TUGAS TERSTRUKTUR
MATA KULIAH SANITASI PERMUKIMAN
INSPEKSI RUMAH SUSUN PANDANARANG DI CILACAP
Dosen: Agus Subagiyo, SIP., M.Kes
Disusun oleh:
1. Fidya Atmawanti (P1337433215013)
2. Nurudin Achmad F (P1337433215014)
3. Istiqomah Tri Wardani (P1337433215015)
4. Kuni Minachul Vikriyah (P1337433215016)
5. Siti Roifah (P1337433215017)
Kelas Reguler 3C
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2018
Kata Pengantar
Dengan mengucapkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
limpahan dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Terselesaikannya tugas ini tentu saja bukan karena kemampuan kami semata –
mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak terkait. Sehubungan dengan
hal tersebut, perlu kiranya saya dengan ketulusan hati megucapkan terima kasih kepada
Bapak Tri Cahyono, SKM., M.Si. selaku Dosen pembimbing mata kuliah Sanitasi
Permukiman di Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang yang telah membimbing saya
dalam menyelesaikan tugas ini.
Dalam penyusunan tugas ini, saya menyadari pengetahuan dan pengalaman kami
masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran
yang membangun dari berbagai pihak supaya laporan ini lebih baik dan bermanfaat. Serta
akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Purwokerto, April 2018
Penulis
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang.............................................................................................................. 1
B.Rumusan Masalah.......................................................................................................... 4
C.Tujuan ........................................................................................................................... 4
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil.............................................................................................................................. 5
B. Pembahasan..................................................................................................................10
C. Permasalahan................................................................................................................12
D. Alternatif Pemecahan Masalah.....................................................................................13
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................................15
B. Saran...........................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengertian rumah susun menurut kamus besar Indonesia merupakan
gabungan dari pengertian rumah dan pengertian susun. Rumah yaitu bangunan
untuk tempat tinggal, sedangkan pengertian susun yaitu seperangkat barang yang
2
diatur secara bertingkat. Jadi pengertian rumah susun adalah bangunan untuk
tempat tinggal yang diatur secara bertingkat.
Pengertian rumah susun sederhana sewa, yang selanjutnya disebut rusunawa
berdasarkan PERMEN No.14/ 2007 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana
sewa yaitu bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan
yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah
horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing
digunakan secara terpisah, status penguasaannya sewa serta dibangun dengan
menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah dengan fungsi utamanya sebagai hunian.
Meningkatnya pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin
meningkat menyebabkan masalah kependudukan, salah satunya adalah semakin
sempitnya lahan kosong untuk membuat rumah. Kebutuhan tempat tinggal yang
cukup banyak di masyarakat membuat semakin sempitnya lahan kosong dan harga
tempat tinggal yang semakin merangkak naik.daerah perkotaan merupakan daerah
yang berpenduduk padat dan lahan kosong yang tersedia terbatas. Untuk itu perlu
solusi untuk mengatasi masalah tentang tempat tinggal yang layak, serasi dan
seimbang. Pembangunan rumah susun merupakan salah satu alternatif pemecahan
masalah kebutuhan pemukiman terutama di daerah perkotaan yang jumlah
penduduknya terus meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk ini
disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya dan yang paling banyak disebabkan
oleh banyaknya penduduk yang mengadu nasib untuk mencari pekerjaan dikota.
Pembangunan rumah susun diharapkan mampu mengurangi penggunaan tanah,
membuat ruang-ruang terbuka kota yang lebih luas dan dapat digunakan sebagai
suatu cara untuk memperindah kota terutama bagi daerah yang kumuh. Misalnya
lahan kosong yang tersedia dibangun taman kota atau ruang terbuka hijau.
Rumah Susun di Indonesia dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu sebagai berikut :
1. Rumah Susun Sederhana (Rusuna), pada umumnya dihuni oleh golongan
yang kurang mampu. Biasanya dijual atau disewakan oleh Perumnas (BUMN).
Misalnya, Rusuna Klender di Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta.
2. Rumah Susun Menengah (Apartemen), biasanya dijual atau disewakan oleh
Perumnas atau Pengembang Swasta kepada masyarakat konsumen menengah ke
bawah. Misalnya, Apartemen Taman Rasuna Said, Jakarta Selatan.
