Anda di halaman 1dari 1

Farmakodinamik

Alprazolam merupakan derivat triazolo benzodiazepin dengan efek cepat dan sifat umum yang
mirip dengan diazepam. Alprazolam merupakan anti ansietas dan anti panik yang efektif.
Mekanisme kerjanya yang pasti belum diketahui. Efek tersebut diduga disebabkan oleh ikatan
alprazolam dengan reseptor-reseptor spesifik yang terdapat pada susunan saraf pusat. Secara
klinis, semua senyawa benzodiazepin menyebabkan depresi susunan saraf pusat yang bervariasi
tergantung pada dosis yang diberikan.

Farmakokinetik
Pada pemberian secara oral, alprazolam diabsorpsi dengan baik dan absorpsinya tidak
dipengaruhi oleh makanan sehingga dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Konsentrasi
puncak dalam darah dicapai dalam waktu 1 - 2 jam setelah pemberian oral dengan waktu paruh
eliminasinya adalah 12 - 15 jam. Waktu paruh ini berbeda-beda untuk pasien usia lanjut (16,3
jam), orang dewasa sehat (11 jam), pasien dengan gangguan fungsi hati (antara 5,8 - 65,3 jam)
serta pada pasien dengan masalah obesitas (9,9 - 40,4 jam). Sekitar 70 - 80% alprazolam terikat
oleh protein plasma. Alprazolam mengalami metabolisme di hati menjadi metabolit aktifnya dan
metabolit lainnya yang tidak aktif. Metabolit aktif ini memiliki kekuatan 1 kali dibandingkan
dengan alprazolam, tetapi waktu paruh metabolit ini hampir sama dengan alprazolam. Ekskresi
alprazolam sebagian besar melalui urin, sebagian melalui ASI dan dapat melalui sawar plasenta.

Katzung, B.G., Masters, S.B. dan Trevor, A.J., 2014, Farmakologi Dasar & Klinik, Vol.2, Edisi
12, Editor Bahasa Indonesia Ricky Soeharsono et al., Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.