PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
DEFISIT PERAWATAN DIRI SESI II A: PERAWATAN DIRI
DENGAN BERDANDAN : BERPAKAIAN RAPI DI WISMA
MELATI RUMAH SAKIT JIWA HB SA’ANIN PADANG
OLEH :
ADE TRI WELI, S.Kep
DEWI ANITA, S.Kep
CINDY KURNIA N, S.Kep
RIKA NOVIANTI, S.Kep
ESSY MARNI, S. Kep
RAHMI AULIA, S. Kep
DISETUJUI OLEH
PEMBIMBING AKADEMIK PEMBIMBING KLINIK
( ) ( )
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2018
Terapi Aktivitas Kelompok : Perawatan Diri dengan Berdandan :
Berpakaian Rapi
Topik : Menjaga perawatan diri dengan berdandan : Berpakaian rapi
Sesi ke : II A
Terapis : Mahasiswa Program Profesi Ners F.Kep Unand
Sasaran : 6 orang pasien di wisma Melati
A. Topik
Menjaga perawatan diri dengan berdandan : Berpakaian rapi
B. Tujuan
1. Klien memahami manfaat berpakaian rapi
2. Klien mampu mengelola pakaian bekas pakai
3. Klien mampu memilih pakaian yang sesuai
4. Klien mampu menggunakan pakaian yang sesuai
C. Landasan Teori
Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan
perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan
yang sama. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Terapi Aktivitas Kelompok adalah salah
satu jenis terapi pada sekelompok pasien (5-12 orang) yang bersama-sama
melakukan aktivitas tertentu untuk mengubah perilaku maladaptif menjadi
adaptif. Lama pelaksanan TAK adalah 20-40 menit untuk kelompok yang
baru terbentuk. Untuk kelompok yang sudah kohesif, TAK dapat berlangsung
selama 60-120 menit ( Budi Ana Keliat, 2007 ).
Pasien dengan gangguan jiwa mengalami perubahan perilaku yang
ditandai dengan perilaku pasien maladaptif, tidak umum, aneh, tidak lazim,
dan menimbulkan distres serta gangguan dalam pemenuhan kebutuhan hidup
sehari-hari. Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia
dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan kehidupan, kesehatan
dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan
aktifitas perawatan diri mandi, berhias, makan, toileting. Salah satu
klasifikasi dari defisit perawatan diri adalah toileting. Yaitu gangguan
kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri
(Nurjannah, 2004).
D. Kriteria Anggota Kelompok
1. Kriteria klien yang akan diikut sertakan dalam kegiatan adalah:
Pasien yang dapat berkomunikasi verbal
Pasien yang kooperatif dengan riwayat defisit perawatan diri
Pasien yang menyepakati kontrak dengan terapis sebelumnya
D. Mekanisme Kegiatan
1. Uraian Struktur Kegiatan
Hari/ tanggal : Selasa, 14 Agustus 2018
Tempat : Ruang TAK wisma Melati
Waktu : Pukul 10.00 – 10.30 WIB
Jumlah Anggota : 6 orang
1. Simarni 4. Nurazizah
2. Kambariah 5. Yurnita
3. Markindok 6. Marlina
Metode : Adapun metode yang digunakan pada terapi
aktivitas ini adalah diskusi dan demonstrasi
Pengorganisasian kelompok
a. Leader : Dewi Anita, S.Kep
b. Co Leader : Rika Novianty, S.Kep
c. Observer : Rahmi Aulia, S.Kep
d. Fasilitator : Ade tri weli, S. Kep, Essy Marni, S. Kep, Cindy Kurnia
N, S. Kep
2. Uraian Pekerjaan
a. Leader : Dewi Anita, S.Kep
Tugas Leader :
1) Memperkenalkan diri
2) Menjelaskan aturan permainan
3) Menjelaskan tujuan aktivitas kelompok
4) Memberi kesempatan pada anggota untuk saling mengenal
5) Memberi respon yang sesuai dengan perilaku klien
6) Mengaktifkan kelompok
7) Meminta tanggapan dari klien atas permintaan yang telah
dilakukan
8) Memberi reinforcement positif
9) Menyimpulkan
b. Co-Leader : Rika Novianti, S.Kep
Tugas Co-Leader :
1) Membantu Leader mengkoordinir permainan
2) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
3) Mengingatkan leader tentang kegiatan
c. Fasilitator : Ade tri weli, S. Kep, Essy Marni, S. Kep, Cindy Kurnia
N, S. Kep
Tugas Fasilitator :
1) Mampu memfasilitasi klien yang kurang aktif
2) Dapat mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi
3) Mampu memotivasi klien untuk kesuksesan acara
4) Memfasilitasi jalannya kegiatan yaitu persiapan dan
pelaksanaan
d. Observer : Rahmi Aulia, S.Kep
Tugas Observer :
1) Mampu mengobservasi jalannya kegiatan
2) Mencatat jumlah klien yang hadir
3) Mancatat respon dan perilaku klien dalam kegiatan
4) Mencatat tanggapan-tanggapan yang dikemukakan klien
5) Mencatat penyimpangan acara terapi aktivitas kelompok
6) Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan
berlangsung
3. Pelaksanaan Kegiatan
No Waktu Kegiatan Terapis Kegiatan Peserta
1. 10 Persiapan
menit a. Memilih dan membuat kontrak dengan -
klien sesuai dengan indikasi: 6 orang
pasien di wisma Melati yang sudah
mengikuti TAK sebelumnya
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan -
2. 25 Pelaksanaan
menit a. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis Menjawab salam
b) Perkenalan nama dan panggilan Mendengarkan dan
terapis memperhatikan
c) Menanyakan nama dan panggilan Menjawab pertanyaan
