LAMPIRAN
NERACA PANAS
I. Tujuan
1. Menentukan suhu pada tiap aliran
2. Menentukan jumlah panas yang dibutuhkan atau yang dilepas
3. Menghitung kebutuhan fluida pemanas/pendingin
II. Metode Perhitungan
Perhitungan neraca panas disusun menggunakan simulasi proses menggunakan
program HYSYS v7.3. Untuk mengetahui jumlah pemanas atau pendingin yang
diperlukan, dibuat dummy dengan kondisi mirip dengan aliran proses. Simulasi ini
berdasarkan konsep Q lepas = Q terima dan Q = m Cp T untuk mencari
kebutuhan pemanas atau pendingin pada alat penukar panas.
III. Neraca Panas Tiap Alat
1. Neraca panas pada Vaporizer VP-01
Steam in
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
F = ? kg/jam
Q = 1,168 x 107 kJ/h
kJ/h
Arus 4 Arus 81
T = 30,41 0C Vaporizer T = 186,3 0C
P = 600 kPa P = 600 kPa
VP-01 F = 1,861 x 104
F = 1,861 x 104
kg/jam kg/jam
Q = -1,426 x 108 kJ/h Q = -1,309 x 108 kJ/h
Steam out
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
Tabel B.1 Neraca Panas Vaporizer VP-01
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q4 1,426 x 108
Q VP-01 1,168 x 107
Q81 -1,309 x 108
8
Total -1,309 x 10 -1,309 x 108
Vaporizer VP-01 digunakan untuk mengubah fase asam asetat dari cair
menjadi gas agar sesuai dengan kondisi operasi reaktor. Untuk menghitung
kebutuhan steam pemanas, dibuat dummy dari aliran proses tersebut.
Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 1 dapat diketahui kebutuhan
steam pemanas vaporizer sebesar 5993 kg/jam
2. Neraca panas pada reaktor R-01
Arus 101
T = 162,9 0C
P = 1000 kPa
F = 6,234x104 kg/jam
Q = -1,968 x 108 kJ/h
Cw out
0
T = 46 C
P = 100 kPa
F = F cw in
Q = -4,954 x 109 kJ/h
Cw in
0
T = 30 C
P = 100 kPa
F = ? kg/jam
Q = -4,975 x 109 kJ/h
Arus 12
T = 176,4 0C
P = 900 kPa
F = 6,234 x 104 kg/jam
Q = -2,181 x 108 kJ/h
Tabel B.2 Neraca Panas Reaktor R-01
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q101 -1,968 x 108
Qcw in -4,975 x 109
Q cw out -4,954 x 109
Q12 -2,181 x 108
Total -5,172 x 109 -5,172 x 109
Reaksi didalam reaktor bersifat eksotermis atau mengeluarkan panas, sehingga
0
untuk menjaga suhu reaksi dan produk keluaran reaktor sebesar 176,4 C
dibutuhkan fluida pendingin. Fluida berupa air pendingin dialirkan melalui jaket
pendingin, masuk pada suhu 30 0C dan keluar jaket pendingin pada suhu 46 0C.
Untuk mengetahui jumlah pendingin yang dibutuhkan maka dibuat dummy aliran
proses tersebut dengan jumlah aliran panas yang sama dengan reaktor. Pada dummy
ini juga dipergunakan menu SET. Tujuan dipasangnya SET pada simulasi adalah
apabila Qreaktor diubah maka Qpendinginan akan ikut berubah.
Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 2, didapat kebutuhan air pendingin
pada reaktor sebesar 3,150 x 105 kg/jam.
