Anda di halaman 1dari 15

UNIT OPERASI I : PROSES MEKANIK

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Unit Operasi I : Proses Mekanik

BELT CONVEYOR

Oleh :
KELOMPOK 1

Anna Pahmiasih NIM.21030113130111


Muhammad Afza Hafidz NIM.21030111140166
Kazenina Marwah Suryana NIM.21030113120062
Prana Mahisa NIM.21030113120008
Sri Rahayu NIM.21030113120022
Widya Wahyuni NIM.21030113120003
Yohana Silaban NIM.21030111120042

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015
BELT CONVEYER

1. Pengertian
Belt conveyor adalah suatu pesawat pemindahan bahan yang berfungsi untuk
memindahkan material curah maupun material unit dengan jarak pemindahan yang
panjang. Ban berjalan ini merupakan alat transportasi yang paling efisien dalam
pengoperasiannya jika dibanding dengan alat berat atau truck untuk jarak jauh, karena
dapat mentransport material lebih dari 2 kilometer, tergantung desain belt itu sendiri.
Material yang ditransport dapat berupa powder, granular, atau lump dengan kapasitas
lebih dari 2000 ton/jam, hal ini berkembang seiring dengan kemajuan design belt itu
sendiri. Saat ini sudah dikembangkan belt conveyor jenis long curve, yaitu belt dengan
lintasan kurva horizontal maupun vertikal dengan radius minimum 400 m, sehingga
sangat cocok untuk medan berliku dan jarak jauh. Kapasitasnya mencapai 4539 metric
ton/jam (5000 ton/jam) dan dapat diatur sesuai kebutuhan sedangkan kecepatannya
mencapai 5,08 m/detik (Siregar, 2004).
Tujuan dari penggunaan alat ini adalah mentransport material mulai dari raw
material hingga hasil produksi, termasuk memindahkan material antarwork stasion.
Dengan belt conveyor, material dapat diumpan disepanjang lintasan, begitu juga
pengeluarannya. Belt conveyor banyak digunakan dalam metallurgy, pertambangan
batubara, bahan bangunan, bahan kimia, listrik,dan industri lainnya. Keuntungan
lainnya penggunaan belt adalah kemudahan dalam pengoperasian dan pemeliharaan.

2. Kegunaan dan Aplikasi Dalam Industri

Teknologi conveyor sudah umum terdapat di industri, pada awalnya ide


menciptakan teknologi ini terjadi kendala pada proses pemindahan raw material
ataupun finished good pada industri pertambangan, yang sarat dengan tenaga manusia,
yang sangat melimpah jumlahnya pada saat itu. Tetapi karena terkendala dengan
produktivitas tenaga manusia yang tidak konsisten dan banyaknya tenaga kerja yang
sakit, maka manusia mulai berpikir tentang cara pemindahan barang yang lebih
efektif dan konsisten, lalu digunakannya rel dan gerobak kereta yang tidak terlalu
banyak menguras tenaga manusia, sebelumnya menggunakan tenaga manusia dalam
pemindahan dengan diangkat dengan menggunakan ember pada awalnya. Saat sekarang
ini teknologi conveyor sudah digunakan dalam industri pertambangan, dan jumlah
tenaga kerja yang digunakan berkurang cukup signifikan sesuai dengan semakin
banyaknya conveyor yang digunakan.
Conveyor sangat banyak fungsinya dalam membantu proses dalam industri dan
penggunaannya digabung-gabung dengan berbagai macam fungsi sebagai berikut :
Proses pemindahan raw material keruang produksi, yang sangat banyak digunakan
berbagai industri terutama industri makanan, minuman, semen, botol, lampu,
pertambangan dan lain-lain.
3. Gambar dan Konstruksi Alat

Gambar1. Belt Conveyor

Keterangan Gambar :

