Anda di halaman 1dari 6

Modul Getaran Mekanik

PERTEMUAN 5 :

GERAK HARMONIK SISTEM PEGAS

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengertian getaran mekanis dan manfaatnya. Setelah pembelajaran ini, Anda harus mampu :

1.1. Menghitung periode dan frekuensi sistem pegas.

1.2. Menghitung konstanta pegas seri dan paralel.

B. URAIAN MATERI

Tujuan Pembelajaran 1.1:

Periode dan Frekuensi Sistem Pegas

Pada dasarnya, gerak harmonik merupakan gerak melingkar beraturan pada salah satu sumbu utama. Oleh karena itu, periode dan frekuensi pada pegas dapat dihitung dengan menyamakan antara gaya pemulih (F= -kX) dan gaya sentripetal gerak melingkar :

gaya pemulih (F= -kX) dan gaya sentripetal gerak melingkar : Keterangan: T = Perioda (s) m
gaya pemulih (F= -kX) dan gaya sentripetal gerak melingkar : Keterangan: T = Perioda (s) m
gaya pemulih (F= -kX) dan gaya sentripetal gerak melingkar : Keterangan: T = Perioda (s) m

Keterangan:

T = Perioda (s) m = massa beban (kg)

S1 Teknik Mesin Universitas Pamulang

1

Modul Getaran Mekanik

k = konstanta pegas (N/m) Periode dan frekuensi sistem beban pegas hanya bergantung pada massa dan konstanta gaya pegas. Pada pegas perioda dipengaruhi oleh massa beban dan nilai konstanta pegas. Semakin besar massa beban maka makin besar nilai periodanya. Beda halnya dengan konstanta pegas, semakin besar konstanta pegas maka makin kecil nilai periodanya.

besar konstanta pegas maka makin kecil nilai periodanya. Gambar 5.1. Gerak harmonik pada pegas Tujuan Pembelajaran

Gambar 5.1. Gerak harmonik pada pegas

Tujuan Pembelajaran 1.2:

Gaya pemulih sistem pegas

Gaya pemulih dimiliki oleh setiap benda elastis yang terkena gaya sehingga benda elastis tersebut berubah bentuk. Gaya yang timbul pada benda elastis untuk menarik kembali benda yang melekat padanya atau gaya yang dilakukan pegas untuk mengembalikan benda pada posisi keseimbangan di sebut gaya pemulih. Pegas adalah salah satu contoh benda elastis. Oleh sifat elastisnya ini, suatu pegas yang diberi gaya tekan atau gaya regang akan kembali pada keadaan setimbangnya mula- mula apabila gaya yang bekerja padanya dihilangkan. Gaya

S1 Teknik Mesin Universitas Pamulang

2

Modul Getaran Mekanik

pemulih pada pegas banyak dimanfaatkan dalam bidang teknik dan kehidupan sehari- hari. Misalnya di dalam shockbreaker dan springbed. Sebuah pegas

berfungsi meredam getaran saat roda kendaraan melewati jalan yang tidak rata. Pegas - pegas yang tersusun di dalam springbed akan memberikan kenyamanan saat orang tidur. Jika gaya yang bekerja pada sebuah pegas dihilangkan, pegas tersebut akan kembali pada keadaan semula. Robert Hooke, ilmuwan berkebangsaan Inggris menyimpulkan bahwa sifat elastis pegas tersebut ada batasnya dan besar gaya pegas sebanding dengan pertambahan panjang pegas. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa besar gaya pegas pemulih sebanding dengan pertambahan panjang pegas. Secara matematis, dapat dituliskan sebagai :

F = − k Δ

x

dengan k = tetapan pegas (N / m). Tanda (-) diberikan karena arah gaya pemulih pada pegas berlawanan dengan arah gerak pegas tersebut.

pada pegas berlawanan dengan arah gerak pegas tersebut. Gambar 5.2. Gerak benda pada lantai licin dan

Gambar 5.2. Gerak benda pada lantai licin dan terikat pada pegas untuk posisi normal (a), teregang (b), dan tertekan (c).

Tujuan Pembelajaran 1.2:

S1 Teknik Mesin Universitas Pamulang

3

Modul Getaran Mekanik

Konstanta pegas susunan seri dan paralel.

