Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

4.1. Kesimpulan Penelitian

Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, diperoleh

kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat Pengaruh variabel iklim kerja terhadap kinerja pegawai pada

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pesawaran, hal ini terbukti dari hasil uji-t

didapat thitung iklim kerja > ttabel, besarnya koefisien determinasi variabel iklim

kerja terhadap kinerja pegawai adalah 15,8% sedangkan sisanya dijelaskan oleh

faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

2. Terdapat Pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pesawaran, hal ini terbukti dari hasil uji-t

didapat thitung motivasi kerja > ttabel, besarnya koefisien determinasi variabel

motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 34,5% sedangkan sisanya

dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

3. Terdapat Pengaruh variabel iklim kerja dan variabel motivasi kerja secara

bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendapatan Daerah

Kabupaten Pesawaran, hal ini terbukti dari hasil Uji-F didapat nilai Fhitung > dari

Ftabel, sedangkan besarnya koefisien determinasi antara variabel iklim kerja dan

variabel motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai adalah

36,4% sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam

penelitian ini.
83

4.2. Implikasi

Berdasarkan hasil penelitian diatas, implikasi kedepan dirumuskan sebagai

berikut:

1. Variabel iklim kerja, yang perlu mendapat perhatian adalah indikator

merasa mendapat dukungan yang bersifat positif, baik dukungan dalam bentuk

moral maupun fisik pada situasi kerja, karena indikator ini mendapatkan nilai

yang paling rendah (kuesioner nomor 3). Peningkatan indikator ini dapat

dilakukan oleh pimpinan dengan cara memberikan dukungan kepada bawahan

yang bersifat positif, baik dukungan dalam bentuk moral maupun fisik pada

situasi kerja, sehingga pegawai merasa bekerja dengan lingkungan yang aman dan

nyaman.

2. Variabel motivasi kerja, yang perlu mendapatkan perhatian untuk

peningkatan motivasi kerja pegawai adalah pada aspek motivasi insintrik dengan

indikator bersemangat atau bergairah dalam bekerja dan sebagai pegawai

mendapatkan promosi jabatan yang sesuai dengan kemampuan karena nilai

indikator tersebut paling rendah (kuesioner nomor 3 dan 10). Peningkatan

indikator ini dapat dilakukan oleh pimpinan dengan menciptakan suasana kerja

dan hubungan kerja yang baik antar pegawai, selain itu memberikan kepercayaan

kepada pegawai dengan pemberian tanggung jawab tugas serta promosi jabatan

sesuai kemampuan pegawai, dengan demikian diharapkan motivasi kerja pegawai

akan meningkat serta penyelesaian tugas akan berjalan dengan baik.

3. Variabel kinerja pegawai yang perlu mendapat perhatian adalah indikator

kuantitas kerja, yang merupakan ukuran kinerja seorang pegawai yang diukur
84

dengan instrumen yang dikembangkan dalam studi secara umum, kemudian

diterjemahkan ke dalam penilaian perilaku secara mendasar, karena indikator ini

mendapatkan nilai yang paling rendah (kuesioner nomor 7), peningkatan indikator

ini dapat dilakukan pimpinan dengan cara meningkatkan pengawasan dan

memperhatikan disiplin kerja pegawai dalam memanfaatkan waktu kerja supaya

kuantitas kerja yang dihasilkan menigkat.