LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA MASSA DAN ENERGI
B.1 Neraca Massa
=
Waktu Operasi
=
Basis Perhitungan =
Satuan
=
Bahan Baku
=
Produk
=
Kemurnian Produk =
Kapasitas Produksi
30,000
ton = 3,787.8788
kg/jam
330
hari
1 jam operasi
kg/jam
Metanol (CH3OH) dan Asam Klorida (HCl)
Metil Klorida (CH3Cl)
Metil Klorida (CH3Cl)
=
99.5 %
Kemurnian Bahan Baku dan Katalis:
Tabel B.1 Kemurnian
Komponen
Kemurnian (%) Kandungan H2O (%)
CH3OH
99.85
0.15
HCl
99.00
1.00
ZnCl2
98.00
2.00
Data Berat Molekul Masing-masing Komponen:
Tabel B.2 Berat Molekul Komponen
Komponen
Berat Molekul (kg/kmol)
CH3OH
32.042
HCl
36.461
CH3Cl
50.490
H2O
18.015
CH3OCH3
46.037
ZnCl2
136.290
Untuk menentukan neraca massa masing-masing komponen pada setiap alat, dapat
dihitung dengan menggunakan alur maju yaitu dengan menggunakan basis 100 kg/jam.
Neraca massa masing-masing komponen pada setiap alat terlebih dahulu dihitung tanpa
recycle. Setelah itu dihitung kembali dengan menggunakan aliran recycle.
Secara umum, persamaan antara neraca massa yaitu sebagai berikut:
{massa masuk} - {massa keluar} + {massa tergenerasi} - {massa terkonsumsi} =
{akumulasi massa}
Adapun perhitungan neraca massa masing-masing alat tanpa recycle pada proses
pembuatan metil klorida adalah sebagai berikut:
Adapun perhitungan neraca massa masing-masing alat tanpa recycle pada proses
pembuatan metil klorida adalah sebagai berikut:
B.1.1 Neraca Massa Reaktor
Fungsi: Sebagai tempat berlangsungnya reaksi antara metanol (CH3OH) asam klorida
(HCl) sehingga menghasilkan metil klorida (CH3Cl) sebagai produk utama dengan
menggunakan bantuan katalis seng klorida (ZnCl2).
HCl (g)
H2O (g)
F1
Reaktor
F3
F2
CH3OH (g)
H2O (g)
CH3Cl (g)
H2O (g)
CH3OCH3 (g)
CH3OH (g)
HCl (g)
Gambar B.1 Neraca massa reaktor
Diketahui basis umpan CH3OH dan HCl masing-masing yaitu 100 kg/jam.
Komposisi H2O dalam Bahan Baku dan Katalis:
H2O dalam CH3OH
(0.15% x (100 kg/jam)/(99.85%))
H2O dalam HCl
Neraca Massa Total:
F1 + F2 = F3
100 =
100
+
0.1502 kg/jam
(1% x (100 kg/jam)/(99.00%))
1.0101 kg/jam
F3
Mol Mula-mula:
(F1 HCl)/(BM HCl)=(100 kg/jam)/(36.461 kg/kmol)
HCl
2.7427
kmol/jam
(F2 CH_3 OH)/(BM CH_3 OH)=(100 kg/jam)/(32.042 kg/kmol)
CH3OH
Reaksi:
Konversi metanol 87.7%
=
=
3.1209
2.7370
Reaksi yang terjadi didalam reaktor:
CH3OH +
HCl
CH3Cl
3.1209
kmol/jam x
kmol/jam
H2O
kmol/jam
87.7 %
M
B
S
3.1209
2.7370
0.3839
2.7427
2.7370
0.0056
Komposisi Sisa Reaksi:
(F4)
=
HCl
=
CH3OH -> (F4)
=
CH3Cl (F4)
=
H2O (F4)
2.7370
2.7370
0.0056
0.3839
2.7370
2.7370
kmol/jam
kmol/jam
kmol/jam
kmol/jam
Neraca Massa Komponen Reaksi Samping:
Sisa CH3OH dari reaksi utama =
0.3839
=
87.7
Konversi CH3OH
=
96.8
Selektivitas Dimetil Eter
= 2CH3OH
Reaksi samping
=
=
CH3OH yang bereaksi
x
x
x
x
Total
36.461
32.042
50.490
18.015
=
=
=
=
0.3839 kmol/jam
0.3454841 kmol/jam
46.037
18.015
32.042
Tabel B.3 Neraca Massa Reaktor
Masuk (kg/jam)
Keluar (kg/jam)
Aliran 1 Aliran 2
Aliran 3
98.9899
0.2051
99.8498
1.2300
138.1928
1.0101
0.1502
52.4196
7.9526
100
100
200
200
B.1.2 Neraca Massa Separator
0.2051
12.3000
138.1928
49.3076
kg/jam
kg/jam
kg/jam
kg/jam
90
Komposisi reaktor dari reaksi samping:
CH3OCH3 (F4)
=
0.1727 kmol/jam x
(F4)
=
0.1727 kmol/jam x
H2O
(F4)
=
0.0384 kmol/jam x
CH3OH
HCl
CH3OH
CH3Cl
H2O
CH3OCH3
kmol/jam
%
%
CH3OCH3 + H2O
Reaksi samping yang terjadi didalam reaktor:
2CH3OH CH3OCH3 +
H2O
0.3839
M
0.3455
0.1727
0.1727
B
0.0384
0.1727
0.1727
S
Komponen
2.7370
2.7370
=
=
=
7.9526 kg/jam
3.1119 kg/jam
1.230 kg/jam
Fraksi, X
(%)
0.1025
0.6150
69.0964
26.2098
3.9763
100
Fungsi: Sebagai tempat berlangsungnya pemisahan suatu campuran yang memiliki
perbedaan fasa pada campuran yang akan dipisahkan yaitu fasa gas dan cair.