1. Rubber belt

Rubber belt adalah komponen utama untuk membawa material, dimana


kekuatannya tergantung kepada kapasitas material yang ditransportnya. Rubberbelt
terbuat dari karet yang direinforcment (diperkuat) oleh carcass, yaitu rajutandari benang
nilon atau lainnya yang sangat kuat, sedang untuk belt dengan lintasan yang cukup jauh
dibutuhkan belt dengan kekuatan tarik yang cukup besar, sehingga belt ini
direinforcement dengan anyaman kawat baja atau steel cord. Rubber belt ini dibuat
dengan panjang tertentu, sehingga diperlukan sambungan, baik dengan sistem
mechanical atau pun vulcanized (dingin atau pemanasan). Secara umum persyaratan
belt adalah sebagai berikut :

Tahan beban tarik

Tahan beban kejut

Perpanjangan spesifik yang rendah

Fleksibel

Tidak menyerap air

Belt terdiri dari beberapa lapis :


Top cover (rubber)

Breaker ply (pelindung carcass)

Fabrik carcass (canvas atau ply)

Bottom cover

Gambar 2. Lapisan Belt

2. Carrying idler
Berfungsi untuk menjaga belt pada bagian yang berbeban atau sebagai roll
penunjang ban bermuatan material.

3. Impact Idler
Posisinya persis di bawah chute. Pada bagian luarnya dilapisi dengan karet dan
jarak antara satu sama lain lebih rapat. Fungsinya untuk menahan belt agar tidak sobek
atau rusak akibat umpan yang jatuh dari atas.

4. Return idler
Berada di bawah belt pada sisi balik conveyor. Berfungsi untuk menyangga belt
dengan arah putar balik.

5. Steering idler
Merupakan idler yang berfungsi untuk menjaga kelurusan belt agar tidak jogging
(bergerak ke kiri atau kanan). Posisinya terdapat pada bagian pinggir belt.

6. Motor
Berfungsi sebagai penggerak utama dari Belt Conveyor. Dalam
pengoperasiannya dihubungkan dengan gearbox dan fluid coupling.
o Menggerakkan belt kosong dan mengatasi gesekan-gesekan antara idler dengan
komponen lain.

o Menggerakkan muatan secara mendatar.

o Mengangkut muatan secara tegak (vertikal).

o Menggerakkan tripper dan perlengkapan lain.

o Memberikan percepatan pada belt yang bermuatan bila sewaktu-waktu


diperlukan.

7. Reducer

Peralatan yang menggandengkan sumber daya ke pulley dan berfungsi mereduksi


putaran dari motor agar putaran input dari motor dapat dikurangi.

8. Drive pulley

Merupakan pulley yang secara langsung atau tidak langsung terhubung dengan motor
listrik dan dikopling dengan gearbox. Fungsinya untuk memutar belt menuju ke depan.
Gambar 3 Bentuk-bentuk Pulley
9. Take up pulley
Pulley yang berfungsi untuk menjaga ketegangan belt. Take up pulley terhubung
dengan counter weight.

10. Counter weight


Perubahan muatan atau cuaca terutama suhu dan kelembaban dapat
menyebabkan perubahan belt sedemikian rupa sehingga memberikan tegangan yang
berberbeda. Merupakan bandul yang terhubung dengan take up pulley yang berfungsi
untuk menjaga ketegangan belt.

11. Frame atau Kerangka


Merupakan konstruksi baja yang menyangga seluruh susunan belt conveyor dan
harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga jalannya belt yang berada diatasnya tidak
terganggu.

