Anda di halaman 1dari 12

Perkembangana Mekanika Setiap Periode

19.46 Fitriana Nur


A. MEKANIKA
Dalam perkembangannya, mekanika dibagi dalam menjadi dua yaitu mekanika klasik
dan mekanika kuantum.
A. PERKEMBANGAN MEKANIKA KLASIK
Perkembangan mekanika klasik didasarkan pada perkembangan sejarah fisika, yaitu :
Periode I ( Pra Sains ... sampai dengan 1550 M )
1. Aristoteles ( 384-332 SM )
Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Ayahnya seorang ahli
fisika kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi
Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia.
Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan
"pengetahuan praktis".Aristoteles merupakan orang pertama pada periode ini yang
mengemukakan cabang mekanika yang berurusan dengan hubungan timbal balik antara
gerak dan gaya yaitu bidang dinamika. Ia mengemukakan suatu argumen tentang sifat
bawaan dari berbagai benda yang memberikan alasan untuk berbagai sifat tersebut dalam
daya intrinsik khusus dari benda itu sendiri.
Aristoteles membedakan dua jenis gerak yaitu gerak alamiah (pure motion) dan gerak
paksa (violent motion). Menurutnya tiap unsur memiliki “tempat alamiah” di alam semesta
ini seperti di pusat bumi yang dikelilingi oleh air udara dan api. Dengan cara serupa, tiap
unsur memiliki suatu gerak alamiah untuk bergerak kearah tempat alamiahnya jika ia tidak
ada di sana. Umumnya, bumi dan air memiliki sifat berat, yaitu cenderung bergerak ke
bawah, sementara udara dan api memiliki sifat levitasi, yaitu cenderung bergerak ke atas.
Gerak alamiah ether adalah melingkar, dan ether selalu dalam tempat alamiahnya.Gerak
paksa disebabkan oleh gaya luar yang dikenakan dan boleh ke sembarang arah. Gerak
tersebut akan berhenti segera setelah gaya dihilangkan. Salah satu kekurangan dinamika
Aristoteles adalah bahwa kecepatan sebuah benda akan menjadi tak hingga jika tak ada
resistansi terhadap geraknya. Adalah sukar sekali bagi para penganut aliran Aristoteles
(Aristotelian) untuk membayangkan gerak tanpa resistansi.

2. Archimedes (287-212 SM)


Archimedes ilmuwan Yunani abad ke-3 SM. Archimedes adalah seorang arsitokrat.
Archimedes adalah anak astronom Pheidias yang lahir di Syracuse, koloni Yunani yang
sekarang dikenal dengan nama Sisilia. Membicarakan Archimedes tidaklah lengkap tanpa
kisah insiden penemuannya saat dia mandi. Saat itu dia menemukan bahwa hilangnya berat
tubuh sama dengan berat air yang dipindahkan. Cabang lain mekanika adalah statika.Ia
merupakan studi benda-benda diam karena kombinasi berbagai gaya. Perintis bidang ini
adalah Archimedes..”Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan
eksperiman. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.
3. Eratoshenes (273 – 192 SM)
Eratoshenes melakukan penghitungan diameter bumi pada tahun 230 SM. Dia
menengarai bahwa kota Syene di Mesir terletak di equator, dimana matahari bersinar vertikal
tepat di atas sumur pada hari pertama musim panas. Eratoshenes mengamati fenomena ini
tidak dari rumahnya, dia menyimpulkan bahwa matahari tidak akan pernah mencapai zenith
di atas rumahnya di Alexandria yang berjarak 7° dari Syene. Jarak Alexandria dan Syene
adalah 7/360 atau 1/50 dari lingkaran bumi yang dianggap lingkaran penuh adalah 360°.Jarak
antara Syene sampai Alexandria +/- 5000 stade. Dengan dasar itu dibut prakiraan bahwa
diameter bumi berkisar: 50x5000 stade = 25.000stade = 42.000Km.
Pengukuran tentang diameter bumi diketahui adalah 40.000 km. Ternyata, astronomer jaman
kuno juga tidak kalah cerdasnya, dengan deviasi kurang dari 5%.

