Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)


DI RUANGAN ASTER
RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

Disusun oleh:
Erwin Purwanto, S.Kep 131723143032
Amira Aulia, S.Kep 131723143026
Reny Thaja, S.Kep 131723143060
Amanatul Firdaus, S.Kep 131723143086
Anindita Nayang, S.Kep 131723143090

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Bidang Studi : Keperawatan Medikal Bedah


Topik : Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Subtopik :
1. Pengertian SADARI
2. Waktu yang tepat dalam pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI)
3. Pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
4. Prosedur pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
Tempat : Ruang Aster RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : Rabu, 28 Maret 2018
Jam : Pukul 10.00 – 10.30 WIB
Pelaksana : Ners Muda Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas
Keperawatan Universitas Airlangga dan TIM PKRS RSUD Dr.
Soetomo

A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 30 menit diharapkan
pasien dan keluarga mampu memahami dan mengerti konsep dan pentingnya
SADARI serta dapat mendemonstrasikan prosedur pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) secara mandiri dengan benar dan tepat.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu:
1. Mengetahui pengertian SADARI
2. Mengetahui tujuan dan pentingnya SADARI
3. Mengetahui waktu yang tepat untuk SADARI
4. Mengetahui pentingnya SADARI
5. Mampu mendemonstrasikan prosedur SADARI

B. METODE PENYULUHAN
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya Jawab

C. MEDIA
1. Lembar Balik
2. Leaflet
3. LCD

D. WAKTU DAN TEMPAT


1. Hari : Rabu
2. Tanggal : 28 Maret 2018
3. Jam : 10.00 s/d 10.30 WIB
4. Tempat : Ruang Aster RSUD Dr. Soetomo Surabaya

E. SETTING TEMPAT

Keterangan :
L : Leader F : Fasilitator
M : Moderator O : Observer
P : Peserta
F. PENGORGANISASIAN
1. Moderator : Erwin Purwanto, S.Kep
2. Penyaji : Amira Aulia, S.Kep
3. Fasilitator : Anindita Nayang, S.Kep
Amanatul Firdaus, S.Kep
4. Observer : Reny Th, S.Kep.

G. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 menit Pembukaan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
 Perkenalan mahasiswa  Memperhatikan
 Perkenalan dengan dosen atau CI  Memperhatikan
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan
 Menjelaskan kontrak waktu  Memperhatikan

2 20 menit Penyampaian materi dan diskusi


 Merivew pengetahuan peserta  Menjawab
tentang SADARI
 Pengertian SADARI  Memperhatikan
 Pentingnya pemeriksaan  Memperhatikan
payudara sendiri (SADARI)
 Waktu yang tepat dalam  Memperhatikan
pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI)
 Prosedur pemeriksaan payudara  Memperhatikan
sendiri (SADARI)
 Memberi kesempatan kepada  Bertanya
peserta untuk bertanya
 Menjawab pertanyaan yang  Memperhatikan
diajukan
 Memberikan reinforcement  Memperhatikan
positif atas jawaban yang
diberikan peserta
 Memberikan pertanyaan evaluasi  Menjawab
hasil penyampaian materi
3 5 menit Penutup
 Menyimpulkan dan menutup  Memperhatikan
diskusi
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
H. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan SAP dan materi.
b. Kesiapan media : Lembar Balik, leaflet.
c. Peserta hadir di tempat penyuluhan tepat waktu.
d. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Aster RSUD Dr.
Soetomo Surabaya.
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
d. Suasana penyuluhan tertib.
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan selama
penyuluhan berlangsung.
f. Jumlah pserta yang hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang peserta.
3. Evaluasi Hasil
Peserta dapat:
a. Pasien dapat menyebutkan pengertian SADARI
b. Pasien atau keluarga mampu menyampaikan pentingnya pemeriksaan
payudara sendiri
c. Pasien dapat menyebutkan waktu yang tepat untuk melakukan
SADARI.
d. Pasien dapat mendemonstrasikan prosedur pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) secara mandiri
MATERI PENYULUHAN
PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

A. Pengertian
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pengembangan
kepedulian seseorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri. Tindakan
ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal
penyakit kanker payudara. Kegiatan ini sangat sederhana dan dapat dilakukan
oleh semua wanita tanpa perlu merasa malu kepada pemeriksa, tidak
membutuhkan biaya, dan bagi perempuan yang sibuk hanya perlu menyediakan
waktunya selama kurang lebih lima menit. Dilakukan saat mandi atau pada saat
berbaring. SADARI dilakukan saat seorang wanita telah mengalami menstruasi.
Tingkat sensitivitas untuk mendeteksi kanker adalah sekitar 20%-30% (Nismas,
2011).