semua klien
2) Evaluasi / Validasi
a) Menanyakan perasaan klien saat ini Menjawab pertanyaan
b) Menanyakan apakah telah latihan
TAK DPD sesi IA – ID yang sudah
di latih sebelumnya
3) Kontrak
a) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu Mendengarkan dan
menyampaikan manfaat TAK memperhatikan
Defisit perawatan diri
b) Menjelaskan aturan main berikut
Jika ada klien yang ingin
meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis
Lama kegiatan 30 menit
Klien mengikuti kegiatan dari
awal sampai selesai
2. Kerja
a. Terapis menjelaskan manfaat berpakaian Mendengarkan dengan
yang baik baik
b. Tanyakan pada semua klien secara Mendengarkan dengan
bergantian tentang manfaat berpakaian baik
yang baik secara bergantian
c. Terapis mendiskusikan dengan klien alat Mendengarkan
dan bahan berpakaian yang baik. menyimak dan
Tanyakan pada klien sesuai kebiasaan menyampaikan
klien secara bergantian pendapat
d. Terapis menjelaskan cara berpakaian Mendengarkan dan
yang baik dan benar memperhatikan
e. Terapis memperagakan cara berpakaian Memperhatikan
yang baik dengan baik
f. Terapis meminta klien memperagakan Memperagakan
cara berpakaian yang baik secara
bergantian
g. Terapis memberikan pujian kepada klien Memberikan tepuk
setiap selesai memperagakan tangan pada klien
yang memperagakan
3. 10 Terminasi
menit a. Beri tanda (√) untuk kemampuan yang Mengungkapkan
dapat dilakukan pendapat
b. Bila klien tidak mampu, stimulasi/latih
sampai klien mampu
c. Klien dianggap mampu jika semua
unsur kemampuan tercapai
Memberikan rencana tindak lanjut
1) Terapis menganjurkan klien untuk Menyetujui
berpakaian yang baik minimal 2 x sehari
a. Kontrak yang akan datang
1) Terapis menyepakati kegiatan TAK Menyetujui
berikutnya yaitu TAK DPD Sesi IIB
Berdandan: berhias diri
2) Terapis menyapakati tempat dan waktu Menyetujui
TAK berikutnya.
4. Media dan Alat
a. Media
1) Spidol
2) White board/ kertas karton
b. Alat
1) Satu set pakaian dalam: celana dalam, kaos dalam, BH
2) Satu set pakaian luar: kemeja, kaos, celana panjang, atau rok,
jilbab (jika wanita berjilbab)
3) Kaca cermin
5. Settingan Tempat
Denah Pelaksanaan TAK :
Keterangan :
: Pembimbing Akademik : Pembimbing
: Leader : Observer
: Co-Leader : Perserta
: Fasilitator
E. Proses Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Diharapkan anggota yang mengikuti TAK minimal 6-8 orang, setting
tempat sesuai dengan yang telah direncanakan dan masing-masing
individu melaksanakan perannya masing-masing.
2. Evaluasi Proses
Evaluasi terhadap proses pelaksanaan TAK yang diharapkan sesuai
dengan rencana kegiatan proposal TAK. Diharapkan dapat dilaksanakan
75% sesuai dengan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi Hasil
Evaluasi terhadap hasil pelaksanaan TAK terkait dengan pencapaian
tujuan yang diharapkan dalam pelaksanaan TAK. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien untuk menyampaikan tentang kegiatan kelompok
yang telah dilakukan.
Target pencapaian yang diinginkan yaitu 75% dari yang telah
dilaksanakan, sebagai berikut :
a. 5 dari 6 orang dapat menyebutkan manfaat berpakaian yan baik.
b. 5 dari 6 orang dapat menyebutkan alat dan bahan berpakaian yang
baik.
c. 5 dari 6 orang dapat menjelaskan tahapan berpakaian yang baik
d. 5 dari 6 orang dapat memperagakan berpakaian yang baik dan
komitmen berpakaian yang baik 2x sehari.
Formulir evaluasi sebagai berikut:
TAK
DEFISIT PERAWATAN DIRI : PERAWATAN DIRI DENGAN
BERDANDAN : BERPAKAIAN RAPI
NAMA KLIEN
ASPEK YANG
Simarni Kambariah Markindok Nurazizah Yurita Marlina
DINILAI
Menjelaskan
manfaat berpakaian √ √ √ √ - √
yang baik
Menyebutkan alat
dan bahan
√ √ √ √ √ √
berpakaian yang
baik
Menjelaskan
tahapan berpakaian √ √ √ √ √ √
yang baik
Memperagakan
berpakaian yang √ √ √ √ √ √
baik
Komitmen
berpakaian yang √ √ √ √ √ √
baik 2 x/hari
Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan menjelaskan manfaat
berpakaian yang baik, menyebutkan alat dan bahan berpakaian yang baik,
menjelaskan tahapan berpakaian yang baik, memperagakan berpakaian
yang baik, komitmen berpakaian yang baik 2 x/hari. Beri tanda (√) jika
klien mampu, dan tanda (-) jika klien tidak mampu.
F. Penutup
Demikianlah proposal ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas
praktek profesi keperawatan jiwa di RSJ Prof HB Saanin Padang, semoga
dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Padang, 9 Agustus 2018
Kelompok 2 B’18
Disetujui Oleh,
Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik
( ) ( )
DAFTAR PUSTAKA
Nurhasanah. J. dkk, (2006). Ilmu Komunikasi dalam Konteks Keperawatan.
Jakarta: TBK
Keliat, Budi Anna. Dkk, (2007). Manajemen Kasus Gangguan Jiwa. Jakarta:
EGC
Keliat, Akemat, (2004). Keperawatan Jiwa Teori Aktivitas Kelompok. Jakarta:
EGC