Periode II ( Awal Sains 1550-1800 M )


1. Galileo ( 1564 M - 1642 M)
Ilmuwan Itali besar ini mungkin lebih bertanggung jawab terhadap perkembangan
metode ilmiah dari siapa pun juga.Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh
lebih cepat ketimbang benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai
menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini.Tetapi, Galileo memutuskan
mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa
Aristoteles keliru.
Yang benar adalah, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali
sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman
(inersia).Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung
menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah
kekuatan agar terus bergerak.Tetapi percobaan-percobaanGalileo membuktikan bahwa
anggapan itu keliru.Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat
dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas.Analisis Galileo mencapai
resolusi akhir dari masalah gerak peluru.
2. Descartes ( 1596 M – 1661 M )
Rene Descartes lahir Di desa La Haye tahun 1596, filosof, ilmuwan, matematikus
Perancis yang tersohor abad 17.Waktu mudanya dia sekolah Yesuit, College La Fleche.
Hukum Gerak Descartes terdiri atas dua bagian, dan memprediksi hasil dari benturan antar
dua massa:
a. bila dua benda memiliki massa dan kecepatan yang sama sebelum terjadinya benturan, maka
keduanya akan terpantul karena tumbukkan, dan akan mendapatkan kecepatan yang sama
dengan sebelumnya.
b. bila dua benda memiliki massa yang sama, maka karena tumbukkan tersebut, benda yang
memiliki massa yang lebih kecil akan terpantul dan menghasilkan kecepatan yang sama
dengan yang memiliki massa yang lebih besar. Sementara, kecepatan dari benda yang
bermassa lebih besar tidak akan berubah.
Descartes telah memunculkan hukum ini berdasarkan pada perhitungan simetris dan suatu
gagasan bahwa sesuatu harus ditinjau dari proses tumbukkan.
Sayangnya, gagasan Descartes memiliki kekurangan yang sama dengan gagasan
Aristoteles yaitu masalah diskontinuitas.Descartes menerima prinsip Galileo bahwa benda-
benda cenderung untuk bergerak dalam garis lurus, dia beranggapan bahwa tidak pernah ada
sembarang ruang kosong ke dalam mana sebuah benda dapat bergerak.maka konsekuensinya
adalah satu-satunya gerak yang mungkin adalah rotasi dari suatu kumpulan partikel-partikel..
Pengaruh besar lain dari konsepsi Descartes adalah tentang fisik alam semesta. Dia
yakin, seluruh alam kecuali Tuhan dan jiwa manusia bekerja secara mekanis, dan karena itu
semua peristiwa alami dapat dijelaskan secara dan dari sebab-musabab mekanis.Atas dasar
ini dia menolak anggapan-anggapan astrologi, magis dan lain-lain ketahayulan.
Descartes mendefinisikan momentum sebagai perkalian massa dan kecepatan, mv.
Ini tidak sepunuhnya benar kecuali “kecepatan” diperlakukan sebagai sebuah vektor yaitu
suatu besaran yang memiliki arah tertentu di dalam ruang sehingga kecepatan-kecepatan yang
sama dalam arah belawanan akan saling menghilangkan.
3. Torricelli (1608 M – 1647 M) dan
Evangelista Torricelli (1608-1647), fisikawanItalia kelahiran Faenza dan belajar di
Sapienza CollegeRoma. Ia menjadi sekretaris Galileo selama 3 bulan sampai Galileo wafat.
Pada tahun 1643 ia menetapkan tentang tekanan atmosfer dan menemukan alat untuk
mengukurnya, yaitu barometer.
Pada tahun 1643, Torricelli membuat eksperimen sederhana, yang dinamakan
Torricelli Experiment, yaitu ia menggunakan sebuah tabung kaca kuat dengan panjang kira-
kira 1 m dan salah satu ujungnya tertutup. Dengan menggunakan sarung menghadap ke atas.
Dengan menggunakan corong ia menuangkan raksa dari botol ke dalam tabung sampai
penuh. Kemudian ia menutup ujung terbuka tabung dengan jempolnya, dan segera
membaliknya. Dengan cepat ia melepaskan jempolnya dari ujung tabung dan menaruh tabung
vertikal dalam sebuah bejana berisi raksa. Ia mengamati permukaan raksa dalam tabung dan