3. Neraca panas pada kompresor K-101
Arus 2 Arus 5
T = -104,1 0C T=? C0
P = 100 kPa P = 600 kPa
F = 2795 kg/jam K-101
F = 2795 kg/jam
Q = 4,706 x 106 kJ/h Q = 5,119 x 106 kJ/h
Q comp = 4,121 x 105 kJ/h
Duty = 114,477 kW
Tabel B.3 Neraca Panas Kompresor K-101
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q2 4,706 x 106
Q Comp 4,121 x 105
Q5 5,119 x 106
6
Total 5,119 x 10 5,119 x 106
Kompresor K-101 digunakan untuk menaikkan tekanan etilen dari 100 kPa
menjadi 600 kPa. Berdasarkan perhitungan dari simulasi HYSYS, daya kompresor
yang dibutuhkan adalah 111,477 kW, efisiensi politropis sebesar 78,9%, dan
koefisien politropis sebesar 1,3765. Dengan menggunakan nilai koefisien politropis
(n), tekanan masuk (P1) dan keluar (P2) kompresor, serta suhu etilen masuk
kompresor (T1), dapat ditentukan suhu etilen yang keluar dari kompresor (T2)
dengan menggunakan rumus:
2 k 1
T2 = T1 x ( ) dimana k =
1
1,37651
k= = 0,2735
1,3765
600 0,2735
T2 = 169,05 K x ( )
100
T2 = 275,97 K = 2,82 0C
Dari hasil perhitungan didapat suhu etilen yang keluar dari kompresor K-101
sebesar 2,82 0C
4. Neraca panas pada kompresor K-100
Arus 8 Arus 101
0
T = 121,1 0C T=? C
P = 600 kPa P = 1000 kPa
F = 6,234 x 104 kg/jam K-100 F = 6,234 x 104 kg/jam
Q = -2,007 x 108 kJ/h Q = -1,968 x 108 kJ/h
Q comp = 3,892 x 106 kJ/h
Duty = 1081,09 kW
Tabel B.4 Neraca Panas Kompresor K-100
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q8 -2,007 x 108
Q Comp 3,892 x 106
Q101 -1,968 x 108
8
Total -1,968 x 10 -1,968 x 108
Kompresor K-100 digunakan untuk menaikkan tekanan campuran etilen,
oksigen, dan asam asetat dari 600 kPa menjadi 1000 kPa. Berdasarkan perhitungan
dari simulasi HYSYS, daya kompresor yang dibutuhkan adalah 1081,09 kW,
efisiensi politropis sebesar 75,9%, dan koefisien politropis sebesar 1,2463. Dengan
menggunakan nilai koefisien politropis (n), tekanan masuk (P1) dan keluar (P2)
kompresor, serta suhu campuran masuk kompresor (T1), dapat ditentukan suhu
campuran yang keluar dari kompresor (T2) dengan menggunakan rumus:
2 k 1
T2 = T1 x ( ) dimana k =
1
1,24631
k= = 0,198
1,2463
1000 0,198
T2 = 394,25 K x ( )
600
T2 = 436,21 K = 163 0C
Dari hasil perhitungan didapat suhu campuran yang keluar dari kompresor K-
100 sebesar 163 0C
5. Neraca panas pada cooler E-103
Cooler E-103 digunakan untuk mendinginkan keluaran reaktor pada suhu
176,40C menjadi 300C. Berdasarkan simulasi menggunakan HYSYS, didapat bagan
aliran panas dan neraca panas pada Cooler E-103 sebagai berikut:
Air dingin in
T = 30 0C
P = 100 kPa
F = ? kg/jam
Arus 12 Arus 13
0
T = 176,4 0C T = 30 C
P = 900 kPa Cooler P = 800 kPa
F = 6,234 x 104 F = 6,234 x 104
E-103 kg/jam
kg/jam
Q = -2,181 x 108 kJ/h Q = -2,439 x 108 kJ/h
Air dingin out
T = 46 0C
P = 100 kPa
Q = ? kJ/h
Tabel B.5 Neraca Panas Cooler E-103
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q12 -2,181 x 108
Q E-103 2,587 x 107
Q13 -2,439 x 108
Total -2,181 x 108 -2,181 x 108
Untuk menghitung kebutuhan air pendingin, dibuat dummy dari aliran proses
tersebut menggunakan program HYSYS v7.3 sebagai berikut:
Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 3 didapatkan kebutuhan air
pendingin pada Cooler E-103 sebesar 3,826 x 105 kg/jam
6. Neraca panas pada heater E-105
Heater E-105 digunakan untuk memanaskan etilen recycle dari suhu -3,3840C
menjadi 1000C, sebelum dicampurkan dengan aliran etilen dari tangki bahan baku.
Berdasarkan simulasi menggunakan HYSYS, didapat bagan aliran panas dan
neraca panas pada Heater E-105 sebagai berikut:
Steam masuk
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
F = ? kg/jam
Q = ? kJ/h
Arus 25 Arus 231
T = -3,384 0C T = 100 0C
P = 600 kPa P = 600 kPa
F = 3,884 x 104 Heater F = 3,884 x 104
kg/jam kg/jam
Q = -7,954 x 107 kJ/h E-105 Q = -7,416 x 107 kJ/h
Steam keluar
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
Tabel B.6 Neraca Panas Heater E-105
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q25 -7,954 x 107
Q E-105 5,378 x 106
Q231 -7,416 x 107
Total -7,416 x 107 -7,416 x 107
Untuk menghitung kebutuhan steam pemanas, dibuat dummy dari aliran proses
tersebut menggunakan program HYSYS v7.3 sebagai berikut:
Berdasarkan simulasi dengan dummy 4 didapatkan kebutuhan steam pemanas
pada heater E-105 sebesar 2760 kg/jam. Temperatur steam pemanas masuk sama
dengan temperatur steam pemanas keluar karena hanya panas laten penguapan yang
terpakai untuk memanaskan aliran.
