Anda di halaman 1dari 5

Tata Upacara Api Unggun

Persiapan :

 Semua peserta sudah berkumpul membentuk lingkaran besar mengitari kayu api unggun
 Petugas : Pembawa Acara, Sesepuh Upacara, Pemimpin Upacara, Pembawa Obor Utama,
Pembawa Obor Dasa Darma, Petugas Do'a - telah siap.
 Semua perlengkapan upacara telah dicek dalam keadaan lengkap serta siap digunakan.

Pelaksanaan
Pembawa Acara Pramuka Putra & Putri :
"Assalamualaikum warokhmatullahi wabarakatuh ..."
"Salam Sejahtera bagi kita semua ..."
"Salam Pramuka ...."

Pembawa Acara Pramuka Putra :


"Di malam yang hening dan sunyi, kita berkumpul membentuk lingkaran ..."

Pembawa Acara Pramuka Putri :


"Mempererat rasa persaudaraan, agar rasa kasih sayang yang ada tetap terpatri di hati ..."

Pembawa Acara Putra :


"Kita sering kehilangan arah, agar kita tak tertusuk panah, maka kita perlu Pemimpin Upacara ...
"

Pemimpin Upacara :
Pemimpin upacara memasuki arena api unggun

Pembawa Acara Putri :


"Kapal sudah tertambat di dermaga makna, lalu kita lempar sauh agar mudah tuk berlabuh ..."

Pembawa Acara Putra :


"Kami takkan bisa hidup sendiri, kami bisa berbuat untuk Gerakan Pramuka, tak kan sempurna
bila kami tak dibantu Kakak Pembina ..."

Pembawa Acara Putri :


"Jemputlah Kakak yang telah banyak membantu kita, untuk hadir di tengah-tengah kita, agar kita
tenang dalam melakukan kegiatan ..."

Pemimpin Upacara :
Pemimpin upacara menjemput Kakak Pembina - Kakak Pembina menempatkan diri di tempat
yang ditentukak, Pemimpin Upacara menempatkan diri di tempat semula menghadap Kakak
Pembina.

Pembawa Acara Putra :


"Malam ini kita berkumpul untuk melaksanakan Upacara Api Unggun ..."

Pembawa Acara Putri :


"Yang diawali degan penghormatan kepada Kakak Pembina selaku Sesepuh Upacara oleh
Pemimpin Upacara ..."

Pemimpin Upacara :
Memimpin Penghormatan kepada sesepuh upacara dan laporan pemimpin upacara :

Pembawa Acara Putra :


"Kita terkadang hanya bisa mengucapkan, namun sering kita tak menghayati ..."

Pembawa Acara Putri :


"Apa lagi mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam Dasa Darma, cobalah renungkan ..."

Pembawa Acara Putra :


"Bagaimana bisa kita menjadi panutan, sedangkan kita sendiri tak pernah berbuat ..."

Pembawa Acara Putri :


"Kita masuki acara pokok api unggun ini, dengan penyalaan obor utama, yang diikuti dengan
api-api Dasa Darma ..."

Petugas Pembawa Obor Utama :


Petugas pembawa obor memasuki arena api unggun di tempat yang ditentukan.

Pembawa Acara Putra :


"Pembakaran Api Unggun diawali oleh sesepuh upacara ..."

Pembawa Acara Putri :


"Dan dilanjutkan dengan pengucapan moto Gerakan Pramuka ..."

Prosesi Pembakaran Api Unggun :


(Prosesei "pembakaran api unggun" sangat beragam versinya, tergantung pada kreasi Kakak
Pembina dan juga para Peserta Didik. Tentunya, makin kreatif akan makin berkesan).

Contoh prosesi 1 :

 Petugas menyerahkan Obor Utama kepada Sesepuh Upacara.


 Sesepuh Upacara menyalakan obor Dasa Darma - di mulai dari Petugas Pengucap Dasa
Darma kesatu.
 Setelah obor menyala - petugas pengucap Dasa Darma kesatu mengangkat obornya dan
dengan lantang mengucapkan darma ke satu, kemudia menyalakan obor pengucap darma
kedua.
 Setelah obor kedua menyala, petugas pengucap Dasa Darma kedua mengangkat obornya
dan dengan lantang mengucapkan darma ke dua, kemudia menyalakan obor pengucap
darma ketiga, dst hingga10 obor Dasa Darma menyala semua.
 Setelah 10 Obor Dasa Darma menyala - maka dilanjutkan dengan pengucapada moto
Gerakan Pramuka "SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “
 Sesepuh Upacara maju menyalakan api unggun dengan obor utama, kemudian
dilanjutkan dengan ke 10 obor dasar darma yang maju bersama-sama menyalakan api
unggun.
 Setelah api menyala - semua kembali ke tempat masing-masing.