4. Prinsip Kerja

Prinsip kerja dari belt conveyor adalah mentransport material yang ada di atas
belt, dimana umpan atau inlet berapda pada sisi tail dengan menggunakan chute dan
setelah sampai di head, material ditumpahkan akibat belt berbalik arah.
Belt digerakkan oleh drive atau head pulley dengan menggunakan motor
penggerak. Head pulley menarik belt dengan prinsip adanya gesekan antara permukaan
pulley dengan belt, sehingga kapasitasnya tergantung gaya gesek tersebut.
Gambar 4. Mekanisme Kerja Belt Conveyor

5. Perancangan Belt Conveyor


Perhitungan perancangan belt conveyor dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan
daya, panjang, kecepatan, kapasitas material dan massa material dari belt conveyor
tersebut. Penjelasan perhitungan belt conveyor dapat dijabarkan melalui persamaan
berikut,
1. Persamaan daya untuk belt conveyor tanpa material (nilai minimal)
F (L+Lo)(0.03WS)
hp = (1) (Brown, 1950)
990
dimana,
hp = Daya (hp, horse power)
F = faktor fiksi, tergantung instalasi conveyor
F = 0.05 untuk plain bearing
F = 0.03 untuk bearing antifriksi
L = panjang conveyor (ft)
Lo = 100 untuk plain bearing
150 untuk bearing antifriksi
W = Massa material pada belt conveyor (lb)
S = Kecepatan belt coveyor (fpm)
2. Persamaan daya untuk belt conveyor dengan posisi masuk umpan material
horizontal
F (L+Lo)T
hp = (2) (Brown, 1950)
990
dimana,
T = Kapasitas material (ton / jam)

3. Persamaan daya untuk belt conveyor dengan posisi masuk umpan material
vertikal
T Z
hp = (3) (Brown, 1950)
990
dimana,
Z = Jarak ketinggian umpan masuk terhadap belt conveyor (ft)

4. Persamaan total kebutuhan daya untuk belt conveyor


F (L+Lo)(0.03WS) F (L+Lo)T T Z
hp = + + (4)
990 990 990
F (L+Lo)(T+0.03WS) + (T Z)
= (5)
990
(Brown, 1950)
5. Persamaan total kebutuhan daya belt conveyor dengan menggunakan tripper

hp = YS + ZT (6) (Brown, 1950)


dimana Y dan Z merupakan konstanta lebar belt conveyor
Konstanta Y dan Z dapat diperoleh dari tabel dibawah ini.

Tabel 1. Konstanta Y dan Z


Konstanta Lebar Belt
14 16 18 20 24 30 36 42 48 54
Y 0.0020 0.0020 0.0026 0.0029 0.0034 0.0047 0.0060 0.0069 0.0083 0.0100

Z 0.0035 0.0035 0.0035 0.0040 0.0040 0.0050 0.0050 0.0055 0.0060 0.0070

Perancangan lebar dan kecepatan belt conveyor juga dapat ditentukan dengan
menggunakan grafik. Dalam perancangan belt conveyor, diperlukan sebuah grafik
dalam memperkirakan ukuran conveyor dan kebutuhan energi. Untuk menemukan lebar
dan kecepatan belt dapat dilakukan dengan bantuan grafik dibawah ini.

Grafik 1. Grafik Untuk Menghitung Lebar Belt Conveyor

Cara membaca grafik adalah :


Tarik garis dari sebelah kiri yang menunjukkan muatan dalam ton/jam atau dari sisi
atas dalam satuan ft3/jam.
Apabila muatan diketahui dalam ton/jam, tarik garis kesamping kanan memotong
grafik hingga berpotongan dengan garis miring yang menunjukkan berat material dalam
lb/ft3.
Kemudian dari titik perpotongan tersebut, tarik garis kebawah dan dipotongkan
dengan garis yang menunjukkan ukuran bahan
Kemudian dari titik perpotongan tersebut, tarik garis lurus kesamping kanan, maka
akan diperoleh keceptan belt dalam satuan ft/menit.
Sebagai contoh, apabila diketahui muatan conveyor adalah sebesar 225
ton/jam dengan berat material adalah 100 lb/ft3 serta material yang akan diangkut
berupa lump (gumpalan) yang mempunyai ukuran lebih dari 8 inchi, makan
apabila diangkut dengan belt yang berukuran 24 inchi, kecepatan yang
dibutuhkan adalah 240 ft/menit (dapat dilihat dari grafik di atas).
Umumnya, belt conveyor tidak berjalan dengan kecepatan kuran dari 200
ft/menit dan kecepatan diatas 500 ft/menit harus dihindari karena dapat menyebabkan
erusakan pada belt dan juga pada kecepatan tinggi material dapat terjatuh dari belt.

