaganan perkara.

u. TAHAP II/ KIRIM TERSANGKA DAN BB :


Bilamana dari JPU sudah menerbitkan dan menyampaikan P21 terhadap BP pada
tahap I maka sebagai tndak lanjut adalah tahap II.

3. SAT INTELKAM
a. Mengadakan lidik setiap giat/ even yang dilaksanakan masyarakat menyangkut
ipoleksusbubkam dan peristiwa /kasus tinmdak pidana yang belum terungkap.
b. - menyadap/penyadapan pada rapat-rapat penting yang dikirka membahayakan
idiologi maupun kesatuan negara.
- interviu atau wawancara dilakukan apabila terjadi suatu peristiwa untuk
memperoleh bahan keterangan yang akurat.
- pembuntutan dilakukan terhadap seseorang yang dicurigai akan, sedang atau telah
melakukan tindak pidana.
c. pengamanan dilakukan di setiap kegiatan masyarakat sesuai even yang dilaksanakan
(ipoleksosbudkam ) maupun kegiatan yg melibatkan pejabat negara/pemerintahan /vip.
d. Penggalangan dilaksanakan terhadapo Tomas, Toga, Todat maupun Topol demi
terpeliharanya/ terjaganya situasi kamtibmas aman dan tentram.
e. Pembuatan Laporan Informasi A2 dibuat mengkhusus menyangkut ke dalam (Anggota
Polri ) maupun pejabat pemerintahan dan pejabat lain yang dianggap membahayakan
keamanan Negara.
f Membuat Laporan Informasi A1 du\ibuat secar umum sesuai perkembangan
Ipoleksosbud dalam setiap kegiatan masyarakat.
g. Pelayanan rekomendasi SKCK kepada masyarakat hanya memberi pengantar untuk
memperoleh SKCK di Polres Bangli.
h. Pelayanan Ijin Keramaian hanya memberikan Rekomendasi sebagai Pengantar untuk
mengurus Ijin Ke Polres Bangli.
i. Pelayanan Pelaporan Orang asing Pengisian Blangko Kitap / STMD, Namun tetap
memberikan Rekomendasi/ Meneruskan ke Sat Intelkam Polres Bangli untuk
penanganannya.

4. SOP UNIT SABHARA


a. PENGATURAN
79

Kegiatan mendasar pelayanan masyarakat dilapangan yg dilaksanakan oleh anggota


patroli sesuai dengan waktu kerawanan daerah ditempat-tempat tertentu disaat pasaran
dan keramaian masyarakat.

b. PENJAGAAN
Kegiatan anggota patroli yang ditempatkan di pos tetap dan pos sementara untuk
melayani keperluan masyarakat dan menjaga keamanan mako yang dilaksanakan setiap
hari sesuai dengan jadwal jaga regu.

c. PENGAWALAN
Suatu kegiatan anggota patroli untuk melakukan kegiatan pengawalan barang/ orang
dari satu tempat ke tempat yang lain supaya berjalan dengan aman dan tertib sesuai
permintaan masyarakat

d. PATROLI.
Kegiatan anggota patroli yg memakai ranmor r 2 dan r4 dari mako ke beat-beat telah
ditentukan untuk mencegah dan meniadakan tindk kriminalitas dan kejahatan lainnya.

e. TIPIRING
Suatu kegiatan anggota patroli untuk melakukan tindakan penyidikan tindak pidana
ringan untuk diajukan ke pengadilan negeri.

5. SPK
a. Mengawasi /meminpin serah terima penjagaan dari Regu lama ke Regu Jaga Baru.
b. Mengecek Tahanan dan barang inventaris penjagaan yang diserahterimakan oleh
petugas jaga lama kepada petugas jaga Baru.
c. Melayani masyarakat baik secara langsung dengan sikap senyum , sapa dan salam ( 3 S
) dan dengan telephone.
d. Tidak menunda-nunda pelayanan terhadap masyarakat.
e. Menerima laporan/aduan dan memberikan tanda bukti lapor.
f. Memberikan surat bukti kehilangan barang.
g. Memjaga kebersihan dilingkungan Mako.
h. Mengawasi keamanan dilingkungan asrama.
i. Melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan setiap saat.
j. Memerintahkan unit patroli untuk mengadakan patroli ke tempat-tempat rawan.
k. Mewakili Kapolsek diluar jam Dinas.