berhenti ketika tinggi kolom raksa dalam tabung 76 cm di atas permukaan raksa dalam
bejana. Ruang vakum terperangkap di atas kolam raksa.
4. Otto von Guericke( 1602 M – 1686 M)
Otto von Guericke (30 November 1602- 21 Mei 1686) adalah seorang ilmuwan
Jerman, pencipta, dan politikus. Prestasi ilmiah utama nya menjadi penetapan dari ilmu
fisika ruang hampa.Pada 1650 Guericke menemukan pompa udara. Guericke menerapkan
barometer ke ramalan cuaca untuk meteorologi. Kemudiannya bidang kajianya dipusatkan
pada listrik, tetapi sangat sedikit hasil nya.Ia menemukan generator elektrostatik yang
pertama, Elektrisiermaschine.
5. Blaise Pascal ( 1623 M -1662 M )
Blaise Pascal (19 Juni 1623- 19Agustus 1662) adalah ilmuwan Perancis Ahli
matematik, ahli ilmu fisika, dan ahli filsafat religius. Dalam bidang fisika, khususnya
mekanika, dia melakukan percobaan dengan cara mengukur beda tinggi barometer di dasar
dan di puncak gunung. Dari keterangan-keterangannya itu nantinnya dia mengemukakan
prinsip hidrostatik yang kita kenal dengan Hukum Pascal, yaitu “Jika suatu zat cair dikenakan
tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah sama besar dengan tidak bertambah
atau berkurang kekuatannya”.
6. Isaac Newton ( 1642 M – 1727 M )
Isaac Newton (1642-1727), lahir di Woolsthrope, Inggris.Dia lahir di tahun kematian
Galileo. Penemuan-penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika,
pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu benda didasarkan pada tiga hukum fundamental.
Hukum pertamanya adalah hukum inersia Galileo, Galileo merupakan penemu
pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh
kekuatan luar.Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan
termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama.
Hukum kedua(secara matematik dijabarkan dengan persamaan F = m.a atau a = F/m)
menetapkan bahwa percepatan obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda.
Hukum kedua Newton memiliki bentuk sama seperti hukum dinamika Aristoteles, v = kF/R,
dengan dua perbedaan penting. Yang satu adalah bahwa gaya menghasilkan percepatan dari
pada kecepatan, sehingga dalam ketidak hadiran gaya, kecepatan tetap konstan (hukum
pertama). Perbedaan yang lain adalah bahwa hambatan terhadap gerak adalah disebabkan
oleh massa benda itu sendiri, terhadap medium di mana ia bergerak.
hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi,
misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan) serta yang
paling termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal.
Newton juga membedakan antara massa dan berat. Massa adalah sifat intrinsik suatu
benda yang mengukur resistansinya terhadap percepatan, sedangkan berat adalah
sesungguhnya suatu gaya, yaitu gaya berat yang bekerja pada sebuah benda. Jadi berat W
sebuah benda adalah W = mag, di manaag adalah percepatan karena gravitasi.
Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan
sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari ayunan pendulum
hingga gerak planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari.
Diantara banyak prestasi Newton, ada satu yang merupakan penemuan terbesar ialah
‘Hukum Gravitasi’. Pada penemuan ini, Newton menggunakan dengan baik penemuan
penting sebelumnya tentang pergerakan angkasa yang dibuat oleh Kepler dan yang lainnya.
Pada masa kreatif ini, ia menulis hampir satu abad kemudian bahwa,“Saya menarik
kesimpulan bahwa kekuatan yang menjaga planet-planet pada orbitnya pasti berbanding
terbalik sama dengan kuadrat dari jarak mereka dengan pusat dimana mereka berevolusi”.
Diungkapkan sebagai sebuah persamaan
di mana F gaya gravitasi diantara dua benda bermassa m1 dan m2, r adalah jarak
antara pusat-pusatnya, dan G adalah tetapan gravitasi . Gerak sebuah planet mengelilingi
matahari adalah suatu kombinasi gerak garis lurus yang ia harus miliki jika tak ada gaya yang
bekerja kepadanya dan percepatannya karena gaya gravitasi matahari.

