Anda di halaman 1dari 11

PERKEMBANGAN FISIKA KLASIK

A. RESUME
Fisika klasik Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini
diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan
sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam
mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan
Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini. Fisika Klasik adalah fisika yang didasari
prinsip-prinsip

yang

dikembangkan

sebelum

bangkitnya teori

kuantum,

biasanya

termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Pada fisika klasik pendekatan
terhadap pemecahan persoalan pada umumnya lebih didasarkan pada dalil-dalil mekanika
gerak. Disamping itu dalam penanganan solusi secara tegas dilakukan perbedaan antara
benda partikel dan fenomena gelombang dan begitu juga mengenai tanggapan: tidak ada
pembatasan-pembatasan dalam besarnya energi (energi dapat bertambah atau berkurang
dengan besaran nilai yang tidak dibatasi dengan satuan tertentu).
B. MATERI
Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum
bangkitnya teori kuantum, dari abad 17 hingga 19. Cabang-cabang yang termasuk fisika
klasik antara lain: mekanika klasik (hukum gerak Newton dan lagrangian serta mekanika
Hamiltonian), elektrodinamika klasik, termodinamika klasik, dan teori relativitas.

1. Perkembangan Fisika Klasik Galileo


Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan
kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci metode sains. Galileo memformulasikan dan
berhasil menguji beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama inersia. Pada 1687, Isaac
newton menerbitkan karyanya yang fenomenal, mathematical principles of natural
philosophy (principia), yang memberikan penjelasan yang gamblang dan teori fisika yang
sukses. Hukum gerak Newton yang merupakan sumber dari mekanika klasik dan hukum
gravitasi Newton yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini sangat cocok dalam
eksperimen. Principia juga memasukkan beberapa teori dalam dinamika fluida. Mekanika
klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange. William Rowan
Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum gravitasi
memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori
fisika.
Sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle,
Charles, gay-lussac, dkk. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argument statistika
dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika
statistic. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanik ke

dalam panas. Pada 1847 james joule menyatakan hukum konservasi energy, dalm bentuk
panas dan juga dalam energy mekanik.
Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael faraday, George ohm, dan
lainnya. Pada 1855, james Clerk Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori
elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah
cahaya adalah gelombang electromagnet.
Galileo Galilei ( 1564 - 1642 ) Galileo adalah seorang yang berpengetahuan luas dan
sangat teliti; Beliau dipandang sebagai Bapak Fisika Eksperimental. Disamping kegiatannya
dalam bidang eksperimen, beberapa tulisan mengenai biografinya sangat menarik. Galileo
berasal dari keluarga ningrat. Pada umur 17 tahun, ia dikirim ke Universitas Pisa untuk
mempelajari ilmu kedokteran. Di tempat inilah ia melakukan penemuannya yang pertama.
Suatu hari ditahun 1581, ia memperhatikan gerak ayunan yang teratur dari lampu besar yang
tergantung pada dinding aula cathedral Pisa. Galileo mengamati bahwa walaupun amplitudo
mengalami sedikit perubahan namun ternyata waktu getarnya senantiasa tetap sama. Pada
waktu itu belum ada stopwatch, karena itu untuk mengukur waktu ayun lampu tersebut ia
mempergunakan denyut nadi pada pergelangan tangannya.
Dengan membalik proses yang terjadi diatasnya, ia kemudian membuat alat
penghitung frekuensi denyutan nadi yang disebut pulsometer. Alat ini terdiri dari sebuah
bandul yang digantungkan pada sebuah tali yang lemas; dengan mengatur panjang tali yang
disesuaikan dengan denyutan nadi maka frekuensi denyutan dapat ditentukan besarnya.
Untuk masa-masa berikutnya ternyata dunia fisika dan matematika lebih menarik perhatian
Galileo, sehingga kemudian dia meninggalkan dunia kedokteran yang semula di tekuninya.
Ketika berumur 26 tahun, Galileo menjadi profesor dalam bidang matematika di Pisa. Disini
dia memulai suatu penyelidikan yang sistematis terhadap doktrin-doktrin mekanika yang
dikemukan Aristoteles dengan percobaan-percobaan yang dia kerjakan diperoleh kesimpulan
bahwa doktrin-doktrin yang ditemukan Aristoteles tidak benar. Misalnya saja mengenai

