Anda di halaman 1dari 4

Siti Nurbina

70600116021

1. Tuliskan dan jelaskan tatalaksana gizi dengan metode SOAP!

Metode tatalaksana gizi dengan metode SOAP

Subjective, data yang didapat dari keluahan pasien yang berdasarkan hasil
anamnesa.

Objective, data yang didapatkan dari hasil pemeriksaan fisik termasuk


pemeriksaan tanda-tanda vital, skala nyeri dan hasil pemeriksaan penunjang
pasien pada saat ini.

Assessment, penilaian keadaan pasien yang berisi diagnosis kerja, diagnosis


diferensial atau problem pasien yang didapatkan dari menggabungkan penilaian
subejktif dan objektif pasien.

Plan, rencana asuhan yang berisi rencana untuk menegakkan diagnosis, rencana
terapi, rencana monitoring, dan rencana pendidikan.

Tatalaksan pemberian gizi pasien dapat ditulis sebagai berikut:

a. Diagnosis klinik
- Diagnosis gizi
- BEE (Basal Energy Expenditure)
- TDE (Total Daily Energy)
- Kebutuhan karbohidrat
- Kebutuhan lemak
- Kebutuhan protein
b. Jenis diet dan konsistensi
c. Penyusunan menu

2. Tuliskan jenis-jenis diet pada penyakit GEH, jelaskan syarat dan indikasinya!

Diet lambung

Indikasi: gastritis akut dan kronik, ulkus peptikum kanker lambung,pasca operasi
lambung yang biasanya diikuti dengan Dumping syndrome.

Syarat diet lambung

- Mudah cerna, porsi kecil, sering diberikan.


- Energi dan protein cukup sessuaai kemampuan untuk menerimanya.
- Lemak rendah, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi totalyang ditingkatkan
secara bertahap sehingga sesuai kebutuhan.
- Rendah serat, terutama serat tidak larut air yang ditingkatkan secara
bertahap.
- Cairan cukup terutama bila ada muntah.
- Tidak mengandung bahan makanan atau bumbu yang tajam, baik secara
termis, mekanis, maupun kimia (disesuaikan dengan daya terima
perorang).
- Laktosa rendah bila ada gejala intoleransi laktosa, umumnya tidak
dianjurkan minum susu terlalu banyak.makan secara perlahan di
lingkungan yang tenang.
- Pada fase akut dapat diberikan makanan parenteral selma 24-48 jam untuk
memberi istirahat pada lambung.

Diet pada penyakit hati dan kandung empedu

Indikasi: hepatitis, serosis hepatis, koms hepatikum, karsinoma sel hepar,


kolesistisis

Syarat diet penyakit hati

- Energi tinggi untuk mencegah pemecahan protein, yang diberikan bertahap


sesuai kemampuan pasien, yaitu 40-45 kkal/Kg BB.
- Lemak cukup, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, dalam bentuk
yang mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi. Bila pasien mengalami
steasorea, gunanakan lemak dengan asam rantai sedang. Pemberian lemak
sebanyak 45 Kg dapat mempertahankan fungsi imun dan proses sintesis
lemak.
- Protein agak tinggi, yaitu 1,25-1,5% agar terjadi anabolisme protein.
Asupan minimal protein 0,8-1 g/Kg BB, protein nabati memberikan
keuntungan karena kandungan serat yang dapat mempercepat pengeluaran
amoniak melalui fases.
- Vitamin dan mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi. Bila perlu,
diberikan suplemen vitamin B kompleks, C, dan K serta mineral Fe dan Zn
bila ada anemia.
- Natrium diberikan rendah, tergantung tingkat edema dan asites. Bila
pasien mendapat diuretika, garam natrium dapat diberikan lebih leluasa.
- Cairan diberikan lebih dari biasa, kecuali bila ada kontra indikasi

Syarat diet pada kandung empedu


- Lemak diberikan dalam bentuk mudah dicerna.
- Kalori, protein dan karbohidrat cukup dan bila terlalu gemuk, jumlah
kalori dikurangi.
- Mengandung vitamin yang tinggi , terutama yang larut dalam lemak.
- Mineral cukup, cairan tinggi
- Makanan tidak merangsang
- Diberikan dalam porsi kecil tapi sering untuk mengurangi rasa kembung.

Diet tinggi serat

Indikasi: konstipasi kronis dan penyakit divertikulosis kronis

Syarat diet tinggi serat

- Energi cukup disesuaikan dengan umur, gender, dan aktivitas.


- Protein cukup yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.
- Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total.
- Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total.
- Vitamin dan mineral tinggi, terutama vitamin B untuk memelihra kekuatan
otot saluran cerna.
- Cairan tinggi 2-2,5 liter untuk membantu memeperlancar defekasi.
Pemberian minum sebelum makan akan merangsang peristaltik usus.
- Serat tinggi, yaitu 30-50 g/hari terutama serat tidak larut air yang berasal
dari beras tumbuk, beras merah, roti whole wheat, sayuran dan buah.

Diet serat rendah sisa

Syarat pemberian diet

- Energi cukup disesuaikan dengan umur, gender, dan aktivitas.


- Protein cukup yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.
- Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total.
- Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total.
- Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat
maksimal 8 g/hari. Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorang.
- Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar sesuai dengan
toleransi perorangan.
- Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam
dan berbumbu tajam.
- Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu
panas dan tidak terlalu dingin.
- Makanan sering diberikan dalam porsi kecil.
- Bila diberikan untuk jangka waktu yang lama atau dalam keadaan khusus,
diet perlu disertai suplemen vitamin dan mineral, makanan formula atau
makanan parenteral.