Anda di halaman 1dari 2

POERBORINI DAMAYANTI

21080114130056

Perbedaan Kondisi Pantai Marina Semarang dengan Pantai Morosari,


Sayung, Demak

Pantai Marina dan Pantai Morosari merupakan pantai yang sudah cukup dikenal keberadaannya
oleh masyarakat dan telah cukup lama dijadikan objek wisata. Namun, terdapat beberapa
perbedaan yang dapat ditemukan dari kedua pantai tersebut.

Pertama, Pantai Marina terbentuk karena reklamasi, sebelum direklamasi menjadi perumahan,
pertokoan, dan perkantoran, Pantai Marina merupakan hutan bakau dan tambak dimana air laut
yang berada di sisi timur laut berwarna cokelat saat musim hujan dikarenakan merupakan
wilayah muara sungai Banjir Kanal Barat. Sedangkan di sekitar Pantai Morosari dibangun
fasilitas pendukung seperti warung apoeng morosari, kantor pengelola, bale bengong, toilet
umum, dan lahan parkir sebagai salah satu bentuk pembangunan objek pariwisata berbasis
nasional

Kedua, Pantai Marina memilik beberapa komponen biotik yang berada di lingkungan pantai
antara lain: ganggang, bakau, anemone laut, udang, kepiting, ikan, dan tumbuhan serta
beberapa jenis binatang lainnya. Pada Pantai Morosari, beberapa jenis tumbuhannya adalah
mangrove atau bakau, sedangkan biota air di dominasi oleh jenis ikan gelodok dan kepiting.

Ketiga, aktivitas masyarakat di Pantai Marina sebagian besar yaitu nelayan, memancing,
kegiatan jual beli makanan dan minuman, selain itu terdapat Marina Convention Center sebagai
gedung pertemuan yang membuat Pantai Marina cocok sebagai tempat rekreasi dan menjadi
sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Sedangkan, masyarakat disekitar Pantai
Morosari mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan peternak tambak udang.

Keempat, sekitar 80% wilayah pesisir Pantai Marina dikuasai oleh pihak swasta sehingga
terjadi keleluasaan untuk melakukan reklamasi dan mendirikan bangunan di wilayah pesisir
tanpa batasan. Dampak negatif dari proses reklamasi yang dilakukan secara besar - besaran di
wilayah pesisir Semarang ini, mengakibatkan perubahan arus laut, garis pantai lebih menjorok
ke laut, terjadinya subsidence (penurunan muka tanah) yang setiap tahun hampir mengalami
penurunan sekitar 1 cm. Karena adanya reklamasi secara besar - besaran oleh pihak swasta,
kerusakan ekosistem biota laut yang hidup di wilayah pesisir juga jumlahnya menurun.
Sedangkan permasalahan pada Pantai Morosari yaitu adanya abrasi sehingga terjadi
kemunduran arah daratan, pemukiman terlihat kumuh, dan penurunan kualitas air.
POERBORINI DAMAYANTI
21080114130056