benda-benda jatuh, Aristoteles mengemukakan benda yang berat jatuh lebih cepat daripada
benda yang ringan. Walaupun sebenarnya berdasarkan percobaan-percobaan yang
dikerjakan berbagai penulis, misalnya Philoponus dalam abad ke v juga oleh Benedetto
varchi doktrin Aristoteles tersebut sudah dipertanyakan, tetapi karena dua penulis yang
terakhir tersebut tidak memiliki pengaruh di masyarakat maka pertanyaan yang mereka
temukan lenyap dan doktrin Aristoteles dapat diterima umum. Untuk menguji kebenaran
doktrin Aristoteles tersebut Galileo mengadakan eksperimen yang berbeda-beda dari atas
menara Pisa yang miring.
Dari percobaan didapatkan kenyataan bahwa benda-banda yang tak sama beratnya
tersebut praktis jatuh dalam waktu yang sama. Hasil percobaan Galileo yang bertentangan
dengan doktrin ristoteles ini segera mengundang masalah bagi Galileo, walaupun sabagian
orang yakin akan kesalahan Aristoteles, tetapi karena pengaruhnya masih demikian besar
maka Galileo terpaksa meringkuk di penjara. Keluar dari penjara Galileo meninggalkan Pisa
dan pada tahun 1592 menjadi profesor matematika di Universitas Padua; disini ia dapat
menikmati kebebasan akademiknya selama 18 tahun. Kemasyurannya sebagai seorang
pengajar meluas ke seluruh Eropa, sehingga kuliah-kuliahnya selalu dipenuhi mhasiswamahasiswa, baik mhasiswa yang resmi maupun pendengar. Pada tahun 1608, Lipperhey
seorang ahli optik asal Belanda karena mendapat kesempatan menjadi mahasiswa Galileo
walaupun hanya sebagai mahasiswa pendengar telah mampu menciptakan alat yang dapat
digunakan melihat benda-benda jauh sehingga menjadi nampak lebih dekat, tetapi dalam
keadaan terbaluk melalui tabung yang diberi lensa ganda. Berita penamuuan ini sampai pada
Galileo pada bulan Juni tahun 1609. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip itu, ia membuat
suatu teleskop yang diipamerkan di Yenice selama satu tahun yang amat mengherankan
pimpinan setempat. Pada bulan januari 1610 Galileo telah berhasil membuat suatu teleskop
yang berkekuatan 30 kali diameter teleskop pertama. Dengan alat ini ia berhasil membuat
penemuan-penemuan yang fundamental. Ia melihat bahwa sejumlah bintang tetap

kenyataannya jauh lebih banyak dari pada yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Dari sini
ia dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Milky Way

2. Pekembangan Fisika Klasik Newton


Isaac Newton (1642-1727), lahir di Woolsthrope, Inggris. Dia lahir di tahun kematian
Galileo. Dia belajar di Universitas Cambridge dan pada usia awal 20-an ketika dia membuat
tiga penemuan besarnya teori matematikanya yang sekarang dikenal dengan kalkulus, teori
gravitasi, dan tentang komposisi cahaya. Karya besarnya, Mathematical Principles of
Natural Philosophy (biasa disebut Principia) diterbitkan pada 1687.
Penemuan-penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika,
pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu benda didasarkan pada tiga hukum fundamental.
Hukum pertamany adalah hukum inersia Galileo, Galileo merupakan penemu pertama hukum
yang melukiskan gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu
saja pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling
penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu.
Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan
termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum
kedua (secara matematik dijabarkan dengan persamaan F = m.a atau a = F/m) menetapkan
bahwa percepatan obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda. Hukum kedua
Newton memiliki bentuk sama seperti hukum dinamika Aristoteles, v = kF/R, dengan dua
perbedaan penting. Yang satu adalah bahwa gaya menghasilkan percepatan dari pada
kecepatan, sehingga dalam ketidak hadiran gaya, kecepatan tetap konstan (hukum pertama).
Perbedaan yang lain adalah bahwa hambatan terhadap gerak adalah disebabkan oleh massa
benda itu sendiri, terhadap medium di mana ia bergerak. Terhadap kedua hukum itu Newton
menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi,

misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan) serta yang
paling termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal.
Newton juga membedakan antara massa dan berat. Massa adalah sifat intrinsik suatu
benda yang mengukur resistansinya terhadap percepatan, sedangkan

