Anda di halaman 1dari 4

I.

THE BASICS OF COST BEHAVIOUR


Dalam dunia usaha, kunci keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan dan memenangkan
setiap persaingan usaha adalah bagaimana perusahaan mampu lebih efesien, ekonomis dan produktif
dalam menghasilkan output (produk). Prinsip ekonomi yang menyatakan bahwa memperoleh laba
maksimum dengan meminimalisasi biaya yang dikeluarkan merupakan suatu prinsip yang dapat
diaplikasikan dalam mengelola biaya tanpa harus mengabaikan kualitas hasil produksi. Oleh sebab itu,
memahami perilaku biaya adalah suatu hal yang krusial bagi para manajer untuk mampu mengatur biaya
yang dikeluarkan.
Konsep perilaku biaya (cost behavior) adalah istilah untuk menggambarkan apakah biaya input
berubah apabila terdapat perubahan aktivitas, dan bagaimana reaksi biaya terhadap perubahan aktivitas.
Dalam usaha menghasilkan manfaat saat ini dan masa yang akan datang, manajer harus melakukan
berbagai usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan dalam mencapai manfaat tersebut.
Mengurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan berarti perusahaan menjadi lebih efisien.
Pola perilaku biaya merupakan bahan pertimbangan dasar dalam:
• menganalisa potensi biaya yang akan timbul di masa yang akan datang, sehubungan dengan
rencana peningkatan, penambahan, penurunan atau penghilangan aktivitas tertentu; dan
• menilai kewajaran nominal biaya yang timbul pada periode tertentu dengan melihat trend atau
pergerakan aktivitas di periode yang sama.

Berdasarkan perilakunya, secara garis besar biaya dapat diklasifikasikan menjadi :


1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya Tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang secara total tidak berubah jumlahnya meskipun tingkat
aktivitas berubah. Sebagai konsekuensinya, pada saat tingkat aktivitas naik atau turun, total biaya tetap
konstan, kecuali jika dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan dari luar seperti perubahan harga. Beberapa
contoh biaya yang tergolong biaya tetap, antara lain: biaya gaji, biaya, biaya pemeliharaan gedung, dan
biaya iklan.
Jika diilustrasikan misalnya pada sebuah perusahaan pemotongan pipa logam. Output dari aktivitas
pemotongan tersebut adalah jumlah potongan pipa, sedangkan inputnya adalah mesin pemotong dan
listrik. Mesin pemotong disewa seharga $60.000 per tahun dan memiliki kapasitas untuk memproduksi
sampai dengan 240.000 potongan. Biaya penyewaan mesin pemotong adalah biaya tetap, karena biaya
tersebut akan tetap sebesar $60.000 per tahun, tidak peduli berapa banyak potongan yang dihasilkan.
Perilaku dalam ilustrasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Sewa mesin Jumlah potongan pipa Biaya per unit
$ 60.000 0 -
$ 60.000 60.000 $1,00
$ 60.000 120.000 $0,50
$ 60.000 180.000 $0,33
$ 60.000 240.000 $0,25
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya variabel adalah adalah biaya yang nilainya meningkat atau menurun seiring dengan meningkat
atau menurun-nya aktivitas. Dengan kata lain, biaya variabel bisa didefinisikan sebagai jenis biaya yang
berubah mengikuti perubahan volume aktivitas. Biaya variable dapat juga dinyatakan dengan persamaan
linier dimana total biaya variable tergantung pada tingkat penggerak. Hubungan ini dapat digambarkan
sebagai berikut : Total biaya variable = biaya variable per unit x jumlah unit. Beberapa contoh biaya
yang tergolong biaya variabel (variable cost), antara lain: biaya tenaga kerja langsung (usaha
manufaktur), fee untuk profesional yang dibayar per proyek (usaha jasa), dan komisi penjualan (usaha
manufaktur, dagang dan jasa).
Sebagai gambaran kita perluas dari perusahaan pemotongan pipa di atas. Sumber lain yang
digunakan pada perusahaan pemotongan tersebut adalah listrik. Biaya listrik akan berperilaku berbeda
dengan biaya mesin pemotong. Listrik dikonsumsi hanya jika output diproduksi, dan ketika lebih banyak
output diproduksi, lebih banyak listrik digunakan. Biaya tingkat output aktivitas adalah sebagai berikut :
Biaya listrik Jumlah potongan pipa Biaya per unit
$0 0 $0
12.000 60.000 0,20
24.000 120.000 0,20
36.000 180.000 0,20
48.000 240.000 0,20
Semakin banyak potongan pipa diproduksi, maka total biaya listrik semakin meningkat secara
proporsional. Dalam contoh perusahaan pemotongan tersebut, biaya listrik digambarkan dengan
persamaan berikut : Total biaya variabel = $0,20 x jumlah potongan pipa.

