Anda di halaman 1dari 4

Dampak pembakaran senyawa hidrokarbon

Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsure karbon(c) dan
hidrogen(h).seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hydrogen yang berkaitan
dengan rantai tersebut.istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon
alifatik.Hc adalah bahan pencemaran udara yang dapat berbentuk gas,cairan maupun
padatan.semakin tinggi jumlah atom karbon,unsure ini akan cenderung berbentuk padatan.

Hidrokarbon dengan kandungan unsur c antara 1-4 atom karbon akan berbentuk gas pada
suhu kamar,sedangkan kandungan atom karbon diatas 5 akan berbentuk cairan atau padatan.HC
yang berupa gas akan bercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya,sedangkan bila berupa
cair maka HC akan membentuk semacam kabut minyak,bila berbentuk padatan akan membentuk
asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu.

Gas hasil pembakaran

a.karbondioksida(CO2)

jumlah penduduk,kendaraan bermotor,dan industri yang menggunakan bahan bakar


minyak bumi semakin meningkat sehingga jumlah CO2 yang dihasilkan juga semakin
meningkat.sementara jumlah pepohonan semakin berkurang karena pembukaanlahan
baru.akibatnya,kadar CO2 diudara semakin berlebih.

b.Karbon monoksida (CO)

Sumber keberadaan gas CO ini adalah pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar
minyak bumi. Salah satunya adalah pembakaran bensin, di mana pada pembakaran yang terjadi
di mesin motor, dapat menghasilkan pembakaran tidak sempurna dengan reaksi sebagai berikut.

2 C8H18(g) + 17 O2(g) 16 CO(g) + 18 H2O(g)

Sumber lain yang menyebabkan terjadinya gas CO, selain pembakaran tidak sempurna
bensin adalah pembakaran tidak sempurna yang terjadi pada proses industri, pembakaran
sampah, pembakaran hutan, kapal terbang, dan lain-lain. Namun demikian, penyebab utama
banyaknya gas CO di udara adalah pembakaran tidak sempurna dari bensin, yang mencapai 59%

Gas CO tidak berwarna dan berbau serta bersifat racun. Gas CO dapat menimbulkan rasa
sakit pada mata, saluran pernafasan, dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melaui
pernafasan, gas CO bereaksi dengan darah membentuk COHb (karboksihemoglobin).

CO + Hb COHb

Afinitas CO terhadap Hb 300 kali lebih besar daripada O2-, bahkan Hb yang telah
mengikat oksigen dapat diserang oleh CO. Jadi CO menghalangi fungsi vital Hb untuk
membawa oksigen bagi tubuh. Ambang batas CO diudara sebesar 20 ppm. Udara yang
mengandung CO dengan kadar lebih dari 100ppm akan mengakibatkan sakit kepala dan
gangguan pernafasan dan kadar yang lebih tinggi dapat mengakibatkan kematian.

c.Oksida Belerang (SO2 dan SO3)

Jika gas SO-2 dan SO3 bercampur dengan air, maka dapat menyebabkan terbentuknya
H2SO4 yang bersifat korosif dan menyebabkan terjadinya hujan asam. Selain itu juga dapat
menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan.

d.Oksida Nitrogen (NO dan NO2)

Dampak negatif dari oksida nitrogen antara lain:

Merusak kehidupan tanaman dan binatang.

Mengganggu kesehatan manusia karena menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.

Bersifat korosif

Menimbulkan hujan asam

Menimbulkan asbut (asap-kabut) yang dapat menyebabkan berkurangnya daya pandang,


iritasi pada mata dan saluran pernafasan, tanaman menjadi layu, dan menurunnya kualitas materi.

e.Partikel timbal hitam

Senyawa timbal dari udara dapan mengendap pada tanaman sehingga bahan makanan
dapat terkontaminasi. Pada kadar yang tinggi dapat menyebabkan keracunan timbal. Keracunan
timbal ringan dapat menyebabkan sakit kepala. Mudah teriritasi, mudah lelah, dan depresi.
Keracunan yang lebih hebat dapat menyebabkan kerusakan otak, hati, dan ginjal.