Periode III ( Fisika Klasik 1800 M -1890 (1900 ) M )


1. Daniel Bernoulli (1700 M – 1780 M)
Daniel Bernoulli ( 8 Pebruari 1700 – 17 Maret 1782) adalah ilmuwan swiss Ahli
matematik. Keahlian matematikanya untuk diaplikasikan ke mekanika, terutama ilmu
mekanika zat cair (fluida) dan gas. Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika
fluida yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida,peningkatan pada kecepatan fluida
akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut.
2. Leonhard Euler ( 1707 M – 1783 M )
Leonard Euler lahir tahun 1707 di Basel, Swiss.Euler khusus ahli mendemonstrasikan
bagaimana hukum-hukum umum mekanika, yang telah dirumuskan di abad sebelumnya oleh
Isaac Newton, dapat digunakan dalam jenis situasi fisika tertentu yang terjadi berulang
kali.Misalnya, dengan menggunakan hukum Newton dalam hal gerak cairan, Euler sanggup
mengembangkan persamaan hidrodinamika.Juga, melalui analisa yang cermat tentang
kemungkinan gerak dari barang yang kekar, dan dengan penggunaan prinsip-prinsip
Newton.Dan Euler berkemampuan mengembangkan sejumlah pendapat yang sepenuhnya
menentukan gerak dari barang kekar.Dalam praktek, tentu saja, obyek benda tidak selamanya
mesti kekar.Karena itu, Euler juga membuat sumbangan penting tentang teori elastisitas yang
menjabarkan bagaimana benda padat dapat berubah bentuk lewat penggunaan tenaga luar.
Pengetahuan modern dan teknologi akan jauh tertinggal di belakang, tanpa adanya
formula Euler, rumus-rumusnya, dan metodenya. Sekilas pandangan melirik indeks textbook
matematika dan fisika akan menunjukkan penjelasan-penjelasan ini sudut Euler (gerak benda
keras); kemantapan Euler (deret tak terbatas); keseimbangan Euler (hydrodinamika);
keseimbangan gerak Euler (dinamika benda keras); formula Euler (variabel kompleks);
penjumlahan Euler (rentetan tidak ada batasnya), curve polygonal Eurel (keseimbangan
diferensial); pendapat Euler tentang keragaman fungsi (keseimbangan diferensial sebagian);
transformasi Euler (rentetan tak terbatas); hukum Bernoulli-Euler (teori elastisitis); formula
Euler-Fourier (rangkaian trigonometris); keseimbangan Euler-Lagrange (variasi kalkulus,
mekanika); dan formula Euler-Maclaurin (metode penjumlahan) itu semua menyangkut
sebagian yang penting-penting saja.
3. Hamilton
Prinsip Hamilton mengatakan, Dari seluruh lintasan yang mungkin bagi sistem
dinamis untuk berpindah dari satu titik ke titik lain dalam interval waktu spesifik (konsisten
dengan sembarang konstrain), lintasan nyata yang diikuti sistem dinamis adalah lintasan yang
meminimumkan integral waktu selisih antara energi kinetik dengan energi potensial.
4. Joseph-Louis Lagrange ( 1736 M – 1813 M )
Persamaan gerak partikel yang dinyatakan oleh persamaan Lagrange dapat diperoleh
dengan meninjau energi kinetik dan energi potensial partikel tanpa perlu meninjau gaya yang
beraksi pada partikel. Energi kinetik partikel dalam koordinat kartesian adalah fungsi dari
kecepatan, energi potensial partikel yang bergerak dalam medan gaya konservatif adalah
fungsi dari posisi.
Persamaan Lagrange merupakan persamaan gerak partikel sebagai fungsi dari
koordinat umum, kecepatan umum, dan mungkin waktu. Waktu berpengaruh dalam
persaman Lagrange dikarenakan persamaan transformasi yang menghubungkan koordinat
kartesian dan koordinat umum mengandung fungsi waktu. Pada dasarnya, persamaan
Lagrange ekivalen dengan persamaan gerak Newton, jika koordinat yang digunakan adalah
koordinat kartesian.