7. Neraca panas pada cooler E-104
Cooler E-104 digunakan untuk mendinginkan hasil atas menara destilasi
(campuran VAM dan air) dari suhu 89,030C menjadi 300C, sebelum dialirkan
menuju decanter untuk memisahkan air dan VAM. Berdasarkan simulasi
menggunakan HYSYS, didapat bagan aliran panas dan neraca panas pada Cooler
E-104 sebagai berikut:
Air pendingin in
T = 30 0C
P = 100 kPa
F = ? kg/jam
Arus 34 Arus 35
0
T = 89,03 0C T = 30 C
P = 200 kPa Cooler P = 100 kPa
F = 1,014 x 104 F = 1,014 x 104
E-104 kg/jam
kg/jam
Q = -6,878 x 107 kJ/h Q = -7,167 x 107 kJ/h
Air pendingin out
T = 46 0C
P = 100 kPa
Q = ? kJ/h
Tabel B.7 Neraca Panas Cooler E-104
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q34 -6,878 x 107
Q E-104 2,887 x 106
Q35 -7,167 x 107
Total -6,878 x 107 -6,878 x 107
Untuk menghitung kebutuhan air pendingin, dibuat dummy dari aliran proses
tersebut menggunakan program HYSYS v7.3 sebagai berikut:
Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 5 didapatkan kebutuhan air
pendingin untuk cooler E-104 sebesar 4,269 x 104 kg/jam.
8. Neraca panas pada cooler E-106
Cooler E-106 digunakan untuk mendinginkan hasil bawah menara destilasi
yaitu asam asetat dari suhu 178,2 0C menjadi 300C, sebelum direcycle kembali.
Berdasarkan simulasi menggunakan HYSYS, didapat bagan aliran panas dan
neraca panas pada Cooler E-106 sebagai berikut:
Pendingin masuk
T = 30 0C
P = 100 kPa
F = ? kg/jam
Arus 37 Arus 38
0
T = 178,2 0C T = 30 C
P = 500 kPa Cooler P = 500 kPa
F = 3,039 x 104 F = 3,039 x 104
E-106 kg/jam
kg/jam
Q = -2,241 x 108 kJ/h Q = -2,328 x 108 kJ/h
Pendingin keluar
T = 46 0C
P = 100 kPa
Q = ? kJ/h
Tabel B.8 Neraca Panas Cooler E-106
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q37 -2,241 x 108
Q E-104 8,705 x 106
Q38 -2,328 x 108
Total -2,241 x 108 -2,241 x 108
Untuk menghitung kebutuhan air pendingin, dibuat dummy dari aliran proses
tersebut menggunakan program HYSYS v7.3 sebagai berikut:
Berdasarkan simulasi dari dummy 6, didapatkan kebutuhan air pendingin untuk
cooler E-106 sebesar 1,287 x 105 kg/jam
9. Neraca panas pada menara destilasi
Arus 33
T = 135,3 0C
P = 740 kPa Q 33
F = 1,014 x 104 kg/jam Q condenser
Q = -6,878 x 107 kJ/h
Arus 32
T = 170,9 0C Q 32
P = 800 kPa T-102
F = 4,029 x 104 kg/jam
Q = -2,915 x 108 kJ/h
Arus 36
T = 196,8 0C
Q reboiler
P = 750 kPa
F = 3,014 x 104 kg/jam
Q = -2,223 x 108 kJ/h Q 34
a. Neraca panas pada condenser
Air condenser in
T = 30 0C
P = 100 kPa
F = ? kg/jam
Arus 33 destilat Arus 33
T = 135,3 0C T = 135,3 0C
P = 740 kPa P = 740 kPa
Condenser F = 1,014 x 104
F = 1,014 x 104
kg/jam kg/jam
Q = -3,769 x 107 kJ/h Q = -6,878 x 107 kJ/h
Air condenser out
T = 46 0C
P = 100 kPa
Q = ? kJ/h
Pendingin yang digunakan adalah air pada suhu 300C dan tekanan 100 kPa. Air
pendingin ini digunakan untuk mengkondensasikan produk atas menara destilasi T-
102 yang memiliki suhu 135,3 0C. Air pendingin meninggalkan kondensor pada
suhu 46 0C dan tekanan 100 kPa. Dengan menerapkan prinsip Q lepas = Q terima,
pada simulasi, panas yang dilepas condenser sebesar 3,109 x 107 kJ/jam. Agar Q
air pendingin dapat menghasilkan Q yang sama dengan Q condenser, pada simulasi
digunakan menu SET. Untuk menghitung kebutuhan air pendingin, dibuat dummy
dari aliran proses tersebut. Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 7, didapat
kebutuhan air pendingin pada condenser sebesar 4,597 x 105 kg/jam. Gambar di
bawah menunjukkan simulasi dengan dummy yang telah dilakukan.