3
3. Rumah Susun Mewah (Condonium), selain dijual kepada masyarakat
konsumen menengah ke atas juga kepada orang asing atau expatriate oleh
Pengembang Swasta. Misalnya Casablanca, Jakarta.
Konsep pembangunan dari rumah susun yaitu merupakan bangunan
bertingkat, yang dapat dihuni bersama, dimana satuan-satuan dari unit dalam
bangunan dimaksud dapat dimiliki secara terpisah yang dibangun baik secara
horizontal maupun secara vertikal. Walaupun ukurannya sempit tetapi sudah ada
fasilitas seperti rumah, misalnya dalam satu unit ada kamar mandi, dapur dan
kamar tidur.pembangunan perumahan yang demikian itu sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.
Kondisi fisik bangunan dan sistem sanitasi di rumah susun sering diabaikan
oleh penghuninya sehingga mengakibatkan penurunan kualitas pelayanan sistem
sanitasi.untuk itu perlu dilakukan penilaian untuk menilai dan mengevaluasi sistem
sanitasi rumah susun ditinjau dari teknis, pembiayaan, kelembagaan dan peran serta
masyarakat agar dihasilkan pengelolaan operasional sistem sanitasi yang ideal.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana keadaan sanitasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Pandanarang Cilacap ?
2. Apa saja permasalahan yang ada di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Pandanarang Cilacap?
3. Bagamana alternatif pemecahan masalahnya?
C. Tujuan
1. Mengetahui keadaan sanitasi di Rumah Susun Sederhana Sewa Rusunawa
Pandanarang Pandanarang Cilacap.
2. Mengetahui permasalahan yang ada di Rumah Susun Sederhana Sewa
Rusunawa Pandanarang Cilacap.
3. Mengetahui alternatif pemecahan masalah yang ada di Rusunawa Pandanarang
Cilacap
D. Metode
Dalam proses pengambilan data kondisi sanitasi Rusunawa Pandanarang
menggunakan survey dengan menggunakan metode observasi menggunakan
checklist.
4
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Ceklist Inspeksi Lingkungan Permukiman
Nama Permukimaan : Rumah Susun Sederhana Sewa Pandanarang
5
Pemilik Permukiman : Pemerintah Daerah Cilacap
Luas Tanah : 1,2 Ha
Luas Bangunan Rumah : 1886,4 m2
Luas Bangunan Penunjang : 1886,4 m2
Jumlah Seluruh Penghuni :192 Penghuni
Alamat : Kelurahan Padanaran Kec. Cilacap Selatan
Kab. Cilacap
Petugas Checklist : Kelompok 3
Waktu Checklist : 05 April 2018
NO. KOMPONEN YANG KRITERIA NILAI
1 2 3 4 5
DINILAI
1. Lokasi a. Daerah tidak rawan bencana √
b. Bukan daerah bekas √
TPA/Tambang
c. Tidak daerah rawan √
kecelakaan
2. Kualitas Udara, Kebisingan a. Kebisingan 45-55 dbA √
b. Gas berbau (H2S dan NH3) √
dan Getaran
tidak terdeteksi
c. Debu diameter < 10 µg < 150 √
µg/m3
d. Gas SO2 < 0,10 ppm √
e.debu terendap , 350 mm3/m2/ √
hari
f. Getaran < 10 mm/detik √
3. Kualitas Tanah g. Timah Hitam (Pb) , 300 mg/kg √
h. Arsenik total , 100 mg/kg √
i.Cadmium , 20 mg/kg √
j.Tidak becek √
k. Tidak menimbulkan debu √
4. Kualitas Air Tanah Memenuhi persyaratan golongan √
B
5. Sarana & Prasarana a. Taman √
b. Tempat bermain anak √
Lingkungan
c. Rekreasi √
d. Sarana Drainase √
e. Jalan √
f. Trotoar √
g. Jembatan berpagar √
h. Lampu Jalan √
6
i. Sarana air atau kuantitas √
mencukupi
j. Kualitas air sesuai peraturan √
k. Sarana pengelolaan tinja √
l. Sarana pengelolaan limbah √
domestik
m. Pengelolaan sampah √
n. Pelayanan umum keamanan √
o. Pelayanan umum kesehatan √
p. Pelayanan umum komunikasi v
q. Pelayanan Tempat kerja √
r. Pelayanan tempat hiburan √
s. Pelayanan tempat pendidikan √
t. Pelayanan kesenian √
u. Sarana Olah raga √
v. Pengaturan jaringan listrik √
penuhi syarat
w. energi listrik memenuhi syarat √
x. TPM layak √
6. Binatang penular penyakit dan a. tidak terdapat sarang tikus √
b. tidak dijumpai lalat √
penggaggu
c. tidak dijumpai nyamuk √
d. angka jentik nyamuk kurang √
5%
e. Tidak terdapat hewan √
mengidap rabies
f. Aman hewan berbisa √
g. Tidak dijumpai insecta √
pengganggu
7. Penghijauan a. Berfungsi sebagai pelindung √
b. Berfungsi sebagai penyejuk √
c. Berfungsi sebagai keindahan √
d. Berfungsi sebagai kelestarian √
alam
e. Tidak ada gangguan kesehatan √
7
8. Pranata Rumah, Sarana, dan a. Rumah dalam kelompok √
Prasarana seragam
b. Sarana sulit dijangkau √
c. Prasarana mendukung √
aktivitas
Catatan :
1 = Sangat Kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
8
B. Pembahasan
1. Gambaran Umum
a. Lokasi : Kelurahan Pandanarang Kecamatan Cilacap Selatan
Kabupaten Cilacap.