B. PERKEMBANGAN MEKANIKA MODERN


1. Mekanika Kuantum
Pada tahun 1900, Max Planck memperkenalkan ide bahwa energi dapat dibagi-
bagimenjadi beberapa paket atau kuanta. Ide ini secara khusus digunakan untuk menjelaskan
sebaran intensitas radiasi yang dipancarkan oleh bendah hitam. Pada tahun 1905, Albert
Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang
dalam bentuk kuanta yang disebut foton.Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis
spektrum dari atom hidrogen dengan penggunaan kuantisasi.Pada tahun 1924, Louis de
Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda.
Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal. Tidak ada
penjelaskan jelas untuk kuantisasi. Mereka dikenal teori kuantum lama.Mekanika kuantum
modern lahir pada tahun 1925, ketika Werner Karl Heisenberg mengembangkan mekanika
matriks dan Erwin Schrodinger menemukan mekanika gelombang dan persamaan
Schrodinger. Schrodinger beberapa kali menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut
sama. Pada tahun 1927, Heinseberg merumuskan prinsip ketidakpastiannya dan interpretasi
Kopenhagen terbentuk dalam waktu yang hampir bersamaan.
Tahun 1927, Paul Dirac menggabungkan mekanika kuantum dengan relativitas
khusus. Dia juga menggunakan teori operator, termasuk nota bra-ket yang berpengaruh.Pada
tahun 1932, Neumann Janos merumuskan dasar matematika yang kuat untuk mekanika
kuantum sebagai teori operator.Bidang kimia kuantum dibuka oleh Walter Heitler dan Fritz
London yang mempublikasikan penelitian ikatan kovalen dari molekul hidrogen pada tahun
1927. Kimia kuantum beberapa kali dikembangkan oleh pekerja dalam jumlah besar,
termasuk kimiawan Amerika, Linus Pauling.
Berawal pada 1927, percobaan dimulai untuk menggunakan mekanika kuantum ke
dalam bidang di luar partikel satuan yang menghasilkan teori medan kuantum. Pekerja awal
dalam bidang ini termasuk Dirac, Wolfgang Pauli, Victor Weisskopf dan Pascaul Jordan.
Teori Kromodinamika Kuantum diformulasikan pada awan 1960an. Teori yang kita
kenal sekarang ini diformulasikan oleh Polizter, Gross dan Wilzcek pada tahun 1975.
Pengembangan awal oleh Schwinger, Peter Higgs, Goldstone dan lain-lain..Sheldon Lee
Glashow, Steven Wienberg, dan Abdus Salam menunjukkan secara independen bagaimana
gaya nuklir lemah dan elektrodinamika kuantum dapat digabungkan menjadi satu gaya lemah
elektro.
2. Relativitas Umum
Relativitas umum diperkenalkan oleh Albert Einstein pada tahun 1916. Teori ini
merupakan penjelasan gravitasi termutakhir dalam fisika modern. Ia menyatukan teori
Einstein sebelumnya dengan hukum gravitasi Newton.