Contoh Soal Perhitungan Perancangan Belt Conveyor


Sebuah belt conveyor dibutuhkan untuk memindahkan crushed limestone dengan
massa jenis sebesar 75 lb / ft3 dan kapasitas sebesar 200 ton / jam. Diketahui panjang
sebuah belt conveyor dari bagian umpan masuk ke bagian buangan sepanjang 200 ft
dan memiliki ketinggian 25 ft. Ukuran bongkahan crushed limestone terbesar sebesar
4in yang merupakan 15 % ukuran dari total crushed limestone. Dengan kecepatan belt
conveyor sebesar 200 fpm, hitunglah,
a. Lebar minimal dari belt conveyor
b. Daya yang dibutuhkan belt conveyor untuk memindahkan crushed limestone

Penyelesaian
Diketahui : Crushed limestone belt conveyor
W = 75 lb / ft3
T = 200 ton/jam
L = 200 ft
Z = 25 ft
S = 200 fpm
Ukuran bongkahan terbesar = 4 in (15% dari jumlah total, berarti sebesar 75%
merupakan butiran halus)

a. Perhitungan lebar minimal belt conveyor


Perhitungan lebar minimal belt conveyor dapat dilakukan dengan menggunakan
tabel 15 dari buku brown berikut,

Pada tabel 15 di atas menunjukkan bahwa luas area belt conveyor untuk ukuran
material tertentu dapat diketahui dengan mengetahui ukuran butiran halus untuk 90 %
butiran halus dari jumlah total material. Ukuran butiran halus dapat diketahui melalui
perhitungan perbandingan berikut,
90 %
Ukuran butiran halus (90 % total material) = (4 in) = 4,23 in
85 %
Ukuran butiran halus (90 % total material) sebesar 4,23 in berada di antara 4 in
dan 5 in, maka dari itu, lebar belt conveyor berada pada besaran antara 16 sampai 18 in.
Untuk mengetahui lebar belt conveyor digunakan perhitungan interpolasi berikut
1 1
2
3 3

(2 1 )(3 1 )
2 = + 1 (6) (Raymond, 2002)
(3 1 )

4 16
4,23
5 18

(4,23 4)(18 16)


2 = + 16 = 16,46 in
(5 4)

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa lebar minimal yang diperlukan
oleh belt conveyor untuk memindahan material crushed limestone sebesar 4 in (15%
dari jumlah total padatan) dari bagian umpan ke bagian buangan adalah sebesar 16,46
in.

b. Perhitungan daya yang dibutuhkan belt conveyor untuk memindahkan crushed


limestone
Dengan menggunakan persamaan (5), daya yang dibutuhkan belt conveyor untuk
memindahkan crushed limestone dapat dihitung melalui perhitungan berikut,

1. Belt conveyor menggunakan plain bearing


F (L+Lo)(T+0.03WS) + (T Z)
hp =
990
(0.05) (200+100)(200+0.03(75)(200)) + ((200)(25))
=
990
(0.05)(300)(650) + (5000)
= = 14,89 hp
990
2. Belt conveyor menggunakan anti-friction bearing
F (L+Lo)(T+0.03WS) + (T Z)
hp =
990
(0.03) (200+150)(200+0.03(75)(200)) + ((200)(25))
=
990
(0.03)(350)(650) + (5000)
= = 11,94 hp
990
3. Belt conveyor menggunakan tripper

Perhitungan konstanta Y dan Z


Tabel 1. Konstanta Y dan Z
Konstanta Lebar Belt
14 16 18 20 24 30 36 42 48 54
Y 0.0020 0.0020 0.0026 0.0029 0.0034 0.0047 0.0060 0.0069 0.0083 0.0100

