Anda di halaman 1dari 2

Nur Rahmawati Ramadhani

161710101109
Kelompok 6

Satu Pintu Pengawasan Keamanan Pangan

Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan dan


Minuman merasa kebingungan dan sulit melakukan koordinasi mengenai
keamanan pangan karena selama ini wewenang dan kebijakan keamanan pangan
tersebar di banyak kementerian dan lembaga. Misalnya seperti BPOM (Badan
Pengawasan Obat dan Makanan) yang hanya bertugas mengawasi sebagian kecil
dari pengawasan keamanan pangan yakni pangan olahan menengah hingga besar
dan beresiko tinggi. Sedangkan pengawasan untuk makanan olahan dari usaha
kecil, hasil produksi rumah tangga berada di dinas kesehatan padahal dinas
kesehatan berada di bawah pengawasan pemerintah daerah bukan di bawah
BPOM. Apabila suatu waktu terdapat masalah terkait keamanan pangan BPOM
hanya memeliki kewenangan terbatas. Umumnya kasus tersebut dilimpahkan ke
kepolisian kemudian masuk ke pengadilan dan hanya diberikan hukuman
percobaan.

Oleh karena itu dibutuhkan suatu koordinasi yang dapat mengatur


keamanan pangan dan memiliki kekuatan hukum yang tetap sehingga pengawasan
keamanan dapat terlaksana dengan baik dan tidak membingungkan pihak
pengusaha makanan dan minuman. Salah satu solusi yang akan diterapkan yaitu
pembuatan regulasi yang memiliki kekuatan hukum, saat ini masih dalam bentuk
rancangan undang-undang (RUU) obat dan makanan yang telah masuk dalam
PROLEGNAS 2018 (Program Legislasi Nasional).

Undang-undang ini nantinya dapat memperbaiki tata kelola obat,


makanan, dan kosmetika serta memperjelas kewenangan BPOM dan Kementerian
Kesehatan dalam hal pengawasan dan distribusi obat dan makanan di Indonesia.
Saat ini BPOM seakan menjadi subordinat dari Kementerian Kesehatan padahal
BPOM adalah lembaga negara yang memiliki fungsi penting dan strategis dalam
perlindungan masyarakat yang memastikan seluruh makanan, obat, dan kosmetika
yang beredar di masyarakat sehat dan baik untuk di konsumsi namun dasar hukum
yang menjadi payung hukumnya masih setingkat perpres. Oleh karena itu
kewenangan BPOM perlu diperluas sampai penindakan namun tidak tumpang
tindih dengan kepolisian.

Keamanan pangan merupakan hal krusial yang harus menjadi perhatian


utama pemerintah karena kesehatan masyarakat bergantung dari makanan dan
minuman yang dikonsumsinya. Agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab
perlu dipusatkan kepada salah satu badan yang dibentuk khusus untuk menangani
dan mengawasi masalah keamanan pangan. Pengembalian BPOM sebagai satu-
satunya badan yang bertanggung jawab mengenai masalah keamanan pangan
menjadi solusi utama yang diharapkan agar terlaksanannya pengawasan keamanan
pangan menjadi efektif.