berat adalah

sesungguhnya suatu gaya, yaitu gaya berat yang bekerja pada sebuah benda. Jadi berat W
sebuah benda adalah W = mag, di mana ag adalah percepatan karena gravitasi. Keempat
perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku
buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari ayunan pendulum hingga gerak planet-planet
dalam orbitnya mengelilingi matahari. Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum
mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan menunjukkan
bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan masalah fisika.
Diantara banyak prestasi Newton, ada satu yang merupakan penemuan terbesar ialah
Hukum Gravitasi. Pada penemuan ini, Newton menggunakan dengan baik penemuan
penting sebelumnya tentang pergerakan angkasa yang dibuat oleh Kepler dan yang lainnya.
Newton menyadari hukum semacam ini pada pertengahan 1660. Pada masa kreatif ini, ia
menulis hampir satu abad kemudian bahwa,Saya menarik kesimpulan bahwa kekuatan yang
menjaga planet-planet pada orbitnya pasti berbanding terbalik sama dengan kuadrat dari jarak
mereka dengan pusat dimana mereka berevolusi. Diungkapkan sebagai sebuah persamaan

di mana F gaya gravitasi diantara dua benda bermassa m1 dan m2, r adalah jarak antara pusatpusatnya, dan G adalah tetapan gravitasi . Gerak sebuah planet mengelilingi matahari adalah
suatu kombinasi gerak garis lurus yang ia harus miliki jika tak ada gaya yang bekerja
kepadanya dan percepatannya karena gaya gravitasi matahari.
a. Mekanika Klasik (Mekanika Newtonian)

Mekanika klasik menggambarkan dinamika partikel atau sistem partikel. Dinamika


partikel demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton tentang gerak, terutama oleh
hukum kedua Newton. Hukum ini menyatakan, "Sebuah benda yang memperoleh pengaruh
gaya atau interaksi akan bergerak sedemikian rupa sehingga laju perubahan waktu dari
momentum sama dengan gaya tersebut". Hukum-hukum gerak Newton baru memiliki arti
fisis, jika hukum-hukum tersebut diacukan terhadap suatu kerangka acuan tertentu, yakni
kerangka acuan inersia (suatu kerangka acuan yang bergerak serba sama - tak mengalami
percepatan). Prinsip Relativitas Newtonian menyatakan, "Jika hukum-hukum Newton berlaku
dalam suatu kerangka acuan maka hukum-hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka
acuan lain yang bergerak serba sama relatif terhadap kerangka acuan pertama".
Konsep partikel bebas diperkenalkan ketika suatu partikel bebas dari pengaruh gaya
atau interaksi dari luar sistem fisis yang ditinjau (idealisasi fakta fisis yang sebenarnya).
Gerak partikel terhadap suatu kerangka acuan inersia tak gayut (independen) posisi titik asal
sistem koordinat dan tak gayut arah gerak sistem koordinat tersebut dalam ruang. Dikatakan,
dalam kerangka acuan inersia, ruang bersifat homogen dan isotropik. Jika partikel bebas
bergerak dengan kecepatan konstan dalam suatu sistem koordinat selama interval waktu
tertentu tidak mengalami perubahan kecepatan, konsekuensinya adalah waktu bersifat
homogen.
b. Elektrodinamika Klasik
Elekrodinamika, sesuai dengan namanya adalah kajian yang menganalisis fenomena
akibat gerak elektron. Fenomena ini berkaitan dengan kelistrikan dan kemagnetan. Kendati
elektrodinamika merupakan bagian dari fisika klasik, hukum-hukum elektrodinamika yang
dikompilasi oleh Maxwell ternyata sesuai dengan teori Relativitas, salah satu pilar dari fisika
modern. Teori elektromagnet membahas medan elektromagnet, yaitu medan listrik dan
medan magnet . Kedua besaran ini berhubungan dengan rapat muatan dan rapat arus. Bagian
ini tidak akan mengulas secara rinci teori medan elektromagnet sebab dapat diperoleh dalam

kuliah khusus tentang elektrodinamika. Hal yang perlu dikemukakan di sini adalah bahwa
menurut Maxwell, medan listrik dan magnet memenuhi persamaan
Persamaan ini mengungkapkan bahwa medan elektromagnet merambat dalam ruang
dalam bentuk gelombang dengan kecepatan tetap v. Maxwell adalah orang pertama yang
mengungkapkan bahwa gelombang EM pada jangkauan frekuensi tertentu adalah gelombang
cahaya. Sejak itu orang kemudian memahami bahwa gelombang EM meliputi frekuensi
sangat rendah seperti sinar tampak (frekuensi berkisar 4000 A - 7000A), hingga radiasi
frekuensi tinggi seperti Sinar-X.
Dalam kajian optika dipahami bahwa cahaya memiliki berbagai sifat yang
menunjukkan bahwa konsep cahaya sebagai gelombang tidak esensial. Akan tetapi guna
menjelaskan secara lebih tepat mengenai gejala interferensi, khususnya difraksi, konsep
cahaya sebagai gelombang adalah mutlak.
Pada prinsipnya fisika klasik berpandangan bahwa materi terdiri atas partikel dan
radiasi terdiri atas gelombang. Pandangan ini menjadi acuan dalam menjelaskan gejala alam.
Contohnya, gaya yang dialami oleh partikel bermuatan seperti, elektron dan proton, dengan
massa masing-masing muatan listrik satu satuan, berinteraksi melalui interaksi gravitasi
(massa) dan elektromagnetik. Geraknya dapat dijelaskan melalui Hukum Lorentz. Akan
tetapi, teori klasik tidak mampu menjelaskan bagaiman interaksi partikel ini dengan cahaya
(radiasi).
c. Termodinamika Klasik
Thermodinamika adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas antara panas dan
bentuk bentuk energi lainnya. Thermodimika merupakan sains aksiomatik yang berkenaan
dengan transformasi energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya . energi dan materi sangat
berkaitan erat, sedemikian eratnya sehingga perpindahan energi akan menyebabkan
perubahan tingak keadaan materi tersebut.
Hukum pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan
dan tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang lainnya.