B. Tujuan dan Pentingnya Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)


SADARI dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Setiap wanita memiliki perbedaan dari rasa dan juga penampakan
payudaranya. Melalui pemeriksaan payudara sendiri seorang wanita akan
familiar dengan bentuk dan penampakan payudaranya, sehingga ketika
terdapat perubahan maka dapat disadari lebih cepat dan mendapatkan
penanganan lebih cepat
2. SADARI hanya mendeteksi secara dini kanker payudara, bukan untuk
mencegah kanker payudara. Dengan adanya deteksi dini maka kanker
payudara dapat terdeteksi pada stadium awal sehingga pengobatan dini akan
memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara.
3. Menurunkan angka kematian penderita karena kanker yang ditemukan pada
stadium awal akan memberikan harapan hidup lebih lama
Saat ini, kanker payudara menempati posisi kedua dalam angka
kejadiannya sendiri dalam tataran penyakit kanker yang mematikan. Menurut
Saleh (2009), organisasi penanggulangan kanker sedunia (UICC) maupun
WHO memprediksi angka kejadian kanker payudara naik 80% pada tahun 2030,
khususnya 70% terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia, sedangkan
menurut data dari Departemen Kesehatan terdapat satu penderita kanker
payudara di antara 1000 penduduk di Indonesia. Diestimasikan terdapat
200.000 pasien baru kanker payudara setiap tahun, dimana sebanyak 60%-70%
dari jumlah tersebut memerlukan terapi radiasi, sedangkan menurut data dari
Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2005 kasus kanker payudara
sebanyak 749 kasus (19,62%).
Karena banyak kanker payudara terdeteksi oleh wanita itu sendiri,
penyuluhan pada setiap wanita diprioritaskan mengenai bagaimana dan kapan
melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) (Smeltzer dan Bare,
2010). SADARI yaitu pemeriksaan yang mudah dilakukan oleh setiap wanita
untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan payudara lainnya.. Tujuan utama
SADARI adalah menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya
menjadi lebih baik.
Ternyata 75-82% keganasan payudara ditemukan pada saat dilakukan
pemeriksaan payudara sendiri (Anonim dalam Dalimartha, 2004). Diperkirakan
hanya 25%-30% wanita yang melakukan SADARI dengan baik dan teratur
setiap bulannya. Wanita yang lebih muda, yang mungkin mempunyai benjolan
normal pada payudara mereka, ternyata kesulitan dalam melakukan SADARI.
Bahkan wanita yang melakukannya mungkin menunda mencari bantuan medis
karena ketakutan, faktor ekonomi, kurang pendidikan, enggan untuk bertindak
jika tidak merasa nyeri, faktor psikologis, dan kesopanan. Sehingga diharapkan
dengan disosialisasikannya program SADARI ini, dapat mendeteksi secara dini
penyakit kanker payudara, dengan harapan dapat ditangani secepat mungkin
(Brunner dan Suddarth, 2001).