F4
CH3Cl (g)
H2O (l)
CH3OCH3 (g)
CH3OH (l)
HCl (l)
F3
CH3Cl (g)
H2O (g)
CH3OCH3 (g)
Separator
H2O (l)
CH3OH (l)
HCl (l)
Gambar B.2 Neraca massa separator
F5
Neraca Massa Total:
F3 = F4 + F5
kg/jam = F4 + F5
200
Neraca Massa Komponen:
1 CH3Cl
XCH3Cl pada aliran F4 =
=
(1)
XCH3Cl pada aliran F3
%
69.0964
F3.XCH3Cl = F4.XCH3Cl + F5.(0)
200
kg/jam x 69.0964 % = (F4 x 69.0964 %) +
138.1928 kg/jam =
0.6910 F4
F4 =
200
kg/jam
C2H2 (LK)
C2H3Cl (HK)
C2H4Cl2
Total
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
###
#DIV/0!
#DIV/0!
###
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
Distribusi Non-Key Komponen
Metode Geddes-Hengstebeck digunakan untuk mengetahui distribusi komponen
non-key (Sinnott, 2005).
Kondisi batas adalah LK dan HK:
Pada stripper, diinginkan 99.98 % C2H2 keluar sebagai distilat.
Tabel B.4 Komponen LK dan HK di distilat dan bottom (asumsi)
i
Fi, kmol/jam
Komponen
D, kmol/jam
B, kmol/jam
C2H2 (LK)
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
C2H3Cl (HK)
#VALUE!
#VALUE!
C2H4Cl2
log #VALUE! = #VALUE!
#VALUE!
log
#DIV/0!
- #VALUE!
#DIV/0!
=
log #DIV/0!
#DIV/0!
Tabel B.5 Komponen di distilat dan bottom (koreksi)
i
Fi, kmol/jam
Komponen
D/B
D, kmol/jam B, kmol/jam
C2H2
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
C2H3Cl
C2H4Cl2
Aliran 8A
F8A C2H2
= mol F8A C2H2 BM C2H2
= #DIV/0!
0
= #DIV/0!
kg/jam
F8A C2H3Cl
F8A
= mol F8A C2H3Cl BM C2H3Cl
=
0
= #VALUE!
kg/jam
= F8A C2H2 + F8A C2H3Cl
= #DIV/0!
+ #VALUE!
= #DIV/0!
kg/jam
80% dari hasil atas stripper direncanakan digunakan sebagai bahan bakar untuk
boiler.
F8C C2H2
= 0.8000 #DIV/0!
F8C C2H3Cl = 0.8000 #VALUE!
F8C
= #DIV/0!
kg/jam
### kg/jam
#DIV/0! kg/jam
= F8C C2H2 + F8C C2H3Cl
= #DIV/0!
###
F8B C2H2
= #DIV/0!
F8B C2H3Cl =
F8B
P
T(trial)
###
= #DIV/0!
= 3800
= 233.91
Aliran 9A
F9A C2H2
#DIV/0!
###
+
=
###
mmHg =
K
=
= #DIV/0!
### kg/jam
#DIV/0! kg/jam
5
atm
-39.09 C
= mol F9A C2H2 BM C2H2
= ###
0
= ### kg/jam
F9A C2H3Cl
= mol F9A C2H3Cl BM C2H3Cl
=
0
= #VALUE!
kg/jam
F9A C2H4Cl2
= mol F11A C2H4Cl2 BM C2H4Cl2
=
0.0000
= #VALUE!
kg/jam
F9A
kg/jam
= F9A C2H2 + F9A C2H3Cl + F9A C2H4Cl2
= ### +
#VALUE!