Pembakaran sempurna hidrokarbon dalam minyak bumi menghasilkan karbon dioksida


dan uap air.sementara itu pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan partikel padat yang
dikenal dengan asap dan berisi butiran-butiran halus dari karbon (jelaga),karbon dioksida dan
uap air

Bensin merupakan salah satu hasil pengolahan minyak bumi yang kandungan utamanya adalah
oktana (C8H18). Jika bensin dibakar sempurna, akan terjadi reaksi:

2C8H18(l) + 25O2(g) 8CO(g) + 8CO2(g) + 18H2O(g) (1)

Pada pembakaran tidak sempurna dapat terjadi reaksi:

2C8H18(l) + 21O2(g) 8CO(g) + 8CO2(g) + 18H2O(g) . (2)

Atau
2C8H18(l) + 15O2(g) 8C(s) + 4CO(g) + 4CO2(g) + 18H2O(g) (3)

Jika kita perhatikan reaksi pembakaran sempurna (reaksi 1) dan tidak sempurna (reaksi 2
dan 3), dapat disimpulkan bahwa pembakaran dapat berlangsung sempurna atau tidaknya,
ditentukan oleh perbandingan jumlah (volume) bensin (C8H18) dengan volume gas oksigen
(O2). Semakin terbatas jumlah oksigen, semakin tidak sempurna pembakaran yang terjadi, dan
semakin banyak jelaga (C) yang dihasilkan.

Gas karbon dioksida (CO2) merupakan gas rumah kaca yang dapat menyebabkan
terjadinya pemanasan global, sedangkan gas karbon monoksida akan berikatan dengan
hemoglobin sehingga mengganggu fungsi hemoglobin dalam mengikat oksigen. Akibatnya, pada
kadar tertentu dapat menyebabkan kematian. Sementara itu, jelaga merupakan serbuk halus dari
karbon (C) yang jika terhidrup dapat merusak alat pernafasan.

Dampak pembakaran bahan bakar ini memang berbahaya. Pada dasarnya pembakaran
pada mesin kendaraan bermotor tidak ada yang 100 persen sempurna. Oleh karena itu gas buang
yang keluar dari knalpot kendaraan sangat berbahaya bagi kesehatan karena menghasilkan gas
CO.

Selain gas karbon dioksida dan karbon monoksida, dampak pembakaran bahan bakar
dalam mesin kendaraan bermotor dapat menghasilkan gas belerang dioksida (SO2) karena di
dalam minyak bumi terdapat senyawa belerang, serta gas oksida nitrogen (NOx) karena untuk
membakar bahan bakar (bensin) dalam mesin digunakan udara sebagai sumber oksigen dan
udara mengandung gas nitrogen.

Belerang dari minyak bumi dapat teroksidasi menjadi gas belerang dioksida (SO2)

S(s) + O2(g) SO2(g)

Ketika di udara gas SO2 ini dapat teroksidasi mejadi gas SO3

SO2(g) + O2(g) SO3(g)

Gas SO3 ini sangat mudah bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat, sehingga gas SO3 ini
dapat menyebabkan hujan asam.

SO3(g) + H2O(l) H2SO4(aq)

Pada suhu tinggi, di dalam mesin kendaraan bermotor dapaat terjadi reaksi antara nitrogen dan
oksigen.

N2(g) + O2(g) NOx(g)

Gas oksida nitrogen dalam kadar tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata sehingga
menyebabkan mata perih dan merah. Selain itu, dampak pembakaran bahan bakar yang
menghasilkan gas oksida nitrogen merupakan salah satu gas penyebab terjadinya efek rumah
kaca (greenhouse effect) yang berdampak pada pemanasan global (peningkatan suhu bumi).