6. BINMAS.
a. BINLUH
1) Menetukan tempat dan waktu
2) Menyiapkan materi dan SprinGas
3) Mengumpulkan masyarakat

b. BINTIBMAS
1) Menyiapkan materi dan SprinGas
2) Menyiapkan tempat.
80

3) Menetukan waktu, Personil dan alat peraga.

c. BIN REDAWAN
1) Menyiapkan materi dan SprinGas
2) Menyiapkan tempat.
3) Menentukan waktu, Personil dan alat peraga.

e. SAMBANG DESA
1) Menyiapkan Springas
2) Tempat tujuan, Waktu, Obyek Vital, Tempat Rawan.

f. MEMBUAT REN GIAT


- Menyiapkan Kakerda dan ATK

g. MEMBUAT LAPORAN INFORMASI


- Atk dan Pulpatmas.

h. Membuat Laporan Hasil Giat Harian dan Bulanan


i. Membuat Laporan Khusus

7. SIUM

a. RUTINITAS :
1) Menyiapkan absen anggota setiap pagi dan siang.
2) Mencatat arahan ka ke buku notulen.
3) Mengagendakan surat keluar / masuk
4) Medistribusikan surat-surat yang telah didisposisi oleh kapolsek
5) Menyiapkan atk semua unit
6) Membuat ren giat harian kapolsek dan ren giat harian taud
7) Membuiat sprin/ nota dinas sesuai perintah kapolsek
8) Pengarsipan surat-surat.

b. BERKALA :

1) Membuat laporan mingguan pelaksanaan apel anggota.


2) Membuat ren giat mingguan dan bulanan taud

(a) Membuat rengiat bulanan kapolsek


(b) Membuat laporan hasil giat bulanan kapolsek
(c) Mengumpulkan hasil giat bulanan masing-masing unit dan mengirimkan ke
polres bangli.
(d) Membuat laporan data kuat pers, data dikbangpers serta data pelatihan setiap
bulan.
(e) Membuat lakip setiap bulan
81

(f) Membuat laporan pertanggung jawaban penerapan standar dan akreditasi


profesi polri per tri wulan.
(g) Membuat laporan perwabku.
(h) Membuat laporan pemegang ranmor dinas.
(i) Membuat laporan pertanggung jawaban penggunaan obat.
(j) Membuat lakip tahunan.

a. Pengaturan
1) Menempati Pos tetap yang menjadi tugas dan tanggung jawab unit lantas.
2) Melaksanakan pengaturan untuk pelayanan masyarakat guna mencegah laka lantas
dan pelanggaran.

b. Penjagaan
1) Menempati Pos dan melaksanakan penjagaan sesuai dengan yang ditentukan dari
jam 06.30 wita s/d 18.00 wita
2) Melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat dalam rangka Quick respon.

c. Pengawalan
1) Melayani masyarakat untuk melaksanakan pengawalan sehingga masyarakat
merasa aman,nyaman dan lancer dijalan, dilengkapi dengan :
a) Sprin Pengawalan
b) Ranmor Dinas

2) Membuat laporan hasil tugas pelaksanaan pengawalan.

d. Patroli
1) Melaksanakan kegiatan patroli secara rutin dan perperiodik dengan sasaran tempat-
tempat rawan macet dan rawan laka lantas , dilengkapi dengan :
a). Sprin Patroli.
b) Ranmor Dinas.

2) Membuat hasil tugas pelaksanaan patrol

III. PENUTUP
Demikian SOP ini disusun dan dituangkan senagimana tersebut diatas, merupakan
hasil penyusunan bersama Personil Polres Bangli agar dapat digunakan dan
dipedomani bagi setiap anggota dlam melaksanakan tugas dilapangan.

KEPALA KEPOLISIAN RESOR BANGLI

SAKEUS GINTING S.Ik


AKBP NRP 68060595
82