+ #VALUE!
= #DIV/0!
kg/jam
Mengetahui bubble point pemanas stripper.
P
T(trial)
= 3800 mmHg =
= 291.1591 K =
5 atm
18.16 C
Tabel B.6 Perhitungan bubble point di bottom
Komponen
C2H2
C2H3Cl
C2H4Cl2
Total
Bi,
xiB
kmol/jam
#DIV/0! ###
###
###
#DIV/0!
###
Pi,
mmHg
1.00
1.00
1.00
Ki,
yi,
Pi/P
Ki.xiB
0.0003 #DIV/0!
0.0003 #VALUE!
0.0003 #VALUE!
#DIV/0!
Perhitungan neraca massa stripper bisa dilihat pada tabel 4.4.
B.1.5
Distilasi
DISTILASI
11
9B
10
F9B
F10
F12
Aliran 9B
F9B C2H2
F9B C2H3Cl
F9B C2H4Cl2
F9B Impurities
=
=
=
=
#REF! kg/jam
kg/jam
kg/jam
kg/jam
a. Menentukan Kondisi Masuk Umpan
P
Fasa
T(trial)
=
=
=
Komponen
C2H2
C2H3Cl
C2H4Cl2
Total
3800 mmHg =
Cair Jenuh
307.2653 K =
5 atm
34.27 C
Tabel B.7 Perhitungan bubble-point aliran umpan
Fi,
xif
Pi,
Ki,
yi,
kmol/jam
#REF! #REF!
#VALUE!
#VALUE!
#REF! #REF!
mmHg
1.0000
1.0000
1.0000
Pi/P
0.0003
0.0003
0.0003
Ki.xif
#REF!
i
Ki/KHK
1.0000
1.0000
1.0000
#REF!
b. Distribusi non-key komponen
Kemurnian C2H3Cl yang diinginkan adalah 99.98 %, keluar sebagai hasil
distilat.
Tabel B.8 Komponen LK dan HK di distilat dan bottom (asumsi)
i
Fi, kmol/jam
Komponen
D/B
D, kmol/jam B, kmol/jam
C2H2
1.0000
#REF!
C2H3Cl (LK)
C2H4Cl2 (HK)
1.0000
1.0000
#VALUE!
#VALUE!
#VALUE!
#VALUE!
#VALUE!
log #VALUE!
= #VALUE!
#VALUE!
log #VALUE!
)
- #VALUE!
(
#VALUE!
=
= #VALUE!
log
1.0000
Tabel B.9 Komponen di distilat dan bottom (koreksi)
i
Fi, kmol/jam
Komponen
D/B
D, kmol/jam B, kmol/jam
C2H2
1.0000
#REF! #VALUE!
#REF! #VALUE!
C2H3Cl
1.0000
C2H4Cl2
1.0000
Total
#REF!
#REF! #VALUE!
Aliran 10
F10 C2H3Cl
F10 C2H4Cl2
= mol F10 C2H3Cl BM C2H3Cl
=
0.0000
= ### kg/jam
= mol F10 C2H4Cl2 BM C2H4Cl2
=
0.0000
= #VALUE! kg/jam
Aliran 11
F11 C2H2
=
=
=
mol F11 C2H2 BM C2H2
#REF!
0
#REF! kg/jam
F11 C2H3Cl
=
=
=
mol F11 C2H3Cl BM C2H3Cl
0
#VALUE!
kg/jam
F11 C2H4Cl2
= mol F11 C2H4Cl2 BM C2H4Cl2
=
0.0000
=
### kg/jam
c. Kondisi Operasi Distilat dan Bottom
Distilat
P
=
T(trial) =
3800 mmHg =
5 atm
306.62 K = 33.62 C
Tabel B.10 Perhitungan dew point di distilat
Komponen
C2H2
C2H3Cl
C2H4Cl2
Total
Di,
xiD
kmol/jam
#REF! #REF!
Pi,
mmHg
1.00
1.00
1.00
Ki,
Pi/P
0.0003
0.0003
0.0003
#REF! #REF!
yi,
Ki.xif
#REF!
#REF!
Bottom
P
= 3800 mmHg =
5 atm
T(trial)
= 387.0395 K = 114.04 C
Tabel B.11 Perhitungan bubble point di bottom
Komponen
C2H3Cl
C2H4Cl2
Total
Bi,
kmol/jam
xiB
###
0.0000
###
Pi,
mmHg
1.00
1.00
Ki,
yi,
Pi/P
Ki.xif
0.0003 #VALUE!
0.0003
#VALUE!
Hasil perhitungan neraca massa di distilasi dapat dilihat pada tabel 4.5.