Contoh prosesi 2 :

 Di dalam unggunan kayu digantungkan bensin di dalam plastik, dan dibawahnya diberi
triplek yang berpaku, tali gantungan adalah sebuah senar yang agak tebal dan
dihubungkan ke sesepuh upacara)
 Petugas menyerahkan Obor Utama kepada Sesepuh Upacara
 Petugas obor Dasa Darma no.1 dan no. 10 maju menghadap Sesepuh Upacara untuk
menyalakan obor
 Setelah obor menyala, petugas kembali ke tempat semula, dan dilanjutkan dengan
penyalaan obor dari no. 1 ke no. 2 dan dari no 10 ke no. 9, selanjutnya dari no. 2 ke no. 3
dan no. 9 ke no. 8, dan seterusnya
 Setelah menyala semua, selanjutnya mengucapkan Dasa Darma Pramuka di mulai dari
no. 1 dan seterusnya sampai ke no. 10
 Sesepuh Upacara dan Petugas obor Dasa Darma serentak mengucapkan Motto Gerakan
Pramuka: “SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN”, setelah itu
Sesepuh Upacara membakar tali senar yg telah disediakan dengan menggunakan obor
utama di tempat Sesepuh Upacara berdiri (bisa juga menggunakan alat media lain,
misalnya kendi yang dipukul)
 Petugas obor Dasa Darma meletakkan obornya di tempat dia berdiri (tonggak telah
disediakan), selanjutnya Petugas keluar dari lingkaran dan bergabung dengan peserta
lainnya ke dalam lingkaran

Pembawa Acara Putra :


"Api-api Dasa Darma Gugahlah hati kami, agar kami dapat menghayati dan mengamalkan nilai
luhur Dasa Darma ..."

Pembawa Acara Putri :


"Berilah kami semangat seperti kobaran Dasa Darma"

Pembawa Acara Putra :


"Api semangat akan membakar, gairah mudahmu yang menggebu, tonggak telah terpancang,
lanjutkan perjuangan ..."

Pembawa Acara Putri :


"Tanpa kenal putus asa, kita akan mengatur langkah, membuka kata tanpa makna, tuk taklukan
dunia fana ...:

Pembawa Acara Putra :


"Kakak jangan tinggalkan kami, karena kami bukanlah apa-apa, banyak yang harus kami
lakukan, tapi tanpa bimbinganmu tak ada yang dapat kami perbuat ..."

Pembawa Acara Putri :


"Kakak ... Kami masih butuh petuahmu, yang dapat menggugah kami untuk berbuat, untuk itu
marilah kita dengarkan amanat sesepuh upacara ..."

Sesepuh Upacara
Amanat sesepuh upacara

Pembawa Acara Putra :


"Dikala suka terkadang kami lupa, dikala kami berduka selalu menyebut nama Mu ..."

Pembawa Acara Putri :


"Tuhan Bimbinglah kami agar tetap di jalan MU. Untuk itu marilah kita panjatkan doa ..."

Petugas Doa :
Memimpin dan membacakan doa.

Pembawa Acara Putra :


"Ada pertemuan ada perpisahan, ada awal ada akhirnya ..."

Pembawa Acara Putri :


"Tapi kami ingin akhir dari acara api unggun ini, bukan akhir dari pengabdian kami pada
Gerakan Pramuka ..."

Pembawa Acara Putra :


"Kita telah melaksanakan acara pokok api unggun, dan untuk menandai berakhirnya acara ini,
kita dengarkan laporan Pemimpin Upacara yang dilanjutkan dengan penghormatan kepada
Sesepuh Upacara ..."

Pempimpin Upacara :
Laporan pemimpin upacara dan penghormatan kepada Sesepuh Upacara

Pembawa Acara Putri :


"Kakak sesepuh upacara dapat meninggalkan arena Api Unggun, namun kami masih
mengharapkan kehadiran Kakak untuk tetap dalam lingkaran persaudaraan walaupun acara
pokok telah selesai ..."

Pembawa Acara Putra & Putri :


"Acara penyalaan api unggun telah selesai. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan
limpahan taufik dan hidayah kepada kita semua. Amin ya robbal alamin. Terimakasih.
Wassalamualaikum warokhmatullahi wabarokatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Salam
Pramuka ..."

Catatan :
 Upacara penyalaan api unggun selesai, dilanjutkan dengan acara atraksi yang biasanya
dipimpin oleh Pembawa Acara yang lain.
 Contoh naskah di atas hanya untuk upacara api unggun, bukan untuk upacara-upacara
resmi. Untuk upacara resmi tetap mengacu kepada paraturan yang berlaku.

Lihat Entri/Topik Terkait


Api Unggun sebagai media pendidikan kepramukaan

Sumber :
Naskah di atas ditulis oleh Ayah Absar (Pelatih) atau Kak Abdullah Sarie Kapusdiklatcab
Gerakan Pramuka Kota Jambi, untuk keperluan KML 2000/KOTA JAMBI.

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook


Newer Post Older Post Home

Anda mungkin juga menyukai