Konstanta pegas dapat berubah nilainya, apabila pegas-pegas tersebut disusun menjadi rangkaian. Besar konstanta total rangkaian pegas bergantung pada jenis rangkaian pegas, yaitu rangkaian pegas seri atau paralel.

Seri / Deret Gaya yang bekerja pada setiap pegas adalah sebesar F, sehingga pegas akan mengalami pertambahan panjang sebesar Δx1 dan Δx2. Secara umum, konstanta total pegas yang disusun seri dinyatakan dengan persamaan :

total pegas yang disusun seri dinyatakan dengan persamaan : dengan kn = konstanta pegas ke -

dengan kn = konstanta pegas ke - n. atau dapat disederhanakan dalam bentuk :

pegas ke - n. atau dapat disederhanakan dalam bentuk : Paralel Jika rangkaian pegas ditarik dengan

Paralel Jika rangkaian pegas ditarik dengan gaya sebesar F, setiap pegas akan mengalami gaya tarik sebesar F1 dan F2 dan pertambahan panjang x1 dan x2. Secara umum, konstanta total pegas yang dirangkai paralel dinyatakan dengan persamaan :

ktotal = k1 + k2 + k3 +

+ kn,

dengan kn = konstanta pegas ke - n. atau dapat disederhanakan dalam bentuk :

Contoh :

kn = konstanta pegas ke - n. atau dapat disederhanakan dalam bentuk : Contoh : S1

S1 Teknik Mesin Universitas Pamulang

4

Modul Getaran Mekanik

Modul Getaran Mekanik C. 1. 2. C. SOAL LATIHAN/TUGAS SOAL LATIHAN/TUGAS 1. Sebuah bandul sederhana memilki

C.

1.

2.

C.

SOAL LATIHAN/TUGAS

Modul Getaran Mekanik C. 1. 2. C. SOAL LATIHAN/TUGAS SOAL LATIHAN/TUGAS 1. Sebuah bandul sederhana memilki
Modul Getaran Mekanik C. 1. 2. C. SOAL LATIHAN/TUGAS SOAL LATIHAN/TUGAS 1. Sebuah bandul sederhana memilki

SOAL LATIHAN/TUGAS

1. Sebuah bandul sederhana memilki panjang tali 40 cm dan percepatan gravitasi 10 m/s 2 . Berapakah perioda dan frekuensi bandul tersebut?

D. DAFTAR PUSTAKA

Buku

S1 Teknik Mesin Universitas Pamulang

5

Modul Getaran Mekanik

Alan S. Morris, Reza Langar. 2012. Measurement and Instrumentation: Theory and Application. Elsevier. California. Ogata, K. 2010. Modern Control Engineering. New York. Prentice Hall. W. Bolton. 2006. Programmable Logic Controllers. 4th Ed. Newnes. Oxford. L.A. Bryan. E.A. Bryan. 1997. Programmable Controllers: Theory and Implementation. Second Edition.Industrial Text Company.Georgia USA. Norman S Nise. 2011. Control Systems Engineering. 6th Ed. John Wiley & Sons, Inc.

GLOSARIUM Sistem mekanik translasi adalah sistem mekanik yang terdiri dari massa, peredam dan pegas. Massa dan pegas merupakan elemen penyimpan energi, sedangkan peredam merupakan pelepas energi. Sistem ini analogi dengan sistem RLC dimana kapasitor dan induktor sebagai penyimpan energi sedangkan resistor sebagai pelepas energi.

DAFTAR PUSTAKA

Alan S. Morris, Reza Langar. 2012. Measurement and Instrumentation: Theory and Application. Elsevier. California. Ogata, K. 2010. Modern Control Engineering. New York. Prentice Hall. W. Bolton. 2006. Programmable Logic Controllers. 4th Ed. Newnes. Oxford. L.A. Bryan. E.A. Bryan. 1997. Programmable Controllers: Theory and Implementation. Second Edition.Industrial Text Company.Georgia USA. Norman S Nise. 2011. Control Systems Engineering. 6th Ed. John Wiley & Sons, Inc.

S1 Teknik Mesin Universitas Pamulang

6