B. ILMU PANAS
I. Sejarah Perkembangan Ilmu Termodinamika tiap Periode
1. Hukum-Hukum Dasar Termodinamika
Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:
a. Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika
Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem
ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.Hukum ini terkait
dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem
termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam
sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
b. Hukum kedua Termodinamika
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total
entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan
meningkatnya waktu, mendekati nilai
c. Hukum ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini
menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses
akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum.
Peristiwa-Peristiwa Penting Termodinamika
Pada dasarnya, termodinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang panas sebagai
energi yang mengalir. Oleh karena itu, sejarah berkembangnya ilmu termodinamika berawal
sejak manusia mulai “memikirkan” tentang panas. Orang yang pertama kali melakukannya
adalah Aristoteles (350 SM). Dia mengatakan bahwa panas adalah bagian dari materi atau
materi tersusun dari panas. Penalaran yang dilakukan oleh Aristoteles diteruskan oleh Galileo
Galilei (1593) yang menganggap bahwa panas adalah sesuatu yang dapat diukur dengan
penemuannya berupa termometer air. Beberapa abad setelahnya Sir Humphrey Davy dan
Count Rumford (1799) menegaskan bahwa panas adalah sesuatu yang mengalir.
Kesimpulan ini mendukung prinsip kerja termometer, tapi membantah pernyataan
Aristoteles.
Pada tahun 1778, Thomas Alfa Edison memperkenalkan mesin uap pertama yang
mengkonvesi panas menjadi kerja mekanik. Mesin tersebut disempurnakan oleh Sardi Carnot
(1824). Saat itu, dia berupaya menemukan hubungan antara panas yang digunakan dan kerja
mekanik yang dihasilkan. Hasil pemikirannya merupakan titik awal perkembangan ilmu
termodinamika klasik dan beliau dianggap sebagai Bapak Termodinamika.
Pada tahun 1845, James P. Joule menyimpulkan bahwa panas dan kerja adalah dua
bentuk energi yang satu sama lain dapat dikonversi. Kesimpulan ini didukung pula oleh
Rudolf Clausius, Lord Kelvin (William Thomson), Helmhozt, dan Robert Mayer.
Selanjutnya, para ilmuwan ini merumuskan hukum pertama termodinamika (1850).
Buku pertama tentang termodinamika ditulis oleh William Rankine pada tahun 1859.
“perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari
jumlah energi panas yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap
sistem”Setelah mempelajari mesin Carnot, Lord Kelvin, Planck, dan menyimpulkan bahwa
pada suatu mesin siklik tidak mungkin kalor yang diterima mesin diubah semuanya menjadi
kerja, selalu ada kalor yang dibuang oleh mesin. Hal ini karena adalah sifat sistem yang
selalu menuju ketidakteraturan, entropi (S) meningkat. Saat itu hukum kedua termodinamika
diperkenalkan (1860). Menurut Clausius, besarnya perubahan entropi yang dialami oleh suatu
sistem, ketika sistem tersebut mendapat tambahan kalor (Q) pada temperatur tetap dinyatakan
melalui persamaan di bawah :
“total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring
dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya”
Pada awal abad ke-20, ahli kimia seperti Gilbert N. Lewis, Merle Randall, dan EA
Guggenheim mulai menerapkan metode matematis Gibbs tersebut untuk analisis proses kimia
yang disebut termodinamika kimia. Pada tahun 1885, Boltzman menyatakan bahwa energi
dalam dan entropi merupakan besaran yang menyatakan keadaan mikroskopis sistem.
Pernyataan ini mengawali berkembangnya termodinamika statistik, yaitu pendekatan
mikroskopis tentang sifat termodinamis suatu zat berdasarkan perilaku kumpulan partikel-
partikel yang menyusunnya. Dasar-dasar termodinamika statistik ditetapkan oleh fisikawan
seperti James Clerk Maxwell, W. Nernst, Ludwig Boltzmann, Max Planck, Rudolf Clausius
dan J. Willard Gibbs .Willard Gibbs. Pada tahun 1906 Giauque dan W. Nernst merumuskan
hukum ketiga termodinamika yaitu
“pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan
entropi sistem akan mendekati nilai minimum”