b. Luas kawasan : 1,2 ha
c. Harga sewa : Lantai 1 Rp. 180.000,- / rumah
Lantai 2 Rp. 148.000,- / rumah
Lantai 3 & 4 Rp. 132.000,- / rumah
d. Kapasitas : Terdiri dari 4 twin block @ 4 lantai, 192 unit
hunian, 4 unit ruang pengelolaan, 2 ruang panel listrik, 2 ruang sosial.
e. Fasilitas :
1) Bisnis
Seluruh areal lantai dasar Rusunawa
2) Hunian
a) Ruang hunian ukuran 21 M3 dengan ruang utama ukuran 5 x 3 m.
b) Kamar mandi dan dapur di dalam.
c) Air sumur di dalam dengan meteran per kamar.
d) Listrik 900 watt dengan meteran per kamar.
f. Sarana dan prasarana penunjang :
1) Satu Komplek dengan Kantor Pelabuhan PPSC.
2) Berdampingan dengan Kantor HNSI Kab. Cilacap.
3) Jalur Angkutan Kota (Wisata).
4) TPI PPSC (± 100 m).
5) Pasar Ikan Higines “Banyu Biru” (± 200 m).
6) Puskesmas Pembantu Kec. Cilacap Selatan (±200 m).
7) Kantor Kelurahan Tegalkamulyan (± 200 m).
8) Komplek Sekolah Dasar (± 200 m).
9) Pasar Tegalkamulyan (± 300 m).
10) THR Teluk Penyu (± 500 m).
11) RSUD Kab. Cilacap (± 2 km).
12) Pusat Kota (± 1 km).
13) Sarana olah raga Bulutangkis ( 50 km).
14) Sarana olah raga sepak bola ( 50 m).
9
g. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Susun Sederhana
Sewa, terdiri dari :
1) Kepala UPTD
2) Kasubag Tata Usaha
3) Staf Teknik
4) Staf Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan (K3)
UPTD Rusunawa dipimpin oleh seorang Kepala UPTD yang berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala DCKKP Kabupaten Cilacap.
Masing – Masing Staf dipimpin oleh koordinator staf yang berada di bawah
dan bertanggung jawab Kepala UPTD yang berkoordinator dan
berkonsultasi dengan Kasubag TU, setiap koordinator dibantu staf atau
pelaksana yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan beban kerja
dengan prinsip efisiensi.
2. Analisis Data
a. Penilaian Rumah Sehat
1) Komponen Rumah
Semua hunian terdapat langit-langit bersih dan tidak rawan
kecelakaan. Kondisi dinding terbuat dari bahan yang permanen, lantai
rumah diplester. Di setiap hunian terdapat jendela kamar dan jendela
keluarga . Terdapat ventilasi permanen kurang dari 10% dari luas lantai,
lalu lubang asap dapur < 10%, pencahayaan terang dan tidak silau sehingga
dapat digunakan untuk membaca dengan normal.
2) Sarana Sanitasi
Sarana air bersih di Rusunawa Padanaran menggunakan 3 sumur
Bor dan PDAM tetapi bukan milik sendiri dan sudah memenuhi syarat.
Terdapat Jamban bentuk leher angsa dan septictank komunal. Sarana
pembuangan air limbah dialirkan ke selokan atau ke saluran terbuka. Sarana
pembuagan sampah kedap air dan tidak tertutup.