Z 0.0035 0.0035 0.0035 0.0040 0.0040 0.0050 0.0050 0.0055 0.0060 0.0070

Dengan menggunakan tabel 1 dan persamaan (6), maka konstanta Y dan Z


untuk lebar 17,6 in dapat dicari melalui perhitungan berikut,
Konstanta Y (16,46 16)(0,0026 0.0020)
2 = + 0,0020
(18 16)
16 0.0020
(0,46)(0,0006)
= + 0,0020 = 0,00213
16,46 (2)

18 0,0026

Konstanta Z = 0,0035

Dengan menstubtitusi konstanta Y dan Z pada persamaan (6), maka didapat


perhitungan berikut
hp = YS + ZT
hp = (0,00213)(200) + (0,0035)(200) = 1,126 hp
DAFTAR PUSTKA

Anonim., 2006,Belt Conveyorwww.indonesiacrusher.com/indonesia-crushing/ belt-


conveyor.php. 27 Mei 2015

Anonim., 2012, Material Handling,


www.dc315.4shared.com/doc/FK_ytFGO/preview.html. 27 Mei 2015

Raymond, J. 2002, Interpolation,


www.ajdesigner.com/phpinterpoolation/linear_interpolation_equation.php. 28 Mei 2015

Brown, G.G. 1950. Unit Operation. CBS Publishers & Distributor. New Delhi. India
Pertanyaan
1. Ihsan Maulana
Apa saja bahan yang digunkan sebagai fungsi dari belt karet? Mekanisme pembuatan
belt bulat yang materialnya berbelok?
2. Hanif Angga Putra
Jika ada belt berbelok apakah masih termasuk jenis belt conveyor? atau yang lain?
Jawaban
1. Bahan yang digunakan untuk belt selain karet adalah anyamankawat, kain tebal tahan
panas, kayu, plastik, logam. Yang fungsinya mengangkat bahan baik panas atau tidak.
Bahan yang digunakan adalah isolator yang tahan terhadap panas. Untuk
pengangkutan datar, miring (15-200). Mekanisme pemindahan barang pada belt
berbelok ini menggunakan mikrocoller yang bekerj berdasarkan tinggi barang.
simulator ini terdiridari 4 blok rangkaian, rangkaian pertama untuk sensor barang,
rangkaian kedua adalah untuk pengendalian barang, rangkaian ketiga dalah output,dan
rangkaian keempat adalah untuk satu daya. Komponen utama dari alat ini terdiri dari
LED (Light Emitting Diode) dan Dioda (photo-diode) sebagai sensor, dan
mikrocontroller dan switch sebagai pengendali belt conveyor, Motor DC sebagai
output. Alat ini memiliki 3 buah sensor. Sensor 1 akan mendeteksi ada atau tidaknya
barang. Apabila sensor 1 mendeteksi adanya barang, belt conveyor akan bergerak dan
menghantarkan barang menuju sensor 2, barang akan berbelok menuju saluran 1. Jika
barang bersentuhan dengan sensor 2 dan 3, barang akan berbelok menuju saluran 2.
Yang nantinya akan dilakukan proses selanjutnya pada barang sesuai dengan saluran
yang dilewati.
2. Belt yang berbelok masih termasuk jenis belt conveyor. Belt tersebut bisa berbelok
karena adanya penyambungan lintasan yang menggunakan mikrokontroller yang
terdiri dari beberapa sistem sensor. Flat belt conveyor adalah alat atau mesin
penghantar barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan arah berbelok atau
melingkar. Contohnya dari belt yang berbelok adalah pengangkut barang yang ada di
bandara.
Jadi conveyor itu memiliki tipe-tipe tergantung digunakan untuk pengkutan apa. Mulai
dari Belt conveyor, Chainconveyor, Roller konveyor.