Pada tahun 1911, Einstein menyatakan bahwa massa merupakan perwujudan dari
energi (E=mc2). Hal ini kemudian dibenarkan oleh ilmuwan mekanika kuantum (1900-1940)
bahwa radiasi sebagai bentuk energi bisa bersifat sebagai partikel. Pernyataan ini seakan-akan
membenarkan penalaran Aristoteles sebelumnya bahwa materi = energi. Pada tahun 1950,
para ilmuwan, seperti Carl Anderson menemukan adanya partikel antimateri yang bisa
memusnahkan materi.
Tokoh Ilmuwan Penemu Termodinamika
a. Benjamin Thompson
Benjamin Thompson atau 'Count Rumford' (1753 – 1814) adalah penemu, ilmuwan,
negarawan, dan tentara terkenal kelahiran Amerika. Sekitar tahun 1975, Benjamin Thompson
meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal kelautan yang baru
bagi tentara Inggris.
Kontribusinya yang terbesar pada dunia Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor.
Pada akhir abad ke-18, teori kalori yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida
yang dapat mengalir ke dalam tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika
didinginkan.
Benjamin Thompson mengajukan suatu teori baru yang menyatakan bahwa kerja mekanis
akan menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk gerak. Teori tersebut
berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang dihasilkan dari gesekan peluru meriam
(bubuk mesiu) tidak akan pernah habis. Peristiwa itu tak dapat dijelaskan dengan teori kalori
terdahulu. Teori yang dikemukakan Thompson bertentangan dengan teori kalori yang
terdahulu dan banyak orang pada saat itu yang tidak yakin dengan Thompson hingga James
Maxwell mengemukakan teori kinetik kalor pada tahun 1871.
Penemuan-penemuan Thompson lainnya adalah kompor, oven, ketel ganda, dan pakaian
penahan panas, serta mengembangkan cerobong asap dan tungku perapian yang ada.
b. Jacobus Henricus van 't Hoff
Jacobus Henricus van 't Hoff adalah kimiawan fisika dan organik Belanda dan pemenang
Penghargaan Nobel dalam Kimia pada 1901 Penelitiannya pada kinetika kimia,
kesetimbangan kimia, tekanan osmotik dan kristalografi diakui sebagai hasil karya utamanya.
Jacobus juga mendirikan bidang ilmu kimia fisika, ia juga dianggap sebagai salah satu
kimiawan terbesar sepanjang masa bersama kimiawan Perancis Antoine Lavoisier, Louis
Pasteur dan ahli kimia Jerman Friedrich Wöhler. Ia lahir di Rotterdam, Belanda 30 Agustus
1852, anak ke-3 dari 7 bersaudara Jacobus Henricus van 't Hoff, seorang dokter dan Alida
Jacoba Kolff.
Sumbangan terbesarnya ialah mengenai pengembangan hukum termodinamika umum
pada hubungan antara perubahan tekanan dan pemindahan kesetimbangan sebagai akibat
variasi suhu. Pada volume tetap kesetimbangan dalam sebuah sistem akan cenderung berubah
dalam arah untuk melawan perubahan suhu yang ditentukan pada sistem ini. Penurunan suhu
menyebabkan lepasnya panas dan menaikkan suhu menyebabkan penyerapan panas.
c. Rudolf Julius Emanuel Clausius
Rudolf Julius Emanuel Clausius (1822-1888) adalah ahli fisika matematik Jerman,
penemu Hukum Termodinamika II, penemu entropi, penemu teori elektorolisis, doktor, guru
besar, dan pengarang. (1850) ia diangkat menjadi guru besar fisika di sekolah mesin dan
artileri di Berlin, pada tahun 1867 ia jadi guru bedar fisika di Unirvesitas Wurzburg sampai
tahun 1869. Kemudian ia mengajar di Universitas Bonn.
Clausius adalah ahli fisika teori atau fisika murni. Ia tidak mengadakan experimen. Ia
menerapkan matematika untuk membuat teori yang dapat menjelaskan Hasil pengamatan dan
exprimen orang lain. Hukum termodinamika II berbunyi : “Panas tidak dapat dengan
sendirinya berpindah dari badan yang lebih dingin ke badan yang lebih panas”.
Prinsip Termodinamika
Prinsip-prinsip Termodinamika dapat dirangkum dalam 3 Hukum yaitu :
a. Hukum Termodinamika ke-Nol
Berkenaan dengan kesetimbangan termal atau Konsep Temperatur.
b. Hukum Termodinamika I
Mengenai konsep energi dalam dan menghasilkan prinsip kekekalan energi.menegaskan ke
ekivalenan perpindahan kalor dan perpindahan kerja.
c. Hukum Termodinamika II
memperlihatkan arah perubahan alami distribusi energi dan memperkenalkan prinsip
peningkatan entropi.