Grafik Biaya Tetap (Fixed Cost) Grafik Biaya Variabel (Variable Cost)

3. Biaya Campuran (Mixed Cost)


Biaya campuran adalah biaya yang di dalamnya memiliki komponen biaya tetap dan biaya variabel.
Sehingga biaya yang masuk dalam kategori ini tetap hingga titik tertentu (porsi biaya tetap) dan
meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas setelahnya (porsi biaya variabel). Persaman linier untuk
biaya campuran adalah sebagai berikut : Total biaya = biaya tetap + total biaya variable. Beberapa
contoh yang umum kita kenal sebagai biaya campuran antara lain biaya telepon. Setiap bulan pelanggan
telepon akan membayar biaya tetap berupa biaya abodemen dan biaya variabel berupa biaya pulsa yang
besarnya tergantung jumlah pemakaian.
Dari contoh ilustrasi di atas dapat dikembangkan. Anggaplah bahwa perusahaan tersebut memiliki
tiga agen penjualan, masing-masing mendapatkan gaji sebesar $10.000 per tahun ditambah komisi
sebesar $0,50 untuk setiap potongan yang mereka jual. Aktivitas yang dilakukan adalah penjualan dan
penggerak biaya adalah unit yang terjual. Jika 100.000 potongan terjual, maka total biaya penjualan
adalah $80.000 yang berasal daro jumlah biaya gaji tetap sebesar $30.000 (3 x $10.000) dan biaya
variabel sebesar $50.000 (0,50 x 100.000). Persamaan biaya penjualan untuk perusahaan tersebut
adalah : Total biaya = $30.000 + ($0.50 x unit yang terjual). Jika diformulasikan ke dalam rumus
matematika, maka :
total biaya = biaya tetap + total biaya variable
Y = a + bX
dimana :
Y = Total Biaya Campuran
X = Total Unit Diproduksi/Dibentuk (=aktivitas)
a = Porsi biaya tetap
b = Porsi biaya variabel per unit aktivitas

Grafik Biaya Campuran (Mixed Cost)

Penentuan Pola Perilaku Biaya


Ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan pola perilaku suatu biaya.
1. Pertama, harus dipilih biaya yang akan diselidiki pola perilakunya. Biaya ini merupakan variabel tidak
bebas (dependent variable) dan biasanya dinyatakan dengan simbol y.
2. Kedua, harus dipilih variabel bebas (independent variable), yaitu sesuatu yang menyebabkan biaya
tersebut berfluktuasi. Secara matematis, fungsi tersebut dinyatakan, y = f(x).
3. Ketiga, harus dipilih kisaran kegiatan yang relevan (relevant range of activity), dimana hubungan
antara variabel bebas dan tidak bebas yang dinyatakan dalam fungsi biaya tersebut berlaku.
Time Horizon
Dalam menentukan apakah suatu biaya adalah tetap atau variabel bergantung pada faktor waktu, tetapi
batasan ini bersifat subjektif, tergantung dari prespektif tiap-tiap manajer.
Menurut ekonom, dalam jangka panjang semua biaya merupakan biaya variabel sedangkan dalam
jangka pendek minimal ada satu biaya tetap.
Contoh: perbedaan perspektif manajemen terhadap biaya tenaga kerja, ada yang memandang sebagai
biaya variabel karena dapat memberhentikan dan mempekerjakan karyawan sesuai dengan kenaikan
atau penurunan output. Tetapi ada juga yang dipandang sebagai biaya tetap karena adanya kontrak yang
membuat pihak manajemen tidak bias seenaknya memberhentikan karyawan.