C. Waktu Yang Tepat Pelaksanaan SADARI


Menurut Long yang dikutip oleh Nisman (2011) wanita yang
dianjurkan melakukan SADARI atau Breast Self Examination (BSE) dan saran
waktu pelaksanaa SADARI adalah sebagai berikut :
Wanita usia subur : 7 – 8 hari setelah menstruasi, setiap wanita berusia
diatas 20 tahun perlu melakukan SADARI setiap bulan, wanita yang beresiko
tinggi sebelum mencapai usia 50 tahun perlu melakukan mammografi setiap
tahun, pemeriksaan payudara oleh dokter setiap 2 tahun, wanita yang berusia
antara 40-49 tahun melakukan pemeriksaan payudara pada dokter dan
mammografi setiap 1-2 tahun, sedangkan wanita yang berusia diatas 50 tahun
melakukan pemeriksaan payudara pada dokter dan mamografi setiap tahun.
Sedangkan menurut Breast Cancer Screening Center (2012) :
1. Periksan payudara anda setiap satu kali sebulan ketika payudara teraba
paling lembut (5 – 10 hari setelah hari pertama menstruasi)
2. Jika sudah memasuki masa mopause, pilih 1 hari di setiap bulan yang mudah
anda ingat untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri
3. Jika sedang dalam masa menyusui, kosongkan payudara terlebih dahulu
4. Segera hubungi dokter atau perawat ketika terdapat perbedaan
(sebagian bedar perubahan bukan merupakan kangker, namun lakukan
check up untuk memastikan)
Terdapat 3 Tes Screening Kanker Payudara yang disarankan, yakni:
1. Pemeriksaan payudara oleh dokter / petugas kesehatan
a. Usia 20 – 40 tahun : Setiap 3 tahun sekali
b. Usia 40 tahun keatas : setiap tahun
2. Mammogram : usia 40 – 69 tahun : setiap 1 atau 2 tahun
3. Pemeriksaan Payudara Sendiri : sejak usia 20 tahun ke atas : setiap bulan

D. Prosedur Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)


1. Langkah pertama:

a. Berdirilah di depan cermin


b. Periksa payudara terhadap segala sesuatu yang tidak lazim
c. Perhatikan adanya rabas dari puting susu, keriput, dimpling, atau kulit
yang mengelupas
Dua tahap berikut ini dilakukan untuk memeriksa
segala perubahan dalam kontur payudara anda. Ketika anda
melakukannya, anda harus mampu untuk merasakan otot-
otot anda menegang.
2. Langkah kedua:
a. Perhatikan dengan baik di depan cermin ketika melipat
tangan di belakang kepala dan menekan tangan ke arah
depan
b. Perhatikan setiap perubahan kontur dari payudara

3. Langkah ketiga:
a. Tangan ditekan dengan kuat pada pinggang dan agak
membungkuk ke arah cermin sambil menarik bahu ke
arah depan
b. Perhatikan setiap perubahan pada kontur payudara
Beberapa wanita melakukan bagian pemeriksaan berikut
ketika sedang mandi dengan shower. Jari-jari anda akan
meluncur dengan mudah di atas kulit yang bersabun,
sehingga anda dapat berkonsentrasi dan merasakan
terhadap setiap perubahan di dalam payudara
4. Langkah keempat:

a. Angkat lengan kiri


b. Gunakan 3 atau 4 jari tangan kanan
untuk meraba payudara kiri dengan
kuat, hati-hati, dan menyeluruh
c. Mulailah pada tepi terluar, tekan
bagian datar dan jari tangan dalam
lingkaran kecil, bergerak melingkar
dengan lambat di sekitar payudara
d. Secara bertahap lakukan ke arah
puting susu
e. Pastikanlah untuk melakukannya pada seluruh payudara
f. Beri perhatian khusus pada area di antara payudara dan di bawah lengan,
termasuk bagian bawah lengan itu sendiri
g. Rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak lazim di bawah kulit

5. Langkah kelima:
a. Dengan perlahan remas puting susu dan perhatikan
terhadap adanya rabas
b. Jika rabas dikeluarkan dari puting susu selama se-
bulan yang terjadi ketika sedang atau tidak melakukan
SADARI- temuilah dokter
c. Ulangi pemeriksaan pada payudara kanan
6. Langkah keenam:

a. Langkah 4 dan 5 harus diulangi dengan posisi berbaring


b. Berbaringlah mendatar telentang dengan tangan kiri di bawah kepala dan
sebuah bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri (posisi ini akan
mendatarkan payudara dan memudahkan untuk memeriksa)
c. Gunakan gerakan sirkuler yang sama seperti diuraikan di atas
d. Ulangi pada payudara kanan
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. http://bilongtuyu.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-sadari.html.


Diakses pada tanggal 26 Maret 2018 pukul 15.30
Breast Cancer screening canter. 2012. Breast Self Examination. Patien and Family
Education Comitte: Hamad Medical Corporation.
Nismas, W. A. 2011. Lima Menit Kenali Payudara Anda. Yogyakarta: CV. Andi
Offset
Smeltzer S. C & Bare B.G. 2010. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Suddart. Ed: 6. Jakarta; EGC
Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan Edisi 4. Jakarta: EGC