Hukum ini mengatur semua perubahan bentuk energi secara kuantitatif dan tidak membatasi
arah perubahan bentuk itu. Pada kenyataannya tidak ada kemungkinan terjadinya proses
dimana proses tersebut satu satunya hasil dari perpindahan bersih panas dari suatu tempat
yang suhunya lebih rendah ke suatu tempat yang suhunya lebih tinggi. Pernyataan yang
mengandung kebenaran eksperimental ini di kenal dengan hukum kedua termodinamika.
Keterbatasan termodimika klasik. Termodinamika klasik menggarap keadaan sistem
dari sudut pandang makroskopik dan tidak membuat hipotesa mengenai struktur zat. Untuk
membuat analisa termodinamika klasik kita perlu menguraikan keadaan suatu sistem dengan
perincian mengenai karakteristik karakteristik keseluruhannya seperti tekanan , volume dan
temperature yang dapat diukur secara lansung dan tidak menyangkut asumsi asumsi
mengenai struktur zat.
Termodinamika klasik tidak memperhatikan perincian, perincian suatu proses tetapi
membahas keadaan keadaan kesetimbangan. Dari sudut pandang termodinamika jumlah
panas yang dipindahkan selama suatu proses hanyalah sama dengan beda antara perubahan
energi sistem dan kerja yang dilaksanakan., jelaslah bahwa analisa ini tidak memperhatikan
mekanisme aliran panas maupun waktu yang diperlukan untuk memindahkan panas tersebut.
Termodinamika klasik mampu menerangkan mengapa perpindahan panas dapat
terjadi, namun termodinamika klasik tidak menjelaskan bagaimana cara panas dapat
berpindah. Kita mengenal bahwa panas dapat berpindah dengan tiga cara yaitu konduksi,
konveksi dan radiasi.
d. Teori Relativitas Umum
Einstein menyelesaikan teori relativitas umum pada 1915. Teori relativitas umum
menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan Newton.
Menurut Newton, gravitasi dianggap sebagai kekuatan penarik. Planet-planet bergerak
mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran elips karena matahari memiliki kekuatan
gravitasi yang amat besar. Tapi menurut Einstein, gravitasi tidak dianggap sebagai kekuatan

penarik, tapi lebih sebagai kekuatan eksterior yang merupakan konsekwensi dari ruang dan
waktu atau ruang-waktu. Rangkaian ruang-waktu empat-dimensi yang melengkung seringkali
dilukiskan seperti sebuah karet yang dimelarkan oleh benda bermasabintang, galaksi, dll.
Benda bermassa seperti matahari melengkungkan ruang-waktu di sekelilingnya dan planetplanet bergerak di sepanjang jalur melengkungnya ruang-waktu. Einstein berkata: materi
memberitahu ruang bagaimana cara melengkungkan/memelarkan dirinya; ruang memberitahu
materi cara bergerak. Teori relativitas umum memprediksi dengan tepat sampai pada
tingkatan apakah sebuah sinar cahaya akan terbentang saat ia lewat di dekat matahari. Kalau
dipaksa menyimpulkan teori relativitas umum dalam satu kalimat: Keberadaan ruang, waktu,
dan gravitasi tidak terpisahkan dari benda.

DAFTAR PUSTAKA
Fanny. 2013. Tokoh-Tokoh Fisika. Jakarta: Erlangga.
Purnamasari. 2012. Sejarah Perkembangan Fisika. Yogyakarta: Media Press.
Widyaningsih, Sri Wahyu. 2012. Sejarah Fisika. Bandung: ITB.