3) Perilaku Penghuni
Kebiasaan penghuni yang ada di Rusunawa kadang-kadang
membuka jendela kamar tidur dan setiap hari membuka jendela ruang
keluarga penghuni setiap hari membersihkan rumah dan halaman setiap
10
hari. Penghuni yang mempunyai bayi/balita setiap hari membuang ke
jamban. Penghuni setiap hari membuang sampah ke tempat sampah.
b. Lingkungan Permukiman
1) Lokasi
Lokasi Rusunawa tidak terletak pada daerah Bekas TPA (Tempat
Pembuangan Akhir) atau tambang dan tidak terletak pada daerah rawan
kecelakaan. Tetapi lokasi Rusunawa terletak pada daerah rawan bencana
karena lokasinya di depan Pantai Teluk Penyu sehingga sangat
memungkinkan terkena bencana alam seperti tsunami.
2) Kualitas udara, Kebisingan & Getaran
Kualitas Udara di Lokasi Rusunawa sudah memenuhi syarat : Gas
berbau (H2S dan NH3) tidak terdeteksi, Kualitas kebisingan di Lokasi
Rusunawa 45-55 dbA cukup, Kualitas Getaran cukup
3) Kualitas Tanah
Kualitas Tanah di lokasi Rusunawa sudah memenuhi syarat seperti
Pb < 300 mg/kg, Arsenik total < 100 mg/kg, Cadmium 20 mg/kg. Kondisi
tanah terlihat becek, dan meninmbulkan bau.
4) Kualitas Air Tanah
Kualitas air tanah di Rusunawa memenuhi persyaratan golongan B.
5) Sarana & Prasarana Lingkungan
Sarana dan Prasarana di Rusunawa terdapat taman, sarana drainase
terbuka, Jalan, trotoar, lampu jalan, sarana air atau kualitas air mencukupi,
sarana pengelolaan tinja, sarana olah raga, jaringan listrik yang memenuhi
syarat. Sarana prasarana yang masih belum tersedia di Rusunawa seperti
tempat bermain anak, rekreasi, jembatan berpagar, sarana pengelolaan
limbah domestik, pengelolaan sampah, pelayanan kesehatan di dalam
rusunawa, pelayanan umum komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan,
pendidikan, kesenian serta tempat pengeolahan makanan yang layak.
6) Binatang penular penyakit dan penggaggu
Di dalam lingkungan rusunaawa tidak dijumpai sarang tikus, lalat,
nyamuk, aman dari hewan berbisa, serta tidak dijumpai insecta
pengganggu.
11
7) Penghijauan
Penghijauan di lingkungan rusunawa berfungsi sebagai pelindung,
penyejuk, keindahan, kelestarian alam serta tidak ada gangguan kesehatan.
8) Pranata Rumah, Sarana, dan Prasarana
Rumah susun dalam kelompok seragam, sarana sulit dijangkau, lalu
pra sarana kurang mendukung aktivitas.
C. Permasalahan yang Ada di Rusunawa Pandanarang
1. Untuk setiap rumah ventilasi kurang dari 10% dari luas lantai. Serta luas lantai
tidak sebanding dengan jumlah penghuni rumah.
2. Kebocoran pada atap bangunan rumah.
3. Lubang asap dapur < 10%.
4. Sarana pembuangan air limbah dan drainase masih terbuka.
5. Tempat sampah tidak tertutup untuk tiap penghuni.
6. Kebiasaan penghuni yang tidak membuka jendela ruang kamar.
7. Untuk rusunawa Rusunawa terletak pada daerah rawan bencana alam karena
terletak di depan Pantai Teluk Penyu sehingga sangat memungkinkan terkena
bencana alam seperti banjir dan tsunami.
8. Tidak terdapat fasilitas pelayanan pendukung yaitu taman bermain untuk anak
dan jalur hijau.
9. Rusunawa tidak memiliki sarana rekreasi keluarga.
10. Terdapat banyak kerusakan pada taman yang ada di rusunawa.
11. Tidak terdapat pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga.
12. Tidak terdapat tempat pengelolaan makanan (TPM).
13. Tidak memiliki warung/kios, pertokoan, pusat perbelanjaan skala lingkungan,
dan pusat perbelanjaan dan niaga.