b. Neraca panas pada reboiler
Steam reb in
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
F = ? kg/jam
Q = ? kJ/h
Arus 34 residu Arus 34
T = 196,8 0C T = 196,8 0C
P = 750 kPa P = 750 kPa
Reboiler F = 3,014 x 104
F = 3,014 x 104
kg/jam kg/jam
Q = -2,5 x 108 kJ/h Q = -2,223 x 108 kJ/h
Steam reb out
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
Pendingin yang digunakan adalah steam jenuh pada suhu 198,30C dan tekanan
1500 kPa. Steam ini digunakan untuk menguapkan produk bawah menara destilasi
T-102 yang memiliki suhu 196,8 0C. Steam pemanas meninggalkan reboiler pada
suhu 198,3 0C dan tekanan 1500 kPa, dalam wujud cair jenuh. Artinya, hanya panas
laten steam yang digunakan untuk memanaskan reboiler. Dengan menerapkan
prinsip Q lepas = Q terima, pada simulasi, panas yang diterima condenser sebesar
2,777 x 107 kJ/jam. Agar Q steam pemanas dapat menghasilkan Q yang sama
dengan Q reboiler, pada simulasi digunakan menu SET. Untuk menghitung
kebutuhan air pendingin, dibuat dummy dari aliran proses tersebut. Berdasarkan
simulasi menggunakan dummy 8, didapat kebutuhan steam pemanas pada reboiler
sebesar 1,425 x 104 kg/jam. Gambar di bawah menunjukkan simulasi dengan
dummy yang telah dilakukan.
10. Neraca panas pada Vaporizer VP-02
Steam pemanas in
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
F = ? kg/jam
Q = ? kJ/h
Arus 331 Arus 332
T = -174,5 0C Vaporizer T = -161,7 0C
P = 600 kPa P = 600 kPa
VP-02 F = 1920 kg/jam
F = 1920 kg/jam
Q = -7,305 x 105 kJ/h Q = -3,160 x 105 kJ/h
Steam pemanas out
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
Tabel B.10 Neraca Panas Vaporizer VP-02
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q331 -7,305 x 105
Q VP-02 4,145 x 105
Q332 -3,160 x 105
5
Total -3,160 x 10 -3,160 x 105
Vaporizer VP-02 digunakan untuk mengubah fase oksigen dari cair menjadi
gas agar sesuai dengan kondisi operasi reaktor. Pemanas yang digunakan adalah
steam dengan suhu 198,3 0C dan tekanan 1500 kPa. Steam keluar pada suhu dan
tekanan yang sama, karena hanya panas laten steam yang digunakan untuk
menguapkan oksigen. Untuk menghitung kebutuhan steam pemanas, dibuat dummy
dari aliran proses tersebut.
Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 9, diperoleh kebutuhan steam
pemanas pada vaporizer sebesar 212,7 kg/jam
11. Neraca panas pada Heater E-107
Heater E-107 digunakan untuk memanaskan oksigen dari suhu -161,70C
menjadi 1250C, sebelum dicampurkan dengan asam asetat dan etilen. Berdasarkan
simulasi menggunakan HYSYS, didapat bagan aliran panas dan neraca panas pada
Heater E-107 sebagai berikut:
Heating steam in
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
F = ? kg/jam
Q = 4,942 x 105 kJ/h
Arus 333
Arus 332
T = 125 0C
T = -161,7 0C
P = 600 kPa
P = 600 kPa
Heater F = 1920 kg/jam
F = 1920 kg/jam
E-107 Q = 1,781 x 105 kJ/h
Q = -3,160 x 105 kJ/h
Heating steam out
T = 198,3 0C
P = 1500 kPa
Tabel B.11 Neraca Panas Heater E-107
Stream Q input (kJ/h) Q output (kJ/h)
Q332 -3,160 x 105
Q E-107 4,942 x 105
Q333 1,781 x 105
5
Total 1,781 x 10 1,781 x 105
Pemanas yang digunakan adalah steam jenuh pada kondisi 198,30C dan
tekanan 1500 kPa. Steam keluar heater pada suhu dan tekanan yang sama, karena
hanya panas laten steam yang digunakan untuk memanaskan oksigen. Untuk
menghitung kebutuhan steam pemanas, dibuat dummy dari aliran proses tersebut
menggunakan program HYSYS v7.3 sebagai berikut:
Berdasarkan simulasi menggunakan dummy 10, diperoleh kebutuhan steam
pemanas sebesar 253,6 kg/jam