14. Pembuangan air limbah domestik tidak ada pengolahan, atau hanya dibuang ke
laut.
15. Tidak tersedianya alat pemadam kebakaran (APAR).
12
D. Pemecahan Masalah
1. Sebaiknya rusunawa dibangun pada daerah yang tidak rawan bencana alam
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau dibuat pengendalian-
pengendalian bencana seperti titik kumpul, jalur evakuasi dan pintu darurat.
2. Sebaiknya setiap hunian dilengkapi dengan lubang asap dapur yang luasnya >
10% dari luas lantai dapur atau dilengkapi dengan exhauster fan/peralatan lain
yang sejenis sehingga asap bisa keluar dengan baik.
3. Sebaiknya di rusunawa dilengkapi dengan fasilitas pelayanan pendukung yaitu
taman bermain untuk anak dan jalur hijau sehingga anak-anak dapat bermain
dengan leluasa dan nyaman meskipun tinggal di rusunawa serta dengan adanya
jalur hijau akan membuat rusunawa tetap memiliki udara yang segar dan
mengurangi polusi udara.
4. Sebaiknya rusunawa dilengkapi dengan sarana rekreasi keluarga sehingga
dapat dipergunakan sebagai tempat untuk menghilangkan kepenatan dan
kejenuhan bagi warga rusunawa serta bisa digunakan untuk menunjang
kesehatan psikologis warga.
5. Sebaiknya di rusunawa terdapat petugas khusus bidang pertamanan dan
dilakukan perawatan secara rutin sehingga taman yang ada dapat tetap terjaga
keindahan dan kebersihannya sehingga taman dapat berfungsi dengan baik.
6. Sebaiknya rusunawa dibuat pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga
sehingga sampah-sampah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali dan
dapat memiliki nilai jual untuk keperluan rusunawa itu sendiri.
7. Sebaiknya di rusunawa dilengkapi dengan tempat pengelolaan makanan
(TPM) sehingga dapat mempermudah warga rusunawa dalam memperoleh
makanan yang aman dan sehat.
8. Sebaiknya di rusunawa diperbolehkan adanya warung/kios, pertokoan, pusat
perbelanjaan skala lingkungan, dan pusat perbelanjaan dan niaga selain milik
koprasi rusunawa, sehingga dapat mempermudah warga rusunawa dalam hal
ekonomi dan dalam memenuhi kebutuhannya.
9. Sebaiknya di rusunawa dilakukan pengendalian binatang pengganggu yaitu
tikus secara rutin sehingga keberadaan tikus dapat diminimalisasai karena
keberadaan tikus dapat menularkan penyakit dan juga dapat merusak fasilitas-
fasilitas yang ada di rusunawa.
13
10. Sebaiknya rusunawa dilengkapi dengan sarana pembuanagn air hujan yang
dibuat tertutup dan kedap air sehingga tidak memungkinkan sebagai tempat
perkembangbiakan vektor.
11. Sebaiknya rusunawa dilengkapi APAR.
14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil Inspeksi Sanitasi yang telah dilkukan di Rusunawa
Pandanarang Cilacap pada 05 April 2018, dengan menggunakan ceklist dan
wawancara diketahui bahwa kondisi Rusunawa sudah termasuk dalam kategori
sehat. Tetapi masih ada beberapa variabel yang tidak memenuhi syarat baik dari
rumah penghuni dan lingkungan permukiman Rusunawa.
B. Saran
1. Bagi Penanggung Jawab Rusunawa
Perlunya dilakukan pengontrolan dan pengawasan ketersediaan fungsi dari
sarana dan prasarana rusun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. ,
kemudian menindaklanjuti bila ada masalah dengan cara melapor dan
berkoordinasi dengan pihak yang bertanggungjawab atau pemerintah.
2. Bagi Penghuni Rusunawa
Para penghuni rusunawa Tegalmulyan sebaiknya ikut berpartisipasi untuk
menjaga kebersihan rusun agar tetap bersih, sehat dan nyaman.
15
DAFTAR PUSTAKA
http://studyandlearningnow.blogspot.co.id/2013/06/tinjauan-tentang-rumah-
susun.html, diakses pada tanggal 01/06/17, pukul 16.02 WIB
https://ikma10fkmua.files.wordpress.com/2012/12/sttu-rusunawa-dupak-
bangun.docx, diakses pada tanggal 01/06/17, pukul 17.18 WIB
16
LAMPIRAN
17
18